BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Umum
2.1.1 Definisi Humas
Menurut W. Emerson Reck dalam Kusandang seperti dikutip dalam Astuty et
al (2017:102) Public Relations adalah:
Kelanjutan dari proses penetapan kebijaksanaan, pelayanan, dan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang atau golongan agar orang atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan jasa baik dari mereka, sedangkan pelaksanaan kebijaksaan, pelayanan dan sikap itu adalah untuk menjamin adanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya.
Selain itu juga dikemukakan definisi lain dari Culip dan Center dalam
Kusandang seperti yang dikutip Astuty et al. (2017:102) adalah:
Suatu kegiatan komunikasi dan penafsiran, serta komunikasi dan penafsiran, serta komunikasi-komunikasi dan gagasan-gagasan dari suatu lembaga kepada publiknya, pengkomunikasian informasi, gagasan-gagasan, serta pendapat dari publiknya itu kepada lembaga tadi, dalam usaha yang jujur untuk menumbuhkan kepentingan bersama sehingga dapat tercipta suatu persesuaian yang harmonis dari lembaga itu dengan masyarakatnya.
Sedangkan menurut Datuela (2013) Public Relations atau dalam Bahasa Indonesia ialah Hubungan Masyarakat (HUMAS) adalah “Seni menciptakan
pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/organisasi”.
Menurut IPRA (International Public Relation) dalam Datuela (2013) Public
Relations adalah “fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta publik untuk memeperoleh pengertian,
simpati, dan dukungan dari mereka yang terkait atau mungkin ada hubungannya
dengan penelitian opini publik di antara mereka.”
2.1.2 Tugas dan Fungsi Humas
1. Tugas Humas
Tugas seorang praktisi Humas menurut Cutlip Center dan Broom dalam
Firsan seperti yang dikutip oleh Atina (2018:5) yaitu:
a. Menulis dan mengedit. Yaitu menyusun rilis berita dalam bentuk cetak
atau siaran, cerita future, newsletter untuk karyawan dan ekternal
stakeholder, korespondensi, pesan, website, dan pesan media online lainnya, laporan tahunan dan stakeholder, pidato, brosur, film, dan scipt
slide-show, artikel publikasi, dan materi-materi pendukung teknis lainnya. b. Hubungan media dan penempatan media yaitu mengontak media Koran,
majalah, suplemen mingguan, penulis freelance, agar mereka
mempublikasikan atau menyiarkan berita tentang oganisasi itu sendiri.
Merespon pemintaan informasi oleh media, meverifikasi berita, dan
membuka akses ke sumber otorisasi.
c. Riset, yaitu mengumpulkan informasi tentang opini publik, trend, isu
hangat, dan liputan media.
d. Manajemen dan administrasi, yaitu pemrograman dan perencanaan dengan
bekerjasama dengan manager lain.
e. Konseling, yaitu memberi saran kepada manajemen dalam masalah social,
f. Acara special, yaitu mengatur dan mengelola konferensi pers pada
kegiatan-kegiatan yang diadakan di organisasinya.
g. Pidato, yaitu tampil didepan publik, memberikan sambutan dan mengelola
biro juru bicara untuk menjelaskan platform orgnisasi didepan publik.
h. Produksi, yaitu membuat saluran komunikasi dengan keahlian dan
pengetahuan multimedia.
i. Pelatihan, yaitu menyiapkan eksekutif dan juru bicara lain untuk
manghadapi media dan tampil dihadapan publik.
Sedangkan menurut Oxley dalam Iriantara (2013:6-7) mencakup:
a. Memberi saran kepada manajemen tentang semua perkembangan internal
dan eksternal yang mungkin memengaruhi hubungan organisasi dengan
publik-publiknya.
b. Meneliti dan menafsirkan untuk kepentingan organisasi, sikap
publik-publik utama pada saat ini atau antisipasi sikap publik-publik-publik-publik utama
terhadap organisasi.
c. Bekerja sebagai penghubung (liaison) antara manajemen dan
publik-publiknya; dan
d. Memberi laporan berkala kepada manajemen tentang semua kegiatan yang
2. Fungsi Humas
Ada lima fungsi humas menurut Ruhiyat dalam Leliana (2015:25) yaitu:
a. Hubungan Pers; Menyajikan berita dan informasi tentang organisasi secara
positif.
b. Publikasi Produk; Mensponsori berbagai usaha untuk mempublikasikan
produk organisasi.
c. Komunikasi perusahaan; Mempromosikan pemahaman tentang organisasi
yang bersangkutan, baik melalui komunikasi internal maupun eksternal.
d. Lobi; Berhubungan dengan pemerintah guna mendukung atau menentang
UU dan perusahaan.
e. Pemberian Nasihat; Menasehati manajemen mengenai masalah publik,
posisi, serta citra perusahaan.
