• Tidak ada hasil yang ditemukan

Langkah Perbaikan Kedepan

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA TAHUN 2020 (Halaman 124-148)

A. Indikator Kinerja Utama

9. Public Service Announcement

4.2. Langkah Perbaikan Kedepan

Untuk perbaikan dimasa mendatang, maka direkomendasikan beberapa hal sebagai berikut:

a. Kapasitas pelaporan terus ditingkatkan terutama dalam menyajikan berbagai keberhasilan maupun kegagalan capaian strategis Kemenko Marves yang telah diperjanjikan dalam Perjanjian Kinerja yang telah disepakati.

b. Setiap target indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam renstra Kemenko Marves tahun 2020 – 2024 maupun dalam Perjanjian Kinerja yang telah ditetapkan agar dihitung capaian nya setiap tahunnya.

c. Perlu dilakukan peningkatan pemutahiran perencanaan dengan teknologi informasi, pengumpulan data yang lebih andal, pengukuran yang berjenjang dan sistematika analisis yang lebih komprehensif.

d. Peningkatan kesadaran dan pengetahuan, terutama di level pimpinan, akan perlunya penyusunan rencana kerja/kegiatan dan kinerja yang terukur (dapat dicapai dan dihitung capaiannya) dan sesuai dengan tugas/fungsi unit kerjanya. e. Melaksanakan pelatihan (diklat, bimtek, workshop) untuk peningkatan keahlian dan kompetensi pegawai dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan bidang kemaritiman dan investasi.

Harapannya, laporan ini dapat menjadi umpan balik dalam proses penyusunan perencanaan kegiatan dan kinerja, sehingga SAKIP di Kemenko Marves dapat berjalan dengan baik. Melalui pelaksanaan SAKIP yang baik diharapkan Kemenko Marves dapat merealisasikan sasaran dan target kegiatan sesuai tugas dan fungsi yang telah diamanatkan. Tujuan akhirnya adalah masyarakat dapat merasakan manfaat yang baik dan signifikan akan keberadaan Kemenko Marves. Semoga

(Lampiran data dukung secara lengkap ada pada Buku 1 Lampiran LKIP 2020) Lampiran 1.

Lampiran 2

Lampiran 3

Realisasi Belanja Kegiatan Kemenko Marves Tahun 2020

Tabel 44. Pagu dan Realisasi Kemenko Marves TA 2020 per Jenis Kegiatan No. Kode

Kegiatan Nama Kegiatan Pagu Realisasi

Persentase

Realisasi Unit Kerja 1 5601 Penyelenggaraan Pelayanan Umum Perkantoran serta Dukungan Manajemen 159.352.927.000 147,819,626,938 92.76 Biro Umum 2 5602 Penyusunan Rencana, Program, Anggaran, Akuntabilitas Kinerja, Persidangan, 17.954.467.000 17,485,010,725 97.39 Biro Perencanaan

3 5603 Pengelolaan Hukum, Advokasi, Kerja Sama dan Organisasi 6.430.796.000 6,386,820,734 99.32 Biro Hukum

4 5604 Pengawasan Akuntabilitas Aparatur Kemenko Bidang Kemaritiman 3.290.000.000 3,106,583,535 94.43 Inspektorat 5 5748 Penguatan dan Penataan Regulasi dan Kelembagaan Kemaritiman Nasional 1.243.454.000 2,419,639,643 89.96 Deputi 1

6 5605 Koordinasi Hukum dan Perjanjian Maritim 2.689.811.000 95,908,770 99.83 Deputi 2

7 5606 Koordinasi Sumber Daya Hayati 96.075.000 20,977,928 99.48 Deputi 3

8 5607 Koordinasi Infrastruktur Konektivitas dan Sistem Logistik 21.088.000 1,191,614,204 99.59 Deputi 4

9 5608 Koordinasi Pendidikan dan Pelatihan Maritim 1.196.501.000 1,158,698,303 93.18 Biro Umum

10 5749 Koordinasi Kemanan dan Ketahanan Maritim 2.997.410.000 2,871,997,681 95.82 Deputi 1

11 5750 Koordinasi Delimitasi Zona Maritim 4.008.190.000 3,607,479,011 90.00 Deputi 1

12 5751 Koordinasi Navigasi dan Keselamatan Maritim 7.860.741.000 7,447,085,054 94.74 Deputi 1

13 5752 Penyelenggaraan Pelayanan Kesekretariatan Deputi Bidang Koordinasi 3.745.014.000 3,712,256,523 99.13 Deputi 1

