• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. KREDIBILITAS PENELITI

Suatu penelitian dapat dikatakan kredibel apabila kita dapat melihat validitas penelitian tersebut. Validitas memiliki arti yaitu sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu pengukuran dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2010). Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrumen.

Dalam penelitian kualitatif, konsep validitas yang digunakan adalah kredibilitas. Ketika mempertanyakan kualitas suatu penelitian kualitatif, kredibilitas merupakan suatu hal yang penting. Hasil penelitian kualitatif memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi apabila penelitian tersebut berhasil

mengeksplorasi masalah atau mendeskripsikan setting, proses, kelompok sosial, atau pola interaksi yang majemuk.

Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural corroboration atau pembuktian struktural. Validitas ini dibuktikan dengan cara melaporkan kepada responden terkait cerita-cerita dan pengalaman mereka sendiri sesuai bukti yang ditujukan.

Validitas lain yang digunakan adalah dengan menggunakan metode triangulasi. Metode ini hampir setara dengan penguatan struktural dikarenakan tujuan dari triangulasi adalah untuk menguatkan suatu hasil penelitian.

Triangulasi ini merujuk pada konsistensi dari suatu penelitian (Smith, 2009).

Metode triangulasi yang dipakai adalah triangulasi data. Peneliti menggunakan berbagai sumber data dan bukti dari situasi yang berbeda. Ada tiga sub jenis yang digunakan untuk memakai metode ini yaitu orang, waktu dan ruang.

- Orang, data-data dikumpulkan dari orang-orang yang berbeda namun melakukan aktivitas yang sama.

- Waktu, data-data tersebut dikumpulkan pada waktu yang berbeda.

- Ruang, data-data tersebut dikumpulkan di tempat yang berbeda.

Bentuk paling kompleks dari triangulasi data adalah dengan menggabungkan beberapa level analisis. Jika data-data tersebut konsisten maka validitas pun akan ditegakkan.

Untuk mencapai level validitas ini, peneliti menarasikan terlebih dahulu pengalaman dari para partisipan. Kemudian hasil narasi tadi dikelompokkan berdasarkan beberapa tema agar data tersebut dapat dipahami. Peneliti menggunakan triangulasi teori yaitu dengan menggunakan berbagai perspektif untuk menafsirkan sebuah data. Penggunaan beberapa teori dapat memberikan pemahaman yang lebih baik saat memahami data.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. PELAKSANAAN PENELITIAN

Pengambilan data dilakukan dengan wawancara yang dilakukan secara terpisah sesuai kesepakatan yang sudah dibuat oleh peneliti dan partisipan.

Sebelum melakukan wawancara peneliti melakukan rapport terlebih dahulu untuk menjelaskan maksud dari wawancara tersebut. Rapport dilakukan untuk membangun perasaan nyaman bagi partisipan kepada si peneliti. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan wawancara antara tiga puluh sampai dengan enam puluh menit. Selama melakukan wawancara peneliti menggunakan alat rekam untuk mengambil data. Kemudian data dalam rekaman tersebut diubah dalam bentuk transkip verbatim wawancara. Peneliti menanyakan kepada partisipan mengenai awal mula menjadi supporter Manchester United, pengalaman-pengalaman, dan kegiatan partisipan selama menjadi supporter Manchester United. Apabila peneliti mandapatkan hal yang menarik, maka peneliti melakukan probing untuk mengembangkan wawancara menjadi lebih tertata.

Tabel 4.1

Pelaksanaan Wawancara

No. Partisipan

Pelaksanaan Wawancara Tanggal dan

Waktu Tempat

1 MJR 4 Mei 2015

17.30-18.00 Rumah Partisipan

2 GRV 5 Mei 2015

22.00-22.40 Rumah Partisipan

3 AND 11 Mei 2015

17.30-18.00 Rumah Partisipan

Tabel 4.2

Pelaksanaan Validasi dan Triangulasi

No. Partisipan

Pelaksanaan Validasi dan Triangulasi

Tanggal dan Waktu

Tempat

1

MJR 14 Mei 2015

11.00-12.00 Rumah Partisipan

2 GRV 17 Mei 2015

20.00-21.30 Egois Café

3 AND 20 Mei 2015

10.00-11.30 Rumah Partisipan

B. PROFIL PARTISIPAN 1. Profil MJR, Partisipan 1

Partisipan MJR adalah seorang mahasiswa yang baru saja menyelesaikan masa studinya di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Subjek berjenis kelamin laki-laki berusia 22 tahun. Subjek merupakan mahasiswa yang datang dari luar Yogyakarta. Oleh karena itu MJR tinggal di rumah kos di dekat kampusnya. MJR memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 2,85. Saat ini subjek sedang tidak menjalin relasi dengan lawan jenisnya.

