• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3 Kontribusi Tidak Langsung IUPHHK PT Ratah Timber

5.3.4 Pungutan yang Dibayarkan IUPHHK PT Ratah Timber yang

Setiap pemegang izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam mempunyai kewajiban untuk membayarkan atau memberikan kontribusinya kepada Negara, daerah maupun lingkungan sosialnya. Pungutan yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber yang secara tidak langsung masuk ke kas daerah Kecamatan Long Hubung adalah pungutan-pungutan yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber berupa pungutan atas harta kekayaan, pungutan atas layanan jasa, pungutan atas hasil produksi dan pungutan mencakup pungutan pendapatan bersih.

Dimana pungutan yang dibayarkan ini masuk ke dalam kas provinsi dan kemudian ada bagi hasil antara provinsi dengan kabupaten sesuai dengan

peraturan perundangan yang mengatur dana perimbangan. Bagi hasil dari pungutan IUPHHK PT. Ratah Timber yang masuk ke dalam kas daerah Kabupaten Kutai Barat ini secara tidak langsung akan memberikan kontribusi atau bagi hasil dengan beberapa kecamatan yang terdapat di dalam kabupaten tersebut dimana salah satunya adalah Kecamatan Long Hubung. Berikut akan dijelaskan bagi hasil pungutan yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber, sebagai berikut:

1. Pungutan Atas Harta Kekayaan

Pungutan atas harta kekayaan ini merupakan pungutan resmi dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang dapat diklasifikasikan atas pemungutannya. yaitu : pajak bumi dan bangunan, IHPH/IUPHHK, pajak kendaraan dan peralatan, pajak pemanfaatan air permukaan, dana jaminan kinerja.

Dalam kenyataannya pungutan atas harta kekayaan yang dibayarkan oleh IUPHHK-HA PT. Ratah Timber adalah pajak bumi dan bangunan. IUPHH, dan Pajak kendaraan.

a. Bagi Hasil Dari Pajak Bumi dan Bangunan

PBB adalah pajak yang bersifat kebendaan dalam arti besarnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan atau bangunan. Menurut UU No. 33 Tahun 2004 proporsi pembagian hasil pajak bumi dan bangunan sebesar 90% untuk daerah meliputi 16.2% untuk daerah Provinsi yang bersangkutan dan disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah Provinsi. 64.8% untuk daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan dan disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah Kabupaten/Kota dan 9% untuk biaya pemungutan. Sedangkan 10% bagian Pemerintah dari penerimaan PBB dibagikan kepada seluruh daerah Kabupaten dan Kota yang didasarkan atas realisasi penerimaan PBB tahun anggaran berjalan dengan imbangan sebesar 65% dibagikan secara merata kepada seluruh daerah Kabupaten dan Kota, dan sebesar 35% dibagikan sebagai intensif kepada daerah Kabupaten dan Kota yang realisasi tahun sebelumnya mencapai/melampaui rencana penerimaan sektor tertentu. Besarnya pajak bumi dan bangunan yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber terhadap Kas Daerah Kabupaten Kutai Barat dapat dilihat pada Tabel 32 di bawah ini dengan tahun anggaran mulai dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009.

Tabel 32 Besarnya Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah Kabupaten Kutai barat

Tahun

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) (Rp) Dana Perimbangan (DP) (Rp) Pendapatan Daerah (PD) (Rp) Kontribusi (%) DP PD 2007 328.628.453,918 955.610.711.483,610 1.087.157.753.395,050 0,034 0,030 2008 286.814.921,566 1.154.544.803.867,000 1.268.568.099.166,570 0,025 0,023 2009 259.909.488,203 1.072.130.060.262,000 1.265.423.341.122,630 0,024 0,021 Sumber : Dinas Pendapatan Daerah dan IUPHHK-HA PT. Ratah Timber diolah, 2011

