HASIL PELAKSANAAN PEMBAHASAN :
C. Kunjungan Kerja Dalam Daerah :
Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Kunjungan Kerja Dalam Daerah Dalam Rangka Monitoring dan Evaluasi tentang Pengelolaan Dana Desa dan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) serta Penyerapan dan Penghimpunan Aspirasi Masyarakat di Kabupaten dan Kota, sebagai berikut :
34 1. Pada tanggal 7 s.d 8 September 2021 Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Kunjungan Kerja Dalam Daerah ke Kabupaten Agam dalam rangka Monitoring dan Evaluasi terkait Pelaksanaan Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan, Dari hasil pertemuan dan tatap muka dengan Perangkat Kecamatan Baso dengan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat didapat beberapa Informasi sebagai berikut :
Kecamatan Agam telah melaksanakan Program PATEN dalam bentuk Pelayanan Prima Kecamatan yang meliputi pelayanan kemiskinan, Hak Asasi Manusia (HAM), Administrasi Pemerintahan dan
Administrasi Kependudukan.
Terkait pelaksanaan PATEN ini, Camat mengakui pihaknya masih menemui kendala dalam pelaksanaannya, yakni masih adanya keengganan dari beberapa Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) memberikan kewenangan kepada kecamatan dalam pengurusan perizinan meski Bupati sudah mendelegasikan kewenangannya kepada Camat dan infrastruktur pendukung PATEN yang belum memadai.
Hal ini di sebabkan oleh karna pelimpahan wewenang yang diberikan oleh Bupati kepada Camat tidak didukung dengan Peraturan yang bersifat teknis operasional, sehingga terdapat kendala dan batasan kewenangan dalam bentuk pelayanan perizinan yang belum terlaksana di Kecamatan, serta menyebabkan upaya untuk menjadikan kecamatan sebagai simpul pelayanan (front Office) PTSP/BPMP2T tidak terwujud.
Kecamatan hanya sebagai pihak yang memberikan rekomendasi terhadap pengurusan perizinan yang dilakukan oleh masyarakat, sedangkan yang mengeluarkan Surat Keputusan tetap di Bupati dan melalui OPD terkait di Kabupaten.
Terkait pengurusan Kartu Tanda Penduduk, masih tetap di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten, Kecamatan hanya melakukan perekaman data pada kecamatan dan hasilnya tetap di keluarkan atau bisa di ambil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Serta kepengurusan Izin Mendirikan Bangunan tetap Di Dinas Perizinan Terpadu, Kecamatan hanya mengeluarkan surat rekomendasi saja, teknisnya tetap pada Dinas terkait.
2. Pada tanggal 15 s.d 16 September 2021 Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Kunjungan Kerja Dalam Daerah ke Kabupaten Pasaman Barat dalam rangka Monitoring dan Evaluasi terkait Pelaksanaan Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan, Dari hasil pertemuan dan tatap muka dengan Perangkat Kecamatan Kinali dengan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat didapat beberapa Informasi sebagai berikut :
Kecamatan Kinali telah melaksanakan Program PATEN dalam bentuk Pelayanan Prima Kecamatan yang meliputi pelayanan kemiskinan, Hak
35 Asasi Manusia (HAM), Administrasi Pemerintahan dan Administrasi Kependudukan.
Terkait pelaksanaan PATEN ini, Camat mengakui pihaknya masih menemui kendala dalam pelaksanaannya, yakni masih adanya keengganan dari beberapa Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) memberikan kewenangan kepada kecamatan dalam pengurusan perizinan meski Bupati sudah mendelegasikan kewenangannya kepada Camat dan infrastruktur pendukung PATEN yang belum memadai.
Hal ini di sebabkan oleh karna pelimpahan wewenang yang diberikan oleh Bupati kepada Camat tidak didukung dengan Peraturan yang bersifat teknis operasional, sehingga terdapat kendala dan batasan kewenangan dalam bentuk pelayanan perizinan yang belum terlaksana di Kecamatan, serta menyebabkan upaya untuk menjadikan kecamatan sebagai simpul pelayanan (front Office) PTSP/BPMP2T tidak terwujud.
Kecamatan hanya sebagai pihak yang memberikan rekomendasi terhadap pengurusan perizinan yang dilakukan oleh masyarakat, sedangkan yang mengeluarkan Surat Keputusan tetap di Bupati dan melalui OPD terkait di Kabupaten.
Terkait pengurusan Kartu Tanda Penduduk, masih tetap di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten, Kecamatan hanya melakukan perekaman data pada kecamatan dan hasilnya tetap di keluarkan atau bisa di ambil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Serta kepengurusan Izin Mendirikan Bangunan tetap Di Dinas Perizinan Terpadu, Kecamatan hanya mengeluarkan surat rekomendasi saja, teknisnya tetap pada Dinas terkait.
