BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3. Analisis Biaya, Margin dan Keuntungan Tataniaga Bawang Merah
Biaya pemasaran meliputi biaya angkut, biaya pengeringan, penyusutan, retribusi dan lainnya. Besarnya biaya ini berbeda satu sama lain disebabkan karena macam komoditi, lokasi pemasaran dan macam lembaga pemasaran dan efektivitas pemasaran yang dilakukan. Seringkali komoditi pertanian yang nilainya tinggi diikuti dengan biaya pemasaran yang tinggi pula. Peraturan pemasaran di suatu daerah juga kadang-kadang berbeda satu sama lain.Begitu pula macam lembaga pemasaran dan efektivitas pemasaran yang dilakukan. Makin efektif pemasaran yang dilakukan, maka akan semakin kecil biaya pemasaran yang dikeluarkan.
Marketing margin (marjin tataniaga) terdiri dari berbagai macam ongkos dalam menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Jadi, marketing margin itu terdiri dari berbagai marjin seperti retail margin, yaitu selisih harga yang dibayarkan konsumen dengan harga yang dibayarkan oleh si pengecer, profit margin yaitu besarnya keuntunganbalas jasa yang diterima oleh setiap middlemen atau lembaga tataniaga dan lain-lain. Analisis margin tataniaga dapat digunakan
untuk mengetahui distribusi margin pemasaran yang terdiri dari biaya dan keuntungan dari setiap aktivitas lembaga tataniaga yang berperan aktif serta untuk mengetahui bagian harga (farmer share) yang diterima petani.Analisis marjin tataniaga bawang merah di daerah penelitian dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17.Analisis Biaya,Margin dan Keuntungan Tataniaga Pada Saluran I
No. Uraian Harga
Harga Jual Petani Biaya Produksi Keuntungan
Harga Beli Pedagang Pengumpul Harga Jual Pedagang Pengumpul Biaya:
Harga Beli Pedagang Besar Harga Jual Pedagang Besar Biaya:
Harga Beli Pedagang Pengecer Harga Jual Pedagang Pengecer Biaya: Harga Beli Konsumen
17.500,00 Sumber : Data Diolah dari Lampiran 14, 15, 16 dan 17
Volume hasil produksi bawang merah yang melalui saluran tataniaga I ialah sebesar 4 ton bawang merah atau 25,61% dari total hasil produksi bawang merah yang dipasarkan. Dari Tabel 17 dapat dilihatbahwa harga jual yang diterima petani adalah sebesar Rp 17.500/kg (68,63% dariharga yang diterima konsumen akhir). Biaya produksi yang dikeluarkan petani sebesar Rp. 7.014,08/kg dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 10.485,92/kg.
Harga jual yang diterima pedagang pengumpul adalah Rp 19.333,33/kg.
Marginpemasaran yang terbentuk antara petani dan pedagang pengumpul adalah sebesarRp 1.833,33/kg. Biaya yang dikeluarkan oleh pedagang pengumpul sebesar Rp. 743,67/kg (2,92% dari harga yang diterima konsumen). Keuntungan yangdiperoleh pedagang pengumpul sebesar Rp 1.089,66/kg (4,27% dariharga yang diterima konsumen).
Harga jual yang diterima pedagang besar sebesar Rp 21.750/kg. Marginpemasaran yang terbentuk antara pedagang besar dan pedagang pengumpul ialah sebesar Rp 2.416,67/kg. Biaya yang dikeluarkan pedagang besar ialah sebesar Rp 1.636,33/kg (6,42% dari harga yang diterima konsumen).Keuntungan yang diperoleh pedagang besar yaitu Rp 780,34/kg (3,06% dari harga yang diterima konsumen).
Harga jual yang diterima pedagang pengecer sebesar Rp 25.500/kg.
Marginpemasaran yang terbentuk antara pedagang besar dan pedagang pengecer ialah sebesar Rp 3.750/kg. Biaya yang dikeluarkan pedagang pengecer sebesar Rp 890,44/kg (3,49% dari harga yang diterima konsumen).Keuntungan yang diperoleh pedagang pengumpul sebesar Rp 2.859,56/kg (11,21% dari harga yang diterima konsumen).
Biaya penyusutan merupakan biaya terbesar yang terdapat pada saluran tataniaga I yaitu sebesar Rp. 780,50/Kg (3,06% dari harga yang diterima oleh konsumen) dan biaya retribusi merupakan biaya terendah yaitu senilai Rp. 32,68/kg (0,13% dari harga yang diterima oleh konsumen). Total biaya yang dikeluarkan oleh seluruh lembaga tataniaga pada saluran I yaitu sebesar Rp. 3.270,44/Kg dengan total keuntungan sebesar Rp. 4.729,56/Kg.
Tabel 18. Analisis Biaya,Margin dan Keuntungan Tataniaga Pada Saluran II
Harga Jual Petani Biaya Produksi Keuntungan
Harga Beli Pedagang Pengumpul Harga Jual Pedagang Pengumpul Biaya:
Harga Beli Pedagang Besar Harga Jual Pedagang Besar Biaya: Harga Beli Konsumen
18.000,00 Sumber: Lampiran 14, 18 dan 19
Volume hasil produksi bawang merah yang melalui saluran tataniaga II ialah sebesar 4 ton atau 25,61% dari total hasil produksi bawang merah yang dipasarkan. Dari Tabel 18 dapat dilihatbahwa harga jual yang diterima petani
adalah sebesar Rp 18.000/kg (75% dariharga yang diterima konsumen akhir).
Biaya produksi yang dikeluarkan petanisebesar Rp.7.014,08/kg dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 10.985,92/kg.
Harga jual yang diterima pedagang pengumpul adalah Rp 19.500/kg.
Marginpemasaran yang terbentuk antara petani dan pedagang pengumpul adalah sebesar
Rp 1.500/kg. Biaya yang dikeluarkan oleh pedagang pengumpul sebesar Rp.1.013,01/kg (4,22% dari harga yang diterima konsumen). Keuntungan yangdiperoleh pedagang pengumpul sebesar sebesar Rp 486,99/kg (2,03%
dariharga yang diterima konsumen).
