• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Landasan Teori

2.2.2 Koperasi

2.2.2.1 Pengertian Koperasi

Menurut Chaniago (1984), koperasi adalah sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usahauntuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya [Arifin, 2001 : 17].

Pengertian koperasi menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 1992 pasal 1 ayat 1, yaitu badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan berlandaskan kegiatan pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.

Berdasarkan Undang-Undang Koperasi Nomor 12 tahun 1967, koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum koperasi yang

merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

2.2.2.2 Landasan Koperasi

Sebagaimana telah dijelaskan dalam pasal 2 Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 bahwa koperasi Indonesia mempunyai landasan :

a Landasan Idiil

Sesuai dengan Undang-Undang No. 25 tahun 1992 pasal 2, landasan Idiil koperasi adalah Pancasila.

b Landasan Struktural dan Gerak

Landasan Struktural Koperasi adalah Undang-undang Dasar 1945 dan landasan geraknya adalah pasal 33 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 beserta penjelasannya.

c Landasan Mental

Dalam Undang-Undang Koperasi Nomor 12 tahun 1967 ditegaskan bahwa landasan mental koperasi adalah setia kawan dan kesadaran pribadi [Chaniago, 1987 : 18-20]

2.2.2.3 Tujuan Koperasi

Tujuan koperasi Indonesia dalam Undang-Undang No. 25 tahun 1992 pasal 3 adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

2.2.2.4. Jenis-Jenis Koperasi

Berdasarkan bidang usahanya, koperasi dapat digolongkan ke dalam beberapa sub golongan sebagai berikut :

a. Koperasi Konsumsi

Koperasi konsumsi adalah koperasi yang berusaha dalam bidang penyediaan barang-barang konsumsi yang dibutuhkan oleh para anggotanya.

b. Koperasi Produksi

Koperasi produksi adalah koperasi yang kegiatan utamanya melakukan pemroses bahan baku menjadi barang jadi atau barang setengah jadi.

c. Koperasi Pemasaran

Koperasi pemasaran adalah koperasi yang dibentuk terutama untuk membantu para anggotanya dalam memasarkan barang-barang yang mereka hasilkan.

d. Koperasi Kredit

Koperasi kredit atau koperasi simpan-pinjam adalah koperasi yang bergerak dalam bidang pemupukan simpanan dari para anggota untuk kemudian dipinjamkan kembali kepada para anggota yang memerlukan bantuan modal [Baswir, 1997 : 76].

2.2.2.5. Fungsi dan Peranan Koperasi

Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 pasal 4, fungsi dan peran Koperasi Indonesia dalam garis besarnya sebagai berikut :

a. Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dn masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka.

b. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan Koperasi sebagai sokogurunya.

d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi [Baswir, 1997 : 71].

2.2.2.6. Prinsip Koperasi

Berdasarkan Undang-Undang Koperasi No. 25 Tahun 1992 pasal 5 ayat 1 dan 2 , prinsip koperasi adalah :

a. Sifat keanggotaan sukarela dan terbuka. b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.

c. Pembagian SHU dilakukan secara adil dan seimbang dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.

d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. e. Kemandirian.

Dalam mengembangkan koperasi, maka koperasi melaksanakan prinsip koperasi sebagai berikut :

a. Pendidikan Perkoperasian. b. Kerjasama antar koperasi. 2.2.2.7. Lapangan Usaha Koperasi

Lapangan usaha koperasi menurut Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 Bab VIII pasal 43 dan pasal 44 adalah :

a. Usaha koperasi adalah usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan anggota.

b. Kelebihan kemampuan pelayanan koperasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bukan anggota koperasi. c. Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama di segala

bidang kehidupan ekonomi rakyat.

d. Koperasi dapat menghimpun dana dan menyalurkan melalui kegiatan usaha simpan pinjam dari dan untuk :

1) Anggota koperasi yang bersangkutan. 2) Koperasi lain dari atau anggotanya.

e. Kegiatan usaha simpan pinjam dapat dilaksanakan sebagai salah satu atau satu-satunya kegiatan koperasi.

f. Pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

2.2.2.8. Permodalan Koperasi

Permodalan koperasi menurut Undang-Undang No 25 tahun 1992 bab VII Pasal 41, disebutkan bahwa modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Menurut Arifin [2001 : 84] modal sendiri dapat berasal dari :

a. Simpanan Pokok

Sejumlah uang yang sama banyaknya, yang wajib dibayarkan oleh masing-masing anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota.

b. Simpanan Wajib

Sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama banyaknya, yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada periode tertentu. c. Dana Cadangan

Sejumlah dana yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha dan dicadangkan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.

d. Hibah

Sejumlah uang atau barang dengan nilai tertentu yang disumbangkan oleh pihak ketiga, tanpa ada suatu ikatan atau kewajiban untuk mengembalikannya.

Sedangkan modal pinjaman dapat berasal dari : a. Anggota

Yaitu pinjaman dari anggota ataupun calon anggota koperasi yang bersangkutan.

b. Koperasi Lainnya atau Anggotanya

Pinjaman dari koperasi lainnya dan atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerja sama antar koperasi.

c. Bank dan Lembaga Keuangannya

Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. Penerbitan Obligasi dan Surat Berharga Lainnya

Dana yang diperoleh oleh penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

e. Sumber Lain yang Sah

Pinjaman yang diperoleh dari bukan anggota yang dilakukan tanpa melalui penawaran secara umum.

Selain itu koperasi juga dapat melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal penyertaan yang diatur lebih lanjut dengan peraturan Pemerintah.

Dokumen terkait