Tanggal 10 September 2021, pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan bidang pendidikan ke SMAN 2
2. KUNJUNGAN KERJA LUAR DAERAH SEBANYAK 4 KALI, DIANTARANYA
Studi Komperatif dalam “Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dalam Pencapaian Target Vaksinasi Pada Masyarakat” ke Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 10 sd 13 November 2021
Dari kegiatan studi komperatif yang dilakukan oleh Komisi V Bidang Kesejahteraan Sosial DPRD Provinsi Sumatera Barat terkait dengan
“Upaya Pemerintah Provinsi Dki Jakarta Dalam Pencapaian Target Vaksinasi Pada Masyarakat” ke Kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta, diperoleh informasi-informasi sebagai berikut :
1. Provinsi DKI Jakarata sejak awal pandemic sudah bergerak cepat dalam penanganan Covid-19. Selain memastikan uapay pengentasan, pelacaka dan perawatan berjalan optimal, Pemprov DKI juga
126 melakukan percepatan vaksinasi missal di seluruh wilayah Jakarta.
Vaksinasi ini melibatkan seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat kecamtan, kota administrasi hingga TNI/Polri.
2. Selain itu dalam melakukan percepatan target vaksiniasi pada masyarakat dengan melibatkan semua unsur-unsur pemerintahan dari tingkat atas sampai ke unsur terkecil yaitu tingkat RT/RW.
Dengan percepatan vaksinasi ini, kekebalan kelompok masyarakat akan tercipta dan dinilai dapat menurunkan resiko penyebaran Covid-19. Selain penurunan penyebaran Covid-19, tentunya juga dapat menurunkan level PPKM Provinsi.
3. Pilihan yang efektif adalah menggencarkan vaksinasi berbasis komunitas. Dalam menggencarkan vaksinasi berbasis komunitas ini tentu membuat Pemprov DKI Jakarta harus menambah jumlah vaksinator agar percepatan ini dapat terealisasi dengan lancar. Tim Vaksinator yang dilibatkan tidak hanya dari Dinas KEsehatan, melainkan juga berkolaborasi dengan Badan Kepegawaian Daerah, untuk pemberdayaan CPNS dan OPD lainnya dilingkingan Pemprov DKI Jakarta.
4. Dinas Kesehatan juga menjalin kolaborasi dengan oragnisasi profesi sepert tenaga medis dan pihak perguruan tinggi untuk menambah bantuan vaksinator.
5. Secara terpadu, strategi Dinas KEsehatan DKI Jakarya dalam mempercepat vaskinasi adalah dengan berkolaborasi mendirikan sentra vaksin dan mengerahkan mobil vaksin keliling, agar lebih memudahkan serta medekatkan program ini ke masyarakat.
Vaksinasi juga dilakukan ditempat-tempat umum seperti terminal, bandara, stasiun kereta, pabrik, pasar hingga hotel. Kemudian Pemprov DKI Jakarta melalui Biro Pemerintahan melakukan monitoring dan evaluasi pencapaian vaksinasi di setiap kecamatan setiap pekan.
6. Dalam percepatan vaksinasi ini, juga diapresiasi oleh mitra Forum CSR di DKI Jakarta. Tercatat 28 kolaborasi telah dilakukan forum CSR DKI Jakarta baik dengan pihak swasta maupun pemerintahan dalam program bantuan sosial pananganan covid-19. Beberapa mitra Forum CSR DKI Jakarta dalam program percepatan vaksinasi antara lain Wijaya Karya (PErsero) Tbk, Pertamina (Persero), Danone Indonesia, Palang Merah Indonesia, Rekso National Food, Unilever Indonesia, Rumah Yatim, Kitabisa Indonesia dan beberapa mitra lainnya ikut tergabung. Dukungan yang diberikan berupa bahan pokok, uang tunai, matras, tabung oksigen, makser, alat pelindung diri (APD), disinfektan serta tempat cuci tangan portable.
7. Program sentra vaksinasi yang berlangsung bersama kolaborator bergerak cukup baik dan dan telah menghasilkan hampir 100.000 orang dari target yang diberikan pemerintah pusat. DKI Jakarta pun telah tercatat menjadi provinsi yang terlebih dahulu mencapai target tersebut.
127 8. Situasi PPKM saat ini, tentunya gerak dan mobilitas masyarakat menjadi terbatas. Forum CSR DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta juga menginisiasi program mobile vaksin dalam rangka menjemput bola dalam rangka percepatan vaksinasi. Tujuannya gar masyarakat bisa mendapatkan akses lebih cepat dan mudah sehingga terbentuk herd immunity.
