Sebelum memberikan garis besar sejarah seluruh PL, perlu terlebih dahulu kita mengerti bagaimana para ahli Alkitab dan sejarah
menentukan waktu terjadinya peristiwa-peristiwa tsb. secara kronologis. Penentuan waktu kronologis sejarah PL (dari masa penciptaan, Adam dan seterusnya) tidak begitu mudah untuk dipastikan, karena Alkitab sendiri tidak ditulis untuk maksud memberikan catatan kronologis yang urut dan lengkap. Tujuan Alkitab mencatat peristiwa-peristiwa penting adalah untuk memberikan gambaran sehubungan dengan bagaimana Allah bertindak terhadap manusia pada tempat dan waktu saat itu. Salah satu cara menentukan waktu kejadian penciptaan Adam adalah dengan teori Ussher (sekalipun sekarang teori ini tidak populer), yaitu dengan cara menjumlahkan kebelakang genealogi- genealogi (silsilah) dan data-data kronologis lain yang terdapat dalam PL (dengan asumsi bahwa silsilah-silsilah PL semua lengkap dan berurutan). Dengan cara ini ditentukan bahwa waktu penciptaan Adam adalah thn. 4004 SM
(Sebelum Masehi). Banyak orang masih memakai pedoman pentarikhan waktu Ussher ini sebagai pedoman pengurutan kronologisnya saja,
sedangkan penentuan tahunnya tidak diikuti.
Jaman Adam sampai Abraham (kira-kira 5000 - 4000 SM)
Jaman ini oleh beberapa sarjana ditempatkan dalam ruang waktu antara 5000-4000 SM, walaupun ada banyak pandangan yang berbeda- beda tentang penetapan waktu ini. Dalam jaman ini dicatat dua peristiwa besar:
Air bah (Kejadian 6:13; 9:17) - 3000 SM, tahun ini ditentukan dengan memperhatikan kesamaan antara Air Bah di dalam Alkitab dengan sebuah kisah air bah yang berasal dari Babel.
1.Menara Babel (Kejadian 11:1-9) - 3000-2000 SM, karena kejadiannya ini tidak lama sesudah air bah, (dimana semua manusia masih tinggal di satu daerah).
2.Jaman Patriakh-Patriakh (kira-kira 2000 - 1400 SM)
Kisah pengembaraan Abraham dalam Kejadian 12-50 dapat diyakinkan dari berbagai keterangan yang cocok sekali dengan lingkungan
kebudayaan periode tahun 2000-1600 SM, dimana cara hidup orang-orang jaman itu adalah mengembara (nomandik). Tanah Palestina saat itu masih jarang penduduknya sehingga pengembaraan masih dapat dilakukan dengan bebas di daerah-daerah yang subur, bahkan dari daerah Mesopotamia (tempat asal Abraham) ke Palestina.
Jaman Keluaran/Eksodus dari Mesir (kira-kira 2000 - 1400 SM)
Ada dua periode besar pada jaman ini yang berjalan kira-kira 430 tahun (Kel. 12:40-41). Pertama adalah masa Abraham dipanggil Tuhan sampai Yakub masuk ke Mesir (Kej. 12:4; 2:15; 25:26; 47:9). Dan kedua adalah masa bgs. Israel di Mesir sampai keluar dari Mesir. Thn. 1290 SM
diperkirakan sebagai tahun keluarnya (Eksodus) bangsa Israel dari Mesir. Saat itu diperkirakan umur Musa adalah 80 tahun.
Jaman Hakim-Hakim (kira-kira 1400-1050 SM)
Jaman ini adalah masa sesudah kematian Yosua. Dalam periode ini ada 13 hakim yang ditunjuk Tuhan untuk memimpin bangsa Israel hidup di
Tanah Perjanjian. (Daftar Hakim-hakim lihat di bahan eferensi) Masa Hakim-hakim ini dianggap sebagai masa gelap bangsa Israel,
diungkapkan sebagai masa dimana "setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri." (Hak. 17:6). Pada masa ini sepertinya Tuhan tidak bekerja, baik melalui mujizat maupun tanda-tanda lain yang menyertai. Kehidupan bangsa Israel sangat mundur bukan hanya secara rohani tapi juga dalam hal keamanan dan kesejahteraan jasmani. Mereka sering dikalahkan, dirampok dan diperlakukan sangat buruk oleh
bangsa-bagsa lain yang lebih kuat. Kunci dari masalah ini adalah karena dosa-dosa yang diperbuat oleh bangsa Israel, sehingga Tuhan
meninggalkan mereka.
