• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

2. Pengumpulan data primer

5.3. Studentifikasi di Koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

Analisis studentifikasi di koridor Jalan Abdul Hakim Medan mencakup aspek-aspek yang mengalami perubahan akibat studentifikasi terutama di bidang hunian dan pertumbuhan ekonomi yang mendukung kebutuhan mahasiswa.

Setelah semakin bertambahnya jumlah mahasiswa di lingkungan sekitar kampus

bersamaan dengan pertumbuhan hunian baru, maka proses selanjutnya yang akan hadir adalah pertumbuhan fasilitas pendukung kehidupan mahasiswa tersebut.

Contoh fasilitas pendukung tersebut adalah pertumbuhan rumah makan, kafe, mini market, toko, fotokopi, printing, laundry dan jasa komersial lainnya. Hal ini dikarenakan masyarakat melihat adanya peluang ekonomi akibat kehadiran mahasiswa di lingkungan tersebut, sementara itu mahasiswa juga diuntungkan dengan kehadiran fasilitas pendukung ini sehingga memudahkan mereka untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup dengan lokasi yang mudah dijangkau.

Analisis studentifikasi di koridor Jalan Abdul Hakim Medan dibagi menjadi tiga bagian bahasan yaitu; (a) peta area komersial di koridor Jalan Abdul Hakim Medan, (b) peta area hunian sewa di koridor Jalan Abdul Hakim Medan dan (c) peta area hunian non komersial di koridor Jalan Abdul Hakim Medan.

5.3.1. Peta Area Komersial di Koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

Peta area komersial di koridor Jalan Abdul Hakim Medan terdiri dari beberapa bagian bahasan yaitu; peta persebaran rumah makan, peta persebaran mini market dan toko, peta persebaran fotokopi dan printing, peta persebaran laundry dan peta persebaran jasa komersial lainnya. Pembagian peta ini berdasarkan detail fungsi bangunan yang berada di koridor jalan Abdul Hakim sesuai dengan keadaan di lapangan.

Tabel 5.2. Data bangunan di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan No Jenis Fungsi Detail Jenis Fungsi Jumlah

Unit

45

No Jenis Fungsi Detail Jenis Fungsi Jumlah Unit

Pada Tabel 5.2. merupakan data bangunan beserta fungsinya yang berada pada lokasi penelitian, koridor Jl. Abdul Hakim, Medan. Dari data di atas, fungsi rumah makan dan kafe merupakan bangunan dengan fungsi komersial paling dominan di lokasi penelitian dengan jumlah mencapai 25 unit. Selanjutnya diikuti oleh bangunan komersial dengan fungsi fotokopi dan printing sebanyak 15 unit.

Banyaknya bangunan komersial dengan 2 fungsi di atas disebabkan lokasi penelitian yang merupakan jalan penghubung dari kampus USU ke Jalan Pembangunan, Jl. Setiabudi, jalan-jalan lainnya yang berada di sebelah selatan kampus USU serta Jl. Abdul Hakim sendiri yang banyak menyediakan hunian sewa bagi mahasiswa.

Tabel 5.2 (lanjutan)

Untuk hunian sewa bagi mahasiswa (indekos) terdapat sebanyak 14 unit berada di lokasi penelitian. Serta terdapat sebanyak 13 unit mini market atau toko kelontong, 4 unit tempat jasa cuci pakaian (laundry), dan beberapa fungsi komersial lainnya (4 bengkel, 1 pangkas, 2 pertamini, dan 1 penginapan). Dan terdapat pula 1 unit rumah ibadah berupa masjid yaitu Masjid Ar-Raudhah.

Adapun peta persebaran bangunan komersial di lokasi penelitian akan dijelaskan pada bagian selanjutnya.

5.3.1.1 Peta Persebaran Rumah Makan dan Kafe

Fungsi rumah makan dan kafe merupakan fungsi yang paling banyak ditemukan di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan. Terdapat 24 unit bangunan yang berfungsi sebagai rumah makan dan kafe yang tersebar di sepanjang koridor jalan Abdul Hakim, Medan dan terdapat di kedua sisi jalan yaitu sisi utara dan sisi selatan (lihat gambar 5.7). Posisi rumah makan dan kafe yang tersebar di sepanjang koridor jalan Abdul Hakim, Medan memungkinkan fungsi ini dapat di jangkau oleh seluruh mahasiswa yang tinggal di jalan Abdul Hakim, Medan.

Gambar 5.7. Peta persebaran rumah makan di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan Kehadiran rumah makan dan kafe di koridor jalan Abdul Hakim, Medan disebabkan adanya peluang peningkatan ekonomi akibat kehadiran mahasiswa yang berkuliah di Universitas Sumatera Utara memilih untuk mendapatkan hunian

Rumah makan

Jl. Abdul Hakim

USU

Jalan Abdul Hakim Medan

47

kos di jalan Abdul Hakim, Medan. Hal ini selain menguntungkan masyarakat yang mendapatkan peluang kerja baru juga menguntungkan mahasiswa yang kebutuhan dasarnya untuk hidup dengan nyaman dapat terpenuhi.

