B. Batang (Caulis)
3. Kuncup (gemma; buding) pada batang
Kuncup atau tunas (gemma; bud) daun dan bunga pada umumnya tumbuh pada ujung atau buku batang dengan tata letak yang beragam. Berdasarkan posisi pada batang, dapat dibedakan 5 jenis kuncup.
a. Kuncup ujung (terminal bud), yaitu kuncup yang terdapat di ujung batang pokok atau ujung percabangan batang.
b. Kuncup samping (axillar bud, lateral bud), adalah kuncup yang berada pada buku batang di ketiak daun, sebagai kunci utama tumbuh dari meristem utama.
c. Kuncup di kedua sisi kuncup samping (collateral bud), adalah kuncup yang berada ada pada buku batang di ketiak daun, yaitu sebagai kuncup pendamping yang tumbuh dari meristem samping.
d. Kuncup ujung semu (pseudoterminal bud), merupakan kuncup yang terletak di pangkal kuncup ujung yang sesungguhnya.
e. Kuncup di bekas daun (infrapetiolar bud), yaitu kuncup yang tumbuh di daerah meristem bekas daun
Berdasarkan pertumbuhan dan perkembangannya, kuncup dapat dibedakan antara kuncup daun atau kuncup cabang (gemma foliifera), kuncup bunga (gemma floriifera), dan kuncup campuran (gemma mixta).
11 | M o r f o l o g i T u m b u h a n Kuncup pada batang tumbuhan dapat bersifat dorman karena pengaruh hormon tumbuh, disebut kuncup tidur (gemma nicta). Pada batang yang kuncup ujungnya mengalami kematian (dipotongm hama, penyakit), pada umumnya kuncup tidur pada buku batang di bagian pangkal akan tumbuh. Percabangan yang berasal dari peristiwa seperti itu menghasilkan bersifat muda, misalnya Tunas air (wiwilan) pada tanaman kopi (Coffea sp.; Rubiaceae).
Disamping kuncup dengan tata letak yang beraturan tersebut, terdapat kuncup yang tidak beraturan karena tidak pada batang, tetapi di sembarang tempat pada bagian tubuh tumbuhan sehingga disebut kuncup liar (gemma adventitious). kuncup liar tersebut antara lain sebagai berikut.
a. Kuncup di akar, tumbuh di bagian akar dan dapat berfungsi sebagai calon tumbuhan baru, misalnya kuncup akar sukun (Artocarpus communis;
Moraceae).
b. Kuncup di tepi daun, tumbuh di tepi daun yaitu di ujung cabang tulang daun, tumbuh menjadi individu baru (memiliki akar), misal kuncup di tepi daun cocor bebek (Callanchoe pinnata;
Crassulaceae).
c. Kuncup di ujung daun, tumbuh di ujung ibu tulang daun, berkembang menjadi individu baru, misalnya kuncup ujung daun running fern (Campyllotropus sp.).
12 | M o r f o l o g i T u m b u h a n 4. Klasifikasi batang
Batang dapat diklasifikasikan berdasarkan pada sifat batang tertentu, misalnya pertumbuhan dan perkembangan kuncup ujung dan samping, perawakan (habitus), lama hidup, bentuk hidup, tempat dan cara hidup, serta arah tumbuhnya.
a. Berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan kuncup
Berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan kuncup daun/cabang, batang pokok pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga tipe.
1) Monocaulis
Monocaulis yaitu batang yang pertumbuhannya didominir oleh kuncup ujung kuncup lateral mereduksi atau berkembang menjadi perbungaan sehingga terbentuk struktur batang tunggal. batang monocaulis ini dapat dibedakan menjadi dua macam.
• Monocaulis monocarpi, apabila kuncup ujung pada umur tertentu berubah menjadi perbungaan terminal sehingga otomatis pertumbuhan batang terhenti. Contoh: keluarga pisang (Musaceae), empon-empon (Zingiberaceae), garut (Maranthaceae), ganyong (Cannaceae), dan jenis palem sagu (Metroxylon sagoo; Arecaceae).
