Blok ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Pengetahuan mengenai perilaku peduli lingkungan hidup merupakan salah satu komponen faktor internal yang dapat mendorong perubahan perilaku seseorang agar lebih peduli terhadap lingkungan hidup.
(1) P.922. Seberapa setuju (nama) terhadap pernyataan-pernyataan dibawah ini?
Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengukur pengetahuan peduli lingkungan hidup responden
Penjelasan:
a. Membakar sampah merupakan cara terbaik untuk mengelola sampah
Sampah yang bercampur plastik jika terbakar asapnya menghasilkan senyawa kimia Dioksin, senyawa zat yang bisa digunakan sebagai racun tumbuhan (herbisida). Gas yang dihasilkan dari pembakaran sampah dapat merusak atmosfer bumi. Gas tersebut adalah senyawa chlor, yang dihasilkan dari pembakaran plastik. Pembakaran bahan sintetis yang mengandung nitrogen, seperti nilon, busa poliuretan yang ada pada sofa atau karpet busa, juga membahayakan karena dapat menghasilkan gas HCN yang berbahaya.
b. Sampah plastik, sampah makanan, sampah kertas, dan sampah lainnya tidak perlu dipilah sebelum dibuang
Pola pengelolaan sampah yang lebih baik sebenarnya harus melibatkan pemilahan sampah berdasarakan jenis-jenisnya. Ada tiga alasan mengapa sampah harus dipisah-pisahkan, yakni alasan alamiah jenis sampah, alasan ekonomi dan alasan lingkungan.
1. Alasan Alamiah
Karakter suatu bahan untuk mengalami degradasi, sehingga berubah menjadi bahan dasarnya atau menjadi bahan lain yang diharapkan bersifat tidak berbahaya, adalah berbeda-beda. Sampah yang dibuang juga akan mengalami degradasi. Berdasarkan jenis sampah, degradasi tersebut akan memerlukan waktu yang cukup bervariasi berdasarkan jenis sampah.
Bahan-bahan organik, seperti daun, buah, sayuran, sisa makanan, kayu atau kertas, diperlukan waktu yang relatif singkat. Untuk logam memerlukan waktu lebih lama, karena memerlukan mekanisme kimia berupa reaksi korosi atau pengkaratan. Untuk gelas dan kaca lebih lama lagi karena mungkin kerusakan bahan hanya bisa terjadi secara fisik dan tidak bisa secara kimiawi. Dan waktu yang diperlukan untuk degradasi sampah jenis plastik dapat terjadi sampai ratusan tahun.
Apabila sampah dicampur jadi satu dan kemudian ditimbun di TPA. Untuk waktu tertentu, mungkin hanya jenis sampah organik saja yang sudah mengalami degradasi dan yang lainnya masih tetap berbentuk semula. Dengan demikian untuk mengubah semua timbunan sampah, tentu saja diperlukan waktu sampai ratusan tahun.
2. Alasan lingkungan
Dengan pemisahan sampah kita juga dapat ikut membantu kemungkinan terjadinya risiko pencemaran lingkungan akibat terbuangnya sampah yang mengandung polutan atau bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti batere, botol pembasmi serangga, obat kedaluwarsa dan lain-lain. Dengan pemisahan sampah maka beberapa jenis yang diduga mengandung B3 dapat dipilah untuk kemudian ditangani secara khusus.
3. Alasan ekonomi
Peningkatan nilai ekonomis sampah dapat lebih ditingkatkan dengan menggunakan konsep 3R (reuse, reduce, dan recycle), khususnya reuse dan recycle. Konsep reuse adalah menggunakan kembali suatu barang, jadi akan lebih baik apabila memanfaatkan suatu benda yang masih mungkin untuk digunakan kembali daripada dibuang untuk menjadi sampah. Konsep’recycle’ adalah upaya daur ulang sampah menjadi produk lain yang bermanfaat.
