"Allah Yahweh, Allah sumber segala berkat, saya bersyukur karena Engkaulah yang menyediakan tanah di mana saya tinggal saat ini. Saya bersyukur bahwa Engkau sediakan segala sesuatunya itu untuk kebaikan saya. Ajarkan kepada saya untuk senantiasa ingat bahwa tempat dimana saya berada adalah anugerah Tuhan. Di sinilah Tuhan ingin saya
berkarya dan memuliakan nama Tuhan. Oleh karena itu Allah, berikan saya kekuatan agar saya senantiasa hidup suci di hadapan Tuhan. Amin." INSTRUKSI
Harap setiap peserta mengikuti petunjuk mengerjakan tugas sbb.: Bacalah Bahan Pelajaran dan semua Referensi dengan teliti.
jelas dan tepat.
2.Lembar jawaban yang telah diisi harap dikirimkan dalam bentuk plain text (e-mail biasa) dan bukan dalam bentuk attachment ke:<>
3.Selamat mengerjakan! Pertanyaan (A)
1.Sebutkan 2 alasan penting mengapa kita perlu mempelajari latar belakang geografis PL
2.Kepada siapakah Allah memberikan janji "Tanah Perjanjian" itu? 3.Menurut Kej. 15:18, dimanakah batas-batas "Tanah Perjanjian" itu? 4.Mengapa bangsa Israel sering tidak berhasil menduduki Tanah Perjanjian seperti yang Tuhan janjikan?
5.Menjadi simbol apakah Tanah Perjanjian bagi bangsa Israel? Pertanyaan (B)
1.Mengapa mendapatkan Tanah Perjanjian menjadi begitu penting bagi Bangsa Israel? Apakah implikasi teologisnya?
2.Setelah meneliti peta wilayah dimana bangsa Israel tinggal pada masa Perjanjian Lama, bandingkan dengan peta wilayah negara Indonesia, lalu sebutkan perbedaan dan persamaannya.
SURVEI PERJANJIAN LAMA
LATAR BELAKANG GEOGRAFIS PERJANJIAN LAMA NEGERI PALESTINA
Negeri Palestina dinamai menurut bangsa Filistin (Pelishtim dalam bahasa Ibrani) yang menetap di daerah pantai Laut Tengah dari Yope sampai Gaza sekitar tahun 1300-1200 SM. Menurut Alkitab, orang-orang Filistin berhubungan dengan orang-orang Kaftor, yang biasanya
dikaitkan dengan pulau Kreta (Yeremia 47:4; Amos 9:7). Sebelum orang Filistin bermigrasi daerah itu dikenal sebagai Kanaan. Nama ini
mengandung arti "negeri ungu" dan barangkali nama itu diambil dari bahan pewarna ungu yang dihasilkan oleh orang pribumi dari sejenis kerang-kerangan yang banyak terdapat sepanjang pantai Laut
dari dunia purbaka. Negeri ini tidak hanya terletak di persimpangan jalan jalur-jalur perdagangan yang penting pada zaman purbakala tetapi juga di daerah Yudaisme, Kekristenan, dan Islam mengawali keberadaan mereka. Luas negeri itu sekitar 242 km dari Dan ke Bersyeba (utara- selatan) dan 160 km dari Laut
Tengah ke sungai Yordan (timur-barat). Iklimnya normal bagi daerah Timur Dekat, musim dinginnya sejak sampai dingin bergantung pada ketinggiannya, dengan sedikit salju di tempat- tempat yang lebih tinggi. Musim hujan berlangsung dari Oktober sampai April, dengan musim panas yang kering, tidak berawan dari bulan Mei sampai Agustus. Negeri Palestina terbagi dengan mudah dalam empat daerah geografis utama yang membujur dari utara ke selatan: dataran pantai, daerah perbukitan tengah, celah Yordan, dan dataran tinggi Transyordania. Pembagian geografis utama Palestina yang melintang dari timur ke barat berkaitan dengan segi-segi geografis negeri itu dan tapal batas politis dari dua kerajaan Israel yang pecah.