Harga jual yang diterima pedagang besar sebesar Rp 24.000/kg. Marginpemasaran yang terbentuk antara pedagang pengumpul dan pedagang besar ialah sebesar Rp 4.500/kg. Biaya yang dikeluarkan pedagangbesar yaitu Rp 1.056,70/kg (4,40%
dari harga yang diterima konsumen).Keuntungan yang diperoleh pedagang pengumpul sebesar Rp 3.433,30/kg(14,35% dari harga yang diterima konsumen).
Biaya penyusutan merupakan biaya terbesar yang dikeluarkan oleh lembaga tataniaga pada saluran II yaitu sebesar Rp. 663,30 (2,76% dari harga yang diterima oleh konsumen akhir) dan biaya transportasi merupakan biaya terendah yang dikeluarkan oleh lembaga tataniaga pada saluran II yaitu sebesar 15,52 (0,06%dari harga yang diterima oleh konsumen akhir). Total biaya yang dikeluarkan oleh lembaga tataniaga di saluran II ialah sebesar Rp. 2.069,71/Kg dan total keuntungan yang diterima ialah sebesar Rp. 3.930,29/Kg.
Tabel 19. Analisis Biaya,Margin dan Keuntungan Tataniaga Pada Saluran
Harga Jual Petani Biaya Produksi Keuntungan
Harga Beli Pedagang Besar Harga Jual Pedagang Besar Biaya:
Harga Beli Pedagang Pengecer Harga Jual Pedagang Pengecer Biaya: H Harga Beli Konsumen
18.750,00 Sumber : Data Diolah dari Lampiran 11, 13, 19, 20, dan 21
Volume hasil produksi bawang merah yang melalui saluran tataniaga IIIialah sebesar 7 ton atau 44,81% dari total hasil produksi bawang merah yang dipasarkan. Dari Tabel 19 dapat dilihatbahwa harga jual yang diterima petani adalah sebesar Rp 18.750/kg (68,93% dariharga yang diterima konsumen akhir).
Biaya produksi yang dikeluarkan petanisebesar Rp.7.014,08/kg dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 11.735,92/kg.
Harga jual yang diterima pedagang besar adalah Rp 21.125/kg. Marginpemasaran yang terbentuk antara petani dan pedagang besar adalah sebesarRp. 2.375/kg.
Biaya yang dikeluarkan oleh pedagang besar sebesar Rp. 1.567,90/kg (5,76% dari
harga yang diterima konsumen). Keuntungan yangdiperoleh pedagang besaryaitu Rp 807,10/kg (2,97% dariharga yang diterima konsumen).
Harga jual yang diterima pedagang pengecer sebesar Rp 27.200/kg.
Marginpemasaran yang terbentuk antara pedagang besar dengan pedagang pengecer ialah sebesar Rp 6.075/kg. Biaya yang dikeluarkan pedagang pengecer sebesar Rp. 934,96/kg (3,35% dari harga yang diterima konsumen).Keuntungan yang diperoleh pedagang pengecer sebesar Rp 5.140,04/kg (18,90% dari harga yang diterima konsumen).
Biaya penyusutan merupakan biaya terbesar yang dikeluarkan oleh lembaga tataniaga pada saluran III yaitu sebesar Rp. 781,16/Kg (2,87% dari harga yang diterima oleh konsumen akhir) dan biayatransportasi merupakan biaya terendah yaitu senilai Rp. 38,11/Kg (0,14% dari harga yang diterima oleh konsumen akhir).
Total biaya yang dikeluarkan oleh lembaga tataniaga pada saluran III ialah sebesar Rp. 2.502,86/Kg dan keuntungan yang diperoleh ialah sebesar Rp. 5.947,14/Kg
Tabel 20. Analisis Biaya,Margin dan Keuntungan Tataniaga Pada Saluran
Harga Jual Petani Biaya Produksi Keuntungan
Harga Beli Pedagang Pengecer Harga Jual Pedagang Pengecer Biaya: Harga Beli Konsumen
22.500,00 Sumber : Data Diolah dari Lampiran 14 dan 22
Volume hasil produksi bawang merah yang melalui saluran tataniaga IV ialah sebesar 0,62 ton atau 3,97% dari total hasil produksibawang merah yang dipasarkan. Dari Tabel 20 dapat dilihatbahwa harga jual yang diterima petani adalah sebesar Rp 22.500/kg (84,91% dariharga yang diterima konsumen akhir).
Biaya produksi yang dikeluarkan petani sebesar Rp. 7.014,08/kg dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp.15.485,92/kg.
Harga jual yang diterima pedagang pengecer adalah Rp 26.500/kg.
Marginpemasaran yang terbentuk antara petani dan pedagang pengecer adalah sebesar Rp 4.000/kg. Biaya yang dikeluarkan oleh pedagang pengecersebesar Rp1.219,76/kg (4,60% dari harga yang diterima konsumen). Keuntungan yangdiperoleh pedagang pengecer sebesar Rp. 2.780,24/kg (10,49% dariharga yang diterima konsumen).
Biaya pengemasan merupakan biaya terendah yang dikeluarkan oleh lembaga tataniaga pada saluran tataniaga IV yaitu sebesar Rp. 110,87/Kg (0,42%dariharga
yang diterima konsumen) dan biaya penyusutan merupakan biaya terbesar yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp. 908,79/Kg (3,43%dari harga yang diterima konsumen). Total biaya yang dikeluarkan pada saluran IV ini adalah sebesar Rp 1.219,76/kg dan total keuntungan tataniaga yang diterima yaitu sebesar Rp 2.780,24/kg.
5.4. Efisiensi Saluran Tataniaga
Penentuan efisiensi tataniaga pada penelitian ini ditentukan dengan melihat nilai efisiensi tataniaga. Kriteria pengambilan keputusan:
- Ep < 50%, maka saluran tataniaga sudah efisien.
- Ep > 50%, maka saluran tataniaga tidak efisien.
Penarikan kesimpulan dilakukan dengan melihat nilai efisiensi tataniaga (Ep).
