APRESIASI PENYIARANBAB VIII
B. KPID Jabar Award 2016
Sudah selayaknya, setiap peraturan perundang-undangan memegang teguh prinsip keadilan. Tidak boleh ada satu pihak pun, baik secara individu maupun kelompok; baik personal maupun kelembagaan,
hanya dijadikan objek “penderita” suatu aturan, tanpa ada kesempatan untuk mereguk manfaat. Teori Ekonomi Hukum mengajarkan, selain mendapatkan punishment, objek hukum berhak juga mendapatkan reward sebagai akibat dari perbuatan hukumnya.
Pun Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 yang dikenal UU Penyiaran, menyuratkan prinsip keadilan. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang secara tersirat sebagai “pengawal” UU Penyiaran, selain memiliki fungsi, tugas, wewenang, dan kewajiban membuat regulasi, mengawasi program acara, menerima aduan masyarakat terkait program acara yang disajikan lembaga penyiaran, bahkan menjatuhkan sanksi kepada lembaga penyiaran yang melanggar, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap kreativitas positif lembaga penyiaran.
Hal itu berangkat dari pemahaman filosofis bahwa tidak ada satu pun yang ada di dunia ini hanya memberikan satu sisi efek, tetapi selalu dobel-efek: positif dan negatif. Pun eksistensi lembaga penyiaran, satu sisi memang layak diwaspadai dapat memberikan pengaruh negatif pada kognitif, afektif, dan perilaku manusia, terutama anak-anak dan remaja yang berada pada wilayah usia rentan. Banyak sekali penelitian yang telah membuktikan bahwa media penyiaran, baik televisi maupun radio, memiliki keperkasaan untuk membolak-balikkan pikiran, perasaan, dan perilaku manusia.
Namun pada sisi lain, eksistensi lembaga penyiaran pun memberikan kontribusi besar pada peningkatan nilai-nilai kognitif dan afektif manusia;
dapat memandu dan memberikan rujukan pada arah berperilaku positif.
Bahkan, yang lebih realistis, lembaga penyiaran pun dapat menjadi solusi dari sejumlah masalah sosial ekonomi yang berkembang di Republik ini, seperti meramaikan iklim usaha, penanggulangan pengangguran dan mendongkrak pendapatan negara.
Oleh karena itu, UU Penyiaran memperlakukannya dengan adil;
satu sisi menciptakan pagar sebagai rambu-rambu terhadap program acara, sehingga tidak berdampak buruk pada masyarakat, tetapi pada sisi lain melindungi dan memberikan kesempatan pada lembaga penyiaran untuk tetap eksis berkreasi mengabdi pada negeri.
Keadilan itulah di antaranya yang diimplementasikan KPID Jawa Barat dalam mengemban amanah peraturan perundangan penyiaran. Hal itu menjadi teramat penting karena jumlah media penyiaran di Jawa Barat
dari tahun ke tahun terus meningkat. Berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 13 Tahun 2010 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2003 tentang Rencana Induk (Master Plan) Frekuensi Radio Penyelenggaraan Frekuesi Khusus Untuk Keperluan Radio Siaran FM (Frequency Modulation) memberikan Jawa Barat sebanyak 311 Kanal Frekuensi Radio FM. Jumlah ini adalah yang terbanyak se-Indonesia. Provinsi Jawa Barat dibagi dalam 83 wilayah layanan dengan mempertimbangkan kondisi geografi serta potensi ekonomi untuk terjadinya sebuah peluang usaha.
Untuk televisi analog, baik stasiun lokal maupun berjaringan diatur dalam Keputusan Menteri Nomor 76 Tahun 2003 tentang Rencana Induk (master plan) frekuansi Radio Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus Untuk Keperluan Televisi siaran Analog Pada Pita Ultra High Frequency (UHF). Pada dasarnya frekuensi yang digunakan oleh televisi adalah pada kisaran 478 s/d 806 MHz UHF. Mengingat bahwa stasiun pemancar televisi membutuhkan pita frekuensi yang lebar karena harus membawa sinyal video dan sinyal audio (Frequency Carrier), untuk itu pemerintah membagi pengkanalan televisi menjadi 41 kanal yang dibagi dalam 2 band yaitu Band IV (Kanal Bawah) dan Band V (Kanal Atas). Dari ke 41 kanal televisi tersebut, sesuai KM-76 tahun 2003, Provinsi Jawa Barat terbagi dalam 11 wilayah layanan.
Dari pengalokasian kanal televisi tersebut, di dalamnya termasuk 17 TV berjaringan yang lazim oleh masyarakat disebut Televisi Nasional.