Pembagian ini meliputi daerah Galilea di utara, Samaria dan di daerah utaran-tengah Palestina. Yehuda di bagian selatan-tengah Palestina, dataran Negev (atau padang rumput "kering") di selatan, dan
semenanjung Sinai yang membentuk perintang besar antara Palestina dan Mesir (lihat peta dan gambar 4.1).
Dataran Pantai
Dataran pantai secara berangsur-angsur meluas sejauh 16 sampai 19 km mil di Palestina selatan. Hamparan tanah subur ini menerima lebih dari 75 cm curah hujan setiap tahun dekat Laut Tengah. Tiga dataran berbeda dikenali sepanjang pantai: Akre (Akko), membentang ke utara dari Gunung Karmel; (sekitar 40 km panjangnya dan 8 sampai 13 km lebarnya); Saron, antara Gunung Karmel dan Yope, kota Pelabuhan (sekitar 80 km panjangnya dan 16 km lebarnya); dan dataran Filistin di bagian paling selatan dari Yope ke Gaza. Dari segi geografis dataran pantai tidak pernah memegang peranan yang sangat penting bagi umat Ibrani selama sejarah Perjanjian Lama. Orang Fenesia menguasai
dataran sebelah utara, orang Filistin menguasai dataran selatan dan dataran Saron merupakan gurun, rawa, dan hutan yang lebat pada zaman dahulu kala.
Daerah Perbukitan Tengah
Daerah perbukitan tengah secara geografis paling beraneka ragam dan secara historis paling penting pada masa Perjanjian Lama.Kebanyakan kota-kota Israel terletak di daerah ini, dan wilayah tersebut merupakan bagian terbesar yang dikuasai oleh kerajaan Ibrani ketika masih bersatu dan ketika terpecah. Daerah yang berbukit-bukit membentuk punggung, atau tulang belakang dari Palestina barat dan umumnya terbagi atas tiga bagian utama: Galilea, Samaria, dan Yehuda. Daerah-daerah yang landai mencapai ketinggian 900 m - 990 m; daerah tersebut menerima curah hujan yang memadai dan cocok sekali bagi orang-orang ibrani untuk mengembangkan pertanian, termasuk gandum, kebun anggur, buah-buahan dan rumpun-rumpun pohon zaitun. Bagian-bagian utama Galilea meliputi Gunung Tabor (Hakim-Hakim 4:6, 12) dan lembah Yizrel. Kota Sikhem, diapit oleh Gunung Ebal dan Gunung Gerizim, yang dikuasai oleh Samaria (Yosua 8:30-35). Yerusalem terletak secara menonjol di persimpangan jalur-jalur lalu lintas perdagangan di Yehuda (2Samuel 5:6-12). Bidang tanah di antara dataran pantai di selatan dan daerah pegunungan di bagian tengah dikenal sebagai shephelah. Daerah luas subur (atau dataran tinggi antara pantai dan pegunungan) adalah daerah hutan pada zaman Perjanjian Lama dan diduduki oleh orang Filistin (bd. Hakim-Hakim 14-15; 1Samuel 17). Selama masa kerajaan Yehuda, Bet-Semes dan Lakhis merupakan kubu-kubu pertahanan penting di sisi barat daya Yehuda (2Tawarikh 25:17-28).
