BAB IV DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Data Penelitian
1. Kuesioner Gaya Belajar
Kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuisioner tertutup. Kuesioner ini berisi pernyataan-pernyataan yang menggambarkan gaya belajar siswa yang terdiri dari 30 item pernyataan yang terbagi menjadi dua jenis kuesioner tertutup, yaitu 15 item untuk kuesioner chek list dan 15 item untuk kuesioner pilihan ganda.
a. Kuesioner Chek List
Pada kuesioner chek list ini berisi pernyataan-pernyataan sebanyak 15 item yang mencakup ciri-ciri gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Butir-butir soal dari kuisioner ini dibuat berdasarkan indikator-indikator gaya belajar tersebut. Secara lebih lengkap kuesioner chek list dapat dilihat pada lampiran 3. Penyebaran butir soal berdasarkan indikator gaya belajar dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini:
Tabel 1. Daftar Aspek Kuesioner Chek List
Aspek Gaya
Belajar Indikator No butir
Visual Memahami sesuatu dengan asosiasi visual
1, 2, 3, 4, 5
Auditorial Belajar dengan cara mendengar Baik dalam aktivitas lisan
6, 7, 8, 9, 10 Kinestetik Belajar melalui aktivitas fisik 12, 14
32
Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
13, 15 Menyukai kegiatan coba-coba 11
b. Kuesioner Pilihan Ganda
Kuisioner pilihan ganda juga terdiri dari 15 item peryataan yang mencakup ciri-ciri gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Kuesioner pilihan ganda ini mengacu pada Skripsi Purnahuti (2006) yang berjudul GAYA BELAJAR SISWA KELAS XB DAN GAYA MENGAJAR GURU MATEMATIKA SMA SEDES SAPIENTIAE BEDONO AMBARAWA dengan beberapa perubahan pada pernyataan-pernyataan gaya belajar VAK sesuai dengan topik yang dibahas dalam penelitian ini.
Pilihan jawaban yang tersedia pada masing-masing soal dalam kuisioner pilihan ganda ini berjumlah tiga pilihan, dan sudah dalam bentuk pernyataan-pernyataan yang mencakup aspek gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Kuesioner pilihan ganda secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 3.
2. Wawancara
Dalam pelaksanaan wawancara terhadap siswa dan guru digunakan wawancara bebas terpimpin. Wawancara bebas terpimpin adalah wawancara yang menggunkan daftar pertanyaan tetap dan sewaktu-waktu pertanyaannya dapat berkembang sesuai dengan yang diperlukan peneliti.
33
Daftar pertanyaan yang digunakan dalam pelaksanaan wawancara adalah sebagai berikut:
a. Daftar Pertanyaan Wawancara Guru
- Apa cara yang dipilih guru dalam menyampaikan materi bercerita atau menjelaskan, menampilkan gambar atau grafik dan menyuruh siswa melakukan praktikum atau melakukan peragaan konsep IPA.
- Seberapa sering ketiga hal itu dilakukan?
- Perhatian guru terhadap tanggapan anak dalam cara mengajar guru tersebut?
- Untuk guru sendiri sebenarnya gaya belajarnya seperti apa? b. Kisi-kisi Pertanyaan Wawancara Siswa
- Menanyakan tanggapan siswa terhadap pelajaran IPA?
- Menanyakan bagaimana prestasinya dalam pelajaran IPA?
- Bagaimana cara dia belajar?
- Bagaimana cara gurumu mengajar?gambar, ceramah, praktikum
- Kamu bisa duduk berapa lama kalau sedang belajar IPA
- Kamu suka belajar di kondisi yang bagaimna? Sepi atau ramai.
3. Observasi
Observasi dalam penelitian ini termasuk dalam observasi non sistematis. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaannya tidak menggunakan instrumen pengamatan. Observasi ini bertujuan untuk melihat gaya mengajar guru IPA. Dalam proses observasi digunakan alat bantu berupa handycam yang
34
berfungsi merekam seluruh kegiatan guru dalam proses pembelajaran IPA di kelas. Observasi ini dilakukan sebanyak 5 kali.