Nilai efisiensi tataniaga ini dilihat dengan membandingkan nilai efisiensi tataniaga pada tiap-tiap saluran tataniaga. Apabila nilai Ep suatu saluran tataniaga lebih kecil dari nilai Ep saluran tataniaga lainnya, maka saluran tataniaga tersebut dikatakan memiliki efisiensi tataniaga yang lebih tinggi daripada saluran tataniaga lainnya. Nilai efisiensi tataniaga masing-masing saluran tataniaga dapat dilihat pada Tabel 21.
Tabel 21. Efisiensi Masing-Masing Saluran Tataniaga Bawang Merah
Saluran Tataniaga
Biaya Tataniaga (Rp/Kg)
Harga Jual (Rp/Kg)
Efisiensi Tataniaga (%) I
II III IV
3.270,44 2.069,71 2.502,86 1.219,76
22.194,44 21.750,00 24.162,50 26.500,00
14,74 9,52 10,36 4,60 Sumber: Tabel 16, 17, 18 dan 19
Berdasarkan Tabel 21, masing-masing saluran tataniaga bawang merah di lokasi penelitian sudah tergolong efisien dengan nilai efisiensi masing-masing yaitu, 14,74%, 9,52%, 10,36% dan 4,60%. Saluran keempat merupakan saluran yang paling efisien dibandingkan saluran pertama, kedua dan ketiga karena memiliki nilai efisiensi terkecil. Hal ini membuktikan bahwa hipotesis penelitian diterima.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1.
KesimpulanAdapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Saluran tataniaga bawang merah di Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun ada 4, yaitu: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Besar – Pedagang Pengecer – Konsumen sebanyak 25,61%, Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Besar – Konsumen sebanyak 25,61%, Petani – Pedagang Besar - Pedagang Pengecer – Konsumen sebanyak 44,81% dan Petani - Pedagang Pengecer – Konsumen sebanyak 3,97%.
2. Fungsi-fungsi tataniaga yang dilakukan oleh lembaga tataniaga adalah fungsi pertukaran (penjualan dan pembelian), fungsi fisik (pengangkutan, penyimpanan dan pengolahan) dan fungsi fasilitas (resiko dan informasi pasar).
3. Biaya, marjin, dan keuntungan yang diterima oleh masing-masing lembaga tataniaga di tiap saluran berbeda, biaya tataniaga tertinggi terdapat pada saluran I dan biaya terendah terdapat pada saluran IV. Keuntungan tataniagat erbesar terdapat pada saluran III dan keuntungan terkecil terdapat pada saluran IV.
4. Saluran tataniaga bawang merah di lokasi penelitian sudah tergolong efisien dengan masing-masing nilai efisiensi 14,74%;9,52%;10,36%; 4,60%dan saluran tataniaga keempat merupakan saluran yang paling efisien karena memiliki nilai efisien paling rendah dibandingkan saluran yang lainnya dan
merupakan saluran terpendek yang dilalui. Semakin pendek saluran tataniaga yang dilalui, maka akan semakin efisien saluran tersebut.
6.2. Saran
6.2.1. Saran Untuk Petanidan LembagaTataniaga
Kepada petani sebaiknya agar memilih saluran tataniaga bawang merah yang lebih pendek karena efisien dan bagian yang diterima oleh petani juga lebih besar dan sebaiknya petani melakukan sortasi, agar harga bawang merah yang diterimanya lebih tinggi. Untuk lembaga tataniaga, sebaiknya tidak memberikan harga yang terlalu rendah kepada petani.
6.2.1. Saran Untuk Pemerintah
Pemerintah sebaiknya lebih mengawasi kegiatan tataniaga bawang merah tersebut agar lebih efisien dan menyediakan lembaga yang dapat menampung hasil produksi petani saat harga bawang merah di pasar sedang menurun sehingga petani tidak merugi serta menempatkan pihak seperti penyuluh yang berkompeten dalam hal budidaya bawang sehingga apabila terjadi kerusakan pada bawang merah petani dapat langsung memperoleh solusi.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2015. Berita Resmi Statistik Provinsi Sumatera Utara.
Medan: Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun. 2015. Berita Resmi Statistik Kabupaten Simalungun (Kecamatan Haranggaol Horison) Dalam Angka 2015. Raya: Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun.
Cohen, L., et al. 2007. Research Methods in Education (Sixth Edition). NewYork:
Routledge.
Downey, W. D dan Erickson, S. P. 1992. Manajemen Agribisnis (terjemahan oleh Rochidayat Ganda S dan Alfonsusu Sirait). Jakarta: Erlangga.
Hanafiah, A.M, dan A.M Saefudin, 1983. Tata Niaga Hasil Perikanan. Jakarta:
Universitas Indonesia Press.
Jaelani. 2007. Khasiat Bawang Merah. Jakarta: Kanisius.
Mahmud, 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Mubyarto. 1982. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3ES.
Paul, D. Cand F. N. Jones. Introduction To Marketing (Pengantar Marketing).
Edisi ke II. Disadur oleh n. J. Djajapermana. Bandung: Penerbit Alumni.
Rahayu, E dan N. Berliana VA. 1999. Bawang Merah. Jakarta: Penebar Swadaya.
Rukmana, R. 1994. Bawang Merah, Budidaya Dan Pengolahan Pascapanen.Yogyakarta: Kanisius.
Samadi, B dan B. Cahyadi. 2005. Bawang Merah (Intensifikasi Usaha Tani).Jakarta: Kanisius.
Sihombing, L. 2011. Tataniaga Hasil Pertanian. Medan: USU Press.
Singarimbun, M dan S. Effendi, 1995.MetodePenelitian Survey. Jakarta:LP3S Siringo-ringo. F. A. K.2014.Analisis Tataniaga Bawang Merah di Kecamatan
Silihsabungan, Kabupaten Dairi. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Sitanggang, D. M. N. 2011. Analisis Tataniaga Bawang Merah Di Kabupaten Samosir. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Soekartawi, 1993. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian (Teori dan Aplikasi).Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Soekartawi. 2002. Manajemen Hasil-Hasil Pertanian. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Sudiyono. 2004. Pemasaran Pertanian. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Wacana. A. D. S. 2011. Analisis Tataniaga bawang Merah Di Kelurahan Brebes, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Website www.hargasumut.org diakses pada tanggal 5 Januari 2017, pukul 17.55 WIB.