Lembah Yordan
Lembah Sungai Yordan atau celah Yordan, adalah lembah geologis besar yang mulai di Siria di pegunungan Libanon dan membujur ke selatan sampai ke Teluk Akaba dan Laut Merah. Lembah Sungai Yordan yang membentuk perbatasan timur Palestina adalah bagian dari parit geologis yang berigi-rigi ini.Sungai Yordan bermula pada lereng-lereng bagian
bawah dari Gunung Hermon dan timbul dari tiga anak sungai yang
mendapat airnya dari sumber-sumber. Sungai Yordan mengalir ke selatan dari Gunung Hermon ke Danau Hula dan rawa-rawa dan selanjutnya dengan deras mengalir turun sekitar 270 m, dan bermuara di Danau Galilea. Danau air tawar di daerah pedalaman ini berada 195 m di bawah permukaan laut dan dikelilingi oleh bukit-bukit kecil. Danau itu sendiri sekitar 21 km lebarnya dan 11 km panjangnya. Dari Danau Galilea itu Sungai Yordan mengalir ke selatan, berkelok-kelok menuju ke Laut Garam atau Laut Mati yang besar, sekitar 390 m di bawah permukaan laut - bagian yang paling rendah di muka bumi. Dahulu kala daerah sekitar Danau Galilea berpenduduk sangat padat dan secara intensif dan ditanami dengan memakai irigasi. Lebih jauh lagi ke selatan, lembah sungai itu menyempit dan dipadati tumbuh-tumbuhan hingga berupa hutan, tempat tinggal binatang-binatang liar pada masa Perjanjian Lama (bd. Yeremia 49:19; 50:44; Zakharia 11:3). Sebagian besar wilayah ujung selatan dari lembah sungai ini tidak ada penduduknya, kecuali di tempat Sungai Yabok memasuki Yordan dan di Oasis yang diairi
sumber-sumber di Yerikho. Bukit-bukit tanah liat yang licin dan berlumpur dan tumbuh-tumbuhan yang lebat yang berjajar sepanjang lembah Yordan membuatnya tetap merupakan perintang alam antara Palestina dan dataran tinggi Transyordan. Laut Mati tidak mempunyai saluran keluar yang alami, dan airnya yang melimpah dengan mineral mengandung kadar garam sampai 30 persen. Tebing-tebing batu kapur yang berjajar sepanjang pantai barat Laut mati dipenuhi gua-gua yang dipergunakan sebagai tempat persembunyian untuk penyamun, pelarian politik, dan komunitas-komunitas berbagai sekte keagamaan. Di tempat inilah di antara gua-gua dengan pemandangan "yang kurang
menyedapkan" ini ditemukan gulungan-gulungan naskah Laut Mati atau gulungan-gulungan naskah komunitas Qumran. Di sebelah selatan Laut Mati, lembah Araba membentang sejauh beratus-ratus km ke arah Teluk Kaba. Penduduk di pinggiran daerah padang gurun yang kering dan terpencil ini menambang endapan-endapan biji besi dan tembaga yang
dijumpai di daerah bukit-bukit di perbatasan Araba, atau giat dalam perdagangan dengan kafilah-kafilah yang melintasi daerah itu.
Dataran Tinggi Transyordania
Pada umumnya, dataran tinggi Tranyordania merupakan dataran luas yang menjulang dengan ketinggian sekitar 600-1800 m diatas
permukaan laut antara Sungai Yordan dan daerah paling utara dari gurun Arabia. Daerah ini menghasilkan beberapa jenis mineral dan cocok
untuk gaya hidup pertanian dan penggembalaan. Empat wadi utama atau anak sungai mengalir ke Sungai Yordan dari dataran tinggi ini, termasuk Yarmuk, Yabok, Arnon, dan Zered.Dataran tinggi Transyordania ini dapat dibagi menjadi tiga dataran tinggi utama: dataran tinggi Gunung Seir di selatan (dari Teluk Elat sampai Sungai Zered), daerah Moab dan Gilead di Transyordania tengah (membentang dari Zered ke Sungai Yarmuk), dan dataran tinggi Basan di utara (memanjang dari Yarmuk sampai Dan). "Jalan raya raja" menyusur sepanjang dataran tinggi Transyordan dan Bozra ke Damsyik.Dataran tinggi Seir merupakan daerah yang paling tidak datar dari ketiga daerah tersebut, dengan puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi sampai hampir 1800 m. Di sini orang Edom dan kemudian orang Nabeta membangun kota-kota mereka di antara tebing-tebing karang yang curam. Moab dan Gilead mempunyai tanah subur untuk bercocok tanam dan bidang tanah
