• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN

A. Landasan Teori

1. Pengertian Pemasaran

Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, berkembang dan mendapatkan laba. Untuk memberikan pengertian tentang pemasaran, lebih jelasnya akan disajikan beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli tentang pemasaran.

Menurut Kotler (2005:10) pemasaran adalah :

Proses sosial yang dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain.

Menurut Boyd, Walker dan Larreche (2000:4) pemasaran adalah :

Suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran.

2. Pengertian Manajemen Pemasaran

Pentingnya pemasaran mendorong perlu diadakan manajemen pemasaran. Dengan demikian diharapkan kegiatan pemasaran perusahaan dan organisasi dapat berjalan dengan baik dan mendukung kegiatan pemasaran perusahaan dan organisasi secara keseluruhan.

Menurut Kotler dan Armstrong (2004:16) manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembelian sasaran demi mencapai tujuan organisasi.

3. Perilaku Konsumen

Menurut Schiffman dan Kanuk (dalam Prasetijo dan Ihalauw, 2005:9) Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.

Menurut Swastha dan Handoko (2000:10) perilaku konsumen (consumer behavior) didefinisikan :

sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.

Ada dua elemen penting dari arti perilaku konsumen yaitu proses pengambilan keputusan, dan kegiatan fisik yang semua ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa ekonomis.

Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen menurut Kotler (2005:202) adalah :

a.Faktor budaya. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor ini meliputi budaya, sub-budaya, dan kelas sosial.

b.Faktor sosial. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status sosial.

c.Faktor pribadi. Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yang meliputi usia, dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep-diri pembeli.

d.Faktor psikologi. Pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat faktor psikologi yang meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap.

4. Motivasi

Motivasi adalah dorongan dari dalam individu yang menyebabkan dia bertindak untuk memenuhi kebutuhan menurut Prasetijo dan Ihalauw (dalam Schiffman dan Kanuk, 2005:25). Motivasi adalah suatu keadaan dalam pribadi yang mendorong keinginan individu untuk melakukan keinginan tertentu guna mencapai tujuan menurut Handoko (dalam Wahyuni, 2008:31).

Dalam motivasi pembelian terbagi dua jenis motivasi menurut Sigit (dalam Wahyuni, 2008:31) yaitu :

a.Motivasi rasional

Motivasi rasional adalah pembelian yang didasarkan kepada kenyataan-kenyataan yang ditunjukkan oleh produk kepada konsumen dan merupakan atribut produk yang fungsional serta objektif keadaannya, misalnya : kualitas produk, harga produk dan ketersediaan barang.

b.Motivasi emosional

Motivasi emosional adalah pembelian berkaitan dengan perasaan, kesenangan yang dapat ditangkap oleh pancaindra, misalnya dengan memiliki suatu barang tertentu dapat meningkatkan status sosial, peranan merek menjadikan pembeli menunjukkan status ekonominya dan pada umumnya bersifat subyektif dan simbolik.

5. Pembelajaran

Pembelajaran merupakan perubahan perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman (Kotler, 2005:217-218). Sebagian besar perilaku manusia adalah hasil dari belajar. Menurut Schiffman dan Kanuk ( 2007:179) Pembelajaran konsumen adalah proses di mana para individu memperoleh pengetahuan dan pengalaman pembelian dan pemakaian yang mereka terapkan pada perilaku yang akan datang. Pembelajaran konsumen merupakan proses artinya terus menurus berkembang dan berusaha karena adanya pengetahuan yang baru diperoleh (yang mungkin didapatkan dari membaca, dari diskusi, dari pengamatan, dan dari proses berpikir) atau dari pengalaman yang dialami sendiri.

Pengalaman seseorang bisa dari pengalaman pribadi dan pengalaman dari orang lain. Pengalaman pribadi merupakan tanggapan perasaan konsumen atas produk sejenis yang telah mereka gunakan dimasa yang lampau. Perasaan ini dapat dilihat dari pernyataan bagus atau tidak bagus yang dilontarkan oleh konsumen, jika ditanyakan mengenai pengalaman masa lampau mereka dengan produk yang sejenis. Sedangkan

pengalaman dari orang lain, contohnya dari pengalaman teman dan keluarga.

