3.4. Kriteria Inklusi dan Eksklusi
3.4.2 Kriteria Eksklusi
• Masyarakat yang tidak sehat.
• Masyarakat yang tidak bisa menggunakan gadget.
• Masyarakat yang tidak mengisi kuisioner secara lengkap.
3.5. INSTRUMEN PENELITIAN
Instrument penelitian yang digunakan adalah kuisioner. Kuisioner tersebut sudah dilakukan validitas dengan nilai r 0.913. Pengambilan data dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada masyarakat di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir hingga sampel terpenuhi.
Universitas Sumatera Utara
3.6. DEFINISI OPERASIONAL Usia Lama hidup responden
dari lahir sampai saat penelitian
Kuisioner Nominal 1. 17-30 tahun 2. 31-40 tahun 3. 41-50 tahun Pekerjaan Kegiatan utama yang
dilakukan responden dan
Kuisioner Nominal 1.PNS 2. Wiraswasta
Kuesioner Ordinal -Laki-laki -Perempuan
Kuesioner Ordinal Baik (Kode 1) Baik apabila
27
3.7. METODE PENGOLAHAN DATA
Pengolahan data dilakukan secara manual. Langkah-langkah pengelolaan data pada umumnya melalui langkah-langkah sebagai berikut :
a. Pemeriksaan Data (editing), adalah memeriksa daftar pertanyaan pada lembar kuesioner yang diserahkan oleh para pengumpul data. Selanjutnya kuesioner dikumpulkan kepada peneliti dan diperiksa kembali untuk memastikan kelengkapan jawaban. Setelah memastikan bahwa semua pernyataan diisi lengkap, peneliti memberi kode dari lembar kuesioner responden.
b. Memberitahu Data Kode (coding), adalah pada tahap pengolahan ini peneliti mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari para responden ke dalam kategori.
c. Scoring, adalah menentukan skor atau nilai untuk setiap item pernyataan dan menentukan nilai terendah dan tertinggi. Setelah diberi skor kemudian dimasukkan ke skala data.
d. Memasukkan Data (entry data), adalah jawaban-jawaban yang sudah diberikan kode kategori kemudian dimasukkan dalam tabel dengan cara menghitung frekuensi data. Memasukkan data dengan cara menggunakan Statistic Program for Social Science (SPSS) versi 21.
e. Tabulasi (Tabulating)
Tabulating merupakan proses pengolahan data yang bertujuan untuk membuat tabel-tabel yang dapat memberikan gambaran statistik sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori.
3.8. METODE ANALISA DATA
Analisis Univariat dilalukan terhadap setiap variabel dari hasil penelitian dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi sehingga menghasilkan distribusi persentase dari setiap variabel.
Universitas Sumatera Utara
28
Variabel Frekuensi (n) Persentase (%)
Usia
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Laki-laki 35 35.0
Perempuan 65 65.0
Total 100 100
Pekerjaan Frekuensi Persentase
PNS 29 29.0
Pendidikan Frekuensi Persentase
SD 4 4.0
SMP 20 20.0
SMA 49 49.0
Sarjana 27 27.0
Total 100 100
Berdasarkan tabel 4.1 menyatakan bahwa mayoritas berusia 31-40 tahun sebanyak (38%). Berdasarkan jenis kelamin paling banyak responden perempuan (65%). Berdasarkan pekerjaan paling banyak responden bekerja sebagai wiraswasta (31%). Berdasarkan pendidikan paling banyak responden dalam kategori SMA (49%).
Universitas Sumatera Utara
29
4.1.2 Tabulasi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi COVID-19 Melalui Virtual
Tabel 4.3 Tabulasi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi COVID-19 Melalui Virtual.
Pengetahuan
Berdasarkan tabel 4.3 menyatakan pengetahuan yang baik berdasarkan usia paling tinggi pada kategori usia 21-30 tahun sebanyak (44,8%) berpengetahuan cukup paling tinggi pada kategori usia 41-50 tahun sebanyak (61,1%), dan berpengetahuan kurang paling tinggi pada kategori 41-50 tahun sebanyak (11,1%).