• Monocaulis policarpi, apabila kuncup ujung tetap berfungsi, tetapi kuncup samping berubah menjadi perbungaan. Contoh: kelapa (Cocos nucifera;
Arecaceae), dan aren (Arenga pinnata; Arecaceae).
13 | M o r f o l o g i T u m b u h a n Pada aren, fenomena polikarpi sangat menarik.
Tandan bunga pada buku batang ujung (3-7) berkelamin betina dan tandan bunga pada ada buku batang pangkal (3-7) berkelamin jantan.
perbungaan dimulai kala batang telah berhenti pertumbuhannya (umur 8-12 tahun).
2) Monopodial
Monopodial yaitu batang yang pertumbuhannya didominir oleh kuncup ujung. Kuncup lateral tumbuh, tetapi pertumbuhannya kurang baik dibandingkan kuncup ujung. dalam hal ini, batang pokok akan tampak jelas.
Contoh sengon (Paraserianthes falcataria; Mimosaceae).
3) Simpodial
Simpodial yaitu batang yang pertumbuhannya didominir oleh kuncup samping. Kuncup ujung pertumbuhannya lambat atau tereduksi sehingga justru cabang ke samping yang tampak dominan, tetapi kuncup ujung masih terlihat eksistensinya. Pada kondisi ekstrem, yaitu di saat kuncup ujung mati, tetapi sepasang kuncup di bagian buku batang pangkal tumbuh secara bersamaan
maka terjadilah tipe percabangan
dhicotomus (menggarpu), misalnya pada paku resam (Gleichenia sp.).
b. Berdasarkan perawakan
Perawakan tumbuhan dapat dibedakan berdasarkan beberapa kondisi berikut.
1) Organoleptik batang
Batang tumbuhan dapat memiliki perawakan basah atau herba (herbaceous) apabila batang secara organoleptik lunak, misalnya batang bayam (Amaranthus
14 | M o r f o l o g i T u m b u h a n sp.), patikan (Euphorbia hirta), dan batang keras (lignosus) apabila secara organoleptik keras karena adanya kandungan kayu yang dominan, misalnya tanaman jati (Tectona grandis; Verbenaceae). Batang keras dan berkayu dimiliki oleh tumbuhan yang berperawakan (habitus) semak (shurb) dan pohon (trees). Batang berkayu yang memiliki ruas panjang dapat dibedakan antara tipe batang mendong (calamus) ruas batang panjang dan pejal, misalnya rotan (Calamus ornatus; Arecaceae) serta rumput (calmus) ruas batang panjang dan berongga, misalnya padi (Oryza sativa; Poaceae).
Perawakan semak dan pohon dapat dibedakan berdasarkan pada ukuran diameter dan tinggi batang.
Pohon memiliki diameter batang lebih dari 5 cm dan dan tinggi batang lebih dari 10 meter. Sementara semak memiliki diameter batang kurang dari 5 cm dan tinggi batang kurang dari 10 m. Pada penerapan di kehutanan masih dirinci antara pohon rendah (tinggi batang kurang dari 20 m) dan pohon tinggi (tinggi batang lebih dari 20 m).
c. Berdasarkan lama hidup tumbuhan
Berdasarkan lama hidup tumbuhan, perawakan tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan.
• Annual, apabila umur tumbuhan kurang atau maksimal mencapai 1 tahun. Tumbuhan seperti ini pada umumnya hanya berbunga satu kali kemudian mati setelah buah masak. Contoh: jagung, kedelai, tomat, kacang tanah.
• Biennial (tumbuhan dua tahun), yaitu tumbuhan yang untuk menyelesaikan daur hidupnya berkisar antara lebih dari satu tahun sampai dua tahun. Pada
15 | M o r f o l o g i T u m b u h a n umumnya berbunga hanya sekali saat telah menyelesaikan masa vegetatif lebih dari satu tahun.
