c. Uraian Materi 1) Analisa Data
a). Analisa Data Manual
Benda yang tergambar pada citra dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor antara lain :
(1) Ciri spasial adalah ciri yang berkaitan dengan ruang, meliputi bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, situs dan asosiasi.
(2) Ciri temporal adalah ciri-ciri yang terkait dengan umur benda dan waktu. saat perekaman.
(3) Ciri spektral adalah ciri yang dihasilkan oleh tenaga elektromagnetik dengan benda yang dinyatakan dengan rona dan warna.
Pada analisis data penginderaan jauh secara manual cara perolehan datanya yakni dengan melakukan rekaman/pemotretan obyek di muka dengan menggunakan kamera dan media yang digunakan film, sehingga hasil perekaman atau pemotretan yang diperoleh berupa foto udara. Kemudian dari hasil perekaman dalam bentuk foto udara ini dilakukan analisis dengan cara interpretasi foto udara secara visual. Dalam interpretasi foto
Geografi SMA K - 8 24 udara dilakukan dengan mendasarkan teknik interpretasi foto udara yang mendasarkan delapan unsur interpretasi, yakni : (1) Rona / warna
Rona dan warna merupakan unsur pengenal utama atau primer terhadap suatu obyek pada citra penginderaan jauh. Fungsi utama adalah untuk identifikasi batas obyek pada citra. Penafsiran citra secara visual menuntut tingkatan rona bagian tepi yang jelas, hal ini dapat dibantu dengan teknik penajaman citra (enhacement). Rona merupakan tingkat / gradasi keabuan yang teramati pada citra penginderaan jauh yang dipresentasikan secara hitam-putih.
Permukaan obyek yang basah akan cenderung menyerap cahaya elektromagnetik sehingga akan nampak lebih hitam dibanding obyek yang relative lebih kering.
Gambar Contoh Rona Pada Foto Udara
Geografi SMA K - 8 25 Warna merupakan ujud yang yang tampak mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spectrum elektromagnetik tampak ( Sutanto, 1986). Contoh obyek yang menyerap sinar biru dan memantulkan sinar hijau dan merah maka obyek tersebut akan tampak kuning.
Dibandingkan dengan rona, perbedaaan warna lebih mudah dikenali oleh penafsir dalam mengenali obyek secara visual.
Hal inilah yang dijadikan dasar untuk menciptakan citra multispektral.
(2) Bentuk
Bentuk dan ukuran merupakan asosiasi sangat erat. Bentuk menunjukkan konfigurasi umum suatu obyek sebagaimana terekam pada citra penginderaan jauh. Bentuk mempunyai dua makna yakni :
a. bentuk luar / umum
b. bentuk rinci atau susunan bentuk yang lebih rinci
Contohnya gedung sekolah berbentuk empat persegi panjang, huruf L, huruf I, atau huruf U
Gambar Contoh Bentuk Obyek Pada Foto Udara
Geografi SMA K - 8 26 (3) Ukuran
Ukuran merupakan bagian informasi kontekstual selain bentuk dan letak. Ukuran merupakan atribut obyek yang berupa jarak , luas , tinggi, lereng dan volume (sutanto, 1986). Ukuran merupakan cerminan penyajian penyajian luas daerah yang ditempati oleh kelompok individu. Contohnya ukuran rumah pada umumnya lebih kecil bila dibandingkan dengan ukuran kantor atau industri.
Gambar Ukuran Obyek Pada Citra Penginderaan Jauh
Geografi SMA K - 8 27 (4) Tekstur
Tekstur merupakan frekuensi perubahan rona dalam citra ( Kiefer, 1979). Tekstur dihasilkan oleh kelompok unit kenampakan yang kecil, tekstur sering dinyatakan kasar,halus, ataupun belang-belang (Sutanto, 1986). Contoh hutan primer bertekstur kasar, hutan tanaman bertekstur sedang, tanaman padi bertekstur halus.
