1. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif):
a. Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %.
b. Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %.
c. Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %.
d. Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh).
e. Bila belum mencapai nilai tujuh Siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut.
B. PERTANYAAN
1. Jelaskan tujuan system pengapian pada kendaraan? 2. Gambarkan rangkaian system pengapian konvensional? 3. Jelaskan fungsi setiap komponen system pengapian berikut!
a. Coil Pengapian b. Distributor c. Kondensor d. Busi
4. Jelaskan kerja coil pengapian saat kontak poin tertutup dan saat kontak poin terbuka!
5. Jelaskan mengapa sudut Dwell yang tepat penting untuk mendapatkan pengapian yang baik!
6. Jelaskan keuntungan system pengapian elektronik!
7. Pada gambar di bawah ini tunjukkan komponen yang digunakan pada kontruksi sensor posisi poros engkol dudukan distributor.
8. Jelaskan cara kerja sensor Hall yang mengacu pada sudu rotary untuk menghasilkan sinyal out-put!
9. Jelaskan bagaimana system EST mengendalikan saat penyalaan! 10. Jelaskan cara kerja Sistem pengapian CDI!
11. Jelaskan cara kerja flywheel system pengapian magneto!
12. Jelaskan mengapa system pengapian harus distel sesuai dengan jadwal dan spesifikasi yang ditetapkan pabrik!
13. Identifikasi hal-hal apa saja yang perlu diperiksa selama prosedur servis untuk semua komponen yang ada dalam daftar
-Tutup didistributor
-Rotor
-Busi
14. Jelaskan langkah-langkah menyetel saat pengapian dengan menggunakan timing light!
15. Jelaskan langkah-langkah penggantian distributor!
Kunci Jaw aban
1. Tujuan system pengapian pada kendaraan.
Jaw aban:
- Untuk menyediakan percikan bunga api pada saat yang paling tepat untuk mendapatkan unjuk kerja engine terbaik pada seluruh kondisi engine.
2. Gambar di bawah ini menunjukan komponen sistem pengapian konvensional.
Keterangan:
1. Batere 2. Kunci Kontak 3. Coil Pengapian 4. Distributor 5. Kapasitor 6. Kontak poin 7. Busi 8. Kabel Busi
Jaw aban:
Agar secara otomatis merubah saat pengapian sesuai perubahan putaran engine.
3. Jelaskan fungsi setiap komponen system pengapian berikut!
Jaw aban:
a. Coil Pengapian: Untuk merubah tegangan rendah menjadi tegangan tinggi untuk dapat menghasiljan percikan bunga api. b. Distributor: Dudukan Cam dan kontak poin. Dudukan untuk
perangkat pemaju pengapian. Mendistribusikan listrik tegangan tinggi pada busi yang tepat (sesuai urut-urutan pengapian).
c. Kondensor: Menbantu kolapnya medan magnet dan mencegah terjadinya percikan bunga api pada kontak poin.
d. Busi: Menghasilkan percikan bunga api untuk menyulut/membakar campuran udara/bahan bakar.
4. Jelaskan kerja coil pengapian saat kontak poin tertutup dan terbuka!
Jaw aban:
Arus (istrik mengalir melalui rangkaian primer dan tiiitan primer coil menghasilkan induksi medan magnet di sekeliling lilitan coil (inti coil) Pada saat kontak poin terbuka arus primer berhenti, medan magnet kolap. kolapnya medan magnet menghasilkan induksi tegangan tinggi pada lilitan sekunder.
5. Jelaskan mengapa sudut Dwelt yang tepat penting untuk mendapatkan pengapian yang baik!
Jaw aban:
Sudut Dwell yang tepat penting untuk menghasilkan kejenuhan medan magnet coil pengapian dan mengurangi kerusakan kontak poin.
6. Jelaskan keuntungan system pengapian elektronik! Jawaban:
a. Tidak menggunakan kontak poin
b. Tidak memerlukan perawatan kontak poin c. Sudut Dwell ditentukan oleh unit pengapian d. Saat penyalaan lebih tepat
e. Percikan bunga api lebih lama dan lebih besar
7. Pada gambar di bawah ini tunjukkan komponen yang digunakan pada kontruksi sensor posisi poros engkol dudukan distributor.