LAMPIRAN
KUESIONER PENELITIAN
ANALISIS TATANIAGA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
(Studi Kasus : Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun)
I. KARAKTERISTIK PETANI RESPONDEN
1. Nama : ...
2. Umur : ... tahun
3. Jenis Kelamin :...
4. Suku : ...
5. Pendidikan : ...
6. Mata Pencaharian
a. Utama : ...
b. Sampingan : ...
7. Lama Bertani : ... tahun
8. Luas lahan : ...
9. Status Kepemilikan lahan - Sewa : - Milik Sendiri :
10. Apakah Bapak/Ibu bergabung dalam kelompok tani?
11. Jika Ya, sejak kapan bergabung dalam kelompok tani?
12. Pelatihan yang pernah diikuti:
13. Pola Usahatani : a. Monokultur b. Polikultur
II. SUSUNAN KELUARGA No Nama Status dalam
Keluarga
Umur Jenis Kelamin
Pendidikan Terakhir
Keterlibatan di Usahatani 1
2 3 4 5 6 7 8
III. PERALATAN
No Jenis Peralatan Jumlah (unit) Harga Satuan (Rp)
Tahun Pembelian
Umur Tahan Pakai (Tahun) 1 Cangkul
2 Gembor 3 Parang 4 Keranjang 5 Mesin 6
7 8
IV. SARANA PRODUKSI
No Nama Input Satuan Konversi Frekuensi Jumlah Harga Satuan (Rp) Sumber Input
1 Bibit 2 Pupuk
a. Pupuk Kandang b. Pupuk Kompos c. Pupuk Buatan
Urea
TSP
NPK
ZA
3 Obat – obatan
Herbisida
Pestisida
Fungisida
Insektisida
4 Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) 5 Mulsa
6
V. CURAHAN TENAGA KERJA
No Tahapan Kerja Frekuensi
Tenaga Kerja Lama Bekerja
Per Musim
Tanam Upah TK Per Musim Tanam Dalam Keluarga Luar Keluarga
Pria Wanita
Anak-anak Pria Wanita
Anak-anak Jam Hari 1 Pengolahan Lahan
2 Penanaman 3 Pemeliharaan
Pemupukan
Penyiangan
Pemberantasan HPT
4 Pemberian ZPT 5 Pemanenan 6 Pasca Panen
Pembersihan / Pencucian
Sortasi
7 Pemasaran
Pengangkutan
VI. PANEN DAN PASCA PANEN
a. Pada umur berapa tanaman sudah dapat dipanen ? ... bulan b. Pada saat panen, berapa banyak hasil panen yang rusak / busuk ?
...
VII. PENERIMAAN a. Komoditi Utama
Waktu Panen Produksi (Kg) Harga Jual (Rp) Penerimaan (Rp) I
II III
b. Komoditi Lain
Waktu Panen Produksi(Kg) Harga Jual (Rp) Penerimaan (Rp) I
II III
VIII. PEMASARAN BAWANG MERAH
1. Apakah produksiAnda langsungdijualdalamsatuhari?
2. Jika Anda melakukan penyimpanan bawang merah, dimana Anda menyimpannya dan bagaimana cara Anda menyimpannya?
Jawaban :
3. Apakah Anda mengetahui harga jual bawang merah ? a. Ya
b. Tidak
4. Jika jawabannya ya, maka darimana Anda biasanya mengetahui hargatersebut ?
a. Pasar
b. Suratkabar/radio c. Majalah
d. Lainnya, sebutkan...
5. PernahkahAndamendapatkanpenyuluhanmengenaibudidaya bawang merah dancaramemasarkannya ?
a. Pernah b. Tidakpernah
6. Jika jawabanya pernah, siapa/pihak mana yang memberikan penyuluhan tersebut?
a. Pihak PPL
b. Aparatpemerintahdesa
c. Lainnya, sebutkan...
7. ApakahAndatergabungdalamkelompoktani bawang merah ? a. Ya
b. Tidak
8. Jikatergabungdalamkelompoktani, apa alasan Andauntukikutdalam Kelompoktani tersebut?
9. Apakah pembeli yang
menerimahasilpanendaripetanimenerapkansuatustandarisasi?
10. Sebelum dijual apakah dilakukan penyortiran? (ya/tidak)
11. Kesulitan apa yang dihadapi dalam sistem pemasaran komoditi bawang merah di Kabupaten Simalungun?
Jawaban :
12. Sumber modal (modal sendiri/mendapatbantuan) a. Besarnya modal = Rp...
b. Jikamendapatbantuandalambentuk... . . . denganjangkawaktu...tahun c. Apakahterdapatketerkaitandenganpemilik modal (ya/tidak)
d. Jikaya, apakahpetaniharusmenjualhasilpanenkelembagatersebut?
