Lower Bound
KOPERASI SERBA USAHA MADANI SINTANG Imam Asrori
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kapuas email: [email protected]
Abstrak : Efisiensi penggunaan modal kerja oleh pengurus koperasi merupakan hal yang harus dilakukan. Penyebab kurang optimalnya penggunaan modal kerja koperasi disebabkan oleh kemampuan menganalisis sumber modal kerja dan seberapa besar upaya-upaya memperoleh sumber modal kerja. Sehingga diperlukan usaha pengurus untuk meningkatkan efisiensi penggunaan modal kerja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya modal kerja sebesar Rp.152.210.050,- perkembangan piutang anggota sebesar Rp.316.162.000,- piutang non anggota Rp.4.450.000,- kenaikan simpanan sukarela Rp. 105.623.500,- dan bertambahnya dana SHU Rp. 58.632.000,-simpanan pokok dan simpanan wajib Rp. 85.647.050,-, cadangan Rp. 12.777.000,- dan sisa hasil usaha 58.632.000,- dana-dana tersebut digunakan untuk digulirkan menjadi piutang pinjaman kepada anggota dan non anggota. Sumber dan penggunaan modal kerja KSU Madani Sintang pada tahun 2011 dan tahun 2012 mengalami kenaikan sumber modal kerja sebanding dengan penggunaan modal kerjanya, sehingga dapat dikatakan penggunaan modal kerja sudah cukup optimal. Untuk memperkecil kredit macet, pengurus koperasi disarankan lebih selektif dalam memutuskan besarnya piutang pinjaman anggota, harus disesuaikan dengan besarnya simpanan modal kerja anggota serta riwayat kedisiplinan anggota dalam mengangsur. Dengan demikian pihak koperasi dapat lebih mengoptimalkan penggunaan modal kerja.
Kata Kunci : Modal Kerja, Sumber Dana dan Penggunaan Dana Pengertian koperasi menurut
Undang-Unda ng Nomor 25 t ahun 1992 tentang perkoperasian bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Fungsi koperasi adalah membangun dan mengembangan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi sosialnya. Oleh karenanya pemerintah berkewajiban memberikan kemudahan untuk memperkokoh permoda lan koperasi serta mengembangkan lembaga keuangan koperasi. Sedangkan tugas pengurus koperasi diantaranya adalah menga jukan ra ncangan kerja serta rancangan anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta menyelenggarakan pembukuan keuangan secara tertib.
Tujuan dibentuknya koperasi adalah untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan demikian agar tujuan tersebut dapat tercapai maka pengurus koperasi harus melaksanakan tugasnya secara profesional
yaitu a). mengelola Koperasi dan usahanya, b). mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi, c). menyelenggarakan Rapat Anggota, d). mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, e). menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib, f). memelihara daftar buku anggota dan pengurus.
Koperasi yang sehat harus dikelola secara profesional. Untuk menilai sebuah koperasi dikategorikan profesional atau tidak adalah dengan menganalisis laporan keuangannya. Laporan keuangan tersebut diantaranya meliputi neraca keuangan, laporan rugi laba termasuk laporan sumber dana dan penggunaannya untuk dianalisa serta penghitungan sisa hasil usaha (SHU) yang merupakan hasil penjumlahan pendapatan koperasi dalam satu tahun buku dikurangi biaya-biaya operasional koperasi pada tahun buku tertentu. Pembagian sisa hasil usaha (SHU) kepada anggota harus dilakukan secara adil, sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. Selain dibagikan kepada anggota SHU yang diperoleh koperasi dibagi untuk keperluan dana cadangan, dana Pengurus dan pengawas, dana pendidikan, dana sosial, yang besaran masing-ma sing pembagian tersebut diputuskan dalam forum rapat anggota tahunan koperasi.
