• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

F. Langkah-langkah Penelitian

Setelah diperoleh angket (instrumen penelitian) yang valid dan reliabel, proses penelitian mulai mengarah pada pelaksanaan eksperimen atau pemberian perlakuan pada setiap kelompok sampel. Penelitian ini dibantu oleh seorang guru penjas SDN Bendungan I dengan fungsi untuk membantu peneliti dalam kegiatan pembelajaran penjas. Sebelum terjun langsung ke lapangan penelitian, guru mendapatkan pengarahan dari peneliti tentang berbagai hal yang berkaitan khusus dengan eksperimen dan proses penelitian pada umumnya. Maksudnya adalah agar proses penelitian berjalan lancar dan proses penelitian tidak menjadi bias sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Selain itu peneliti juga memperoleh informasi berkenaan dengan karakter siswa, sarana dan prasarana pembelajaran penjas, dan model pembelajaran yang dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran di SDN Bendungan I.

Materi pembelajaran yang dijadikan kegiatan eksperimen dalam penelitian adalah berdasarkan KBK 2006 yang meliputi olahraga dan permainan sepak bola, bola voli, bola tangan. Atletik dengan materi lari cepat, lompat jauh, lompat

jangkit, dan lompat tinggi. Latihan senam sebagai materi aktivitas pengembangan meliputi latihan keseimbangan.

Sebelum melakukan eksperimen langkah awal penelitian adalah melakukan observasi dan membuat rencana kegiatan eksperimen.

1. Observasi

Observasi atau pengamatan awal dilakukan di sekolah yang siswanya akan dijadikan sampel penelitian. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sarana dan prasarana kegiatan pembelajaran penjas, mengetahui karakterisitik siswa dari hasil wawancara dengan guru penjas, dan mengurus izin penelitian dengan pihak sekolah.

2. Perencanaan

Tahap ini dimulai dengan penyusunan instrumen atau alat ukur penelitian berupa angket, pemilihan sampel, pembuatan rencana atau program perlakuan (eksperimen) metode mengajar tradisional dan metode mengajar creative movement melalui pendekatan bermain dan dengan pendekatan kompetitif dalam pembelajaran penjas, penyediaan sarana dan prasaran pembelajaran, penentuan waktu tes awal dan tes akhir, dan pengarahan atau pembekalan kepada guru penjas berkenaan dengan konsep metode mengajar dan pendekatan mengajar sebagai rekan kerja selama eksperimen, termasuk juga dengan materi dan skenario kegiatan pembelajaran. Untuk lebih jelasnya program perlakuan eksperimen dapat dilihat pada lampiran.

Sedangkan tahapan eksperimen yang dilakukan selama proses penelitian yaitu sebagai berikut:

1. Tes awal

Tes awal dilakukan serempak pada hari senin tanggal 8 Mei 2006 jam 08.00 WIB sampai selesai dengan menggunakan angket yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Tes awal dilaksanakan pada seluruh sampel penelitian (siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 SDN Bendungan I). Ada hambatan kecil pada tahap ini yaitu sejumlah kecil siswa kelas 4 kurang memahami beberapa istilah pada pernyataan di angket sehingga harus dijelaskan dengan Bahasa Sunda. Penjelasan yang diberikan bukan untuk mempengaruhi siswa untuk memilih suatu jawaban tertentu.

2. Pembagian kelompok eksperimen

Pembagian kelompok eksperimen dilakukan pada hari yang sama yaitu setelah selesai tes awal dilaksanakan. Setiap kelompok terdiri dari siswa dan siswi kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 dengan perimbangan jumlah yang proporsional, dan dapat dilihat di Tabel 3.1.

