• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lagu Batak Toba Populer Era-Sebelum 70 an

BAB III LAGU BATAK TOBA POPULER

1. Lagu Batak Toba Populer Era-Sebelum 70 an

Berbicara mengenai lagu Batak Toba populer tidak dapat dilepaskan dari peran musik tradisional yang melatarbelakanginya yaitu: Musik Gondang.3 Musik gondang terbentuk dari beberapa alat musik yang dapat dikelompokkan ke dalam permainan musik yang disebut sebagai: Gondang Sabangunan, Gondang Hasapi, dan Gondang Bulu.4 Untuk mengetahui unsur yang terdapat dalam musik tradisional Batak maka berikut ini akan dibahas mengenai tangga nada dan struktur musik tradisional Batak.

Di dalam musik tradisional Batak Toba dikenal dua tangga nada pentatonik. Tangga nada pentatonik pertama menggunakan nada 1 2 3 4 5. Sebagai contoh dapat dilihat pada melodi dan ritme pada Melodi Tradisional tangga nada 1 2 3 4 5 berikut ini.

Sedangkan tangga nada pentatonik kedua menggunakan nada 1 2 3 5 6. Sebagai contoh dapat dilihat pada melodi dan ritme Melodi Tradisional tangga nada 1 2 3 5 6 berikut ini. 3

Lihat Tesis Marsius Tinambunan. BAB III. Sub 1.1.1. Gondang. p.97. 4

Purba, Mauly: Review of Research Into The Gondang Sabangunan Musical Genre in Batak Tob Society of North Sumatera: Etnomusikologi Vol. 1 No. 1. Mei 2005: 38-64. Medan: USU.

Dan pada lagu Batak populer cukup banyak lagu yang diciptakan berdasarkan tangga nada diatonik Barat 1 2 3 4 5 6 7 (i). Sebagai contoh pada laguAnju Aukarangan S. Dis (Siddik Sitompul) berikut ini.

Ada dua kelompok alat musik yang akan dibahas yang mengunakan tangga nada pentatonik sebagai dasar pembentukan melodinya. Pertama, alat musik Gondang menggunakan tangga nada pentatonik 1 2 3 4 5, sesuai dengan sistem nada pada alat

musik taganing 1 2 3 4 5. Kedua, alat musik Uning-uningan menggunakan tangga nada 1 2 3 4 5 dan 1 2 3 5 6. Sedangkan lagu yang menggunakan tangga nada diatonik sudah jelas bukan tangga nada musik Batak, tapi mengambil tangga nada musik Barat. Dengan bermodalkan 3 macam tangga nada yang sudah disebutkan, para pencipta lagu era- sebelum 70-an dan era-setelah 70-an menciptakan lagu-lagu mereka.

Tangga nada pentatonik musik tradisional Batak 1 2 3 4 5 sangat mirip dengan tangga nada mayor musik Barat (1 2 3 4 5 6 7 i). Perbedaannya, pada musik Batak tidak menggunakan nada 6 7 yang terdapat pada musik Barat. Dan pada tangga nada pentatonik musik Batak 1 2 3 5 6, tidak mengunakan nada 4 dan 7. Tangga nada 1 2 3 5 6 sangat banyak dipakai untuk musik vokal seperti pada lagu andung. Sebagai contoh pada lagu Andung-andung ni Anak Siampudan berikut ini.

Untuk mengetahui bagaimana peran alat musik dalam proses pembentukan lagu-lagu tradisional ke lagu-lagu Batak populer maka berikut ini akan dibahas dua kelompok alat musik.