3. Pada tanggal 18 s.d 19 September 2021 Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Kunjungan Kerja Dalam Daerah ke Kabupaten Pasaman Barat dalam rangka Monitoring dan Evaluasi terkait Pengelolaan dan Transparansi Dana Desa Tahun 2020, Dari hasil pertemuan dan tatap muka dengan Perangkat Nagari Cingkariang dengan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat didapat beberapa Informasi sebagai berikut :
Wali Nagari Cingkariang beserta perangkat nagari memberikan informasi tentang pengalokasian penggunaan dana desa adalah untuk penanganan Covid-19 dan memberikan Bantuan Langsung Tunai bagi yang terdampak Covid-19 serta pelaksanaan pembangunan fisik dalam bentuk membangun irigasi kawasan pemungkiman masyarakat dan untuk pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Wali Nagari Cingkariang juga menginformasikan bahwa dalam penyaluran BLT Dana Desa ini tidak ada mengalami kendala dan protes dari masyarakat, hal ini dikarenakan dalam penentuan siapa yang berhak menerima BLT dilakukan musyawarah dan mufakat dengan mengikutsertakan seluruh niniak mamak dan Badan Musyawarah, sehingga siapa yang menerima bantuan betul-betul diketahui keadaannya memang sangat membutuhkan bantuan.
36
Badan Musyawarah Nagari dan Wali Nagari Ikut serta dalam Perencanaan dalam Penggunaan Dana Desa/Nagari, Hal ini menjadi keharusan perangkat nagari ikut serta dalam rangka menyukseskan pembangunan nagari.
Adapun masukan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, bahwa pada tahun 2021 nagari harus menganggarkan dana untuk Kampung Tageh, program tersebut adalah kerjasama antara Gubernur dan Kapolda untuk membangun kampung tageh pada setiap nagari di Sumatera Barat, tageh dimaksud adalah mapan dibidang Perekonomian, Kesehatan, Pertanian, Peternakan, Kemasyarakatan, dan lain sebagaianya, sehingga Nagari/Desa bisa mapan dibidang tersebut.
Dalam penggunaan Dana desa, disetiap nagari harus menganggarkan 8 % dari Dana Desa untuk Penanganan Covid-19 yang sedang melanda Negeri Kita ini, ini adalah perintah presiden yang dituadngkan dalam Peraturan Kementerian Desa.
Wali Nagari Cingkariang berharap kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat khususnya Komisi 1 untuk menerima aspirasi masyarakat dalam pembangunan nagari tersebut, dan mengusulkan untuk bantuan di bibit ikan dan bibit tanaman untuk para petani di nagari tersebut.
4. Pada tanggal 02 s.d 03 Oktober 2021 Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Kunjungan Kerja Dalam Daerah ke Kabupaten Pasaman Barat dalam rangka Monitoring dan Evaluasi terkait Pengelolaan dan Transparansi Dana Desa Tahun 2020, Dari hasil pertemuan dan tatap muka dengan Perangkat Nagari Pasia Pelangai dan Nagari Lalang Panjang Indera Pura dengan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat didapat beberapa Informasi sebagai berikut :
Wali Nagari Pasia Pelangai beserta perangkat nagari memberikan informasi tentang pengalokasian penggunaan dana desa adalah untuk penanganan Covid-19 dan memberikan Bantuan Langsung Tunai bagi yang terdampak Covid-19 serta pelaksanaan pembangunan fisik dalam bentuk membangun irigasi kawasan pemungkiman masyarakat dan untuk pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Wali Nagari Pasia Pelangai dan Lalang Panjang Inderapura juga menginformasikan bahwa dalam penyaluran BLT Dana Desa ini tidak ada mengalami kendala dan protes dari masyarakat, hal ini dikarenakan dalam penentuan siapa yang berhak menerima BLT dilakukan musyawarah dan mufakat dengan mengikutsertakan seluruh niniak mamak dan Badan Musyawarah, sehingga siapa yang menerima bantuan betul-betul diketahui keadaannya memang sangat membutuhkan bantuan.
Badan Musyawarah Nagari dan Wali Nagari Ikut serta dalam Perencanaan dalam Penggunaan Dana Desa/Nagari, Hal ini menjadi keharusan perangkat nagari ikut serta dalam rangka menyukseskan pembangunan nagari.
37
Adapun masukan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, bahwa pada tahun 2021 nagari harus menganggarkan dana untuk Kampung Tageh, program tersebut adalah kerjasama antara Gubernur dan Kapolda untuk membangun kampung tageh pada setiap nagari di Sumatera Barat, tageh dimaksud adalah mapan dibidang Perekonomian, Kesehatan, Pertanian, Peternakan, Kemasyarakatan, dan lain sebagaianya, sehingga Nagari/Desa bisa mapan dibidang tersebut.
Dalam penggunaan Dana desa, disetiap nagari harus menganggarkan 8 % dari Dana Desa untuk Penanganan Covid-19 yang sedang melanda Negeri Kita ini, ini adalah perintah presiden yang dituadngkan dalam Peraturan Kementerian Desa.
Wali Nagari Pasia Pelangai dan Wali Nagari Lalang Panjang Inderapura berharap kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat khususnya Komisi 1 untuk menerima aspirasi masyarakat dalam pembangunan nagari tersebut, ada usulan dari nagari tersebut iayalah pembangunan kantor wali nagari sebanyak 4 Nagari di kecamatan Ranah Pesisir dan Kecamatan Airpura tersebut.