Lampiran 2. Karakteristik Petani Bawang Merah di Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun Tahun 2017
Lampiran 3. Karakteristik Pedagang Pengumpul Desa di Kelurahan
Lampiran 4. Karakteristik Pedagang Besar Nomor
Lampiran 5. Karakteristik Pedagang Pengecer Nomor
Lampiran 6. Biaya Penggunaan Bibit Bawang Merah per Petani di Kelurahan Haranggaol Selama Satu Musim Tanam
Nomor Sampel
Total Biaya Per Petani (Rp)
Total 3,57 2.750 1.598.000 137.720.000,00 Rataan/Petani 0,12 91,67 53.266,67 4.590.666,67 Rataan/Hektar 1 763,61 443.711,33 37.490.556,11
Nomor Sampel
Luas Lahan (Ha)
Kompos TSP Boron
Jumlah (Sak) Harga (Rp/sak)
Sub Total Biaya (Rp)
Total 3,57 881,00 501.000,00 18.798.000,00 146,50 112.000,00 1.132.000,00 48,00 200.000,00 2.400.000,00
Rataan/Petani 0,12 29,37 16.700,00 626.600,00 4,88 3.733,33 37.733,33 1,60 6.666,67 80.000,00
Rataan/Hektar 1 244,62 139.111,00 5.219.578,00 40,68 31.098,67 314.318,67 13,33 55.533,33 666.400,00
Keterangan : *1 sak = 8 kg
Nomor Sampel Luas Lahan
Total 3,57 145,50 64.000,00 1.164.000,00 231,50 162.000,00 2.225.000,00
Rataan/Petani 0,12 4,85 2.133,33 38.800,00 7,72 5.400,00 74.166,67
Rataan/Hektar 1 40,40 17.770,67 323.204,00 64,28 44.982,00 617.808,33
Nomor Sampel
Rataan/Hektar 1 22,91 25.545,33 237.405,00 49,84 74.553,50 504.242,67
Nomor Sampel
Luas Lahan
(Ha)
Hidrokomplit SP 36
Jumlah (kg) Harga (Rp/ kg) Sub Total Biaya (Rp) Jumlah (kg) Harga (Rp/kg)
Rataan/Hektar 1 50,40 44.704,33 507.297,00 16,10 6.802,83 78.440,83
Nomor Sampel Luas
Rataan/Hektar 1 13,47 13.328,00 107.734,67 10,55 1.666,00 21.102,67
Nomor
Total 3,57 66,50 74.000,00 608.000,00 37,00 30.000,00 370.000,00 90,00 166.000,00 1.184.000,00
Rataan/
Petani
0,12 2,22 2.466,67 20.266,67 1,23 1.000,00 12.333,33 3,00 5.533,33 39.466,67
Rataan/ 1 18,4 20.547,33 168.821,33 10,27 8.330,00 102.736,67 24,99 46.092,67 328.757,33
Sambungan Lampiran 7
Nomor Sampel
Luas Lahan (Ha)
Pupuk kandang Garam Amopos
Jumlah
Hektar 1
Nomor Sampel Luas Lahan
(Ha)
Kalisnik Supergrow Total Biaya Per
Petani (Rp) Jumlah (kg) Harga (Rp/kg) Sub Total Biaya ( Rp) Jumlah (kg) Harga (Rp/kg) Sub Total Biaya (Rp)
1. 0,16 0 0 0 0 0 0 1.920.000
2. 0,02 0 0 0 0 0 0 226.500
3. 0,12 0 0 0 0 0 0 1.455.000
4. 0,06 0 0 0 0 0 0 413.000
5. 0,16 0 0 0 0 0 0 1.725.000
6. 0,12 0 0 0 0 0 0 2.052.500
7. 0,24 0 0 0 0 0 0 2.560.000
8. 0,24 0 0 0 0 0 0 2.492.500
9. 0,12 0 0 0 0 0 0 1.005.000
10. 0,10 0 0 0 0 0 0 450.000
11. 0,16 0 0 0 0 0 0 652.500
12. 0,08 0 0 0 0 0 0 738.000
13. 0,03 0 0 0 0 0 0 314.000
14. 0,03 0 0 0 0 0 0 234.000
15. 0,04 0 0 0 0 0 0 337.500
16. 0,08 12 8.000 96.000 0 0 0 852.000
17. 0,04 6 8.000 48.000 0 0 0 736.000
18. 0,08 12 8.000 96.000 0 0 0 555.000
19. 0,04 0 0 0 0 0 0 318.000
20. 0,12 0 0 0 0 0 0 1.180.000
21. 0,60 45 7.500 337.500 45 17.000 765.000 8.785.000
Sambungan Lampiran 7
23. 0,03 5 8.000 40.000 0 0 0 354.000
24. 0,08 5 7.000 35.000 5 17.000 85.000 250.000
25. 0,04 4 8.000 32.000 0 0 0 152.000
26. 0,08 8 8.000 64.000 0 0 0 587.000
27. 0,06 10 8.000 80.000 0 0 0 270.000
28. 0,08 12,5 7.500 93.750 0 0 0 1.683.750
29. 0,24 5 8.000 40.000 8 28.000 176.000 3.001.000
30. 0,16 4 8.000 32.000 0 0 0 1.494.000
Total 3,57 143,50 102.000,00 1.114.250,00 58,00 62.000,00 1.026.000,00 38.085.750,00
Rataan/Petani 0,12 4,78 3.400,00 37.141,67 1,93 2.066,67 34.200,00 1.269.525,00
Rataan/Hektar 1 39,85 28.322,00 309.390,08 16,10 17.215,33 284.886,00 10.575.143,25
Nomor Sampel Luas Lahan (Ha)
Endure Antracol Daconil
Jumlah (botol) Harga (Rp/kg) Sub Total Biaya ( Rp) Jumlah
Total 3,57 19,50 1.236.000 2.275.000,00 10,75 1.560.000,00 1.290.000,00 27,50 520.000,00 747.500,00
Rataan/Petani 0,12 0,65 41.200 75.833,33 0,36 52.000,00 43.000,00 0,92 17.333,33 24.916,67
Rataan/Hektar 1 5,41 343.196,00 631.691,64 3,00 433.160,00 358.190,00 7,66 144.386,64 207.555,86
Keterangan: * ukuran besar
** isi 500 gr
Nomor Sampel
Luas Lahan
(Ha)
Daru Saprin Supervit
Jumlah
Nomor Sampel Luas
Rataan/Hektar 1 0,83 38.873,36 116.620,00 3,08 82.467,00 226.576,00 1,42 44.982,00 74.692,36
Nomor Sampel Luas Lahan
(Ha)
Zhaolin Ripbak Abacel
Jumlah
(botol) Harga (Rp/botol) Sub Total Biaya (Rp)
Jumlah