Jaman Kerajaan Bersatu (kira-kira 1050 - 931 SM)
Dalam rangkaian sejarah bangsa Israel, periode jaman ini dapat dikatakan sebagai jaman yang paling gemilang dan makmur. Israel menjadi bangsa yang memiliki derajat tinggi diantara bangsa- bangsa di sekitarnya. Hal ini ditandai dengan kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam berbagai bidang (ilmu pengetahuan, kesusasteraan, pembangunan dll.) Tapi pada pihak yang lain sistem pemerintahan "Teokrasi", yaitu kepemimpinan langsung oleh Tuhan, mulai ditinggalkan oleh bangsa Israel. Tuhan mengijinkan mereka memiliki raja sendiri untuk
memerintah karena kedegilan hati bangsa ini. Tetapi Tuhan memberikan peringatan yang jelas (I Sam. 8) bahwa mereka akan menyesal
dikemudian hari. (Daftar Raja-raja Israel dapat dilihat di bahan Referensi).
Jaman Kerajaan Terpecah (kira-kira 930 - 586 SM)
Kejayaan kerajaan Israel berakhir setelah pemerintahan raja Salomo, karena kemudian kerajaan ini mulai pecah dan runtuh sedikit demi
sedikit dan akhirnya hancur karena kejahatan mereka di mata Tuhan dan penyembahan-penyembahan mereka kepada patung- patung berhala. Karena janji dan kesetiaan Tuhan pada bangsa ini maka tak
henti-hentinya Tuhan berbicara dengan mengirimkan utusan-utusan-Nya. Pada jaman ini beberapa nabi dibangkitkan Tuhan untuk menyampaikan
Firman-Nya kepada raja dan rakyat dari kedua kerajaan yang pecah ini. (Daftar nabi-nabi dapat dilihat di bahan Referensi).
Jaman pembuangan di Babel dan kembali ke tanah Israel (kira-kira 587 B.C).
Periode pertama jaman ini adalah masa yang sulit bagi bangsa Israel. Mereka berkali-kali jatuh ke tangan bangsa lain, dijajah dan ditindas, bahkan mereka sempat dibuang ke tanah asing untuk menjadi bangsa tawanan. Hal ini Tuhan ijinkan terjadi karena Tuhan sedang menghukum bangsa Israel atas dosa dan kejahatan mereka dengan harapan supaya mereka mengoreksi diri lalu berbalik kepada Tuhan.Pada saat yang sama Tuhan juga mengirimkan nabi-nabi-Nya untuk berbicara tentang janji kesetiaan Tuhan bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan mereka asal mereka mau berbalik dan mentaati perintah Tuhan. (Daftar nabi-nabi dapat dilihat di bahan Referensi). Di tanah pembuangan inilah bangsa Yahudi dan Yudaisme dilahirkan. Orang-orang yang Tuhan pakai, seperti Ezra dan Nehemia, berhasil memimpin bangsa ini untuk kembali
menegakkan "monotheisme" dan menghargai Firman Tuhan yang diajarkan oleh nenek moyang dari generasi-generasi sebelumnya, termasuk di dalamnya adalah Hukum Taurat sebagai pusat pengajaran mereka. Periode kedua dari jaman ini adalah kembalinya bangsa Yahudi ke tanah Palestina yaitu setelah tahun 539 SM, ketika Raja Koresy dari Persia menaklukkan Babel dan bangsa Israel pulang ke tempat asal dan membangun bangsa dan tempat ibadah mereka kembali. Rombongan pertama dipimpin oleh seorang yang bernama Sesbazar (Ezra 1:11; 5:14) 538 SM dimana fondasi Bait Suci diletakkan. Rombongan kedua
dipimpin oleh Hagai dan Zakharia 520 SM berjumlah 42.360 orang (Ezra 2:64). Bait Suci selesai dibangun.