Studi Komperatif dalam “Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terhadap Strategi Peningkatan Kemandirian Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat pada Lembaga Keagamaan” ke Provinsi Jawa Barat pada tanggal 29 November sd 2 Desember 2021
Dari kegiatan studi komperatif yang dilakukan oleh Komisi V Bidang Kesejahteraan Sosial DPRD Provinsi Sumatera Barat terkait dengan Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terhadap Strategi Peningkatan Kemandirian Pesantren Dan Pemberdayaan Masyarakat Pada Lembaga Keagamaan ke Kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat, diperoleh informasi-informasi sebagai berikut :
1. Provinsi Jawa Barat memandang alternative pertumbuhan ekonomi baru dapat dikembangkan melalui pondok-pondok pesantren. Saat ini, Jawa barat memiliki 8 ribu pondok pesantren yang terdaftar di pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Semua pondok pesantren ini pada umumnya telah menggalakkan pertumbuhan ekonomi berbasis kemandirian pesantren. Ini dilakukan dengan berkolaborasi antara Pemerintah Daerah dan lembaga keuangan yang dinilai akan mampu menjadikan pesantren sebagai pelaku ekonomi penting di Jawa Barat khususnya ekonomi syariah.
2. Berbagai program strategis pengembangan ekonomi dan keuangan telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, salah satu nya adalah pengembangan ekonomi pesantren yang dilakukan melalui program OPOP, One Pesantren One Product. Setiap tahunnya, pesantren yang ada di Jawa Barat sangat antusias mengikuti program OPOP ini. Tahun 2021, sudah sebanyak 1.329 pesantren yang telah mengikuti audiensi. Target pesantren yang lolos audiensi Tahun ini sebanyak 1000 pesantren, yang otomatis akan menjadi peserta program OPOP. Program OPOP ini akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan kisaran angka 25 sd 35 juta per pesantren.
3. Program One Pesantren One Produc (OPOP) bertujuan untuk menciptakan kemandirian umat melalui para santri, masyarakat dan Pondok Pesantren itu sendiri. Tujuannya agar mampi mandiri secara ekonomi, sosial dan juga untuk memacu pengembangan skill, teknologi produksi,distribusi, pemasaran melalui sebuah pendekatan innovative dan strategis dari Pemprov Jawa Barat.
4. Target One Pesantren One Produc (OPOP) ini adalah pesantren yang visi dan niat untuk menjalankan usaha, memiliki SDM, memiliki lahan, ketersediaan bahan baku, potensi pasar dan lainnya. Dengan tujuan agar pesantren mampu mandiri secara
128 ekonomi untuk membiayai kebutuhan operational maupun pengembagan sarana dan prasarana pesantren.
5. Saat ini Program One Pesantren One Produc (OPOP) sudah memasuki audiensi tahap kedua tingakt kabupaten/kota. Dari 1000 pondok pesantren yang mendaftar, sudah ditetapkan sebanyak 350 pondok pesantren yang lolos mengikuti seleksi tahap kedua ini.
6. Dengan adanya komitmen bersama antara Pemerintah Daerah dan dukungan dari DPRD Provinsi Jawa Barat, program OPOP ini dapat terlaksanan dengan baik meskipun tetap ada penyesuaian anggaran dalam masa Covid-19. Komitmen Gubernur Jawa Barat dalam menghadapi refocissing anggaran agar silahkan merefocusing pada kegiatan lain, tetapi untuk program keumatan, hibah, bansos, dan Porgram OPOP agar tidak disentuh dan tetap dianggarkan sesuai porsinya.
7. Melihat pada komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap keberlangsungan kemaslahatan umat, juga tidak lepas dari pemberdayaan masyarakat yang dilakukan salah satunya adalah dari mesjid ke mesjid. Sebagai daerah yang mayoritas menganut agama islam, Jawa Barat pun menganggap mesjid dapat dianggap sebagai sentra pemberdayaan kemasyarakatan pada bidang keagamaan, sosial maupun budaya.
Studi Komperatif dalam “Strategi Reaktivasi Usaha Pariwisata oleh Pemerintah Bali Dalam Masa Covid-19” ke Provinsi Bali pada tanggal 13 sd 16 Desember 2021
Dari kegiatan studi komperatif yang dilakukan oleh Komisi V Bidang Kesejahteraan Sosial DPRD Provinsi Sumatera Barat terkait dengan
“Strategi Reaktivasi Usaha Pariwisata Oleh Pemerintah Provinsi Bali Dalam Masa Covid-19”, ke Dinas Pariwisata Provinsi Bali, diperoleh informasi-informasi sebagai berikut :
1. Kondisi Pariwisata Bali saat Pandemi Covid-19 ini dari tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami penurunan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 83,26 %, dan penurunan kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 56,41 %. Dari penurunan ini mengakibatkan penurunan PHR Bali sebesar 71,35 %. Bila dilihat dari statistic per bulannya, pada tahun 2021 ini rata-rata mengalami penurunan kunjungan wisatawan mancanegara tiap bulannya mencapai 100 %.