Pendapat dari Edward L. Bernay, dalam bukunya Public Relations, University
of Oklahoma Press, seperti dikutip oleh Polii (2013) menjelaskan bahwa humas memiliki tiga fungsi utama yaitu:
a. Memberikan penerangan kepada masyarakat.
b. Melakukan pesuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat
secara langsung.
c. Berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan
2.1.3 Peran Humas
Menurut Dozier & Broom dalam Yuliardi & Setiawati (2014:65) peranan
humas dapat dibagi menjadi empat kategori:
1. Expert Prescriber : Public relations berperan sebagai penasehat ahli,
sehingga dituntut untuk mencarikan solusi dalam menyelesaikan masalah
dengan publik perusahaan atau organisasi
2. Communications Facilitator : Public relations berperan sebagai fasilitator
antara perusahaan dengan publiknya. Dimana public relations membantu
pihak manajemen sebagai pendengar apa yang diinginkan dan diharapkan
oleh publik. Begitu juga sebaliknya, public relations diharapkan dapat
memberikan penjelasan informasi, keinginan, dan harapan organisasi kepada
publik. Tujuannya adalah agar tercipta saling mempercayai, menghargai, dan
mendukung satu dengan yang lainnya.
3. Problem Solving Process Fasilitator : Public relations menjadi fasilitator
dalam memecahkan permasalahan. Hal ini dimaksudkan untuk membantu
pimpinan organisasi baik sebagai penasihat hingga mengambil tindakan
eksekusi dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara
rasional dan profesional.
4. Communications Technician : peranan ini menjadikan public relations
sebagai journalist in resident yang hanya menyediakan layanan teknis
komunikasi. Sistem komunikasi dalam organisasi tergantung dari
masing-masing bagian atau tingkatan, yaitu secara teknis komunikasi, baik arus
maupun media komunikasi yang dipergunakan dari tingkat pimpinan dengan
Peranan humas secara umum menurut Kasenda (2013:5) adalah:
1. Sebagai comminucator atau penghubung antara organisasi atau lembaga yang
diwakili oleh publiknya.
2. Membinan relationship, yaitu berupaya membina hubungan yang positif dan
saling menguntungkan dengan pihak publiknya.
3. Peranan back up management, yakni sebagai pendukung dalam fungsi
manajemen organisasi atau perusahaan.
4. Membentuk corporate image, artinya public relations berperan untuk
berupaya menciptakan citra bagi organisasi atau lembaganya.
2.1.4 Ruang Lingkup Humas
Menurut Widjaja dalam Yusmawati (2017:3-4) ruang lingkup humas meliputi
antara lain:
1. Pengumpulan dan pengolahan data
Pengumpulan dan pengolahan data mempunyai tugas mengumpulkan dan
mengolah data untuk keperluan informasi bagi masyarakat dan lembaga serta
informasi umpan balik dari masyarakat.
2. Penerangan
Penerangan mempunyai tugas mempersiapkan pemberian penerangan kepada
masyarakat tentang kebijakan dan pelaksanaan kegiatan lembaga melalui
media massa
3. Publikasi
Publikasi mempunyai tugas mengurus publikasi tentang kebijakan dan
Sedangkan menurut Ruslan dalam Yusmawati (2017:4) ruang lingkup public
relations dalam suatu organisasi/lembaga antara lain sebagai berikut: 1. Membina hubungan kedalam (publik internal)
Publik internal adalah publik yang menjadi bagian dari
unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Seorang humas harus
mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan
gambaran negatif di dalam masyarakat, sebelum kebijakan dijalankan oleh
organisasi.
2. Membina hubungan keluar (publik eksternal)
Publik eksternal adalah publik umum (masyarakat). Menugaskan tumbuhnya
sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang diwakilinya.