a. Konstitusionalisme
Konstitusionalisme setiap warga negara modren dewasa ini senantiasa memerlukan sesuatu sistem pengaturan yang dijabarkan dalam suatu konstitusi. Oleh karena itu konstitusionalisme mengacu kepada pengertian sistem institusionalisme mengacu kepada pengertian sistem institusionallisasi secara efektif dan teratur terhadap suatu pelaksanaan pemerintahan. Dengan lain perkataan untuk menciptakan suatu tertib pemerintehan di perlukan pengaturan sedemikian rupa, senhingga dinamika kekuasaan dalam proses pemerintahan dapat di batasi dan di kendalikan (hamilton, 1931.2 255). Gagasan mengatur dan membatasi kekuasaan ini secara alamiah muncul karena adanya kebutuhan untuk merespon perkembangan peran relatif kekuasaan dalam suatu kehidupan umat manusia.
Ketika negara negara bangsa (nationstates) mendapatkan bentuknya yang sangan kuat, sentralistis dan sangat berkuasa selam abat ke-16 dan ke-17, berbagai teori polotik berkembang untuk memberikan penjelasan menganai perkebangan sistim yang kuat tersebut.
Basis konstitusionalisme adalah kesepakatan umum atau persetujuan (consensus) diatara mayoritas rakyat mengenai bangunan yang di idealkan
berkaitan dengan negara. Organisasi negara itu di perlukan oleh warga masyarakat politik agar kepentingan mereka bersama dapat di lindungi atau di promosikan memalui pembentukan dan penggunaan mekanisme yang disebut negara (adrews, 1968.29) oleh karena itu kata kuncinya adalah konsensus general agreement. Jika kesepakat itu itu runtuh, maka runtuh ula legitimasi kekuasaan negara yang bersangkutan dan pada gilirannya dapat terjadi civil war atau perang sipil,atau dapat pula suatu revolusi. Dalam sejarah perkembangan negara di dunia peristiwa tersebut terjadi di prancis tahun 1789, di amerika tahun 1776, di rusia tahun 1917 bahkan di indonesia terjadi pada tahun 1945, 1965 dan 1998.
Konsensus yang menjaminj tegaknya konstitusinalisme dewasa ini pada umumnya di pahami berdasarkan pada tiga elemen kesepakatan atau konsensus, sebagai berikut:
1. Kesepakatan tentang tujuan atau cita cita bersama (the general goals of society or general acceptance of the same philosopy of govarrument).
2. Kesepakatan tentang the rule of law sebagai landasan pemerintahan atau penyelengaraan negara (the basis og govarment)
3. Kesepakatan bentuk institusi-institusi dan prosedur-prosedur ketatanegaraan( the from of institusions and prosedures). ( adrews 1968:12).
Kesepakatan pertama yaitu berkenaan dengan cita cita bersama yang sangat menentukan tegaknya konstitusionalisme dan konstitusi dalam suatu negara. Karna cita cita bersama itulah yang pada puncak abstraksinya paling mungkin mencermikan bahkan melahirkan kesaman
kesamaan kepentingan sesama warga masyarakat yang dalam kenytaannya harus hidup di tengah tengah plurahlisme atau kemejukan. Oleh karena itu, pada suatu masyarakat untuk menjaminkan kebersaam dalam keranhgka kehidupan negara. Di perlukan perumusan tentang tujuan atau cita cita bersama yang biasa juga di sebut sebagai falsafah kenegaraan atau staatsidde (cita negara) yang berfungsi sebagai fhilosofhiscegronslaag dan comenplatforms, diantara sesama warga masyarakat dalam kontes kehidupan bernegara.
Bagi bangsa indonesia dasar filosis yang dimaksut adalah bahasa filsafat negara pancasila. Limas perinsip dasar yang merupakan filosofis bangsa indonesia tersebut adalah: 1.Ketuhanan yang maha esa, 2.Kemanusiaan yang adil dan beradap, 3.Persatuan indonesia, 4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, 5. Keadilan bagi seluruh rakyat indonesia.
Kesepkatan kedua, adalah kesepakatan bahwa basis pemerintahandi dasarkan atas aturan hukum dan konstitusi. Kesepakatan kedua ini juga sangat prinsipial, karena dalam setiap negara harus ada keyakinan bersama bahwa dalam segala hal daloam penyelenggaraan negara harus didasarkan atas rule of law.