berumput yang luas untuk kawanan ternak. Sisa-sisa hutan lebat masih dapat dijumpai di Gilead. Dataran tinggi yang paling luas dan subur adalah daerah Basan. Di sini dataran tinggi itu terletak sekitar 900-1500 m di atas permukaan laut, yang mengizinkan curah hujan yang memadai untuk pertanian. Tanah gunung berapi subur dari dataran Basan
menjadikannya padang-padang rumput yang terbaik di seluruh daerah Levantin di sebelah timur Laut Tengah (bd. Mazmur 22:13; bd. Amos 4:1). Daerah Trans-yordania adalah daerah yang pertama-tama didiami oleh orang-orang Ibrani sebagai bagian dari penaklukkan
Palestina sesudah peristiwa-peristiwa Keluaran dari Mesir (Yosua 13:24-31). Sepanjang sejarah PL daerah dataran tinggi ini sering kali
merupakan ajaran pertempuran militer sewaku orang Ibrani, orang Aram, orang Asyur, orang Moab dan orang Amon semua berlomba-lomba untuk menguasai pusat- pusat perdagangan sepanjang jalan raya raja dan daerah subur di Gilea dan Basan, suatu komoditi yang sangat bernilai di lingkungan gurun pasir dan kering dari bagian terbesar wilayah Timur Dekat. Referensi 02b
-PENGENALAN PERJANJIAN LAMA ILMU BUMI PERJANJIAN LAMA
Daerah Timur Kuno Daerah kejadian-kejadian Perjanjian lama pada garis besarnya termasuk lembah utara dan delta/beting sungai Nil, semenanjung Sinai, negara-negara Palestina, Fenesia, Aram (Siria), lembah- lembah sungai Efrat, Tigris, dan negara Persia (Iran). Sekarang seluruh daerah yang luas itu disebut "Sabit Subur" (Fertile Crescent). Penduduknya mendiami daerah yang berbentuk seperti dua garis
memanjang yang merupakan lengan daripada suatu sudut, dengan ujung sudut itu terletak di dekat mata air sungai Efrat. Garis timur dari sudut tersebut menuju ke arah Selatan melalui lembah Efrat sampai ke Teluk Persia. Pada garis itu terdapat bangsa Asyur, Babel dan Persia. Pada garis Barat-daya, terdapat bangsa Aram (Siria), Fenesia, Israel dan Mesir.
1.Kedua sistem sungai yang besar, yaitu sungai Nil (bagian Barat daya) dan Efrat-Tigris (bagian Timur laut)memungkinkan tanah datar yang luas dan berpengairan. Kedua daerah daratan tersebut menjadi pusat daripada dua kekuasaan besar pada masa Perjanjian Lama, yaitu Mesir dan Mesopotamia (Babel).
2.Perhatikanlah letak Israel di antara kedua kekuasaan besar tersebut. Mula-mula Mesir, kemudian Asyur, setelah itu Babel, Persia dan kerajaan-kerajaan Ptolemy dan Seleucus (raja-raja Yunani/Gerika), sangat mempengaruhi jalannya sejarah Israel. Dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan yang kuat itu, Israel kelihatan kecil dan tidak berdaya, bahkan tidak berarti bagi pandangan duniawi. Akan tetapi Israel telah
menandai dan mempengaruhi sejarah dunia dari segi agama dengan cara yang tidak tercapai oleh kerajaan-kerajaan yang lain itu.
3.Palestina Tanah Palestina atau Kanaan adalah daerah yang terletak di antara Lautan Tengah sebagai batas Barat dan Padang Gurun Arab sebagai batas Timur. Batas Utara dan Selatan tidak ditetapkan dengan pasti, tetapi kira-kira sesuai dengan ucapan yang sering kali terdapat dalam Perjanjian Lama, yaitu "dari Dan sampai Bersyeba" (Hakim-hakim 20:1; II Sam. 3:10; 17:11; I Tawarikh 21:2; II Tawarikh 30:5). Namun ""Palestina" berasal dari nama "Filistin" sebab orang-orang itu menduduki dataran pantai.