Gambar tekstur pada citra penginderaan jauh
(5) Pola
Pola merupakan karakteristik makro yang digunakan untuk mendiskripsikan tata ruang kenampakan pada citra. Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang yang menandai bagi banyak obyek bentukan manusia dan beberapa obyek alamiah. Hal ini membuat pola unsur penting untuk membedakan pola alami dan hasil budidaya manusia.
Sebagai contoh perkebunan karet, kelapa sawit sangat
Geografi SMA K - 8 28 mudah dibedakan dari hutan dengan polanya dan jarak tanam yang seragam, contoh lain pola aliran sungai dendritik.
Gambar Pola Seragam Pada Obyek
(6) Bayangan
Bayangan merupakan unsur sekunder yang sering membantu untuk identifikasi obyek secara visual, misalnya untuk mengidentifikasi hutan jarang, gugur daun, tajuk (hal ini lebih berguna pada citra resolusi tinggi ataupun foto udara).
Geografi SMA K - 8 29 Gambar Unsur Bayangan Pada Obyek
(7) Situs
Situs merupakan konotasi suatu obyek terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan atau keberadaan suatu obyek. Situs adalah tempat kedudukan suatu obyek dengan obyek lain di sekitarnya.
Situs bukan merupakan ciri obyek secara langsung tetapi dalam kaitannya dengan lingkungan sekitar, situs dapat diartikan sebagai berikut :
Letak suatu obyek terhadap obyek lain di sekitarnya (Estes dan Simonet, 1975). Van Zuidam menjelaskan pengertian ini dengan situasi atau situs geografi, yang diartikan sebagai tempat kedudukan atau letak suatu obyek terhadap obyek lain di sekitarnya. Misal pengaruh letak iklim terhadap interpretasi citra untuk geomorfologi
Letak suatu obyek terhadap bentang darat (Estes dan Simonet, 1975), seperti misalnya situs suatu obyek di rawa, di puncak bukit yang kering dan di sepanjang tepi sungai.
Geografi SMA K - 8 30 Van Zuidam menjelaskan pengertian ini dengan situs topografi, yaitu letak suatu obyek dengan obyek lain di sekitarnya. Beberapa contoh kenampakan obyek yang dapat dikenali dengan menggunakan unsur situs misalnya
Situs permukiman memanjang/linear umumnya sejajar dengan bentukan alam dan budaya tertentu;
(a) Pola permukiman memanjang sejajar dengan jalan (b) Pola permukiman memanjang sejajar dengan garis
pantai
(c) Pola permukiman memanjang sejajar dengan sungai
Situs permukiman radial/melingkar biasanya karena mengelilingi suatu bentukan alam/budaya, misalnya;
(a) Pola permukiman radial mengelilingi puncak gunung (b) Pola pemukiman radial mengelilingi danau
(c) Pola permukiman radial mengelilingi fasilitas pemerintahan dll.
Situs kebun kopi terletak di tanah miring karena tanaman kopi menghendaki pengatusan yang baik.
Lahan pertanian berpetak dalam bentuk persegi dan cenderung lurus biasanya terdapat di daerah dataran, sedangkan lahan pertanian dalam bentuk persegi, cenderung membengkok dan berteras-teras biasanya terdapat di daerah miring.
Tajuk pohon yang berbentuk bintang mencirikan pohon palma, bila tumbuhnya menggerombol dan berada di daerah air payau maka mungkin sekali pohon nipah.
8. Asosiasi (korelasi )
Geografi SMA K - 8 31 Asosiasi menunjukkan komposisi sifat fisiognomi seragam dan tumbuh pada kondisi habitat yang sama. Asosiasi juga berarti kedekatan erat suatu obyek dengan obyek lainnya.
Contoh permukiman kita identik dengan adanya jaringan transportasi jalan yang lebih kompleks dibanding permukiman pedesaan.
Gambar Contoh Asosiasi Obyek Pada Citra
b) Analisa Data Digital
Informasi yang ditangkap oleh sensor untuk analisis data digital dalam bentuk angka. Satuan terkecil di lapangan yang mempunyai satuan nilai tertentu disebut picture element atau sering disebut sebagai pixel. Pada citra Landsat misalnya, besarnya pixel adalah 79 m x 79 m.