Tabel 32 menunjukkan kontribusi pajak bumi dan bangunan yang dibayarkan oleh IUPHHK-HA PT. Ratah Timber terhadap Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Barat dimana objek pajak bumi seluas 976.900.000 m2 dan objek bangunan seluas 10.600 m2. Pajak bumi dan bangunan yang dibayarkan oleh IUPHHK-HA PT. Ratah Timber mengalami penurunan pada tahun anggaran 2007 -2009. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2008 PT. Ratah Timber mengalami pengurangan PBB sebesar 40% dan pada tahun 2009 mengalami pengurangan sebesar 10% berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No. : KEP-2/WPJ.14/KB.01/2008 tanggal 10 Maret 2008. Dengan demikian PBB yang dibayarkan PT. Ratah Timber terhadap dana perimbangan Kabupaten Kutai Barat memberikan kontribusi terbesar pada tahun 2007 yaitu sebesar 0,034% dan kontribusi terhadap Pendapatan Kabupaten Kutai Barat terbesar pada tahun 2007 yaitu sebesar 0,030%.

b. Bagi Hasil Dari Iuran Hak Pengusahaan Hutan (IHPH)

Iuran hak pengusahaan hutan yang dibayarkan oleh IUPHHK-HA PT. Ratah Timber ini dibayarkan pada tahun secara angsur yaitu pada tahun 2009 dan tahun 2010 pada saat perusahaan tersebut mendapat izin perpanjangan IUPHHK. Iuran hak pengusahaan hutan ini merupakan komponen dana perimbangan. Menurut UU 33 tahun 2004 pembagian IHPH ini dibagi dengan imbangan 20% (dua puluh persen) untuk Pemerintah dan 80% (delapan puluh persen) untuk Daerah. Dan pembagian untuk daerah dirinci lagi dimana 16% (enam belas persen) untuk provinsi dan 64% (enam puluh empat persen) untuk kabupaten/kota. Besarnya IHPH yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber dapat dilihat pada Tabel 33.

Tabel 33 Besarnya Iuran Hak Pengusahaan Hutan yang Dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah Kabupaten Kutai Barat

Tahun Iuran Hak Pengusahaan Hutan (Rp) Dana Perimbangan (DP) (Rp) Pendapatan Daerah (PD) (Rp) Kontribusi (%) DP PD 2007 0 955.610.711.483,610 1.087.157.753.395,050 0 0,004 2008 0 1.154.544.803.867,000 1.268.568.099.166,570 0 0,004 2009 807.192.000,000 1.072.130.060.262,000 1.265.423.341.122,630 0,075 0,064 Sumber : Dinas Pendapatan Daerah dan IUPHHK-HA PT. Ratah Timber diolah, 2011

Berdasarkan Tabel 32 diatas dapat dilihat bahwa IHPH yang dibayarkan PT. Ratah Timber ini hanya memberikan kontribusi terhadap dana perimbangan dan Pendapatan Daerah yaitu pada tahun 2009 dengan masing-masing kontribusinya 0,075% dan 0,064%. IHPH/IUPHH yang dibayarkan PT. Ratah Timber ini atas areal kerja seluas 93.425 Ha utuk jangka waktu selama 45 tahun.

c. Pajak Kendaraan Bermotor/Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor

Pajak kendaraan bermotor yang dibayarkan oleh IUPHHK PT. Ratah Timber ini adalah pajak alat berat yang digunakan untuk kegiatan produksi di lapangan. Alat berat yang digunakan oleh PT, Ratah Timber ini adalah Tractor, Logging Truck, Dump Truck, Wheel Loader, Motor Grader, Excavator, Pajak kendaraan bermotor dan BBNKB ini termasuk ke dalam komponen pajak porvinsi dimana dalam UU Nomor 28 tahun 2009 pasal 94 diatur pembagian hasil penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dimana sebesar 30% tiga puluh persen) diserahkan ke kas kabupaten.

Besarnya Pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor yang diterima oleh Dinas Kabupaten Kabupaten Kutai Barat dari IUPHHK PT. Ratah Timber dapat dilihat pada Tabel 34.

Tabel 34 Besarnya Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah Kabupaten Kutai Barat

Tahun Pajak Kendaraan Bermotor/BBNKB (Rp) Dana Perimbangan (DP) (Rp) Pendapatan Daerah (PD) (Rp) Kontribusi (%) DP PD 2007 9.895.606,80 955.610.711.483,61 1.087.157.753.39,05 0,001 0,001 2008 7.201.895,40 1.154.544.803.867,00 1.268.568.099.166,57 0,001 0,001 2009 29.179.554,90 1.072.130.060.262,00 1.265.423.341.122,63 0,003 0,002 Sumber : Dinas Pendapatan Daerah dan IUPHHK-HA PT. Ratah Timber diolah, 2011

Berdasarkan Tabel 34, PKB dan BBNKB yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber memberikan kontribusi terbesar terhadap dana perimbangan terjadi pada tahun 2009 yaitu sebesar 0,003% dan kontribusi terbesar pada pendapatan daerah terjadi pada tahun 2009 juga sebesar 0,002%.

