HASIL PELAKSANAAN PEMBAHASAN :
D. Kunjungan Kerja Luar Daerah :
Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Kunjungan Kerja Luar Daerah sebagai berikut :
1. Pada tanggal 10 s/d 13 Oktober 2021 Pimpinan dan Anggota Komisi I melakukan Studi Komperatif ke Provinsi Riau dan Pemerintah Provinsi Bali, dari Studi Komperatif tersebut didapat beberapa masukan, saran serta informasi sebagai berikut :
Secara umum dapat kami sampaikan, bahwa Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pekanbaru Provinsi Riau mempunyai regulasi dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia;
Balai Latihan Masyarakat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Pusat khususnya di bidang pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berperan aktif dalam meningatkan kesejahteraan masyarakat khususnya kapasitas masyarakat melalui program-program dan kegiatan-kegiatan pelatihan.
Balai Latihan Masyarakat Pekan Baru merupakan amanat Peraturan Menteri Pedesaan Nomor 08 Tahun 2017 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi , yang mempunyai tugas Melaksanakan pelatihan masyarakat, pengelolaan data dan sistem informasi serta kerja sama di bidang desa, daerah tertinggal, daerah tertentu, dan transmigrasi.
Namun seiring berjalannya waktu pada tahun 2020 adanya Perubahan nomenklatur Struktur Organisasi yang diamanatkan oleh Perubahan Peraturan Kementerian Pedesaan Permendesa No. 22 Tahun 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, menjadi Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Pekanbaru, yang mempunyai tugas Melaksanakan Pelatihan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Adapun Wilayah kerja BPPMD Kementerian Desa Pekanbaru Provinsi Riau ada 5 (lima) Provinsi yaitu :
1. Provinsi Aceh;
2. Provinsi Sumatera Barat;
3. Provinsi Sumatera Utara;
4. Provinsi Riau;
5. Provinsi Kepulauan Riau.
Adapun Tugas dan Fungsi Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Pekanbaru adalah
40 Melaksanakan Pelatihan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebagai berikut:
a) Penyusunan rencana program, dan anggaran fasilitasi dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia, serta fasilitasi dan pendampingan pemberdayaan masyarakat desa, daerah tertinggal dan transmigrasi.
b) Pelaksanaan fasiliatasi dan palatihan pengembangan sumber daya manusia, serta fasilitasi dan pendampingan pemberdayaan masyarakat desa, daerah tertinggal dan transmigrasi.
c) Pemantauan, evaluasi dan pelaporan fasilitasi dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia, serta fasilitasi dan pendampingan pemberdayaan masyarakat desa, daerah tertinggal dan transmigrasi.
d) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh kepala badan.
e) Pelaksanaan urusan tata usaha dan kerumahtanggaan.
Dari paparan yang telah disampaikan, ada beberapa hal yang perlu kami pertanyakan terkait Fungsi dan Tugas BPPMD Pekan Baru Provinsi Riau sbb :
a) Adakah BPPMD melakukan Pendampingan dari tenaga Pendamping Nagari/Desa dalam untuk mendorong Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam melahirkan Peraturan Bupati/Peraturan Gubernur dalam Pengelolaan Dana Desa dan Pemberdayaan Masyarakat?
Jawab :
Setiap Kepala Daerah harus membuat Peraturan Daerah tentang Pemberdayaan Masyarakat itu sudah kewajiban Kepala Daerah, dan BPPMD sudah melakukan pendampingan dari pelatihan tenaga pendamping agar mendorong melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa agar mendorong Kepala Daerah untuk melahirkan Peraturan Daerah dan melahirkan Peraturan Gubernur sebagai turunannya serta mempunyai regulasi yang jelas, agar pemanfaatan dana desa serta pemberdayaan masyarakat lebih terarah dan termanfaatkan.
b) Apakah Anggaran yang digunakan oleh BPPMD murni anggaran BPPMD dalam melakukan kerjasama di Kabupaten di Sumatera Barat untuk melakukan Pelatihan keterampilan untuk Desa/Nagari?
Jawab :
Anggaran yang digunakan BPPMD dalam melakukan kerjasama dalam bentuk Pelatihan di Nagari/Desa di Sumatera Barat adalah murni 100 % anggaran BPPMD, karena kami sudah menganggarkan dari awal tahun dalam bentuk kerjasama yang dibangun oleh Pemerintah Nagari di Sumatera Barat dan BPPMD pada tahun sebelumnya sehingga kami dapat menganggarkan pada tahun berikutnya.