Misalnya jenis semak sidaguri (Sida rhombifolis;
Malvaceae).
• Perennial, merupakan tumbuhan yang hidup bertahun-tahun bahkan terbukti ada yang mencapai umur ratusan tahun. Dalam satu daur hidupnya, tumbuhan ini berbunga dan berbuah berkali-kali. Ketahanan hidup tumbuhan tersebut didukung oleh batang yang kokoh, artinya tumbuhan memiliki bagian tubuh untuk pertahanan misalnya rimpang, umbi, tunas yang tahan untuk melampaui musim kering, dan lain-lain.
d. Berdasarkan bentuk hidup
Oleh Renkuier (Barbour dkk., 1987), tumbuhan dikelompokkan menjadi lima bentuk hidup (life form) sebagai berikut.
• Fanerofit (phanerophyte), sebagai tumbuhan tinggi di udara dengan sifat perawakannya pohon dan semak yang memiliki batang dengan percabangan yang tahan (perennating bud) pada ketinggian lebih dari 25 cm di atas permukaan tanah.
• Kamaefit (chamaephyte), sebagai terna perennial atau semak kecil dengan sifat perawakan tumbuhan yang memiliki batang dengan percabangan yang tahan (perennating bud) pada ketinggian kurang dari 25 cm di atas permukaan tanah.
• Hemicriptofit (hemicryptophyte), sebagai tumbuhan setengah di bawah tanah dengan
16 | M o r f o l o g i T u m b u h a n perawakan tumbuhan yang memiliki percabangan yang tahan terletak di permukaan tanah atau di bawah permukaan tanah (di bawah lapisan tanah permukaan), terlindung dari faktor luar di habitatnya.
• Kriptofit atau geofit (geophyte), sebagai tumbuhan tanah dengan sifat perawakan tumbuhan yang batangnya (berupa rimpang, umbi, umbi lapis) berada di dalam tanah, pada musim kering bagian di atas tanah mati.
• Teropfit (terophyte), sebagai tumbuhan annual sejati dengan sifat perawakan tumbuhan yang menyelesaikan daur hidup dalam waktu yang singkat dan mempertahankan diri pada saat kondisi tidak baik dengan biji, spora, atau badan khusus untuk reproduksi.
e. Berdasarkan tempat dan cara hidup
Di alam, berdasarkan tempat dan cara hidup tumbuhan, dapat diamati adanya bentuk sebagai berikut.
• Epifit (epiphyte), yaitu tumbuhan yang menumpang pada bagian tumbuhan yang lain.
• Epifil (epiphyll), yaitu perawakan yang menumpang pada daun tumbuhan lain.
• Liana, yaitu tumbuhan yang memanjat pada tumbuhan yang lain (dapat dengan bantuan daun pembelit, akar pelekat, duri kait, cabang pembelit, daun pembelit, dan lain-lain) yang pada hakekatnya untuk berkompetisi mendapatkan cahaya matahari.
• Parasit, yaitu tumbuhan yang menumpang dan mengisap makanan dari tumbuhan inangnya,
17 | M o r f o l o g i T u m b u h a n seperti pada benalu (Dendtopthoe pentandra;
Loranthaceae).
f. Berdasarkan arah tumbuh
Arah tumbuh batang pokok tumbuhan dapat bersifat genetis atau karena pengaruh faktor luar secara sesaat, bahkan pengaruh cahaya dirasakan cukup dominan. Penjelasan berikut dapat memperluas pemahaman tentang arah tumbuh batang pokok dan cabang batang.
1) Batang pokok
Berdasarkan arah tumbuhnya, batang pokok tumbuhan dapat diklasifikasikan menjadi sebagai berikut.
• Tegak lurus (erect), arah tumbuhnya tegak lurus terhadap dataran tempat hidupnya. Contoh: batang pokok tanaman papaya (Carica papaya).
