Lampiran 1. Surat Perjanjian Kerjasama Sebagai Tenant
PERJANJIAN TENANT INKUBATOR TEKNOLOGI
PUSAT INOVASI LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA
Nomor: ...
Pada hari ini,...tanggal.... bulan...tahun dua ribu ... (....-....-...) di... , kami yang bertandatangan di bawah ini:
I. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng. Ph.D. : Kepala Pusat Inovasi LIPI, berkedudukan
di Gedung Inovasi Jl. Raya Jakarta - Bogor KM.47, Cibinong, selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
II. (Nama Direktur) : Direktur (Nama Perusahaan), (Alamat
Perusahaan) selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama selanjutnya disebut PARA PIHAK PARA PIHAK menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:
Bahwa, PIHAK PERTAMA memberi layanan jasa inkubasi teknologi kepada perusahaan-perusahaan baru berbasis teknologi yang memenuhi syarat dan telah lulus seleksi;
Bahwa, PIHAK KEDUA merupakan perusahaan baru berbasis teknologi dan berkeinginan untuk memanfaatkan jasa inkubasi teknologi PIHAK PERTAMA;
Selanjutnya, PARA PIHAK menuangkan kesepakatannya dalam Perjanjian ini dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1
PIHAK PERTAMA menyetujui penyewaan ruangan kepada PIHAK KEDUA seluas 20 (dua puluh)
m2 yang terletak di Gedung Pusat Inovasi LIPI Lantai 1 Blok... Nomor..., dengan denah
terlampir, terletak di Kabupaten Bogor, Kecamatan Cibinong, Kelurahan Nanggewer, Jalan Raya Jakarta-Bogor Km. 47, dengan fasilitas sebagai berikut:
1. Sambungan Listrik dengan tegangan...watt dari Perusahaan Listrik Negara (sumbernya misal PLN Cibinong atau yang lain)
2. Meja Kursi... 3. Lain-lain...
Untuk selanjutnya ruangan beserta fasilitas yang ada didalamnya disebut dengan "OBJEK SEWA”
PERTAMA.
Pasal 3
(1) Jangka waktu Perjanjian ini adalah 12 (dua belas) bulan sejak tanggal ... dan
diperpanjang setiap tahun sampai 3 (tiga) tahun dengan persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan dalam Perjanjian ini.
(2) PIHAK PERTAMA dapat menghentikan Perjanjian ini secara sepihak apabila PIHAK
KEDUA tidak memenuhi kewajiban pembayaran sewa paling lambat 1 bulan setelah jatuh tempo kewajiban pembayaran sewa.
(3)
Pasal 4
(1) PIHAK KEDUA wajib membayar sewa ruangan untuk tahun pertama sebagaimana disebut
pada pasal 1 (satu) Perjanjian ini sebesar Rp 240.000 (dua ratus empat puluh ribu Rupiah) untuk setiap bulannya (berlaku flat hingga tahun ketiga) kepada PIHAK PERTAMA dimulai sejak tanggal ...
(2) Pembayaran sewa ruangan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dilakukan
melalui pemindahbukuan atau transfer pada PIHAK PERTAMA melalui : Bank Mandiri Grha Citra Caraka,
Nomor Rekening 070-00-0577264-0,
a/n. Bendahara Penerimaan Pusat Inovasi LIPI.
Pasal 5
PIHAK KEDUA menggunakan ruangan tenant sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 (satu) sebagai kantor administratif dengan hari dan jam kerja mengikuti PIHAK PERTAMA sejak ditandatanganinya Perjanjian ini oleh PARA PIHAK.
Pasal 6
Sewa ruangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 (lima) tidak temasuk biaya jasa listrik, yang akan dibebankan kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan pemakaian.
Pasal 7
PIHAK KEDUA dengan cara apa pun dilarang mengalihkan dan/atau menyewakan ulang hak sewa atas OBJEK SEWA, baik seluruhnya maupun sebagian, kepada pihak lain, kecuali setelah mendapat izin secara tertulis terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA dan menurut ketentuan-ketentuan dan persyaratan-persyaratan yang akan disepakati terlebih dahulu secara tertulis oleh dan di antara kedua belah pihak.