4.1.3 Tabulasi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi COVID-19 Melalui Virtual
Tabel 4.4 Tabulasi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis kelamin terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi COVID-19
Melalui Virtual.
Berdasarkan tabel 4.4 menyatakan pengetahuan yang baik berdasarkan jenis kelamin paling tinggi pada kategori Perempuan sebanyak (41,5%) berpengetahuan cukup paling tinggi pada kategori Laki-laki sebanyak (65,7%), dan berpengetahuan kurang paling tinggi pada kategori Perempuan sebanyak (7,7%).
Universitas Sumatera Utara
4.1.4 Tabulasi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi COVID-19 Melalui Virtual
Tabel 4.5 Tabulasi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi
COVID-19 Melalui Virtual,
Berdasarkan tabel 4.5 menyatakan pengetahuan yang baik berdasarkan pekerjaan paling tinggi pada kategori PNS sebanyak (51,7%) berpengetahuan cukup paling tinggi pada kategori petani sebanyak (65,2%), dan berpengetahuan kurang paling tinggi pada kategori wiraswasta sebanyak (12,9%).
4.1.5 Tabulasi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi COVID-19 Melalui Virtual
Tabel 4.6 Tabulasi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi COVID-19 Melalui Virtual.
Pengetahuan
Berdasarkan tabel 4.6 menyatakan pengetahuan yang baik berdasarkan pendidikan paling tinggi pada kategori S1 sebanyak (42,3%) berpengetahuan cukup paling tinggi pada kategori SMP sebanyak (65%), dan berpengetahuan kurang paling tinggi pada kategori SD sebanyak (20%).
Universitas Sumatera Utara
31
4.1.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi COVID-19 Melalui Virtual
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi COVID-19 Melalui Virtual.
Pengetahuan Frekuensi (n) Persentase (%)
Baik 38 38.0
Cukup 56 56.0
Kurang 6 6.0
Total 100 100
Berdasarkan tabel 4.2 menyatakan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap pandemic COVID-19 melalui virtual paling banyak dalam kategori cukup (56%), kategori baik (38%), dan kategori kurang (6%).
4.1.7 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi COVID-19 Melalui Virtual
Tabel 4.7 Distrisbusi Jawaban Responden Mengenai Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Terhadap Pandemi COVID-19 Melalui Virtual.
No. Pernyataan Benar Salah
n % n %
1. Apakah yang dimaksud dengan COVID- 19 94 94.0 6 6.0
2. Apa itu COVID-19 82 82.0 18 18.0
3. Dimanakah kasus covid pertama kali di
temukan 46 46.0 54 54.0
4. Menurut bapak/ibu apakah manfaat masker dapat mencegah terjadinya COVID-19?
61 61.0 39 39.0
5. Masker yang bagaimana yang digunakan masyarakat untuk mencegah COVID-19
61 61.0 39 39.0
6. Gejala apa sajakah yang muncul pada saat terpapar virus COVID-19
29 29.0 71 71.0
7. Melalui Bagaimanakah cara penularan
COVID-19 30 30.0 70 70.0
8. Terdiri dari apa sajakah pembagian kasus pada
COVID-19 78 78.0 22 22.0
9. Bagaimanakah cara agar terhindar dari
COVID-19 63 63.0 37 37.0
10. Dalam menanggulangi wabah COVID-
19 pemerintah menghimbau agar masyarakat melakukan physical distancing. Bagaimanakah cara melakukan physical distancing yang baik agar terhindar dari COVID-19
76 76.0 24 24.0
Universitas Sumatera Utara
11. Untuk beribadah di tempat ibadah ,apa saja
yang harus di perhatikan 15 15.0 85 85.0
12. Bagaimanakah etika batuk dan bersin yang
bapak/ibu ketahui 73 73.0 27 27.0
13. Bagaimanakah cara bapak/ibu mencegah
terinfeksinya COVID-19 13 13.0 87 87.0