Panjang Tanah Palestina dari Dan sampai Barsyeba kurang lebih 240 km, sedangkan lebarnya kalau dihitung dari sungai Yordan ke pantai kurang lebih 95 km di bagian Selatan, dan kurang lebih 50 km di bagian Utara. Di sebelah Timur sungai Yordan, garis perbatasan agak kurang jelas.
Sifat Umum - pada umumnya, tanah Palestina berupa daerah
pegunungan. Di antara gunung-gunung itu, terdapat lembah-lembah yang cukup subur. Sebagai orang yang biasa hidup di daerah
pegunungan, bani Osrael kurang pandai berperang di tanah datar (Hakim-hakim 1:9), walaupun kemudian mereka mulai memakai
pasukan kuda untuk melawan Siria dan Asyur. Oleh sebab itu bani Israel tidak dapat mempertahankan bagian dataran pantai dalam waktu yang lama,sedangkan Dataran Esdralon sering menjadi perjuangan, yang tidak selalu berhasil baik bagi tentara Israel.
1.Bagian-bagian Umum - Tanah Palestina dengan sendirinya terbagi menjadi empat bidang dengan arah Utara-Selatan."Dataran Pantai", yang menyusur Lautan Tengah dari Gunung Karmel ke Selatan "Pegunungan Tengah", yang mulai dari Libanon dan mengarah terus ke padang gurun Selatan, dengan Datar Esdralon (Yiztreel) di pertengahannya.
b."Lembah Yordan" termasuk Laut Galilea dan Laut Mati.
c."Pegunungan Timur", mulai dari G. Hermon sampai ke tanah Moab. d.Dataran Pantai: Lebarnya berubah-ubah dari 8 sampai 24 km. Di
sebelah Utara G. Karmel terletak Fenesia dengan
.pelabuhan-pelabuhannya yang terkenal yaitu Tirus dan Sidon. Tetapi dari Karmel ke Selatan, garis pantai lurus saja dengan hanya satu tempat sebagai kemungkinan pelabuhan, yaitu Yope (Jaffa), yang sejak semula menjadi pelabuhan
Kota Yerusalem. Pegunungan Tengah:
Bagian Utara - Disini sebenarnya terdapat dua pegunungan, yaitu
Libanon dan Anti-Libanon. Di antara dua pegunungan tersebut terdapat rute yang biasa dipakai oleh penyerbu- penyerbu dari Utara/Timur. Para pemazmur dan nabi sering menyebutkan tentang salju, pohon-pohon cedar, sungai- sungai, keindahan dan kesuburan daerah Libanon itu (Yer. 18:14; Kidung Agung 4:15; Yes. 60:13). Gunung yang paling tinggi di bagian ini adalah Hermon (2800 m) yang ditutupi oleh salju, juga
disebut "Siryon" di Perjanjian Lama (Ul. 3:9; Maz. 42:7; 89:13; 133:3). Menuju ke Selatan pegunungan Libanon (Barat) menjadi pegunungan Galilea, yang tidak setinggi pegunungan Libanon. Bagian ini jarang masuk sejarah Perjanjian Lama karena jauh dari pusat kejadian-kejadian besar. Namun, pada zaman Perjanjian Baru, daerah Galilea itu menjadi tempat yang sangat penting. Pegunungan Samaria - sebelah Selatan Dataran Esdralon, Pegunungan Tengah memasuki daerah "pegunungan Samaria", tanah yang berbukit-bukit dengan lembah-lembah yang subur, misalnya Dataran Dotan di mana kakak-kakak Yusuf penggembalakan kambing domba ayah mereka (Kej. 37:17). Di Samaria juga terdapat beberapa kota yang terkenal pada zaman Perjanjian Lama, misalnya kota Sikhem (terletak di antara G. Ebal & Gerizim) yang ada hubungannya dengan Abraham (Kej. 12:6) dan Yakub (Kej. 33:18), dan juga menjadi tempat perkumpulan sidang-sidang besar orang Israel (Yos.