Tahun 458 SM ada pengutusan dilakukan oleh Ezra beserta
serombongan besar orang Yahudi (Ezra 7:1-7) dan tahun 445 SM Nehemia datang ke Yerusalem menyelesaikan pembangunannya. Pada akhir sejarah Perjanjian Lama kita ketahui bahwa orang-orang Yahudi yang pulang ke tanah air mereka memiliki komitmen untuk menjunjung
tinggi Hukum Taurat dan tempat ibadah Bait Suci karena mereka memiliki keyakinan yang teguh bahwa merekalah umat pilihan Allah. Sampai pada permulaan sejarah Perjanjian Baru kita masih melihat bahwa bangsa dan agama Yahudi berkembang terus dengan subur. Akhir Pelajaran (PPL-P03)
DOA
"Allah yang hidup, kami bersyukur bahwa Engkau selalu setia sekalipun kami sering tidak setia. KesetiaanMu dan janjiMu adalah jaminan bagi kami untuk tetap hidup dan layak disebut sebagai anak-anak Allah." Amin.
SEJARAH SINGKAT PERJANJIAN LAMA INSTRUKSI
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.: Bacalah Bahan Pelajaran dan semua Referensi 03 dengan teliti. 1.
Bacalah Pertanyaan (A) dan (B) di bawah ini, lalu jawablah dengan jelas dan tepat. 2.
Lembar jawaban yang telah diisi harap dikirimkan dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk
attachment ke: Pertanyaan (A):
1.Mengapa waktu kronologis PL sulit ditentukan?
2.Menurut teori Ussher, kapan atau tahun berapa Adam diciptakan? 3.Di antara pembagian jaman-jaman kronologis sejarah PL, jaman manakah yang disebut sebagai "masa gelap"? Mengapa?
4.Apakah maksud Tuhan dengan membiarkan bangsa Israel dibuang ke negeri lain dan menjadi bangsa tawanan?
5.Dimanakah bangsa Yahudi dan agama Yudaisme dilahirkan? Pertanyaan (B)
1.Apakah sumbangsih pengetahuan sejarah Perjanjian Lama bagi iman kepercayaan kita?
2.Mengapa agama Yudaisme disebut sebagai agama monotheisme? SURVEI PERJANJIAN LAMA
TINJAUAN SEJARAH MASA PERJANJIAN LAMA KRONOLOGI
Sepatah kata tentang kronologi perlu untuk suatu tinjauan sejarah masa Perjanjian Lama. Para pembaca barangkali bertanya-tanya bagaimana tanggal-tanggal dapat ditetapkan untuk semua peristiwa dan tokoh dari sejarah dahulu kala bilamana catatan-catatan, paling banter, hanya mengetengahkan sebuah ungkapan seperti "Dalam tahun ketiga
pemerintahan raja X." Ada banyak sumber dari Israel dan Timur Dekat Kuno yang memberikan kronologi yang relatif (tahun ketiga seorang raja anu adalah tahun pertama raja yang lain), dan dari data tersebut maka suatu kerangka yang berkenaan dengan berbagai orang dan peristiwa dapat disusun. Untuk menetapkan suatu kronologi yang pasti (raja mulai pemerintahannya pada thun 465 SM), suatu waktu yang pasti harus ditentukan yang dapat dikaitkan dengan jaringan kronologi yang relatif itu.
