2.7. Blok VIII. Keterangan Perumahan
(1) P.801. Apa status kepemilikan bangunan tempat tinggal yang ditempati?
Kode Jawaban
a. Kode 1: Milik sendiri. Status kepemilikan tempat tinggal dimana
pada waktu pencacahan rumah yang ditempati oleh rumah tangga merupakan milik kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga. Rumah yang dibeli secara angsuran melalui kredit bank atau rumah dengan status sewa beli dianggap rumah milik sendiri.
b. Kode 2: Kontrak/sewa. Kontrak adalah status kepemilikan
tempat tinggal dimana tempat tinggal tersebut disewa oleh kepala rumah tangga/anggota rumah tangga dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian kontrak antara pemilik dan pemakai, misalnya 1 atau 2 tahun. Cara pembayaran biasanya sekaligus di muka atau dapat diangsur menurut persetujuan kedua belah pihak. Pada akhir masa perjanjian pihak pengontrak harus meninggalkan tempat tinggal yang didiami dan bila kedua belah pihak setuju bisa diperpanjang kembali dengan mengadakan perjanjian kontrak baru. Sewa adalah status kepemilikan tempat tinggal dimana tempat tinggal tersebut disewa oleh kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga dengan pembayaran sewanya secara teratur dan terus menerus tanpa batasan waktu tertentu.
c. Kode 3: Bebas sewa. Status kepemilikan tempat tinggal dimana
tempat tinggal tersebut diperoleh dari pihak lain (baik famili/bukan famili/orang tua yang tinggal di tempat lain) dan ditempati/didiami oleh rumah tangga tanpa mengeluarkan suatu pembayaran apapun.
d. Kode 4: Dinas Status kepemilikan tempat tinggal dimana tempat
tinggal tersebut dimiliki dan disediakan oleh suatu instansi tempat bekerja salah satu anggota rumah tangga baik dengan membayar sewa maupun tidak.
e. Kode 5: Lainnya Misalnya rumah adat.
(2) P.802.a. Apa Sumber Utama Penerangan di Rumah Tangga (nama)?
Penjelasan
a. Apabila responden menggunakan lebih dari satu sumber penerangan, maka pilih sumber penerangan yang paling banyak digunakan.
b. Bila terdapat tiga bedeng/rumah kontrakan yang menggunakan satu meteran listrik, maka bedeng/rumah yang ada meterannya menempel pada dinding rumah dicatat dengan meteran sedangkan dua rumah/bedeng lainnya dicatat tanpa meteran.
Kode Jawaban
a. Kode 1: Listrik PLN dengan meteran, sumber penerangan
listrik yang dikelola oleh PLN dengan menggunakan meteran (volumetrik).
b. Kode2: Listrik PLN tanpa meteran, sumber penerangan listrik
yang sumber listriknya mengambil dari rumah/bangunan lain, tiang listrik tanpa melalui meteran atau listrik yang disalurkan dari listrik tetangga
c. Kode 3: Listrik non PLN, sumber penerangan listrik yang
dikelola oleh instansi/pihak lain selain PLN termasuk yang menggunakan sumber penerangan dari accu (aki), generator, dan pembangkit listrik tenaga surya (tidak dikelola oleh PLN).
d. Kode 5: Bukan Listrik, sumber penerangan listrik seperti
petromak, aladin, pelita, sentir, obor, lilin, karbit, biji jarak, kemiri, dan lain-lain.
(3) P.802.b Jika menggunakan listrik PLN dengan meteran (P802.a.=1), Berapa daya terpasang di rumah tangga (nama)? Daya terpasang/tersambung adalah besarnya daya yang
disepakati oleh PLN dan pelanggan dalam perjanjian jual beli tenaga listrik yang menjadi dasar penghitungan biaya beban (Sumber: www.PLN.co.id)
Watt adalah satuan daya listrik nyata (aktif).
Catatan: Tidak tahu, contohnya adalah jika rumah tangga
menyambung listrik ke tempat lain dan tidak tahu berapa daya terpasang pada tempat tersebut.