Dengan adanya pemilihan sampah maka sampah tidak akan saling bercampur. Hal ini akan memudahkan pihak lain untuk mengambil dan menggunakan suatu jenis sampah dari kumpulan sampah tersebut. Apabila sampah bercampur maka perlu langkah pemisahan. Yang menjadi masalah adalah apabila sampah bercampur dengan sampah organik bersifat basah. Sampah basah cenderung akan mengotori sampah lain dan hal ini berpengaruh terhadap penampakan, bau, tampilan dan lain-lain. Untuk dapat memperoleh jenis sampah tertentu akan susah karena harus dicuci dan dijemur kembali. Dengan
adanya pemilahan makan pemanfaatan kembali baik untuk digunakan kembali atau untuk didaur ulang akan lebih mudah. Dan secara bersamaan juga dapat mengurangi biaya untuk pengelolaan sampah tersebut.
c. Sampah yang mengandung bahan kimia (seperti: kaleng bekas obat nyamuk semprot, baterai, bohlam lampu, botol insektisida, dll) sebaiknya dikubur
Sampah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia, digolongkan sebagai sampah B3.
d. Membawa tas belanja sendiri dapat mengurangi sampah plastik
Salah satu masalah serius yang harus dihadapi oleh masyarakat saat ini adalah sampah, dimana sampah memiliki dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan. Setiap individu adalah penghasil sampah dan masyarakat memiliki peran untuk bisa menanggulangi nya. Sayangnya, saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana cara mengurangi sampah, padahal setiap individu bisa berteman dengan sampah dan membuat sampah menjadi lebih berguna.
Sebenarnya mengurangi sampah bukanlah hal yang sulit, hanya perlu melakukan beberapa langkah mudah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara sederhana mengurangi sampah plastik yaitu:
Menyediakan tas belanja sendiri
Biasakan membawa tas belanja sendiri setiap kali akan berbelanja. Dengan membawa keranjang belanja, maka kita tidak perlu lagi memakai kantong-kantong plastik untuk membawa barang belanjaan. Sampah yang berupa kantong plastik pun akan berkurang.
e. Asap kendaraan bermotor menyebabkan suhu bumi semakin panas
Global warming adalah peningkatan suhu rata – rata di seluruh permukaan bumi pada bagian atmosfir, bagian laut maupun di daratan bumi. Dari hasil penelitian ternyata bumi telah mengalami meningkatan suhu hingga 0,18 derajat celcius dalam 100 tahun terakhir. Peningkatan suhu bumi mulai terjadi sejak awal abad ke-20 yang disebabkan karena meningkatnya zat gas rumah kaca sebagai akibat dari aktivitas manusia. peningkatan suhu permukaan bumi dapat menyebabkan naiknya permukaan air laut,
perubahan cuaca yang ekstrim, terjadi perubahan jumlah dan pola presipitasi. Dampak panasnya suhu bumi yang sangat nampak adalah hasil pertanian yang kurang bagus, gletser di kutub menghilang serta beberapa jenis hewan mengalami kepunahan. Sunhu yang tinggi ini sudah mulai menjadi masalah serius dunia sehingga negara – negara di dunia mulai mengatur penggunaan emisi gas – gas rumah kaca. Hal ini dibuktikan dengan ditandatanganinya protokol kyoto untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Salah satu penyebab peningkatan suhu bumi dari lingkungan masyarakat:
Jumlah kendaraan yang meningkat
Kendaraan yang ada di seluruh dunia sangat memberikan pengaruh besar dalam peningkatan suhu bumi, karena kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak seperti mobil, motor dan kendaraan yang lainnya hasil dari pembuangannya akan menghasilkan gas karbondioksida yang berlebihan.