14. Menurut bapak/ibu apa sajakah yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko COVID-19
42 42.0 58 58.0
15. Menurut bapak/ibu kapan dan siapa yang harus
menggunakan masker 74 74.0 26 26.0
16. Menurut bapak/ibu bagaimanakah cara
menggunakan masker yang benar? 59 59.0 41 41.0
17. Menurut bapak/ibu bagaimanakah cara
melepas masker dengan benar 44 44.0 56 56.0
18. Bagaimanakah cara bapak/ibu menjaga
lingkungan rumah tetap sehat agar terhindar ddari COVID-19
95 95.0 5 5.0
19. Menurut bapak/ibu kapankah waktu
penting cuci tangan menggunakan sabun 79 79.0 21 21.0
20. Menurut bapak/ibu siapa sajakah yang paling beresiko tinggi dan bisa berakibat fatal jika terinfeksi COVID-19
66 66.0 34 34.0
Berdasarkan tabel 4.7 menyatakan bahwa masih banyak responden berpengetahuancukup mengenai COVID-19. Masih banyak responden yang menjawab pert anyaan yang salah mengenai COVID-19. Berdasarkan tabel 4.7 menyatakan bahwa pada soal nomer 1,2,3 yang mencakup pengetahuan COVID-19 paling banyak masyarakat menjawab benar pada pernyataan nomor 1 sebanyak 94%, nomor 2 sebanyak 82% dan pada soal nomor 3 sebanyak 54%.
Berdasarkan pertanyaan pencegahan dengan menggunakan masker pada nomor 4 dan 5 menjawab benar sebanyak 61%. Berdasarkan gejala pada nomer 6 yang paling banyak menjawab salah sebanyak 71%. Berdasarkan pertanyaan mengenai cara penularan pada nomer 7 yang menjawab salah sebanyak 70%. Pada nomor 8 mengenai pembagian kasus covid sebanyak 78% menjawab benar.
Pada pernyataan nomor 9 agar terhindar dari COVID-19 sebanyak 63%
menjawab benar. Pada pernyataan nomor 10 mengenai penaggulangan pemerintah dalam menanggulangi wabah COVID-19 sebanyak 76%. Pada pernyataan nomer 11
Universitas Sumatera Utara
33
mengenai tempat beribadah paling banyak menjawab salah 85%. Pada pernyataan nomer 12 mengenai etika batuk dan bersin paling banyak menjawab benar 73%.
Pada pernyataan nomer 13 mengenai mencegah terinfeksinya COVID-19 paling banyak menjawab salah 87%. Pada pernyataan pada nomer 14 dalam hal menurangi risiko COVID-19 sebanyak 41% menjawab benar. Pada nomer 15 mengenai menggunakan masker sebanyak 74%. Pada nomer 16 mengenai penggunaan masker yang yang menjawab benar sebanyak 59%. Pada nomer 17 mengenai melepas masker sebanyak 56% menjawab salah.
Pada pernyataan nomor 18 mengenai menjaga lingkungan rumah tetap sehat sebanyak 95% menjawab benar. Pada pernyataan nomor 19 mengenai waktu penting mencui tangan sebanyak 79% menjawab benar. Pada pernyataan nomor 20 mengenai yang paling beresiko tinggi dan bisa berakibat fatal sebanyak 66%
menjawab benar.
4.2 PEMBAHASAN
Menurut asumsi peneliti mengenai pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paling banyak masyarakat berpengetahuan cukup. Masyarakat mengetahui tentang COVID-19 dikarenakan banyaknya informasi mengenai COVID-19 di televisi, media massa dan gadget mereka masing-masing. Untuk tindakan masih banyak masyarakat yang belum baik karena ketidakpedulian dan kurangnya kesadaran walaupun pada dasarnya mempunyai pengetahuan baik dan. Responden pengetahuan yang baik dikarenakan sebagian mendapatkan dukungan dari keluarga agar tehindar dari penyakit COVID-19. Masih banyak juga masyarakat yang beranggapan bahwa jika COVID-19 tidak akan menyerang tubuh mereka, sehingga masih banyak masyarakat yang masih tidak peduli contohnya dengan tidak menggunakan masker pada saat berpergian, bahkan kadang pada saat mereka berobat ke puskesmas.