Pasal 8
(1) PIHAK KEDUA wajib menjaga kebersihan lingkungan kantor dan menjaga sikap dan
perilaku selama berada di lingkungan kantor Gedung Inovasi.
(2) PIHAK KEDUA bertanggung jawab terhadap kerusakan, pencurian, dan kebakaran
peralatan dan ruangan tenant Inkubator akibat kelalaian kerja.
(3) Jika PIHAK KEDUA harus bermalam untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang mendesak
(lembur) maka PIHAK KEDUA wajib menjaga keamanan lingkungan kantor yang digunakan dan melakukan pemberitahuan rencana menginap atau lembur tersebut kepada petugas keamanan yang sedang bertugas di Gedung Inovasi LIPI
Pasal 9
Dalam keadaan memaksa (force major) seperti bencana alam, huru-hara, dan lainnya peristiwa
mana oleh Pemerintah ditetapkan sebagai force major, maka Perjanjian ini tidak berlaku.
Pasal 10
(1) Perjanjian ini dibuat dan dilandasi atas rasa saling percaya tanpa paksaan dari pihak
manapun.
(2) Apabila terjadi perselisihan diantara PARA PIHAK, maka akan menyelesaikannya dengan
cara musyawarah untuk mufakat.
(3) Apabila upaya penyelesaian secara kekeluargaan dan musyawarah tidak dapat
menemukan kesepakatan penyelesaian, maka PARAPIHAK sepakat untuk menyelesaikan perselisihat melalui jalur hukum dengan memilih domisili hukum Pengadilan Negeri Bogor.
Pasal 11
Segala perubahan berkenaan dengan isi dan maksud Surat Perjanjian Kerjasama ini dapat dilakukan atas persetujuan PARA PIHAK yang akan dituangkan dalam suatu adendum yang ditandatangani oleh PARA PIHAK dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini.
Pasal 12
Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) yang bermeterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama, dan dinyatakan berlaku secara sah pada hari, tanggal, bulan dan tahun sebagaimana disebutkan di atas. PARA PIHAK masing-masing menerima satu rangkap Perjanjian ini.
PIHAK PERTAMA
Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng. Ph.D
PIHAK KEDUA
Lampiran 2. Lampiran dari Surat Perjanjian Kerjasama Sebagai Tenant
Lampiran Perjanjian Nomor...
Denah Ruang Blok __ Nomor __
Gedung Inovasi LIPI, Jl. Raya Jakarta-Bogor Km. 47, Nanggewer, Cibinong,
Kabupaten Bogor
Lampiran 3. Lampiran Surat Perjanjian Kerjasama
PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA
PUSAT INOVASI – LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIS (LIPI) DENGAN
PT. (Nama Perusahaan Tenant) TENTANG
PELAKSANAAN KEGIATAN INKUBASI (Judul Kegiatan)
DALAM RANGKA KEGIATAN PENGEMBANGAN INKUBASI TEKNOLOGI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TEKNOPOLIS LIPI
Nomor Pihak Pertama : ... Nomor Pihak Kedua : ...
Pada hari ini, ...tanggal... bulan ... tahun dua ribu ... di ... , kami yang bertandatangan di bawah ini:
I. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng. Ph.D. : Kepala Pusat Inovasi – LIPI,
berkedudukan di Jl. Raya Jakarta-Bogor KM.47, Cibinong 16912, Bogor ,
selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
II. (Nama Direktur Perusahaan) : Direktur (Nama Perusahaan) ,
berkedudukan di (Alamat Perusahaan),
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama dalam perjanjian ini selanjutnya
disebut PARA PIHAK.
