• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Hasil Analisis dan Sintesis

4.4.4 Konsep Tata Hijau

Vegetasi merupakan salah satu elemen yang penting dalan perencanaan lanskap, penggunaan vegetasi dalam tapak dapat memberikan keseimbangan alam serta menjaga kelestarian lingkungan. Pemilihan jenis vegetasi dan peletakannya harus disesuaikan dengan tujuan perencanaan dan fungsi dari tanaman itu sendiri. Tanaman yang digunakan merupakan tanaman yang memberikan nilai estetika, bermanfaat serta dapat memberikan teduhan pada tapak.

1. Fungsi estetika

Penataan ini ditujukan untuk memberikan kenyamanan bagi user, penataan ini dapat diterapkan pada area sekitar bangunan asrama, kelas, serta tempat-tempat yang dapat ditanami dan membutuhkan teduhan. Selain sebagai memberikan teduhan penataaan tanaman ini juga diharapkan dapat mengurangi pantulan sinar matahari dari

62 bangunan-bangunan dan perkerasan yang ada. selain tanaman dengan fungsi peneduh, tanaman dengan fungsi pengarah juga digunakan sepanjang jalur sirkulasi untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan serta meningkatkan fungsi keamanan bagi user. Tanaman yang digunakan pada taman di pesantren adalah tanaman yang memberikan keamanan pada user seperti tidak berduri, tidak mengundang ulat yang menyebabkan kurangnya kenyamanan user pada taman. Selain memperhatikan keamanan user tanaman yang digunakan juga mengandung nilai estetika baik bunga, daun, ataupun tanaman aromatik.

2. Fungsi penyangga dan screen

Penataan tanaman dengan fungsi penyangga ini ditujukan untuk melindungi tapak dari gangguan seperti, bad view, maupun gangguan keamanan. Tanaman dengan fungsi screen digunakan untuk memisahkan antar zona yang ada terutama antara zona putra dan zona putri. Penataan vegetasi dengan fungsi penyangga lebih ditekankan pada batas tapak dan fungsi screen pada batas antar zona. Untuk memaksimalkan fungsinya sebagai penyangga maka tanaman yang digunakan adalah tanaman perpaduan antara semak dan perdu, selain itu memiliki percabangan dibawah seperti teh-tehan.

3. Fungsi pengarah

Tanaman dengan fungsi pengarah akan dimaksimalkan pada jalur sirkulasi kendaraan dan sirkulasi pejalan kaki. Dengan adanya penataan tanaman dengan fungsi ini diharapkan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna sirkulasi. Tanaman yang digunakan untuk mendukung fungsi ini adalah tanaman yang tidak memiliki percabangan pada bagian baawah batang, akar tidak mudah tercabut agar memberikan keamanan bagi user, serta tanaman tidak terlalu banyak percabangan.

4. Fungsi peneduh

Tanaman dengan fungsi peneduh ditanam pada area sekitar asrama dan sekitar ruang kelas secara menyebar, agar dapat memberikan teduhan

63 bagi user khususnya santri dan santriwati. Fungsi peneduh juga diberikan pada ruang penerimaan untuk dapat memberikan kenyamanan bagi tamu yang sedang berkunjung. Tanaman yang digunakan merupakan tanaman yang memiliki tajuk yang dapat menaungi seperti berbentuk kubah, bulat, ataupun menyebar (berdaun rapat). Tanaman dengan fungsi-fungsi tersebut dapat dilihat pada Gambar 30.

66 4.4.5 Block plan dan Site Plan

Konsep tata ruang, sirkulasi, dan vegetasi yang telah dijabarkan akan digambarkan dalam bentuk block plan. Block plan dapat dilihat pada Gambar 31 Pada block plan digambarkan ruang-ruang aktivitas yang ada di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah yang secara garis besar dapat dibagi menjadi aktivitas mukim, aktivitas akademik, aktivitas bebas.