Berdasarkan penelitian terhadap 41 pasien pertama di Wuhan terdapat 6 orang meninggal (5 orang pasien di ICU dan 1 orang pasien non-ICU). Kasus kematian banyak pada orang tua dan dengan penyakit penyerta. Kasus kematian pertama pasien lelaki usia 61 tahun dengan penyakit penyerta tumor intraabdomen dan
Universitas Sumatera Utara
kelainan di liver. Indonesia juga termasuk negara dengan kasus infeksi COVID- 19 yang terus meningkat setiap harinya. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai infeksi COVID-19 sehingga kurangnya kesadaran masyarakat dalam pencegahan terjadinya COVID-19. Tingkat pengetahuan masyarakat sangat mempengaruhi pencegahan penyakit tersebut. Jika masyarakat disiplin, memiliki kesadaran tinggi, mau melindungi sesama, social distancing akan menahan laju penyebaran COVID-19.
Berdasarkan hasil distribusi pengetahuan masyarakat beserta distribusi kategori pengetahuan masyarakat tentang pandemi COVID-19, dikategorikan memiliki pengetahuan yang cukup terkait pandemi COVID-19 yang ditunjukkan dengan mayoritas jawaban benar pada item-item pertanyaan yang diberikan terkait pandemi COVID-19. Pengetahuan adalah salah satu hal yang penting diperhatikan dalam rangka penanganan kasus COVID-19. Pengetahuan masyarakat khususnya dalam mencegah transmisi penyebaran virus SARS-CoV-2 sangat berguna dalam menekan penularan virus tersebut (Law, Leung, & Xu, 2020).
Kategori usia ini berkaitan dengan rentang usia yang kebanyakan aktif menggunakan jejaring sosial Whatsapp di kehidupan sehari-hari. Dapat dilihat dari hasil penelitian ini usia 31-40 tahun aktif menggunakan Whatsapp dan memiliki persentase paling tinggi yang bersedia mengisi kuesioner ini.
Dengan memiliki pengetahuan yang baik terhadap suatu hal, seseorang akan memiliki kemampuan untuk menentukan dan mengambil keputusan bagaimana ia dapat menghadapinya (Purnamasari, Ika; Raharyani, 2020). Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian klinis lainnya, dimana dari 1.102 responden di Indonesia, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik terkait social distancing dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 dengan prevalensi mencapai 99% (Yanti et al., 2020). Selain itu, penelitian lain di Provinsi DKI Jakarta juga memberikan hasil yang berbeda dengan penelitian ini yaitu 83%
responden memiliki pengetahuan yang baik dalam pencegahan COVID-19 (Utami, Mose, & Martini, 2020). Dari beberapa penelitian tersebut, maka dapat dilihat bahwa pengetahuan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemecahan terhadap permasalahan khususnya terkait COVID-19.
Universitas Sumatera Utara
35
Terlihat pada penelitian ini bahwa jumlah responden dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan responden laki-laki. Menurut Noviana (2011), wanita lebih peduli terhadap kesehatan dan lebih banyak melakukan pengobatan mandiri. Selain itu tingkat kesediaan dan respon positif responden perempuan untuk mengikutsertakan sebagai subjek penelitian lebih tinggi dibandingkan responden laki-laki. Sehingga hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah responden perempuan lebih banyak dibandingkan responden laki-laki.
Berdasarkan Pekerjaan responden dapat dikatakan bervariasi bila dilihat dari persentasenya. Adapun hubungan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan tentang COVID-19 yakni apabila bergerak dalam bidang kesehatan, maka informasi yang didapat mengenai COVID-19 dapat meningkat, dan informasi tersebut dapat disebarkan ke masyarakat (Romziyah, 2020). Sedangkan jika berdasarkan pekerjaan secara umum tidak terdapat hubungan antara pekerjaan dengan pengetahuan tentang COVID-19 (Prihati et al, 2020). Hal ini sesuai dengan penelitian ini dimana diperoleh hasil dimana responden yang tidak bekerja, mahasiswa, petani, wiraswasta, dan PNS memperoleh hasil tingkat pengetahuan rata-rata baik dan cukup, hal ini dapat terjadi karena paparan informasi tentang COVID-19 sudah sangat sering disebarluaskan oleh berbagai media.