Gambar 6. MCB dengan berbagai rating 6A 16A 6A
Tabel Konversi Daya Listrik Terpasang Di Rumah Tangga Dari RatingArus MCB Ke Daya Terpasang
Rating Arus MCB Daya Listrik PLN
2A 450 Watt
4A 900 Watt
6A 1300 Watt
10A 2200 Watt
16A 3300 Watt
Cara mengetahui daya listrik, pendekatan untuk mengetahui daya listrik dilakukan dengan melihat MCB (Miniature Circuit Breaker). Tulisan dalam lingkaran (pada gambar) menandakan rating arus MCB yang kemudian dapat di konversikan menjadi daya listrik (lihat tabel konversi rating arus MCB ke daya listrik PLN.
(4) P.803.a. Jumlah lampu listrik yang terpasang di rumah
Jumlah lampu yang dimaksud adalah lampu yang digunakan untuk penerangan di dalam rumah, maupun di luar rumah seperti teras, taman, dan pekarangan rumah yang dimiliki rumah tangga. Lampu
yang digunakan hanya sebagai aksesoris seperti lampu aquarium,
lampu hiasan dinding, lampu jam, dan lampu belajar tidak dihitung.
Catatan: Lampu Kristal dan sejenisnya di hitung satu lampu, walaupun
sebenarnya terdiri dari banyak lampu.
(5) P.803.b. Jumlah lampu hemat energi yang terpasang di rumah Lampu Hemat Energi (LHE) adalah lampu yang dapat menghemat
pemakaian energi listrik, lampu hemat energi 5 watt penerangan yang dihasilkan setara dengan 25 watt lampu pijar. Ciri lampu hemat energi adalah cahaya berwarna putih, watt kecil, dan harga relatif lebih mahal dibandingkan lampu pijar.
Lampu tidak hemat energi sering disebut dengan lampu pijar, cirinya
adalah cahaya berwarna keemasan, watt besar, dan harga relatif murah.
(6) P.804. Apa jenis bahan bakar yang digunakan untuk memasak rumah tangga (nama)?
Rincian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi bahan bakar memasak yang biasanya digunakan oleh rumah tangga.
Kotak jawaban a berisi kode bahan bakar memasak yang utama/
paling sering digunakan oleh rumah tangga.
Kotak jawaban b berisi kode bahan bakar memasak cadangan. Penjelasan:
a. Jika rumah tangga hanya menggunakan satu jenis bahan bakar
memasak, maka isian pada kotak a dan kotak b adalah kode yang
sama.
b. Jika rumah tangga menggunakan lebih dari dua jenis bahan bakar memasak, maka isian pada kotak a dan kotak b jenis bahan bakar memasak yang dimulai dari jenis bahan bakar yang paling sering digunakan.
c. Serbuk gergaji yang dipadatkan dan digunakan sebagai bahan bakar/energi untuk memasak tidak dikategorikan sebagai kayu bakar, akan tetapi termasuk kategori lainnya.
2.8. Blok IX. Lingkungan
Manusia membutuhkan lingkungan sebagai habitat, untuk memperoleh sumberdaya alam, dan sebagai tempat pembuangan berbagai residual dari aktifitas yang dilakukan manusia. Namun, pola produksi dan konsumsi manusia dapat berpengaruh negatif terhadap lingkungan karena manusia cenderung tidak berperilaku arif terhadap lingkungan, bahkan mengarah pada tindakan eksploitatif. Degradasi yang disebabkan oleh ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan dapat terlihat dari berbagai kasus, seperti kelangkaan air bersih, meningkatnya polusi udara dan kasus kebakaran hutan. Berbagai permasalahan lingkungan tersebut dapat diminimalisir dengan menanamkan kesadaran kepada masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.
Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dapat diukur melalui perilaku rumah tangga dalam aktivitas sehari-hari yang secara tidak langsung dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan. Untuk itu, blok ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar perilaku peduli lingkungan sudah tertanam pada rumah tangga di Indonesia. Perilaku peduli lingkungan adalah tindakan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang mengandung upaya mengurangi dampak negatif terhadap alam, serta ikut menjaga ketersediaan sumber daya alam demi kepentingan umum dan generasi yang akan datang. Perilaku peduli lingkungan akan diukur melalui
beberapa variabel, yaitu perilaku rumah tangga terkait penghematan energi, pengelolaan sampah, penghematan air, pengurangan polusi udara dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, blok ini juga ingin mengetahui seberapa besar informasi/pengetahuan terkait perilaku peduli lingkungan telah sampai ke masyarakat. Pada akhir blok juga ditanyakan terkait mitigasi bencana alam yang bertujuan untuk mengidentifikasi persentase rumah tangga yang telah memiliki pengetahuan untuk menghadapi bencana alam.