Kesepakatan tiga, adalah berkenaan dengan a. Bangunan organ negara dan prosedur prosedur yang mengatur kekuasaan, b. Hubungan hubungan antara organ negara itu satu sam lain, c. Hubungan antara organ organ negara itu dengan warga negara. Keseluruhan kesepakatan itu pada intinya menyakut prinsip dan pembatasan. Atas dasar pengertian tersebut maka sebenarnya prinsip kostitusinalisme modren adalah mneyangkut prinsip
pembatasan kekuasaan atau yang lain disebut sebagai prinsip limited goverment. Dalam pengertian inilah maka konstitutisonalisme mengatur2 hubungan yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu : pertama, hubungan antara pemerintahan dengan warga negara, kedua, hubungan antara lembaga pemerintahan yang satu dengan yang lainnya
b. Konstitusi indonesia
Dalam proses reformasi hukum dewasa ini berbagai kajian ilmiah tentang undang undang 1945, banyak yang melontarkan ide untuk melakukan amendemen terhadap uud 145 memang amandemen tidak di maksutkan untuk mengati sam sekali UUD 1945, akam tetapi ,merupakan prosedur penyempurnaan terhadap UUD1945 tanpa harus mengubah UUD nya itu sendiri, amandemen lebih merupakan perlengkapan dan perincian yang di jadikan lampiran ontektik terhadap UUD tersebut(mahfud,1999:64). Dengan sendirinya amandemen dilakukan dengan melakukan perubahan pada pasla pasal maupun tambahan tambahan.
Ide tentang amandemen terhadap UUD 1945 tersebut di dasarkan terhadap pada kenyataan sejarah pada masla lama dan orde baru bahwa penerapan pada pasal pasal uud dasar memiliki sifat “multi interpretabel” atau dengan kata lain berwayu arti, sehingga ,mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama pada presiden.
Satu hal yang sangat mendasar bagi pentingnya amandemen UUD 1945 adalah adanya sistem kekuasaan “checksnbalances” terutama pada kukuasaan eksekutif. Oleh kare itu bagi bangsa indonesia proses reformasi terhadap UUD 1945 adalah merupakan suati keharusan, karena hal itu
akan mengantarkan bangsa indonesia kearah tahapan baru melakukan penataan terhadap ketatanegaraan. Demikianlah bangsa indonesia memasuki gagasan batu dalam kehidupan ketatanegaraan yang diharapkan membawa perbaikan tingkat kehidupan rakyat.
Hukum Dasar Tertulis ( Undang-Undang Dasar)
Sebagaimana disebutkan diatas bahwa pengerytian hukum dasar meliputi dua macam yaitu,hukum dasar tertulis (convensi) oleh karena itu sifatnya yang tertulis ,maka undang undang dasar itu rumusnya tertulis dan tidak mudah berubah. Jadi prinsipnya mekanisme dan dasar dari setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang undang dasar.bagi mereka yang memandang negara dari sudut kekuasaan dan menggangapnuya sebagai sesuatu organisasi kekuasaan. Dalam penjesan undang undang dasar 1945 disebutkan bahwaundang undang dasar 1945 bersifat singkat dan supel.undang undang dasar 1945 hanya memiliki 37 pasal,
Hukum dasar yang tidak tertulis (convensi)
Convensi adalah hukum dasar yang tidak tertulis yaitu aturan aturan dasar yang timbul dan terpilihara dalam praktek penyelenggaraan negara meskipun siafatnya tidak tertulis.convensi mempunyai siafat sifat sebegai berikut:
1. merupakan kebiasaanyang berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara.
2. tidak bertentangan dengan undang undang dasar dan berjalan sejajar. 3. diterima oleh seliruh rakyat.
Konstitusi
Disamping pengertian undand undang dasar,dipergunakan juga istilah lain yaitu “konstitusi”.istilah berdasar dari bahasa inggris “constitusion” atau bahasa belanda “constitue”. Terjemahan dari istilah tersebut dalah undang-undang dasar dan hal ini memang sesuai dengan kebiasaan orang belanda dan jerman yang dalam percakapan sehari hari memakai kata “grondwet” (grond=dasar,wet=undang-undang ) yang keduanya menunjukan naskah tertulis.
Namun pengertian konstitusi dalam praktek ketatanegaraan umumnya mempunya arti:
1. Lebih luas dari undang0undang dasar atau 2. Sama dengan pengertian undang undang dasar.
Kata kosntitusi dapat mempunyai arti lebih luas dari pada pengertian undang- undang dasar, karena pengertian undang undang dasar hanya meliputi konstitusi tertulis saja, dan selain itu masih terdapat konstitusi tidak tertulis yang tidak tercakup dalam undang-undang dasar.
Sistem pemerintahan negara menurut UUD 1945 hasil amandemen 2002
Sistem pemerintahan negara indonesia sebelum dilakukan amandemen dijelaskan secara terinci dan sistematis dalam penjelasan undang undang dasar 1945.sistem pemerintahan negara indonesia dibagi atas tujuh yang secara sistematis merupakan pengejawantahan kedaulatan rakyat oleh karna itu sistem pemeritahan negara ini dikenal dengan tujuh kunci pokok sistem pemerintah negara.
Negara indonesia berdasarkan atas hukum (rechsstaat) tidk berdasarkan atas kekuasaan belaka(machtsstaat) hal ini mengandung arti bahwa negara,termasuk dalamnya pemerintahan dan lembga lembaga negara lainya dalam melaksanakan tindakan tindakan apapun.dengan landasan dan semangat negara hukum dalam arti material itu,setiap tindakan negara haruslah mempertimbang dua kepentingan atau landasan,ialah kegunaannya dan landasn\an hukumnya.
