BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Kontribusi Langsung IUPHHK-HA PT Ratah Timber
5.2.2 Kontribusi IUPHHK PT Ratah Timber Terhadap Pendapatan
Masyarakat yang dimaksud disini adalah responden yang diambil dari Desa Mamahak Teboq dan Desa Lutan (desa binaan PT. Ratah Timber), sedangkan karyawan yang dimaksud adalah karyawan yang bekerja di base camp Mamahak Teboq.
1. Pendapatan Masyarakat
Bagi seseorang yang telah memiliki pekerjaan, pendapatan merupakan imbalan yang diterima dari pekerjaan yang dilakukannya sedangkan untuk mereka yang menganggur pendapatan merupakan sejumlah uang yang diterima dari orang tua atau pasangan mereka.
Pendapatan per kapita keluarga adalah jumlah seluruh pendapatan dari berbagai sumber dibagi dengan banyaknya jumlah anggota keluarga per tahunnya. Pendapatan per kapita penduduk Desa Mamahak Teboq dan Desa Lutan diperoleh dari hasil wawancara. Dimana pendapatan per kapita ini sudah dihitung dengan menggunakan Microsoft Excel.
Hasil wawancara yang diperoleh adalah jumlah pendapatan responden dari sumber pertanian, peternakan, pendapatan tetap keluarga per bulan dan sumber- sumber lainya yang kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah anggota keluarga sehingga diperoleh pendapatan per kapita per bulannya. Pendapatan perkapita masyarakat Mamahak Teboq terkecil sebesar Rp.4.180.000,- dan pendapatan perkapita terbesar Rp. 28.800.000,-. Sedangkan untuk masyarakat Lutan pendapatan perkapita terkecil sebesar Rp.4.180.000,- dan pendapatan perkapita terbesar Rp. 28.800.000,-. Interval pendapatan perkapita masyarakat dapat dilihat pada Tabel 22.
Tabel 22 Pendapatan perkapita masyarakat Pendapatan Per Kapita
(Rp/tahun) Mamahak Teboq n % n Lutan % n Total % 1.000.000-7.979.000 7 46,67 12 80 19 63,33 7.980.000-14.959.000 7 46,67 3 20 10 33,33
14.690.000-21.939.000 0 0,00 0 0 0 0,00
21.940.000-28.919.000 1 6,67 0 0 1 3,33
Jumlah 15 100 15 100 30 100,00
Berdasarkan hasil Tabel 22 sebanyak 1 responden (6,67%) masyarakat Mamahak Teboq yang mempunyai pendapatan perkapita sebesar Rp. 21.940.000- 28.919.000. Sedangkan untuk masyarakat Desa Lutan sebanyak 12 responden (40%) yang mempunyai pendapatan perkapita Rp. 1.000.000-7.979.000
Selanjutnya untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat desa sekitar areal kerja IUPHHK PT. Ratah Timber, besar pendapatan yang diperoleh dibandingkan dengan Upah Minimum Regional (UMR). Menurut Bruton (1992), kesejahteraan ditentukan oleh tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan. Rataan pendapatan masyarakat Desa Mamahak Teboq dan Desa Lutan berturut-turut sebesar Rp.2.420.000 dan Rp. 1.739.793 per bulan. Upah Minimum Regional (UMR) Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Barat adalah Rp. 1.020.000,00 per bulan. Perbandingan antara nilai rataan pendapatan rumah tangga per bulan dengan UMR dapat dilihat pada grafik yang terdapat pada Gambar 2.
Pada Gambar 2 di atas terlihat bahwa rataan pendapatan rumah tangga berada di atas Upah Minimum Regional (UMR). Artinya bahwa pendapatan masyarakat desa binaan IUPHHK PT. Ratah Timber memiliki pendapatan yang cukup memadai. Dari grafik juga dilihat bahwa responden Desa Mamahak Teboq memiliki rataan pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi dari pada responden Desa Lutan. Bila dilihat dari letak desa, wajar saja bahwa pendapatan responden Desa Mamahak Teboq lebih besar dari responden desa Lutan karena Desa Mamahak Teboq merupakan pusat kegiatan PT. Ratah Timber sehingga mempunyai kesempatan menjadi karyawan di PT. Ratah Timber. Dari penjelasan diatas maka dapat dikatakan bahwa perekrutan tenaga kerja sebagai karyawan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
2. Pengeluaran Masyarakat Desa Mamahak Teboq dan Desa Lutan Sama halnya dengan pendapatan, pengeluaran yang akan di bahas pada sub bab ini hanya pengeluaran per kapita masyarakat Desa Mamahak Teboq dan Desa Lutan sedangkan untuk pengeluaran karyawan Camp PT. Ratah Timber pengeluaran yang ditanyakan bukan pengeluaran per kapita dan pengeluaran untuk responden Staf Kecamatan Long Hubung dan karyawan Samarinda PT. Ratah Timber tidak ditanyakan.
Pengeluaran adalah sejumlah uang yang dikorbankan untuk mendapat suatu barang atau jasa. Jenis Pengeluaran dikelompokkan kedalam 3 kategori kebutuhan yaitu : (1) Primer atau jenis pengeluaran untuk kebutuhan pangan (beras, gula, kopi, dan kebutuhan makan lainnya), (2) Sekunder atau jenis pengeluaran untuk kebutuhan sandang (pakaian, sekolah, hiburan), (3) tersier atau jenis pengeluaran untuk kebutuhan papan atau kebutuhan konsumtif (rumah
tinggal yang layak, perabotan rumah tangga, alat electronik). Pengeluaran per
kapita adalah jumlah total pengeluaran untuk seluruh anggota keluarga per tahunnya. Rincian pengeluaran masyarakat Mamahak Teboq dan Desa Lutan disajikan dalam Tabel 23.