Permasalaha n kurang optima lnya pemanfaatan sumber modal dan penggunaannya menjadi penyebab tidak majunya usaha koperasi. Kurangnya tanggungjawab pengurus dalam menjalankan amanah rapat anggota tahunan serta kemampuan mengelola koperasi yang terbatas juga dapat menjadi hambatan perkembangan koperasi. Sehingga diperlukan analisa laporan keuangan tahunan dengan mengukur sumber dan penggunaan dana agar diketahui apakah pengurus koperasi telah melaksanakan tugas secara transparan dan profesional. Laporan kerja dan laporan keuangan tersebut harus disampaikan pengurus pada forum rapat anggota tahunan dan di evaluasi secara bersama-sama oleh anggota koperasi. Hasil evaluasi terhadap laporan pengurus koperasi akan menjadi rekomendasi untuk perbaikan kerja pengurus pada tahun buku berikutnya.
Pengurus Koperasi Serba Usaha Madani Sintang yang menjalankan unit usaha simpan pinjam dan penjualan sembako juga terus melakukan perbaikan kinerja da n lapor an keuangan. Pesoalanya ialah bahwa pengurus koperasi serba usaha madani belum secara maksimal melakukan analisa sumber dan penggunaan modal kerja secara periodik untuk mengetahui perkembangan keuangan agar dapat terukur. Hasil analisa laporan keuangan yang valid dapat bermanfaat bagi pengurus dalam mengambil keputusan untuk bisa melanjutkan usaha agar lebih berkembang. Modal kerja yang belum cukup tersedia untuk memenuhi pertmintaan pengajuan kredit oleh anggota koperasi membuat pengurus mengalami kesulitan keuangan.
Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai analisa sumber dan penggunaan modal kerja, sehingga da lam penelitian ini penulis mengangkatnya dalam penelitian yang berjudul: “Analisis sumber dan penggunaan modal kerja pada Koperasi Serba Usaha Madani Sintang”. dengan merumuskan permasalahan penelitian bagaimanakah sumber dan penggunaan modal kerja pada koperasi serba usaha madani sintang tahun buku 2011 dan 2012. Aspek yang akan diteliti adalah perubahan modal kerja dengan menggambarkan sumber-sumber modal kerja, dan aspek penggunaan modal kerja dengan membandingkan laporan keuangan dua periode tahun buku. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pengurus Koperasi Serba Usaha Madani Sintang untuk mengetahui dari mana saja modal kerja dapat diperoleh secara optimal dari hasil usahanya dan untuk mengetahui bagaimana seha rusnya pengurus kopera si tersebut menggunakan modal kerja yang diperoleh agar dapat digunakan secara efisien.
Menurut Dwi Prastowo (2002) analisis laporan keuangan merupakan suatu proses untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsurnya, menelaah masing-masing unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri. Konsep dasar modal kerja menurur S. Munawir (2010) terdiri dari 3 (tiga) konsep yaitu a). Konsep kuantitatif, yang menitik beratkan kepada kuantum yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan operasional yang bersifat rutin atau menunjukkan sejumlah dana (fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka pendek; b). Konsep kualitatif, menitik beratkan tersedianya jumlah aktiva lancar yang lebih besar daripada jumlah hutang lancarnya (hutang jangka pendek) dan menunjukkan pula margin of protection atau tingkat keamanan bagi para kreditur jangka pendek, serta menjamin aktiva lancarnya; c). Konsep fungsional, menitik beratkan fungsi dari dana yang dimiliki dalam rangka menghasilkan pendapatan (laba) dari usaha pokok perusahaan, pada dasarnya dana-dana yang dimiliki seluruhnya akan digunakan untuk menghasilkan laba periode ini (curent income), ada sebagian dana yang akan digunakan untuk memperoleh atau menghasilkan laba di masa yang akan datang. Misalnya bangunan, mesin-mesin,pabrik,alat-alat kantor dan aktiva tetaplainya. Menurut Bambang Riyanto (2001) modal kerja adalah dana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari. Seda ngkan menurut Agnes S awir (2005) mendefinisikan modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, atau dapat puladimaksudkan sebagai dana yang harus tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari. Menurut Lukman Syamsudin (2007) modal kerja berhubungan dengan curren acount (perkiraan aktiva lancar dan utang lancar) perusahaan.