Gas karbondioksida sangat berpengaruh dalam peningkatan suhu bumi karena karbondioksida merupakan gas yang menangkap cahaya panas sehingga tidak bisa di salurkan lagi ke luar angkasa. Pengaruhnya memberikan dampak tidak baik bagi kesehatan karena banyaknya polusi di lingkungan yang penduduknya mayoritas tinggal di pinggir jalan raya.
f. Membiarkan air mengalir tanpa digunakan adalah pemborosan air
Keadaan air di muka bumi ini sudah mencapai level kerusakan dan kepunahan. Di banyak tempat di dunia, sumber air banyak yang mengalami kerusakan yang amat parah, termasuk di Indonesia. Berbagai macam faktor turut menyumbang terjadinya kerusakan sumber air ini, mulai dari akibat polusi air, pemborosan penggunaan air, dan penyedotan air yang dilakukan secara berlebihan. Tidak hanya itu keberadaan air di muka bumi ini yang sangat terbatas, juga telah mengalami penipisan dan hampir mencapai taraf kepunahan. Penyebabnya, selain karena rusaknya sumber air, adalah ledakan penduduk yang tak terkendali.
Setiap hari penduduk di dunia termasuk Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Belum lagi ditambah perkembangan industri dan pertumbuhan gedung-gedung yang sangat pesat yang menyebabkan terjadinya peningkatan akan kebutuhan air bersih dan air minum. Akibatnya banyak sekali pihak-pihak yang terus berbuat kerusakan terhadap air, dengan melakukan penyedotan yang berlebihan terhadap
sumber air tanah (air tanah adalah salah satu sumber daya air tawar yang sangat vital ) tanpa disertai adanya upaya konservasi air. Selain itu banyak juga industri-industri yang membuang limbah-limbah dan sampah mereka ke sungai dengan seenaknya. Tidak hanya industri, tetapi rumah tangga pun banyak yang membuang limbah dan sampah mereka ke sungai.
Selain hanya itu peningkatan akan kebutuhan air bersih dan air minum pun cenderung menyebabkan masyarakat banyak yang boros dalam menggunakan air. Akibatnya adalah banyaknya sumber air yang rusak dan tercemar, bahkan sudah habis. Hal inilah yang selanjutnya menjadi penyebab timbulnya kelangkaan air atau lebih di kenal dengan istilah krisis air. Krisis air saat ini sudah banyak terjadi di berbagai belahan dunia. Termasuk di Indonesia. Contonnya adalah krisis air di NTT. Krisis air ini menjadi masalah lingkungan yang sangat mengerikan sekaligus menjadi momok menakutkan yang akan mengancam masa depan kita dan anak cucu.
g. Rumah tangga perlu menyediakan area resapan air
Bangunan sumur resapan adalah salah satu rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh di atas atap rumah atau daerah kedap air dan meresapkannya ke dalam tanah.
Sumur resapan berfungsi memberikan imbuhan air secara buatan dengan cara menginjeksikan air hujan ke dalam tanah. Sasaran lokasi adalah daerah peresapan air di kawasan budidaya, permukiman, perkantoran, pertokoan, industri, sarana dan prasarana olah raga serta fasilitas umum lainnya.
Manfaat sumur resapan adalah:
1. Mengurangi aliran permukaan sehingga dapat mencegah/ mengurangi terjadinya banjir dan genangan air.
2. Mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah.
3. Mengurangi erosi dan sedimentasi
4. Mengurangi/ menahan intrusi air laut bagi daerah yang berdekatan dengan kawasan pantai
5. Mencegah penurunan tanah (land subsidance) 6. Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah.
h. Menghemat listrik dapat menghemat energi
Perkembangan zaman yang semakin maju membuat kebutuhan energi semakin besar untuk kehidupan yang modern ini, saat ini hampir semua orang menggunakan kendaraan bermotor. Artinya setiap hari setiap orang menggunakan sumber energi minyak bumi, dan minyak bumi adalah salah satu sumber energi yang tak dapat diperbaharui.
Energi yang ada haruslah digunakan dengan baik dan secara
hemat. Berikut ini beberapa cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari :
1. Gunakan Air secukupnya.
Dalam kehidupan manusia, air adalah sumber energi yang sangat dibutuhkan oleh semua orang, maka gunakanlah air dengan baik serta secukupnya. Misalnya biasakan menggunakan air saat mandi atau pun aktivitas yang menggunakan air secara wajar.