• Condong atau serong ke atas (ascendens), batang pokok agak rebah tetapi ujung ke arah vertical.
Contoh: batang kacang tanah (Arachis hypogea).
• Berbaring atau mendatar (humifuse; decumbens), batang pokok terletak di permukaan tanah, ujungnya ke atas, dan di buku batang tidak tumbuh akar. Contoh: batang pokok tanaman semangka (Citrulus vulgaris).
• Merayap atau menjalar (repens), batang pokok terletak di permukaan tanah, ujungnya ke atas, dan di buku batang tumbuh akar. Contoh: batang ketela rambat (Ipomoea batatas).
• Menggantung (dependens; pendulus), batang tumbuhan di lereng (tepi jurang) dan epifit. Contoh:
batang anggrek (Orchidaceae) epifit.
18 | M o r f o l o g i T u m b u h a n
• Mengangguk (nutans), batang pokok tegak lurus ke atas, ujungnya membalik ke bawah. Contoh: batang pokok bunga matahari (Helianthus annuus).
Batang pokok tumbuhan akan membentuk cabang batang atau dahan (ramus), yang tumbuh dari kuncup samping (lateral bud). Dahan tersebut akan bercabang lagi
membentuk ranting (ramulus) yang bertingkat sehingga terdapat ranting tinkat satu, tingkat dua, dan seterusnya.
Cabang batang dan ranting memiliki kuncup ujung serta kuncup samping. Kuncup yang tumbuh dan memiliki sifat biologic yang sama disebut kaulomer (caulomer), dapat bertipe monokarpi atau polikarpi. Arah tumbuh kuncup pada cabang atau batang memiliki dua tipe yaitu tegak (ortotrop), mendatar (flagiotrop), atau mendatar karena oposisi.
Gambar 1.3 Beberapa tipe arah tumbuh batang pokok tumbuhan (Lawrence, 1968)
19 | M o r f o l o g i T u m b u h a n 2) Cabang batang
Dalam perkembangannya, arah tumbuh cabang batang terhadap batang pokok dapat diidentifikasi menjadi sebagai berikut.
• Tegak (fastigiate), jika cabang batang dan batang pokok arahnya sejajar atau sedikit serong ke atas.
Contoh: cabang batang pinus (Pinus merkusii),
• Condong ke atas (patens), jika cabang batang membentuk sudut 45 derajat terhadap batang pokok. Contoh: cabang batang cemara (Casuarina sumateraensis),
• Mendatar (horizontale), jika cabang batang tegak lurus terhadap batang pokok. Contoh: cabang batang randu (Ceiba pentandra),
• Terkulai (declinate), jika cabang batang tegak lurus terhadap batang pokok, tetapi ujungnya tumbuh ke bawah. Contoh: cabang batang kopi (Coffea robusta),
• Menggantung (penduls), jika pertumbuhan cabang batang kea rah bawah (fototropi negatif). Contoh:
cabang batang salik (Salix babilonica).
Bagi tumbuhan, cabang batang dapat memiliki sifat yang beraneka ragam. Sifat cabang batang dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.
• Geragih (stolon, flagella), yaitu cabang batang dengan ruas panjang dan di setiap bukunya tumbuh batang dan akar yang dapat menjadi individu baru.
Contoh: geragih di bawah tanah suket teki (Cyperus rotundus), geragih di atas tanah pegagan (Centella asiatica).
20 | M o r f o l o g i T u m b u h a n
• Tunas air atau wiwilan (virga singularis), yaitu cabang batang tumbuh cepat, beruas panjang dan bersifat muda. Contoh: tunas air tanaman cokelat (Theobroma cacao).
• Sirung panjang (virga), yaitu cabang batang berdaun dengan ruas panjang dan belum berbunga (steril).
• Sirung pendek (vrgula; virgula sucrescens), yaitu cabang batang beruas pendek, berdaun, dan berbungan (fertile).