2. Pungutan Atas Layanan Jasa

Pungutan atasa layanan jasa ini berupa reribusi angkutan sungai atau retribusi jalan raya, pajak reklame, pajak penerangan jalan. Namun pada kenyataannya IUPHHK-HA PT. Ratah Timber tidak membayarkan pungutan atas layanan jasa tersebut.

3. Pungutan Atas Hasil Produksi

Pungutan atas hasil produksi ini terdiri dari Dana reboisasi (DR), provisi sumberdaya hutan (PSDH) dana kontribusi pembangunan daerah, sumbangan pihak ketiga dana pembinaan masyarakat desa serta dana investasi untuk penelitian, pengembangan, pendidikan. dan perlatihan serta penyuluhan kehutanan dana pembinaan SDM dan IPTEK. Namun pada kenyataannnya IUPHHK-HA PT. Ratah Timber membayarkan pungutan atas hasil produksi berupa PSDH, DR. dana pembinaan masyarakat desa serta membuat anggaran biaya untuk pengembangan. pendidikan dan pelatihan serta penyuluhan kehutanan beserta dana pembinaan SDM dan IPTEK dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) sedangkan dana yang masuk ke kas daerah adalah dana bagi hasil PSDH dan bagi hasil DR.

a. Bagi hasil dari Provisi Sumber Daya Hutan

Provisi Sumber Daya Hutan yang selanjutnya disebut PSDH adalah pungutan yang dikenakan sebagai pengganti nilai instrinsik dari hasil hutan yang dipungut dari hutan negara. Perimbangan dana PSDH ini diatur dalam UU 33 taun 2004 dimana Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) yang dihasilkan dari wilayah Daerah yang bersangkutan dibagi dengan imbangan 20% (dua puluh persen) untuk Pemerintah dan 80% (delapan puluh persen) untuk Daerah. Dana Bagi Hasil dari penerimaan PSDH yang menjadi bagian Daerah dibagi dengan rincian 16% (enam belas persen) untuk provinsi yang bersangkutan. 32% (tiga puluh dua persen) untuk kabupaten/kota penghasil; dan 32% (tiga puluh dua persen)

dibagikan dengan porsi yang sama besar untuk kabupaten/kota lainnya dalam provinsi yang bersangkutan. Besarnya PSDH yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber terhadap Kabupaten Kutai Barat dapat dilihat pada Tabel 35.

Tabel 35 Besarnya Provisi Sumber Daya Hutan yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah Kabupaten Kutai Barat

Tahun Provisi Sumber Daya Hutan (Rp) Dana Perimbangan (DP) (Rp) Pendapatan Daerah (PD) (Rp) Kontribusi (%) DP PD 2007 307.451.258,880 955.610.711.483,610 1.087.157.753.395,050 0,032 0,028 2008 612.378.306,048 1.154.544.803.867,000 1.268.568.099.166,570 0,052 0,048 2009 675.133.102,080 1.072.130.060.262,000 1.265.423.341.122,630 0,063 0,053 Sumber Dinas Pendapatan Daerah dan IUPHHK-HA PT. Ratah Timber diolah, 2011

2. Bagi hasil dari Dana Reboisasi

Dana Reboisasi adalah dana untuk reboisasi dan rehabilitasi hutan serta kegiatan pendukungnya. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 92 Tahun 1999 Tanggal: 13 Oktober 1999 ditetapkan tarif DR untuk daerah Kalimatan dimana kelompok jenis meranti dikenakan DR sebesar US $ 16 2/m3. Kelompok jenis rimba campuran US $ 13/m3 dan untuk kelompok kayu indah US $ 20/m3. Pungutan DR ini akan masuk ke dalam kas umum daerah dan kas umum provinsi dimana perimbangan Dana Reboisasi ini diatur dalam UU 33 Tahun 2004 dimana 60% dari dana reboisasi ke pemerintah dan 40% untuk daerah. Besarnya Dana Reboisasi yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber dapat dilihat pada Tabel 36.