2. Matikan kran air
Kebanyakan orang jarang mengontrol bak mandi atau pun tempat air lainnya sat pengisian air, kini biasakan selalu mematikan mesin air bila bak mandi atau tempat penyimpanan air yang lainnya telah terisi penuh.
3. Matikan peralatan listrik bila tidak digunakan
Mematikan peralatan listrik di rumah bila tidak digunakan, adalah salah satu cara menghemat energi.
4. Gunakan peralatan rumah tangga yang hemat energy
Pilihlah peralatan rumah tangga saat anda membelinya yang hemat akan energi.
5. Gunakan kendaraan secara bersama-sama
Saat berkendara dalam melakukan kegiatan sehari-hari, gunakan secara bersama-sama, misalnya saat akan pergi kerja berangkat lebih pagi serta antarkan anak-anak ke sekolah terlebih dahulu.
6. Kurangi penggunaan kendaraan
Jika kegiatan sehari-hari memiliki jarak tempuh yang tidak terlalu jauh maka hindari menggunakan kendaraan bermotor, gunakan alat transportasi yang lain misalnya bersepeda.
i. Menggunakan kendaraan umum dapat mengurangi polusi udara
Kualitas udara sangat berpengaruh pada kualitas kehidupan organisme. Udara yang tercemar tentu sangat tidak baik bagikehidupan. Penyakit ISPA, kanker saluran pernafasan, dan kelainan – kelainan lainnya muncul akibat dari pencemaran udara. Pencemaran udara yang makin meningkat tak jauh dari ulah manusia tentunya. Kemajuan industri yang menggunakan bahan bakar akan menghasilkan buangan yang dapat mencemari udara. Pemerintah pusat sendiri telah menerbitkan peraturan mengenai pengendalian pencemaran udara (PP No. 41 Tahun 1999 Tentang pengendalian Pencemaran Udara Presiden Republik Indonesia). Dalam aturan tersebut telah disebutkan berbagai cara untuk mengendalikan pencemaran dengan pengendalian mutu udara melali uji emisi karbon yang dilakukan secara berkala terhadap suatu industri. Masyarakat harus turut andil dalam membantu peraturan pemerintah, jangan biarkan oknum- oknum tertentu mengabaikan peraturan ini. Salah satu cara masyarakat turut andil dalam pengendalian polusi udara, diantaranya:
Menggunakan kendaraan umum
Emisi karbon meningkat sebanding dengan meningkatnya kendaraan. Pasar industri otomotif menunjukkan kurva yang terus naik. Ini artinya penggunaan bahan bakar semakin meningkat, hasil pembakaran bahan bakar ini menghasilkan senyawa karbon (karbondioksida, karbomonoksida) atau bahkan logam- logam seperti timbal (asap hitam) yang sangat berbahaya. Penggunaan kendaraan umum tentu akan mengurangi hal – hal tersebut. Dengan demikian udara akan lebih sedikit baik.
j. Panas matahari tidak dapat dijadikan sumber energi listrik alternatif
Energi alternatif merupakan sumber energi yang pemanfaatannya dapat menggantikan energi utama. Seperti kita ketahui, efek gas rumah kaca dan juga semakin menipisnya sumber energi utama di dunia membuat kita harus mencari solusinya dengan menerapkan energi alternatif dengan mempertimbangkan dampak baik buruk yang ditinggalkannya.
Energi alternatif diharapkan bisa menggantikan peranan sumber energi yang utama yang sifatnya tidak terbarukan. Selain itu juga bisa meminimalisir pencemaran lingkungan hingga meminimalisir peningkatan efek gas rumah kaca yang memicu peningkatan suhu atau temperatur udara semakin meningkat. Salah satu contoh energi alternatif yang bisa kita terapkan untuk mengganti sumber energi yang utama yaitu.
