BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
7. Koperasi
a. Definisi Koperasi
“Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas dasar asas kekeluargaan” (UU No. 25 Tahun 1992).
Terdapat lima elemen dalam koperasi di Indonesia, yaitu:
1) Koperasi adalah badan usaha
Koperasi sebagai badan usaha wajib mendapatkan laba.
Laba merupakan kunci utama pada suatu sistem usaha bisnis karena jika suatu usaha bisnis tidak mendapatkan laba, maka usaha bisnis tersebut akan gagal.
2) Koperasi adalah kumpulan orang-orang dan/atau badan-badan hukum koperasi
Ini berarti bahwa koperasi Indonesia bukan kumpulan modal. Dalam hal ini, UU No. 25 Tahun 1992 mengatur jumlah minimal anggota untuk koperasi primer yaitu minimal 20 orang dan 3 badan hukum untuk koperasi sekunder. Syarat lain yang harus dipenuhi adalah anggota koperasi harus memiliki kepentingan ekonomi yang sama.
3) Koperasi Indonesia adalah koperasi yang bekerja berdasarkan prinsip-prinsip koperasi
Menurut UU No. 25 Tahun 1992, Koperasi Indonesia memiliki 7 prinsip. Secara singkat, prinsip pada koperasi ini pada dasarnya merupakan jati diri koperasi.
4) Koperasi Indonesia adalah gerakan ekonomi rakyat
Artinya Koperasi Indonesia adalah bagian dalam sistem perekonomian nasional, sehingga kegiatan usaha yang ada di koperasi tidak hanya ditujukan untuk anggota koperasi tersebut, namun juga ditujukan untuk masyarakat umum.
5) Koperasi Indonesia berasakan kekeluargaan
Asas ini menegaskan bahwa keputusan yang berhubungan dengan usaha dan organisasi di koperasi harus dilandasi dengan rasa kekeluargaan. Semua keputusan yang diambil harus berdasarkan musyawarah dan mufakat. Inti dari asas kekeluargaan ini adalah adanya rasa keadilan dan cinta kasih dalam setiap aktivitas yang berhubungan dengan kehidupan berkoperasi (Sattar, 2017: 32).
b. Landasan dan Asas Koperasi
Landasan dari koperasi adalah Pancasila dan UUD 1945, sedangkan asas dari koperasi adalah asas kekeluargaan (UU No. 25 Tahun 1992).
c. Tujuan Koperasi
Menurut UU No. 25 Tahun 1992, tujuan dari koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat umum serta turut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur dengan landasan Pancasila dan UUD 1925. Sedangkan menurut UU No. 17 Tahun 2012, tujuan dari koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perekonomian nasional yang demokratis dan berkeadilan.
d. Fungsi dan Peran Koperasi
Fungsi dan peran koperasi menurut UU No. 25 Tahun 1992 adalah sebagai berikut :
1) Membangun dan meningkatkan potensi dan kinerja perekonomian pada khususnya untuk anggota dan pada umumnya untuk masyarakat agar kesejahteraan social dan perekonomiannya meningkat.
2) Secara aktif ikut serta dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyaralat.
3) Menguatkan perekonomian rakyat sebagai landasan kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai tiangnya.
4) Berupaya untuk mewujudkan dan meningkatkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
e. Prinsip Koperasi
Prinsip koperasi menurut UU No. 25 Tahun 1992 adalah sebagai berikut :
1) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka, yaitu menjadi anggota koperasi harus didasari oleh kemauan sendiri dan tanpa paksaan dari orang lain. Anggota koperasi dapat mengundurkan diri dari koperasi sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam anggaran dasar koperasi. Dalam keanggotaan tidak ada pembatasan dan diskriminasi dalam bentuk apapun.
2) Pengelolaan dilakukan secara demokratis, yaitu pengelolaan pada koperasi harus dilakukan atas dasar kemauan dan keputusan bersama dari para anggota. Pada koperasi para anggota adalah pememgang dan pelaksana kekuasaan tertinggi.
3) Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota, yaitu pembagian sisa hasil usaha dilakukan tidak semata-mata hanya didasari atas modal yang dimiliki anggota dalam koperasi, tetapi juga didasari atas pertimbangan jasa dan usaha anggota kepada koperasi.
4) Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, yaitu modal pada koperasi pada dasarnya digunakan untuk kemanfaatan anggota dan bukan sekedar hanya untuk mencari keuntungan.
Maka dari itu balas jasa terhadap modal yang diberikan kepada anggota juga terbatas. Terbatas disini maksudnya adalah wajar dalam arti tidak melebihi suku bunga yang berlaku di pasar.
5) Kemandirian, yaitu berarti dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada pihak lain yang dilandasi atas dasar kepercayaan pada pertimbangan, keputusan, dan usaha sendiri.
Pada kemandirian juga terkandung pengertian kebebasan yang bertanggung jawab, otonomi, swadaya, berani bertanggung jawab atas kehendak diri sendiri dan kehendak untuk mengelola diri sendiri.
f. Syarat Koperasi
Syarat koperasi menurut UU No. 25 Tahun 1992 adalah sebagai berikut:
1) Pembentukan koperasi primer anggotanya minimal 20 orang.
2) Pembentukan koperasi sekunder menimal memiliki 3 badan hukum.
g. Pembentukan Koperasi
Pembentukan koperasi menurut UU No. 25 Tahun 1992 adalah sebagai berikut :
1) Pembentukan Koperasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilakukan dengan akta pendirian yang memuat Anggaran Dasar.
2) Koperasi mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah negara Republik Indonesi
h. Status Badan Hukum Koperasi
Status badan hukum koperasi menurut UU No. 25 Tahun 1992 adalah sebagai berikut :
1) Pengesaham koperasi harus dilakukan dengan cara para pendiri mengajukan permintaan tertulis disertai akta pendirian Koperasi.
2) Pengesahan akta pendirian diberikan dalam jangka waktu paling lama 3 bulan setelah diterimanya permintaan pengesahan.
3) Pengesahan akta pendirian diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.
i. Keanggotaan Koperasi
1) Anggota Koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa Koperasi.
2) Keanggotaan Koperasi dicatat dalam buku daftar anggota.
3) Yang dapat menjadi anggota Koperasi adalah setiap warga negara Indonesia yang mampu melakukan tindakan hukum atau Koperasi yang memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan dalam anggaran dasar.
4) Koperasi dapat memiliki anggota luar biasa yang persyaratan, hak, dan kewajiban keanggotaannya ditetapkan dalam Anggaran Dasar.
5) Keanggotaan Koperasi dilandasi atas dasar kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha Koperasi.
6) Keanggotaan Koperasi dapat diperoleh atau diakhiri sesuai jika syarat yang diatur dalam anggaran dasar dipenuhi.
7) Keanggotaan Koperasi tidak dapat dipindahtangankan.
8) Setiap anggota mempunyai kewajiban dan hak yang sama terhadap Koperasi sebagaimana diatur dalam anggaran dasar (UU No. 25 Tahun 1992).
j. Rapat Anggota
1) Pemegang kekuasaan tertinggi pada koperasi adalah rapat anggota, rapat anggota menetapkan :
a) Anggaran dasar.
b) Kebijaksanaan umum dibidang organisasi manajemen, dan usaha koperasi.
c) Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian Pengurus dan Pengawas.
d) Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi, serta pengesahan laporan keuangan.
e) Pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.
f) Pembagian sisa hasil usaha.
g) Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran Koperasi.
2) Rapat anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar (UU No. 25 Tahun 1992).
k. Pengurus Koperasi
1) Pemilihan pengurus dilakukan dalam rapat anggota dan dipilih oleh anggota.
2) Kuasa dalam rapat anggota dipegang oleh pengurus.
3) Untuk pertama kali, susunan dan nama anggota pengurus dicantumkan dalam akta pendirian.