Hasil perencanaan pesantren Ar-Raudhatul Hasanah dapat dilihat pada site plan (Gambar 32). Site plan menggambarkan pada tapak seluas 7,5 Ha ini dibagi kepada tiga zona utama, yaitu zona putra, zona putri, dan zona netral. Zona putra dan dan zona putri dibagi lagi menjadi beberapa ruang yang mengakomodasi kegiatan dan aktivitas user di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, yaitu ruang mukim dan ruang akademik. Adapun zona netral merupakan zona yang dapat dimanfaatkan bersama baik putra maupun putri, zona ini juga dibagi menjadi dua ruang, yaitu ruang ibadah, dan ruang penerimaan.

Setiap ruang yang ada dihubungkan oleh sirkulasi yang telah direncanakan, adanya sirkulasi pada tapak setelah perencaan mengatur user terutama santri dan santriwati dalam mobilisasi, seperti berangkat ke masjid ataupun saat santri menuju lapangan bola.

Rencana alokasi ruang dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing ruang yang dikembangkan di dalam tapak. Kebutuhan ruang terhadap fungsi, dan fasilitas pada tapak pesantren Ar-Raudhatul Hasanah dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Jenis ruang, fungsi, aktivitas, fasilitas, dan luas ruang yang direncanakan

Zona Ruang Fungsi Fasilitas Luas (m2)

Putra Mukim Mukim Asrama 15.319

Kamar Mandi Kantin Dapur

RTH

Akademik Belajar Ruang Kelas 14.360

Ruang Praktikum Kantin

Toilet RTH

67

Zona Ruang Fungsi Fasilitas Luas (m2)

Putri Mukim Mukim Asrama 14.778

Kamar Mandi Kantin Dapur

RTH

Akademik Belajar Ruang Kelas 22.172

Ruang Praktikum Toilet

RTH

Netral Penerimaan Penerimaan Gerbang 5.078

Pos Keamanan Parkiran Kantin Penginapan Tamu Gazebo RTH

Ibadah Ibadah Masjid 3.675

Tempat Wudu’

Pusat Perkantoran

RTH

Pengalokasian ruang terhadap fasilitas harus diiringi dengan perhitungan daya dukung ruang. Perhitungan daya dukung disesuaikan dengan rencana fasilitas yang ada. Fasilitas menjadi salah satu pembatas daya dukung agar pengunjung dalam suatu ruang tidak melebihi kapasitas ruang tersebut. Direncanakan pesantren Ar-Raudhatul Hasanah memiliki 11 asrama utama yang terdiri dari 5 asrama putra dan 6 asrama putri, dimana masing-masing asrama memiliki kapasitas menampung santri sebanyak 300 orang/asrama. Maka untuk mukim pesantren Ar-Raudhatul Hasanah dapat menampung 3.300 santri dan santriwati.

Masjid merupakan fasilitas ibadah yang direncanakan pada tapak, masjid ini digunakan oleh setiap user termasuk santri dan santriwati. meskipun terdapat penggunaan yang bersamaan namun terdapat pemisah antara keduanya. Masjid terdiri dari tiga lantai, lantai pertama digunakan sebagai kantor administrasi, lantai kedua untuk santri dan lantai ketiga digunakan oleh santriwati. masjid dilengkapi dengan tempat berwudu yang berada di sekitar masjid.

Setelah perencanaan luas taman pesantren Ar-Raudhatul Hasanah adalah 3811 m2, dengan demikian kebutuhan taman pada tapak berdasarkan Ketetapan Dirjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum (0,5 m2/individu) telah

68 terpenuhi. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan pada taman adalah diskusi (muhadatsah, latihan berbahasa), latihan berpidato, pramuka, aktifitas belajar – mengajar, serta duduk-duduk di taman. Untuk daya dukung setiap kegiatan pada taman dapat dilihat pada tabel 15.

Tabel 15. Daya Dukung Taman Setelah Perencanaan

No Kegiatan di Taman Daya Dukung Taman

(orang)

Keterangan

1 Muhadatsah (latihan berbahasa) 2540 1,5 m2/ dua orang berhadapan

2 Latihan berpidato 3811 1 m2/ orang

3 Pramuka 952 4 m2/ orang

4 Aktivitas belajar-mengajar 2540 1,5 m2/ orang

71 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait