• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagi Peraturan Pemerintah Nomor. 9 Tahun 1995 dalam( Sari, 2011) tentang Penerapan Aktivitas Usaha Simpan Pinjam oleh koperasi, mengartikan Koperasi Simpan Pinjam( KSP) selaku aktivitas yang dicoba buat menghimpun dana serta menyalurkannya lewat aktivitas usaha simpan pinjam ataupun buat anggota koperasi yang bersangkutan. Pada dasarnya Koperasi Simpan Pinjam( KSP) melaksanakan aktivitas sama dengan yang dicoba pihak bank. Koperasi Simpan Pinjam( KSP) menghimpun dana dari anggota setelah itu disalurkan kembali kepada anggotanya dalam wujud kredit buat digunakan selaku pinjaman modal ataupun sebagainya. Perihal ini salah satu upaya buat tingkatkan pendapataan usaha sekalian tingkatkan kesejahteraan.

Pada biasanya Unit Simpan Pinjam( USP) tercantum Koperasi Simpan Pinjam( KSP) di Indonesia berkembang sebab susah memperoleh dorongan permodalam lewat sistem pemberian kredit dari perbankan.

Koperasi yang berkembang di Indonesia diawali dari unit simpan pinjam.

Perihal ini sudah diketahui semenjak jaman Belanda pada tahun 1895 kala R. Aria Wiriaatmaja mendirikan Koperasi Simpan Pinjam yang bertujuan membagikan sarana kredit kepada kelompok warga menengah, kemudian diperluas kepada petani supaya mereka tidak terjepit utang pada lintah darat.

g. kedudukan KSP maupun USP

Koperasi Simpan Pinjam( KSP) serta Unit Simpan Pinjam( USP) memiliki kesempatan buat jadi lembaga keuangan yang baik, sehat dan dipercaya warga. Kuncinya merupakan apabila dibentuk serta dibesarkan dengan baik secara bersama oleh anggotanya. Kesempatan tersebut hendak bisa dicapai apabila didukung oleh terdapatnya perundangan, ketentuan, ataupun kebijakan yang mencukupi serta komitmen yang kokoh dari seluruh pihak yang terpaut serta berkepentingan buat meningkatkan koperasi simpan pinjam serta unit simpan pinjam dengan baik serta benar.

Koperasi ini hendak tumbuh lebih pesat dan bisa lebih berguna untuk anggotanya apabila didukung secara kokoh oleh terdapatnya sistem pengembangan keuangan koperasi yang kenaikan dananya dicoba oleh bank koperasi yang dipunyai serta sekalian digunakan oleh anggotanya(

bagi Sulaeman, dalam Sarwoko, 2009).

Koperasi Simpan Pinjam serta Unit Simpan Pinjam ini ialah lembaga keuangan resmi yang sangat dekat dengan kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah( UMKM), sehingga diharapkan bisa menanggapi hambatan- hambatan yang dirasakan usaha mikro kecil menengah buat mengakses pembiayaan dari perbankan sebab tidak tersedianya jaminan yang layak.

Oleh sebab itu Koperasi Simpan pinjam sepatutnya mempunyai kedudukan

17

besar dalam pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah( UMKM) spesialnya buat penyediaan permodalam untuk para usaha UMKM.

Lembaga keuangan resmi non bank amat dibutuhkan dalam menunjang percepatan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil serta Menengah(

UMKM) paling utama untuk Usaha Mikro Kecil serta Menengah( UMKM) di plosok- plosok serta pedesaan dimana akses lembaga perbankan masih terbatas. Keberadaan sebagian besar Usaha Mikro Kecil serta Menengah(

UMKM) yang tersebar di segala tanah air senantiasa saja tidak hendak terjangkau oleh layanan perbankan yang masih terbatas. Ujungujungnya, Usaha Mikro Kecil serta Menengah( UMKM) hendak senantiasa lari ke Lembaga Keuangan Mikro( LKM) resmi ataupun informal. Oleh sebab itu butuh dicarikan terobosan buat memberdayakan Lembaga Keuangan Mikro( LKM) di luar Bank Rakyat Indonesia( BRI) Unit serta Bank Perkreditan Rakyat( BPR) supaya Usaha Mikro Kecil serta Menengah(

UMKM) bisa mengakses kebutuhan modal dengan gampang serta murah.