1. 1. Alat Musik Tradisional

1. 1. 1. Gondang

Musik tradisional sangat ditentukan oleh penggunaan alat musik yang berpola pada ritme dan nada lagu tradisional. Alat musik Gondang5 terdiri atas 4 kelompok alat musik utama. Pertama, 4 gong (ogung ihutan, ogung oloan, ogung panggora, ogung doal); Kedua, 5 taganing, 1 gordang; Ketiga,sarunedan Keempat,hesek. Ogung ihutan, olan, panggora, doal adalah kelompok gong alat musik ritmik (idiophone), yang bahannya dibuat dari besi atau perunggu, dibunyikan dengan cara dipukul secara bergantian sehingga suaranya terdengar sahut menyahut.Taganing dan gordang6(membranophone) adalah alat musik yang jenis kendang berbentuk silinder yang dipukul dengan kayu, dengan ukuran yang berbeda-beda, dan bahan-bahannya terbuat dari kayu dan kulit. Sarune7 merupakan alat musik tiup (aerophone) dari kayu yang berlidah ganda (double reed)yang berfungsi memainkan melodi dalam musik gondang.

Dan hesek8 adalah alat musik perkusi (idiophone) berperan sebagai penjaga tempo (ketukan dasar)dibuat dari bahan plat besi atau botol kaca.

5

Lihat Lampiran 8, Figur1: Empat gong: Ihutan, oloan, panggora, doal 6

Lihat Lampiran 8, Figur 2: 5 Taganing dan 1 gordang. 7

Lihat Lampiran 8, Figur 3: Sarune bolon dan sarune etek. 8

Musik gondang tidak secara langsung membentuk musik populer karena musik gondang umumnya dimainkan dalam upacara adat yang dipergunakan untuk mengiringi tarian. Bila diperhatikan musik gondang bukanlah musik vokal tapi terutama musik instrumen. Dalam permainan musik gondang, melodi musiknya bukan dinyanyikan oleh penyanyi tetapi dimainkan oleh pemain sarune dan taganing untuk mengiringi tarian. Dan komposisi musik gondang sudah disesuaikan dengan berbagai jenis tarian (tortor)9 yang berhubungan dengan upacara adat yang akan dilangsungkan. Untuk lagu vokal peran gondang pada jenis musik rakyat (folksong) dan populer adalah sebagai pemberi dasar tangga nada, pembuat motif dasar melodi, dan pembentuk sistem ritme pada lagu. Pengaruhnya kepada musik populer, lebih kepada imitasi pola permainan ritmegondang, dan pola melodi yang dimainkan oleh instrumensarune.10

1. 1. 2. Uning-uningan

Adapun alat musik yang biasa mengiring musik tradisional, kemudian ke musik rakyat disebut: Gondang Hasapi. Dalam ansambel ini tidak mengikutkan gong sebagai alat musiknya. Gondang hasapi digunakan lebih banyak pada acara yang tidak berhubungan dengan upacara besar ritual adat. Musik Gondang Hasapi atau juga disebut Uning- uningan adalah semacam musik ansambel yang banyak digunakan oleh anak muda untuk mengiringi lagu vokal, baik yang tradisional maupun lagu-lagu rakyat.

9

Lihat Lampiran 7, Goar-goar ni Gondang.

10

Ansambel Uning-uningan (gondang hasapi) terdiri atas alat musik:1. Taganing dan gordang 11 berperan sebagai pemberi aba-aba, pemberi ritme dan sebagai melodi. Hasapi (kecapi)12 yang berperan memainkan melodi. 2. Sarune etek13 adalah alat musik tiup dari kayu, lebih pendek dan lebih kecil dari sarune bolon berperan memainkan melodi dengan kecapi. 3. Sulim14 adalah seruling bambu memainkan melodi dan variasi melodi. 4. Garantung 15 adalah alat musik pukul dari bilah-bilah kayu berbentuk pipih selain memainkan ritme juga berperan memainkan melodi. 5. Hasapi 16 dan sarune etek adala alat musik yang memainkan melodi dalam Uning-uningan. 6. Hesek 17 dibuat dari potongan besi atau botol kosong yang berfungsi menjaga tempo musik.