Jaw aban: Tutup Sudu
Rotary
Sudu Penghimpun
8. Jelaskan cara kerja sensor Hall yang mengacu pada sudu rotary untuk menghasilakan sinyal out-put!
Jaw aban:
Jika tidak ada sudu yang berada di cefah medan magnet menyebabkan munculnya tegangan Hall. Jika sudu berada pada celah elemen Hall terlindung dari medan magnet, tidak muncul tegangan Hall.
9. Jelaskan bagaimana system EST mengendalikan saat penyalaan!
Jaw aban:
Sistem EST menggunakan beberapa sensor untuk memantau kondisi kerja engine. Modul menghitung saat pengapian yang dibutuhkan dan memberikan sinyal ke coil pengapian untuk memberikan pengendalian pengapian.
10.Jelaskan cara kerja Sistem pengapian CDI!
Jaw aban:
Transformator meningkatkatkan tegangan sumber 12 volt menjadi 400 volt untuk mengisi kapasitor penyimpan. Pada saat penyalaan therystor dipicu, kapasitor mengosongkan muatannya melalui lilitan primer menghasilkan pembentukan medan magnet yang sangat cepat, yang menyebabkan kenaikan tegangan pada lilitan sekunder yang menghasilkan tegangan tinggi yang diaiirkan ke busi.
11.Jelaskan cara kerja flywheel system pengapian magneto!
Jaw aban:
Saat flywheel berputar magnet menginduksi tegangan pada liiitan primer, arus mengalir membentuk medan magnet di sekeliling coil pengapian. Saat kontak poin terbuka arus terhenti, medan magnet kolap menginduksi tegangan tinggi pada iilitan sekunder dan menghasilkan tegangan tinggi yang dialirkan ke busi.
12. Jelaskan mengapa system pengapian harus disetel sesuai dengan FO dan spesifikasi yang ditetapkan pabrik!
Jaw aban:
13. Identifikasi hal-hal apa saja yang perlu diperiksa selama prosedur servis untuk semua komponen yang ada dalam daftar
Jaw aban:
- Kabel tegangan tinggi
Keretakan, terbakar, atau insulasi rusak
- Kabel tegangan rendah
a) Terbakar, insulasi retak atau rusak
b) inti kawat terurai atau rusak pada terminalnya
c) Kekuatan sambungan terminal terhadap dudukannya
- Coil Pengapian a) Kebocoran oli
b) Insulasi atau retak pecah c) Kerusakan eksternal
- Tutup distributor
a) Retak, insulasi pecah, clip rusak atau lemah b) Terminal terbakar atau rusak
c) Sambungan karbon kendor atau rusak
d) Memeriksa korosi pada puncak tutup bagian dalam
- Rotor
a) Blade kendor atau rusak
b) Insulasi retak atau karbon retak c) Klip pengikat patah atau rusak
- Busi a) Kerusakan Insulator b) Ekektroda eroded c) Sil rusak d) Ulir rusak e) Insulasi retak
2. Matikan engine dan pasang timing light 3. Lepas sambungan selang vacuum
4. Bersihkan tanda timing pada poros pulley 5. Hidupkan engine
6. Arahkan timing light pada tanda timing, Periksa dan stel saat pengapian 7. Kencangkan baut pengikat distributor dan periksa ulang saat pengapian 15.Jelaskan langkah-langkah penggantian distributor!
Jaw aban:
1. Posisikan rotor sehingga balde-nya berada tepat segaris dengan bagian puncak badan disributor
2. Bila rotor bergerak saat busi dikeluarkan, tentukan posisi baru penunjukan rotor
3. Sejajarkan tanda yang terdapat di badan didtributor dan blok engine dan masukkan distributor
4. Mungkin perlu menggerakkan sedikit badan rotor maju atau mundur untuk memungkinkan penggerak distributor terkait
5. Tepatkan posisi klem dan masukkan baut pengikat 6. Kencangkan baut pengikat dengan tangan
7. Sambungkan kabel tegangan rendah ke distributor
8. Pasang kembali tutup distributor dan kabel tegangan tinggi 9. Sambungkan kembali kabel negatip ke batere
10.Stel saat pembakaran sesuai spesifikasi pabrik
11.Kencangkan baut pengikat distributor sesuai spesifikasi pengencangan
12.Pastikan pipa vacuum dihubungkan ke unit advanver setelah saat pengapian di setel.