Subjek mendukung klub sepak bola Manchester United sejak tahun 2007 saat subjek masih bersekolah di SMA. Alasan subjek menyukai Manchester United adalah dirinya ketika itu tidak bisa menjawab pertanyaan teman perempuannya mengenai perbedaan klub sepak bola Manchester United dan Manchester City. Subjek pun akhirnya mulai mencari informasi terkait Manchester United. Akhirnya MJR menyukai Manchester United karena membaca cerita tentang manager Manchester United saat itu Sir Alex Ferguson. MJR menyukai Manchester United karena permainan mereka yang menarik.

Untuk mendukung klub favoritnya, MJR mengumpulkan beberapa aksesoris dari Manchester United seperti tas, stiker, tempelan dinding, serta mengumpulkan kostum (jersey) Manchester United dalam beberapa musim. MJR mampu menghapal beberapa chants (yel) Manchester

United. Selama mendukung Manchester United, MJR mengeluarkan uang minimal 100.000 rupiah untuk membeli merchandise Manchester United setiap bulannya. Subjek tergabung dalam salah satu anggota komunitas pendukung Manchester United di Yogyakarta. MJR menjadi member di komunitas tersebut karena dirinya di kos tidak memiliki televisi. Subjek ingin merasakan gemuruh supporter saat Manchester United mencetak gol.

Dari sekian banyak pertandingan yang dijalani oleh Manchester United, MJR memilih pertandingan melawan Chelsea pada tahun 2012 sebagai pertandingan yang berkesan bagi dirinya. Hal itu dikarenakan Manchester United saat itu bisa menyamakan kedudukan menjadi 3-3 setelah sempat tertinggal 3-0 terlebih dahulu.

Partisipan merasa dirinya masih kurang dalam mendukung Manchester United. Hal ini dikarenakan dirinya masih belum memiliki pekerjaan sehingga MJR hanya membeli merchandise sedikit demi sedikit. Subjek berniat untuk terus berusaha menambah intensitasnya dalam mendukung Manchester United karena dirinya beranggapan bahwa jika kita telah menyukai sesuatu maka tidak ada salahnya untuk memperdalaminya.

Selama menjadi fans Manchester United dirinya terkadang mendapatkan ejekan dari supporter klub lain. Tetapi, MJR tidak menanggapi ejekan tersebut karena menurut subjek Manchester United

lebih besar ketimbang tim tim yang didukung oleh orang yang mengejeknya.

2. Profil GRV, Partisipan 2

Partisipan GRV adalah mahasiswa semester lima di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. GRV berjenis kelamin laki-laki dan berusia 20 tahun. Subjek merupakan mahasiswa yang berasal dari luar Yogyakarta. Saat ini subjek sedang tidak menjalani hubungan khusus dengan lawan jenisnya. GRV saat ini memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,38.

Partisipan mengaku bahwa ia menyukai Manchester United sejak 2003 di saat usianya masih delapan tahun. Ia menyukai Manchester United karena pamannya adalah supporter dari klub tersebut. GRV menyukai Manchester United karena kultur sepak bolanya cepat dibandingkan liga Italia dan Spanyol yang lebih mengandalkan tekhnik.

Alasan waktu penayangan acara sepak bola Inggris menjadi alasan GRV lebih menyukai Manchester United.

Selama ini GRV selalu mengumpulkan kostum/jersey Manchester United setiap musimnya. Subjek merasa merchandise lain tidak lebih penting ketimbang mengumpulkan kostum Manchester United. Selama mendukung Manchester United, ia rata-rata menghabiskan uang sebesar 300.00 setiap bulannya.

