• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Kriteria Diterimanya Pembiayaan berdasarkan

Kriteria Diterimanya Pembiayaan Mudharabah

No Kriteria Diterimanya Pembiayaan

Grading Koperasi Karyawan

Grade A Grade B Grade C

1 Maksimum Eksposur per Koperasi Karyawan (Potensi pembiayaan = end users x estimasi end user limit facility)

80% dari potensi Pembiayaan atau 10 % dari eksposur pembiayaan kopkar 70% dari potensi Pembiayaan atau 10 % dari eksposur Pembiayaan Kopkar 60 % dari potensi Pembiayaan atau 10% dari eksposur pembiayaan Kopkar 2 Kolateral / Piutang 100 % O/S 100 % O/S 100 % O/S 3 Maksimum platfond per

anggota

Rp 100 juta Rp 100 juta Rp 50 juta

4 Anggota di cover Asuransi Jiwa

Wajib Wajib Wajib

4.4.1 Prinsip Penilaian Kelayakan Mitigasi Risiko

Dalam rangka mendapatkan kualitas pembiayaan yang lebih baik, khususnya untuk penyaluran pembiayaan kepada nasabah untuk disalurkan kembali kepada anggotanya, agar diperhatikan hal- hal sebagai berikut : 1. Proses sosialisasi yang dilakukan unit bisnis minimal memperoleh hasil

kriteria nasabah seperti tercantum pada persyaratan umum

2. Proses analisis harus dilakukan secara komprehensif dengan penajaman pada aspek kinerja nasabah, karakter dan pengalaman para pengurusnya, serta kinerja dan prospek usaha dari perusahaan dimana para anggota nasabah bekerja (industry overview). Hal ini perlu dilakukan karena menyangkut kelancaran sumber pembayaran angsuran nasabah (dari potongan gaji anggota)

3. Wewenang pemutusan kerjasama pembiayaan PKK sesuai dengan keputusan direksi terakhir mengenai wewenang pemutusan pembiayaan.

4. Melakukan verifikasi terhadap kemampuan anggota (melalui slip gaji terakhir) atas pembiayaan yang disalurkan dari nasabah, dengan batasan Cash Ratio (CR) bagi :

4.1 Pegawai Negeri Sipil (PNS) : maksimal 35 % dari Take Home Pay (THP)

4.2 Pegawai Swasta / BUMN

b. maksimal 40% dari THP sebesar Rp 10 juta sampai dengan Rp 20 juta

c. maksimal 50 % dari THP sama atau lebih dari Rp 20 juta.

5. Penyaluran Pembiayaan dari nasabah kepada anggotanya hanya diberikan kepada anggota yang berstatus karyawan tetap minimal 2 tahun yang masih aktif dan jangka waktu pembiayaan tidak melebihi usia pensiun.

4.4.2 Syarat Penandatanganan

1. Hasil BI Checking atas nama Nasabah dan/atau perusahaan tempat para anggota bekerja menunjukkan hasil yang positif, apabila kolektibilitas dua atau lebih maka persetujuan batal.

2. Nasabah telah mengembalikan Surat Persetujuan Prinsip Pembiayaan (SP-3) yang telah ditandatangani oleh pengurus yang berwenang sesuai AD/ART Nasabah terakhir atau perubahannya, di atas materai.

3. Nasabah telah melengkapi/menyerahkan persyaratan kriteria usaha sesuai dengan ketentuan.

4.4.3 Syarat Pencairan Fasilitas Pembiayaan

1. Akad pembiayaan telah ditandatangani secara notariil oleh para pengurus Nasabah yang tercantum dan sesuai dengan RAT terakhir. 2. Pengurus Nasabah telah menyerahkan Surat Pernyataan Pinjaman dan

Kuasa serta perintah pendebetan rekening (standing instruction, guna pembayaran angsuran pokok, nisbah, biaya administrasi, biaya notaries, biaya asuransi serta kewajiban lainnya yang akan timbul.

3. Syarat yang harus dipenuhi oleh para anggota Nasabah yang akan dibiayai :

a. Status anggota minimal 2 tahun sebagai karyawan tetap

b. CR maksimal 35 %(bagi PNS) dan 50% bagi Pegawai Swasta / BUMN) dari THP setelah dikurangi potongan-potongan yang menjadi kewajiban anggota Nasabah yang bersangkutan

c. Anggota yang bersangkutan telah mendapatkan rekomendasi tertulis dari pemimpin kantor / atasannya

d. Yang bersangkutan telah menyerahkan surat pernyataan dan kuasa yang telah ditandatangani di atas materai Rp 6.000,-

e. Anggota yang akan mendapatkan pembiayaan wajib menyampaikan data lengkap seperti : Nama, NIP, Status Pegawai, Golongan / Jabatan, Rincian pendapatan, tujuan permohonan pembiayaan dan besarnya nominal pembiayaan.

4. Pencairan fasilitas didasarkan atas permohonan pengurus Nasabah dengan melampirkan bukti pengajuan dari para anggotanya.