Lembaga Keuangan Mikro( LKM) yang sangat pas merupakan buat diberdayakan merupakan KSP( Koperasi Simpan Pinjam) bagi( Sarwoko, 2009).

B. Tinjauan Empiris

Tinjauan empiris di mari merupakan ialah hasil riset terdahulu yang mengemukakan sebagian konsep yang relevan serta terpaut dengan UMKM.

Sebagian hasil riset diartikan yang dijadikan acuan penyusunan skripsi ini antara lain:

Tabel 2.2 Tinjauan Empiris

Koperasi kredit songosay tidak cuma berperan sebagai lembaga pembiayaan untuk membantu masyarakat dalam memperoleh modal usaha namun juga sebagai lembaga penyimpanan uang serta

Hasil penelitian menunjukkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) menujukkan perkembangan yang signifikan dilihat dari 4 indikator yaitu jumlah, anggota, penerapan tenaga kerja, modal sendiri, dan indikator volume usahanya mengalami peningkatan, tetapi satu indikator yaitu modal pinjaman mengalami penurunan.

19

Berdasarkan hasil analisis deskriptif, sistem penyaluran kredit yang di terapkan oleh pihak kospin jasa tidak terlalu sulit.

Calon peminjam hanya membuatkan surat permohonan kredit.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi berpengaruh positif terhadap UMKM, ini terlihat dari beberapa indikator seperti peranan koperasi bagi anggota yang bermanfaat meningkatkan omset produksi, peranan koperasi penyaluran kredit dapat dilihat pada tahun 2014- 2016 mengalami peningkatan, peranan peningkatan omset setelah

meminjam sebesar 88%.

Hasil penelitian menujukkan bahwa koperasi simpan pinjam mandiri memeiliki pengaruh terhadap UMKM dikecamatan air hitam. Satu variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap dan satu variabel bebas lagi berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap variabel terikat

21

C. Kerangka Konsep

Kerangka konsep riset merupakan sesuatu penjelasan serta visualisasi ikatan ataupun kaitan antara konsep sesuatu penjelasan serta visualisasi ikatan ataupun kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang yang lain, ataupun antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dari permasalahan yang diteliti. Konsep sendiri merupakan sesuatu abstraksi yang dibangun dengan menggeneralisasikan sesuatu penafsiran. Hingga dari itu konsep tidak bisa diukur serta diamati secara langsung. Supaya bisa diamati serta bisa diukur konsep tersebut wajib dijabarkan ke dalam variabel- variabel. Dari variabel seperti itu, konsep bisa diamati serta diukur

Salah satu tipe usaha koperasi yang sepanjang ini kerap menolong dalam pertumbuhan Usaha Mikro Kecil serta Menengah( UMKM) merupakan koperasi simpan pinjam. Koperasi simpan pinjam merupakan salah satu wujud koperasi yang mengumpulkan dana dari anggota serta setelah itu diberikan lagi kepada anggotanya selaku dorongan modal buat dimanfaatkan dalam meningkatkan usahanya. Koperasi Simpan Pinjam( KSP) mempunyai peluang buat jadi lembaga keuangan yang baik serta dipercaya oleh warga.

Kuncinya merupakan apabila dibentuk serta dibesarkan dengan baik secara bersama oleh anggotanya. Kesempatan tersebut hendak bisa dicapai apabila didukung oleh terdapatnya perundangan/ ketentuan/ kebijakan yang mencukupi serta komitmen yang kokoh dari seluruh pihak yang terpaut serta berkepentingan buat meningkatkan koperasi simpan pinjam dengan baik serta benar.Dalam menjalankan peran koperasi simpan pinjam, salah satu yang bisa di lakukan yaitu memberikan pinjaman modal kepada pemilik usaha UMKM. Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga

diharapkan bisa memperluas basis ekonomi, dapat memberikan konstribusi signifikan dalam mempercepat perubahan struktural, yaitu meningkatnya perekonomian daerah dan ketahanan ekonomi daerah. Pemilik usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus lebih produktif agar konsumen tertarik sehingga mampu memperoleh pendapataan yang efektif sesuai dengan yang harapkan, hal ini dapat menentukan naik atau turunnya pendapataan.

Gambar kerangka konseptual 2.1.