(botol) Harga (Rp/botol) Sub Total Biaya (Rp)
Keterangan: * ukuran besar
Nomor Sampel Luas Lahan
(Ha)
Starvit Phytochlor Agrostarvit
Jumlah (botol)
Harga (Rp/botol)
Sub Total Biaya (Rp)
Jumlah
(botol) Harga (Rp/botol) Sub Total Biaya (Rp)
Jumlah
(botol) Harga (Rp/botol) Sub Total Biaya (Rp)
Nomor Sampel Luas Lahan
(Ha)
Amistartop Sumilek Numektin
Jumlah
(botol) Harga (Rp/botol) Sub Total Biaya (Rp)
Jumlah (bungkus)
Harga (Rp/bungkus)
Sub Total Biaya (Rp)
Jumlah
(botol) Harga (Rp/botol) Sub Total Biaya (Rp)
Rataan/Hektar 1 3,75 164.656,36 276.556,00 1,25 37.762,64 46.370,36 0,58 48.869,36 48.869,36
Keterangan : * ukuran 50 ml
Nomor Sampel Luas
Nomor Sampel Luas Lahan
(Ha)
Ludo Ridomil Curacron
Jumlah (botol)
Harga (Rp/botol)
Sub Total Biaya (Rp)
Jumlah (bungkus)
Harga (Rp/bungkus)
Sub Total Biaya (Rp)
Nomor Sampel Luas Lahan
(Ha)
Prevathon 50 EC Peter Demolis
Jumlah
(botol) Harga (Rp/botol) Sub Total Biaya (Rp)
(botol) Harga (Rp/botol) Sub Total Biaya (Rp)
Rataan/Hektar 1 0,25 36.096,64 13.536,25 0,83 27.766,64 41.650,00 4,17 140.221,64 315.845,86
Nomor Sampel Luas Lahan
(Ha)
Score Poskordit Lanet
Jumlah (botol)
Harga (Rp/botol)
Sub Total Biaya (Rp)
Jumlah (bungkus)
Harga (Rp/bungkus)
Sub Total Biaya (Rp)
Rataan/Hektar 1 12,25 173.819,36 684.448,36 2,75 15.271,64 152.713,89 0,25 13.328,00 13.328,00
Keterangan : * ukuran besar
Nomor Sampel
Sub Total Biaya (Rp)
Jumlah (botol)
Harga (Rp/botol)
Sub Total Biaya (Rp)
Rataan/Hektar 1 2,50 84.688,36 129.115,00 1,67 30.543,36 91.630,00 3,33 22.213,36 111.066,64
Nomor Sampel Luas Lahan (Ha)
Ordinal Repus Marathon
Total Biaya Per Petani (Rp)
(botol) Harga (Rp/botol) Sub Total Biaya (Rp)
Nomor Sampel Luas Lahan (Ha)
Pengolahan Lahan (HKP) TKDK
Pria
(HKP) Hari Jam Wanita
(HKP) Hari Jam
1. 0,16 0,88 2 7 0,70 2 7
2. 0,02 0,00 0 0 0,00 0 0
3. 0,12 0,88 2 7 0,70 2 7
4. 0,06 1,75 1 7 0,00 0 0
5. 0,16 0,00 0 0 0,00 0 0
6. 0,12 1,00 3 8 0,80 3 8
7. 0,24 0,00 0 0 0,00 0 0
8. 0,24 0,00 0 0 0,00 0 0
9. 0,12 0,00 0 0 0,00 0 0
10. 0,10 0,00 0 0 0,00 0 0
11. 0,16 0,88 2 7 0,00 0 0
12. 0,08 0,00 0 0 0,00 0 0
13. 0,03 0,00 0 0 0,00 0 0
14. 0,03 0,00 0 0 0,00 0 0
15. 0,04 0,00 0 0 0,00 0 0
16. 0,08 0,00 0 0 0,00 0 0
17. 0,04 1,00 2 8 0,80 2 8
18. 0,08 0,00 0 0 0,00 0 0
19. 0,04 1,00 2 8 0,80 2 8
20. 0,12 0,00 0 0 0,00 0 0
21. 0,60 0,00 0 0 0,00 0 0
22. 0,16 0,00 0 0 0,00 0 0
23. 0,03 1,00 2 8 0,80 2 8
24. 0,08 1,00 2 8 0,80 2 8
25. 0,04 0,00 0 0 0,00 0 0
26. 0,08 0,88 2 7 0,70 2 7
27. 0,06 0,88 2 7 0,70 2 7
28. 0,08 0,88 2 7 0,70 2 7
29. 0,24 0,88 2 7 1,40 2 7
Total 3,57 13,79 28 103 8,90 23 82
Rataan/Petani 0,12 0,49 0,93 3,43 0,29 0,77 2,73
Rataan/Hektar 1 4,08 7,75 28,57 2,42 6,41 22,74
Keterangan:
Upah tenaga kerja wanita : Rp. 60.000,00 – Rp. 80.000,00 Upah Tenaga Kerja Pria : Rp. 100.000,00
Nomor Sampel
Luas lahan (Ha)
Pengolahan Lahan (HKP)
Sub Total HKP Biaya Per Petani (Rp)
Nomor Sampel Luas
Nomor sampel
Luas lahan (Ha)
Penanaman (HKP)
Sub Total HKP Biaya Per Petani (Rp)
Nomor Sampel
Nomor sampel Luas lahan
Nomor Sampel
Nomor Sampel
Luas Lahan
(Ha)
Panen (HKP)
Sub Total HKP Biaya Per Petani (Rp)
Nomor Sampel Luas Lahan (Ha)
Pasca Panen (HKP) TKDK
Nomor Sampel
Luas Lahan
(Ha)
Pasca Panen (HKP)
Sub Total HKP Biaya Per
Keterangan : * upah per kg (1000/kg)
Nomor Sampel Luas Lahan (Ha)
Pengangkutan (HKP) TKDK
Nomor Sampel
Luas Lahan
(Ha)
Pengangkutan (HKP) Sub Total
HKP Total HKP Biaya Per Petani (Rp)
Total Biaya Per Petani (Rp)
Nomor Sampel Luas Lahan
(Ha) Biaya Bibit (Rp/Kg) Biaya Pupuk (Rp) Biaya Pestisida
(Rp) Total Biaya (Rp)
1. 0,16 5.000.000 1.920.000 455.000 7.375.000
2. 0,02 1.500.000 226.500 97.000 1.823.500
3. 0,12 5.000.000 1.455.000 171.000 6.626.000
4. 0,06 2.500.000 413.000 165.000 3.078.000
5. 0,16 4.770.000 1.725.000 698.000 7.193.000
6. 0,12 5.500.000 2.052.500 415.000 7.967.500
7. 0,24 11.600.000 2.560.000 1.326.000 15.486.000
8. 0,24 7.500.000 2.492.500 910.000 10.902.500
9. 0,12 5.000.000 1.005.000 516.000 6.521.000
10. 0,10 4.000.000 450.000 345.000 4.795.000
11. 0,16 4.000.000 652.500 447.500 5.100.000
12. 0,08 5.000.000 738.000 140.000 5.878.000
13. 0,03 2.200.000 314.000 52.500 2.566.500
14. 0,03 1.100.000 234.000 109.500 1.443.500