Pentingnya modal kerja menurut Susan Irawati (2006) yaitu : (1). Tingkat profitabilitas perusahaan akan dipengaruhi oleh investasi modal kerja, (2). Posisi likuiditas perusahaan akan dipengaruhi oleh investasi dalam modal, (3). Sebagian waktu manajer keuangan tersita untuk pengelolaan modal kerja, (4) Khususnya bagi perusahaan niaga dimana sebagaian besar investasinya bukan dalam fixed capital tetapi dalam current capital, maka modal kerja sangat penting bagi perusahaan tersebut. (5). Modal kerja sangat diperlukan sebagai tumpuan bagi perusahaan yang relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhannya terhadap fixed capital.
Jenis Jenis modal kerja menurut Bambang Riyanto (2001) terdiri dari dua jenis 1). Modal kerja permanen (permanent working capital) yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya atau dengan kata lain yang secara terus menerus diperlukan untuk kelancaran usaha. Permanent working capital dibedakan dalam : a). Modal kerja primer (primary working capital) yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usahanya; b). Modal kerja normal (Normal working capital) yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang normal. 2). Modal kerja variabel (variable working capital) yang dibedakan menjadi : a). Modal kerja musiman (seasonal working capital), yaitu mudal kerja yang jumlhanya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi musiman; b). Modalkerja Siklis (Cyclical working capital) yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan karena fluktuasi konjungtur; c). Modal kerja darurat (Emergency working capital), yaitu modalkerja yang besaranya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi modal kerja menurut Indriyo Gitosudarmo dan Basri (1992) yaitu : a).Volume penjualan; b). beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan, antara lain politik penjualan kredit, politk penentuan persediaan, pengaruh musiman, kemajuan teknologi; c). Pengaruh musiman, dengan adanya pergantian musim akan dapat mempengaruhi tingkat penjualan. Fluktuasi tingkat penjualan akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja yang dibutuhkan untuk menyelenggar akan kegiatan produksi; d). Kemajuan teknologi, perkembangan teknologi mempengaruhi dan merubah proses produksi menjadi lebih cepat dan ekonomis, dengan demikian akan dapat mengurangi besarnya kebutuhan modalkerja.
Agar tidak terjadi kekur angan atau kelebihan modal kerja, maka perusahaan harus benar-benar dalam mempertimbangkan dan menetapkan berapa modal kerja yang harus dimiliki suatu perusahaan. Berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi besar kecilnya modal kerja suatu perusahaan menurut S. Munawir (2010:117), yaitu: (1). Jenis Perusahaan Jenis kegiatan perusahaan dalam praktiknya meliputi dua macam, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan non jasa. Kebutuhan modal dalam perusahaan industri lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan jasa, (2).Syarat kredit, atau penjualan yang pembayarannya dilakukan dengan cara mencicil
(angsuran) juga sangat mempengaruhi modal kerja, 3. Waktu Produksi, artinya jangka waktu atau lamanya memproduksi suatu barang. Makin lama waktu yang dipergunakan untuk memproduksi suatu barang maka akan semakin besar modal kerja yang dibutuhkan, demikian pula sebaliknya, (4). Tingkat perputaran persediaan, Semakin kecil atau rendah tingkat perputaran, kebutuhan modal kerja semakin tinggi, demikian pula sebaliknya. Dengan demikian, dibutuhkan perputaran persediaan yang cukup tinggi agar memperkecil risiko kerugian akibat penurunan harga serta mampu menghemat biaya penyimpanan dan pemeliharaan persediaan.