PARA PIHAK berdasarkan:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara Tahun Anggaran 2014;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2005 tentang Alih Teknologi Kekayaan Intelektual serta Hasil Penelitian dan Pengembangan oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah;
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 6. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara
Pembayaran dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
7. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 72/PMK.02/2013 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2014;
8. Keputusan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 1151/M/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia;
9. Keputusan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 1142/F/2013 tanggal 9 Desember 2014 sebagai mana telah diubah dengan Keputusan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 53/S/2014 tanggal 17 Januari 2014 tentang Penunjukkan Kuasa Pengguna Anggaran/Barang Tahun 2014;
10. Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor:
DIPA-079.01.2.634242/2014 tanggal 5 Desember 2013. Dengan pertimbangan bahwa:
riset lembaga litbang pemerintah oleh perusahaan-perusahaan baru berbasis inovasi melalui inkubasi teknologi;
3. PIHAK PERTAMA adalah satuan kerja di lingkungan LIPI yang memilki fungsi pengelolaan
Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kerjasama komersial dan pemanfaatan hasil penelitian LIPI;
4. PIHAK PERTAMA pada tahun 2013 mengelola kegiatan Pengembangan Inkubator Teknologi
LIPI Implementasi Teknopolis;
5. PIHAK KEDUA adalah perusahaan swasta yang memiliki kemampuan dan kompetensi untuk
mengembangkan... (Judul Kegiatan) ;
6. PARA PIHAK berkeinginan melakukan kerjasama sesuai dengan tugas dan fungsi
masing-masing dalam mendorong lahirnya usaha baru berbasis teknologi hasil pengembangan bersama melalui proses Inkubasi teknologi, maka:
Dengan ini menyatakan kesepakatan untuk mengadakan perjanjian kerjasama inkubasi ………..
(Judul Kegiatan) seperti diatur dalam ketentuan dan syarat-syarat berikut:
Pasal 1 TUJUAN
Kerjasama ini bertujuan untuk membuat dan menguji ……….. (Judul Kegiatan), yang
aselanjutnya dalam Perjanjian ini disebut dengan PRODUK.
Pasal 2
PRINSIP KERJASAMA
Kerjasama ini dilaksanakan dengan prinsip kebersamaan dalam mendukung percepatan pemanfaatan dana alih teknologi PRODUK secara luas dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Pasal 3
RUANG LINGKUP KERJASAMA
Ruang lingkup kerjasama dalam Perjanjian ini adalah PARA PIHAK mempunyai peran dalam membuat dan menguji PRODUK sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing sebagai berikut:
1. PIHAK PERTAMA bersepakat untuk:
a. Melakukan pemdapingan produksi dan pengujian PRODUK;
b. Menyediakan dana Inkubasi melalui DIPA Pusat Inovasi LIPI tahun anggaran (tahun
pelaksanaan) untuk penyediaan bahan baku dan bahan pendukung sesuai dengan rincian pada Kerangka Acuan Kerja;
c. Melakukan registrasi, managemen dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) teknologi yang dikembangkan melalui kerjasama ini;
d. Memberikan pendampingan teknis dan pengembangan bisnis selama masa Inkubasi sesuai dengan kebutuhan PIHAK KEDUA dan kapasitas PIHAK PERTAMA;
2. PIHAK KEDUA bersepakat untuk:
a. Melakukan pengembangan teknologi produksi ... (Judul Kegiatan) bersama PIHAK PERTAMA;
b. Melakukan produksi dan pengawasan mutu PRODUK;
c. Melaksanakan pengelolaan usaha produksi dan pemasaran PRODUK;
d. Melaksanakan kegiatan usaha di Gedung Inovasi LIPI yang diatur dalam suatu Perjanjian Tenant tersendiri;
e. Memberikan laporan secara berkala kepada PIHAK PERTAMA.
3. PARA PIHAK harus melaksanakan kegiatan dengan sungguh-sungguh serta patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. PARA PIHAK melakukan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan.
5. PARA PIHAK wajib menjaga kerahasiaan terhadap informasi penting terkait dengan teknologi yang dipakai dalam pelaksanaan kegiatan.
Pasal 4
PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Pelaksanaan kegiatan didasarkan pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) terlampir sesuai dengan
kesepakatan PARA PIHAK.
dalam hal tidak tersedianya keahlian, kompetensi, kapasitas, dan/atau dapat dikerjakan dengan lebih efisien, dan/atau diperlukan pengujian/analisis yang memerlukan jasa Pihak lain.
3. PIHAK KEDUA berkewajiban menyerahkan Laporan Perkembangan Kegiatan secara rutin
setiap bulan kepada PIHAK PERTAMA.
Pasal 5
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan adalah ………. bulan terhitung sejak ……....
Pasal 6
BIAYA PELAKSANAAN
1. Biaya pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) butir a adalah
sebesar ……… (……….rupiah) dengan rincian biaya sesuai Kerangka Acuan
Kerja.