4. Fieldnotes
Selain observasi, dalam penelitian ini juga dibuat fieldnotes atau catatan lapangan. Fieldnotes yang digunakan dalam penelitian ini merupakan fieldnotes deskriptif, yang mana peneliti secara obyektif mencatat dengan detail kegiatan yang dilakukan oleh guru di kelas selama proses pembelajaran IPA. Tujuan dari fieldnotes adalah untuk berjaga-jaga jika ada peristiwa atau kegiatan yang tidak teramati oleh handycam dalam proses pembelajaran.
F. Validitas Instrumen
Validitas dapat mengukur atau menentukan apakah suatu tes sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan. Validitas menunjuk pada kesesuaian, penuh arti, bergunanya kesimpulan yang dibuat peneliti berdasarkan data yang dikumpulkan. Kesimpulannya valid bila sesuai dengan tujuan penelitian (Suparno, 2007: 68). Pada penelitian ini terdapat dua bagian kuesioner. Kuesioner bagian pertama yaitu kuesioner chek list yang sudah diuji 2 kali di SD dan SMP kemudian dikonsultasikan dengan dosen pembimbing sehingga mendapatkan persetujuan dari Dosen pembimbing. Begitu juga dengan kuesioner bagian kedua yaitu kuesioner pilihan ganda telah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing sebagai alat ukur penelitian.
35
G. Metode Analisis Data
1. Data Hasil Kuesioner Gaya Belajar Siswa
a. Kuesioner Cheklist
Kuesioner chek list terdiri dari 15 item pernyataan dan jawaban yang diisi oleh siswa yang telah dikategorikan kedalam pernyataan positif dianalisis dengan skor sebagai berikut:
Skor 4 untuk jawaban sangat setuju Skor 3 untuk jawaban setuju
Skor 2 untuk jawaban tidak setuju
Skor 1 untuk jawaban sangat tidak setuju
Skor yang diperoleh siswa dalam kuesioner tersebut diolah dengan cara menjumlahkan skor masing-masing variabel gaya belajar siswa. Dari hasil pentabulasian data tersebut, selanjutnya digunakan analisis statistik Non Parametrik K related Samples test. Statistik Non Parametrik K related Samples test digunakan untuk mengetes distribusi bebas (Suparno, 2006: 106).
Untuk melihat gaya belajar siswa yang dominan adalah dengan melihat nilai mean terbesar dari ketiga aspek gaya belajar VAK. Maka dapat ditentukan signifikan apabila nilai p < α, dengan besar α = 0,05 (Suparno, 2006: 96).
36
b. Kuesioner Pilihan Ganda
Kuesioner pilihan ganda terdiri dari 15 pertanyaan yang masing-masing memiliki 3 pilihan jawaban yang mewakili 3 variabel gaya belajar VAK, dengan kriteria pilihan jawaban sebagai berikut:
Variabel V untuk jawaban a Variabel A untuk jawaban b Variabel K untuk jawaban c
Kuesioner pilihan ganda yang telah diisi oleh siswa diberikan skor satu berdasarkan jawaban yang disilang oleh siswa.
Dari hasil analisis kuesioner pilihan ganda, data yang dipeoleh akan dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu data yang signifikan dan data yang tidak signifikan. Signifikan berarti gaya belajar siswa dapat dibedakan, sedangkan apabila tidak signifikan berarti gaya belajar siswa tidak dapat dibedakan. Untuk menentukan signifikan maupun tidak signifikan maka digunakan statistik deskriptif dengan menggunakan nilai tengah atau median dari skala yang digunakan. Skala tersebut ditentukan dari 0 sampai 15, karena skor terendah dari setiap aspek adalah 0 dan skor tertinggi dari setiap aspek bernilai 15, maka median dari skala tersebut adalah sebesar 7,5. Namun, karena skor yang diberikan pada tiap soal bernilai minimal 1, dan kemudian memiliki kelipatan 1, maka nilai median yang ditentukan sebesar 8, dan dari skala antara 8-15 diambil kembali nilai median sebesar 4. Sehingga didapatkan syarat bahwa ketiga hasil tersebut berbeda secara signifikan apabila salah satu skor tertinggi
37
bernilai minimal 8 dan selisih antara skor tertinggi dengan kedua skor yang lain minimal bernilai 4.