Sedangkan hasil berdasarkan pendidikan masyarakat, dibuktikan dengan persentase SMA dengan pengetahuan baik. Masyarakat dengan pendidikan yang lebih tinggi lebih mudah dalam menerima dan menyerap suatu informasi. Tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pengetahuan, terbukti pada penelitian Yasin (2004) tentang pengaruh tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengobatan sendiri (self medication) di Wilayah Kabupaten Sleman Jogjakarta menyatakan bila tingkat pengetahuan meningkat, maka tingkat pengetahuan masyarakat juga ikut meningkat.
Berdasarkan pada pengalaman langsung peneliti dalam proses penelitian ini, ada beberapa keterbatasan yang dialami dan dapat menjadi beberapa faktor yang agar dapat untuk lebih diperhatikan bagi peneliti-peneliti yang akan datang dalam lebih menyempurnakan penelitiannya karna penelitian ini sendiri tentu memiliki
Universitas Sumatera Utara
kekurangan yang perlu terus diperbaiki dalam penelitian-penelitian kedepannya.
Beberapa keterbatasan dalam penelitian tersebut, antara lain jumlah responden yang hanya 100 orang, tentunya masih kurang untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Objek penelitian hanya di fokuskan pada pengetahuan masyarakat.
Dimana masih ada beberapa sudut pandang yang dapat dijadikan permasalahan dalam tema ini seperti tindakan, sikap dan perilaku masyarakat. Dalam proses pengambian data, informasi yang diberikan responden melalui kuesioner terkadang tidak menunjukkan pendapat responden yang sebenarnya, hal ini terjadi karena kadang perbedaan pemikiran, anggapan dan pemahaman yang berbeda tiap responden, juga faktor lain seperti faktor kejujuran dalam pengisian pendapat responden dalam kuesionernya. Selain itu selama pandemi COVID-19 masyarakat lebih membatasi bertemu dengan orang lain sehingga peneliti sulit menemukan responden yang bersedia menjadi responden penelitian.
Universitas Sumatera Utara
37 BAB V KESIMPULAN
5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:
1. Berdasarkan distribusi usia, kriteria pengetahuan baik paling tinggi pada kategori usia 21-30 tahun dan kriteria pengetahuan cukup dan kurang paling tinggi pada kategori usia 41-50 tahun.
2. Berdasarkan jenis kelamin, kriteria pengetahuan baik dan kurang paling tinggi pada jenis kelamin perempuan dan kriteria pengetahuan cukup paling tinggi pada jenis kelamin laki-laki.
3. Berdasarkan pekerjaan, kriteria pengetahuan baik paling tinggi pada kategori pekerjaan PNS, kriteria pengetahuan cukup paling tinggi kategori pekerjaan petani, dan kriteria pengetahuan kurang paling tinggi kategori pekerjaan wiraswasta.
4. Berdasarkan pendidikan, kriteria pengetahuan baik paling tinggi pada kategori pendidikan S1, kriteria pengetahuan cukup paling tinggi kategori pendidikan SMA, dan kriteria pengetahuan kurang paling tinggi kategori pendidikan SD.
5. Berdasarkan distribusi jawaban responden mengenai tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Tanjung Mulia Hilir terhadap pandemi COVID-19 melalui virtual mayoritas responden salah dalam menjawab bagaimana pencegahan dari terinfeksinya COVID-19.
5.2 SARAN
1. Diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai faktor- faktor yang mempengaruhi pengetahuan masyarakat terhadap COVID-19.
2. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi bagi masyarakat mengenai COVID-19.
3. Diharapkan seluruh elemen masyarakat meningkatkan daya ingin tahu terhadap COVID-19 sehingga dapat menghindari penularan COVID-19.