Sebagian rumah makan yang terdapat di koridor jalan Abdul Hakim, Medan mangalami perubahan fungsi yang awalnya lahan kosong menjadi rumah makan seperti kafe Pondok Ketapang, kafe Merah Putih dan kafe Kopi Arus Waktu (Gambar 5.8). Alasan perubahan fungsi menjadi jasa komersil ini dikarenakan lokasi tapak yang dekat dengan kampus dan ramai oleh mahasiswa sehingga dimanfaatkan oleh pemilik untuk mendapatkankan peluang peningkatan ekonomi.

Gambar 5.8. Kafe Merah Putih, Kopi Arus Waktu, dan Kafe Pondok Ketapang

Terdapat juga sebagian rumah makan yang mangalami perubahan fungsi yang awalnya rumah tinggal menjadi rumah makan seperti R.M Pariaman dan R.M Bunda Taufik, alasan perubahan fungsi tersebut karena lokasi tapak yang dekat dengan kampus sehingga strategis untuk berusaha dan dimanfaatkan oleh pemilik untuk mendapatkankan peluang peningkatan ekonomi.

Gambar 5. 9. Rumah Makan Pariaman Jaya dan Rumah Makan Bunda Taufik

Sebagian kafe memiliki status milik pribadi seperti kafe Merah putih dan sebagian lainnya memiliki status sewa seperti R.M Pariaman, R.M Bunda Taufik, kafe Pondok Ketapang, dan kafe Kopi Arus Waktu (Gambar 5.9).

Rumah makan dan kafe ini diminati mahasiswa karena menyediakan harga makanan yang terjangkau dan menyediakan fasilitas penunjang seperti wifi.

Beberapa kafe pun dibuka 24 jam sehingga mahasiswa yang tinggal di sekitar dapat mengerjakan tugas sambil duduk di kafe.

Letak kafe dan rumah makan tersebar di sepanjang koridor Jalan Abdul Hakim, tidak terpusat, namun umumnya berdekatan dengan tempat tinggal mahasiswa. Masyarakat sekitar yang melihat peluang menyewakan dengan penyewa yang membuka rumah makan atau kafe untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Bentuk bangunan yang berfungsi sebagai rumah makan dapat dilihat pada Gambar 5.10.

49

Gambar 5.10. Kondisi rumah makan dan kafe di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

5.3.1.2 Peta Persebaran Mini Market dan Toko

Mini market dan toko pada kawasan koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

yaitu sisi utara dan sisi selatan (Gambar 5.11). Pada koridor Jalan Abdul Hakim, Medan terdapat 13 unit bangunan yang diperuntukkan sebagai mini market dan toko. Posisi mini market dan toko yang tersebar di sepanjang koridor jalan Abdul Hakim, Medan memungkinkan fungsi ini dapat di jangkau oleh seluruh mahasiswa yang tinggal di jalan Abdul Hakim, Medan.

Gambar 5.11. Peta persebaran mini market dan toko di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

Kehadiran mini market dan toko di koridor jalan Abdul Hakim, Medan disebabkan adanya peluang peningkatan ekonomi akibat kehadiran mahasiswa yang berkuliah di Universitas Sumatera Utara memilih bertempat tinggal di jalan Abdul Hakim, Medan (Gambar 5.12). Hal ini selain menguntungkan masyarakat yang mendapatkan peluang kerja baru juga menguntungkan mahasiswa yang dapat membeli kebutuhan dasarnya untuk hidup dengan nyaman di mini market dan toko terdekat. Kebanyakan toko ini dimiliki oleh penduduk asli koridor Jalan Abdul Hakim yang mengalihkan rumah pribadinya menjadi toko atau mini market dengan menambahkan ruangan untuk berjualan atau menyimpan barang.

Jl. Abdul Hakim

USU

Mini Market dan Toko Jalan Abdul Hakim Medan

51

Gambar 5. 12. Kondisi toko di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

Keputusan masyarakat untuk membuka mini market dan toko di koridor jalan Abdul Hakim, Medan. menyebabkan beberapa perubahan fungsi di koridor jalan Abdul Hakim, Medan. Indomaret yang dulunya merupakan fungsi tanah kosong berubah menjadi jasa komersial. Terdapat juga toko yang dulunya

merupakan rumah tinggal yaitu Toko Enjel dengan status sewa dan toko yang dulunya merupakan fungsi kos yaitu Toko Husni Jaya dengan status sewa (Gambar 5.13). Alasan perubahan fungsi hunian menjadi fungsi komersil ini dikarenakan lokasi yang dekat dengan kampus sehingga dapat meningkatkan jumlah keuntungan penjualan karena banyak mahasiswa yang diharapkan dapat menjadi konsumen.

Gambar 5.13. Indomaret, Toko Husni Jaya, dan Toko Enjel

5.3.1.3 Peta Persebaran Fotokopi dan Printing

Fotokopi dan printing pada kawasan koridor Jalan Abdul Hakim, Medan tersebar di sepanjang jalan Abdul Hakim, Medan dan terdapat di kedua sisi jalan yaitu sisi utara dan sisi selatan. Fungsi fotokopi dan printing (Gambar 5.14.) terkonsentrasi pada sisi barat koridor jalan Abdul Hakim, Medan yang paling dekat dan berbatasan dengan Universitas Sumatera Utara.