Tabel 23 Pengeluaran perkapita Masyarakat Pengeluaran Per Kapita
(Rp/tahun)
Mamahak Teboq Lutan Total
n % n % n % 450.000-2.329.000 5 33,33 10 66,67 15 50 2.330.000-4.209.000 4 26,67 2 13,33 6 20 4.210.000-6.089.000 3 20,00 2 13,33 5 16,67 6.090.000-7.969.000 3 20,00 1 6,67 4 13,33 Jumlah 15 100,00 15 100,00 30 100,00
Menurut Tabel 23 pengeluaran masyarakat lebih besar terdapat antara 450.000-2..329.000 sebanyak 15 orang (50%). Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat beberapa keluarga yang pengeluarannya lebih sedikit dibandingkan dengan pendapatan yang diterimanya. Hal ini disebabkan karena pada sebagian keluarga tidak mengeluarkan biaya untuk membeli beras. sayur-sayuran dan ikan dan belum mempunyai tanggungan pendidikan. Sedangkan terdapat beberapa keluarga yang mempunyai pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan karena harus mengorbankan biaya yang cukup banyak untuk memperoleh bahan makanan dan biaya pendidikan.
3. Gaji Karyawan PT. Ratah Timber
Menurut Hasibuan (2002), Gaji adalah salah satu hal yang penting bagi setiap karyawan yang bekerja dalam suatu perusahaan, karena dengan gaji yang diperoleh seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Atau dengan kata lain, gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap.
Karyawan dalam IUPHHK PT. Ratah Timber ini dibagi kedalam tingkatan dengan urutan dari atas ke bawah adalah Direktur Utama, Direktur Produksi, Camp Manager, Deputi Manager, Asisten Manager, Kepala Urusan kemudian anggota. Untuk lebih jelasnya mengenai rincian tingkatan karyawan dapat dilihat pada Lampiran 16.
Pertanyaan yang diajukan dalam kuisioner penelitian hanya ditanyakan kepada Karyawan Camp Mamahak Teboq. Rincian kisaran gaji yang diterima Karyawan IUPHHK Mamahak Teboq dapat dilihat pada Tabel 24.
Tabel 24 Gaji karyawan Camp Mamahak Teboq
Upah (Rp/bulan) Jumlah (orang) Persentase (%)
1.000.000-1.500.000 10 40 1.600.000-2.000.000 9 36 2.100.000-2.500.000 1 4 2.600.000-3.000.000 1 4 3.100.000-4.000.000 4 16 Total 25 100
Berdasarkan hasil Tabel 24, dapat dilihat bahwa karyawan dengan gaji antara Rp.1.000.000-1.500.000 atau sebesar 40 %, kemudian disusul dengan gaji Rp.1.600.000-2.000.000 dengan persentase 36 %. Banyaknya karyawan yang mempunyai gaji pokok antara Rp 1.000.000 – 1.500.000 adalah karyawan yang mempunyai posisinya masih sebagai anggota dari kepala urusan sedangkan gaji Rp.1.600.000-2.000.000 adalah karyawan yang sudah mempunyai posisi sebagai Kepala Urusan. Untuk memperoleh posisi di perusahaan ini, dengan memperhatikan tingkat pendidikan dan lamanya dia bekerja sebagai karyawan PT. Ratah Timber. Untuk data yang lebih jelas dapat dilihat pada lampiran 19. Berdasarkan UMR Kalimantan Timur Rp.1.020.000.- maka upah karyawan Camp PT. Ratah Timber tidak ada yang berada di bawah Upah Minimum Regional.
Seringkali upah yang diterima mempengaruhi tingkat kepuasan kerja seseorang. Dengan gaji yang diperoleh, karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan - kebutuhan fisik, status sosial, dan egoistiknya sehingga memperoleh kepuasan kerja dari jabatannya (Hasibuan 2002). Kepuasan kerja adalah bentuk perasaan dan ekspresi seseorang ketika dia mampu/tidak mampu memenuhi harapan dari proses kerja dan kinerjanya. Kepuasan Karyawan Base Camp PT. Ratah Timber dapat dilihat pada Tabel 25.
Tabel 25 Tingkat kepuasan karyawan Camp Mamahak Teboq
Kepuasan Tenaga Kerja PT. Ratah Timber Jumlah (orang) Persentase (%)
Puas 19 76
Tidak 6 24
Total 25 100
Dari 25 karyawan Camp PT. Ratah Timber yang diwawancarai mengenai masalah kepuasan selama bekerja di PT. Ratah Timber maka 76% atau sebanyak 19 orang karyawan yang menjawab puas selebihnya menjawab tidak puas yaitu sebesar 24% atau sebanyak 6 orang. Alasan mereka mengatakan mereka puas
bekerja di PT. Ratah Timber karena perusahaan memberikan fasilitas (air dan listrik), perusahaan memperhatikan keadaan karyawannya, suasana kekeluargaan yang mereka dapat, lingkungan kerja yang kondusif, upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan pendidikan anak-anak serta diberinya kesempatan bagi karyawan untuk kreatif dan inovatif. Sedangkan bagi mereka yang mengatakan tidak puas selama bekerja di PT. Ratah Timber karena gaji yang mereka terima tidak sesuai, jenjang karir yang diperoleh tidak dilihat dari lamanya bekerja serta sarana bagi karyawan sangat minim.
5.2.3 Kontribusi IUPHHK-HA PT. Ratah Timber terhadap Penyerapan