Partisipan tergabung dalam komunitas salah satu pendukung Manchester United di Yogyakarta sejak tahun 2014. Ia merasa bahwa bergabung ke dalam komunitas sebagai suatu investasi. Subjek melihat perbedaan harga untuk mengikuti nonton bareng sebagai faktor yang membuatnya ingin bergabung dengan komunitas. Ia memilih bergabung dengan komunitas agar mendapatkan teman-teman baru.

Pertandingan Manchester United yang paling berkesan menurut GRV adalah ketika Manchester United meraih juara Liga Champions Eropa tahun 2007-2008. Subjek merasa saat itu Manchester United akan kalah ketika dalam adu pinalti tendangan salah satu pemain Manchester United tidak masuk ke gawang. Namun Manchester United berhasil menjadi juara ketika kiper Manchester United berhasil menepis dua tendangan pinalti lawan. Pertandingan tersebut menjadi berkesan bagi GRV karena saat itu ia berteriak-teriak hingga jam lima pagi sampai membangunkkan tetangganya yang sedang beristirahat.

Partisipan sering mendapat ejekan dari teman-temannya yang supporter klub lain saat masih bersekolah. Apabila mendapat ejekan, subjek mencoba menyanggah dan tidak segan-segan untuk membalas ejekan dari temannya tersebut. Namun seiring bertambahnya usia, GRV memilih untuk tidak mendengarkan ejekan tersebut dan bersikap biasa saja karena menurutnya hal itu hanya menghabiskan energi saja.

3. Profil AND, Partisipan 3

Partisipan AND adalah mahasiswa yang sedang menyelesaikan masa studinya di salah satu universitas di Yogyakarta. Subjek berjenis kelamin laki-laki dan berusia 22 tahun. AND saat ini tinggal bersama teman-temannya di salah satu rumah kos dikarenakan dirinya berasal dari luar Yogyakarta. Subjek sedang menjalin relasi khusus dengan lawan jenis. AND memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 2,50.

Subjek menyukai Manchester United dikarenakan dirinya mengidolai mantan pemain Manchester United yaitu David Beckham.

Subjek menyukai Manchester United karena kejayaan mereka bersama David Beckham dan Sir Alex Ferguson pada tahun 2000.

Selama menjadi supporter Manchester United, AND selalu hadir di acara nonton bareng dan mengikuti perkembangan klub setiap harinya.

Hal ini dilakukan karena AND menyukai sepak bola dan merasa mendapatkan hiburan dari olahraga tersebut. Subjek selalu membeli kostum tim Manchester United setiap musimnya. AND beranggapan bahwa kostum sepak bola adalah barang yang antik.

AND memilih untuk tidak tergabung dalam komunitas pendukung Manchester United. Hal ini dikarenakan masa studinya yang akan selesai sebentar lagi. Subjek merasa bahwa dirinya tidak memiliki waktu untuk mendaftar karena subjek sebentar lagi akan lulus dari studinya. Meskipun

begitu, AND tetap ikut serta dalam acara nonton bareng yang digelar oleh komunitas supporter Manchester United di Jogjakarta.

Partisipan memilih pertandingan Manchester United melawan Manchester City sebagai pertandingan paling berkesan bagi dirinya. Hal itu dikarenakan gol salah satu pemain Manchester United Robin Van Persie membuat Manchester United meraih kemenangan 3-2.

Pertandingan tersebut dianggap sangat berkesan karena pada musim sebelumnya Manchester United dikalahkan 6-1.

Partisipan merasa tidak masalah apabila klub favoritnya mendapat ejekan dari supporter klub lain. AND merasa bahwa dalam sepak bola saling ejek antara satu klub dengan klub lain adalah hal biasa. Apabila klub favoritnya berada dalam posisi terbawah maka dirinya akan mendapatkan ejekan dari supporter klub lain. Subjek bahkan sering memaki pemain dari klub favoritnya sendiri apabila mereka bermain buruk.

Subjek lebih memilih untuk mengorbankan jadwal lain demi menyaksikan pertandingan Manchester United. Menurut subjek, pertandingan Manchester United sangatlah penting. Bahkan subjek masih menyaksikan pertandingan Manchester United pada dini hari meskipun pada pagi hari AND akan menghadapi ujian.

C. DESKRIPSI HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian pada bagian ini berdasarkan analisis wawancara dari para partisipan. Analisis pada bagian ini memunculkan tema yang beragam dari para partisipan. Berdasarkan hasil analisis terhadap isi wawancara tersebut maka didapatkan tema besar mengenai makna fanatisme dari seorang supporter klub sepak bola Manchester United. Tema-tema tersebut adalah sebagai berikut:

1. Wujud Fanatisme

Berdasarkan tabel di atas, peneliti mengelompokkan wujud fanatisme supporter klub sepak bola Manchester United ke dalam lima kelompok yaitu:

1. Rutin menyaksikan Manchester United tiap pertandingan.

2. Menikmati hasil karya klub.

3. Mendekatkan diri dengan klub atau pemain idolanya.

4. Tergabung ke dalam komunitas supporter.

5. Menomor satukan klub sepak bola favoritnya.

Menyaksikan Manchester United setiap pertandingan dilakukan dengan menyaksikan klub idolanya bertanding setiap pertandingannya.

Ketika menyaksikan pertandingan tersebut tidak jarang supporter menyanyikan lagu klub atau chant sebagai penyemangat untuk klub idolanya. Bahkan supporter Manchester United akan memaki pemain dari klub idolanya apabila bermain buruk.

Tiap Manchester United ditayangkan baik itu disiarkan di tv lokal maupun tidak itu pasti saya nonton bareng bersama mereka. Tapi seiring berjalannya waktu, saya Cuma nonton kalau Manchester United nya tidak ditayangkan di tv lokal. Kalau ditayangin saya nonton tempat temen saja. (MJR)

Selama menonton kadang berteriak gol. Kadang saya juga ikut menyanyikanitu meski tidak hafal semuanya. Cuma hafal hanya dibagian tertentu saja. (MJR)

Dulu waktu SD belum terlalu sering. Paling kalau liga Inggris mainnya jam 7, 8, atau jam 10 malam. Kalau pas SMP dan SMA setiap pertandingan Manchester United selalu berusaha untuk tidak melewatkan. Kalau untuk kuliah aku lihat apakah besok selasa itu ada tugas atau aku harus bangun pagi atau gak. (GRV)

Selama nonton kalau sudah mulai aku ngechant bareng sama yang negchant karena itu untuk menghilangkan ketegangan juga.

(GRV)

Seberapa sering kamu menonton pertandingan Manchester United? Setiap pekan. Setiap ada pertandingan. (AND)

Biasanya saya sering memaki entah itu pemain Manchester United sendiri atau pemain lawan. Terutama untuk pemain United apabila dia memang saya lihat dia bermain buruk, maka saya sering berteriak. (AND)

Menikmati hasil karya klub idola diwujudkan dengan mengoleksi merchandise seperti jersey (seragam klub idolanya) dan aksesoris lain,

mengumpulkan video, foto, ataupun gambar yang berkaitan dengan Manchester United, dan menghafal chant atau lagu kebesaran klub.

Ya kalau tiap musimnya Manchester United ganti kostumnya.

Setiap satu tahun sekali itu minimal satu kostum saya beli untuk kostum utamanya Manchestte United. Kalau lagi jalan0jalan terus menemukan barang berlogo Manchester United saya beli.

(MJR)

Kamu menyimpan gambar-gambar atau video Manchester United gitu gak? Banyak. Biasanya dapat dari mana? Dari fanpage nya United Army, kalau gak dari Unitednya resmi, blognya United. Kalau gak dari medsos pemainnya sendiri.

(AND)

Kalau kamu hafal chantnya Manchester United? Sebagian saya hafal. (AND)

Soal barang aku cukup jarang punya. Paling sekadar jersey setiap tahun selalu beli. (GRV)

Wujud fanatisme berikutnya adalah mendekatkan diri dengan klub idola atau pemain idolanya. Dalam wawancara yang telah dilakukan peneliti, diketahui bahwa cara mereka mendekatkan diri dengan idola bersifat tidak langsung yaitu dengan mempunyai pemain idola serta mengikuti kiprah pemain atau klub di media sosial . Hal ini dikarenakan mereka dipisahkan oleh jarak yang tidak memungkinkan untuk bertemu secara langsung dan masih mengutamakan beberapa prioritas yang

dianggap mereka sangat penting. Akan tetapi para partisipan memiliki keinginan untuk dapat bertemu dengan klub idolanya suatu hari nanti.