2. Biaya materai, pajak, dan biaya lainnya yang timbul dikemudian hari sesuai dengan peratuan perundang-undangan yang berlaku dibebankan kepada PIHAK PERTAMA.
Pasal 7
MEKANISME PENGGUNAAN DANA
Mekanisme penggunaan dana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Mekanisme penggunaan dana dalam bentuk pengadaan barang dan jasa berupa penyediaan sarana dan prasarana, bahan baku, serta bahan pendukung lain dilakukan oleh PIHAK PERTAMA secara swakelola.
2. Pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA akan digunakan oleh tim
teknis sesuai dengan rencana dan capaian-capaian (milestone) yang telah ditetapkan.
3. Penggunaan dana untuk keperluan operasional lain sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) akan dilakukan secara swakelola oleh PIHAK PERTAMA.
Pasal 8
KERJASAMA PEMANFAATAN TEKNOLOGI
1. Hasil Kegiatan berupa PRODUK digunakan sebagai uji pasar oleh PIHAK KEDUA.
2. Hasil Pekerjaan berupa PRODUK yang tidak digunakan sebagai uji pasar oleh PIHAK KEDUA dapat dikomersialkan PIHAK KEDUA dengan prinsip bagi hasil dengan PIHAK PERTAMA dimana PIHAK PERTAMA memperoleh ...% dari keuntungan bersih PRODUK yang dijual. 3. Hasil pekerjaan berupa peralatan yang dihasilkan dari kerjasama ini akan dicatat sebagai
Barang Milik Negara (BMN) oleh PIHAK PERTAMA dan dapat dimanfaatkan oleh PIHAK KEDUA untuk mendukung proses produksi selama masa Inkubasi. Setelah masa Inkubasi, PARA PIHAK akan menyepakati penggunaan BMN tersebut dengan prinsip-prinsip saling menguntungkan.
4. Hak atas Kekayaan Intelektual PRODUK akan diregistrasikan atas nama PIHAK PERTAMA
dengan kepemilikan PIHAK PERTAMA.
5. PIHAK KEDUA membayar biaya lisensi (licensingfee) dan biaya royalti (royaltifee) kepada PIHAK PERTAMA yang besarnya dan mekanisme pembayarannya akan disepakati dan dituangkan dalam suatu Perjanjian Lisensi tersendiri.
6. Biaya pemeliharaan atas Hak atas Kekayaan Intelektual PRODUK akan menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA pada tahun pertama; sementara biaya pemeliharaan pada tahun-tahun berikutnya menjadi tanggung jawab PARA PIHAK sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing.
7. Rincian lebih lanjut atas pengaturan manfaat sebagaimana disebutkan dalam Pasal ini akan disepakati antar PARA PIHAK dan di tuangkan dalam perjanjian tertulis serta di tandatangani oleh PARA PIHAK.
Pasal 9 SANKSI
yang ditandatangani oleh koordinator pelaksana kegiatan teknis.
2. Penghentian Perjanjian kerjasama dapat dilakukan oleh PIHAK PERTAMA jika: a. PIHAK KEDUA tidak melaksanakan kegiatan sesuai perjanjian;
b. Terjadi penyimpangan program kegiatan oleh PIHAK KEDUA;
c. Pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan jadwal yang telah disepakati PARA PIHAK; d. Terdapat indikasi kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan.
3. Penghentian Perjanjian yang disebabkan oleh ayat (2) butir a dan b Pasal ini dapat dilakukan secara sepihak oleh PIHAK PERTAMA tanpa melakukan pemberitahuan terlebih dahulu kepada PIHAK KEDUA.
Pasal 10
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEUR)
1. Keterlambatan pelaksanaan/penyelesaian Kegiatan yang diakibatkan oleh keadaan memaksa (force majeur) dapat membebaskan PIHAK KEDUA dari sanksi seperti tersebut dalam Pasal 9.
2. Yang dianggap sebagai keadaan memaksa (force majeur) dalam Perjanjian ini adalah:
a. Bencana alam seperti gempa bumi, angin topan, banjir, huru-hara, dan kebakaran yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal yang mengganggu pelaksanaan kegiatan;
b. Kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang moneter dan keuangan yang berpengaruh terhadap pelaksanaan kegiatan.
Pasal 11
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
1. Apabila dikemudian hari muncul perselisihan diantara PARA PIHAK, maka akan diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat.