Dalam pertumbuhannya cabang batang dan ranting (ramulus) dapat dibentuk oleh tumbuhan secara terus-menerus (continue) misalnya pada pohon kelapa (Cocos nucifera; Arecaceae), atau berselang waktu (rhytmis) misalnya pada pohon ketapang (Terminalia catappa;
Combretaceae). Pola pertumbuhan kuncup pada batang akan membentuk tajuk dan arsitektur percabangan batang tumbuhan.
Berdasarkan pola pertumbuhan batang pokok serta perkembangan cabang batang dan ranting tumbuhan mengakibatkan terjadinya pola (model; arsitektur) percabangan batang. Untuk menentukan arsitektur percabangan batang tumbuhan, dikelompokkan terlebih dahulu pola pertumbuhan batang pokok kemudian perkembangan cabang batang serta rantingnya. Pola percabangan batang dinamai berdasarkan nama ahli pertama kali yang mengamati hal tersebut. Berikut ini adalah pengelompokan pola percabangan batang secara sederhana, dalam kunci paralel.
21 | M o r f o l o g i T u m b u h a n
1 a Batang pokok yang tidak bercabang
(monocaulis)……….…2
b Bercabang……….3
2 a Monokarpi………Model
Holtum
b Polikarpi…………...……….…………Model Corner
3 a Cabang batang ekuivalen……….………..4
b Cabang batang terdiferensiasi atau struktur campuran……….…..5
4 a Terdapat satu cabang pengganti di atas tanah kuncup ujung yang mereduksi, monokarpi
sehingga batang pokok
bersambungan………..……..
………...Model Chamberlain
b Terdapat dua cabang pengganti kuncup ujung…………...…….………
………..Model Leuwenberg c Beberapa cabang batang di bawah sebagai
rimpang anakan di bawah tanah, setiap cabang monokarpi, dan membentuk batang semu………
……….………...…Model Tomlinson
5 a Terdiferensiasi…….………..contohnya Model Kwan Koriba
b Berstruktur campur………..contohnya Model Aubriville
22 | M o r f o l o g i T u m b u h a n Pengelompokan tersebut dibuat secara sederhana dari 48 model percabangan yang telah ditentukan. Model percabangan diberi nama sesuai dengan nama peneliti pertama.
5. Metamorfosis batang
Batang tumbuhan juga dapat mengalami perubahan bentuk atau dikenal sebagai metamorfosis batang. Beberapa jenis metamorfosis batang adalah sebagai berikut.
• Umbi batang (tuber caulogenum), merupakan batang yang beralih fungsi untuk menyimpan cadangan makanan, bentuknya bervariasi (gasing, bola, bulat, memanjang, dsb), dan memiliki warna kulit yang bervariasi pula. Umbi batang memiliki buku batang, ruas batang, dan kuncup atau tunas.
Contoh: umbi pada ketela rambat (Ipomoea batatas), kentang (Solanum tuberosum), dahlia (Dahlia variabilis), dan lain-lain. Pada jenis tumbuhan tertentu misalnya uwi (Dioscorea alata), dijumpai adanya umbi yang terdapat di batang dan disebut katak atau ketibung (tuber caulinare).
• Cakram (discus), merupakan batang yang sangat mereduksi sehingga tumbuhan yang demikian disebut tumbuhan tanpa batang (planta acaulis).
Contoh: bawang merah (Allium cepa).
• Rimpang (rhizome), merupakan batang asli yang berubah bentuk menjadi bentuk khas di bawah tanah. Rimpang ini berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan yang berguna untuk
23 | M o r f o l o g i T u m b u h a n mempertahankan kelangsungan hidup spesies tumbuhan pada saar kondisi tidak menguntungkan (caudex). Contoh: pohon pisang (Musa paradisiaca;
Musaceae), jahe (Zingiber officinale;
Zingiberaceae), garut (Marantha arundinacea;
Maranthaceae), ganyong (Canna edulis;
Cannaceae).