Gambar 5. 14 Peta persebaran fotokopi dan printing di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

Fotokopi dan Printing Jalan Abdul Hakim Medan

Jl. Abdul Hakim

USU

53

Letaknya yang berdekatan dengan USU memudahkan akses dari para mahasiswa USU yang membutuhkan jasa fotokopi dan printing sehingga mobilitas para mahasiswa dapat berjalan lancar. Pada koridor Jalan Abdul Hakim, Medan terdapat 15 unit bangunan yang diperuntukkan sebagai fotokopi dan printing.

Gambar 5.15. Kondisi fotokopi dan printing di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

Kehadiran fotokopi dan printing di koridor jalan Abdul Hakim, Medan disebabkan adanya peluang peningkatan ekonomi akibat kehadiran mahasiswa yang berkuliah di Universitas Sumatera Utara memilih bertempat tinggal di jalan Abdul Hakim, Medan (Gambar 5.15). Hal ini selain menguntungkan masyarakat yang mendapatkan peluang kerja baru juga menguntungkan mahasiswa yang dapat membantu kebutuhan perkuliahan nya di fotokopi dan printing terdekat.

Terdapat fotokopi dan printing yang mengalami perubahan fungsi dari yang dulunya merupakan tanah kosong menjadi fotokopi dan printing seperti Printing dan Fotokopi Palapa dengan status kepemilikan pribadi. Ada juga yang mengalami perubahan fungsi toko kelontong menjadi fotokopi dan printing yaitu Printing dan Fotokopi Asatama dengan status kepemilikan sewa (Gambar 5.16).

Alasan pemilihan lokasi di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan sebagai fungsi fotokopi dan printing karena dekat dengan kampus dan akan banyak mahasiswa yang membutuhkan jasa fotokopi dan printing tertutama saat masa perkuliahan sedang berlangsung.

55

5.3.1.4 Peta Persebaran Laundry

Area laundry pada kawasan koridor Jalan Abdul Hakim, Medan tersebar di sepanjang Jalan Abdul Hakim, Medan dan terdapat di kedua sisi jalan yaitu sisi utara dan sisi selatan. Terdapat 4 unit laundry di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan (Gambar 5.17).

Gambar 5.17. Peta persebaran laundry di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

Kehadiran laundry di koridor jalan Abdul Hakim, Medan disebabkan adanya peluang peningkatan ekonomi akibat kehadiran mahasiswa yang berkuliah di Universitas Sumatera Utara memilih bertempat tinggal di jalan Abdul Hakim, Medan. Hal ini selain menguntungkan masyarakat yang mendapatkan peluang kerja baru juga menguntungkan mahasiswa yang dapat memudahkan memenuhi kebutuhan dasarnya untuk hidup dengan nyaman.

Terdapat perubahan fungsi lahan kosong menjadi fungsi laundry yaitu Tiwa Laundry dengan status kepemilikan sewa (Gambar 5.18). Alasan pemilihan lokasi sebagai fungsi laundry adalah karena lokasi tapak yang ramai dengan mahasiswa sehingga diharapkan dapat menjadi target konsumen kedepannya. Hal ini merupakan salah satu bentuk studentifikasi di koridor Jalan Abdul Hakim Medan dari segi perluasan aspek pendukung ekonomi.

Laundry Jalan Abdul Hakim Medan

Jl. Abdul Hakim

USU

Gambar 5.18. Kondisi laundry di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

5.3.1.5 Peta Persebaran Jasa Komersial Lainnya

Jasa komersial lainnya yang peneliti data pada kawasan koridor Jalan Abdul Hakim, Medan berupa fungsi bengkel, pertamini, pangkas dan penginapan. Fungsi jasa komerisal ini tersebar di sepanjang Jalan Abdul Hakim, Medan dan terdapat di kedua sisi jalan yaitu sisi utara dan sisi selatan koridor Jalan Abdul Hakim, Medan. Terdapat 4 unit bengkel, 2 unit pertamini, 1 unit pangkas dan 1 unit penginapan di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan (Gambar 5.19). Fungsi-fungsi ini merupakan fungsi komersial yang dapat ditemukan di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan.

57

Gambar 5.19. Peta persebaran jasa komersial lainnya di koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

Semua fungsi jasa komersial ini merupakan fungsi-fungsi yang mendukung keberlangsungan hidup mayoritas penghuni di koridor Jalan Abdul Hakim yaitu mahasiswa. Misalnya jasa komersial pengisian bahan bakar kendaraan pertamini dan bengkel yang memang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari dikarenakan banyak mahasiswa yang menggunakan moda transportasi kendaraan bermotor pribadi menuju gedung kuliah dan untuk keperluan lainnya. Munculnya usaha-usaha seperti ini merupakan dampak dari kebutuhan para mahasiswa yang tinggal di koridor Jalan Abdul Hakim.

Dokumen terkait