Peran pengalaman dalam pembelajaran tidak berarti bahwa semua pembelajaran dicari dengan sengaja. Walaupun kebanyakan pembelajaran adalah disengaja (yaitu, diperoleh sebagai hasil pencarian informasi yang teliti), banyak pembelajaran yang juga tanpa disengaja, yg diperoleh secara kebutulan atau tanpa banyak usaha.

6. Sikap

Sikap sebagai suatu evaluasi yang menyeluruh dan memungkinkan sesorang untuk merespon dengan cara yang menguntungkan atau tidak terhadap objek yang dinilai. Menurut Kotler (2005:219) Sikap adalah evaluasi, perasaan emosi, dan kecendrungan tindakan yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama pada seseorang terhadap objek atau gagasan tertentu seperti agama, musik dan makanan. Menurut Robbins (dalam Wahyuni 2008:32) Sikap adalah pernyataan-pernyataan atau penilaian evaluatif berkaitan dengan obyek, orang atau suatu peristiwa.

Menurut Boyd, Walker dan Larreche (2000:135) sikap adalah perasaan positif atau negatif tentang suatu objek (katakanlah, sebuah merek) yang mempengaruhi seseorang untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap objek itu. Sikap dilahirkan dari evaluasi konsumen bahwa sebuah merek tertentu memberikan manfaat yang dibutuhkan untuk membantu memuaskan kebutuhan tertentu.

Menurut Allport (dalam Sarwono dan eko, 2009:81) Sikap merupakan suatu proses yang berlangsung dalam diri seseorang, bersama dengan pengalaman individu masing-masing, mengarahkan dan menentukan respon terhadap berbagai objek dan situasi.

Menurut Sutisna (2002:104-105) di dalam sikap terdapat tiga komponen yaitu :

a.Komponen Kognitif

Komponen ini terdiri dari kepercayaan konsumen dan pengetahuan tentang obyek. Kepercayaan tentang atribut suatu produk bisanya dievaluasi secara alami. Semakin positif kepercayaan terhadap suatu merek dan semakin positif setiap kepercayaan, maka akan semakin mendukung keseluruhan komponen kognitif, yang pada akhirnya akan mendukung keseluruhan sikap tersebut.

b.Komponen Afektif

Perasaan dan reaksi emosional kepada suatu obyek, itulah komponen afeksi sikap. Misalnya konsumen mengatakan”saya menyukai produk A”. Itu merupakan hasil emosi atau evaluasi afektif terhadap suatu produk. Evalusi ini terbentuk tanpa informasi kognitif atau kepercayaan tentang produk tersebut.

c.Komponen Perilaku

Komponen ini adalah respon dari seseorang terhadap obyek atau aktivitas. Seperti keputusan untuk membeli atau tidaknya suatu produk akan memperlihatkan komponen behavioral.

7. Keputusan Pembelian

Keputusan pembelian merupakan tahap proses keputusan dimana konsumen secara aktual melakukan pembelian produk. Tahap-tahap dalam proses keputusan pembelian (Kotler, 2005:224-228) adalah sebagai berikut:

a.Pengenalan masalah

Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali masalah atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsang internal atau eksternal.

b.Pencarian informasi

Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak.

c.Evaluasi alternatif

Ada beberapa konsep dasar akan membantu kita memahami proses evaluasi konsumen yaitu sebagai berikut :

1) Konsumen berusaha memenuhi kebutuhan.

2) Konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk.

