BAB II HAL-HAL YANG DIKRITIK DALAM LIRIK LAGU
2.3 Korupsi
Tindak korupsi menjadi sasaran kritik utama grup musik SLANK. Kritik tentang korupsi terdapat dalam lagu “Aktor Intelektual”, “Birokrasi Kompleks”, “Bobrokisasi Borokisme”, “Gossip Jalanan”, “Kritis BBM”, dan “Merdeka”. Berikut ini disajikan satu contoh lirik satu lagu yang mengandung kritik tentang korupsi.
(29) Minta disuap Doyan disogok
Seneng disuapin sambil disogok-sogok (Aw) Cari yang basah
Yang banyak air
Di bagi rata Semua diam
Rame-rame kita korupsi berjamaah (Amin) Bobrokisasi Borokisme 2x
Tutup telinga Mulut & mata
Tapi bau busuk masih tercium juga
(SLANK, “Bobrokisasi Borokisme”) Contoh (29) mengandung kritik tindak korupsi. Pada bait pertama ditandai dengan penggunaan kata disuap yang bermakna „diberi uang sogok; disogok‟ (bdk. Sugono, dkk., 2008: 1378). Selain itu, digunakan kata disogok yang bermakna „proses, cara, perbuatan disogok; disuap‟ (bdk. Sugono, dkk., 2008: 1366).
Pada bait kedua ditandai dengan penggunaan kata basah. Makna kata tersebut adalah „licin atau banyak uang suap‟. Selanjutnya digunakan frasa banyak air yang bermakna „banyak uang suap‟. Dalam mengkritik tindak korupsi, digunakan pula frasa dari hulu sampai hilir yang bermakna „dari bawahan sampai atasan; dari pegawai paling rendah jabatannya hingga paling tinggi jabatannya‟.
Kritik tindak korupsi juga terdapat dalam bait ketiga. Hal itu dibuktikan dengan penggunaan kata korupsi itu sendiri. Kata korupsi memiliki makna „perbuatan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan sendiri (spt menggelapkan uang atau menerima uang sogok)‟ (Sugono, dkk., 2008: 756).
Pada bait keempat juga mengandung kritik tindak korupsi. Hal tersebut ditandai dengan adanya frasa bau busuk yang bermakna „tindak kejahatan‟, dalam hal ini adalah tindak korupsi.
Selain itu, frasa atau kata yang menunjukkan kritik tentang korupsi juga terdapat dalam lirik-lirik berikut ini:
(30) Dan memperkaya diri
(SLANK, “Aktor Intelektual”) Contoh (30) mengandung kritik tentang korupsi. Hal itu dibuktikan dengan penggunaan frasa memperkaya diri. Dalam lagu “Aktor Intelektual” tersebut, frasa memperkaya diri bermakna „menjadikan diri sendiri kaya; dalam hal ini mengambil uang rakyat untuk kepentingan pribadi‟.
(31) Yang ngambil uang rakyat
(SLANK, “Aktor Intelektual”) Contoh (31) juga mengandung kritik tindak korupsi. Hal tersebut dibuktikan dengan pemakaian kata ngambil. Kata ngambil merupakan pemendekkan dari kata mengambil yang memiliki makna „memiliki atau merebut‟ (Sugono, dkk., 2008: 50).
(32) Yang sering banyak nyunat Duit haram punya rakyat
(SLANK, “Aktor Intelektual”) Contoh (32) mengandung kritik tindak pidana korupsi. Hal itu ditandai dengan pemakaian kata nyunat. Kata nyunat merupakan bentuk pendek dari kata menyunat yang bermakna „memotong secara tidak sah (tt gaji, dsb)‟ (Sugono,
dkk., 2008: 1389-1390). Selain itu, ditandai juga dengan penggunaan frasa duit haram yang bermakna „uang yang bukan merupakan hak milik pribadi‟.
(33) Mau bikin usaha
Harus lewat sini, lewat sana Meja sini, meja sana
Sogok sini, sogok sana Izin sini, izin
(SLANK, “Birokrasi Kompleks”) Contoh (33) mengandung kritik tindak korupsi. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penggunaan kata sogok. Dalam hal ini kata sogok merupakan pemendekkan dari kata penyogokan yang bermakna „proses, cara, perbuatan menyogok; menyuap‟ (Sugono, dkk., 2008: 1366).
(34) Katanya banyak uang suap polisi
(SLANK, “Gossip Jalanan”) Dalam contoh (34) di atas juga mengandung unsur korupsi. Hal tersebut ditandai dengan adanya kata suap yang memiliki makna „memberi uang sogok; menyogok; menyuapi‟ (Sugono, dkk., 2008: 1378).