Untuk Timur Dekat Kuno, waktu yang pasti ini disediakan oleh daftar Eponim dari Asyur. Daftar Eponim setiap tahunnya mencatat pejabat tertentu yang mendapatkan penghargaan dengan menamai tahun itu menurut nama pejabat tersebut. Dalam daftar tersebut namanya dicatat bersama- sama dengan satu atau dua peristiwa yang paling penting dari tahun"nya", biasanya aksi militer. Secara kebetulan, dalam tahun Ishdi- Sagale, gubernur Guzana, daftarnya melaporkan terjadinya gerhana matahari. Para ahli astronomi dapat menghitung kapan gerhana matahari terjadi, oleh karena itu tahun Ishdi-Sagale dapat ditentukan dengan pasti sebagai tahun 763 SM. Ini merupakan tautan utama untuk kronologi yang pasti dari Timur Dekat Kuno, dan hal itu tidak ditentang. Sebagai akibatnya, dapat dipastikan bahwa daftar Eponim meliputi tahun 893-666 SM. Karena setiap raja Asyur selama masa ini (sudah dapat
dikethaui termasuk diantara orang-orang yang dihormati, maka tanggal-tanggal kerajaan Asyur dapat ditetapkan untuk masa yang lebih dari dua abad itu. Ini adalah zaman Kerajaan Neo-Asyur, jadi semua peristiwa dari kebanyakan bangsa Timur Dekat Kuno disinkronisasikan dengan
Asyur pada waktu itu. Dengan demikian Asyur sudah menjadi dasar untuk kronologi Timur Dekat Kuno.
Akan tetapi, kita tidak boleh menganggap bahwa dengan demikian semua persoalan kronologis terpecahkan. Seringkali data yang
bertentangan dengan skema kronologi relatif yang memperkenalkan ketidakpastian untuk penentuan tanggal yang pasti. Dalam kesempatan lain berbagai peristiwa atau tokoh tidak berhubungan dalam materi naskah dengan jaringan kronologi relatif – misalnya kelalaian kitab Keluaran untuk menyebutkan nama firaun yang memerintah waktu itu. Persoalan-persoalan lain lagi terjadi manakala sumber-sumber kuno tidak mencatat secara memadai kerumitan dari suatu keadaan - misalnya berbagai kesenjangan dalam kronologi, pemerintahan oleh seorang wali dinasti atau penguasa yang memerintah dalam waktu yang bersamaan dengan dinasti atau penguasa lain dalam negara yang sama. Yang terakhir, beberapa sumber menyediakan informasi mengenai jangka waktu yang lebih panjang. Misalnya, dalam catatan Tiglat-Pileser I dari Asyur dinyatakan bahwa bait suci yang dibangun oleh Shamshi-Adad I sudah mau runtuh dalam waktu lebih dari 641 tahun; dalam doa Salomo yang tercatat di I Raja-raja 6:1 dinyatakan bahwa 480 tahun sudah
berlalu antara peristiwa Keluaran dan Penahbisan bait Allah oleh Salomon. Fakta-fakta ini dapat menimbulkan berbagai masalah jika tidak bertautan dengan informasi yang disediakan oleh jaringan kronologi relatif.
Akibatnya ialah bahwa masih ada banyak ketidakpastian tentang kronologi yang tepat. Dalam hal raja-raja Israel dan
Yehuda,ketidakpastian itu biasanya hanya sekitar satu atau paling banyak dua tahun, walaupun kadang-kadang sebanyak dua belas tahun membedakan teori yang satu dari yang lain. Semakin jauh seseorang kembali ke dalam sejarah, semakin banyaklah ketidakpastian yang terjadi. Peristiwa paling awal dari Perjanjian Lama yang dapat
disinkronkan 2dengan seseorang yang dikenal dari catatan Timur Dekat Kuno adalah serangan yang dilakukan oleh Sisak (Sheshonk I), raja
Mesir, terhadap Yerusalem pada tahun kelima masa pemerintahan Rehabeam (925 SM, I Raja-raja 14:25-26). Dengan demikian, maka masa hakim-hakim dan oleh karena itu masa para bapa leluhur, tetap terselubung dalam misteri kronologis dan karenanya dijadikan sasaran dari banyak penetapan yang spekulatif.