• Kladodia (cladodia), merupakan batang yang memipih, berwarna hijau, mengambil alih fungsi daun karena daun mereduksi menjadi bulu atau duri. Batang seperti ini dijumpai pada beberapa jenis tumbuhan serofitik di daerah gurun pasir.
Contoh: kladodia tumbuhan kaktus (Opuntia elatior; Cactaceae).
• Filokladia (phyllocladia), merupakan batang yang memipih, berwarna hijau, mengambil alih fungsi daun, tetapi masih dijumpai adanya daun yang berukuran kecil (mereduksi). Contoh: filokladia tumbuhan jakang (Muehlenbeckia platyclada).
• Duri dahan (spina caulogenum), merupakan duri
24 | M o r f o l o g i T u m b u h a n C. Daun
Daun termasuk organ pokok pada tubuh tumbuhan.
Pada umumnya berbentuk pipih bilateral, berwarna hijau, dan tempat utama terjadinya proses fotosintesis.
Berkaitan dengan itu, daun memiliki struktur mulut daun yang berguna untuk pertukaran gas CO2, O2, dan uap air dari daun ke alam sekitar dan sebaliknya. Pada suku tumbuhan keladi (Araceae), untuk mempertahankan siklus air di ujung daun memiliki struktur hidatoda cone, sebagai tempat untuk meneteskan air (gutasi). Bentuk pipih dorsoventral dan menghadap ke arah datangnya sinar memiliki logika untuk efisiensi penangkapan sinar.
Gambar 1.4 Bentuk-bentuk metamorphosis batang tumbuhan yang berasal dari cabang atau ranting. Contoh: duri dahan
bougenvil (Bougenviellea spectabilis).
25 | M o r f o l o g i T u m b u h a n Uraian berikut akan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai batang sebagai salah satu organ pokok (vegetatif) tumbuhan.
1. Perkembangan daun
Pada golongan tumbuhan ganggang (Algae), tubuh berupa talus (thallus), belum memiliki organ daun. Namun, kadang kala terdapat bagian talus yang menyerupai daun (filoid), misalnya pada ganggang laut Sargasso (Sargassum sp.). Pada tumbuhan lumut hati (Hepaticopsida) dan lumut tanduk (Anthocerotopsida), tubuh berupa talus berbentuk lembaran, tetapi pada lumut daun (Bryopsida) telah dibedakan antara batang dan daun yang sederhana.
Batang dengan tipe protostele dan daun hanya memiliki satu berkas pengangkut berwujud ibu tulang daun (costa).
Daun yang modern telah dimiliki mulai dari tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).
2. Asal-usul daun
Daun merupakan tonjolan (appendage) yang tumbuh pada buku batang dan memiliki meristem ujung (apical meristem) yang berpengaruh terhadap pembentukan ujung daun dan meristem intercalary yang berkembang menjadi bagian meristem lainnya.
Perkembangan lebih lanjut, pada penampang melintang appendage memperlihatkan adanya 1) meristem adaksial (adaxial) merupakan meristem yang berkembang menjadi berkas pengangkutan pada daun (urat daun), 2) lateral yang berkembang menjadi bagian daging daun, dan 3)
26 | M o r f o l o g i T u m b u h a n marginal yang perkembangannya mempengaruhi terjadinya bentuk tepi daun.
3. Bagian-bagian daun
Organ daun memiliki bagian-bagian utama sebagai berikut.
a. Pangkal daun
Pangkal daun (leaf base; leaf foundation) yaitu bagian daun yang berhubungan dengan bagian buku batang tumbuhan, merupakan daerah pada buku batang sebagai tempat terkaitnya daun pada batang. Pangkal daun dapat berbentuk cincin, elips, atau membulat tergantung pada bentuk pelepah, tangkai, atau helaian daunnya.