15. 0,04 1.650.000 337.500 95.000 2.082.500
16. 0,08 3.850.000 852.000 612.500 5.314.500
17. 0,04 2.240.000 736.000 268.750 3.244.750
18. 0,08 3.300.000 555.000 455.000 4.310.000
19. 0,04 1.650.000 318.000 267.250 2.235.250
20. 0,12 3.640.000 1.180.000 488.000 5.308.000
21. 0,60 20.800.000 8.785.000 4.310.000 33.895.000
22. 0,16 5.500.000 1.292.500 550.500 7.343.000
23. 0,03 1.120.000 354.000 87.250 1.561.250
24. 0,08 2.750.000 250.000 310.250 3.310.250
25. 0,04 2.200.000 152.000 105.000 2.457.000
26. 0,08 5.400.000 587.000 117.500 6.104.500
27. 0,06 2.750.000 270.000 386.500 3.406.500
28. 0,08 5.200.000 1.683.750 380.000 7.263.750
29. 0,24 11.000.000 3.001.00 867.000 14.868.000
30. 0,16 8.250.000 1.494.000 470.000 10.214.000
Total 3,57 137.720.000,00 38.085.750,00 15.618.000 199.673.750,00
Rataan/Petani 0,12 4.590.666,67 1.269.525,00 520.600 6.655.791,67
Rataan/Hektar 1 37.490.556,11 10.575.143,25 4.336.598 55.442.744,61
Nomer Sampel Luas
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 4 100.000 10.000 5 72.000 18.000
Rataan/Petani 0,12 3,13 99.166,67 9.916,67 4,23 72.350,00 18.087,50
Rataan/Hektar 1 26,07 826.058,36 82.605,86 35,24 602.675,50 150.668,88
Nomer Sampel Luas Lahan
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
Rataan/Hektar 1 8,33 173.541,64 17.354,14 21,91 60.892,30 15.223,08
Nomer Sampel Luas Lahan
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 0 0 0 0 0 0
Rataan/Petani 0,12 0,70 460.000,00 46.000,00 6,03 49.866,67 12.466,67
Rataan/Hektar 1 5,83 3.831.800,00 383.180,00 50,23 415.389,36 103.847,36
Nomer Sampel
Luas Lahan
(Ha)
Besi (Kancing Mulsa) Jumlah
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 0 0 0 0 0 0
Nomer Sampel Luas Lahan
(Rp/Unit) Umur Ekonomis (MT) Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 0 0 0 0 0 0
Rataan/Hektar 1 40,23 1.526.472,50 152.647,25 56,06 1.235.221,96 300.371,39
Nomer Sampel Luas
(Rp/Unit) Umur Ekonomis (MT) Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 3 rak 700.000 70.000 5 378.000 0
Rataan/Petani 0,12 18,07 25.916,67 2.591,67 1,83 63.745,00 12.606,25
Rataan/Hektar 1 150,52 215.885,86 21.588,61 15,24 530.995,85 105.010,06
Nomer Sampel Luas Lahan
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 3 250.000 25.000 1 675.000 168.750
Rataan/Petani 0,12 2,08 214.833,33 21.483,33 0,90 461.250,00 115.312,50
Rataan/Hektar 1 17,33 1.789.561,64 178.956,14 7,50 3.842.212,50 960.553,13
Nomer Sampel Luas
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 0 0 0 0 0 0
Nomer Sampel Luas Lahan
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 0 0 0 0 0 0
Nomer Sampel Luas Lahan
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 0 0 0 0 0 0
Nomer Sampel Luas Lahan
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 0 0 0 0 0 0
Nomer Sampel Luas Lahan
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 0 0 0 0 0 0
Nomer Sampel Luas
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 0 0 0 0 0 0
Rataan/Hektar 1 0,25 4.998.000,00 499.800,00 16,66 449.820,00 112.455,00
Nomer Sampel Luas Lahan
Sub Biaya Penyusutan Per Tahun (Rp)
Sub Biaya Penyusutan Per Musim Tanam (Rp)
1. 0,16 0 0 0 0 0 0
Rataan/Hektar 1 0,25 180.483,36 18.048,36 0,83 54.145,00 13.536,25
Nomer Sampel Luas Lahan (Ha)
Total Biaya Penyusutan Per Tahun Per Petani
(Rp)
Total Biaya Penyusutan Per Musim Tanam Per
Petani (Rp)
1. 0,16 1.125.000 186.750,00
2. 0,02 300.000 70.500,00
3. 0,12 633.600 153.900,00
4. 0,06 690.750 168.750,00
5. 0,16 845.550 207.450,00
6. 0,12 998.438 225.788,00
7. 0,24 1.629.600 407.400,00
8. 0,24 1.121.500 258.500,00
9. 0,12 327.750 78.000,00
10. 0,10 288.000 72.000,00
11. 0,16 324.000 81.000,00
12. 0,08 509.250 127.312,50
13. 0,03 370.286 92.571,00
14. 0,03 105.500 26.375,00
15. 0,04 576.038 140.026,00
16. 0,08 720.990 175.560,00
17. 0,04 259.650 62.100,00
18. 0,08 710.325 173.081,00
19. 0,04 698.100 167.213,00
20. 0,12 1.287.000 312.750,00
21. 0,60 5.951.250 1.483.875,00
22. 0,16 954.585 234.427,50
23. 0,03 330.300 82.575,00
24. 0,08 713.550 175.575,00
26. 0,08 710.250 173.063,00
27. 0,06 155.443 38.861,00
28. 0,08 2.668.350 660.525,00
29. 0,24 1.156.200 285.675,00