2. Wawancara
Setelah menganalisis kuesioner gaya belajar siswa, selanjutnya dicari 5 siswa sebagai sampel wawancara gaya belajar siswa. Pemilihan 5 sampel ini dilakukan secara acak dengan terlebih dahulu melihat variabel-variabel gaya belajarnya yang terdapat dalam tabulasi hasil kuesioner. Selain 5 sampel siswa, dalam penelitian ini juga dilakukan wawancara terhadap 1 guru untuk mengetahui gaya mengajar guru. Pemilihan guru untuk diwawancarai adalah dengan cara menanyakan terlebih dahulu apakah guru yang hendak dijadikan sampel berkenaan untuk diwawancarai.
Setelah dilakukan wawancara baik terhadap 5 siswa maupun terhadap guru, selanjutnya peneliti menganalisis dengan cara membuat transkrip hasil wawancara guna memudahkan peneliti untuk dapat mengcoding berdasarkan kategori masing-masing variabel yang diteliti.
3. Fieldnotes
Fieldnotes atau catatan lapangan dibuat pada saat peneliti melakukan pengamatan di kelas yang tujuannya untuk berjaga-jaga jika ada suatu peristiwa atau kegiatan yang tidak teramati oleh handycam dalam proses pembelajaran. Cara menganalisis fieldnotes adalah dengan menulis ulang
38
secara rapi (membuat transkrip) agar selanjutnya dapat dicoding sesuai dengan kategori variabel yang diteliti.
4. Observasi
Pengambilan rekaman video proses pembelajaran dilakukan oleh satu orang teman, yang dikarenakan peneliti harus membuat fieldnotes proses pembelajaran. Selama pembelajaran peneliti tidak terlibat dalam kegiatan yang diteliti, tetapi hanya mengamati kegiatan belajar mengajar di kelas. Peneliti tidak secara aktif melibatkan diri dalam situasinya dan sungguh-sungguh hanya menjadi pengamat yang mengumpulkan data (Paul Suparno, 2010: 121-123).
Hasil dari pengamatan dengan video ini dianalisis dengan menggunakan 2 tahap yaitu:
a. Membuat traskrip data
Semua data yang masih belum berwujud gambar video perlu diubah ke dalam bentuk tulisan yang berupa traskrip data agar memudahkan peneliti dalam membuat coding.
b. Kategorisasi coding
Setelah data-data video diubah ke dalam bentuk transkrip, kemudian dibaca dengan teliti dan selanjutnya adalah memberi tanda (coding). Coding diwujudkan dalam suatu kata yang menunjukkan isi dari bagian data tertentu. Data-data yang sama coding-nya, disatukan, kemudian diberi nama dengan suatu kategori yang menyatukan isinya.
39
Setelah itu kategori yang dekat disatukan dalam satu konsep yang sama. Konsep-konsep tersebut kemudian diurutkan dan dituliskan secara lengkap.
40
BAB IV
DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Penelitian
Penelitian dilaksanakan disalah satu sekolah dasar swasta di Pusat Damai Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, yaitu SD Swasta Subsidi yang termasuk ke dalam sekolah dasar swasta favorit di daerah ini. Di sekolah dasar ini sistem mengajar gurunya adalah sistem guru kelas yaitu satu guru mengajar seluruh mata pelajaran di kelas sekaligus sebagai wali kelas.
Dalam penelitian ini sampel data untuk kuesioner gaya belajar siswa diambil dari kelas IV yang terdiri dari 2 kelas dan kelas V yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah keseluruhan 122 siswa. Berikut ini adalah data sebaran sampel siswa kelas IV dan V SDS Subsidi Pusat Damai:
Tabel 2. Data Sebaran Sampel Siswa Kelas IV dan V SDS Pusat
Damai
Kelas Jumlah Siswa
IV A 28 IV B 28 VA 20 VB 23 VC 23 Total 122
Penelitian di SDS Subsidi Pusat Damai dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 6 April 2013, kemudian dilanjutkan pada tanggal 15 dan 16 April 2013. Terdapat jeda dalam pelaksanaan penelitian dikarenakan sekolah dasar
41
ini akan mengadakan ujian sekolah selama 1 minggu, sehingga sekolah diliburkan dari tanggal 8 – 14 April 2013.