41 c) Apa criteria/indikator BPPMD dalam melakukan pelatihan pada
Desa Percontohan yang ada di Sumatera Barat?
Jawaban :
Program pelatihan yang ada di BPPMD ini ada beberapa indikator kita ada mengakomodir lokus-lokus di Dirjen teknis yang ada di Kementerian Desa, contohnya di Dirjen Pemberdayaan Desa, dan ada permintaan pelatihan melalui Dinas PMD di Kabupaten yang ada di Sumatera Barat.
KESIMPULAN;
a) Balai Pelatihan Masyarakat melakukan kerjasama dalam bentuk pelatihan Pemberdayaan Masyarakat pada lima wilayah kerjanya yaitu Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.
b) Anggaran yang digunakan BPPMD dalam melakukan kerjasama dalam melakukan pelatihan Perangkat Nagari/Desa murni anggaran BPPMD.
c) Komisi I Berharap kepada BPPMD melalui Balai Pelatihan untuk mengalokasikan anggaran terhadap kegiatan Pemberdayaan Masayarakat di Nagari/Desa yang Ada di Sumatera Barat seperti pelatihan Desa Wisata, Desa Adat, sehingga masyarakat dapat mengembangkan potensi yang ada didaerah mereka masing-masing, dengan tergalinya potensi nagari/desa diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, dan pada akhirnya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah/ Nagari.
2. Pada tanggal 29 November s/d 02 Desember 2021, Pimpinan dan Anggota Komisi I melakukan Studi Komperatif Masa Persidangan Pertama Tahun 2021, ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bali terkait Kiat-Kiat Keberhasilan Provinsi Bali menjadi Provinsi Terbaik Yang Pertama Secara Nasional tentang Klasifikasi Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2021, dari Studi Komperatif tersebut didapat beberapa masukan, saran dan informasi sebagai berikut :
Hasil Studiy Komperatif :
Wilayah Bali terbagi menjadi 6 wilayah daratan (pulau) yaitu Pulau Bali sebagai pulau terbesar, Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Serangan dan Pulau Menjangan. Provinsi Bali dibagi menjadi 8 Kabupaten dan 1 Kota serta 57 Kecamatan dan 636 Desa dan 80 Kelurahan. Luas Wilayah Provinsi Bali 5.636,66 Km2 dan Jumlah Penduduk sebanyak 4,32 Juta Jiwa. Kondisi Bali di Era baru adalah dengan Tatanan Kehidupan Baru yang Holistik, adapun cakupan berupa tiga dimensi adalah:
a) Terpeliharanya Keseimbangan Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali (Genuine Bali).
b) Terpenuhnya Kehidupan, Harapan dan Aspirasi Karma Bali dalam berbagai Aspek Kehidupan.
42 c) Teransipasi munculnya Permasalahan dan Tantangan Baru yang
berdampak Positif dan Negatif.
Berdasarkan Permendes Nomor 02 Tahun 2016 tentang Indonesia Membangun merupakan indeks komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks yaitu Indeks Ketahan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi
Pencapaian Indeks Desa Membangun Provinsi Bali adalah dengan memperhatikan program prioritas seperti memperhatikan sandang pangan, Kesehatan dan Pendidikan, Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan, Adat, Agam, Seni dan Budaya serta Pariwisata, semua ini harus besinergisitas dengan Mengukur pembangunan desa untuk peningkatan kesejahteraan Masyarakat. (Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, energi, air, bersih, komunikasi, transportasi, pelayanan umum, penyelenggaraan pemerintahan dan ekologi).
Adapun strategi Provinsi Bali dalam Mencapai penghargaan Nasional dalam bidang Indeks Desa Membangun adalah dengan cara:
a) Adanya komitmen yang kuat dari seluruh stakeholder terkait pencapaian IDM;
b) Sinergritas yang terlaksana dengan baik antar pemegang kebijakan (Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa) serta OPD terkait bersama dengan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam hal:
c) Melakukan pendampingan dan pembinaan dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa;
d) Pelaksanaan pendataan dan pengukuran update Data IDM Tahun 2021.
Dari paparan yang telah disampaikan, ada beberapa hal yang perlu kami pertanyakan terkait Klasifikasi Indeks Desa Membangun Provinsi Bali sbb :
- Apa Strategi dan Kebijakan dari Pemerintah Daerah, dalam hal ini Gubernur dalam mencapai prestasi tersebut ?
Adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder terkait pencapaian Indeks Desa Membangun serta memperhatikan criteria atau strategi yang digunakan dalam pencapaian tersebut seperti program prioritas seperti memperhatikan sandang pangan, Kesehatan dan Pendidikan, Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan, Adat, Agam, Seni dan Budaya serta Pariwisata, semua ini harus besinergisitas dengan Mengukur pembangunan desa untuk peningkatan kesejahteraan Masyarakat.
(Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, energi, air, bersih, komunikasi, transportasi, pelayanan umum, penyelenggaraan pemerintahan dan ekologi).
- Apa Dukungan DPRD Provinsi Bali untuk mecapai Prestasi Kemajuan Desa-Desa di Provinsi Bali berdasarkan Indeks Desa Membangun?
43 Dukungan yang diberikan DPRD dalam mencapai Prestasi tersebut adalah mendukung program dan kegiatan Dinas PMDKPS Prov. Bali dalam pengajuan penganggaran serta menyetujui anggaran dalam program kegiatan dalam pencapaian Indeks Desa Membangun yang di tuangkan dalam Daftar Program Kegiatan Anggaran pada Dinas PMDKPS Prov. Bali.
- Bagaimana Provinis Bali mendapatkan Akses Ke Pemerintah Pusat untuk mendapatkan program layanan internet untuk Desa-Desa yang ada di Provinis Bali ?
Pemerintah Provinsi Bali menjalin Komunikasi yang baik ke Pemerintah Pusat khusunya ke Kementerian Komunikasi dan Informasi sehingga program dan kegiatan yang ada di kementerian dapat tersalurkan ke Pemerintahan Provinsi Bali, dan Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan Kendala serta meminta Solusi dalam Pemberian Internet Gratis untuk Desa-Desa yang ada di Provinis Bali.
KESIMPULAN;
- Pemerintah Provinis Bali menyarankan agar menjalin komunikasi yang baik kepada Pemerintah Pusat agar program dan kegiatan yang ada di Kementerian dapat disalurkan ke Provinsi yang membutuhkan.
- Pencapaian Indeks Desa Membangun Provinsi Bali adalah dengan memperhatikan program prioritas seperti memperhatikan sandang pangan, Kesehatan dan Pendidikan, Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan, Adat, Agam, Seni dan Budaya serta Pariwisata, semua ini harus besinergisitas dengan Mengukur pembangunan desa untuk peningkatan kesejahteraan Masyarakat. (Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, energi, air, bersih, komunikasi, transportasi, pelayanan umum, penyelenggaraan pemerintahan dan ekologi).
- Adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah dan seluruh stakeholder terkait pencapaian Indeks Desa Membangun.
KOMISI II
Selama Masa Persidangan Pertama Tahun 2021, berdasarkan jadwal Kegiatan DPRD yang telah ditetapkan oleh Badan Musyawarah DPRD Provinsi Sumatera Barat, Komisi II DPRD Provinsi Sumatera telah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan bidangnya yaitu Bidang Ekonomi, telah melaksanakan agenda kegiatan rapat-rapat sebanyak 4 (lima) kali seperti : Rapat internal Komisi, rapat-rapat kerja/hearing dan Rapat Kerja bersama Pemerinta Daerah Provinsi Sumatera Barat (Mitra Kerja Komisi II), dan melakukan Kunjungan Kerja/Kunjungan Lapangan Dalam Daerah ke (Kabupaten/Kota se Sumatera Barat) dan melakukan Kunjungan Kerja Luar Provinsi ( Konsultasi/Study Banding/Study Komperatif) baik Pembahasan Ranperda maupun dalam rangka kunjungan kerja masa sidang Pertama Tahun 2021 ini.
Untuk lebih jelasnya Agenda kegiatan Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat pada Masa Persidangan Pertama Tahun 2021 adalah sebagai berikut :
44 I. Rapat-Rapat Komisi :
Selama masa persidangan Pertama Tahun 2021, Komisi II Bidang Ekonomi DPRD Provinsi Sumatera Barat telah melaksanakan rapat-rapat komisi sebanyak 4 kali dengan agenda kegiatan diantaranya sebagai berikut:
1) Membicarakan masalah internal komisi II/ Bidang Ekonomi
2) Membahas program kerja bulanan yang berkaitan dengan rapat kerja kunjungan kerja komisi II Bidang Ekonomi DPRD Provinsi Sumatera Barat.
3) Membahas dan menindaklanjuti surat-surat masuk ke komisi II baik dari masyarakat,LSM,maupun dari instansi pemerintah
Membahas hal –hal lain yang dirasa perlu.