Jawa Barat pun menempatkan diri sebagai provinsi dengan jumlah televisi lokal terbanyak. Sampai Juni 2016 terdapat 51 televisi lokal yang sudah berijin, ditambah 1 Televisi Publik, 3 TV Komunitas, dan 13 Radio Komunitas, sehingga di Jawa Barat kini hidup 533 lembaga penyiaran yang esok-lusa sangat mungkin bertambah.
Oleh karena itu, menjalankan amanah UU Penyiaran; membina lembaga penyiaran, bukan pekerjaan yang mudah. Selain melakukan pengawasan, pemantauan, menerima aduan masyarakat, dan menjatuhkan sanksi, KPID Jabar pun memberikan apresiasi kepada lembaga penyiaran dalam bentuk penganugerahan KPID Jawa Barat Award sekaligus menganugerahkan Lifetime Achievement Award kepada warga Jabar yang telah mendedikasikan eksistensinya bagi kemajuan dunia penyiaran di Jawa Barat.
Pada tahun 2016, penganugerahan KPID Jabar Award
diselenggarakan untuk yang ke-9 kalinya. Tema yang diangkat tahun 2016, Mendorong Lahirnya Insan Penyiaran yang Nyeni, Nyakola, Nyunda, dan Narigama. Insan Penyiaran yang nyeni dibuktikan dengan karya kreasi program acara yang memiliki nilai estetika yang tinggi, nyakola dibuktikan dengan karya kreasi konten siaran yang bernilai pendidikan dan memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu dan pengetahuan;
Insan penyiaran yang nyunda ditunjukkan dengan program siaran yang berpihak pada kepentingan masyarakat lokal, narigama membuktikan diri dengan karya program siaran yang sesuai dan sejalan dengan nilai agama, budaya, dan karakteristik Bangsa Indonesia.
Keempat variabel utama itulah yang memandu Dewan Juri dan Komisioner KPID Jawa Barat dalam menentukan indikator penilaian bagi program siaran yang layak mendapatkan Anugerah KPID Award Tahun 2016, baik dalam kreasi bentuk tayangan/siaran Seni dan Budaya Lokal, Berita, Feature, Talkshow, Program Anak, dan Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Semoga reward atas kreasi dan inovasi tinggi lembaga penyiaran yang nyeni, nyakola, nyunda, dan narigama, membawa angin segar menuju program siaran yang lebih sehat sebagai ruh idealisme media dalam menangkal derasnya ancaman kapitalisme media yang makin menjadi-jadi. (Pikiran Rakyat, 2016).
Pada tahun 2016, radio siaran yang ikut serta mengirimkan karya mereka untuk dinilai Dewan Juri adalah 58 stasiun radio yang terdiri dari 49 radio swasta dan 9 radio komunitas. Mereka mengirimkan 117 karya yang terdiri dari 29 berita, 39 talkshow, 25 hiburan seni budaya lokal, 14 program anak, 7 iklan layanan masyarakat, dan 3 siaran pendidikan dan seni budaya lokal radio komunitas.
Lembaga penyiaran televisi yang ikut serta mengirimkan karya mereka untuk dinilai Dewan Juri adalah 19 lembaga penyiaran yang terdiri dari 16 televisi swasta dan 3 televisi publik komunitas. Mereka mengirimkan 117 karya yang terdiri dari 29 berita, 39 talkshow, 25 hiburan seni budaya lokal, 14 program anak, 7 iklan layanan masyarakat, dan 3 siaran pendidikan dan seni budaya lokal radio komunitas.
Berdasarkan Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Provinsi Jawa Barat Nomor 001/SK/KPIDJABAR/9/2016, dalam penyelenggaraan KPID Jabar Award 2016, KPID Jabar mengangkat Dewan Juri Independen yang terdiri dari Prof. Dr. Hj. Atie Rachmiatie, M.Si., Dr. H. Enjang A.S..M.Ag.,M.Si., Eddy D.Iskandar, Yusef Puwasuganda, dan Agatha Lily,
M.Si.
Setelah melalui penilaian Dewan Juri tersebut, KPID Provinsi Jawa Barat melalui Keputusan KPID Jawa Barat Nomor NOMOR: 002/
SK/KPIDJABAR/11/2016 menetapkan Lembaga Penyiaran Radio yang berprestasi dan berhak mendapatkan anugerah KPID Jabar Award 2015.