14 5753 Koordinasi Sumberdaya Mineral Energi dan Nonkonvensional 321.583.000 321,444,243 99.96 Deputi 2

15 5754 Koordinasi Jasa Kemaritiman 204.598.000 204,595,704 100.00 Deputi 2

16 5755 Koordinasi Lingkungan dan Kebencanaan Maritim 287.800.000 287,568,330 99.92 Deputi 2

17 5756 Penyelenggaraan Pelayanan Kesekretariatan Deputi Bidang Koordinasi Sumberdaya Alam dan Jasa

569.009.000

565,287,300 99.35 Deputi 2

18 5757 Koordinasi Infrastruktur Pertambangan dan Energi 39.036.000 38,640,600 98.99 Deputi 3

19 5758 Koordinasi Infrastruktur Pelayaran, Perikanan, dan Pariwisata 27.480.000 23,213,500 84.47 Deputi 3

20 5759 Koordinasi Industri Penunjang Infrastruktur 849.879.000 846,246,988 99.57 Deputi 3

21 5760 Penyelenggaraan Pelayanan Kesekretariatan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur 5.616.889.000 5,557,917,870 98.95 Deputi 3 22 5761 Koordinasi Pendayagunaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Maritim 1.097.681.000 1,096,517,899 99.89 Deputi 4

23 5762 Koordinasi Budaya, Seni, dan Olah Raga Bahari 331.703.000 330,989,800 99.78 Deputi 4

No. Kode

Kegiatan Nama Kegiatan Pagu Realisasi

Persentase

Realisasi Unit Kerja 25 5764 Penyelenggaraan Pelayanan Kesekretariatan Deputi Bidang Koordinasi SDM Iptek dan

Budaya Maritim

2.366.515.000

2,344,961,102 99.09 Deputi 4

26 5985 Koordinasi Energi 750.000.000 746,465,565 99.53 Deputi 1

27 5986 Koordinasi Pengelolaan Ruang Laut dan Pesisir 1.312.094.000 1,310,396,686 99.87 Deputi 2

28 5987 Koordinasi Pengelolaan Perikanan Tangkap 1.469.692.000 1,466,817,891 99.80 Deputi 2

29 5988 Koordinasi Pengembangan Perikanan Budidaya 1.553.209.000 1,546,380,271 99.56 Deputi 2

30 5989 Koordinasi Peningkatan Daya Saing 1.245.923.000 1,235,488,066 99.16 Deputi 2

31 5990 Penyelenggaraan Pelayanan Kesekretariatan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim

2.531.494.000

2,527,080,109 99.83 Deputi 2

32 5991 Koordinasi Hilirisasi Sumber Daya Maritim 1.230.624.000 1,224,594,672 99.51 Deputi 2

33 5992 Koordinasi Infrastruktur Dasar Perkotaan dan Sumber Daya Air 1.044.844.000 1,042,276,332 99.75 Deputi 3

34 5993 Koordinasi Infrastruktur Pengembangan Wilayah 885.178.000 883,412,406 99.80 Deputi 3

35 5994 Koordinasi Infrastruktur Konektivitas 856.649.000 791,515,305 92.40 Deputi 3

36 5995 Koordinasi Industri Maritim dan Transportasi 1.089.160.000 1,073,294,000 98.54 Deputi 3

37 5996 Koordinasi Planologi Kehutanan dan Tata lingkungan 960.000.000 887,356,880 92.43 Deputi 4

38 5997 Koordinasi Pengelolaan Produk Kehutanan dan Jasa Lingkungan 760.000.000 732,011,612 96.32 Deputi 4

39 5998 Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi Sumber Daya Alam 1.210.000.000 1,087,206,997 89.85 Deputi 4

40 5999 Koordinasi Pengelolaan Sampah dan Limbah 960.000.000 924,700,619 96.32 Deputi 4

41 6000 Penyelenggaraan Pelayanan Kesekretariatan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan

3.663.012.000

3,627,757,742 99.04 Deputi 4

42 6001 Koordinasi Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan 1.060.000.000 1,028,837,718 97.06 Deputi 4

43 6002 Koordinasi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan 1.640.000.000 1,639,310,566 99.96 Deputi 5

44 6003 Koordinasi Pengembangan Ekonomi Kreatif 890.000.000 884,896,983 99.43 Deputi 5

45 6004 Koordinasi Akses Permodalan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 890.000.000 884,869,276 99.42 Deputi 5