2. Apabila penyelesaian perselisihan secara musyawarah dan mufakat tidak ditemukan kata sepakat maka akan dipilih bentuk penyelesaian secara Mediasi.
3. Dalam proses penyelesaian perselisihan secara Mediasi, PARA PIHAK akan menunjuk KEPALA LIPI untuk mengambil keputusan sebagai langkah penyelesaian sengketa.
4. PARA PIHAK bersepakat untuk tidak akan mengambil tindakan ligitasi ke Pengadilan Negeri atas perselisihan yang terjadi, kecuali terdapat adanya indikasi penyimpangan baik perdata maupun pidana oleh salah satu pihak yang merugikan Negara akan diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia. (BANI)
Pasal 12 LAIN-LAIN
1. Pengaturan lebih lanjut mengenai kelancaran pelaksanaan Kegiatan akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian tersendiri yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Perjanjian kerjasama ini. 2. Segala perubahan berkenaan dengan isi dan maksud Perjanjian kerjasama ini dapat dilakukan
atas persetujuan dan ditandatangani PARA PIHAK serta dituangkan dalam suatu Adendum sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian kerjasama ini.
Pasal 13 PENUTUP
Perjanjian kerjasama ini dibuat rangkap 2 (dua) yang bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama, dan dinyatakan berlaku secara sah pada hari, tanggal, bulan, dan tahun sebagaimana disebutkan di atas. PARA PIHAK masing-masing menerima satu rangkap Perjanjian kerjasama ini.
PIHAK PERTAMA
Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng
PIHAK KEDUA
Lampiran 4. Daftar Alat dan Spesifikasi di Workshop Inkubator Teknologi
LIPI
DAFTAR ALAT DAN SPESIFIKASI
FASILITAS WORKSHOP INKUBATOR TEKNOLOGI LIPI
Pusat Inovasi LIPI tahun 2014
No Nama Alat 1 Crane 2 Lemari Es 3 Refigrator 4 Meja 5 Kursi 6 AC 7 Cooling Tower 8 Crane
9 Moveble Dust Collector 10 Control Panel
11 Centrivugal Vacum Pump Kenflo 12 Air Compressor SWAN
13 Pompa AHOA
Lampiran 5. Biaya Penggunaan Ruangan Inkubator Teknologi LIPI
SATUAN BIAYA PENGGUNAAN RUANGAN INKUBATOR LIPI
Berdasarkan Standar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Pusat Inovasi LIPI tahun 2014
No Nama Ruangan Satuan Biaya
1 Ruangan Tenant Per-bulan Rp. 240.000,-
2 Ruang Sindikasi Per-jam Rp. 50.000,-
Lampiran 6. Indikator Kerusakan di Tenant dan Sanksinya
KATEGORI KERUSAKAN : KECIL
NO INDIKATOR SANKSI
1 Kerusakan meja ringan Perbaikan
2 Kerusakan kursi ringan Perbaikan
3 Dinding ruangan kotor ringan Pengecatan ulang 4 Kaca jendela ruangan kotor ringan Pembersihan reguler 5 Lantai ruangan kotor ringan Pembersihan reguler 6 Kerusakan/tergores lantai ruangan ringan Perbaikan
7 Lampu ruangan mati Penggantian unit
8 AC ruangan tidak dingin Pembersihan filter/perbaikan
9 Lampu kamar mandi mati Penggantian unit
10 Kebocoran kran air kamar mandi Perbaikan
11 Coretan pada fasilitas umum Pembersihan
12 Mati lampu karena hubungan arus pendek Penghentian sementara alat Tabel 16 Indikator Kerusakan di Tenant dan Sanksinya Kategori Kecil
KATEGORI KERUSAKAN : SEDANG
NO INDIKATOR SANKSI
1 Kerusakan meja berat Penggantian unit
2 Kerusakan kursi berat Penggantian unit
3 Kerusakan lantai berat Perbaikan/ Penggantian unit