Apabila sumber modal kerja lebih besar dari pada penggunaan, berarti ada kenaikan modal kerja. Sebaliknya apabila penggunaannya lebih kecil, berarti penurunan modal kerja. Sumber-sumber modal kerja yang akan menambah modal kerja adalah: (1). adanya kenaikan sektor modal, baik yang berasal dari laba maupun penambahan moda l saham, (2). Ada pengurangan atau penurunan aktiva tetap karena adanya penjualan aktiva tetap maupun melalui proses depresiasi, (3). ada penambahan utang jangka panjang, baik dalam bentuk obligasi atau utang jangka panjang lainnya. Penggunaan modal kerja diharapkan dilakukan secara efektif dan efisien, hal ini dikarenakan untuk mengurangi perubahan bentuk dan penurunan aktiva yang berlebihan oleh perusahaan. Penggunaan dana untuk modal kerja dapa t diperoleh dari kenaika n aktiva dan menurunnya passiva. Menurut S.Munawir (2010:124) secara umum dikaitkan bahwa penggunaan modal kerja bisa dilakukan perusahaan untuk: (1). Perusahaan mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar gaji, upah dan biaya operasional lainnya yang digunaka n untuk menunjang penjualan. (2). Perusahaan membeli bahan baku atau barang dagangan yang digunakan untuk proses produksi dan pembelian barang dagangan untuk dijual. (3). Menutupi kerugian akibat penjualan surat berharga, pada saat perusahaan menjual surat berharga, namun mengalami kerugian. Hal ini akan mengurangi modal kerja dan segera ditutupi. (4). Pembentukan dana merupakan pemisahan aktiva lancar untuk tujuan tertentu dalam jangka panjang. Pembelian aktiva tetap atau investasi jangka panjang seperti pembelian tanah, bangunan, kendaraan dan mesin, (5). Pembayaran utang jangka panjang yang sudah jatuh tempo seperti pelunasan obligasi, hipotek dan utang bank jangka panjang, (6). Pembelian atau penarikan kembali saham yang beredar dengan alasan tertentu dengan cara membeli kembali, baik untuk sementara waktu atau selamanya, (7) Pengambilan uang atau barang untuk keperluan
pribadi termasuk dalam hal ini adanya pengambilan keuntungan a tau pembayaran dividen oleh perusahaan.
Penggunaan-penggunaan modal kerja yang mengakibatkan turunnya modal kerja adalah sebagai berikut: (1) berkurangnya modal sendiri karena kerugian, maupun pengambilan privasi oleh pemilik perusahaan, (2) pembayaran utang-utang jangka panjang, (3) adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap.
METODE
Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif analitis, merupakan metode penelitian yang tujuannya adalah untuk mendeskripsikan dengan cara meneliti, mengolah data, menganalisis, dan mengklasifikasikan data-data yang telah diperoleh dan ditarik kesimpulan sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai objek yang diteliti. Menurut Soegiyono (2009) metode deskriptif analitis merupakan metode yang bertujuan mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap suatu obyek penelitian yang diteliti melalui sampel atau data yang telah terkumpul dan membuat kesimpulan yang berlaku umum. Adapun yang menjadi Objek penelitian ini terdiri dari Laporan sumber dan penggunaan modal kerja serta Neraca Keuangan Koperasi Serba Usaha Madani Sintang Tahun Buku 2011 dan 2012. Lokasi penelitian ini di kantor Koperasi Serba Usaha Madani Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Sintang Kalimantan Barat.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Koperasi Serba Usaha (KSU) Madani Sintang didirikan pada tanggal 26 Nopember 2006 bertempat di Jalan Oevang Oeray Gg.Aneka I Baning Sintang Kalimantan Barat. Pada awal berdirinya KSU Madani beranggotakan 20 orang dengan permodalan sebesar Rp. 2.000.000,-. Masing-masing anggota membayar simpanan pokok sebagai modal awal sebesar Rp. 100.000,-. Badan Hukum KSU Madani di terbitkan oleh Kepala Kantor Koperasi Pengusaha Kecil Dan Menengah Kabupaten Sintang Kalimantan Barat pada tanggal 19 Mei 2008 dengan nomor Akta Pendirian : 218 / BH / X. KSU Madani memiliki usaha pokok perdagangan eceran sembako serta memiliki 1 (satu) unit usaha simpan pinjam, namun yang dapat berkembang hanya unit usaha simpan pinjam.