30. 0,16 777.600 194.400,00
Total 3,57 27.383.605 6,622.128,00
Rataan/Petani 0,12 912.786,83 220.737,60
Rataan/Hektar 1 7.603.514,29 1.838.744,21
Nomor Sampel
Luas Lahan
(Ha)
Biaya Saprodi (Rp) Biaya Tenaga Kerja (Rp)
Biaya Pajak Lahan
(Rp/tahun) Total Biaya (Rp)
1. 0,16 7.375.000 3.341.000 186.750,00 0 0 10.902.750
Total 3,57 199.673.750,00 72.190.666 6,622.128,00 6.930.000 1.389.000 286.805.544,00
Rataan/petani 0,12 6.655.791,67 2.406.355,53 220.737,60 630.000 173.625 9.560.184,80
Rataan/Hektar 1 55.442.744,61 20.044.941,56 1.838.744,21 1.924.230,00 385.679,00 79.636.339,38
Nomor Sampel LuasLahan (Ha)
Produksi (Kg) Harga (Rp) Penerimaan (Rp) Total Biaya (Rp) Pendapatan (Rp)
1. 0,16 2.400 20.000 48.000.000 10.902.750 37.097.250
2. 0,02 500 20.000 10.000.000 2.773.500 7.226.500
3. 0,12 1.500 20.000 30.000.000 9.004.400 20.995.600
4. 0,06 1.000 18.000 18.000.000 5.508.750 12.491.250
5. 0,16 1.200 14.000 16.800.000 10.120.616 6.679.384
6. 0,12 1.200 14.000 16.800.000 10.648.288 6.151.712
7. 0,24 3.000 20.000 60.000.000 19.816.400 40.183.600
8. 0,24 3.000 18.000 54.000.000 15.240.000 38.760.000
9. 0,12 1.450 15.000 21.750.000 8.803.000 12.447.000
10. 0,10 750 25.000 18.750.000 6.723.500 12.026.500
11. 0,16 1.000 20.000 20.000.000 8.240.500 11.759.500
12. 0,08 1.000 18.000 18.000.000 8.171.313 9.828.687
13. 0,03 600 20.000 12.000.000 4.718.071 7.281.929
14. 0,03 500 18.000 9.000.000 2.618.375 6.381.625
15. 0,04 600 16.000 9.600.000 4.521.526 5.078.474
16. 0,08 980 20.000 19.600.000 7.695.060 11.904.940
17. 0,04 600 18.000 10.800.000 5.250.850 5.549.150
18. 0,08 1.000 14.000 14.000.000 7.540.081 6.459.919
19. 0,04 500 20.000 10.000.000 5.147.463 4.852.537
20. 0,12 1.400 20.000 28.000.000 8.286.750 19.713.250
21. 0,60 8.000 20.000 160.000.000 40.464.375 119.535.625
22. 0,16 1.500 21.000 31.500.000 11.285.928 20.214.072
23. 0,03 300 18.000 5.400.000 3.316.825 2.083.175
24. 0,08 800 20.000 16.000.000 6.622.325 9.377.675
25. 0,04 600 18.000 10.800.000 4.599.125 6.200.875
26. 0,08 1.000 19.000 19.000.000 7.380.063 11.619.937
27. 0,06 800 18.000 14.400.000 5.295.361 12.704.639
28. 0,08 2.000 15.000 30.000.000 10.776.275 19.223.725
29. 0,24 3.000 20.000 60.000.000 18.644.675 41.355.325
30. 0,16 1.800 20.000 36.000.000 13.989.400 22.010.600
Total 3,57 41.580 557.000 828.200.000 284.105.545 527.636.859,00
Rataan/Petani 0,12 1.386,00 18.566,67 27.606.666,67 9.470.184,83 17.587.895,30
Rataan/Hektar 1 11.545,38 154.660,36 229.963.533,30 78.886.639,63 146.507.167,80
Lampiran 14. Analisis Usahatani Bawang Merah Per Petani Selama Satu Musim Tanam di Daerah Penelitian
No Uraian Satuan Volume Harga
Satuan (Rp) Total Per Petani (Rp)
A. Biaya Variabel
Endure Botol 75.083,33
Kancing Mulsa Kg 5.992,50
Parang Buah 585,00
Cangkul Kecil Buah 332,25
Traktor Mini Buah 13.500,00
Pompa Eektrik Buah 1.625,00
C. Total Biaya 9.721.509,74
Biaya / Kg 7.014,08
D. Penerimaan
Produksi Kg 1.386,00
Harga Jual Rp/Kg 19.582,66
Total Penerimaan Kg 1.032,67 19.582,66 27.141.566,76
E Pendapatan Bersih Rp/Kg 17.420.057,02
Lampiran 15. Volume Pembelian dan Biaya Tata Niaga Pedagang Pengumpul Bawang Merah di Daerah Penelitian(Saluran I)
Lampiran 16. Volume Pembelian dan Biaya Tata Niaga Pedagang Besar Bawang Merah (Saluran I) No.
21.000 400.000 1.500.00
0
160.000 2.666.000
Rataan/Kg 258,67 646,66 41,39 689,61
Keterangan: *) ukuran besar
**) ukuran kecil
Lampiran 17. Volume Pembelian dan Biaya Tata Niaga Pedagang Pengecer Bawang Merah di Daerah Penelitian (Saluran I)
Lampiran 18. Volume Pembelian dan Biaya Tata Niaga Pedagang Pengumpul Bawang Merah di Daerah Penelitian (Saluran II) No.
19.000 1.000.000 128.750
32.500 370.000 1.926.000
459.000
Total 4.000 18.000 3.866 19.000 1.000.000 161.250 370.000 2.385.000
Rataan/Kg 258,67 41,71 95,71 616,92
Lampiran 19. Volume Pembelian dan Biaya Tata Niaga Pedagang Besar Bawang Merah di Daerah Penelitian (Saluran II)
Konsumen 1.710
190
Lampiran 20. Volume Pembelian dan Biaya Tata Niaga Pedagang Besar Bawang Merah di Daerah Penelitian (Saluran III)
Lampiran 20. Volume Pembelian dan Biaya Tata Niaga Pedagang Besar Bawang Merah di Daerah Penelitian (Saluran III)