MENINGKAT/MENURUN USAHA MIKRO KECIL

DAN MENENGAH (UMKM)

KOPERASI SIMPAN PINJAM KOPERASI

PENDAPATAAN USAHA

23 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti menggunakan data orang-orang di tempat penelitian, yang tidak menggunakan prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Peneliti ini menggunakan metode kualitatif karena peneliti ingin menjadi partisipatoris dalam perjalanan penelitian dan metode kualitatif ini cocok untuk menganalisis rumusan masalah penelitian ini.

B. Fokus Penelitian

untuk mempermudah penelti, maka dalam penelitian ini peneliti hanya akan berfokus pada koperasi simpan pinjam berupaya untuk meningkatkan pemdapatan Usaha Mikro Kecil dan Menemgah (UMKM) pada koperasi berkat cabang Tamalanrea di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Dalam Penelitian ini adalah daftar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada koperasi simpan pinjam berkat cabang Tamalanrea di kecamatan Tamalanrea kota Makassar sebanyak 50 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Serta data yang di peroleh dari penanggung jawab koperasi selaku kepala koperasi dan nasabah tersebut.

C. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada koperasi harapan sejahtera kecamatan panakkukang kelurahan pandang kota makassar provinsi sulawesi selatan.

Pemilihan objek penelitian dilakukan karena koperasi ini banyak memberikan

bantuan kepada masyarakat menengah kebawah khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

lama penelitian ini, yaitu dari saat pengumpulan data hingga penulisan selama 2 bulan yaitu dari Desember hingga Januari 2020.

D. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertenut yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajaridan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono 2011) dalam (Kesumawati dkk, 2017 : 11). Populasi dalam penelitian ini adalah daftar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada koperasi simpan pinjam di kecamatan Panakkukang kelurahan Pandang kota Makassar sebanyak 50 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sampel adalah sebagian dari populasi yang di teliti, sampel harus representatif, maksudnya adalah sampel yang dimiliki harus dapat mewakili dari semua karakteristik dari populasi. Penggunaan sampel ini dilakukan karena kegiatan ataupun aktivitas dalam koperasi ini sangat membantu masyarakat yang ingin meningkatkan pendapataan usahanya khusunya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Sampel diambil menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kriteria sebagai berikut:

1. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang melakukan pembayaran tepat sesuai periode yang telah di tentukan.

2. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang aktif telah berdiri atau beroperasi lebih dari 1 tahun.

25

E. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder:

1. Sumber Data Primer

Dalam penelitian ini sumber data primern yakni yang di peroleh dan dikumpulkan lamgsung dari masyarakat sekitar. Yang termasuk sumber data primer adalah (Arikunto, 2014)

a. person, adalah individu atau perseorangan. Sumber data dapat memberikan data berupa suatu jawaban lisani wawancara atau dalam penelitian ini bisa disebut dengan informan. Untuk batasan dalam penelitian kualitatif, tidak ada batasan untuk pengambilan informan.

b. place, adalah data yang diperoleh dari gambaran tentang situasi kondisi

yang berlangsung berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam penelitian. Dalam hal ini berkaitan dngan tempat atau tetang kondisi ynng berlangsung dan berkaitan dengan masalah yang di bahas yaitu pengamatan lngsung dan jawaban dari pngelola koperasi.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti. Seerti pencarian bahan dan teori-teori dengan mempelajari, meneliti, mengkaji, serta menelaah literatur yang berhubungan dengan potensi koperasi terhadap perekonomian masyarakat.

F. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan instrumen berupa :

1. Wawancara

Wawancara merupakan proses komunikasi yang sangat menentukan dalam proses penelitian. Dengan wawancara data yang diperoleh akan lebih mendalam, dalam pelaksanaan wawancara diperlukan keterampilan diri seorang peneliti dalam berkomunikasi dengan responden. Seorang peneliti harus memiliki keterampilan dalam mewawancarai, motivasi tinggi, dan rasa aman, artinya tidak ragu dan takut menyampaikan wawancara.

Seorang peneliti juga harus bersikap netral, sehingga responden tidak merasa ada tekanan spikis dalam memberikan jawaban kepada peneliti.