Dari sifat instrumen (hasapi, sarune, sulim, garantung) yang digunakan mengindikasikan bahwa lagu yang diiringi tidak mempunyai konsep harmoni Barat karena kebanyakan alat musik berperan memainkan melodi atau variasi melodi. Dan hal ini membuktikan betapa kuatnya pengaruh instrumen gondang yang menjadi dasar pada pembentukan musik rakyat (folksong). Selain musik Uning-uningan dapat dimainkan secara instrumentalia, justru musik ansambel ini lebih banyak mengiringi musik vokal seperti pada musik Opera Batak karya Tilhang Gultom.

11

Lihat Lampiran 8, Figur 2: Taganing dan gordang.

12

Lihat Lampiran 8, Figur 5: Hasapi. 13

Lihat Lampiran 8, Figur 5: Sarune etek. 14

Lihat Lampiran 8, Figur 5: Sulim. 15

Lihat Lampiran 8: Figur 6 Garantung. 16

Lihat Lampiran 8: Figur 5 Hasapi. 17

1. 2. Musik Populer Batak Toba

Istilah populer adalah istilah yang masih bisa diperdebatkan. Dalam tulisan Shuker dalam bukunya: Understanding Popular Music menulis: “Historically, the term popular has meant ‘of the ordinary people’. Popular means: appealing to the people, grounded

in or ‘of’ the people”.18 Secara historis populer dihubungkan dengan orang-orang biasa, dan berdasar pada orang. Dalam hubungannya dengan musik populer, istilah ini dipakai untuk membedakan musik rakyat (folk) yang yang berorientasi kepada musik akustik, sedangkan musik populer berhubungan dengan produksi rekaman dan komersialisasi.

“Many commentarors argue that it is commercialization that is the key to understanding

popular music: e.g. ‘When we speak of popular music we speak of music that is commercially oriented’ (Burnett 196: 35)”.19

Pembentukan musik populer di satu tempat dipengaruhi oleh masuknya musik Barat seperti musik populer rock ke dalam unsur musik rakyat. Akibatnya, membuat batas antara musik rakyat(folk)dan musik populer itu sendiri semakin tidak jelas.

“Western impact on world music (Nettl 1978,1985), have greatly blurred the distinctions between folk and populer music and placed in doubt the very existence of pure musical

heritages”.20

Pada musik populer dunia, tidak dapat diabaikan bahwa ada beberapa unsur penting sebagai pembentuk dalam musik populer antara lain: struktur melodi, harmoni,

18

Shuker, Roy.2001.Understanding Popular Music, London and New York, Routledge. P. 5.

19

Ibid. p. 6.

20

Regev, Motti and Serousi, Edwin. 2004. Popular Music and National Culture in Israel, California, University of California Press. p. 8.

pola ritme dan penggunaan alat musik. Regev dan Serousi, dalam studi perbandingan mengenai musik populer kontemporer menggarisbawahi. “The global flow of musical materials that is, structures of melody and harmony, patterns of rhythm, use of musical instruments”.21 Regev dan Serousi menggambarkan bahwa musik kultur berbagai negara dipengaruhi oleh jenis musik yang berbagai macam, seperti kutipan berikut ini.

“National music cultures in countries like India, Japan, Congo (Zaire), Italy, China –to name but a few–may come to include, in one way or another, stylistic influences of, for example, tango, salsa, samba and flamenco, hip-hop and reggae, swing, rock’n’roll and

blues, sentimental ballads and operatic drama, country music, Arab and other “oriental”

flavors, Central and West African rhythms– and many more”.22

Pembentukan musik populer Batak tidak dapat dilepaskan dari pengaruh musik Barat, bahkan musik Amerika Latin seperti yang dialami oleh berbagai negara dunia. Sangat jelas pada musik Batak populer bagaimana Nahum Situmorang memanfaatkan globalisasi musik populer tersebut mengemas musiknya dengan unsur-unsur yang telah disebutkan oleh Regev dan Serousi (struktur melodi, harmoni, pola ritme dan penggunaan alat musik) dalam sebuah penelitian musik populer Israel.

