• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

2. Pengumpulan data primer

4.2 Koridor Jalan Abdul Hakim, Kota Medan

4.2.1 Konteks Kawasan Koridor Jalan Abdul Hakim, Kota Medan

Lokasi penelitian berada di koridor Jalan Abdul Hakim, Kota Medan yang berada di kelurahan Padang Bulan Selayang I, kecamatan Medan Selayang.

Lingkup kawasan penelitian merupakan koridor Jalan Abdul Hakim sepanjang 1000 m dengan batas timur adalah pintu Jebol Universitas Sumatera Utara dan batas barat adalah tali air di dekat apartemen Skyview (Gambar 4.2).

Gambar 4.2. Peta kawasan lokasi penelitian, koridor Jalan Abdul Hakim, Kota Medan

Sumber : Google Earth, 2019

Untuk mencapai kawasan penelitian dapat dicapai melalui beberapa jalan alternatif. Pertama melalui Jalan Tri Dharma dari Jalan Dr. Mansyur dan yang kedua melalui Jalan Setia Budi (Gambar 4.3.)

Jalan Abdul Hakim adalah jalan kelas DUA dengan lebar 7 meter yang dapat dilalui oleh kendaraan roda empat berdampingan. Jalan ini dapat menjadi akses menuju Pasar II, Jalan Dr. Mansyur, dan kampus Universitas Sumatera USU.

Gambar 4.3. Akses menuju kawasan koridor Jalan Abdul Hakim, Kota Medan Sumber : Google Earth, 2019

Jalan Dr. Mansyur

Jalan Tri Dharma

Jalan Abdul Hakim Jalan Setia Budi

29

Lokasi kawasan penelitian yaitu koridor Jalan Abdul Hakim dikelilingi oleh beberapa fasilitas pendidikan tinggi (Universitas Sumatera Utara, Politeknik Negeri Medan dan Universitas Methodist Indonesia), fasilitas kesehatan (Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dan Rumah Sakit Umum Methodist), fasilitas olahraga (Stadion Mini Universitas Sumatera Utara dan Kolam Renang Selayang), fasilitas komersil (terutama di sepanjang Jalan Dr. Mansyur dan Jalan Setia Budi) dan permukiman padat penduduk disekitarnya (Gambar 4.4). Lokasi koridor Jalan Abdul Hakim dikelilingi tiga perguruan tinggi yaitu Universitas Sumatera Utara, Politeknik Negeri Medan dan Universitas Methodist Indonesia, hal ini semakin mendukung alasan dipilihnya koridor Jalan Abdul Hakim sebagai lokasi penelitian.

Gambar 4.4. Konteks lokasi terhadap fasilitas di sekitar kawasan Sumber : Google Earth, 2019

USU

Area komersil di Jl. Dr. Mansyur

Area komersil di Jl. Setia Budi

4.2.2 Kondisi Eksisting Koridor Jalan Abdul Hakim, Kota Medan

Kondisi eksisting koridor Jalan Abdul Hakim, Kota Medan terdiri dari beberapa jenis fungsi yaitu fungsi rumah tinggal, fungsi jasa komersial, fungsi keagamaan, fungsi pertanian dan lahan kosong yang tidak digunakan. Fungsi rumah tinggal yang terdapat pada kawasan (Gambar 4.5) adalah perumahan warga tipe single dengan ketinggian 1-2 lantai, perumahan warga didalam komplek perumahan dengan ketinggian 1-2 lantai, indekos dengan ketinggian 1-2 lantai dan apartemen dengan ketinggian 19 lantai. Sebagian perumahan warga merupakan tipe bangunan rumah komersial.

Gambar 4.5 Fungsi rumah tinggal pada koridor Jalan Abdul Hakim Sumber : Dokumentasi pribadi, 2020

31

Fungsi jasa komersial yang terdapat pada kawasan terdiri dari beragam jenis yaitu; penginapan, kantor/ perusahaan, rumah makan/ restoran/ kafe, mini market, toko, jasa percetakan (fotokopi dan print), pangkas, bengkel kendaraan bermotor, pertamini (bensin eceran) dan jasa laundry (Gambar 4.6).