Sampai dengan tahun 2013 KSU Madani Sintang telah melakukan Rapat Anggota Tahunan VI. Dimana dalam penelitian ini penulis meneliti laporan keuangan KSU Madani Sintang selama dua tahun terakhir. Untuk mengetahui adanya perubahan setiap komponen modal kerja dilakukan analisa data yang disajikan pada Rapat Anggota Tahunan, yaitu dengan cara membandingkan laporan keuangan KSU Madani Sintang pada Rapat Anggota Tahunan V tahun buku 2011 dan laporan keuangan pada Rapat Anggota Tahunan VI tahun buku 2012 sebagai berikut :
Tabel 1 Perbandingan Neraca KSU Madani Sintang per 31 desember 2011 dan Per 31 Desember 2012 U raia n N e ra ca P er 3 1 D es 2 0 1 1 N era ca P er 3 1 D es 2 0 1 2 P E R U B A H A N B erta m b ah B erk u ra n g A kt i v a L a nc a r K as 1 4 .9 9 4 .0 0 0 1 5 .4 5 7 .1 6 2 4 6 3 .1 6 2 B an k 5 .5 0 0 .0 0 0 8 9 0 .3 8 8 4 .6 0 9 .6 1 2 P iu ta n g A n g g o t a 6 5 0 .0 7 0 .0 0 0 9 6 6 .2 3 2 .0 0 0 3 1 6 .1 6 2 .0 0 0 P iu ta n g n o n A n g g o t a - 4 .4 5 0 .0 0 0 4 .4 5 0 .0 0 0 J u m la h 6 7 0 .5 6 4 .0 0 0 9 8 7 .0 2 9 .5 5 0 3 1 6 .4 6 5 .5 5 0 K e w a ji ba n L a n ca r S im p a n an S u k ar el a 3 3 5 .1 0 1 .0 0 0 4 4 0 .7 2 4 .5 0 0 1 0 5 .6 2 3 .5 0 0 D an a S H U 1 3 3 .6 7 0 .0 0 0 1 9 2 .3 0 2 .0 0 0 5 8 .6 3 2 .0 0 0 J u m la h 4 6 8 .7 7 1 .0 0 0 6 3 3 .0 2 6 .5 0 0 1 6 4 .2 5 5 .5 0 0 P erta m b ah an M o d al K e rja 2 0 1 .7 9 3 .0 0 0 3 5 4 .0 0 3 .0 5 0 9 6 6 .6 5 1 .7 1 2 Sumber: Neraca KSU Madani Sintang per 31 Des 2012 dan 31 Des 2012
Berdasarkan hasil perbandingan neraca diatas maka diketahui bahwa terdapat pertambahan modal kerja sebesar Rp. 152.210.050,- yang dapat dihitung dari dari selisih modal kerja tahun buku 2011 sebesar Rp. 201.793.000,- dengan modal kerja pada tahun buku 2012 sebesar Rp. 354.003.050,-Piut ang pinjaman mengalami kenaika n Rp 316. 162.000, - yaitu dari t ahun 2011 Rp 650.070.000,- menjadi Rp 966.232.000,- pada tahun 2012. Hal ini menunjukkan bahwa dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 terjadi penigkatan
sumber modal kerja yang berasal dari anggota baru dan efesiensi penggunaan mudal kerja oleh pengurus Koperasi Serba Usaha Madani Sintang.