Dalam penelitian ini mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sistemastis dengan bantuan suatu daftar pertanyaan. Pengumpulan dat dengan tanya jaawab seepihak yang dikerjakan dengan sistematik berdasarkan tujuan dengan masyarakat dan anggota pengelola koperasi.

Pada tahap ini peneliti mengambil informasi dari berbagai narasumber dengan cara memberikan pertanyaan yang berkaitan terhadap objek yang diteliti:

a. Ketua/Anggota pengelola koperasi harapan sejahtera dengan beberapa pertanyaan:

1). Apa saja keunggulan yang ada pada koperasi berkat cabang Tamalanrea?

27

2).Bagaiman peran koperasi dalam meningkatkan pendapataan para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)?

3). Apa saja faktor pendukung dalam mengelola koperasi simpan pinjam?

4). Apa saja faktor penghambat dalam pengelolaan koperasi simpan pinjam dan bagaimana solusinya?

5). Bagaimana danpak koperasi simpan pinjam ini bagi para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)?

b. UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

1). Apakah koperasi memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan?

2). Apakah pendapataan usaha mampu menutupi pembayaran di koperasi berkat cabang Tamalanrea?

3). Bagaimana sistem pembayaran di koperasi berkat cabang Tamalanrea?

4). Apa saja syarat-syarat yang di berikan koperasi terhadap para usaha?

5). Apakah pemberian pinjaman koperasi mampu menguntungkan atau merugikan para usaha?

2. Observasi

Observasi adalah cara dan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara teratur terhadap gejala atau fenomena yang ada pada objek penelitian. Dalam penelitian ini peneliti terjun langsung kelapangan untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Peneliti berpedoman kepada observasi dan mengamati secara langsung situasi dan kondisi yang sedang terjadi di koperasi berkat tamalanrea, kemudian mencatat semua apa yang terjadi di lokasi tersebut, mendeskripsikan semua keadaan sekitar melalui analisis bukti foto sebagai dokumentasi. (Kuntjojo, 2009)

Pada tahap observasi peneliti melakukan pengamatan langsung dan pencatatan sistematika terhadap fenomena-fenomena selama praktik melalui pengamatan pencatatan terhadap gejala-gejalayang diselidiki dengan hasil data:

a. foto koperasi simpan pinjam berkat dan kegiatannya

b. foto Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bersangkutan dengan koperasi simpan pinjam berkat

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah catatan kejadian yang sudah berlalu. Dokumentasi bisa berbentuk gambar, tulisan atau karya monumental dari seseorang.

Peneliti mendokumentasikan semua hasil penelitianmya melalui bentuk catatan dari hasil wawancara, foto, hasil dari data dokumentasi juga dapat

29

berupa buku-buku, majalah, poster, brosur, laporan-laporan kegiatan dan juga file atau data-data.

Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data melalui tulsan atau bahan tetulis yang berhubungan degan masalah maupun variabel penelitiam dengan hasil data berupa buku-buku, majalah, poster, brosur, laporan-laporan kegiatan dan juga file atau data-data.

G. Teknik Analisis

Menurut Bogdan dalam Sugiyono (2013:88) menyatakan bahwa, “analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dariberbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan yang telah dituliskan dalamcatatan lapangan, dokumen resmi, gambar, foto, dan sebagainya. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data seperti yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh.

Aktivitas dalam menganalisis data kualitatif yaitu:

1. Pengumpulan Data

Penelitian dalam tahap ini mengumpulkan data sebanyak-banyaknya yang berkaitan dengan fenomena yang akan diteliti dengan cara mengumpulkan fakta-fakta yang ada melalui dokumentasi dan wawancara .

2. Reduksi Data

Setelah peneliti melakukan tahap pengmpulan data selanjutnya peneliti melakukan reduksi data, Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal yang pokok, mengfokuskan pada hal yang penting, dicari tema serta polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gabaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti dalam melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencari bila diperlukan.

Secara teknis, pada kegiatan reduksi data yang telah dilakukan dalam penelitian ini meliputi: perekapan hasil wawamacara kemudian pengamatan hasil pengumpulan dokumen yang berhubungan dengan fokus penelitian.

3. Penyajian Data

display atau penyajian data, Menyajikan data yaitu penyusunan sekumpulan informasi yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan penarikan Tindakan. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dlakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori,flowchart atau sejenisnya. Dalam penelitian ini, secara teknis data-data ajan disajikan dalam bentuk tes naratif, tabel, foto, bagan.