2) sistem konstitusional
Pemerintah berdasarkan atas sistem konstitusi (hukum dasar),tidak bersifat absolut (kekuasaan yang tidak terbatas).sistem ini memberikan pengawasan bahwa cara pengendalian pemerintahan dibatasi oleh ketentuan ketentu konstitusi.
3) kekuasaan negara yang tertinggi di tangan rakyat
sistem kekuasaan tertinggi sebelum dilakukan amandemen di nyatakan dala penjelsan undang undang dasar 1994 sebagai berikut:“kedaulatan rakyat dipegang oleh suatu badan, bernama MPR,sebagai penjelmaan seluruh rakyat indonesia.
4) Presiden ialah penyelengara pemerintahan negara yang tertinggi di samping MPR dan DPR
Kekuatan presiden menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen, dinyatakan dalam penjelasan undang undang dasar 1945.berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen @002,presiden merupakan penyenggarakan pemerintah tertinggi di samping MPR dan DPR.
5) presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR
Sistem ini menurut UUD 1945 sebeum mandemen dijelaskan dalam penjelasan UUD 1945,namun dalam UUD 1945 hasil amandemen 2002 juga memiliki isi yang sama.
6) menteri negara ialah pembantu presiden,menteri negara tidak bertanggung jawab kepada dewan pewakilan rakyat
Sistem ini dijelaskan dalam UUD 1945 hasil amandemen 2002 maupun dalam penjelasan UUD 1945 “presiden dalam melaksanakan tugas perintahanya dibantu oleh materi materi negara(pasal 17 ayat (1) UUD 1945 hasil amandemen).
7) kekuasaan kepaka negara tidak tak terbatas
sistem ini dinyatakan secara tidak eksplisit dalam UUD 1945 hasil amandemen 2002 dan masih sesuai dengan penjelasanm UUD 1945 dijelaskan. Meskipun kepala negara tidak bertanggung jawab kepada dewan perwakilan rakyat, ia bukan “diktator”,artinya kekuasaan tidak terbatas.
8) Negara indonesia adalah negara hukum
Menurut penjelasan UUD 1945,negara indonesia adalah negra hukum, negara hukum yang berdasarkan pancasila dan bukan berdasarkan atas kekuasaan.sifat negara hukum hanya dapat ditunjukan jikalau alat alat perlengkaannya bertindak menurut dan terikat kepada aturean aturan yang ditentukan lebih dahulu oleh alat alat perlengkapan yang dikuasai unyuk mengadakan aturan itu. Ciri ciri suatu negara hukum adalah:
peradilan yang bebas dari suatu pengaruh kekuasaan atau kekuatan lain dan tidak memihak
jaminan kepastian hukum, yaitu jaminan bahwa ketentuan hukumannya dapat dipahami dapat dilaksankan dan aman dalam melaksanakannya.
Pancasila sebagai dasar negara yang mencerminkan jiwa bangsa indonesia harus menjiwai semua peraturan hukum dan pelaksanaanya, ketentuan ini menunjukan bahwa dinegara indonesia di jamin adanya perlindungan hak-hak asasi manusia berdasarkan ketentuan hukum. Bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar kekuasaan. Menjadi suatu kewajiban dan kebenaran berdasarkan pancasila yang selanjutnya melakukan pedoman peraturan-peraturan pelaksanaan. Disamping itu sifat hukum yang berdasarkan pancasila yang berdasarkan pancasila, hukum mempunya fungsi pengayoman agar cita cita luhur bangsa indonesia tercapai dan terpelihara.
Namun demikian untuk menegakan hukum demi keadilan dan kebenaran perlu adanya badan-badan kehakiman yang kokoh kuat yang tidak mudah dipengaruhi oleh kembaga lembaga lainya. Pemimpin eksekutif (presiden) wajib bekerja sama dengan badan-badan kehakiman untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan sehat.
Dalam era reformasi dewasa ini bangsa indonesia benar-benar akan mngembalikan peranan hukum., aparat penegak hukum beserta seluruh sistem peraturan perundang-undangan akan di
kembalikan pada dasar-dasar negara hukum yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 hasil amndemen 2002 yang mengemban amanat demokrasi dan perlingdungan hak hak asasi manusia.
Adapun pengembangan hukum di indonesia sesuai dengan tujuan negara hukum, diarahkan pada terwujudnya sistem hukum yang mengabdi pada kepentingan nasional terutama rakyat,melalui penyusunan materi hukum yang bersumberkan pada pancasila sebagai sumber filosinya dan UUD 1945 sebagai dasar konstitusionalnya, serta aspirasi rakyat sebagai sumber merialnya.
(Oleh Retta Aglena, sumber: Kaelan dan Achmad Zubaidi. 2010. “Pendidikan Kewarganegaraan”. Yogyakarta: Ghalia Paradigma)