Apabila daun tanggal maka akan terdapat bekas daun yang kadang ditumbuhi tunas. Contoh: pada bekas daun randu alas (Salmalia malabarica)
b. Pelepah atau upih daun
Pelepah atau upih daun (vagina; leaf sheat) merupakan bagian daun yang berbentuk lembaran tebal atau tipis dan memeluk batang, memiliki fungsi untuk melindungi kuncup ujung, kuncup samping, dan batang pada saat tanaman masih muda. Bagian ini kadang kala mudah gugur atau agak permanen, misalnya pada buluh bamboo apus (Gigantichloa apus), bahkan dapat sebagai penyusun batang semu, misalnya pada jeni anggota suku Musaceae, Zingiberaceae, Maranthaceae, dan Cannaceae.
Secara anatomis terdapat sejumlah berkas pengangkutan.
c. Tangkai daun
Tangkai daun (petiole; stalk) yaitu bagian daun yang berbentuk silindris, sebagai perantara antara upih
27 | M o r f o l o g i T u m b u h a n dan helaian. Pada daun lengkap atau bertangkai, tangkai daun merupakan penghubung antara helaian daun dengan upih atau batang sehingga memiliki sejumlah berkas pengangkutan. Bentuk tangkai daun dapat silindris, pipih, silindris beralur dari ukuran pendek sampai panjang.
Bagian ini berhubungan langsung dengan helaian daun, yaitu membentuk ibu tulang daun (costa).
d. Helaian daun
Helaian daun (lamina; blade) yaitu bagian daun yang berbentuk pipih dorso-ventral, berwarna hijau, berupa daging daun (interfenium) dan urat daun serta berguna untuk fotosintesis. Daun memiliki bentuk helaian, pangkal, tepi, ujung, tepi, dan pertulangan yang beragam.
4. Pengikut daun
Pada pangkal tangkai daun pada golongan tumbuhan tertentu, dapat memiliki pengikut daun atau pelengkap daun, yang dapat tetap atau mudah gugur.
Pengikut daun dapat berupa daun penumpu (stipula), selaput bumbung (orchrea), dan lidah daun (ligula).
Selaput bumbung merupakan pelindung kuncup dan batang muda, mislanya pada tumbuhan anggota suku Polygonaceae. Lidah daun merupakan tonjolan di ujung pelepah atau upih daun, berguna untuk melindungi kuncup dan batang muda dari air, misalnya pada semua jenis anggota suku Poaceae (Gramineae).
Daun penumpu terbukti merupakan perkembangan salah satu dari kuncup kolateral (collateral bud) dan pada umumnya terdapat di pangkal tangkai daun.
Berdasarkan tata letaknya, daun penumpu dibedakan menjadi lima macam.
28 | M o r f o l o g i T u m b u h a n
• Daun penumpu bebas (liberae) yaitu daun penumpu di kanan dan kiri pangkal tangkai daun.
Contoh: pada dau waru (Hibiscus tiliaceus).
• Daun penumpu melekat (adnate) yaitu daun penumpu di kanan dan kiri pangkal tangkai daun dan berlekatan dengan tangkai daunnya. Contoh:
pada mawar (Rosa hybrida).
• Daun penumpu ketiak (axillaris; intrapetiolaris) yaitu dua daun penumpu berlekatan dan terdapat di ketiak daun. Contoh: kacang kapri (Pisum sativum).
• Daun penumpu berlawanan (opposita; antidroma) yaitu dua daun penumpu berlekatan dan terdapat berlawanan dengan letak tangkai daun.
• Daun penumpu bersilangan (interpetiolaris) yaitu dua daun penumpu bebas dengan posisi bersilangan dan posisi daun yang berhadapan.
Contoh: mengkudu (Morinda citrifolia; Rubiaceae).
