Pada proses penyusunan dan peninjauan kurikulumnya program-program studi di UNIKOM senantiasa merujuk kepada landasan-landasan penyusunan dan peninjauan di bawah ini. Hal ini dilakukan agar proses pembelajaran berada dalam satu garis, alignment, yang berada di antara Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran UNIKOM dengan lulusan yang dapat memenuhi tuntutan stakeholders.
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN UNIKOM VISI
Menjadi Universitas terkemuka dibidang Teknologi Informasi & Komunikasi, berwawasan Global, berjiwa Entrepreneur dan menjadi Pusat Unggulan dibidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang mendukung Pembangunan Nasional serta berorientasi pada kepentingan Masyarakat, Bangsa dan Negara.
MISI
Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Modern berdasarkan Budaya Organisasi UNIKOM, PIQIE (Professionalism, Integrity, Quality, Information Technology,
4 Excellence), dengan Sistem Pendidikan yang Kondusif dan Program-program Studi yang
berbasis pada Software (perangkat lunak), Hardware (perangkat keras), Animasi Multimedia, dan Entrepreneurship (kewirausahaan), dengan mengoptimalkan Sumber Daya yang ada berdasarkan prinsip Efisiensi, Efektifitas dan Produktifitas.
TUJUAN
Menghasilkan Lulusan yang unggul dibidang Teknologi Informasi & Komunikasi, Kompeten dan Handal di Bidang Studinya, berjiwa Entrepreneur, Santun dan Berbudi Luhur, memiliki Komitmen untuk memajukan Bangsa dan Negara serta Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
SASARAN
1. Sasaran penyelenggaraan pendidikan di Universitas adalah :
a. Menyiapkan peserta didikmenjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
b. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
c. Menghasilkan ilmuan unggul dan berpikiran maju di bidangnya masing-masing, mahir menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam bekerja serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Sasaran penyelenggaraan pendidikan Program Diploma di Universitas adalah:
a Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas, memilih metode yang sesuai dari beragam pilihan yang sudah maupun belum baku dengan menganalisis data, serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kualitas yang terukur.
b Menguasai konsep teoritis bidang teknologi informasi dan komunikasi serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedular.
5 3. Sasaran penyelenggaraan pendidikan Sarjana (S1) di Universitas adalah :
a. Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya berdasarkan bidang teknologi informasi dan komunikasi dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni pada bidang dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi.
b. Menguasai konsep teoritis bidang teknologi informasi dan komunikasi secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural.
c. Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi data, dan mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri dan kelompok.
d. Bertanggungjawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggungjawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.
4. Sasaran penyelenggaraan pendidikan Program Magister Terapan di Universitas adalah :
a. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji.
b. Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni di dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi melalui pendekatan inter atau multidisipliner.
5. Sasaran penyelenggaran pendidikan Program Doktor Terapan di Universitas adalah:
a. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni baru di dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi atau praktek professionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya kreatif, atau original dan teruji.
6 b. Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau
seni di dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi melalui pendekatan intern, multi dan transdisiplier.
c. Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional.
PERATURAN PEMERINTAH
Seperti telah disebutkan sebelumnya, seluruh kurikulum program-program studi yang berada di bawah naungan UNIKOM dirancang berdasarkan dasar hukum :
I. Undang-undang
▪ UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
▪ UU No 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi II. Perpres
▪ Perpres No 8 Tahun 2012 Tentang KKNI III. Permen
▪ Permenristek No 44 Tahun 2015 Tentang SN DIKTI
▪ Permendikbud No 73 Tahun 2013 Tentang Penerapan KKNI Bidang Perguruan Tinggi
▪ Permendikbud No. 81 Tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi.
KETENTUAN LAIN
Selain peraturan pemerintah, yang sebaiknya melandasi penyusunan kurikulum, peninjauan, dan evaluasinya adalah ketentuan tentang Kurikulum yang diterbitkan oleh asosiasi perguruan tinggi program studi masing-masing untuk seluruh program studi yang berada di UNIKOM. Sebagai contoh adalah Asosiasi Perguruan Tinggi Teknologi Informasi dan Komputer (APTIKOM) yang dirujuk oleh program-program studi yang berbasis teknologi informasi dan komputer, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang dirujuk oleh Program Studi Akuntansi dan sebagainya.