Tabel 36 Besarnya Dana Reboisasi yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah Kabupaten Kutai Barat

Tahun Dana Reboisasi (Rp) Dana Perimbangan (DP) (Rp) Pendapatan Daerah (PD) (Rp) Kontribusi (%) DP PD 2007 1.102.673.880,000 955.610.711.483,610 1.087.157.753.395,050 0,115 0,101 2008 2.312.152.884,000 1.154.544.803.867,000 1.268.568.099.166,570 0,200 0,182 2009 2.543.947.884,000 1.072.130.060.262,000 1.265.423.341.122,630 0,237 0,201 Sumber Dinas Pendapatan Daerah dan IUPHHK-HA PT. Ratah Timber diolah, 2011

Menurut Tabel 36, kontribusi DR terhadap dana perimbangan dan terhadap pendapatan daerah terbesar pada tahun anggaran 2009 yaitu sebesar 0,237% dan 0,201 % hal ini disebabkan karena realisasi tebangan pada tahun 2009 lebih besar.

4. Pungutan Atas Pendapatan Mencakup Pendapatan Bruto dan Bersih Pungutan ini terdiri dari pajak penghasilan (PPh tenaga kerja. badan dan impor) dan pajak pertambahan nilai. IUPHHK-HA PT.Ratah Timber hanya membayar pungutan berupa pajak penghasilan tenaga kerja (PPh tenaga kerja) untuk karyawan yang ada di Jakarta, samarinda dan Camp Mamahak Teboq. Namun pada kesempatan ini PPh yang akan dibahas adalah PPh untuk karyawan Samarinda dan karyawan Mamahak Teboq.

a. Bagi Hasil dari Pajak Penghasilan (PPh)

Menurut UU 33 Tahun 2004 pembagian hasil dari pajak penghasilan ini yang merupakan bagian Daerah adalah sebesar 20% (dua puluh persen) dibagi dengan imbangan 60% (enam puluh persen) untuk kabupaten/kota dan 40% (empat puluh persen) untuk provinsi. Besarnya pajak penghasilan yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber terhadap Kas Daerah Kabupaten Kutai Barat pada tahun anggran 2007 sampai dengan tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel 37.

Tabel 37 Besarnya Pajak Penghasilan yang dibayarkan IUPHHK PT. Ratah Timber dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah Kabupaten Kutai Barat Tahun Pajak Penghasilan (Rp) Dana Perimbangan (DP) (Rp) Pendapatan Daerah (PD) (Rp) Kontribusi (%) DP PD 2007 3.622.675,80 955.610.711.483,61 1.087.157.753.395,05 3,79x10-4 3,33x10-4 2008 1.052.780,64 1.154.544.803.867,00 1.268.568.099.166,57 0,91x10-4 0,83x10-4 2009 5.346.939,84 1.072.130.060.262,00 1.265.423.341.122,63 4,99x10-4 4,23x10-4 Sumber Dinas Pendapatan Daerah dan IUPHHK-HA PT. Ratah Timber diolah, 2011

Berdasarkan Tabel 37 diatas dapat dilihat kontribusi PPh terhadap dana perimbangan Kabupaten Kutai Barat pada tahun anggaran 2007-2009. Kontribusi terhadap dana perimbangan paling besar berada pada tahun 2009 sebesar 4,99x10-4 % . Besarnya kontribusi terhadap dana perimbangan akan mempengaruhi kontribusi terhadap pendapatan daerah juga. Oleh karena itu, kontribusi terhadap pendapatan daerah terbesar juga terjadi pada tahun 2009 sebesar dan kontribusi terhadap pendapatan daerah terbesar hanya sebesar 4,23x10-4%. Untuk lebih jelasnya mengenai rincian kewajiban yang dibayarkan

IUPHHK PT. Ratah Timber terhadap pemerintahan Kabupaten Kutai Barat dapat dilihat pada Lampiran14.