Pixel mempunyai nilai refleksi tertentu, perbedaan nilai tiap pixel inilah yang digunakan untuk mengenali tiap obyek. Nilai refleksi ini seperti nomor regristrasi pixel, sedangkan nilai karakteristik obyek merupakan nilai perbandingan antara pantulan dan tenaga yang jatuh pada obyek dalam bentuk prosentase. Tingkat refleksi ini dapat dibedakan dari bilangan 0
Geografi SMA K - 8 32 hingga 127, nilai 0 untuk obyek yang gelap dan 127 untuk obyek yang benar-benar cerah.
Pemrosesan data secara digital bertujuan untuk : (1) Menyelesaikan data dalam jumlah banyak secara cepat (2) Untuk memperoleh tingkat ketepatan yang tinggi. Secara garis besar pemrosesan data secara digital meliputi :
(1) Perbaikan citra (image restoration), Perbaikan citra meliputi :
(a) perbaikan data citra,
(b) melakukan koreksi geometri, dan (c) koreksi radiometrik.
(2) Penyadapan data (information extraction).
Perbaikan citra digital berarti melakukan koreksi terhadap data atau keadaan citra yang salah akibat pengaruh semua faktor yang mempengaruhi pengukuran penyinaran, akan tetapi tidak ada hubungannya dengan perubahan obyek pada setiap liputan citra.
Misalnya citra yang kurang jelas gambarnya, citra ini adalah citra yang berkualitas rendah, karena data yang diberikan kurang baik. Untuk mendapatkan data yang jelas maka dilakukan proses penajaman (enhancement). Penajaman berarti mengubah keadaan data pada citra hingga lebih jelas dan mudah diinterpretasi. Gangguan pada citra oleh faktor dari luar secara garis besar bersifat geometris dan atmosferik. Pemrosesan data secara digital ditentukan oleh jumlah tenaga elektromagnetik
Geografi SMA K - 8 33 yang sampai pada obyek dan yang dipantulkan serta jumlah tenaga yang dapat ditangkap oleh sensor.
Pola spasial dapat dievaluasi secara digital, yakni dengan diintegrasikan pada nilai spektralnya. Pengintegrasian harus didasarkan pada asumsi bahwa pixel yang letaknya berdekatan akan membentuk spektral, data pixel harus diurutkan kemudian baru diklasifikasikan. Klasifikasi yang dilakukan dengan mengintegrasikan pola spasial ke dalam nilai spektral akan mengurangi kesalahan karena adanya efek tepi. Analisis spasial akan memberikan hasil yang baik apabila dilakukan menggunakan citra satelit dan bukan menggunakan data digital.
Hasil akhir dari pemrosesan data harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna. Untuk mencapai hal tersebut maka hasil pemrosesan dapat dituangkan dalam bentuk : peta, grafik, tabel dan informasi digital. Hasil analisis penginderaan jauh secara digital,berupa:
(1) Peta
Informasi yang didapat dari citra setelah diklasifikasikan dan diketahui lokasi dan agihannya dapat disajikan dalam bentuk peta. Data yang dihasilkan dari citra dikonversikan dengan simbul tertentu.
(2) Grafik
Data yang diinterpretasi adalah data yang berbentuk numerik dan nilai tersebut menggambarkan hasil interaksi antara obyek dan gelombang elektromagnetik yang kemudian diwujudkan dalam bentuk rona. Tingkat kecerahan dapat dengan mudah dituangkan dalam bentuk grafis.
Geografi SMA K - 8 34 (3) Tabel
Hasil analisis dapat pula dituangkan dalam bentuk tabel.
Penyusunan data angka hasil analisis ditabelkan menurut grid. Tabulasi dengan dasar grid mempermudah dalam menentukan dan mengujinya dengan peta.
(4) Arsip
Hasil proses data dapat pula disimpan dalam bentuk peta.
Data yang disimpan dalam bentuk peta dapat digunakan sebagai masukan pada sistem informasi geografi.