BAB II. LANDASAN PERANCANGAN
E. Konsep Perancangan
1. Analisis Masalah
a. Analisis Masalah Umum
Masalah umum yang menjadi dasar perancangan media promosi periklanan pasar Klithikan Notoharjo yaitu semenjak kepindahan PKL Banjarsari ke pasar Klithikan Notoharjo para pedagang pasar Klithikan Notoharjo mengalami penurunan pendapatan yang drastis. Meskipun pendapatan pedagang pasar Klithikan Notoharjo sekarang telah mengalami perkembangan namun tidak merata pada semua pedagang tersebut.
b. Analisis Masalah Khusus
Masalah khusus yang menjadi dasar perancangan media promosi periklanan pasar Klithikan Notoharjo adalah masih kurangnya promosi pasar Klithikan Notoharjo yang bersifat publikasi. Promosi pasar Klithikan Notoharjo selama ini cenderung seadanya atau belum memenuhi kaidah ilmu desain komunikasi visual.
2. Persepsi Konsumen
Masyarakat kota Surakarta yang pada umumnya telah mengetahui adanya pasar Klithikan Notoharjo meskipun tidak semuanya pernah mengunjungi pasar tersebut. Sebagian dari mereka mengetahui tentang pasar tersebut ada yang dengan datang langsung ke lokasi (konsumen), ada pula yang hanya dari perbincangan-perbincangan orang atau teman saja, juga dari media masa, dan ada yang dari radio dan televisi.
Pasar Klithikan Notoharjo sebagaimana dahulu masih berupa PKL, tempat tersebut dianggap sebagai penyedia berbagai barang kebutuhan dengan harga murah (ekonomis) yang sangat membatu masyarakat kota Surakarta, khususnya bagi mereka yang memiliki pengahasilan minimum. Letaknya yang strategis di pinggir-pinggir jalan dan berada di tengah kota memanjakan konsumen dalam mencari barang yang dibutuhkannya. Namun semenjak PKL Klithikan dipindah atau direlokasi ke pasar
commit to user
klithikan Notoharjo di daerah Semanggi para konsumen merasa malas karena letaknya yang jauh di pinggiran kota.
Bagi masyarakat di luar kota Surakarta umumnya tidak tahu lokasi pasar dan bagaimana keadaan sesungguhnya pasar klithikan Notoharjo yang telah dibangun sekarang ini, mereka umumnya sekedar tahu namanya. Sehingga masyarakat di luar kota Surakarta merupakan pasar sasaran (target market) pasar Klithikan Notoharjo yang masih belum banyak tergarap.
3. Keunggulan Produk
Pasar Klithikan Notoharjo adalah tempat yang menjual barang bekas yang terbesar, yang di bangun dengan desain modern. Meskipun tanpa AC namun pasar tetap nyaman bagi kosumen karena dikelola dan ditata dengan rapi dan bersih tersedia juga area parkir yang memadai dan terkoordinasi. Pasar klithikan Notoharjo menawarkan produk yang sangat beragam memungkinkan konsumen dapat berbelanja barang kebutuhannya dalam satu tempat (One Stop Shooping) barang bekas serta dengan pedagang pasar yang berjumlah banyak memudahkan konsumen melakukan melakukan penawaran untuk mendapatkan harga murah.
4. Harapan Konsumen
Konsumen yang datang ke pasar Klithikan Notoharjo mengharapkan pasar yang telah baik tersebut dikelola dengan baik lagi. Karena banyaknya pedagang yang ada di pasar Klithikan Notoharjo, maka harus diberi tanda petunjuk yang jelas agar konsumen tidak kebingungan mencari arang yang dibutuhkannya. Kebersihan terus dijaga agar kondisi pasar tetap nyaman.
commit to user 5. Positioning
Positioning merupakan upaya dan proses untuk menempatkan suatu produk, merk perusahaan, individu atau apa saja yang dalam pikiran mereka yang diangggap sebagai sasaran atau konsumennya (Rhenald Kasali, 1995: 157).
Positioning merupakan sebuah inti dari segala sesuatu yang diinginkan pengelola pasar Klithikan Notoharjo agar dipikirkan, dirasakan dan dipercaya oleh khalayak sasarannya mengenai produknya, dimana kita yakin konsumen akan dapat membedakan produk milik kita dengan produk-produk sejenis di pasaran. Untuk itu perlu ditampilkan citra tersendiri untuk menempati posisi tersendiri dibenak konsumen.
Dalam hal ini, positioning dari pasar Klithikan Notoharjo Semanggi adalah untuk menanamkan image dibenak target audience bahwa “pasar Klithikan Notoharjo Semanggi merupakan pasar barang bekas yang besar dan lengkap serta nyaman yang dikelola seperti pasar modern”.
a. Target Audience
Target Audience merupakan sasaran dari masyarakat yang ingin dituju dalam mencapai tujuan periklanan yang diinginkan, yang mana masyarakat tersebut memiliki susunan dan lapisan yang berbeda-beda. Lapisan masyarakat tertentu yang ingin dicapai perhatiannya secara khusus melaui promosi periklanan inilah yang dinamakan target audience.
Setiap perusahaan yang ingin maju selalu menetapkan target audience, baik dalam mempromosikan produknya maupun dalam meluncurkan produk itu sendiri. Oleh sebab itu dalam mempromosikan pasar Klithikan Notoharjo melalui media komunikasi yang akan dirancang, sangat penting terlebih dahulu untuk mengetahui dan mengenali siapa target audience yang ingin dituju. Adapun target audience yang dituju dibagi menjadi dua yaitu:
commit to user
1. Primer
Masyarakat yang bertempat tinggal di Kotamadya Surakarta.
2. Skunder
Masyarakat yang bertempat tinggal di eks Kotamadya Surakarta atau diluar sekitar Surakarta daiantaranya: Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, klaten dan daerah di luar sekitar Surakarta lainya.
b. Segmentasi 1. Geografis
Segmentasi geografis adalah suatu penbagian pasar menjadi unit-unit geografik seperti bangsa, Negara bagian, wilayah propinsi, dan kabupaten, kota, RW dan sebagainya (Philip Kotler, 1999 : 379).
Adapun segmentasi geografis dari pasar Klithikan Notoharjo Semanggi adalah sebagai berikut :
• Wilayah : Seluruh masyarakat Surakarta dan luar sekitar Surakarta • Ukuran kota : Kota dan kabupaten
• Permukiman : perkotaan dan pedesaan 2. Demografis
Segmentasi demografi dalah suatu proses yang membagi pasar menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variable-variabel demografik seperti umur, jenis kelamin, pendidikan, agama, ras, dan kebangsaan (Philip Kotler, 1999 : 381).
Adapun segmentasi demografi dari pasar Klithikan Notoharjo Semanggi adalah sebagai berikut :
• Jenis Kelamin : Laki-laki dan perempuan • Usia : 15 th keatas
• Pekerjaan : Tak terbatas • Agama : Tak terbatas
commit to user
3. Psikografis
Pada segmentasi psikografis konsumen dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup dan atau berbagai ciri kepribadian (Philip Kotler, 1992 : 384).
• Kelas sosial : Menengah kebawah
• Gaya hidup : Gaya hidup yang sederhana hingga sedang, kurang peduli penampilan.
• Kepribadian : Tidak terbatas