4.4.4 Ketentuan Pelaksanaan Pembiayaan Mudharabah

1. Atas pencairan pembiayaan yang telah dilakukan, pengurus Nasabah wajib menyampaikan laporan nominatif daftar pencairan dan tujuan penggunaannya kepada Bank

2. Selama pembiayaan belum lunas,Nasabah berkewajiban untuk menyalurkan seluruh aktivitas keuangan melalui cabang Bank dan secara periodik petugas Bank berhak untuk menyalurkan seluruh

aktivitas keuangan melalui cabang Bank dan secara periodik petugas Bank berhak untuk melakukan pemeriksaan, baik terhadap transaksi keuangan dimaksud maupun atas kegiatan usaha Nasabah secara keseluruhan.

3. Apabila terjadi perubahan pengurus maka hal tersebut harus segera dilaporkan ke Bank paling lambat 10 hari setelah terbentuknya pengurus baru

4. Semua biaya yang timbul akibat pembiayaan ini menjadi beban Nasabah dan dibayar dimuka

5. Anggota yang memperoleh pembiayaan diminta untuk membuka rekening di Bank (Tabungan Muamalat, TabunganKu atau Giro Muamalat) untuuk menampung penyaluran pembiayaan dari Nasabah 6. Bila kondisi diatas tidak dapat diaplikasikan maka instruksi

pemindahbukuan/ transfer harus dilakukan melalui Bank ke rekening anggota di Bank guna memastikan penyaluran pembiayaan ditujukan kepada anggota Nasabah

7. Apabila terdapat anggota Nasabah yang melunasi pembiayaan sebelum masa jatuh tempo maka pelunasan tersebut harus langsung disetorkan ke Bank sebagai pelunasan sebagian dari total fasilitas pembiayaan yang diterima Nasabah.

a. Pengajuan pembiayaan oleh karyawan tetap dari Koperasi Karyawan (bukan karyawan dari perusahaan induk) dimungkinkan melalui mekanisme pengajuan penyimpangan kepada Komite Pembiayaan b. Koperasi Karyawan yang mengajukan pembiayaan untuk

pembiayaan investasi / modal kerja dalam rangka mengerjakan proyek yang diperoleh dari perusahaan induknya, tidak termasuk dalam ruang lingkup pembiayaan consumer melainkan pembiayaan Small & Medium Enterprise (SME)

c. Pembiayaan kepada Koperasi Mandiri (yang tidak memiliki perusahaan yang menaungi) dan Koperasi Sekunder (yang anggotanya adalah Koperasi Primer/BMT) tidak termasuk dalam ruang lingkup Pembiayaan Koperasi Karyawan.

4.4.5 Hal- Hal yang harus diperhatikan dalam Pembinaan dan Monitoring Pembiayaan Mudharabah

1. Dalam penyaluran Pembiayaan Koperasi Karyawan ini, unit bisnis ditekankan untuk melakukan tindakan antisipasi dan berkewajiban melakukan monitoring terhadap Nasabah secara ,intensif, antara lain dengan memverifikasi setiap anggota yang mengajukan pembiayaan ke berbagai sumber yang tepat, agar tidak terjadi pembiayaan fiktif, serta selalu memonitor kinerja nasabah dan perusahaan tempat para anggota bekerja.

2. Nasabah wajib menyerahkan data lengkap anggota Nasabah sebagai peminjam/ pengguna PKK kepada Bank, yang meliputi : nama anggota,

NIP, status pegawai, golongan / jabatan, rincian pendapatan, tujuan permohonan pembiayaan dan besarnya nominal pembiayaan.

3. Untuk menjamin Service Level Agreement (SLA) dalam rangka menyediakan respon kepada nasabah secara konsisten dan cepat maka diupayakan selurh ketentuan yang tertuang dalam Prosedur Pelaksanaan ini dapat dipenuhi oleh setiap pengajuan pembiayaan.

4. Risk Assesment

a. Sebelum masuk level komite, proposal pembiayaan dengan limit tertentu sesuai ketentuan Risk Management Division (wajib dilakukan independent financing risk assessment oleh Financing Risk, baik oleh financing Risk Officer ataupun oleh Financing Risk Staff , sesuai dengan limitigasi kewewenangan pemutusan pembiayaan yang berlaku

b. Financing Risk Officer ataupun Financing Risk Staff melakukan proses lebih lanjut sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku

c. Dalam hal Nasabah berkeberatan atas persyaratan yang ditetapkan oleh Bank Muamalat maka Nasabah wajib menyampaikan secara tertulis keberatan atau usulan perubahan persyaratan pembiayaan yang diinginkan. Pengajuan keberatan atau perubahan syarat tersebut harus dilakukan Nasabah dalam masa berlakunya Offering Letter yaitu 14 hari kerja dari tanggal Offering Letter. Setiap perubahan, baik struktur fasilitas pembiayaan, jaminan, maupun persyaratan

yang diminta nasabah, yang dapat menimbulkan risiko cukup signifikan harus melalui Financing Risk Management serta mendapat persetujuan dari komite pembiayaan.

5. Pencatatan kode sektor ekonomi Nasabah mengacu pada kode sub sektor ekonomi Jasa Dunia Usaha Lainnya.

Dokumen terkait