• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelapor Terlapor

KUESIONER KONSUMSI DAN PENGELUARAN (VSEN17.KP)

Hal-hal yang Dikumpulkan Pada Daftar VSEN17.KP

Struktur kuesioner modul konsumsi dan pengeluaran (VSEN17.KP) secara umum dijelaskan pada bagan sebagai berikut.

Bagan Kegiatan Ekonomi Rumah Tangga

Gambar 3.2 Bagan Transaksi Keuangan Rumah Tangga

Keterangan:

* = tidak dicakup dalam Susenas

Produsen:

1. Usaha rumah tangga;

2. Perusahaan non-finansial (seperti usaha/perusahaan pertanian, pertambangan, listrik, industri pengolahan, perdagangan, restoran, hotel, rumah sakit, sekolah, dsb);

3. Perusahaan finansial (seperti bank, asuransi, pegadaian, lembaga pembiayaan, dan berbagai jenis lembaga keuangan lainnya);

4. Pemerintah (K/L pemerintah tingkat pusat (seperti Kemdagri, Kemenkeu, Kemdiknas, DPR, BPS, ABRI), Pemda Propinsi, Kabupaten/Kota, Desa/Kelurahan (Dinas, UPTD, dsb.);

5. Lembaga non-profit (seperti panti asuhan, gereja, ormas, orpol, dsb.). Transaksi Keuangan:

1. Diterima: mengambil tabungan, berhutang, menerima pembayaran hutang, dsb. 2. Dibayar: menabung, membayar hutang, memberikan hutang, dsb.

Penerimaan Pengeluaran

Penjelasan Umum yang Harus Dipahami Pada Daftar VSEN17.KP A. Referensi Waktu Survei

(1) Referensi Waktu Konsumsi Makanan

Referensi waktu yang digunakan adalah seminggu terakhir, yaitu jangka waktu 7 hari berturut-turut yang berakhir sehari sebelum tanggal pencacahan.

(2) Referensi Waktu Konsumsi Bukan Makanan

Pengeluaran sebulan terakhir adalah pengeluaran konsumsi

yang betul-betul dikeluarkan selama sebulan terakhir dan berakhir satu hari sebelum pencacahan, bukan pengeluaran selama setahun terakhir yang dibagi 12.

Pengeluaran setahun terakhir adalah pengeluaran konsumsi

yang betul-betul dikeluarkan selama setahun terakhir, mencakup pengeluaran sebulan terakhir. Pengeluaran setahun terakhir belum tentu dikeluarkan dalam periode sebulan terakhir.

(3) Referensi Waktu Pendapatan, Penerimaan, dan Pengeluaran Bukan Konsumsi

Sebulan terakhir adalah jangka waktu sebulan yang berakhir

sehari sebelum tanggal pencacahan.

Setahun terakhir adalah jangka waktu setahun yang berakhir

sehari sebelum tanggal pencacahan.

B. Hasil Pencacahan Rumah Tangga (1) Terisi lengkap

Petugas berhasil menemui rumah tangga dan melakukan wawancara dengan daftar VSEN17.KP secara lengkap, yaitu jika:

a. Isian makanan dan minuman jadi terisi oleh seluruh anggota rumah tangga. Untuk bayi/balita/anggota rumah tangga yang tidak mengonsumsi makanan dan minuman jadi dalam seminggu terakhir, petugas tetap harus menyalin nama dan nomor urut anggota rumah tangga pada kotak yang telah disediakan. Pengisian banyaknya dan nilai untuk komoditi makanan dan minuman jadinya diberi tanda coret “Z“;

b. Blok V.A terisi ketika ada anggota rumah tangga yang bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai;

c. Blok V.B terisi ketika ada anggota rumah tangga yang memiliki usaha rumah tangga;

d. Blok VI. Rekapitulasi penerimaan dan pengeluaran rumah tangga selama setahun terakhir terisi.

(2) Terisi tidak lengkap

Petugas berhasil menemui rumah tangga terpilih, namun tidak dapat mewawancarai responden dengan daftar VSEN17.KP secara lengkap.