7 1.4 PEMBENTUKAN TIM PENYUSUN KURIKULUM
Penyusunan kurikulum melibatkan seluruh staf akademik dan stakeholders yang dilaksanakan oleh tim yang dibentuk meliputi:
1. Divisi Kurikulum Universitas berdasarkan SK Rektor No.
1640/SK/REKTOR/UNIKOM/III/2017 tentang Pembentukan dan Pengangkatan Ketua Divisi Kurikulum Universitas Komputer Indonesia.
2. Tim Pengembang Kurikulum Program Studi berdasarkan SK Wakil Rektor Bidang Inovasi, Pengembangan dan Aset No. 002/SK/WR-IV/UNIKOM/VIII/2017 tentang Penetapan Pengembang Kurikulum Tingkat Program Studi Universitas Komputer Indonesia.
8
BAB II
KURIKULUM PERGURUAN TINGGI
Pemerintah menetapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat dengan (KKNI) untuk penyusunan kurikulum program studi di aras pendidikan tinggi melalui Undang Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang KKNI. Pelaksanaan UU tersebut melalui penerbitan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Kurikulum ini merupakan penyempurnaan terhadap kurikulum yang telah ada sebelumnya yaitu Kurikulum Inti dan Institusional berdasarkan UU no. 232/U/2000 dan 045/U/2002 atau umumnya disebut sebagai KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi).
Dengan dorongan perkembangan global yang saat ini dituntut adanya pengakuan atas capaian pembelajaran yang telah disetarakan secara internasional, dan dikembangkannya KKNI, maka kurikulum di perguruan tinggi sejak tahun 2012 mengalami sedikit pergeseran dengan memberikan ukuran penyetaraan capaian pembelajarannya. Kurikulum ini masih mendasarkan pada pencapaian kemampuan yang telah disetarakan untuk menjaga mutu lulusannya.
Berdasarkan Perpres No. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), mendorong sekaligus dukungan untuk mengembangkan sebuah ukuran kualifikasi lulusan pendidikan Indonesia dalam bentuk sebuah kerangka kualifikasi, yang selanjutnya dikenal dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 8 tahun 2012 pasal 1 menyatakan bahwa :
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang selanjutnya disingkat KKNI, adalah kerangka penjenjangan kualifiasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan dan mengintergrasian antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. KKNI dikatakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional dan pelatihan
9 yang dimiliki negara Indonesia. Maknanya adalah, dengan KKNI ini memungkinkan hasil
pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, diperlengkapi dengan perangkat ukur yang memudahkan dalam melakukan penyepadanan dan penyejajaran dengan hasil pendidikan bangsa lain di dunia. KKNI juga menjadi alat yang dapat menyaring hanya orang atau SDM yang berkualifikasi yang dapat masuk ke Indonesia. Dengan fungsi yang komprehensif ini menjadikan KKNI berpengaruh pada hampir setiap bidang dan sektor di mana sumber daya manusia dikelola, termasuk di dalamnya pada sistem pendidikan tinggi, utamanya pada kurikulum pendidikan tinggi.
KKNI merupakan pernyataan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang penjenjangan kualifikasinya didasarkan pada tingkat kemampuan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran (learning outcomes). Dalam menyusun kurikulum dimulai dengan menetapkan profil lulusan yang dijabarkan menjadi rumusan kompetensinya. Dengan adanya KKNI rumusan kemampuan’ dinyatakan dalam istilah
“capaian pembelajaran” (terjemahan dari learning outcomes), dimana kompetensi tercakup didalamnya atau merupakan bagian dari capaian pembelajaran (CP). Kelebihan KKNI yang akan diterapkan adalah: (1) mengutamakan kesetaraan capaian pembelajaran (berorientasi pada mutu pembelajaran), (2) Capaian pembelajaran terdiri dari sikap, ketrampilan umum, keterampilan khusus, dan penguasaan pengetahuan, (3) SN DIKTI menetapkan : sikap dan keterampilan umum, program studi sejenis merumuskan ketrampilan khusus, dan pengetahuan. Kurikulum ini dikenal dengan nama Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT).