Universitas Sumatera Utara
4. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan kepada pemerintah, satgas covid dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan penyuluhan di masyarkat mengenai pentingnya pengetahuan dan tindakan dalam pencegahan COVID-19.
Universitas Sumatera Utara
39
DAFTAR PUSTAKA
Agus, A,R & Nur’aini A, & Elisa K & Imam S., 2020., Faktor Faktor PsikososialDari Ketidakpatuhan Masyarakat Pada Masa Pandemik’.UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2020
Centers for Disease Control and Prevention. Human Coronavirus types. Cited Feb 13rd 2020
Channel News Asia. Wuhan virus outbreak: 15 medical workers infected, 1 in critical condition. [Homepage on The Internet]
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman kesiapsiagaan menghadapi infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV). Kemenkes RI; Jakarta: 2020 Direktorat Jendral Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Maret 2020 . Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19),KemenKes RI : Jakarta:2020., Elsevier. Novel Coronavirus Information Center. ]. 2020
Guan, Y. et al. Isolation and characterization of viruses related to the SARS coronavirus from animals in southern China. Science 302, 276–278 (2003).
Ika, P. & Anisa, E,R., 2020., ’Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Kabupaten Wonosobo Tentang Covid-19’.
Jurnal Ilmiah Kesehatan, Pp. 33-42.
John Hopkins University. Wuhan Coronavirus (2019-nCoV) Global Cases(by John Hopkins CSSE). [Homepage on The Internet].
Korsman SNJ, van Zyl GU, Nutt L, Andersson MI, Presier W. Viroloy. Chins:
Churchill Livingston Elsevier; 2012
Law, S., Leung, A. W., & Xu, C. (2020). Severe acute respiratory syndrome (SARS) and coronavirus disease-2019 (COVID-19): From causes to preventions in Hong Kong. International Journal of Infectious Diseases, Ministry Health of Singapore.[Homepage on The internet]. 2020
Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.2012 Notoamodjo. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Jakarta : Rineka Cipta 2010 Notoamodjo. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta 2007
Universitas Sumatera Utara
Noviana, F., 2011, Kajian Pengetahuan dan Alasan Pemilihan Obat Herbal pada Pasien Geriatri di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Panduan Praktik Klinis: Pneumonia 2019- nCoV. PDPI: Jakarta; 2020
Purnamasari, Ika; Raharyani, A. E. (2020). Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Kabupaten Wonosobo Tentang Covid-19. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(1), 33–42. Retrieved from https://ojs.unsiq.ac.id/index.php/jik/artic le/view/
1311/783 Ref : Estimating the effective reproduction number of the 2019- nCoV in China -Zhidong Cao et al., Jan. 29, 2020
Relman E, Business insider Singapore. [Homepage on The Internet]. Cited Jan 28th 2020. Available on:https://www.businessinsider.sg/deadly-china- wuhan-virusspreading-human-to-human-officials-confirm-2020- 1/?r=US&IR=T.
Sitorus, S. C. A., Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks di Lingkungan II Kel. Tanjung Gusta Kec. Medan Helvetia Medan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Prima Indonesia. 2013 The Straits Times. China reports first death in Wuhan pneumonia outbreak. 2020 Utami, R. A., Mose, R. E., & Martini, M. (2020). Pengetahuan, Sikap dan
Keterampilan Masyarakat dalam Pencegahan COVID-19 di DKI Jakarta. Jurnal Kesehatan Holistic
Wan Y, Shang J, Graham R, Baris RS, Li F. Receptor recognition by novel coronavirus from Wuhan: An analysis based on decadelong structural studies of SARS. J. Virol.American Society for Microbiology: 2020. p 1-24.