2. Banyak pengaruh yang dirasakan terhadap Pandemi Covid-19 ini.
Pengaruhnya dirasakan disegala sektor. Dengan adanya pandemic Covid-19 ini menimbukan kerusakan kinerja ekonomi yang sangat besar, kehilangan wisatawan, devisa dan PHR. Sementara masyarakat kehilangan pekerjaan dan pendapatan seperti para guide, sopir, hotel, restoran, UMKN dan Petani.
3. COVID-19 telah meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian, industri, dan bisnis yang memaksa memasuki dunia yang sama sekali baru, “A Whole New World”. Hal ini ditandai dengan :
129 - Masyarakat dapat beradaptasi dengan situasi pandemic
Covid-19;
- Industri pariwisata beradaptasi dengan menerapkan pembatasan jarak dan jumlah kapasitas serta mematuhi protocol kesehatan yang memenuhi CHSE (kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian linggkungan);
- Wisatawan kian peduli akan kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan;
- Industri pariwisata menghasilkan karakteristik yang konsen dengan kebersihan, mengurangi kontak fisik, mengurangi kerumunan, dan mengurangi mobilitas keluar (hygiene, low-to uch, less-crowd, dan low-mobility).
4. Pemulihan sektor Pariwisata Provinsi Bali dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya :
- Dengan menerbitkan Surat Edaran No 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru
- Penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Pada Usaha Pariwisata dengan Memberikan Keyakinan Kepada Wisatawan Tentang Kesehatan, Keselamatan Dan Keamanan
- Sertifikasi Prokes dan CHSE Pada Usaha Pariwisata
- Bekerjasama dengan Kementerian Parekraf/Badan Parekraf.
Melakukan sosialisasi CHSE melalui program “Educational Trip”
mengunjungi DTW keliling Bali (melibatkan unsur masyarakat seperti: perwakilan perguruan tinggi, perusahaan swasta, instansi pemerintah, komunitas hobi, influencer dan media massa) dengan jalur kunjungan wisata secara mandiri ke sentra-sentra produksi kerajinan masyarakat.
- Penggunaan Aplikasi “Peduli Lindungi” di seluruh fasilitas publik termasuk sarana pariwisata. Di Provinsi Bali terdapat 9.322 usaha dengan rincian 737 hotel, restoran sebanyak 241, tempat wisata sebanyak 125, mall dan supermarket sebanyak 92 titik.
- Bali juga melakukan upaya percepatan vaskinasi di tiap-tiap kabupaten/kota. Dan program ini cukup sukses karena didukung oleh keinginan masyarakat sendiri sebagai salah satu unsur uapay pemulihan kesejahteraan masyarakat Bali.
- Persiapan Bandara Dalam Penerimaan Wisatawan Mancanegara 5. Program pemulihan wisata Bali ini dilaksanakan dengan beberapa
icon penting yaitu : a. Virtual Tourims b. Digitalisasi Pariwisata
c. Mengembangkan Pasar Domistek d. Menawarkan Program staycation e. Work From Bali dan
f. Menata jalur transportasi yang berpihak pada masyarakat
6. Stategi Pemulihan Wisata Bali yang dilakukan oleh Pemerintah Bali bersama masyarakat setempat diantaranya :
130 - Kerjasama dengan negara yang bersedia menerapkan travel
bubble
- Kerjasama dengan negara yang bersedia melaksanakan kunjungan Reciprokal.
- Kerjasama dengan negara dengan Resiko Covid-19 Rendah - Kerjasama dengan negara yang memiliki akses penerbangan
langsung ke Denpasar
- Kerjasama dengan negara yang telah melaksanakan program vaksinasi
7. Tantangan yang dihadapi dalam Pemulihan Pariwisata Bali diantaranya :
- Kondisi ekonomi yang masih lemah - Biaya wisata menjadi lebih mahal
- Aturan Perjalanan Yang Kini Lebih Rumit, Misalnya Harus Melakukan Tes Kesehatan Sebelum Bepergian
- Keputusan Berwisata Juga Dipengaruhi Kepercayaan Wisatawan Terhadap Keamanan Daerah Tujuan Wisata Terkait Virus Corona
- Kebijakan Masing-masing Negara
3. KUNJUNGAN KERJA DALAM RANGKA PEMBAHASAN RANCANGAN