Gambar 4.6. Fungsi jasa komersial pada koridor Jalan Abdul Hakim Sumber : Dokumentasi pribadi, 2020

Ketinggian bangunan bervariasi antara 1-2 lantai dan terdiri dari dua jenis yaitu; pertama adalah tipe bangunan rumah komersial yang merupakan gabungan fungsi rumah tinggal dengan jasa komersial, kedua adalah bangunan komersial tipe single khusus untuk jasa komersial.

Fungsi lain yang terdapat pada kawasan adalah berupa fungsi keagamaan yaitu Mesjid Ar-Raudhah dan fungsi pertanian berupa lahan sawah aktif. Pada kawasan koridor Jalan Abdul Hakim, Kota Medan juga terdapat lahan kosong yang tidak digunakan (Gambar 4.7).

Gambar 4.7. Fungsi keagamaan, Fungsi pertanian, dan Lahan kosong pada kawasan

Sumber : Dokumentasi pribadi, 2020

33

4.2.3 Rencana Detail Tata Ruang Koridor Jalan Abdul Hakim, Kota Medan Berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kota Medan Tahun 2015-2035, koridor Jalan Abdul Hakim diperuntukkan sebagai fungsi perumahan kepadatan tinggi (R-1) pada sisi sebelah selatan dan fungsi jasa komersial (K-2) pada sisi sebelah utara (Gambar 4.8)

Gambar 4.8. Peta rencana pola ruang dan zonasi Kecamatan Medan Selayang Sumber : RDTR Kecamatan Medan Selayang, 2015

Definisi perumahan kepadatan tinggi adalah peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan budi daya difungsikan untuk tempat tinggal atau hunian dengan perbandingan yang sangat besar antara jumlah bangunan rumah dengan luas lahan. Tujuan perumahan kepadatan tinggi adalah untuk menyediakan zona untuk pembangunan unit hunian dengan tingkat kepadatan sangat tinggi.

Dalam pembangunan rumah secara vertikal dengan kepadatan sangat tinggi berlaku kepemilikan berdasarkan strata title, dimana setiap pemilik unit hunian memiliki hak menggunakan bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama dan kewajiban yang sama dalam menyediakan fasilitas lingkungan di dalam satuan perpetakannya (apartemen/rumah susun). Perumahan kepadatan tinggi memiliki kriteria yaitu zona dengan wilayah perencanaan yang memiliki

Definisi jasa komersial (K-2) adalah peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan budi daya difungsikan untuk pengembangan kelompok kegiatan perdagangan dan/atau jasa, tempat bekerja, tempat berusaha, tempat hiburan dan rekreasi dengan skala pelayanan regional berupa bangunan tunggal dengan atap menyambung untuk 2 (dua) unit toko/tempat usaha. Tujuan fungsi jasa komersial adalah untuk menyediakan ruang untuk; (1) menampung tenaga kerja, pertokoan, jasa, rekreasi, dan pelayanan masyarakat, (2) menyediakan fasilitas pelayanan perdagangan dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dalam skala pelayanan kota dan lokal dan (3) membetuk karakter ruang kota melalui pengembangan bangunan perdagangan dan jasa dalam bentuk bangunan kopel.

Fungsi jasa komersial memiliki kriteria perencanaan yaitu; (1) skala pelayanan perdagangan dan jasa yang direncanakan adalah tingkat regional, kota, dan lokal, (2) jalan akses minimum adalah jalan kolektor dan (3) sebagai bagian dari fasilitas perumahan dan dapat berbatasan langsung dengan perumahan penduduk.

BAB V

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab analisis dan pembahasan berisi analisis yang terkait dengan penelitian yaitu; (1) Alasan pemilihan Mahasiswa yang menghuni hunian sewa di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan, (2) Perubahan tata ruang di koridor Jalan Abdul Hakim Medan pada tahun 2009 dan 2019 dan (3) Studentifikasi di koridor Jalan Abdul Hakim Medan yang terbagi atas tiga bagian; (a) Analisis pengaruh studentifikasi terhadap pertumbuhan area komersial di koridor Jalan Abdul Hakim Medan, (b) Analisis pengaruh studentifikasi terhadap perkembangan hunian sewa di koridor Jalan Abdul Hakim Medan dan (c) peta area hunian non komersial di koridor Jalan Abdul Hakim Medan.

5.1. Analisis Pemilihan Koridor Jalan Abdul Hakim sebagai Lokasi

Dokumen terkait