2 Kerusakan kran air wastafel/kamar mandi/urinoir Penggantian unit 4 Kerusakan gagang pintu ruangan Penggantian unit 5 Kerusakan gagang pintu kamar mandi Penggantian unit
6 Kerusakan jendela/bingkai jendela Perbaikan/Penggantian unit
7 Kerusakan dinding ruangan Perbaikan
8 Hilangnya meja Penggantian unit
9 Hilangnya kursi Penggantian unit
10 Gangguan kelistrikan karena beban berlebih Penghentian alat
11 Kehilangan remote AC Penggantian unit
12 Ledakan karena hubungan arus pendek Penggantian & Sanksi administrasi Tabel 17 Indikator Kerusakan di Tenant dan Sanksinya Kategori Sedang
KATEGORI KERUSAKAN : PARAH
NO INDIKATOR SANKSI
1 Terjadi penyumbatan pada saluran air kamar mandi Perbaikan
2 Kaca ruangan pecah Penggantian
3 AC mati Perbaikan/penggantian
4 Kebakaran Penggantian & Sanksi administrasi
5 Ledakan besar Penggantian & Sanksi administrasi
Lampiran 7. Indikator Kerusakan di Workshop dan Sanksinya
KATEGORI KERUSAKAN : KECIL
NO INDIKATOR SANKSI
1 Dinding workshop kotor ringan Pengecatan ulang 2 Kaca jendela workshop kotor ringan Pembersihan reguler 3 Lantai workshop kotor ringan Pembersihan reguler
4 Kerusakan/tergores lantai workshop ringan Pembersihan reguler/Perbaikan
5 Lampu workshop mati Penggantian unit
6 Lampu kamar mandi mati Penggantian unit
7 Kebocoran kran air kamar mandi Perbaikan
9 Coretan pada fasilitas umum Pembersihan
10 Kerusakan kunci area workshop/gudang/ruang QC Penggantian 11 Kehilangan kunci area workshop/gudang/ruang QC Penggantian
12 Mati lampu karena hubungan arus pendek Penghentian sementara alat 13 Kerusakan alat bantu sarana prasarana workshop Penggantian unit
Tabel 19 Indikator Kerusakan di Workshop dan Sanksinya Kategori Kecil
KATEGORI KERUSAKAN : SEDANG
NO INDIKATOR SANKSI
1 Kerusakan lantai berat Perbaikan/ Penggantian unit
2 Kerusakan kran air wastafel/kamar mandi/urinoir Penggantian unit 4 Kerusakan gagang pintu workshop Penggantian unit 5 Kerusakan gagang pintu kamar mandi Penggantian unit
6 Kerusakan jendela/bingkai jendela Perbaikan/Penggantian unit 7 Kerusakan dinding workshop ringan Perbaikan
8 Kerusakan pada crane ringan Perbaikan
9 Kerusakan pada peralatan pendukung ringan Perbaikan 10 Kerusakan pada permesinan ringan Perbaikan
11 Kerusakan pintu area workshop/gudang/ruang QC Perbaikan/Penggantian Unit 12 Gangguan kelistrikan karena beban berlebih Penghentian alat
13 Kehilangan remote AC Penggantian unit
14 Ledakan karena hubungan arus pendek Penggantian & Sanksi administrasi Tabel 20 Indikator Kerusakan di Workshop dan Sanksinya Kategori Sedang
KATEGORI KERUSAKAN : PARAH
NO INDIKATOR SANKSI
1 Terjadi penyumbatan pada saluran air workshop/kamar mandi
Pembersihan/Perbaikan 2 Kerusakan dinding workshop berat Perbaikan
3 Kerusakan pada crane berat Perbaikan/Penggantian unit 4 Kerusakan pada peralatan pendukung berat Perbaikan/Penggantian unit 5 Kerusakan pada permesinan berat Perbaikan/Penggantian unit
6 Kaca workshop pecah Penggantian unit
7 Kerusakan elemen kelistrikan pada beban berlebih Penggantian unit
8 Kebakaran Penggantian & Sanksi administrasi
9 Ledakan besar Penggantian & Sanksi administrasi
Lampiran 8. Formulir 1 : Penggunaan Ruang Tenant Reguler
