• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam proses penafsiran citra penginderaan jauh sebaiknya digunakan unsur diagnostik citra sebanyak mungkin. Hal ini perlu dilakukan karena semakin banyak unsur diagnostik citra yang digunakan semakin menciut lingkupnya untuk sampai pada suatu kesimpulan suatu obyek tertentu. Konsep ini yang sering disebut konvergensi bukti. Contoh-contoh pengenalan unsur-unsur bentang budaya dan alam berdasarkan konvergensi bukti, antara lain:

(1) Contoh contoh unsur bentang budaya/buatan manusia (a) Jalan

 Rona: berbeda jelas terhadap sekitar, umumnya lebih cerah

 Bentuk: memanjang dengan lebar seragam, untuk tiap ruas jalan, relatif lurus, dengan simpang jalan tegak lurus atau mendekati tegak lurus.

 Tekstur: halus dan seragam.

 Asosiasi: ada jembatan ditempat jalan menyilang lembah dan ada pohon peneduh di kiri kanan.

Geografi SMA K - 8 35 (b) Jalan kereta api/rel

 Rona: berebeda terhadap sekitar, kadang lebih cerah atau lebih gelap, tergantung jenis objek di kanan kirinya.

 Bentuk: menyerupai jalan, tetapi percabangannya runcing dan belokan tidak pernah bersudut besar, melainkan membusur lemah. Wujudnya menyerupai jalan karena yang tampak bukan reInya, melainkan tubuh penyangga yang lebarnya mirip jalan. Tidak pemah ada tanjakan yang berarti.

 Asosiasi: di beberapa tempat kadang tampak gerbong K.A atau stasiun.

(c) Terowongan

Rona, bentuk, dan tekstur menyerupai jalan atau jalan K.A tetapi hilang disatu tempat dan timbul kembali di tempat lain.

(d) Jembatan

 Rona: sama dengan badan jalan bila di buat dari bahan yang sama

 Situs: pada persilangan dengan lembah sungai atau saluran irigasi

 Asosiasi: ada bayangan yang disebabkan oleh beda tinggi antara jembatan dan lembah sungai /saluran irigasi.

(e) Stasiun kereta api.

 Bentuk : bangunan rumah berbentuk empat segi panjang

 Situs : terpisah relatif jauh dari bangunan lain

Geografi SMA K - 8 36

 Asosiasi : ada percabangan rel kereta api dan kadang nampak gerbong K.A. Bagi stasiun besar, ada rel yang terputus disatu sisi dan timbul kembali di sisi yang lain stasiun itu. Ini berarti K.A dapat memasuki stasiun.

(f) Terminal Bis

 Bentuk datar dan teratur

 Ukuran luas

 Asosiasi : tampak jajaran bis dan mikrolet/taxi yang berjajar ke arah samping dengan jarak rapat. Bis dapat dibedakan terhadap taxi/mikrolet berdasarkan ukurannya. Ada bangunan besar didekatnya.

(g) Bandar Udara

 Bentuk: datar dan teratur

 Ukuran: luas

 Tampak jelas landasan yang lurus, lebar, dengan pola teratur.

Ada gedung terminal, tempat parkir pesawat, dan tempat parkir kendaraan bermotor.

 Tekstur: halus

(h) Jalan Perairan Darat

 Rona: gelap pada musim kemarau dan cerah pada musim hujan

 Bentuk: memanjang, teratur untuk kanai dan tidak teratur untuk sungai

 Ukuran cukup lebar untuk berpapasan dua perahu

 Tekstur halus seragam

Geografi SMA K - 8 37

 Asosiasi: pelabuhan, dermaga atau kapal

(i) Lapangan Sepakbola

 Rona: cerah untuk rumput

 Bentuk: empat segi panjang

 Ukuran: sekitar 80 m x 100 m

 Tekstur: halus

 Asosiasi: ada gawang yang situsnya di tengah garis belakang.

Pada foto udara berskala 1:5.000 atau lebih besar, gawang tampak dari bayangannya.

(j) Bangunan Rumah mukim

 Bentuk empat segi panjang atau kumpulan beberapa empat segi panjang

 Ukuran pada umumnya antara 3 Orn 2 x 200m 2, kecuali rumah yang ukurannya lebih besar.