4. Kesimpulan dan Verifikasi

Langkah yang terakhir dalam metode analisis kualitatif adalah kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal hanya bersifat sementara dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti yang kuat yang mendukung yang mendukung pengumpulan data berikutnya. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum

31

pernah ada, temuan dapat berupadeskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya kurang jelas sehingga menjadi jelas setelah diteliti.

Gambar 3.1 Analisis Data Pengumpulan

data

Reduksi Data

Kesimpulan dan Verifikasi Penyajian Data

32 kota Bulukumba disebuah rumah panggung kecil kepunyaan Almarhum Lambaru yang pekerjaannya waktu itu sebagai Mandor Pasar Kampung Nipa.

Koperasi tersebut di pelopori oleh H. Arifuddin, seorang Pegawai Negeri yang jabatanya waktu itu ialah Wakil Kepala Wilayah Kecamatan Ujung Bulu Kota Bulukumba, setelah melihat dan menyadari bahwa harapan koperasi pada saat itu hampir hilang, sebagai akibat banyaknya koperasi konsumsi yang waktu itu bubar karena mengharapkan pembagian dari pemerintah sudah ditiadakan. Peralian dari pemerintah Orde Lama ke Pemerintah Orde Baru, sebagaimana yang sudah-sudah, maka seluruh Koperasi yang tadinya mengharapkan bantuan tidak aktif dan lama kelamaan membubarkan diri. Akibat kefakuman koperasi masa itu, maka timbul rentenir bagaikan jamur tumbuh di musim hujan, banyak anggota masyarakat yang telibat rentenir utamanya dikalangan pegawai negeri, karena gaji pegawai negeri waktu itu sangat rendah, maka sangat dibutuhkan koperasi simpan pinjam berkat untuk menantisipasi peranan rentenir.

33

Berhubung dengan adanya ketentuan melrang bagi Koperasi Simpan pinjam berusaha dibidang lain selain dari usaha simpan pinjam, maka semua unit usaha yamg terlanjur ada sebelum berlakunua Undang-Undang No.25 tahun 1992, maka dibentuklah sebuah PT (Persero) yang diberi nama PT. Berkat, guna meneruskan unit-unit usaha selain Simpan Pinjam yang dimiliki oleh Koperasi.

Dalam perjalanan dari tahun ke tahun Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Berkat selalu memperhatikan pemantapan usaha-usaha dan organisasi serta administrasi, maka sampai kini telah berhasil dibentuk 28 Kantor Cabang yang berkedudukan di Ibu Kota Kabupaten dan 40 Kantor Cabang Pembantu yang berkedudukan di tingkat wilayah Kecamatan dalam 26 Kabupaten / Kotamadya se Propinsi Sulawesi Selatan dan Propinsi Sulawesi Barat.

Selang hanya 3 (tiga) hari saja, yaitu tanggal 1 Maret 1967, koperasi ini di landasi dengan terbitnya pengakuan/Badan Hukum No. 03 /BH/IV/1967 yang berusaha dibidang Jasa/Simpan Pinjam yang satu satunya di Kab. Bulukumba. Kemudian dengan berlakunya Undang Undang No. 25 Tahun 1992, tentang Perkoperasian maka Koperasi kita menyesuaikan diri dengan Undang Undang yang baru, maka diadakan lagi perobahan Anggaran Dasar dengan No. 06 /BH/PAD/KWK.20/IV/1996, tanggal 22 April 1996 dan jo. No. 55 Tahun 2006, Tanggal 15 Maret 2006.

Di awali dengan modal sebanyak Rp 5.000,- (Lima Ribu Rupiah) ditambah semangat yang besar bekerja dengan bersungguh-sungguh serta dengan penuh keikhlasan dikalangan Pengrus tersebut, maka Koperasi ini

dari tahun ke tahun mengalmi kemajuan yang sangat meyakinkan sehingga anggota dapat mengalami peningkatan kesejahteraan. Simpanan Pokok, Wajib dan Simpanan Lainnya Simpanan Pokok sejak didirikan pertama hanya Rp 50,- (Lima Puluh Rupiah) dan Simpanan Wajib Rp 1,- (Satu Rupiah) perbulan perorag. Perkembangan dari tahun ke tahun selalu diadakan penyesuaian yang sampai saat ini Simpanan Pokok sebesar Rp 400.000,- (Empat Ratus Ribu Rupiah) dan Simpanan Wajib Rp 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah). Selain daripada itu untuk memperbesar Modal Koperasi diupayakan Simpanan Manasuka / Berjangka begitu pula Simpanan Sipatuwo.