Pengaruh musik populer Barat pada musik populer Batak juga tidak dapat dilepaskan dari musik gereja Barat yang dibawa oleh Missionaris, yang memberi kontribusi tersendiri dalam memadukan musik tradisional dengan musik Barat tersebut.23 Adapun pengaruh musik gereja dapat diketahui dari penggunan nyanyian gereja yang

21

Regev, Motti and Serousi, Edwin. 2004. Popular Music and National Culture in Israel, California, University of California Press. p. 10.

22

Ibid. p. 246. 23

Hodges, W. Robert. 2006. Referencing, Reframing, and (Re)Presenting Grief Through Pop Laments in Toba Batak(North Sumatra, Indonesia) dalam, Etnomusikologi, Vol.1 No. 3, Januari 2006. p.289.

bersumber dari gereja Barat seperti nyanyian-nyanyian yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Batak Toba dan menjadi Buku Nyanyian Gereja: Buku Ende HKBP.24 Dan lagu lagu gereja tersebut juga menginspirasi para musisi Batak Toba dalam membuat karya lagu-lagu sekuler yang diatonis. Dari perjumpaan musik tradisional Batak dan musik Barat kemudian menghasilkan musik hibriditas populer Batak Toba. Dan selain tangga nada, para musisi Batak juga memanfaatkan kekayaan harmoni musik Barat dan menambahkan nada 6 7 dari unsur tangga nada musik Barat ke musik Batak sehingga akhirnya lahirlah Musik Populer Batak Toba.

Untuk membandingkan bagaimana tangga nada musik tradisional Batak dan tangga nada musik Barat dipakai dalam lagu populer Batak maka berikut ini akan ditampilkan dua lagu populer Batak sebagai perbandingan. Contoh tangga nada pentatonik Batak 1 2 3 4 5 dalam lagu: Sinanggar Tullo ciptaan Tilhang Gultom.

24

HKBP. 1989.Buku Ende HKBP, Pinaruar ni HKBP, Original from the University of Michigan, Digitized 14 Mar 2007.

Contoh lagu populer Batak yang menggunakan tangga nada diatonik Barat 1 2 3 4 5 6 7 (i) dalam lagu: Aek Sarulla ciptaan Tilhang Gultom.

Kedua lagu tersebut (Sinanggar Tullo dan Aek Sarulla) adalah lagu populer Batak dan dua-duanya sama-sama disukai orang Batak dan masih sering dinyanyikan. Dalam harmonisasi, musik Batak sangat mudah menyesuaikan dengan akor-akor musik Barat (prinsip dasar akor musik barat: tonika, subdominan, dan dominan) karena unsur nada-nada yang dipakai pada musik Batak (1 2 3 4 5) dapat dikatakan sama dengan musik Barat. Oleh karena itu, untuk menciptakan lagu Batak model tradisional, harus berhati-hati karena hasilnya akan tidak bisa dibedakan dengan musik populer pada umumnya, dan unsur pembeda biasanya hanya dari syair karena menggunakan bahasa Batak. Sebagai contoh pada laguMadekdek ma Gambiri, ciptaan Nahum Situmorang.

Lagu Madekdek ma Gambiri menggunakan tangga nada diatonik, kalau syairnya diganti maka akan sangat sulit mengatakan bahwa ini adalah lagu Batak. Sebagai contoh, Lagu Madekdek ma Gambiri telah dijadikan lagu rohani (gereja), dengan cara mengganti syairnya oleh seseorang (NN), dari bahasa Batak yang berisi lagu percintaan ke bahasa Indonesia dengan judul Melayani berisi syair lagu rohani. Dan berikut ini ditampilkan contoh lagu Madekdek ma Gambiri dengan judul baru, Melayani25.

Melayani, melayani lebih sungguh. Melayani, melayani lebih sungguh. Tuhan lebih dulu, melayani kepadaku.