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) memberikan parameter ukur berupa jenjang kualifikasi dari jenjang 1 terendah sampai jenjang 9 tertinggi. Setiap jenjang KKNI bersepadan dengan level Capaian Pembelajaran (CP) program studi pada jenjang tertentu, yang mana kesepadannya untuk pendidikan tinggi adalah level 3 untuk D1, level 4 untuk D2, level 5 untuk D3, level 6 untuk D4/S1, level 7 untuk profesi (setelah sarjana), level 8 untuk S2, dan level 9 untuk S3. Kesepadanan ini diperlihatkan pada gambar 2.1.
10 Gambar 2.1
Penataan Jenis dan Strata Pendidikan Tinggi
Capaian Pembelajaran (CP) pada setiap level KKNI diuraikan dalam deskripsi unsur sikap dan tata nilai, unsur kemampuan kerja, unsur penguasaan pengetahuan dan unsur kewenangan dan tanggung jawab dengan pernyataan yang ringkas yang disebut dengan deskriptor generik. Masing masing deskriptor mengindikasikan kedalaman dan level dari CP sesuai dengan jenjang program studi. Penyusunan CP menggunakan tolok ukur jenjang KKNI dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi pada pasal 10 ayat 4, yakni setiap program studi wajib menyusun deskripsi capaian pembelajaran minimal mengacu pada KKNI bidang pendidikan tinggi sesuai dengan jenjang. Bahkan pada ayat yang sama juga dinyatakan bahwa setiap program studi wajib menyusun kurikulum, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum mengacu pada KKNI bidang pendidikan tinggi.
Dalam hal ini, semua perguruan tinggi di Indonesia yang menyelenggarakan program studi harus mengembangkan kurikulum dan menyusun CP dengan menggunakan KKNI sebagai tolok ukurnya. Dengan telah terbitnya Standar Nasional Pendidikan Tinggi rumusan capaian pembelajaran tercakup dalam salah satu standar yaitu Standar
11 Kompetensi Lulusan (SKL). Dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI), capaian
pembelajaran terdiri dari unsur sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan. Unsur sikap dan keterampilan umum telah dirumuskan secara rinci dan tercantum dalam lampiran SN DIKTI, sedangkan unsur keterampilan khusus dan pengetahuan harus dirumuskan oleh forum program studi sejenis yang merupakan ciri lulusan program studi tersebut.
Sejalan dengan perundang–undangan dan peraturan pemerintah yang berlaku, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyambut baik dan melakukan penyusunan, peninjauan dan evaluasi Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) Berbasis KKNI dan SN DIKTI bagi 28 program studi. Langkah awal yang ditempuh dalam persiapan pelaksanaan kurikulum baru ini adalah dengan pengangkatan ketua divisi kurikulum berdasarkan SK Rektor No. 1640/SK/REKTOR/ UNIKOM/III/2017 tentang pembentukan dan pengangkatan ketua divisi kurikulum UNIKOM dilanjutkan dengan membentuk tim pengembang kurikulum program studi berdasarkan SK Wakil Rektor IV No. 002/SK/WR- IV/UNIKOM/VIII/2017 tentang penetapan pengembang kurikulum tingkat program studi UNIKOM. Kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah divisi kurikulum melakukan kegiatan sosialisasi dan workshop teknik penyusunan Kurikulum yang mengacu pada KKNI dan SN DIKTI kepada para Ketua Program Studi dan Tim Pengembang Kurikulum di setiap Program Studi. Langkah berikutnya menyusun dan menerbitkan Buku Panduan Penyusunan dan Peninjauan Kurikulum 2017 UNIKOM yang mengacu pada KKNI dan SN DIKTI yang akan menjadi panduan bagi setiap program studi. Selanjutnya yang dilakukan oleh divisi kurikulum adalah melakukan pendampingan dalam proses pengembangan kurikulum di setiap program studi.