5. Total Pungutan yang Dibayarkan IUPHHK-HA PT. Ratah Timber dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan DaerahKabupaten Kutai Barat Pungutan yang dibayarkan IUPHHK-HA PT. Ratah Timber yang memberikan kontribusi untuk pendapatan daerah selama tahun 2007-2009 terdiri dari enam jenis. yaitu pajak kendaraan bermotor dan BBNKB, PBB, pajak penghasilan, iuran hak pengusahaan hutan (IHPH/IUPHH), provisi sumberdaya hutan (PSDH) dan dana reboisasi (DR). Pungutan ini masuk kedalam komponen Dana Perimbangan. Dana Perimbangan bertujuan mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah dan antar Pemerintah Daerah. Sutedi (2009) menyatakan bahwa pemerataan pembangunan sebagai salah satu prinsip dasar penyelenggaraan pemerintahan bertambah penting artinya agar pertumbuhan pada setiap daerah maupun perkembangan antar daerah dapat berlangsung secara sinergis.

Sesuai dengan Pasal 1 butir (h) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, menyebutkan bahwa otonomi daerah adalah kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri atau aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tujuan pemberian otonomi daerah adalah untuk memungkinkan daerah yang bersangkutan mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan bagi pelayanan masyarakat dan pelaksanaan pembangunan. Untuk melaksanakan tujuan itu, maka kepada daerah diberikan wewenang untuk melaksanakan urusan pemerintahan.

Secara umum PAD menggambarkan tingkat keberhasilan daerah dalam mengurus rumah tangganya (otonomi) yang terkait pada bidang sektor/ kehutanan. Kemampuan daerah dalam menanggulangi ketergantungan terhadap Pemerintah Pusat dapat dilihat dari tingkat PAD yang dicapai. Lebih besarnya dana perimbangan dari PAD menunjukkan bahwa peran pemerintah memang sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah. Kontribusi IUPHHK PT. Ratah Timber terhadap pendapatan Kabupaten Kutai Barat yang secara tidak langsung tidak

diterima oleh kas daerah Kecamatan Long Hubung dapat dilihat pada Tabel 38 dibawah ini

Tabel 38 Total pungutan yang dibayarkan PT. Ratah Timber dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah Kabupaten Kutai Barat

Tahun Total Pungutan Yang Dibayarkan PT. Ratah Timber (*DP) (Rp) % PD (Rp) 2007 1.752.271.875 0,161 1.087.157.753.395 2008 2.991.536.555 0,236 1.268.568.099.167 2009 5.495.298.174 0,434 1.265.423.341.123 *Rata 3.413.035.535 0,277 1.207.049.731.228

Secara total PT. Ratah Timber memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah Kabupaten Kutai Barat selama tahun 2007-2009 memiliki rata- rata-rata 0,277% per tahun (Rp 3.413.035.535 per tahun). Kontribusi terbesar IUPHHK-HA PT. Ratah Timber tehadap pendapatan daerah terjadi pada tahun 2009 yaitu sebesar Rp 5.495.298.174 (0,434%) dimana pendapatan daerah Kabupaten Kutai Barat pada tahun tersebut sebesar Rp. 1.265.423.341.1123. Besarnya kontribusi pada tahun 2009 ini dikarenakan oleh dibayarnya Iuran hak pengusahaan hutan oleh PT. Ratah Timber. Pungutan yang dibayarkan PT. Ratah Timber yang tergolong rendah terhadap kontribusi pendapatan daerah (0,000%) memberikan gambaran bahwa belum sepenuhnya terdapat pengelolaan yang optimal. Optimalisasi kehutanan merupakan keseimbangan antara manfaat ekologi. manfaat ekonomi dan manfaat sosial secara lesari. Dengan upaya pengelolaan yang efektif dan efisien. IUPHHK-HA PT. Ratah Timber memiliki prospek jangka panjang yang dapat turut memberikan kontribusi yang tinggi tehadap pembangunan daerah.

Pungutan yang dibayarkan terhadap pendapatan daerah Kutai Barat ini memberikan kontribusi langsung terhadap kas daerah Kabupaten Kutai Barat dan memberikan kontribusi tidak langsung terhadap kas daerah Kecamatan Long Hubung. Artinya, penerimaan yang diterima oleh Kabupaten/kota akan tetap dirasakan oleh Kecamatan Long Hubung misalnya bagi hasil antara kabupaten dan kecamatan atau keuangan kabupaten yang digunakan sebaik-baiknya dalam rangka upaya pembangunan Kecamatan Long Hubung dan Kecamatan lainnya yang terdapat dalam Kabupaten Kutai Barat.

5.4 Persepsi Masyarakat Mengenai Kontribusi IUPHHK Terhadap

Dokumen terkait