Wang Z, Qiang W, Ke H. A Handbook of 2019-nCoV Pneumonia Control and Prevention. Hubei Science and Technologi Press. China; 2020
WHO. Advice on the use of masks in the community, during home care and in health care settings in the context of the novel coronavirus (2019-nCoV) outbreak. 2020 WHO. Global Surveillance for human infection with novel coronavirus (2019-
nCoV). 2020
WHO. Home care for patients with suspected novel coronavirus (nCoV) presenting with mild symptoms and management of contacts. 2020
Universitas Sumatera Utara
41
World Health Organization. Clinical management of severe acute respiratory infection when novel coronavirus (2019-nCoV) infection is suspected. interim guidance
Yanti, B., Wahyudi, E., Wahiduddin, W., Novika, R. G. H., Arina, Y. M. D., Martani, N. S., & Nawan, N. (2020). Community Knowledge, Attitudes, and Behavior Towards Social Distancing Policy As Prevention Transmission of Covid-19 in Indonesia. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 8(2), 4.
https://doi.org/10.20473/jaki.v8i2.2020
Yasin, N.M. 2004. Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Pengetahuan masyarakat Tentang Pengobatan Sendiri (Self Medication) Diwilayah Kabupaten Sleman Jogjakarta. Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 1. Curriculum vitae
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Muhammad Ardhy Hidayah
NIM : 170100148
Tempat / Tanggal Lahir : 04 Januari 2000
Agama : Islam
Nama Ayah : Dr.H.Mhd Rahmani Dayan SH.MH
Nama Ibu : Hj. Elfi Sahara S.pd Msi
Alamat : JL.Alfaka II No.87 Tanjung Mulia Hilir Link.III Riwayat Pendidikan : 1. TK Swasta Pertiwi Medan ( 2005-2008)
2. SD swasta pertiwi medan (2008-2011) 3. SMP Swasta Pertiwi Medan (2011-2014) 4. SMA Negeri 3 Medan (2014-2017) Riwayat Pelatihan : 1. Anggota Transport Pengabdian
Masyarakat SCORA Sirkumsisi 2019 2. Peserta Bakti Sosial HMI 2019
3. Wakoor Transport Pengabdian Masyarakat SCORA Sirkumsisi 2020
Riwayat Organisasi : 1. Anggota PEMA divisi Minat dan Bakat 2. Koordinator PORSENI FK USU
3. Koordinator Keamanan AEROSOL FK USU 2020
Universitas Sumatera Utara
43
Lampiran 2. Lembar Pernyataan
PERNYATAAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT KELURAHAN TANJUNG MULIA TERHADAP PANDEMI COVID-19
Dengan ini penulis menyatakan bahwa skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh Sarjana Kedokteran pada Program Studi Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara adalah benar merupakan hasil karya penulis sendiri.
Adapun pengutipan yang penulis lakukan pada bagian tertentu dari hasil karya orang lain dalam penulisan skripsi ini, telah penulis cantumkan sumbernya secara jelas sesuai norma, kaidah, dan etika penelitian ilmiah.
Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan seluruh sebagian skripsi ini bukan hasil karya penulis sendiri atau adanya plagiat dalam bagian tertentu, penulis bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang penulis sandang dan sanksi lainnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Medan, Februari 2021
Penulis,
Muhammad Ardhy Hidayah
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 3. Lembar kuesioner
KUESIONER PENELITIAN GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP COVID-19
C. PEDAGANG F. TIDAK BEKERJA 1. Apakah yang dimaksud dengan COVID-19?
A. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri
B. Coronavirus menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah dengan gejala ringan hingga berat. (b)
C. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasite 2. Apa itu COVID-19?
A. Nama dari suatu virus B. Nama suatu penyakit (b) C. Keduanya benar
3. Dimanakah kasus covid pertama kali di temukan?
A. Sanghai B. Beijing C. Wuhan (B)
4. Menurut bapak/ibu apakah manfaat masker dapat mencegah terjadinya COVID-19?
A. Dapat mencegah terjadinya COVID-19 (B) B. Tidak dapat mencegah kita dari COVID-19
C. Ragu-ragu apakah masker dapat mencgah terjadinya COVID-19
Universitas Sumatera Utara
45
5. Masker yang bagaimana yang digunakan masyarakat untuk mencegah
5. Masker yang bagaimana yang digunakan masyarakat untuk mencegah