24).Pegunungan Yudea - Menuju ke Selatan lagi, terdapat "pegunungan Yudea". Pada batas Utaranya terdapat banyak benteng-benteng, yang menceritakan peperangan-peperangan antara Yehuda dan Israel. Di bagian Selatan terletak kota Betlehem, tempat lahirnya Daud (I Sam.
16:1) dan tempat kejadian kisah Rut (Rut 1:1,19). Agak ke Selatan lagi terletak Hebron, kota yang paling tua di Palestina, dimana para kepala bangsa (patriarkh) dikuburkan di dalam Gua Makhpela (Kej. 23:19; 25:9; 50:13), dan yang dijadikan ibu kota Yehuda oleh Daud sebelum Yerusalem ditaklukkan (I Taw. 11:1,2).
Lembah Yordan
Sungai Yordan - mata airnya terletak di sebelah Barat G. Hermon, kurang lebih 525m. di atas permukaan laut. Dia mengalir ke Selatan melalui dua danau, yaitu mata air Meron (Danau Huleh) (Yos. 11:1-9) dan Laut Galilea, akhirnya masuk Laut Mati kira-kira 400m. di bawah permukaan laut. Sebab daerahnya menurun, sungai itu mengalir cukup deras dan tidak dapat dilayari secara praktis. Tetapi sungai Yordan dapat diseberangi dengan memakai arungan yang terletak misalnya di Yerikho, dan di beberapa tempat di sebelah Utara Yabok. Di tempat
penyeberangan Yabok itu Yakub bergulat pada waktu malam (Kej. 32:33 dst.).Laut Galilea - panjangnya 20 km. sedangkan pada bagian yang paling lebar 12 km. Letaknya berupa tempat dalam (210m di bawah permukaan laut), dikelilingi bukit-bukit tinggi. Laut ini jarang
disebutkan dalam Perjanjian Lama, kecuali dengan memakai nama "Kinerot" (Yos. 11:2) atau "Kineret" (Ul. 3:17). Laut Mati - disebut "Laut Asin" dalam Perjanjian Lama (Kej. 14:3; Bil. 34:3), atau "Laut Araba" (Ul. 3:17). Panjangnya 69 km, lebarnya 5 km. sampai 14 km, dan merupakan genangan air yang paling rendah di dunia (397m. di bawah permukaan laut). Oleh sebab itu, iklimnya panas sekali. Tidak ada saluran keluar, dan kalau air meluap, akhirnya menguap. Oleh karena itu airnya penuh dengan garam dan mineral- mineral lain. Di sebelah barat terletak jurang-jurang En- Gedi, tempat di mana Daud menyembunyikan dirinya (I Sam. 24:1).
Pegunungan Timur Di bagian ini terdapat tanah berbukit-bukit yang cukup subur, dengan hutan dan kebun buah-buahan. Di sini juga terdapat dataran tinggi Basan, yang terkenal karena lembu-lembunya (Amos 4:1; Ul. 32:14) dan kota-kotanya yang besar. Ke Selatan lagi terletak Gilead,
yang terkenal karena rempah-rempahnya (Kej. 37:25), dan tanah Amori yang rajanya Sihon dikalahkan oleh Israel (Bil. 21:21 dst.). Di daerah ini juga terletak Yabesy-Gilead, tempat Saul pertama kali muncul sebagai seorang yang berkuasa di Israel (I Sam. 11); juga Ramot-Gilead, dimana raja Ahab dikalahkan oleh Aram dan mati (I Raja-raja fas. 22). Lebih ke Selatan lagi, yaitu dekat Laut Mati dan sebelah Timurnya, terdapat bani Amon dan Moab, tetangga yang sering menyerang Israel. Daerah paling Selatan didiami bani Edom. Oleh karena daerah ini sukar sekali
dipertahankan, maka Israel tidak dapat menegakkan diri secara tetap di sebelah Timur sungai Yordan.