46 6005 Koordinasi Kekayaan Intelektual Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 890.000.000 874,541,799 98.26 Deputi 5 47 6006 Koordinasi Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 890.000.000 884,607,348 99.39 Deputi 5 48 6007 Penyelenggaraan Pelayanan Kesekretariatan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan

Ekonomi Kreatif

2.600.000.000

2,567,006,622 98.73 Deputi 5

49 6008 Koordinasi Strategi dan Kebijakan Percepatan Investasi 950.000.000 869,495,302 91.53 Deputi 6

50 6009 Koordinasi Investasi Bidang Jasa 750.000.000 697,837,350 93.04 Deputi 6

No. Kode

Kegiatan Nama Kegiatan Pagu Realisasi

Persentase

Realisasi Unit Kerja 52 6011 Koordinasi Kerja Sama Investasi Pemerintah dan Badan Usaha 1.000.000.000 917,491,205 91.75 Deputi 6

53 6012 Koordinasi Pertambangan 800.000.000 745,960,654 93.25 Deputi 6

54 6013 Penyelenggaraan Pelayanan Kesekretariatan Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan

2.194.017.000

2,153,106,870 98.14 Deputi 6

Lampiran 4

INDEKS KEPEMIMPINAN MARITIM INDONESIA

Indeks ini merupakan hasil dari penegakan kedaulatan maritim dan penguatan diplomasi Indonesia di bidang kemaritiman. Indeks Kepemimpinan Maritim Indonesia dapat dideskripsikan dalam capaian atas Indeks Kedaulatan Maritim dan Efektivitas Diplomasi dengan rincian sebagai berikut:

β€’ Nilai Tingkat Kepastian Kewilayahan (TKK) secara kuantitatif, diperoleh dari perhitungan sebagai berikut:

No Komponen Nilai Bobot TKK

1 Persentase Zona maritim dan regulasi yang telah ditetapkan

80 60% 83,52%

2 Persentase Posisi kepentingan Indonesia yang terakomodir di dalam regulasi perairan dan dasar laut internasional

88,8 40%

Adapun rincian perhitungannya sebagai berikut:

No Zona Maritim Identifikasi

(0,3)

Penyusunan (0,3)

Penetapan

(0,4) Jumlah 1 Updating Titik Dasar/Garis

Pangkal 0,3 0,3 0,2 0,8

2 Penetapan Teluk Yuridis dan

Perairan Pedalaman 0,3 0,15 0 0,45

3 Penetapan Segmen Batas

Maritim 0,3 0,3 0,25 0,85

4 Submisi Ekstensi Landas

Kontinen Barat Daya Sumatera 0,3 0,3 0,4 1

5 Submisi Ekstensi Landas

Kontinen Utara Papua 0,3 0,3 0,4 1

6 Penetapan Regulasi Landas

Kontinen 0,3 0,3 0,2 0,8

7 Penetapan Regulasi Nasional

terkait KDLI 0,3 0,3 0,1 0,7

Total 5,6

Formula Perhitungan: π‘π‘œπ‘›π‘Ž π‘€π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘š π‘‘π‘Žπ‘› π‘…π‘’π‘”π‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‡π‘’π‘™π‘Žβ„Ž π·π‘–π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘˜π‘Žπ‘›

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘œπ‘›π‘Ž π‘€π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘š π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘™π‘’ π·π‘–π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘˜π‘Žπ‘› π‘₯100%

Persentase Zona maritim dan regulasi yang telah ditetapkan

1

Komponen Jumlah Nilai Zona Maritim dan Regulasi yang Telah Ditetapkan 5,6

80% Jumlah Zona Maritim yang Perlu Ditetapkan 7

No Kepentingan Indonesia Terakomodir Proses

1 Interest of land based producer 1

2 The interest of developing state 1

3 Environmental protection 1

4 Area based management tool/

Regional Environmental Management Planning 1

5 Adjacency 1

6 Access and Benefit Sharing 1

7 The interest of developing state 1

8 Fish as MGR 0,5

9 Archipelagic state 0,5

Formula Perhitungan: π‘ƒπ‘œπ‘ π‘–π‘ π‘– πΎπ‘’π‘π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘Žπ‘› πΌπ‘›π‘‘π‘œπ‘›π‘’π‘ π‘–π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘˜π‘œπ‘šπ‘œπ‘‘π‘–π‘Ÿ

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ƒπ‘œπ‘ π‘–π‘ π‘– π·π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿ πΌπ‘›π‘‘π‘œπ‘›π‘’π‘ π‘–π‘Ž π‘₯100%