4) Masa jawaban pengurus koperasi 5 tahun.
5) Persyaratan untuk menjadi pengurus ditetapkan dalam anggaran dasar.
6) Tugas pengurus adalah :
a) Mengelola koperasi dan usaha koperasi.
b) Mengajukan rancangan rencana kerja, anggaran pendapatan, dan belanja koperasi.
c) Menyelenggarakan rapat anggota.
d) Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
e) Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris.
f) Memelihara daftar buku anggota dan pengurus.
7) Wewenang pengurus adalah :
a) Mewakili koperasi diluar dan didalam pengadilan.
b) Memberi keputusan penerimaan dan penolakan anggota baru sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar.
c) Melakukan tindakan dan bertanggung jawab sesuai rapat anggota untuk kepentingan koperasi (UU No. 25 Tahun 1992).
l. Pengawas Koperasi
1) Pemilihan pengurus dilakukan dalam rapat anggota dan dipilih oleh anggota.
2) Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota.
3) Persyaratan untuk menjadi pengurus ditetapkan dalam anggaran dasar.
4) Tugas pengawas adalah mengawasi pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi, serta membuat laporan tertulis pengawasannya.
5) Wewenang pengawas adalah meneliti catatan yang ada di koperasi dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
6) Hasil pengawasan harus dirahasiakan dari pihak ketiga (UU No.
25 Tahun 1992).
m. Modal
Menurut UU No. 25 Tahun 1992, terdapat 2 modal pada koperasi, yaitu:
1) Modal sendiri yang berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan hibah.
2) Modal pinjaman yang berasal dari anggota, koperasi lainnya, bank dan lembaga keuangan, penerbitan obligasi dan surat hutang, serta sumber lainnya yang sah.
n. Sisa Hasil Usaha
1) Sisa hasil usaha koperasi merupakan pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya,
penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
2) Sisa hasil usaha yang sudah dikurangi dengan dana cadangan dibagikan kepada anggota dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan Koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan lain dari koperasi sesuai dengan keputusan rapat anggota.
3) Jumlah simpanan dana cadangan ditetntukan dalam rapat anggota (UU No. 25 Tahun 1992).
1. Simbol Bagan Alir
Tabel simbol yang digunakan dalam pembuatan bagan alir dapat dilihat pada tabel 2.1
Tabel 2. 1 Simbol Pembuatan Bagan Alir
Lanjutan
Sumber : Mulyadi, 2016: 47 B. Hasil Penelitian Terdahulu
Hasil perbandingan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah sebagai berikut :
Tabel 2. 2. Hasil Penelitian Terdahulu
Aspek Ilham Ramadhan
(2018) Eva Amanda (2019) Dhinar Septania (2021)
Judul Pada Hotel Sienna Inn Banjarmasin
Sistem Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin
Institusi yang
Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin
Periode
Analisis Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2021
Permasalahan
1. Bagaimana sistem informasi
2. Bagaimana sistem informasi
1. Bagaimana sistem akuntansi penerimaan kas dari unit usaha di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin?
2. Bagaimana sistem akuntansi pengeluaran kas untuk
pembayaran honor karyawan di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin?
1. Untuk mendeskripsikan sistem akuntansi penerimaan kas dari unit usaha di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
2. Untuk mendeskripsikan sistem akuntansi pengeluaran kas untuk pembayaran honor karyawan di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
Lanjutan
1. Penerapan sistem informasi
2. Penerapan sistem informasi
3. Penerapan sistem informasi
4. Penerapan sistem informasi akuntansi penerimaan kasi dari transaksi massage & spa di Hotel Sienna Inn Banjarmasin.
1. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dari Unit Usaha diKoperasi Karyawan Merpati Pos
Banjarmasin
a. Informasi yang diperlukan manajemen adalah jumlah setoran dari unit usaha Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
b. Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penerimaan kas dari unit usaha di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin adalah fungsi kas dan fungsi akuntansi.
c. Dokuman yang digunakan dalam sistem akuntansi penerimaan kas dari unit usaha di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin adalah bukti kas masuk dan kuitansi
d. Catatan akuntansi yang terkait dalam sistem akuntansi penerimaan kas dari unit usaha di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin adalah buku pembantu, buku harian kas, dan buku jurnal penerimaan kas.