Melayani, melayani lebih sungguh.

Lain dengan lagu Sinanggar Tullo, meskipun diganti syairnya ke dalam bahasa bukan Batak, ciri khas musik Batak masih terasa karena selain menggunakan tangga nada pentatonik, masih dapat diidentifikasi lewat permainan ritme pada lagu yang sangat

25

kental dalam permainan musik Gondang dan musik Uning-uningan. Dua contoh lagu (Aek Sarulla dan Madekdek ma Gambiri) dapat dijadikan sebagai gambaran umum bagaimana lagu populer Batak Toba dikonstruksi.

Dalam lagu rakyat (folksong) ada dua ciri khas penampilan yang menonjol pada musik Batak. Pertama, menggunakan alat musik tradisional Uning-uningan yang sangat dominan seperti yang digunakan Tilhang Gultom dalam Opera Bataknya. Kedua, pada folksong Batak lainnya diberi ciri pada musik akustik dengan menggunakan alat musik yang bukan alat musik tradisional Batak, yang sangat terbatas pada gitar akustik dan ketipung. Selain itu, kekhasan model musik rakyat ini terletak pada kemampuan suara penyanyi baik secara solo atau grup vokal. Model bernyanyi dengan alat musik akustik dilakukan oleh Nahum Situmorang dan penyanyi lain, Gordon Tobing. Terlebih Gordon Tobing dengan grup Impolanya yang hanya menggunakan gitar akustik sebagai musik pengiring untuk berkeliling dunia.

Kemudian pada musik Batak populer, telah digabungkan berbagai unsur, mulai dari penggunaan tangga nada tradisional, tangga nada Barat, alat musik tradisional dan alat musik modern. Dan musik populer Batak tersebut sudah diharmonisasi sesuai dengan kaidah-kaidah harmonisasi musik Barat secara penuh, dengan aransemen menggunakan akor-akor mayor, minor, diminished, augmented dll. Unsur yang penting lainnya yang yang tidak bisa dilupakan dalam konstruksi lagu populer Batak adalah besarnya peran alat musik modern seperti gitar elektronik , drum set, keyboard, piano dan alat musik lainnya seperti saxofon dalam musik tersebut. Dan musik populer model inilah yang sangat berkembang pada era-setelah 70-an. Salah seorang pencipta lagu Batak yang sangat populer era-setelah 70-an mengemas lagunya penuh dengan harmonisasi Barat

adalah Dakka Hutagalung, dengan beberapa judul lagu: Anakkon hu, Dang Turpukta Hamoraon. Didia Rongkap hi. Putus Sikola,dll. Satu hal yang menarik pada lagu populer judul Putus Sikola, Dakka Hutagalung menggunakan tangga nada diatonik mayor dan minor, sekaligus menggunakan tangga nada tradisional.

1. 3 . Musisi Batak Toba Era-sebelum 70-an.

Untuk mengkaji lagu populer Batak yang berlandaskan musik tradisional Batak dan musik populer Barat, berikut ini akan dibahas tiga nama musisi besar Batak dengan peran masing-masing yaitu: Nahum Situmorang dan Tilhang Gultom. Nahun Situmorang adalah pencipta lagu dan penyanyi yang berkiprah di dalam negeri yang menciptakan begitu banyak lagu-lagu yang sangat terkenal, antara lain: Nasonang do Hita Nadua, Alusi Ahu, Sitogol, Lissoi, Pulo Samosir do, dll. Tilhang Gultom adalah pencipta ratusan lagu untuk Opera Batak seperti: Harambir ni Silindung naung masak, Jamillah, Tiniptip Sanggar, Simali-mali, Si jara-jiri, Sinanggartullo dan pendiri musik Opera Batak yang berkeliling ke desa-desa dan kota-kota di Sumatera Utara.