Energi matahari
Energi matahari merupakan sumber energi panas yang sangat berguna bagi kehidupan makhluk hidup di dunia. Energi matahari dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan tumbuhan untuk hidup. Selain itu, energi matahari juga ternyata bisa dimanfaatkan sebagai salah satu contoh dari energi alternatif. Bahkan energi alternatif dari energi matahari sendiri di beberapa negara maju ini sudah mulai dimanfaatkan dalam bahan bakar mobil. Jika memang kita bisa memanfaatkan energi alternatif maka sudah dapat dipastikan jika matahari bisa dijadikan sebagai sumber energi yang paling utama untuk manusia. Adapun keuntungan dari energi matahari ini adalah jumlah energi yang tidak terbatas.
k. Menutup panci ketika memasak dapat menghemat bahan bakar
Penghematan energi memang sudah menjadi hal yang patut diperhatikan. Apalagi pemerintah sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi. Melalui inpres itu, kita harus mulai menghemat energi dalam bentuk apa pun, termasuk penggunaan di dalam rumah. Penghematan energi di dalam rumah dapat dimulai dari dapur. Dapur merupakan ruang pengolahan bahan makanan yang digunakan setiap hari. Pengolahan bahan makanan tersebut memerlukan air, api, listrik, gas, dan bahan bakar lain. Karena itu, kebutuhan energi terbanyak di dalam rumah ada di dapur. Penggunaan peralatan, sumber daya, dan bahan bakar yang efisien pada akhirnya dapat menghemat penggunaan energi dan biaya secara menyeluruh.
Langkah-langkah sederhana untuk menghemat penggunaan energi di dapur, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Area dapur memiliki bukaan ventilasi berupa jendela minimal 20 persen dari luas lantai. Pemanfaatan cahaya matahari yang optimal dapat menghemat energi karena meminimalisasi penggunaan lampu.
2. Dapur juga sebaiknya memiliki pencahayaan buatan yang cukup terang untuk malam hari. Penerangan buatan harus memadai (tidak redup dan tidak silau) untuk melakukan setiap pekerjaan dan melihat perubahan warna makanan. Penerangan yang terlalu redup atau terlalu terang dapat menyebabkan mata tegang dan lelah. Sebaiknya gunakan lampu neon atau fluorescent agar hemat energi.
3. Pada saat memasak, tutuplah panci untuk mencegah hilangnya panas yang dihasilkan oleh api. Bila panas terbuang, maka bahan bakar yang dipakai juga akan semakin boros dan makanan lebih lama matangnya.
5. Saat ini di pasaran banyak dijual peralatan memasak yang multifungsi. Gunakan peralatan tersebut untuk memasak beberapa masakan sekaligus. Misalnya, menanak nasi sekaligus mengukus sayuran atau menghangatkan lauk. Dengan demikian energi yang dipakai terfokus pada satu alat masak.
6. Gunakan peralatan masak yang berbahan dasar tebal dan keras, contohnya teflon. Hal ini bertujuan supaya pendistribusian panas lebih efisien dan masakan lebih cepat matang.
l. Ketersediaan air bersih tidak terbatas
Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit. Dari total jumlah air yang ada, hanya 5% saja yang tersedia sebagai air minum, sedangkan sisanya adalah air laut. Selain itu, kecenderungan yang terjadi sekarang ini adalah berkurangnya ketersediaan air bersih itu dari hari ke hari. Semakin meningkatnya populasi, semakin besar pula kebutuhan akan air minum. Sehingga ketersediaan air bersih pun semakin berkurang. Potensi air permukaandi Indonesia sendiri lebih kurang 1.789 miliar meter kubik per tahun. Sekitar 119 juta rakyat Indonesia belum memiliki akses terhadap air bersih.