5. Penerapan sistem
e. Sistem pengendalian intern pada sistem akuntansi penerimaan kas dari unit usaha di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin : 1) Struktur Organisasi
Fungsi kas merangkap dengan fungsi akuntansi pada sistem akuntansi penerimaan kas dari unit usaha di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
2) Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan Sistem otorisasi pada sistem akuntansi penerimaan kas dari unit usaha di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin yaitu penandatanganan bukti kas masuk dan kuitansi oleh fungsi kas dan penyetor.
b) Perputaran jabatan setiap 3 tahun c) Terdapat
pengawasan dalam pelaksanaan unit usaha.
2. Sistem Akuntansi Pengeluaran Kas untuk Pembayaran Honor Karyawan di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
a. Informasi yang diperlukan manajemen adalah jumlah honor setiap karyawan Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
b. Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi
fungsi yang mengotorisasi, fungsi kas, dan fungsi akuntansi.
c. Dokuman yang digunakan dalam sistem akuntansi honor, bukti kas keluar, dan kuitansi.
d. Catatan akuntansi yang terkait dalam sistem pembantu, buku harian kas, dan buku jurnal pengeluaran kas.
e. Sistem pengendalian intern pada sistem akuntansi.
1) Struktur Organisasi Fungsi pembuat daftar honor, fungsi kas, dan fungsi akuntansi pada
2) Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan.
a) Otorisasi daftar
Sumber : Ilham Ramadhan, (2018) dan Eva Amanda, (2019)
Terdapat persamaan dan perbedaan antaraa penelitian yang ditulis penulis dengan penelitian terdahulu. Persamaan antara penelitian - yang ditulis penulis dengan, penelitian terdahulu terletak pada variabel penelitian, yaitu sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas dan metode penelitian, yaitu wawancara dan dokumentasi. Kemudian ada persamaan pembahasan dengan peneliti Eva Amanda, yaitu fokus pada deskripsi sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas.
Sedangkan perbedaan antara penelitian yang ditulis penulis dengan, penelitian terdahulu tepatnya pada peneliti Ilham Ramadhan, yaitu lebih fokus untuk mengetahui dan menghasilkan rancang bangun sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas sedangkan penulis tentang deskripsi sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas serta terdapat perbedaan pada objek penelitian pada ketiga penelitian tersebut.
45
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Berdasarkan pokok pembahasan yang dikaji yaitu tentang sistem akuntansi Koperasi Karyawan Merpati Pos maka jenis dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif.
B. Variabel Penelitian
Pemberian dan identifikasi variabel penelitian dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperjelas penelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam mendefinisikan istilah-istilah yang ada dalam penelitian ini. Variabel penelitian dalam penelitian ini adalah :
1. Sistem akuntansi penerimaan kas pada unit usaha Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin adalah jaringan prosedur yang mengolah data atas transaksi penerimaan kas dari unit usaha koperasi dengan prosedur over-the-counter sales.
2. Sistem akuntansi pengeluaran kas untuk pembayaran honor karyawan Koperasi Karyawan Merpati Pos adalah jaringan prosedur yang mengolah data atas pembayaran honor karyawan koperasi dengan prosedur dana kas kecil.
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yaitu berupa sejarah singkat institusi, struktur organisasi, catatan dokumen, fungsi yang terkait, serta prosedur sistem penerimaan dan pengeluaran kas Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
2. Sumber Data
Dalam penelitian ada dua sumber data yaitu, data primer dan sekunder. Data primer dalam penelitian ini didapat dengan melakukan wawancara dengan pihak koperasi untuk mengetahui tentang fungsi yang
terkait, catatan dan dokumen, serta prosedur penerimaan dan pengeluaran kas pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini adalah sejarah singkat institusi dan struktur organisasi yang didapat melalui wawancara dengan pihak koperasi.
D. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini ada tiga, yaitu : 1. Wawancara
Wawancara adalah kegiatan untuk memperoleh informasi dengan memberi pertanyaan-pertanyaan kepada sesorang secara langsung dan lisan (P. Joko Subagyo, 2011: 39). Dalam penelitian ini wawancara dilakukan oleh penulis dengan pihak koperasi untuk mengetahui bagaimana sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran Koperasi Karyawan Merpati Pos.
2. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan meninjau dan menganalisis dokumen yang ada di organisasi atau perusahaan (Herdiansyah, 2010: 143). Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan dokumen yang digunakaan pada prosedur penerimaan dan pengeluaran kas Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
3. Studi Pustaka
Studi pustaka adalah metode pengumpulan data dengan cara meninjau dan menganalisis buku, catatan-catatan, jurnal, dan karya tulis lainnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti (Nazir, 2013: 93).
Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan buku, catatan-catatan, jurnal, dan karya tulis yang berhubungan dengan sistem informasi akuntansi pengeluaran kas.
E. Teknik Analisis Data
Adapun tahapan teknik analisis data yang penulis lakukan berupa pengumpulan data sebagai berikut :
1. Deskripsi kegiatan penerimaan dan pengeluaran kas Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
2. Fungsi yang terkait dengan prosedur penerimaan dan pengeluaran kas Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
3. Informasi yang diperlukan dalam prosedur penerimaan dan pengeluaran kas Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
4. Dokumen yang digunakan dalam prosedur penerimaan pengeluaran kas Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
5. Catatan akuntansi yang digunakan dalam prosedur penerimaan dan pengeluaran kas Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
6. Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
7. Sistem pengendalian intern pada sistem informasi akuntansi pengeluaran kas Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
Kemudian berdasarkan dari data yang telah dikumpulkan tersebut, penulis membuat bagan alir dokumen dari prosedur penerimaan dan pengeluaran kas pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin.
48
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil iPenelitian
1. Sejarah Singkat Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin berdiri pada tanggal 16 Juli 1980 dengan anggota yang hanya berjumlah 31 orang. Untuk menjalankan kegiatannya, ditunjuk 3 orang pengurus yaitu ketua, sekretaris, dan bendahara oleh para anggota. Pada saat itu usaha Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin hanya berupa usaha simpan pinjam, namun setelah berjalan selama lebih dari satu tahun koperasi mengalami kekurangan modal sehingga belum mampu melayani seluruh anggotanya.
Pada bulan Desember 1984 jumlah anggota koperasi meningkat menjadi 64 orang dan permodalan koperasi mulai meningkat sehingga koperasi dapat melayani anggotanya dalam memberikan pinjaman walaupun jumlahnya masih terbatas.
Pada tahun 1985 sampai 1989 jumlah anggota koperasi semakin meningkat yaitu mencapai 92 orang. Permodalan yang didapatkan tidak hanya berasal dari dalam tetapi juga diperoleh dari luar. Selain itu, para anggotanya sudah dapat merasakan pelayanan pinjaman dari koperasi secara merata meskipun jumlahnya relatif masih tidak begitu besar. Pada masa ini pengurus koperasi sudah berusaha sebaik mungkin untuk mengembangkan koperasi, namun tuntutan dari anggota pada saat itu agar koperasi dapat memberikan layanan secara maksimal kepada anggota masih belum terealisasikan dengan baik. Karena kondisi tersebut, akhirnya pengurus koperasi mengundurkan diri melalui rapat anggota tahunan pada bulan Februari 1990.
Pada rapat anggota tahunan yang sama yaitu bulan Februari 1990 anggota koperasi mengangkat pengurus yang baru. Pada periode ini permodalan di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin semakin
meningkat hingga koperasi dapat membuka usaha pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggotanya. Jumlah anggota koperasi pada periode ini mencapai 153 orang. Pada bulan Juli 1994, Ketua Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin dimutasi ke Kantor Pos Surabaya. Beberapa bulan kemudian Sekretaris Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin juga dimutasi ke Kantor Pos Samarinda.