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kedua musisi tersebut dalam mengembangkan musik Batak, berikut ini akan dibahas secara ringkas mengenai siapa Nahum Situmorang dan Tilhang Gultom. Dan dalam uraian berikut akan dibahas telebih dahulu Tilhang Gultom dan terakhir Nahum Situmorang. Nahum Situmorang akan dibahas lebih luas berhubung dengan perannya yang sangat besar dalam pembentukan corak musik Batak populer.

1. 3. 1. Tilhang Gultom (1896)-1973)

Nama lengkapnya adalah Tilhang Oberlin Gultom, pencipta ratusan lagu26 dan pendiri Opera Batak27 yang sangat terkenal di kalangan orang Batak dengan nama Opera Tilhang. Selama karirnya ia telah menciptakan lagu tidak kurang dari 360 lagu. Di antara lagu-lagunya yang sangat populer adalah: Harambir ni Silindung, Jamillah, Tiniptip Sanggar, Simali-mali, Si jara-jiri, Sinanggartullo, dll.

Salah satu contoh lagu Opera Batak yang sangat populer karya Tilhang Gultom ditampilkan berikut ini adalah:Harambir ni Silindung(Kelapa dari Silindung).

26

Lihat pada Lampiran 1: Daftar 206 lagu-lagu karangan Tilhang Gultom. 27

Opera Batak adalah seni pertunjukan yang merupakan gabungan dari drama, tari, dan nyanyian yang diiringi alat musik tradisional.

Sebutan Opera Batak dipopulerkan oleh Diego van Biggelar, misionaris Belanda yang datang ke Pulau Samosir pada 1930-an. Misionaris Diego amat terpesona dengan penyajian suatu pertunjukan teater rakyat yang ditampilkan Tilhang Oberlin Gultom dan kawan-kawan28.

Opera Tilhang mencapai masa keemasannya tahun 1960-1973. Setelah sang pendiri meninggal pada tahun 1973, para penerusnya Abdul Wahab Kasim Samosir (Pimpinan Opera Serindo) dan Zulkaidah boru Harahap, ratu opera Tilhang ketika itu, bersama suaminya Pontas Gultom, melanjutkan usaha pertunjukan opera Batak. Pada tahun 70-an masih ada sekitar 70 anggota opera Batak ini. Opera Serindo yang juga merupakan penjelmaan Opera Tilhang menggelar pertunjukan keliling dari desa ke desa. Namun hanya mampu bertahan sampai tahun 1985. Perubahan zaman tak bisa dihindari, para pencinta opera Batak yang selama ini mengagumi pertunjukan ini, lama kelamaan tersaingi dengan banyaknya pilihan hiburan, mulai dari pertunjukan musik dan artis populer, juga terutama dengan kehadiran stasiun-stasiun televisi sampai ke pelosok desa. Akhirnya, tahun 1985 grup Opera Batak Serindo yang ketika itu masih mempunyai sebanyak 45 anggota, berhenti berkarya, terpaksa membubarkan diri karena tidak bisa mempertahankan keberadaannya29.

28

http://www.festivaldanautoba.com/view/105/tilhang-oberlin-gultom-sang-perintis-opera-batak.html (20 Maret 2013).

29

1. 3. 2. Nahum Situmorang (1908-1969)30

Nahum Situmorang adalah salah seorang senimam musik Batak yang sangat berperan dalam meletakkan pondasi pada lagu Batak Populer. Mengingat begitu banyak31 lagu ciptaannya masih sangat populer sampai sekarang yang menginspirasi musisi di era setelahnya. Karya musik populernya dapat dibuktikan dengan lagu yang diciptakan menggunakan pola irama musik Barat dan Amerika Latin.32

