• Tidak ada hasil yang ditemukan

kontribusi margin

Dalam dokumen Mandiri - Investor Relations - Annual Reports (Halaman 171-174)

desain untuk memenuhi kebutuhan Direktorat Commercial Banking, meliputi leadership, managerial & selling skills, perkreditan dan product knowledge yang ditujukan untuk semua tingkatan pegawai. Untuk mendukung peningkatan product knowledge

tim sales Transaction Banking, telah diadakan assessment product transaction, sosialisasi dan pelaksanaan training, termasuk optimalisasi Commercial Banking Academy.

Kedelapan, pencapaian kinerja Direktorat Commercial Banking yang baik pada tahun ini dilandasi juga oleh komitmen seluruh jajaran Direktorat Commercial Banking dalam penerapan budaya perusahaan yang kuat dan konsisten, dengan fokus pada penerapan budaya berbasis kinerja (performance culture), peningkatan risk awareness (risk culture), peningkatan kompetensi dan entrepreneurship

pegawai (learning & sharing culture), dan

membangun semangat kebersamaan dan kepedulian pegawai (social responsibility culture & teamwork).

SASARAN 2010

Sebagai kelanjutan dari proses transformasi Bank Mandiri, di tahun 2010-2014 Bank Mandiri telah menentukan 3 (tiga) area bisnis utama sebagai key success factors, yaitu memperkuat keunggulan di

bidang Wholesale Transaction Banking,

meningkatan bisnis Retail Payment & Deposit, dan mengembangkan High yield Business.

Rencana jangka panjang 2010-2014 untuk Direktorat Commercial Banking adalah mendukung pertumbuhan market share yang positif, dan tetap menjadi penyedia layanan solusi bisnis yang terbaik dan terkemuka kepada nasabah. Hal ini dilakukan dengan ikut mengambil bagian dalam

pengembangan inisiatif terkait

Wholesale Transaction Banking,

khususnya untuk nasabah Segmen

Commercial; dan inisiatif terkait

Retail Payment & Deposit dan Business Banking, khususnya dalam pengembangan portfolio dana dan transaksi dari nasabah Segmen Small Business.

Untuk mendukung visi Bank Mandiri di

bidang Wholesale Banking, Direktorat

Commercial Banking akan memberikan pelayanan yang lebih sophisticated,

customized dan lengkap. Hal ini dilakukan dengan mengefektifkan aliansi diantara unit kerja sehingga dapat memberikan total solusi bisnis terbaik bagi nasabah melalui pengembangan produk dan layanan yang inovatif serta dapat diandalkan, ketersediaan produk termasuk product

bundling yang berkualitas, layanan responsif, dan penetapan harga yang kompetitif. Dengan model Integrated

Wholesale Transaction Banking,

diharapkan Direktorat Commercial Banking dapat bersaing dengan pesaing utama untuk mendapatkan potensi revenue dari Wholesale Banking

Deposit dan fee income di segmen Commercial. Selain itu, pengembangan

bisnis Wholesale Transaction,

Direktorat Commercial Banking juga akan mendukung bisnis Bank Mandiri melalui peningkatan share of wallet nasabah, peningkatan revenue dari nasabah baru, dan mengendalikan NPL.

Agar strategi dapat berjalan secara efektif, efisien dan tepat waktu, maka telah dicanangkan strategi yang fokus untuk Commercial Sales, dimana prioritas strategi yang akan dijalankan adalah mempertahankan posisi Bank Mandiri yang cukup baik di Segmen Large Commercial,

mempercepat pertumbuhan Segmen

Middle Commercial di sektor-sektor yang atraktif, serta meningkatkan

market share di Segmen Regional Governments melalui pemasaran produk dana & transaction banking. Selain itu, dilakukan penetapan value preposition yang menjadi competitive advantage segmen Commercial, yaitu menciptakan hubungan bisnis yang

excellence, dan penawaran solusi yang menjawab kebutuhan nasabah. Adapun kunci untuk mendukung pencapaian tujuan dan strategi di atas adalah model relationship yang berorientasi pada nasabah, proses bisnis yang efisien, performance management yang kuat, dan implementasi inisiatif antar SBU, antara lain dalam bentuk pengembangan program aliansi dan

pemberdayaan fungsi CEO Wilayah.

Sementara itu, untuk mendukung inisiatif terkait Retail Payment & Deposit dan Business Banking, strategi yang akan dilakukan melalui pengembangan Small Business adalah fokus pada nasabah segmen Small Business dengan usaha berskala besar atau limit kredit di atas Rp 500 juta di wilayah potensial di seluruh Indonesia. Adapun value preposition yang menjadi competitive advantage di segmen

Small adalah service yang nyaman dan mudah dari sisi produk dan channel, proses cepat dan transparan, serta penawaran produk yang kompetitif dan responsif terhadap kebutuhan nasabah. Berdasarkan value preposition tersebut, business model yang ditetapkan didasarkan pada relationship-based

di BBC serta penyediaan layanan transaction banking melalui multi-channel (cabang, electronic channel,

call center, dsb.). Adapun kunci untuk mendukung pencapaian tujuan dan strategi tersebut adalah perbaikan

terus-menerus di sisi layanan, termasuk re-branding nama Small Business menjadi Business Banking, serta penyelarasan nama sales distribution Small Business dari Small Business District Center (SBDC) menjadi Business Banking Center (BBC). Re-branding tersebut ditujukan untuk lebih menonjolkan fokus bisnis Small Business yaitu memberikan layanan

dan pembiayaan untuk pebisnis/

kegiatan produktif. Selain itu dilakukan peningkatan customer facing time dari

Relationship Manager, sehigga fokus pada kegiatan selling, peningkatan kompetensi SDM, serta efektifitas program aliansi.

Kami juga akan terus berupaya untuk menciptakan SDM yang kompeten, melalui optimalisasi Commercial Banking Academy untuk program pengembangan pegawai dengan lebih terencana, training pegawai, antara lain dalam bentuk pelaksanaan

assessment perkreditan dan product

knowledge, training soft skills dan hard skills, serta program pengembangan pegawai talent. Selain itu juga akan dilaksanakan forum peningkatan motivasi pegawai dan sharing

knowledge antar pegawai, dalam bentuk

Motivation Tune Up, Team Leader Forum

dan Change Agent Forum minimal 1 (satu) kali dalam setahun.

Pengembangan kompetensi SDM tersebut juga didukung oleh implementasi budaya di seluruh unit kerja Direktorat Commercial Banking, dengan fokus program pada peningkatan kinerja dan business process reengineering, peningkatan budaya knowledge management dan effective communication, penciptaan semangat aliansi, jiwa services dan peduli lingkungan.

Pelaksanaan inisiatif tersebut diikuti dengan sistem monitoring yang diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan. Dengan demikian, kami memiliki keyakinan besar untuk dapat meningkatkan volume bisnis di tahun 2010 sesuai target yang ditetapkan dengan tetap berpegang pada penerapan nilai-nilai budaya Bank Mandiri (Trust, Integrity, Professionalism, Customer Focus, Excellence), dan implementasi Good Corporate Governance secara konsisten dalam mewujudkan “Commercial Banking: Innovate - Lead - Victory”.

Dalam dokumen Mandiri - Investor Relations - Annual Reports (Halaman 171-174)