4. Struktur organisasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Berkat kantor cabang (Tamalanrea)

Gambar 4.2 struktur organisasi koperasi berkat cabang Tamalanrea Sumber : koperasi simpan pinjamberkat cabang tamalanrea tahun 202

Kepala cabang tamalanrea Asnawi rizal, S.E

Kasir Sri Bulan Pembukuan

Devy P

Penagih 1. Nanang Wardana

2. A. Adrian

35

B. Hasil Penelitian

1. Peran Koperasi Simpan Pinjam

Untuk menjalankan peran koperasi simpan pinjam, salah satu yang bisa di lakukan yaitu memberikan pinjaman modal kepada pemilik usaha UMKM. Pengembangan Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) juga diharapkan mampu memperluas sarana ekonomi dan dapat memberikan konstribusi yang signifikan dalam mempercepat perubahan struktural, yaitu meningkatnya perekonomian daerah dan ketahanan ekonomi daerah. Pemilik usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus lebih produktif agar konsumen tertarik sehingga mampu memperoleh pendapataan yang efektif sesuai dengan yang di harapkan, hal ini dapat menentukan naik atau turunnya pendapataan.

Untuk melihat apakah koperasi telah menjalankan peran secara baik maka dapat dilihat berdasarkan dari hasil wawancara secara langsung kepada kepala penanggung jawab koperasi berkat tamalanrea yaitu bapak Asnawi Rizal mengatakan bahwa “keunggulan dari koperasi berkat ini adalah karena terdapat banayaknya cabang koperasi berkat khususnya di kota Makassar salah satunya tamalanrea sehingga membuat calon nasabah lebih mudah untuk melakukan pinjaman.”

Beliau mengatakan lagi bahwa “koperasi berkat cabang Tamalanrea memiliki peran yang sangat baik, karena di dukung dari beberapa faktor diantaranya pelayanan yang ramah serta lokasi yang strategis sehingga masyarakat lebih mudah untuk mengetahui keberadaan koperasi tersebut dan banyaknya modal yang dapat di salurkan kepada calon nasabah” adapun

faktor penghambat menurut Asnawi Rizal yaitu “ keinginan nasabah yang menginginkan pinjaman yang lebih besar sedangkan jaminan yang nasabah berikan tidak sesuai dengan pinjaman tersebut”. kemudian data yang di peroleh di reduksi artinya merangkum dan memilih bagian pokok dari hasi wawancara dan dokumentasi, selanjutaan dilakukan penyajian data dengan menyusun serta menarik kesimpulan.

Berikut daftar jumlah UMKM yang terdaftar di Koperasi Simpan Pinjam Berkat di tahun 2020.

Table 4.1 Daftar UMKM di Koperasi Simpan Pinjam Berkat tahun 2020

2020

No Nama Jumlah Pinjaman Nama Usaha Jaminan

1 Marwah 5,000,000 Kios BPKB Motor

2 Dr. Hamsina Ruslan 15,000,000 beras BPKB Mobil

3 Sumirati 7,500,000 Gado-Gado BPKB Motor

4 Windaryani 6,000,000 Counter Pulsa BPKB Motor 5 Nurul Wijayanti 25,000,000 Bengkel Sertifikat Tanah

6 Murniati 2,500,000 kios BPKB Motor

7 Sirajuddin 4,000,000 kios BPKB Motor

8 Arham 35,000,000 Grosir Tas SK Dan Sertifikat 9 Erni Ratnasari 25,000,000 Depot Air Sertifikat Tanah 10 Abdul Malik 9,000,000 Counter Pulsa BPKB Mobil

8 Arham 35,000,000 Grosir Tas SK Dan Sertifikat 9 Erni Ratnasari 25,000,000 Depot Air Sertifikat Tanah 10 Abdul Malik 9,000,000 Counter Pulsa BPKB Mobil

Dokumen terkait