12
BAB III
PENYUSUNAN KURIKULUM
Kurikulum yang merupakan subjek atau serangkaian topik pengajaran pada suatu lembaga pendidikan dalam hal ini pendidikan tinggi UNIKOM, memerlukan tingkat kelenturan yang sedemikian rupa sehingga selain dapat mencapai tujuan yang ditetapkan dapat memenuhi beragam kebutuhan para stakeholders khususnya dapat menyesuaikan dengan dinamika perkembangan di lapangan. Untuk itu diperlukan mekanisme penyusunan, peninjauan, dan evaluasi terhadap kurikulum bersangkutan secara periodik. Uraian-uraian berikut akan memuat hal-hal yang berhubungan dengan penyusunan kurikulum, peninjauan, dan evaluasi kurikulum.
Kurikulum pada suatu program studi akan sangat menentukan kualitas lulusannya dalam masing-masing bidang atau spesifikasinya dan lebih lanjut akan mempengaruhi kualitas program studi bersangkutan bahkan fakultas dan universitas. Oleh karenanya proses perancangan kurikulum harus dilakukan secara cermat dan hati-hati, dan rancangannya disusun secara sistematis dan memiliki struktur serta konten yang jelas dan tentu saja dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan yang ditetapkan sebelumnya.
Kurikulum Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaian terhadap hasil-hasil yang digunakan di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar/mengajar yang disusun menurut acuan kurikulum pendidikan tinggi sesuai KKNI dan SN DIKTI. Kurikulum KKNI dan SN DIKTI UNIKOM memenuhi Standar Nasional Pendidikan yang diatur di lingkup DIKTI (Permenristek No. 44 Tahun 2015 tentang SN DIKTI) antara lain :
1. Standar Kompetensi Lulusan berisi profil lulusan dan capaian pembelajaran 2. Standar Isi Pembelajaran berisi bahan kajian dan mata kuliah
13 3. Standar Proses pembelajaran berisi struktur kurikulum dan rencana
pembelajaran semester (RPS)
4. Standar Penilaian Pembelajaran berisi rubrik penilaian
3.1 Tahapan Penyusunan Kurikulum
Sebelum menyusun dokumen kurikulum, program studi harus mempertimbangkan dasar pengembangannya yakni: i) merujuk pada semua Peraturan Pendidikan Tinggi yang terkait dengan kurikulum; ii) memahami unsur-unsur deskripsi KKNI ; iii) standar minimal pendidikan yang harus dipenuhi pada SN DIKTI; iv) mengimplementasikan Standar dan Kebijakan Pengembangan Kurikulum yang ditetapkan UNIKOM ; v) mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja lulusan; dan vi) visi, misi dan tujuan program studi.
Gambar 3.1
Tahapan Penyusunan Kurikulum
Dalam tahapan penyusunan dan peninjauan kurikulum terbagi dalam penetapan sebagai berikut :
14 I. Standar Kompetensi Lulusan
Berdasarkan pasal 5 Permenristek No. 44 Tahun 2015 standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan.
Dokumen yang terkait standar kompetensi lulusan antara lain : 1. Profil Lulusan (PL)
Profil lulusan adalah jawaban terhadap pertanyaan “Program Studi ini akan menghasilkan lulusan seperti apa? Yaitu suatu peran di kehidupan yang dapat dilakukan oleh lulusan di kemudian hari (outcomes). Penetapan profil lulusan dihasilkan dari tracer study terhadap alumni, analisis need assessment dari stakeholders, sciencetific vision dan analisis SWOT dari program studi maupun Perguruan Tinggi. Sangat disarankan profil program studi disusun oleh sekelompok program studi sejenis, asosiasi profesi sehingga terjadi kesepakatan yang dapat diterima dan dapat dijadikan rujukan secara nasional, seperti Asosiasi Perguruan Tinggi Teknologi Informasi dan Komputer (APTIKOM) dapat dijadikan rujukan bagi program studi yang berbasis teknologi informasi dan komputer, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dapat dijadikan rujukan bagi program studi akuntansi dan sebagainya.