Ketersediaan air bersih dari tahun ke tahun semakin berkurang akibat eksploitasi yang dilakukan penduduk. Di samping itu, yang menjadi penyebab lain adalah rusaknya lingkungangan untuk resapan air, pemanasan global, dan tingginya tingkat pemborosan untuk rumah tangga. Hutan sebagai peresap air mulai tidak dikelola dengan baik dan pembalakan liar oleh oknum-oknum yang hanya mau menikmati sendiri tanpa ada rehabilitasi. Seperti yang disampaikan Jacques Diouf, Direktur Jenderal Organisasi Pangan
dan Pertanian Dunia (FAO), saat ini penggunaan air di dunia naik dua kali lipat lebih dibandingkan dengan satu abad silam, namun ketersediaannya justru menurun. Akibatnya, terjadi kelangkaan air yang harus ditanggung oleh lebih dari 40% penduduk bumi. Kondisi ini akan kian parah menjelang tahun 2025 karena 1,8 miliar orang akan tinggal di kawasan yang mengalami kelangkaan air secara absolut.
(2) P.923. Dari sumber mana saja (nama) memperoleh pengetahuan terkait lingkungan hidup tersebut (merujuk jawaban P.922)
Tujuan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui sumber pengetahuan terkait lingkungan hidup. Perlu diperhatikan bahwa sumber yang dicatat adalah media memeperoleh informasi, jika menonton televisi dan narasumber adalah dosen ITB yang sedang memaparkan bagaimana panas matahari dijadikan sebagai sumber energi alternatif maka sumber pengetahuan adalah TV.
(2) P.924.a. Dalam setahun terakhir, apakah ada gangguan kondisi/ kualitas air/udara di lingkungan sekitar tempat tinggal (nama)?
Pertanyaan ini merupakan pendekatan untuk mengetahui adanya pencemaran di lingkungan sekitar rumah tangga responden. Pencemaran di lingkungan sekitar rumah tangga responden ditunjukkan dengan terganggunya rumah tangga tersebut terhadap kondisi/kualitas air atau udara yang ada disekitarnya.
Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi air tanah di lingkungan sekitar tempat tinggal responden, khususnya di rumah responden, selama satu bulan terakhir. Air tanah yang baik dapat dilihat dari tampilan fisiknya yang jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbusa dan tidak berbau. Berikut penjelasan terkait hal tersebut:
Keruh, jika air dituang dalam gelas bening terlihat adanya
benda-benda kecil yang bercampur menjadi satu, misalnya air yang keruh karena butiran koloid dari tanah liat.
Berwarna, jika air tampak tidak keruh (bening/jernih) tetapi berwarna.
Beberapa warna dalam air yang harus diwaspadai diantaranya :
1. Air berwarna hijau mengandung cuprum, oksida, chlorin, dapat mengakibatkan penyakit ginjal, sistem syaraf pusat dan kanker. 2. Air berwarna hitam mengandung kalsium, magnesium, dapat
3. Air berwarna putih mengandung alumunium, arsen, asbestos, dapat mengakibatkan penyakit hati, sistem syaraf pusat dan kanker.
4. Air berwarna biru mengandung alumunium, sulfur, phospat, pestisida, dapat mengakibatkan penyakit hati, ginjal, kencing batu dan sistem syaraf.
5. Air berwarna jingga (oranye) mengandung besi oksida, dapat mengakibatkan gangguan air seni, maupun gangguan keseimbangan metabolisme.
Berasa, jika air memberi rasa tertentu, seperti: asin, anta, payau.
Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit, atau asin menunjukkan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.
Berbusa, bila air mengeluarkan busa/buih yang cukup banyak (seperti
tercampur deterjen) pada waktu dituang ke suatu tempat (gelas).
Berbau, jika air mengeluarkan bau tertentu. Air yang baik memiliki ciri
tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikro organisme air.
Jika responden tidak menggunakan air tanah, isian pertanyaan ini dapat merujuk pada air tanah di lingkungan sekitar tempat tinggal responden atau merujuk ke sumber mata air yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Jika tidak ada air tanah maupun mata air di lingkungan sekitar maka isikan kode “9” yang artinya kondisi yang ditanyakan tidak relevan atau tidak tahu.
a. Gangguan terhadap kondisi/kualitas udara, dapat ditunjukkan dalam beberapa hal seperti:
Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi udara di lingkungan sekitar tempat tinggal responden selama satu bulan