3. Pelaksanaan eksperimen

Eksperimen penelitian dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 10 Mei 2006 sampai hari Senin tanggal 5 Juli 2006. Kegiatan eksperimen dilaksanakan tiga kali dalam seminggu dengan diselingi satu hari istirahat setelah setiap kali eksperimen dilaksanakan. Adapun jadwal perlakuan yang diberikan pada setiap kelompok penelitian adalah sebagai berikut:

Kelompok A: 1. Hari Senin jam 15.00-16.00 2. Hari Rabu/Jumat jam 14.00-15.00 3. Hari Sabtu jam 7.00-8.30

2. Hari Rabu/Jumat jam 14.00-15.00 3. Hari Sabtu jam 7.00-8.30

Kelompok C: 1. Hari Selasa pada jam 15.00-16.00 2. Hari Kamis/Jumat pada jam 15.00-16.00 3. Hari Sabtu pada jam 8.30-10.00

Kelompok D: 1. Hari Selasa pada jam 15.00-16.00 2. Hari Kamis/Jumat pada jam 15.00-16.00 3. Hari Sabtu pada jam 8.30-10.00

Kendala (hambatan) yang dihadapi selama pelaksanaan eksperimen diantaranya adalah:

Keterlibatan sampel dalam pelaksanaan penelitian di sore hari (jam 15.00 WIB), khususnya kelas 6, banyak mengalami gangguan. Hal ini disebabkan karena siswa dan siswi kelas 6 pada waktu itu akan menghadapi Ujian Nasional (UAN 2006) sehingga mereka banyak mengisi waktu di sore hari dengan mengikuti pengayaan (penambahan jam belajar) yang biasanya dilakukan setelah jam pelajaran sekolah selesai. Karena mengalami kelelahan setelah mengikuti pengayaan, sebagian siswa dan siswi kelas 6 langsung pulang dan tidak mengikuti kegiatan eksperimen. Setelah melakukan verifikasi data kehadiran, rata-rata siswa dan siswi kelas 6 hanya memiliki 68 % jumlah kehadiran, sedangkan para siswa kelas 4 dan kelas 5 rata-rata mencapai 92 % dari jumlah kehadiran total. Kehadiran peneliti juga mengalami banyak gangguan karena terlibat dalam persiapan Porprov Jabar 2007 di Karawang yaitu sebagai pelatih panahan kontingen Kota Bandung. Namun demikian beberapa kendala karena

ketidakhadiran peneliti dapat ditanggulangi oleh guru penjas yang sudah memiliki kesepahaman kegiatan eksperimen dengan peneliti berkaitan dengan tindakan yang harus dilakukan selama eksperimen dilaksanakan. Minimnya sarana pendukung kegiatan pembelajaran sehingga peneliti dan guru terkadang lebih banyak melakukan modifikasi alat bantu pembelajaran. Ini menyebabkan beberapa kali kegiatan eksperimen kurang sesuai dengan tujuan penelitian. Kendala ini dapat ditanggulangi karena peneliti dengan guru berusaha untuk selalu saling mengingatkan agar kegiatan pembelajaran tetap fokus pada agenda penelitian dan tujuan penelitian.

Pada setiap kali kegiatan eksperimen dilaksanakan, selain selalu mengamati perubahan perilaku siswa pada aspek-aspek asosiatif dan disosiatif, peneliti dan guru penjas juga selalu berupaya melakukan evaluasi. Evaluasi yang dilakukan lebih banyak dalam bentuk koreksi terhadap kekeliruan atau kesalahan yang dilakukan oleh setiap siswa dan koreksi terhadap program kegiatan. Inti dari koreksi ini adalah sebagai umpan balik (feedback) bagi siswa dan peneliti, dengan maksud agar setiap kekurangan dari program pembelajaran dapat segera diperbaiki, sehingga arah penelitian tetap terjaga dan kegiatan pembelajaran tetap bermakna positif.

4. Tes Akhir

Dengan menggunakan angket yang sama dengan pelaksanaan tes awal, tes akhir dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 4 Juli 2006 dari mulai jam 08.00 WIB dan selesai kurang lebih pada jam 10.00 WIB.

Dokumen terkait