 Asosiasi : pada jalan setapak, jalan lingkungan, jalan penghubung atau jalan besar. Ada tanaman (hias, buah buahan, obat dan sayuran) bagi yang memiliki halaman dan kebun

 Tekstur: halus

Gedung sekolah

 Bentuk: menyerupai huruf 1, L, U atau gabungannya

 Ukuran: lebih besar dari rumah mukim pada umunya

 Asosiasi: ada halaman tempat bermain/berkumpul, kadang dekat lapangan olahraga

Geografi SMA K - 8 38 Rumah sakit

 Bentuk empat segi panj ang yang seragarn

 Ukuran relatif besar / panjang

 Asosiasi ada bangunan penghubung, halaman tempat parkir kendaraan bermotor yang cukup luas

 Situs : di tepi jalan yang realtif besar

(2) Contoh contoh bentang alam (a) Sungai

 Rona: gelap pada musim kemarau jernih) dan cerah pada musim penghujan (keruh). Pada kondisi keruh maka yang berinteraksi dengan tenaga bukan hanya air yang lebih besar serapannya, melainkan bahan rombahan batuan/tanah yang lebih besar pantulannya.

 Tekstur halus seragam

 Bentuk memanjang dengan arah tak menentu. Bentuk percabangan runcing ke arah muara

 Ukuran: lebar tidak seragam. Secara umurn maka sungai semakin lebar ke arah muara, dan ada beda tinggi dari hulu ke hilir

 Asosiasi: kadang tampak gosong sungai (river bar) yang runcing ke arah hulu dan melebar ke arah muara.

(b) Mata air

 Situs pada awal / hulu sungai kecil

Geografi SMA K - 8 39

 Asosiasi sebagai titik pusat jalan setapak bagi daerah yang sulit air. Bagi mataair yang besar sering ditandai dengan volume air sungai yang bertambah besar pada suatu titik.

(c) Hutan Bakau

 Rona: gelap karena daya pantaunya kecil

 Ukuran : tingginya seragam,

 Situs : pantai yang becek atau tepi sungai hingga batas air payau

(d) Hutan Rawa

 Ukuran : tinggi sangat beraneka dari yang pendek hingga 50 m

 Tekstur : tidak seragam karena tingginya beragam

 Situs : tampak perairannya dengan rona gelap sebagai latar belakang. Kearah laut dibatasi oleh bakau dan ke arah pedalaman dibatasi oleh hutan rimba

 Rona: beraneka dengan latar belakang gelap

(e) Rumput Rawa

 Tekstur : menyerupai tanarnan tebu

 Rona abu abu seragam

 Situs di tepi sungai atau rawa

(f) Nipah

 Bentuk : tajuk berbentuk bintang meskipun tidak sejelas pada tajuk pohon kelapa

 Ukuran: tinggi sekitar 3 m dan seragam

Geografi SMA K - 8 40

 Rona cerah dan seragam

 Situs di tepi sungai atau di tepi pantai dengan akar masuk ke dalam air payau

 Pola bergerombol tak teratur

(g) Sagu

 Bentuk: tajuk berbentuk bintang yang jelas

 Ukuran : tinggi beraneka, antara 3 m hingga 17 m

 Rona: gelap dengan tangkai bunga yang memantulkan sinar putih yang mencirikan sagu terhadap jenis palma yang lain

 Pola tumbuh tak teratur dalam ayunan

 Situs tanah becek, tepi sungai hingga dareah air payau (di sebelah atas nipah)

(h) Nihung

 Bentuk: tajuk berbentuk roset yang jelas

 Rona: cerah

 Pola: tidak tumbuh berkelompok, melainkan sebagai satu satu specimen

 Situs : di daerah peralihan dan hutan rawa ke rimba raya

(i) Bambu

 Bentuk : seperti bulu

 Rona : cerah hingga abu abu cerah

 Pola : bergerombol

 Tekstur : seragam oleh karena tinggi pohon seragam

Geografi SMA K - 8 41 Setelah semua obyek terinterpretasi dengan baik langkah selanjutnya adalah dilakukan cek lapangan untuk memberikan kebenaran dari obyek diinterpretasi tersebut. Analisis manual dengan menggunakan konvergensi bukti sebenarnya sampai disini cukup, namun masih bisa dilanjutkan dengan metode pengkajian secara manual.

d. Uraian Kegiatan/Aktivitas Pembelajaran

1) Penyampaian tujuan pembelajaran, yaitu melalui kajian referensi dan diskusi, peserta pelatihan dapat memperaktikan intepretasi citra penginderaan jauh.