FORMULIR 1A
IJIN PENGGUNAAN RUANG SINDIKASI
Nama :
Nama Tenant :
Jabatan :
Keperluan :
Diberikan ijin untuk menggunakan RUANG SINDIKASI pada :
Hari : Waktu : Ruang nomer : Mengetahui, Pengelola Inkubator ( ) Cibinong, _______________ Tenant, ( ) FORMULIR 1B
IJIN PENGGUNAAN RUANG RAPAT
Nama :
Nama Tenant :
Jabatan :
Keperluan :
Diberikan ijin untuk menggunakan RUANG RAPAT pada :
Hari : Waktu : Ruang nomer : Mengetahui, Pengelola Inkubator ( ) Cibinong, _______________ Tenant, ( )
FORMULIR 1C
IJIN PENGGUNAAN RUANG AUDITORIUM
Nama :
Nama Tenant :
Jabatan :
Keperluan :
Diberikan ijin untuk menggunakan RUANG AUDITORIUM pada :
Hari : Waktu : Mengetahui, Pengelola Inkubator ( ) Cibinong, _______________ Tenant, ( )
Lampiran 9. Formulir 2 : Penggunaan Ruang Tenant Non-Reguler
FORMULIR 2A
IJIN OVERTIME DI TENANT
Nama :
Nama Tenant :
Jabatan :
Keperluan :
Diberikan ijin untuk melaksanakan kegiatan di luar jam kerja pada :
Hari : Waktu : Kebutuhan Lain : Mengetahui, Pengelola Inkubator ( ) Cibinong, _______________ Tenant, ( ) FORMULIR 2A
IJIN MOBILISASI BARANG
Nama :
Nama Tenant :
Jabatan :
Diberikan ijin untuk meletakkan barang yaitu :
Jenis Barang :
Jumlah :
Lokasi Peletakan barang : Batas waktu peletakan :
Mengetahui, Pengelola Inkubator ( ) Cibinong, _______________ Tenant, ( )
Lampiran 10. Formulir 3 : Penggunaan Workshop Reguler
FORMULIR 3A
IJIN PENGGUNAAN RUANG WORKSHOP
Nama :
Nama Tenant :
Jabatan :
Keperluan :
Diberikan ijin untuk menggunakan RUANG WORKSHOPpada :
Hari : Waktu : Mengetahui, Pengelola Inkubator ( ) Cibinong, _______________ Tenant, ( ) FORMULIR 3B
IJIN PENGGUNAAN RUANG QC WORKSHOP
Nama :
Nama Tenant :
Jabatan :
Keperluan :
Diberikan ijin untuk menggunakan RUANG QC WORKSHOP pada :
Hari : Waktu : Mengetahui, Pengelola Inkubator ( ) Cibinong, _______________ Tenant, ( )
FORMULIR 3C
IJIN PENGGUNAAN RUANG GUDANG
Nama :
Nama Tenant :
Jabatan :
Keperluan :
Diberikan ijin untuk menggunakan RUANG GUDANG pada :
Hari : Waktu : Mengetahui, Pengelola Inkubator ( ) Cibinong, _______________ Tenant, ( )
Lampiran 11. Formulir 4 : Penggunaan Workshop Non-Reguler
FORMULIR 4A
IJIN OVERTIME DI WORKSHOP
Nama :
Nama Tenant :
Jabatan :
Keperluan :
Diberikan ijin untuk melaksanakan kegiatan di luar jam kerja pada :
Hari : Waktu : Mengetahui, Pengelola Inkubator ( ) Cibinong, _______________ Tenant, ( ) FORMULIR 4A
IJIN MOBILISASI BARANG
Nama :
Nama Tenant :
Jabatan :
Keperluan :
Diberikan ijin untuk meletakkan barang yaitu :
Jenis Barang :
Jumlah :
Lokasi Peletakan barang : Batas waktu peletakan :
Mengetahui, Pengelola Inkubator ( ) Cibinong, _______________ Tenant, ( )
Lampiran 12. Formulir 5 : Formulir Seleksi Tenant
FORMULIR 5
PERMINTAAN SELEKSI TENANT
Saya yang bertandatangan di bawah ini:
Nama :
Instansi :
Jabatan :
HP/Email :
Mengajukan permintaan untuk diseleksi sebagai tenant pada Inkubator Teknologi LIPI dengan informasi sebagai berikut:
Nama Tenant :
Nama Produk/Teknologi :
Fokus Produk/Teknologi : Agroindustri Makanan
Energi Mesin/Perhubungan Kesehatan Lingkungan Kimia Elektronik Lainnya _____________________________ Cibinong, _______________ Tenant, ( )