Simpanan sukarela anggota Koperasi Serba Usaha Madani Sintang menga lami peningkatan Rp 105.623.500,- yaitu dari tahun 2011 Rp. 335.101. 000,- bertamba h menjadi Rp 440.724.500,- pada tahun 2012. Data tersebut menunjukkan bahwa Simpanan Sukarela oleh anggota dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 Tabel 2 Sumber dan Penggunaan Modal Kerja KSU Madani Sintang 31 Des 2011 – 31 Des 2012
N o S u m b e r M o d a l K e r ja Ju m la h
( R p )
1 .
2 .
3 .
S i m p a n a n P o k o k d a n S im p a n a n W a ji b
C a d a n g a n
S H U
Ju m la h S u m b e r M o d a l K e r ja
8 5 .6 4 7 .0 5 0
1 2 .7 7 7 .0 0 0
5 8 .6 3 2 .0 0 0
1 5 7 .0 5 6 .0 5 0
1 .
2 .
P e n g gu n a a n M o d a l K e r j a :
S i m p a n a n d i B a n k
P i u ta n g P in j a m a n A n g g o ta
8 9 0 .3 8 8
1 5 6 .1 6 5 .6 8 2
1 5 7 .0 5 6 .0 5 0
Berdasarkan penyajian tabel laporan sumber dan penggunaan dana di atas maka dapat diketahui pertambahan modal sebesar 152.210.050, yang dapat dihitung dari jumlah : (1) Piutang Anggota Rp. 182.573.560,- yaitu Piutang anggota tahun 2011 Rp. 650.070.000,- kemudaian beraubah pada tahun 2012 menjadi Rp.192.302.000,- (2) Pertambahan Piutang non Anggota Rp. 4.450.000,-dimana pada tahun buku 2011 Belum ada produk pinjaman non anggota,- kemudian hasil Rapat Anggota Tahunan pada Januari 2012 memutuskan untuk mengadakan produk pinjaman non anggota dan baru terealisasi
Rp.4.450.000,-Bertambahnya modal kerja disebabkan oleh (1). Berkurangnya simpanan di bank sebesar Rp. 4.609.612,- dimana pada tahun 2011 simpanan di bank Rp.5.500.000,- berkurang pada tahun 2012 menjadi Rp.890.388,- (2). Bertambahnya simpanan sukarela sebesar Rp. 105.623.500,- dimana pada tahun 2011 jumlah Simpanan sukarela sebesar Rp. 335.101.000,- sedangkan pada tahun 2012 berubah menjadi Rp. 440.724.500,- (3). Bertambahnya dana dana SHU sebesar Rp. 58.632.000,- yang diperoleh dari tahun 2011 sebesar Rp.133.670.000,-bert ambah pada tahun 2012 menjadi Rp.
192.302.000,-Analisis laporan sumber dan penggunaan modal kerja Koperasi Serba Usaha Madani Sintang dari pembahasan diatas dapat dijelaskan bahwa bertambahnya modal kerja tersebut dipengaruhi oleh adanya sumber sumber serta penggunaan modal kerja, antara lain :
1. Sumber modal yang berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib sebesar Rp. 85.647.050,- yang berasal dari masuknya anggota baru dimana pada tahun 2011 jumlah anggota sebanyak 188 orang bertambah menjadi 235 orang pada tahun 2012.
2. Pertambahan dana cadangan dari sisa hasil usaha dimana pada tahun 2011 sebesar Rp. 18.396.000 dan pada tahun 2012 bertambah menjadi Rp.
30.593.000,-3. Pertambahan Sisa Hasil Usaha sebesar Rp. 58.632.000,- dimana pada tahun 2011 SHU sebesar Rp. 133.670.000,- sedangkan pada tahun 2012 sebesar Rp.
192.302.000,-Dari sumber modal ker ja tadi oleh perusahaan digunakan untuk (1). Simpanan di Bank Rakyat Indonesia Cabang Sintang sebesar Rp.890.388.000,- dan penyertaan lainnya sebesar Rp. 8.565.244,- (2). Kenaikan modal kerja lainya digulirkan menjadi pinjaman anggota dan pinjaman non anggota sebesar Rp. 147.600.438,-.
Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan diatas dapat diketahui bahwa modal kerja Koperasi Serba Usaha Madani Sintang bertambah sebesar Rp. 152.210.050,- . Kenaikannya sumber modal kerja ini disebabkan modal kerjanya banyak digulirkan ke anggota dalam bentuk piutang anggota dan piutang non anggota.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut :
1. Bahwa Perkembangan sumber modal pada Koperasi Serba Usaha Madani Sintang mengalami peningkatan. Kenaikan jumlah piutang anggota maupun piutang non anggota menambah sumber modal kerja. Penurunan yang terjadi pada sumber modal pinjaman tidak begitu ber pengaruh terha dap jumlah keseluruhan modal koperasi, karena diimbangi dengan meningkatnya sumber modal milik koperasi. Sehingga perkembangan sumber modal Koperasi Serba Usaha Madani Sintang meningkat siginifikan.
2. Bahwa Perkembangan penggunaan modal kerja Koperasi Serba Usaha Madani Sintang dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 selalu mengalami peningkatan. Penggunaan moda l kerja kopera si juga menga lami peningkatan, karena meningka tnya penggunaan modal kerja untuk beberapa pos dalam aktiva lancar dan aktiva tetap seperti penyertaan dan Simpanan pada BRI Cabang Sintang dan mengupayakan tergulirnya piutang anggota maupun piutang non anggota.
3. Bahwa Sumber dan penggunaan modal kerja Koperasi Serba Usaha Madani Sintang pada tahun 2011 dan tahun 2012 mengalami kenaikan, kenaikan sumber modal kerja sebanding dengan penggunaan modal kerjanya, sehingga dapat dikatakan penggunaan modal kerja sudah cukup optimal.
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan diatas, maka dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut :
1. Dalam rangka memudahkan Koperasi Serba Usaha Madani Sintang, pengurus dan badan pengawas koperasi harus selalu mengevaluasi secara berkala terhadap perkembangan sumber modal kerja koperasi, agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan yang sama dan dapat meningkatkan sumber modal koperasi. 2. Dalam penggunaan modal kerja, Koperasi
Serba Usaha Madani Sintang diharapkan dapat menggunakan modal kerja dengan lebih efisien, dalam hal ini pengurus koperasi dianjurkan mengurangi simpanan di Bank, karena dana yang mengendap di bank tidak dapat bergulir ke anggota bagi unit simpan pinjam sehingga pengurus koperasi dapat memperbesar Sisa Hasil Usaha yang diperoleh.
3. Untuk memperkecil jumlah modal kerja yang mengendap akibat kredit macet, sebaiknya pengurus Koperasi Serba Usaha Madani Sintang lebih selektif dalam memutuskan besarnya pinjaman kredit, harus disesuaikan dengan besarnya simpanan modal kerja anggota serta riwayat kedisiplinan anggota dalam mengangsur. Dengan demikian pihak koperasi da pat lebih mengoptima lkan penggunaan modal kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Gitosudarmo dan Basri, 1999. Manajemen Keuangan, Yogyakarta : BEFE Irawati, S.2006. Manajemen Keuangan, Bandung
: Pustaka
Munawir, S. 2007. Analisa Laporan Keuangan, Yogyakarta : Liberty
Prastowo. D, 2002. Analisis Laporan Keuangan (Konsep dan Aplikasi). Yogyakarta : YPKN
Riyanto, B.2001. Dasar-Dasar Pembelajaran Perusahaan, Yogyakarta : BPFE
Sawir, A. 2005. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta : PT Gramedia Pusaka
Soegiyono, 2009. Metode Penlitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta.
Syamsudin, L. 2007. Manajemen Keuangan Perusahaan, Jakarta : PT Rajagrafindo Persada
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian
DAERAH ADE MOHAMMAD DJOEN