Dataran Esdralon Daerah yang bersegi-tiga ini sangat penting di dalam sejarah Perjanjian Lama, maka karena itu diperhatikan secara khusus. Letaknya di antara Galilea dan Samaria; pegunungan Galilea sebagai batas Utara, pegunungan Karmel sebagai batas Barat- daya, dan pegunungan Gilboa sebagai batas Timur. Sungai Kison mengalir daripadanya ke Lautan Tengah. Jalan keluar dari sebelah Timur ke lembah Yordan ialah melalui lembah Yizreel (dalam bahasa Yunani "Esdralon""). Dataran ini sangat penting karena letaknya sangat
strategis. Pedagang-pedagang dari Damsyik, Arabia dan Mesopotamia yang menuju ke pantai Siria atau Mesir, biasanya melewati dataran Esdralon. Tanahnya juga subur sekali, maka dari itu dipandang sebagai tanah yang berharga dan baik dimiliki.
Oleh karena daerah ini mudah dimasuki baik dari sebelah Timur maupun dari sebelah Barat, maka menjadi medan peperangan Israel. Terutama, pernah terjadi empat perang besar di sini:
1.Sisera, panglima Kanaan, dikalahkan oleh Debora dan barak (Hakim-hakim 5:19-21)
2.orang Midian dihancurkan oleh Gideon dengan 300 prajuritnya di kaki Gunung Gilboa (Hakim-hakim fas 7).
3.Raja Saul dan anaknya Yonathan dibunuh di G. Gilboa oleh orang filistin (I Sam. 31)
memasuki Dataran Esdralon melalui jalan Megido (II Raja-raja 23:29, 30). Di G. Karmel, Elia mengadakan pengujian terhadap nabi-nabi Baal (I Raja-raja 18:20 dst.) Kota Yizreel kadang-kadang menjadi tempat tinggal Raja Ahab, dan di lereng gunung tersebut terletak kebun anggur Nabot yang dirampas Ahab dengan tipu muslihat (I Raja-raja 21:1 dst). Letak kota Yerusalem Yerusalem terletak 700m di atas permukaan laut, di daerah pegunungan Yudea. Sebenarnya tempat itu kurang baik sebagai lokasi ibu kota negara - jauh dari laut (54km), tidak terletak di tepi
sungai besar, tidak dekat dengan jalan raya/dagang, persediaan airnya kurang bagus dan termasuk daerah kurang subur. Namun demikian, tidak ada sebuah kota lain yang telah sedemikian rupa mempengaruhi sejarah dunia.
SEJARAH PERJANJIAN LAMA Daftar Isi
a.Hal-hal penting yang perlu diketahui dalam mempelajari sejarah PL b.Sejarah PL adalah sejarah KEHIDUPAN MANUSIA YANG NYATA c.Sejarah PL adalah PEKERJAAN ALLAH
d.Sejarah PL adalah SEJARAH KESELAMATAN 1.Kronologis Sejarah PL
Jaman Adam sampai Abraham (kira-kira 5000 - 4000 SM) . Jaman Patriakh-Patriakh (kira-kira 2000 - 1400 SM) b.
Jaman Keluaran/Eksodus dari Mesir (kira-kira 2000 - 1400 SM) c. Jaman Hakim-Hakim (kira-kira 1400-1050 SM) d.
Jaman Kerajaan Bersatu (kira-kira 1050 - 931 SM) e. Jaman Kerajaan Terpisah (kira-kira 930 - 586 SM) f.
Jaman pembuangan di Babel dan kembali ke tanah Israel (kira-kira 587 B.C). g.
SEJARAH SINGKAT PERJANJIAN LAMA
Seperti yang telah disinggung pada pelajaran sebelumnya bahwa
sebagian besar Kitab-kitab dalam Perjanjian Lama berisi cerita sejarah, khususnya tentang sejarah bangsa Israel. Cerita-cerita tsb. bukanlah cerita yang sekedar kita dengar lalu kita lupakan, karena ada makna
teologis yang dapat ditarik kalau kita mempelajari dengan teliti dan dengan tujuan yang benar.
Mempelajari sejarah PL harus dimulai dengan kerinduan untuk mengerti maksud dan rencana Allah berintervensi (turut campur tangan) dalam