5. Tata letak daun pada batang
Tata letak daun atau duduk daun (phyllotaxis;
dispositio foliorum) adalah aturan mengenai letak daun pada batang. Berdarkan jumlah daun pada setiap buku maka duduk daun dibedakan menjadi sebagai berikut.
a. Duduk daun tersebar (sparsa) apabila pada buku batang ditumbuhi oleh satu daun, posisi daun di berbagai sisi batang. Contoh: pada waru (Hibiscus tiliaceus).
b. Duduk daun berseling (distichia) apabila pada buku batang ditumbuhi oleh satu daun, posisi daun pada dua sisi batang. Contoh: duduk daun pada jahe (Zingiber officinale).
29 | M o r f o l o g i T u m b u h a n c. Duduk daun berhadapan (opposite) apabila terdapat dua daun pada buku batang yang tumbuh pada dua sisi batang. Contoh: duduk daun Boreria laevis. Apabila dua daun atas bersilangan dengan buku di bawahnya maka duduk daun yang demikian disebut bersilang-berhadapan (decusate). Contoh: pada mengkudu (Morinda citrifoliai).
d. Duduk daun berkarang (vertillate; verticillacaster) apabila pada satu buku batang tumbuh lebih dari dua daun. Contoh: duduk daun pulosari (Alyxia sp.) dan duduk daun allamanda (Allamanda cathartica).
Pada tumbuhan yang memiliki batang dengan ruas yang pendek dapat memiliki duduk daun yang berjejal disebut roset. Apabila letaknya di ujung batang maka disebut roset batang, misalnya roset batang kelapa (Cocos nucifera; Arecaceae). Apabila letaknya di pangkal batang maka disebut roset akar, misalnya roset akar tapak liman (Elephantopus scaber; Asteraceae).
6. Daun tunggal (folium simplex; single leaf) Daun tunggal adalah daun yang pada satu aksisnya (tangkai daun) hanya mendukung satu helaian daun.
Kuncup pada umumnya terletak di ketiak tangkai daun.
Ciri khas daun tunggal adalah terbentuknya tidak bersamaan dan gugur dari urutan tua ke muda.
a. Kelengkapan daun
Daun tumbuhan dapat lengkap atau tidak. Disebut daun lengkap jika memiliki bagian upih daun atau pelepah daun (vagina; sheat), tangkai daun (petiole; stalk), dan helaian daun (lamina; blade). Contoh: misalnya daun pisang (Musa paradisiaca; Musaceae), daun pinang (Areca
30 | M o r f o l o g i T u m b u h a n catechu; Arecaceae), daun talas (Colocasia esculenta;
Arecaceae).
Daun yang tidak lengkap adalah daun yang tidak memiliki salah satu atau dua bagian utama tersebut. Daun yang demikian dapat memiliki penampakan sebagai berikut.
• Daun bertangkai, apabila daun hanya memiliki bagian tangkai dan helaian daun, mislanya daun Ketapang (Terminalia cattapa; Combretaceae), Nangka (Artocarpus integra; Moraceae).
• Daun berupih, apabila daun hanya memiliki bagian upih dan helaian daun, misalnya daun jagung (Zea mays; Poaceae).
• Daun duduk (sessile), yaitu daun yang hanya memiliki helaian daun saja. Daun duduk memiliki tipe yang duduk, tetapi pangkal helaian memeluk batang sehingga disebut duduk memeluk batang (amplexicaulis), misalnya daun generatif pada daun tempuyung (Sonchus arvensis; Astraceae).
• Daun semu (filodia), yaitu daun yang berkembang dari tangkai daun yang melebar, dimiliki oleh tumbuhan schlerophyllous, misalnya akasia (Acacia mangium; Mimosaceae).
31 | M o r f o l o g i T u m b u h a n b. Bentuk helaian daun (circumscription; leaf shape)
Bentuk helaian daun sangat menentukan bentuk daun, sedangkan tangkai dan upih daun tidak ikut menentukan bentuk daun. Bentuk helaian daun dibagi menjadi empat seri atau pola pokok.
1) Seri elips, yaitu bentuk helaian daun yang memiliki
1) Seri elips, yaitu bentuk helaian daun yang memiliki