3) Konsumen memandang masing-masing produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang digunkan untuk memuaskan kebutuhan.

d.Keputusan pembelian

Pada tahap evaluasi, para konsumen membentuk preferensi atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan. Konsumen tersebut juga

dapat membentuk niat untuk membeli merek yang paling disukai. Namun, ada dua faktor yang dapat berada di antara niat pembelian dan keputusan pembelian yaitu pertama faktor sikap orang lain dan faktor kedua adalah faktor situasi yang tidak terantisipasi yang dapat muncul dan mengubah niat pembelian.

e.Perilaku pasca-pembelian

Kepuasan dan ketidak puasan terhadap produk akan mempengaruhi perilaku konsumen selanjutnya. Jika konsumen tersebut puas, ia akan menunjukkan kemungkinan yang lebih tinggi untuk membeli kembali produk tersebut.

Lima peran yang dimainkan orang dalam keputusan pembelian menurut (Kotler, 2005:220-221) adalah :

a. Pencetus : Seseorang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli suatu produk atau jasa.

b. Pemberi pengaruh : Orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan.

c. Pengambilan keputusan : Orang yang mengambil keputusan mengenai setiap komponen keputusan pembelian. Apakah membeli, tidak membeli, bagaimana cara membeli, dan dimana mereka akan membeli.

d. Pembeli : Orang yang melakukan pembelian yang sesungguhnya. e. Pemakai : Seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan

8. Pembelian Ulang

Pembelian ulang merupakan pembelian yang pernah dilakukan oleh pembelian terhadap suatu produk yang sama, dan akan membeli lagi untuk kedua atau ketiga kalinya (Swastha dan Handoko, 2000:114). Situasi kedua ini berada diantara situasi pertama dan ketiga dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan, informasi yang diperlukan berbagai alternatif yang harus diambil pertimbangkan dan sebagainya. Keputusan yang harus diambil dalam situasi kedua ini relatif lebih mudah daripada situasi pertama. Demikian pula banyak informasi yang dibutuhkan tidak sebanyak pada situasi pertama.

9. Produk

Produk merupakn segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminti, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi di pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutuan. Konsumen selalu membutuhkan suatu produk dalam rangka pemenuhan kebutuhan bagi kelangsuangan hidupnya.

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler, 2005:69). Produk-produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, acara-acara, orang, tempat, properti, organisasi, dan gagasan.

Menurut Kotler dan Armstrong (2008:269) produk dan jasa dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan tipe konsumen yang menggunakan yaitu : produk konsumen dan produk industri. Dalam penelitian ini yang

menjadi pokok pembahasan adalah produk konsumen. Produk konsumen

(consumer product) adalah produk yang dibeli oleh konsumen akhir untuk konsumsi pribadi. Produk konsumen meliputi :

a.Produk kebutuhan sehari-hari ( convenience product) adalah produk dan jasa konsumen yang biasanya sering dan segera dibeli pelanggan, dengan usaha pembandingan dan pembelian yang minimum. Contohnya: sabun, surat kabar dan makanan cepat saji.

b.Produk belanja (shopping product) adalah produk dan jasa konsumen yang lebih jarang dibeli dan pelanggan membandingkan kecocokan, kualitas, harga, dan gaya produk secara cermat. Contoh produk belanja meliputi pakaian, mobil bekas, peralatan rumah tangga utama.

c.Produk khusus (specialty product) adalah produk dan jasa konsumen dengan karakteristik unik atau identifikasi merek di mana sekolompok pembeli signifikan bersedia melakukan usaha pembelian khusus. Contoh produk khusus meliputi: merek dan tipe mobil tertentu, perlengkapan fotografi mahal, pakaian rangcangan desainer, dan jasa dokter atau ahli hukum.

d.Produk yang tak dicari (unsought product) adalah produk konsumen yang mungkin tidak dikenal konsumen atau produk yang mungkin dikenal konsumen tetapi biasanya konsumen tidak berpikir untuk membelinya. Contoh klasik produk dan jasa yang dikenal tetapi tak dicari adalah asuransi jiwa, jasa praperencanaan pemakaman, dan donor darah untuk palang merah.

Dokumen terkait