Pemenang KPID Award Radio tahun 2016 untuk setiap kategori, yakni Kategori Berita (KB), Kategori Feature (KF), Kategori Talkshow (KT), Kategori Iklan Layanan Masyarakat (ILM), Kategori Musik Etnik Daerah Jawa Barat, dan Kategori Program Anak-anak terdapat dalam lampiran 2. Lampiran II Berita Acara Rapat Dewan Juri KPID Jabar Award 2016 NOMOR: 002/SK/KPIDJABAR/11/2016 PEMENANG RADIO KPID JABAR AWARD 2016 KATEGORI BERITA RADIO: Radio LPPL Kab. Bogor Nama Program Bogor hari ini; KATEGORI TALKSHOW RADIO: Radio MQFM Bandung Nama Program Bincang Pendidikan;
KATEGORI HIBURAN (SENI BUDAYA LOKAL) RADIO: Radio GSP Pamanukan Subang Nama Program Kacapi Kongres; KATEGORI PROGRAM ANAK-ANAK RADIO: Radio Lita FM Bandung Nama Program Tali Alit; KATEGORI IKLAN LAYANAN MASYARAKAT RADIO KOMUNITAS: Radio CBS Cirebon Nama Program Permainan Anak; KATEGORI SIARAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN HIBURAN:
Radio Komunitas Bunut Sukabumi Nama Program Hariring Peuting Lengser Jeung Panganten.
Keputusan KPID Jawa Barat Nomor NOMOR: 002 /SK/
KPIDJABAR/11/2016 menetapkan Lembaga Penyiaran televisi yang berprestasi dan berhak mendapatkan anugerah KPID Jabar Award 2016.
Pemenang KPID Award Televisi tahun 2016 untuk setiap kategori, yakni Kategori Berita (KB), Kategori Feature (KF), Kategori Talkshow (KT), Kategori Iklan Layanan Masyarakat (ILM), Kategori Hiburan (Seni dan Budaya Lokal), dan Kategori Program Anak-anak terdapat dalam lampiran 2. Lampiran II Berita Acara Rapat Dewan Juri KPID Jabar Award 2016 NOMOR: NOMOR: 002/SK/KPIDJABAR/11/2016 PEMENANG TELEVISI KPID JABAR AWARD 2016 KATEGORI KATEGORI PROGRAM ANAK TELEVISI: Televisi LPPL Kuningan TV Nama Program Dunia Anak (Lomba Kemerdekaan); KATEGORI HIBURAN SENI DAN BUDAYA LOKAL TELEVISI: Televisi RCTV Cirebon Nama Program Ragam Pranatacara basa Cerbon; KATEGORI PROGRAM SSJ TELEVISI: Televisi NET TV Nama Program NET Jawa Barat;
KATEGORI BERITA TELEVISI: Televisi Bandung TV Nama Program Tanggara Pasundan; KATEGORI FEATURE TELEVISI: Televisi PJTV Bandung Nama Program Bandung Weekly; KATEGORI TALKSHOW TELEVISI: Televisi TVRI Jabar Nama Program Sarasehan Komunitas Pecinta Stasiun Jabar; KATEGORI PROGRAM ANAK TELEVISI: Televisi LPPL Kuningan TV Nama Program Dunia Anak (Lomba Kemerdekaan);
KATEGORI HIBURAN SENI DAN BUDAYA LOKAL TELEVISI:
Televisi RCTV Cirebon Nama Program Ragam Pranatacara basa Cerbon;
KATEGORI PROGRAM SSJ TELEVISI: Televisi NET TV Nama Program NET Jawa Barat .
Lembaga penyiaran yang berprestasi tersebut selain mendapatkan piala dan piagam penghargaan dari KPID Jawa Barat juga hadiah uang pembinaan sebesar Rp8.000.000 (Delapan Juta) rupiah untuk lembaga penyiaran televisi dan Rp7.000.000 (tujuh juta) rupiah untuk lembaga penyiaran radio, dan sejumlah hadiah hiburan lainnya.
Penghargaan Khusus Lifetime Achiefment Award untuk tokoh Jawa Barat yang berperan aktif dalam mengembangkan dunia Penyiaran Radio diberikan kepada H. Demas Korompis yang dikenal dengan panggilan Kang Demas. Penghargaan Khusus Lifetime Achiefment Award untuk tokoh Jawa Barat yang berperan aktif dalam mengembangkan dunia Penyiaran Televisi diberikan kepada Dr. H. Dede Mulkan, M.Si.
yang dikenal dengan panggilan Kang Dekan. Mereka mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Barat dan KPID Jawa Barat Tahun 2016.