(35) Para pejabat foya-foya .. oya .. AHA
(SLANK, “Kritis BBM”) Contoh (35) mengandung kritik tindak korupsi. Hal tersebut ditandai dengan penggunaan kata foya-foya. Kata foya-foya memiliki makna „bersenang
-senang (nonton, makan minum, bermain-main, dsb)‟ (Sugono, dkk., 2008: 418). Dalam hal ini, foya-foya dilakukan dengan menggunakan uang rakyat.
(36) Mengapa dipermudah kalau bisa dipersulit Mengapa harus gratis kalo bisa dapet duit
Kenapa juga pilih yang susah kalo ada yang minta disuapi Kenapa pula pusing cari bisnis kalo banyak dapet komisi
(SLANK, “Merdeka”) Pada contoh (36), kritik tindak korupsi ditandai dengan adanya penggunaan frasa dapet duit yang bermakna „mendapatkan uang suap‟. Selanjutnya, digunakan istilah disuapi yang bermakna „diberi uang sogok; disogok‟ (bdk. Sugono, dkk. , 2008: 1378). Selain itu, digunakan pula kata komisi yang bermakna „imbalan (uang) atau persentase tertentu yg dibayarkan krn jasa yg diberikan‟ (Sugono, dkk., 2008: 742).
(37) Kenapa mesti murah kalo bisa dimark-up-in Kenapa ditenderin kalo bisa dikongkalikongin Kenapa juga harus dikasusin kalo bisa di86-in
Kenapa pula terang-terangan kalo bisa dikasak-kusukkin
(SLANK, “Merdeka”) Kritik tindak korupsi pada contoh (37), ditandai dengan adanya penggunaan kata dimark-up-in yang bermakna „dilebihkan‟. Selain itu, ditandai pula dengan penggunaan kata dikongkalikongin yang bermakna „disepakati secara bersama‟, di86-in yang bermakna „dibereskan (kata sandi dalam Kepolisian)‟, serta kata dikasak-kusukkin yang bermakna „perbuatan mempengaruhi orang lain
secara bersembunyi-sembunyi (tidak terang-terangan) dengan tujuan tertentu (biasanya disampaikan dng cara berbisik)‟ (Sugono, dkk., 2008: 645).
(38) Merdeka ... Tenang ada si markus (Yang bakal beresin)
(SLANK, “Merdeka”) Pada contoh (38) juga terdapat kritik tindak korupsi. Hal tersebut ditandai dengan adanya kata si markus yang merupakan singkatan dari makelar kasus. Kata makelar bermakna „orang atau badan yg menjual barang-barang atas dasar komisi‟ (Sugono, dkk., 2008: 902).
Berikut ini disajikan tabel daftar kata/frasa yang digunakan dalam mengkritik tindak korupsi.
Tabel 5: Daftar Kata/Frasa untuk Mengkritik Korupsi No.
Data Judul Lagu Kata/Frasa Makna
29 Bobrokisasi Borokisme
disuap memberi uang sogok; menyogok; menyuapi disogok proses, cara, perbuatan
menyogok; menyuap basah licin atau banyak uang suap banyak air banyak uang suap
dari hulu sampai hilir
dari bawahan sampai atasan; dari pegawai paling rendah jabatannya hingga paling tinggi jabatannya
korupsi
perbuatan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan sendiri (spt menggelapkan uang atau menerima uang sogok)
bau busuk tindak kejahatan
Intelektual dalam hal ini mengambil uang rakyat untuk kepentingan pribadi 31 Aktor
Intelektual „ngambil memiliki atau merebut 32 Aktor
Intelektual „nyunat memotong secara tidak sah (tt gaji, dsb) duit haram uang yang bukan merupakan
hak milik pribadi 33 Birokrasi
Kompleks sogok
proses, cara, perbuatan menyogok; menyuap 34 Gossip Jalanan suap memberi uang sogok;
menyogok 35 Kritis BBM foya-foya
bersenang-senang (nonton, makan minum, bermain-main, dsb)
36 Merdeka
dapet duit mendapatkan uang suap disuapi memberi uang sogok;
menyogok; menyuapi komisi
imbalan (uang) atau persentase tertentu yg dibayarkan krn jasa yg diberikan
37 Merdeka dimark-up-in Dilebihkan
dikongkalikongin disepakati secara bersama di-86-in dibereskan (kata sandi dalam
Kepolisian)
dikasak-kusukkin
perbuatan mempengaruhi orang lain secara
bersembunyi-sembunyi (tidak terang-terangan) dengan tujuan tertentu (biasanya disampaikan dng cara berbisik)
38 Merdeka si markus (makelar kasus)
orang atau badan yg menjual barang-barang atas dasar komisi