BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
5. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas Dari Penjualan Dengan
Pada penjualan tunai ini pembeli pergi ke perusahaan untuk memilih barang yang akan dibeli kemudian melakukan pembayaran ke kasir dan menerima barang yang telah dibeli. Pada prosedur over-the-counter sales perusahaan menerima pembayaran dalam bentuk uang tunai, cek pribadi (personal check), dan pembayaran langsung dari pembeli dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debit sebelum barang diserahkan kepada pembeli (Mulyadi, 2016: 380).
a. Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait pada sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai menurut adalah sebagai berikut:
1) Fungsi Penjualan, fungsi ini bertaggung jawab untuk menerima order dari pembeli, mengisi faktur penjualan tunai, dan menyerahkan faktur yang telah diisi kepada pembeli untuk kepentingan pembayaran harga barang ke fungsi kas.
2) Fungsi Kas, fungsi ini bertanggung jawab atas penerimaan kas dari pembeli.
3) Fungsi Gudang, fungsi ini bertanggung jawab untuk menyiapkan barang yang dipesan oleh pembeli, serta meyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman.
4) Fungsi Pengiriman, fungsi ini bertanggung jawab untuk membungkus barang dan menyerahkan barang yang telah dibayar kepada pembeli.
5) Fungsi Akuntansi, fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan pencatatan atas transaksi penjualan dan penerimaan kas dan membuat laporan penjualan.
b. Informasi yang diperlukan oleh manajemen
Informasi yang diperlukan oleh manajemen pada sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai menurut Mulyadi, (2016: 385) adalah sebagai berikut :
1) Jumlah pendapatan penjualan menurut jenis produk atau kelompok produk selama jangka waktu tertentu.
2) Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai.
3) Jumlah harga pokok produk yang dijual selama jangka waktu tertentu.
4) Nama dan alamat pembeli.
5) Kuantitas produk yang dijual.
6) Nama wiraniaga yang melakukan penjualan.
7) Orotorisasi pejabat yang berwenang.
c. Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan pada sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai menurut Mulyadi, (2016: 386) adalah sebagai berikut :
1) Faktur Penjualan Tunai, faktur penjualan tunai digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan tunai. Faktur ini diisi oleh fungsi penjualan yang berfungsi sebagai pengantar pembayaran oleh pembeli kepada fungsi kas dan sebagai dokumen sumber untuk pencatatan transaksi penjualan ke dalam jurnal penjualan.
Contoh faktur penjualan tunai dapat dilihat pada gambar 2.1
Gambar 2. 1. Faktur Penjualan Tunai Sumber : Mulyadi (2016:386)
2) Pita Register Kas (Cash Register Tape), pita register kas adalah dokumen yang dibuat oleh fungsi kas dengan cara mengoperasikan mesin register kas. Pita register kas adalah bukti penerimaan kas yang dibuat oleh fungs kas dan merupakan
dokumen pendukung faktur penjualan yang di catat dalam jurnal penjualan.
Contoh pita register kas dapat dilihat pada gambar 2.2
Gambar 2. 2. Pita Register Kas Sumber: Mulyadi (2016:387)
3) Credit Crad Sales Slip, Credit Crad Sales Slip adalah dokumen yang dicetak oleh credit card center bank yang menerbitkan kartu kredit dan diserahkan kepada perusahan yang menjadi anggota kartu kredit. Dokumen ini diisi oleh fungsi kas dan berfungsi sebagai alat untuk menagih uang tunai dari bank yang menerbitkan kartu kredit atas transaksi penjualan yang telah dilakukan oleh pemilik kartu kredit.
Contoh credit card sales slip dapat dilihat pada gambar 2.3
Gambar 2. 3. Credit Card Sales Sumber : Mulyadi (2016:388)
4) Bill of Lading, bill of lading adalah dokumen bukti penyerahan barang dari perusahaan angkutan umum. Fungsi pengiriman menggunakan dokumen ini untuk penjualan COD yang barangnya diserahkan melalui perusahaan angkutan umum.
Contoh bill of lading dapat dilihat pada gambar 2.4
Gambar 2. 4. Bill of Lading Sumber : Mulyadi (2016:389)
5) Faktur Penjualan COD, faktur penjualan COD adalah dokumen yang digunakan untuk merekam penjualan COD. Tembusan faktur COD diserahkan kepada pembeli melalui bagian angkutan perusahaan, kantor pos, atau perusahaan angkutan umum dan dimintakan tanda tangan atas penerimaan barang dari pembeli sebagai tanda bukti diterimanya barang oleh pembeli.
Tembusan faktur penjualan COD digunakan untuk menagih kas yang harus dibayar oleh pembeli pada saat penyerahan barang.
Contoh faktur penjualan COD dapat dilihat pada gambar 2. 5
Gambar 2. 5. Faktur Penjualan COD Sumber : Mulyadi (2016:390)
6) Bukti Setor Bank, bukti setor bank adalah dokumen yang dibuat oleh fungsi kas untuk dijadikan bukti penyetoran kas ke bank.
Bukti setor bank dibuat sebanyak 3 lembar dan diserahkan oleh fungsi kas ke bank pada saat penyetoran kas dari hasil penjualan ke bank. Dua lembar tembusannya diminta kembali dari bank setelah ditandatangani dan diberi cap oleh bank sebagai bukti penyetoran kas ke bank kemudian diserahkan kepada fungsi akuntansi untuk pencatatan transaksi penerimaan kas dari penjualan tunai ke dalam jurnal penerimaan kas.