5. Pada tanggal 06 s.d 08 November 2021 Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Kunjungan Kerja Dalam Daerah ke Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman dalam rangka Monitoring dan Evaluasi terkait Pengelolaan dan Transparansi Dana Desa Tahun 2020, Dari hasil pertemuan dan tatap muka dengan Perangkat Nagari Anduriang dan Desa Cimparuh dengan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat didapat beberapa Informasi sebagai berikut :
Wali Nagari Anduriang beserta perangkat nagari memberikan informasi tentang pengalokasian penggunaan dana desa adalah untuk penanganan Covid-19 dan memberikan Bantuan Langsung Tunai bagi yang terdampak Covid-19 serta pelaksanaan pembangunan fisik dalam bentuk membangun irigasi kawasan pemungkiman masyarakat dan untuk pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Wali Nagari Anduriang dan Kepala Desa Cimparuh serta Wali Nagari Sepuluh Koto juga menginformasikan bahwa dalam penyaluran BLT Dana Desa ini tidak ada mengalami kendala dan protes dari masyarakat, hal ini dikarenakan dalam penentuan siapa yang berhak menerima BLT dilakukan musyawarah dan mufakat dengan mengikutsertakan seluruh niniak mamak dan Badan Musyawarah, sehingga siapa yang menerima bantuan betul-betul diketahui keadaannya memang sangat membutuhkan bantuan.
Nagari Cingkariang penggunaan Dana Desa berfokus untuk membenahi jalan serta irigasi untuk penyaluran air ke sawah warga.
Badan Musyawarah Nagari dan Wali Nagari Ikut serta dalam Perencanaan dalam Penggunaan Dana Desa/Nagari, Hal ini menjadi keharusan perangkat nagari ikut serta dalam rangka menyukseskan pembangunan nagari.
38
Adapun masukan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, bahwa pada tahun 2021 nagari harus menganggarkan dana untuk Kampung Tageh, program tersebut adalah kerjasama antara Gubernur dan Kapolda untuk membangun kampung tageh pada setiap nagari di Sumatera Barat, tageh dimaksud adalah mapan dibidang Perekonomian, Kesehatan, Pertanian, Peternakan, Kemasyarakatan, dan lain sebagaianya, sehingga Nagari/Desa bisa mapan dibidang tersebut.
Dalam penggunaan Dana desa, disetiap nagari harus menganggarkan 8 % dari Dana Desa untuk Penanganan Covid-19 yang sedang melanda Negeri Kita ini, ini adalah perintah presiden yang dituadngkan dalam Peraturan Kementerian Desa.
Wali Nagari Anduriang dan Kepala Desa Cimparuh serta Wali Nagari Sepuluh Koto berharap kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat khususnya Komisi 1 untuk menerima aspirasi masyarakat dalam pembangunan nagari tersebut, ada usulan dari nagari tersebut iayalah pembangunan kantor Kepala Desa sebanyak 2 Desa di Kecamatan Pariaman Tengah tersebut
6. Pada tanggal 19 s.d 20 November 2021 Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Kunjungan Kerja Dalam Daerah ke Kabupaten Pesisir Selatan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi terkait Pengelolaan dan Transparansi Dana Desa Tahun 2020, Dari hasil pertemuan dan tatap muka dengan Perangkat Nagari Lakitan Utara dan Nagari Surantih dengan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat didapat beberapa Informasi sebagai berikut :
Wali Nagari Lakitan utara dan Walinagari Surantih beserta perangkat nagari memberikan informasi tentang pengalokasian penggunaan dana desa adalah untuk penanganan Covid-19 dan memberikan Bantuan Langsung Tunai bagi yang terdampak Covid-19 serta pelaksanaan pembangunan fisik dalam bentuk membangun irigasi kawasan pemungkiman masyarakat dan untuk pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Wali Nagari Lakitan Utara juga menginformasikan bahwa dalam penyaluran BLT Dana Desa ini tidak ada mengalami kendala dan protes dari masyarakat, hal ini dikarenakan dalam penentuan siapa yang berhak menerima BLT dilakukan musyawarah dan mufakat dengan mengikutsertakan seluruh niniak mamak dan Badan Musyawarah, sehingga siapa yang menerima bantuan betul-betul diketahui keadaannya memang sangat membutuhkan bantuan.
Nagari Lakitan Utara menginformasikan tentang penggunaan Dana Desa berfokus untuk membenahi jalan serta irigasi untuk penyaluran air ke sawah warga.
Badan Musyawarah Nagari dan Wali Nagari Ikut serta dalam Perencanaan dalam Penggunaan Dana Desa/Nagari, Hal ini menjadi keharusan perangkat nagari ikut serta dalam rangka menyukseskan pembangunan nagari.
39
Dalam penggunaan Dana desa, disetiap nagari harus menganggarkan 8 % dari Dana Desa untuk Penanganan Covid-19 yang sedang melanda Negeri Kita ini, ini adalah perintah presiden yang dituangkan dalam Peraturan Kementerian Desa.