Beberapa orang percaya bahwa Alkitab menyediakan kunci untuk
menguak misteri-misteri kronologis. Teks yang kami kutip dalam I Raja-raja 6:1 tampaknya menentukan tanggal terjadinya peristiwa Keluaran pada tahun 1446 SM, sedangkan Keluaran 12:40 menunjukkan bahwa Israel tinggal di Mesir selama 430 tahun. Berdasarkan data ini, Yakub dan keluarganya pindah ke Mesir pada tahun 1876 SM, dan dengan demikian usia yang diberikan untuk para patriarkh akan menghasilkan suatu tabel kronologis yang mundur sampai Abraham. Akan tetapi, ahli-ahli yang lain tidak dapat menerima sistem ini, karena mereka
berpendapat bahwa hal itu bertentangan dengan informasi arkheologis yang sudah tersedia selama satu abad yang terakhir. Jadi, angka-angka dalam I Raja-raja dan Keluaran kadang-kadang dianggap sebagai perkiraan atau diartikan dalam cara-cara yang tidak harfiah, dan kronologi masih tetap menimbulkan pertentangan.
SEJARAH PERJANJIAN LAMA LANJUTAN Catatan:
Tidak ada sistem Kronologi Alkitab yang diterima secara umum. Tahun-tahun yang dipakai di bawah ini adalah penurut penTahun-tahunan Ussher, tetapi tahun-tahun tsb. hanya sebagai patokan kerja saja bukan sebagai pentahunan yang lengkap dan tepat.
(SM = Sebelum Masehi)
Tahun Peristiwa Utama 4004-2234 SM
Periode Permulaan 4004 Kejatuhan Manusia 2348 Air Bah
2234 Bangsa-bangsa Tercerai-berai 2346-1606 SM Periode Patriarkh 1921 Abraham Dipanggil
1760 Yakub Melarikan Diri Dari Esau
1715 Yusuf menjadi Perdana Menteri di Mesir 1606 Keluarga Yakub Mengungsi ke Mesir
1606-1451 SMPeriode Keluar dari Mesir sampai Masuk ke Tanah Perjanjian
1630 Yusuf Mati 1571 Musa Lahir
1491 Keluar dari Mesir
1452 Yosua ditunjuk sebagai pemimpin 1451 Menyeberang S. Yordan
1451-1444 Kanaan ditaklukkan
1394-2095 SM Periode Hakim-hakim 1394-1304 Otniel Ehud Shamgar Debora
1249-1209 Gideon Abimelekh Tola Yair Yefta Ebzan Elon Abdon Samson
1157-1117 Eli 1117-2095 Samuel
2095-975 Periode Kerajaan Bersatu 2095-2055 Saul
2055-2015 Daud 1157-1117 Eli 1117-2095 Samuel
975-587 SM Periode Kerajaan Pecah 975 Yerobeam Nadab Baesa Ela Zimri Omri Ahab Ahazia Yoram Yehu Yoahas Yoas Yerobeam Zakharia Menahem Pekahya Pekah Rehabeam Abiyam Asa Yosafat
Yoram Ahazia Atalya Yoas Amazia AzaryaYotam 730 Hosea Ahas
721 Israel Ditaklukkan Hizkia Manasye Amon Yosia Yoahas Yoyakim Yoyakhin
598 Zedekia
587 Yehuda ditaklukkan
516 Bait Allah didedikasikan
458 Ezra memimpin Bangsa Yahudi 587-400 Periode Sesudah Pembuangan
445 Nehemia kembali ke Yerusalem dan membangun tembok Daftar Nama Nabi-nabi (periode Kerajaan Pecah sampai periode Pembuangan) Elia Elisa Yunus, Amos Mikha Hosea, Yoel Yesaya, Nahum Habakuk Zefanya, Obaja Yeremia Yehezkiel Zakharia, Daniel Haggai Maleaki BUDAYA PERJANJIAN LAMA
Daftar Isi
a.Struktur Masyarakat PL Keluarga Lembaga Pernikahan 1.Suami
2.Istri
3.Anak-anak
b.Anggota Masyarakat lain 1.Kehidupan Ibadah PL 2.Sistem Pendidikan PL
BUDAYA PERJANJIAN LAMA
Membicarakan tentang sosio-budaya PL adalah sangat luas, oleh karena itu dalam pelajaran ini pembahasan akan dibatasi hanya pada struktur masyarakat, kehidupan ibadah, dan sistem pendidikan masa PL.