Penelitian ini terdiri dari empat tahap yaitu pembagian kuisioner, wawancara kepada guru, wawancara kepada siswa dan observasi proses belajar mengajar. Pada tanggal 4 April 2013, peneliti menyebarkan kuesioner di seluruh kelas IV dan di kelas V SD Pusat Damai. Kemudian pada tanggal 5, 6, 15 dan 16 April 2013 peneliti melakukan pengamatan di kelas VB dengan peneliti sebagai pengamat yang memperhatikan dan membuat catatan lapangan (fieldnotes) dari seluruh kegiatan guru dan siswa selama pelajaran IPA berlangsung dan satu orang teman yang bertugas merekam proses pembelajaran (dengan alat bantu handycam). Peneliti hanya berhasil melakukan pengamatan di kelas sebanyak 4 kali yang dikarenakan gurunya hanya mengijinkan dilakukannya pengamatan sebanyak 4 kali.
Pada tanggal 6 April 2013, peneliti juga mewawancarai guru A yaitu guru IPA kelas VB sebagai data pendukung gaya mengajar guru di kelas. Pertimbangan peneliti memilih guru kelas VB dikarenakan hanya guru kelas ini yang mengijinkan untuk diamati dan diwawancarai. Selanjutnya pada tanggal 15 dan 16 April 2013 juga dilakukan wawancara kepada 4 siswa yang sebelumnya dalam rencana penelitian sampel wawancara sebanyak 5 siswa. Akan tetapi dikarenakan keterbatasan waktu penelitian, jadi peneliti hanya berhasil mendapatkan 4 siswa sebagai sampel wawancara. Wawancara kepada guru dan siswa juga dilakukan pada tanggal 15 Mei 2013 setelah masa penelitian di sekolah selesai melalui telephon dan hasil pembicaraan di
42
telephon tersebut direkam. Wawancara ini dilakukan kepada guru IPA kelas VB dan guru IPA kelas VC serta 3 siswa yang telah mengisi kuisioner dan setelah dianalisis hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan antara ketiga aspek gaya belajar. Wawancara kepada guru IPA kelas VB dan VC adalah sebagai pendukung hasil kuesioner dan wawancara ketiga siswa yang diambil sebagai sampel.
B. Data Penlitian
1. Kuesioner Gaya Belajar Siswa
Gaya belajar siswa diukur dengan instrumen berupa kuesioner gaya belajar siswa. Kuesioner gaya belajar siswa terbagi menjadi 2 bagian yaitu kuesioner chek list dan kuesioner pilihan ganda yang bertujuan agar hasilnya saling mendukung. Kuesioner chek list akan dianalisis menggunakan statistik Non Parametrik K related Samples test dan data mentah dari kuesioner chek list dapat dilihat dalam lampiran 4. Untuk kuesioner pilihan ganda, data dihitung dengan cara memberikan skor satu berdasarkan jawaban yang disilang oleh siswa. Selanjutnya dilakukan pentabulasian data untuk keperluan penganalisaan. Secara lengkap data mentah untuk kuesioner pillihan ganda dapat dilihat pada lampiran 5.
43
2. Wawancara
a. Wawancara Gaya Belajar Siswa
Wawancara terhadap siswa dilakukan untuk melihat adanya kesesuaian gaya belajar siswa yang didapatkan dari hasil analisis kuesioner pilihan ganda dan hasil wawancara dengan sampel wawancara.
Untuk melihat kesesuaian tersebut peneliti mengambil 4 siswa secara acak dari data kuesioner chek list dan kuesioner pilihan ganda untuk dijadikan sampel wawancara. Setelah peneliti mendapatkan hasil wawancara 4 siswa, selanjutnya peneliti berkonsultasi kepada dosen pembimbing guna mengetahui apakah hasil wawancara ini bisa digunakan untuk langkah penganalisisan data. Ternyata hasil wawancara tersebut tidak dapat digunakan karena terdapat ketidaksesuaian antara hasil kuesioner yang telah diolah dan hasil wawancara 4 siswa tersebut. Kemudian peneliti disarankan untuk mengganti 4 sampel tersebut dengan sampel acak yang baru sebanyak 3 siswa. Alasan pemilihan 3 siswa tersebut dikarenakan hasil dari analisis kuesioner pilihan ganda untuk ketiga siswa ini menunjukkan perbedaan yang signifikan antara ketiga aspek gaya belajarnya. Hasil wawancara dengan ketiga siswa tersebut dapat dilihat pada lampiran 6.
Selain wawancara kepada ketiga siswa, peneliti juga melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran IPAnya untuk