Kemudian pada bulan Maret 1996 pengurus yang masih ada mengadakan rapat anggota tahunan untuk memutuskan pengganti ketua dan sekretaris yang telah dimutasi.
Karena dimutasinya ketua dan sekretaris sebelumnya yang merupakan penggerak kegiatan koperasi, perekonomian Koperasi Karyawan Merpati Pos mengalami penurunan. Penurunan tersebut terlihat dari laporan administrasi pembukuan yang pada tahun-tahun sebelumnya selalu dibuat tetapi sejak saat itu sampai dengan tahun 2000 laporan administrasi pembukuan kurang jelas. Selain itu, sejak tahun 1997 sampai dengan 2000 pengurus koperasi tidak mengadakan rapat anggota tahunan.
Memburuknya kondisi koperasi membuat Kepala Kantor Pos Banjarmasin mendatangkan konsultan koperasi dari Balai Diklat Koperasi Kalimantan Selatan pada bulan Juni tahun 2001 untuk membina dan menghidupkan kembali keadaan koperasi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sejak saat itu Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin mulai diadakan pembenahan mulai dari penertiban keanggotaan, simpanan pokok dan simpanan wajib, organisasi dan manajemen, hingga ke administrasi pembukuannya, serta mengangkat pengurus baru berkat adanya bimbingan dari konsultan koperasi.
Sekarang jumlah anggota Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin adalah 196 orang. Usaha yang dijalankan di Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin sampai saat ini adalah usaha simpan pinjam, pertokoan, fotokopian, penjualan baju seragam, alat tulis, dan parkiran.
2. Struktur Organisasi dan Deskripsi Jabatan a. Struktur Organisasi
Struktur organisasi pada suatu perusahaan atau badan usaha merupakan kerangka dasar yang menyatukan fungsi-fungsi yang ada di suatu perusahaan atau badan usaha. Adanya struktur organisasi pada koperasi berguna agar pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi dapat memahami tanggung jawab dan wewenangnya serta dapat memposisikan diri dengan baik
Struktur organisasi secara jeals harus menggambarkan pemisah kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan.aktivitas dan fungsi dibatasi. Dasar dalam penyusunan organisasi harus fleksibel dan jelas dalam menunjukkan garis-garis tanggung jawab dan wewenang, artinya masing-masing fungsi jangan sampai terjadi campur tangan dan menutupi dari masing-masing fungsi. Berikut adalah struktur organisasi pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin:
Bagan 4. 1 Struktur Organisasi KopKar Merpati Pos Banjarmasin Sumber : KopKar Merpati Pos Banjarmasin
b. Deskripsi Jabatan
Dari tabel 4.1 dapat diketahui tugas dan tanggung jawab yang ada pada Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin. Adapun uraian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan di struktur organisasi Koperasi Karyawan Merpati Pos Banjarmasin adalah sebagai berikut :
1) Rapat Anggota Tahunan
Adapun hal yang dibahas pada rapat anggota tahunan adalah sebagai berikut:
a) Memberi tanggung jawab kepada pengurus untuk membuat kebijakan akuntansi misalnya seperti metode penyusutan aktiva tetap, metode penyisihan piutang ragu-ragu, metode penilaian persediaan.
b) Memberi tanggung jawab kepada pengurus untuk mengikuti pedoman akuntansi yang ada dengan berpegang kepada Prinsip Akuntansi Indonesia dan Standar Khusus Akuntansi untuk Koperasi,
c) Memberi tanggung jawab kepada pengurus untuk melaporkan pertanggung jawaban keuangan pada akhir periode yang telah diaudit oleh Koperasi Jasa Audit atau
c) Memberi tanggung jawab kepada pengurus untuk melaporkan pertanggung jawaban keuangan pada akhir periode yang telah diaudit oleh Koperasi Jasa Audit atau