(3) Tidak ada ART/responden yang dapat memberi jawaban sampai akhir masa pencacahan

Petugas berhasil menemui rumah tangga terpilih, namun tidak ada ART/responden yang dapat diwawancarai sampai akhir masa pencacahan.

(4) Responden menolak

Responden menolak untuk diwawancarai.

(5) Rumah tangga pindah/bangunan sensus sudah tidak ada

Petugas tidak berhasil menemukan rumah tangga/bangunan sensus terpilih sampai akhir masa pencacahan.

C. Konsumsi dan Pengeluaran Bahan Makanan, Bahan Minuman, dan Rokok Seminggu Terakhir

Pendekatan yang digunakan pada pencatatan untuk konsumsi dan pengeluaran bahan makanan, bahan minuman, dan rokok menggunakan Consumption Approach, artinya banyaknya dan nilai bahan makanan, bahan minuman, dan rokok seminggu terakhir yang dicatatkan adalah yang benar-benar dikonsumsi anggota rumah tangga selama seminggu terakhir.

Adapun bahan makanan, bahan minuman, dan rokok yang dikonsumsi oleh rumah tangga dapat berasal dari:

(1) Pembelian, jika bahan makanan, bahan minuman, atau rokok

yang dikonsumsi berasal dari pembelian baik secara tunai, bon (hutang), atau kredit (cicilan). Konsumsi yang diambil dari warung/toko milik rumah tangga yang bersangkutan dianggap sebagai pembelian.

(2) Produksi sendiri/pemberian, jika bahan makanan, bahan

minuman, atau rokok yang dikonsumsi berasal dari kebun, sawah, pekarangan, baik usaha rumah tangga maupun bukan usaha rumah tangga atau yang berasal dari pihak lain secara cuma-cuma. Contoh: mengonsumsi belimbing yang diambil dari pohon belimbing milik rumah tangga, mengonsumsi daging dari hewan yang dipelihara rumah tangga, atau mendapat kiriman makanan dari tetangga/famili.

D. Kode COICOP

Classification of Individual Consumption According to Purpose

(COICOP) merupakan klasifikasi baku mengenai pengeluaran/konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga untuk mengakuisisi barang dan jasa yang dikelompokkan sesuai dengan penggunaannya. Adapun kode COICOP yang digunakan bersumber dari Klasifikasi Baku Pengeluaran/Konsumsi Rumah Tangga Indonesia 2003.

E. Satuan Standar

Satuan standar digunakan untuk memudahkan pengolahan data dan melakukan perbandingan antar-rumah tangga atau antardaerah. Jika satuan yang digunakan berbeda dengan satuan standar yang tercantum pada kuesioner, maka harus dilakukan konversi.

F. Banyaknya dari jenis komoditas yang dikonsumsi

Isian banyaknya adalah jumlah konsumsi pada suatu komoditas dalam satuan standar yang dapat berasal dari pembelian (tunai/bon), produksi sendiri (baik dari usaha rumah tangga maupun bukan dari usaha rumah tangga), atau berasal dari pihak lain.

G. Nilai dari jenis komoditas yang dikonsumsi

Isian nilai adalah nilai rupiah bilangan bulat dari banyaknya konsumsi pada suatu komoditas.

Penjelasan:

(1) Komoditas yang berasal dari produksi sendiri atau dari pemberian, dsb., isian nilainya diperkirakan dari harga yang berlaku di pasar

setempat pada saat komoditas tersebut dikonsumsi.

(2) Pencatatan nilai untuk pembelian barang diskon adalah sesuai dengan harga yang dibayarkan, bukan harga sebelum didiskon. (3) Responden yang membeli barang dengan harga subsidi dianggap

membeli sesuai dengan harga pasar. Misalnya, ketika responden membeli beras raskin/rastra, maka harga yang dicatatkan adalah harga pasaran beras pada wilayah setempat. Subsidi hanya dapat dilakukan oleh pemerintah atau lembaga nonprofit.

H. Komoditas Bahan Makanan, Bahan Minuman, dan Rokok

Berikut adalah penjelasan mengenai komoditas bahan makanan, bahan minuman, dan rokok:

(1) Kelompok padi-padian