Contoh bukti setor bank dapat dilihat pada gambar 2.6
Gambar 2. 6. Bukti Setor Bank Sumber : Mulyadi (2016:391)
7) Rekap Beban Pokok Penjualan, rekap beban pokok penjualan adalah dokumen yang digunakan oleh fungsi akuntansi untuk meringkas hara pokok produk yang dijual selama satu periode.
Dokumen ini digunakan oleh fungsi akuntansi sebaai dokumen pendukung bagi pembuatan bukti memorial untuk mencatat harga pokok produk yang dijual.
d. Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan pada sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai menurut Mulyadi, (2016: 391) adalah sebagai berikut :
1) Jurnal Penjualan, jurnal penjualan digunakan untuk mencatat dan meringkas data penjualan.
2) Jurnal Penerimaan Kas, jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat penerimaan kas dari berbagai sumber.
3) Jurnal Umum, jurnal umum digunakan untuk mencatat harag pokokproduk yang dijual.
4) Kartu Persediaan, kartu persediaan digunakan untuk mencatat berkurangnya harga pokok yang dijual dan untuk menngawasi mutasi dan persediaan barang yang disimpan di Gudang.
5) Kartu Gudang, kartu Gudang diselenggarakan oleh fungsi Gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan barang yang disimpan dalam gudang. Dalam transaksi penjualan tunai, digunakan untuk mencatat berkurangnya kuantitas produk yang diijual.
e. Jaringan prosedur yang membentuk sistem
1) Prosedur Order Penjualan, fungsi penjualan menerima order dari pelanggan kemudian membuat faktur penjualan untuk pelanggan melakukan pembayaran ke fungsi kas. Fungsi Gudang dan fungsi pengiriman menyiapkan barang untuk diserahkan ke pelanggan.
2) Prosedur Penerimaan Kas, fungsi kas menerima pembayaran dari pelanggan dan memberikan bukti pembayaran berupa pita register kas dan cap “lunas” pada faktur penjualan kepada pelanggan agar pelanggan dapat mengambil barang yang sudah dibeli dari fungsi pengiriman.
3) Prosedur Penyerahan Barang, fungsi pengiriman menyerahkan barang kepada pelanggan.
4) Prosedur Pencatatan Penjualan Tunai, fungsi akuntansi mencatat transaksi penjualan tunai pada jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas serta mencatat berkurangnya persediaan barang yang terjual pada kartu persediaan.
5) Prosedur Penyetoran Kas ke Bank, fungsi kas menyetorkan kas yang diterima dari penjualan tunai ke bank.
6) Prosedur Pencatatan Penerimaan Kas, fungsi akuntansi mencatat penerimaan kas pada jurnal penerimaan kas berdasarkan bukti setor bank yang diterima.
7) Prosedur Pencatatan Beban Pokok Penjualan, fungsi akuntansi merekapitulasi beban pokok penjualan berdasarkan data pada kartu persediaan dan membuat bukti memorial sebagai dokumen
sumber untuk pencatatan beban pokok penjualan pada jurnal umum.
f. Sistem Pengendalian Internal
Sistem pengendalian internal meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasi dengan tujuan menjaga asset organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen. Sistem pengendalian intern mengutamakan tujuan yang ingin dicapai, bukan pada unsur-unsur yang membentuk sistem sehingga pengendalian intern berlaku dalam perusahaan yang mengolah data secara manual, dengan mesin pembukuan, dan juga komputer (Mulyadi, 2016: 129).
1) Tujuan Sistem Pengendalian Intern menurut Mulyadi, (2016:
129) adalah sebagai berikut : a) Menjaga aset organisasi.
b) Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi.
c) Mendorong efisiensi.
d) Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
2) Unsur Pengendalian Internal, unsur pengendalian internal pada sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai menurut Mulyadi, (2016: 393) adalah sebagai berikut :
a) Organisasi unsur pengendalian internal pada sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai adalah sebagai berikut :
(1) Fungsi penjualan harus terpisah dengan fungsi kas.
(2) Fungsi kas harus terpisah dengan fungsi akuntansi.
(3) Transaksi penjualan tunai harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan, fungsi kas, fungsi pengiriman, dan fungsi akuntansi.
b) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan pada sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai adalah sebagai berikut :
(1) Penerimaan order pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan menggunakan formulir faktur penjualan tunai.
(2) Penerimaan kas diotorisasi oleh fungsi kas dengan membubuhkan cap “lunas” pada faktur penjualan tunai dan penempelan pita register kas pada faktur tersebut.
(3) Penjualan dengan kartu kredit bank diawali dengan permintaan otorisasi dari bank penerbit kartu kredit.
(4) Penyerahan barang diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan membubuhkan cap “sudah diserahkan” pada faktur penjualan tunai.
(5) Pencatatan pada buku jurnal diotorisasi oleh fungsi akuntansi dengan memberi tanda pada faktur penjualan tunai.
c) Praktik yang sehat pada sistem akuntansi penerimaan kas dari penjualan tunai adalah sebagai berikut :
(1) Faktur penjualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penjualan.
(2) Seluruh jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetor ke bank pada hari yang sama dengan transaksi penjualan tunai atau dihari kerja berikutnnya.
(3) Perhitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodic dan secara mendadak oleh fungsi pemeriksa intern.
g. Bagan alir sistem akuntansi penerimaan kas
Berikut adalah bagan alir sistem penerimaan kas dari over-the-counter sales menurut Mulyadi, (2016: 397) sebagai berikut :
Bagan 2. 4. Sistem Akuntansi Penerimaan Kas dari Over-The-Counter Sales Sumber : Mulyadi (2016: 397)