Apakah kamu mengikuti atau memfollow pemain Manchester United? Ya…. Saya follow. Siapa saja? Seperti David De Gea, itu kipernya. Saya sendiri juga seorang kipper maka saya harus follow De Gea. Terus Wayne Rooney, Cris Smalling, terus Jonny Evans, Angel Di Maria. (MJR)

Emmhh.. memfollow iya. Beberapa aku follow yang sering memposting. Cuma kalau yang jarang-jara nggak. (GRV)

Kamu mengikuti kiprah para pemainnya gak di sosial media?

Ada yang kamu follow atau kamu ikuti? Hampir semua saya ikuti.

(AND)

Wujud fanatisme berikutnya adalah bergabung ke dalam komunitas supporter klub sepak bola Manchester United. Dalam komunitas tersebut terdapat kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan setiap minggunya seperti nonton bareng serta bermain futsal sesama anggota komunitas. Alasan mereka bergabung di dalam komunitas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti memiliki ketertarikan yang sama antar anggota, ingin merasakan atmosfer gemuruh saat kesebelasan idolanya mencetak gol, serta menambah relasi pertemanan.

Ya makanya gak salahnya buat ikut komunitas biar kita bisa nonton sama-sama tim yang kita dukung itu. Terus ikut dengan sama-sama menonton tim itu rasanya menyenangkan. Apalagi

ketika mencetak gol. Teriakan gemuruh itu rasanya minta ampun senangnya. (MJR)

Terus saya melihat waktu saya masih di United Indonesia chapter Tangerang saya dapet banyak temen. Teman baru gak Cuma dari sekolah atau rumah tapi teman dari komunitas itu sendiri saya dapat. Kan karena di komunitas itu kan gak cuma nobar doing tapi ada juga futsalan, main kemana-mana gitu. Jadi ya nambah relasi selain investasi sederhana itu. (GRV)

Fanatisme supporter klub sepak bola Manchester United diwujudkan dalam kehidupan mereka yang menjadikan Manchester United sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan dengan cara mengubah jadwal lain yang lebih penting demi menonton pertandingan Manchester United. Bahkan, salah satu subjek memilih untuk menonton pertandingan Manchester United meski keesokan harinya harus melaksanakan ujian. Mereka memandang klub idolanya sebagai sesuatu yang sangat penting dalam kehidupannya

Kalau misalnya ada jadwal lain yang berbenturan dengan pertandingan Manchester United? Saya tetap akan mengorbankan jadwal lainnya daripada Manchester unitednya.

(AND)

Contohnya saya pernah janjian sama pacar saya mau pergi. Tapi saya baru ingat kalau malam itu malam minggu dan Manchester United main dan saya cancel perginya. Terus ketika itu FA CUP ditayangkan dini hari dan selesainya hamper jam enam pagi dan

jam tujuhnya saya ujian pun saya tetap menonton pertandingan Manchester United. (AND)

Dimatamu Manchester United itu apa? Bisa dikatakan kalau itu istri pertama lah. (AND)

Cinta pertama. Sebelum aku mengenal perempuan. Sebelum hormon laki-lakiku bisa menyukai seorang perempuan, aku udah jatuh cinta duluan dengan Manchester United. Jadi ya kayak gitusih. Amn United itu bukan lagi sebuah hal yang membuat aku harus nonton mereka setiap minggu cuman ya Manchester United itu cinta. Ya Manchester United itu cinta aku. (GRV)

2. Makna Fanatisme

Peneliti menemukan bahwa fanatisme supporter klub sepak bola memiliki beberapa makna seperti Klub sebagai pembentuk identitas diri, membuat supporter seolah memiliki kedekatan emosi terhadap klub, sebagai sarana untuk memotivasi diri, keinginan membentuk relasi, dan munculnya tekanan-tekanan yang datang dari lingkungan sosial.

Fanatisme yang dilakukan terhadap klub idolanya dapat membentuk identitas atau citra diri kepada supporter. Pembentukan identitas ini membuat supporter merasa menjadi sosok yang penting dalam segala aktivitas yang dilakukan klub idolanya. Pembentukan identitas ini ditunjukkan dengan supporter yang suka menggunakan atribut klub

favoritnya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sebagai bentuk eksistensi dari seorang supporter terhadap klub kesayangannya.