Untuk membangun kekhasan program studi, dianjurkan untuk mengidentifikasi keunggulan atau kearifan lokal/daerah. Sehingga rumusan profil lulusan akan memuat informasi mengenai kemampuan untuk menjawab persoalan dan tantangan yang berkembang atau muncul di daerah masing‐masing, bahkan jika perlu menjadi nilai unggul dari program studi bersangkutan. Demikian halnya dengan perkembangan berbagai sektor yang muncul di masyarakat harus dapat diakomodasikan, sehingga turut dalam mewarnai profil lulusan. Profil lulusan yang telah terdefinisi dengan jelas akan menjadi modal utama dalam mengembangkan pernyataan capaian pembelajaran program studi. Berapa jumlah profil dapat merujuk pada jenjang pendikan yang diperbandingkan
15 dengan diskripsi KKNI. Secara umum, semakin tinggi jenjangnya, berpeluang
untuk memiliki jumlah profil lebih banyak.
Metode yang paling sederhana dalam menyusun profil lulusan adalah dengan menguraikan setiap definisi profil lulusan menjadi unsur‐unsur capaian pembelajaran. Profil lulusan yang tersusun dengan cermat akan memudahkan dalam menyusun pernyataan capaian pembelajaran.
Gambar 3.2 Penyusunan Profil
2. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)
Setelah menetapkan profil lulusan sebagai outcome program studi, maka langkah selanjutnya adalah menentukan kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh lulusan program studi sebagai output pembelajarannya. Pengertian capaian pembelajaran menurut KKNI adalah internasilisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan praktis, ketrampilan, afeksi, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja.
Capaian pembelajaran wajib merujuk pada KKNI terutama unsur keterampilan khusus (keterampilan kerja) dan pengetahuan sedangkan unsur sikap dan keterampilan umum dapat mengacu pada SN DIKTI dengan penjelasan sebagai berikut :
16 a. Sikap merupakan perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari
internalisasi dan aktualisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial melalui proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian, dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.
b. Pengetahuan merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran. Yang dimaksud dengan pengalaman kerja mahasiswa adalah pengalaman dalam kegiatan di bidang tertentu pada jangka waktu tertentu yang berbentuk pelatihan kerja, kerja praktik, praktik kerja lapangan atau bentuk kegiatan lain yang sejenis.
c. Keterampilan merupakan kemampuan melakukan unjuk kerja dengan menggunakan konsep, teori, metode, bahan, dan/atau instrumen, yang diperoleh melalui pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran. Unsur ketrampilan dibagi menjadi dua yakni keterampilan umum dan keterampilan khusus yang diartikan sebagai berikut:
i. Keterampilan umum merupakan kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dalam rangka menjamin kesetaraan kemampuan lulusan sesuai tingkat program dan jenis pendidikan tinggi.
ii. Keterampilan khusus merupakan kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai dengan bidang keilmuan program studi.
17 Gambar 3.3
Capaian Pembelajaran Lulusan
Secara umum capaian pembelajaran dapat berfungsi sebagai berikut:
a) Sebagai penciri, deskripsi, atau spesifikasi dari program studi.
b) Sebagai ukuran, rujukan, pembanding pencapaian jenjang pembelajaran dan pendidikan.
c) Sebagai komponen penyusun kurikulum dan pembelajaran.
d) Kelengkapan utama deskripsi dalam SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah).
Surat Keterangan Pendamping ljazah yang selanjutnya disingkat SKPI adalah dokumen yang memuat informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Pemberlakuan Kurikulum KKNI dan SN DIKTI di UNIKOM pada prinsipnya tidak bisa dilepaskan dengan penerbitan Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI). Hal ini sejalan dengan ketentuan pemerintah yang termuat dalam dua peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yaitu:
1. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi pasal 24 ayat 5 bahwa
18 mahasiswa yang dinyatakan lulus berhak memperoleh ijazah, gelar atau sebutan,
dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah sesuai dengan peraturan perundangan.
2. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi, pasal 10 ayat 2 b mewajibkan perguruan tinggi untuk menerbitkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah yang menjelaskan kualifikasi lulusan sesuai dengan jenjang KKNI bidang pendidikan tinggi.
SKPI paling sedikit memuat:
a. Logo perguruan tinggi.
b. Nama perguruan tinggi.
c. Nomor keputusan pendirian perguruan tinggi.
d. Nama program studi.
e. Nama lengkap pemilik SKPI.
f. Tempat dan tanggal lahir pemilik SKPI.
g. Nomor induk mahasiswa (nim).
h. Tanggal, bulan, tahun masuk dan kelulusan.
i. Nomor seri ijazah.
j. Gelar yang diberikan beserta singkatannya.
k. Jenis pendidikan (akademik, vokasi, atau profesi).
l. Program pendidikan (diploma, sarjana terapan, magister terapan, doktor terapan, sarjana, magister, doktor, profesi, atau spesialis).
m. Capaian pembelajaran lulusan sesuai kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia secara naratif.
n. Level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.
o. Persyaratan penerimaan.
p. Bahasa pengantar kuliah.
q. Sistem penilaian.
r. Lama studi.
s. Jenis dan program pendidikan tinggi lanjutan.
t. Skema tentang sistem pendidikan tinggi.
19 SKPI dapat memuat:
a. Informasi tambahan tentang prestasi lulusan selama berstatus mahasiswa; dan/
atau
b. Jabatan dalam profesi.
II. Standar Isi Pembelajaran
Berdasarkan pasal 8 Permenristek No. 44 Tahun 2015 standar isi pembalajaran merupakan kriteria minimal tingkat kedalaman dan keluasan materi pembelajaran.
Dokumen yang terkait standar isi pembelajaran antara lain : 1. Bahan Kajian (BK)
Setelah menetapkan capaian pembelajaran maka langkah selanjutnya adalah menentukan bahan kajian yang akan dipelajari. Bahan kajian adalah suatu bangunan IPTEKS dari obyek yang dipelajari, yang merupakan :
a. Ciri cabang ilmu tertentu, atau dengan kata lain menunjukkan bidang kajian atau inti keilmuan yang telah menjadi kesepakatan suatu program studi.
b. Pengetahuan / bidang kajian kekhasan program studi atau pembeda dengan program studi lain dan sesuai dengan visi dan misi program studi, yang dinyatakan dalam bentuk IPTEKS Pendukung.
c. Keilmuan sebagai karakteristik Perguruan Tinggi atau ciri Perguruan Tinggi.
Bahan kajian kurikulum disesuaikan dengan standar isi pembelajaran yang memiliki tingkat kedalaman dan keluasan yang mengacu pada capaian pembelajaran (CPL) seperti yang tercantum dalam Permenristek No. 44 tahun 2015 tentang SN DIKTI.
20 Gambar 3.4
Bahan Kajian
Bahan kajian dapat diambil (bersumber) dari bidang ilmu penyusun program studi. Mengasosiasikan kedalaman bahan kajian dengan taksonomi bloom dapat mempermudah memperkirakan kedalaman penguasaan bahan kajian untuk unsur CP tertentu. Penguasaan bahan kajian sampai tahap mengaplikasikan akan setara dengan application pada aspek Kognitif taksonomi Bloom. Jika dibuat
Bahan kajian dapat diambil (bersumber) dari bidang ilmu penyusun program studi. Mengasosiasikan kedalaman bahan kajian dengan taksonomi bloom dapat mempermudah memperkirakan kedalaman penguasaan bahan kajian untuk unsur CP tertentu. Penguasaan bahan kajian sampai tahap mengaplikasikan akan setara dengan application pada aspek Kognitif taksonomi Bloom. Jika dibuat