Nahum Situmorang lahir di Sipirok di Tapanuli Selatan pada tanggal 14 Februari 1908, putra seorang guru, Kilian Situmorang, sebagai anak ke-5 dari 8 bersaudara. Bakat menyanyi sudah terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, dan bakat tersebut tetap melekat sampai ia menempuh pendidikan di sekolah guru Kweekschool di Lembang, Bandung. Ia menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan lulusan tahun 1928.33 Sebagai pemuda yang berbakat dan memiliki visi yang jauh ke depan, Nahum aktif dalam barisan Perintis Kemerdekaan dan duduk sebagai anggota Kongres Pemuda pada tahun 1928. Dalam semangat angkatan 28 itu ia tidak menyianyiakan kesempatan untuk mengembangkan bakatnya. Ia mengikuti kompetisi meskipun akhirnya hasil yang dicapai belum memuaskannya, karena sayembara yang digelar dimenangkan oleh pencipta lain yaitu, WR Supratman (pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Ia tidak ingin ilmu yang didapatkannya berhenti, ia siap maju sebagai pejuang pendidikan dan 30

Situmorang, Suhunan, Ensiklopedia Tokoh Batak, http://tokohbatak. wordpress.com /2009/09/02/ nahum-situmorang/. (20 Maret 2013).

31

Lihat Lampiran 6, Lagu-lagu Ciptaan Nahum Situmorang dan kategori Irama. 32

Ibid.

33

Situmorang, Suhunan, Ensiklopedia Tokoh Batak, http://tokohbatak. wordpress.com /2009/09/02/ nahum-situmorang/. ( 20 Maret 2013).

ingin mempraktekkan apa yang ia peroleh di bangku sekolah pendidikan guru. Setahun kemudian ia pulang ke kampung halamannnya di Siboga dan mulai bekerja sebagai guru pada sekolah swasta Bataksche Studiefonds hingga tahun 1932. Hanya beberapa tahun menjadi pengajar di kampung halamannya ia kembali melakukan terobosan baru untuk pindah ke kota lain. Tahun 1932 ia kemudian pindah ke Tarutung untuk bergabung dengan abangnya Guru Sophar Situmorang dan mendirikan HIS-Partikelir Instituut Voor Westers Lager Onderwijs yang berlangsung hingga kedatangan Jepang pada tahun 1942.34

Tahun 1950-1960 adalah merupakan puncak kejayannya, kurun waktu tersebut merupakan saat yang paling produktif dimana ia menciptakan begitu banyak lagu. Dari aktivitasnya sebagai pemusik, komposer dan penyanyi ia mendapatkan berbagai surat penghargaan dari organisasi kebudayaan, masyarakat dan dari pemerintah. Dan penghargaan yang terakhir yang ia peroleh adalah penghargaan Anugerah Seni dari pemerintah Indonesia dalam rangka Ulang Tahun Republik Indonesia pada tanggal 17- 08-1969.

Karena kecintaannya terhadap musik dan kesibukannya dalam berkarya Nahum membiarkan hidupnya sendir tanpa pernah membentuk keluarga. Perjalanan hidup dan kegiatannya berakhir ketika Nahum Situmorang pada akhir tahun 1966 jatuh sakit dan dirawat di RSUP Medan selama hampir 3 tahun, dan pada pada tanggal 20 Oktober 1969

34

Situmorang, Suhunan, Ensiklopedia Tokoh Batak, http://tokohbatak. wordpress.com /2009/09/02/ nahum-situmorang/. (20Maret 2013).

ia menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah menyumbangkan bakat dan karya seninya untuk orang Batak dan bangsanya Indonesia.35

1. 3. 3. 1. Lagu Nahum Situmorang

Dari seratus lebih (lihat: Lampiran 6 Lagu Nahum Situmorang) lagu yang diciptakan Nahum, hampir semuanya dapat dikategorikan ke dalam jenis musik populer. Instrumen khas pada lagu-lagunya adalah menggunakan iringan gitar akustik. Meskipun lagu-lagu tersebut diciptakan di era-sebelum 70-an namun lagu-lagu Nahum sangat dikenal dan masih dicintai masyarakat Batak sampai sekarang.

Ada sesuatu yang lain dari karya Nahum, dari sekian banyak lagu yang diciptakan

Dokumen terkait