Terus panitianya itu mereka menyanyikan yel Manchester United.

Kadang saya juga ikut nyanyi meskipun tidak hafal semuanya.

(MJR)

Ketika pertandingan udah dimulai aku….. kalau nonton bareng aku ngechant bareng sama yang ngechant pastinya. Karena itu untuk menghilangkan ketegangan juga. (GRV)

Kalau untuk jerseynya sendiri untuk dipakai buat kemana aja?

Ya buat keseharian. Misal dalam acara apa gitu, bisa juga buat ke kampus karena sebagian ada yang berkerah.

Fanatisme membentuk emosi yang cukup kuat bagi supporter terhadap klub kebanggaannya. Hal ini ditandai dengan reaksi yang timbul ketika klub idolanya mendapatkan hasil yang memuaskan ataupun tidak dalam setiap pertandingan yang dijalani klub idolanya. Hasil pertandingan yang diperoleh klub dapat mempengaruhi aktivitas supporter di kehidupan sehari-hari.

Itu awalnya kecewa berat karena kalah 3-0. Apalagi waktu itu melawan tim seperti Chelsea. Nonton sambil dada ini panas, sesak, pengen emosi, teriak caci maki, sampe mata ini udah merah. (MJR)

Dan kalau kalah jujur saya pasti sedih. Cuman kalau tuh dulu waktu SD SMP itu saya sering nangis kalau Manchester United

kalah. Kalu sekarang cuman lebih ke jadi galau aja sih jadi males gerak, gak mood mau ngapa-ngapain. Kekalahan dapt menghancurkan mood saya. (GRV)

Ya tentunya kalau dari menonton pertandingan Manchester United, tidak puas kalau mereka sedang kalah. Kalau menang pun kadang saya merasa tidak puas. (AND)

Fanatisme supporter kepada Manchester United dapat meningkatkan motivasi dalam diri mereka. Motivasi yang dimiliki pun bermacam-macam. Ada yang menjadikan klub sebagai motivasi untuk menabung agar bisa membeli merchandise klub, motivasi untuk keluar dari permasalahan, atau sebagai langkah untuk mendapatkan hobi yang baru. klub atau pun pemain idola dijadikan sebagai panutan ataupun sumber belajar bagi supporter.

Di mata saya dia adalah contoh bagi saya untuk seorang kipper seperti saya. Saya mencoba mengikuti tekhnik-tekhnik kipernya De Gea. Ketenangannya apalagi saat satu lawan satu dengan pemain lawan dia tidak sekali ambil. Akhir-akhir ini terutama saat main futsal saya tidak mengikuti untuk sekali ambil juga. Akhir-akhir ini terutama saat saya main futsal saya tidak tidak mencoba untuk sekali ambil juga. Bisa dibilang selain sebagai patokan dia juga sebagai sumber untuk meningkatkan skill saya. (MJR)

Makna fanatisme supporter terhadap klub idolanya dlakukan untuk membentuk relasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini menunjukkan keinginan supporter Manchester United untuk berusaha

lebih dekat dengan klub favoritnya. Sejauh ini bentuk dari mendekatkan diri tersebut masih bersifat tidak langsung dengan cara menyimpan foto dan video klub favoritnya ataupun hanya sebagai pengikut di media sosial pemain maupun klub. Akan tetapi, partisipan memiliki keinginan untuk lebih dekat kepada Manchester United dengan membeli jersey original klub agar dapat membantu keuangan klub secara langsung.

Kalau menambah nilai ya niat itu pasti ada apalagi kalau sudah dapat kerjaan dan pakai uang sendiri dan ingin mengumpulkan jersey Manchester United setiap musim saya pengen beli dua.

Sekarang saya hanya mengumpulkan jersey utamanya saja. Maka saya mau bisa mengumpulkan dua atau mungkin tiga jersey Manchester United di setiap musimnya. (MJR)

Ada dan kenapa saya bilang masih Sembilan karena saya belum

Ada dan kenapa saya bilang masih Sembilan karena saya belum

Dokumen terkait