2) Peserta diminta melakukan aktivitas belajar sebagai berikut:

Tugas Individu:

a) Baca dan cermati uraian materi analisa data penggunaan penginderaan jauh

b) Peserta menerima bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan praket dari fasilitator

c) Peserta membaca dan mencermati lembar kerja (terlampir) d) Peserta mempraktekan intepretasi citra sesuai dengan

langkah kerja yang disampaikan fasilitator

e) Fasilitator menunjuk peserta untuk melakukan presentasi hasil praktek dan peserta lain menanggapi.

f) Fasilitator memberikan refleksi pada kegiatan praktik intepretasi citra penginderaan jauh

Geografi SMA K - 8 42 e. Evaluasi kegiatan belajar

Berikan jawaban pada soal-soal berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Ibu/Bapak terhadap materi yang telah dipelajari!

Amati citra diatas. Identifikasi fitur berikut dalam gambar dan menjelaskan bagaimana Anda mampu melakukannya berdasarkan interpretasi visual unsur-unsur yang diuraikan dalam bagian ini.

1. Race track 2. sungai 3. jalan 4. jembatan

5. daerah kediaman 6. bendungan

Geografi SMA K - 8 43 f. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Setelah kegiatan pembelajaran,Bapak/ Ibu dapat melakukan umpan balik dengan menjawab pertanyaan berikut ini :

1) Apa yang Bapak/Ibu pahami setelah mempelajari materi analisa data penginderaan jauh?

2) Pengalaman penting apa yang Bapak/Ibu peroleh setelah mempelajari materi analisa data penginderaan jauh?

3) Apa manfaat materi analisa data penginderaan jauh, terhadap tugas Bapak/Ibu ?

4) Apa rencana tindak lanjut Bapak/Ibu setelah kegiatan pelatihan ini ?

g. Rangkuman Analisa Data

a). Analisa Data Manual

Benda yang tergambar pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor antara lain :

a. Ciri spasial adalah ciri yang berkaitan dengan ruang, meliputi bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, situs dan asosiasi.

b. Ciri temporal adalah ciri-ciri yang terkait dengan umur benda dan waktu.

saat perekaman.

c. Ciri spektral adalah ciri yang dihasilkan oleh tenaga elektromagnetik dengan benda yang dinyatakan dengan rona dan warna.

Geografi SMA K - 8 44 Foto udara berisi data fotografik mentah. Data tersebut bila diproses oleh otak manusia menjadi informasi yang berguna. Tujuh karakteristik dasar dalam melakukan interpretasi foto udara yang perlu untuk diketahui :

 Bentuk, adalah konfigurasi atau kerangka suatu obyek. Bentuk beberapa obyek demikian mencirikan sehingga citranya dapat diidentifikasi langsung hanya berdasarkan kriteria ini.

 Ukuran, obyek pada foto udara harus dipertimbangkan sehubungan dengan skala foto.

 Pola, Pola adalah hubungan susunan spasial obyek.

 Bayangan, Bayangan penting bagi penafsir dalam dua hal yang bertentangan, yaitu :

o dapat membantu interpretasi, dan (2) menghalangi interpretasi.

 Rona, Rona adalah warna atau kecerahan relatif obyek pada foto

 Tekstur, Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra fotografi.

Apabila skala foto udara diperkecil, tekstur beberapa obyek menjadi makin halus dan mungkin menjadi tidak tampak.

 Situs, Situs atau lokasi obyek dalam hubungannya dengan obyek yang lain dapat sangat berguna untuk membantu pengenalan suatu obyek.

b) Analisa Data Digital

Pemrosesan data secara digital bertujuan untuk : (1) Menyelesaikan data dalam jumlah banyak secara cepat, (2) Untuk memperoleh tingkat ketepatan yang tinggi. Secara garis besar pemrosesan data secara digital meliputi : (1) Perbaikan citra (image restoration), (2) Penyadapan data (information extraction). Perbaikan citra meliputi : (a) perbaikan data citra, (b) melakukan koreksi geometri, dan (c) koreksi radiometrik.

Geografi SMA K - 8 45 LEMBAR KERJA