Komponen Jumlah Nilai

Posisi Kepentingan Indonesia yang Terakomodir 8

88,8%

Jumlah Posisi Dasar Indonesia 9

β€’ Tingkat Keamanan dan Ketahanan Maritim terbentuk dari persentase indikator yang mendukung antara lain peningkatan penyelesaian kasus pelanggaran kedaulatan maritim, peningkatan sumber daya kelautan dan perikanan dan peningkatan antusias pada pekerjaan di sektor maritim. Pada 2020, terdapat lima kasus yang ditangani oleh Timnas Pelindungan Pelaut dan Awak Kapal Perikanan terkait penelantaran ABK, sertifikasi, dan kejahatan di laut. Diantara kasus tersebut adalah:

No Kapal

(Bendera) Kasus Penanganan

1 LongXin 629 (RRT)

Pelarungan ABK Indonesia

Koordinasi dengan Kemlu melalui perwakilan RI di Selandia Baru, RRT, dan Korsel serta

berkoordinasi dengan NGO EJF London untuk melakukan penelusuran melalui jaringan di

Persentase Posisi kepentingan Indonesia yang terakomodir di dalam regulasi perairan dan dasar laut internasional

Korsel 2 Pescamaro Dos (Panama) Penelantaran 12 ABK Indonesia di Namibia, gaji tidak dibayar selama 8 bulan

Koordinasi dengan Kemlu (Dirjen Protkons, Multilateral, Amerop, dan Aspasaf) dan NGO YPII berdasarkan laporan Fisher Center Tegal untuk melaksanakan repatriasi dan pemenuhan hak dan gaji ABK

3 Wadani 1 (Thailand)

Penelantaran 11 ABK Indonesia di Perairan Somalia

Koordinasi dengan K/L terkait dan NGO KPI, ISMAA, dan EJF Indonesia untuk melaksanakan repatriasi dan pemenuhan hak dan gaji ABK 4 Spanyol Sertifikasi ulang

ABK Indonesia di Spanyol sesuai standar STCW-F

12.000 ABK Indonesia terancam harus pulang ke Indonesia untuk melakukan sertifikasi ulang. Timnas PPAKP melakukan koordinasi dengan Kemlu dan K/L terkait untuk melaksanakan Mutual Recognition Agreement antara Pemri dan Spanyol 5 Fon Tai (RRT) Ditengarai melakukan upaya penyelundupan di Merak

Kemenko Marves menindaklanjuti laporan khusus dari IMO dengan melakukan koordinasi dengan Guskamla Koarmada I dan KSOP Banten untuk melakukan penanganan kasus secara langsung ke pihak Legal Division IMO Formula Perhitungan: π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘…π‘’π‘˜π‘œπ‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘ π‘– π‘ƒπ‘’π‘›π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘Žπ‘› πΎπ‘Žπ‘ π‘’π‘  π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π·π‘–π‘‘π‘–π‘›π‘‘π‘Žπ‘˜π‘™π‘Žπ‘›π‘—π‘’π‘‘π‘–

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž πΎπ‘Žπ‘ π‘’π‘  π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π·π‘–π‘˜π‘œπ‘œπ‘Ÿπ‘‘π‘–π‘›π‘Žπ‘ π‘–π‘˜π‘Žπ‘› Tingkat Penyelesaian Kasus terkait Pelanggaran Kedaulatan =

5

5π‘₯100% = 100% β‰ˆ 30% (konversi pembobotan sesuai tabel)

Persentase Nilai

< 80% 10%

80% < x < 90% 20%

> 90% 30%

Selanjutnya pada indikator peningkatan sumber daya kelautan dan perikanan digunakan data tingkat produksi perikanan dengan membandingkan produksi perikanan pada 2019 dan 2020. Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:

Produksi Perikanan Jumlah (Ton) % Kenaikan

2019 7.813.550 -80% β‰ˆ 0%

2020 1.549.963

Persentase Nilai

< 0% 0%

0% < x < 20% 20%

> 30% 30%

Pada indikator peningkatan antusias pada pekerjaan di sektor maritim menggunakan data tingkat kenaikan jumlah pelaut Indonesia yang mempunyai sertifikat keahlian yang diakui Internasional. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan diperoleh perhitungan sebagai berikut:

Jumlah Pelaut Yang Memperoleh Sertifikat

Keahlian Jumlah % Kenaikan

2019 1.062.193 12% β‰ˆ 20%

2020 1.191.704

Konversi berdasarkan pembobotan:

Persentase Nilai

< 0% 0%

0% < x < 20% 20%

> 30% 40%

Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai Tingkat Keamanan dan Ketahanan Maritim (TKKM):

No Komponen Nilai TKKM

1 Tingkat Penyelesaian Kasus terkait Pelanggaran Kedaulatan

30% 50%

2 Tingkat Produksi Perikanan 0

3 Tingkat Kenaikan Jumlah Pelaut Indonesia yang Mempunyai Sertifikat Keahlian

20%

β€’ Tingkat Keselamatan Maritim

Perwujudan keselamatan maritim diukur dengan indikator Tingkat Keselamatan Maritim. Indikator tersebut adalah indeks komposit yang menggambarkan agregasi dari tiga nilai indikator keselamatan maritim, yaitu: keandalan sarana bantu navigasi pelayaran, keselamatan aktivitas pelayaran, dan penanganan kecelakaan maritim. Pada akhir Desember 2020, diperoleh angka Tingkat Keandalan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran sebesar 96,92 persen, angka Tingkat Keselamatan Maritim sebesar 99,98 persen, dan angka Tingkat Penanganan Kecelakaan Maritim sebesar 72 persen. Dengan demikian angka Tingkat Keselamatan Maritim dihitung sebesar:

𝑇𝐾𝑀 = %𝐡1 + %𝐡2 + %𝐡3 3

𝑇𝐾𝑀 = 96,92+99,98+72 3 𝑇𝐾𝑀 = 89,63%

Berdasarkan data-data di atas, perolehan nilai Indeks Kedaulatan Maritim (IKM) sebagai berikut:

IKM = 30%TKW + 35%TKKM + 35%TKM = 30%.83,56 + 35%.50 + 35%.89,62 = 73,94% β‰ˆ 3 (Berdaulat)

Selanjutnya, dilakukan konversi sehingga diperoleh nilai Indeks Kedaulatan Maritim sebesar 3.

Persentase Nilai Keterangan 0 < x ≀ 25 1 Kurang Berdaulat 25 < x ≀ 50 2 Cukup Berdaulat 50 < x ≀ 75 3 Berdaulat

x > 75 4 Sangat Berdaulat β€’ Efektivitas Diplomasi Maritim

Efektivitas Diplomasi Maritim diukur dengan tingkat partisipasi aktif Indonesia dalam forum maritim regional dan global, penempatan wakil Indonesia di Organisasi Internasional bidang kemaritiman dan diterimanya inisiatif dan posisi Indonesia dalam Perjanjian Internasional. Perhitungan nilai Efektivitas Diplomasi Maritim adalah sebagai berikut:

No Komponen Nilai Bobot EDM

1 Partisipasi Aktif Indonesia dalam Forum Maritim Regional dan Global

91,67 60% 75%

2 Penempatan Wakil Indonesia di Organisasi Internasional Bidang Kemaritiman

0 20%

3 Diterimanya Inisiatif dan Posisi Indonesia dalam Perjanjian Internasional

Partisipasi Aktif Indonesia:

No Forum Poin

1 Penyelenggaraan AIS Forum 1,25

2 Submisi Landas Kontinen 1

3 Intergovermental Conference (IGC) BBNJ 1

4 International Seabed Authority (ISA) 0,5

5 World Oceans Assesment (WOA) 0,75

6 Submisi Blended Finance di IMO 1

Total 5,5

Keterangan:

No Bentuk Kegiatan Poin

1 Memberikan Masukan 0,5

2 Menghadiri dan Memberikan Masukan 0,75

3 Submisi 1

4 Menyelenggarakan Acara 1,25

5 Pemrakarsa 1,5

Selanjutnya dilakukan perhitungan dengan formula: π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž inisiasi gagasan bidang maritim

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘“π‘œπ‘Ÿπ‘’π‘š π‘‘π‘Žπ‘› π‘“π‘œπ‘Ÿπ‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘– π‘π‘’π‘šπ‘Ÿπ‘–π‘₯100%

=5,5

6 π‘₯100% = πŸ—πŸ, πŸ”πŸ•%

Diterimanya Inisiatif dan Posisi Indonesia dalam Perjanjian Internasional:

No Inisiatif dan Posisi Indonesia Poin Perjanjian

Internasional 1 Menjaga β€œhak” Indonesia untuk berpartisipasi di

the Area /Kawasan Dasar Laut Internasional

1 Draft Exploitation Code International Seabed Authority (ISA)

2 Memastikan terlindunginya hak dan legitimate interest Indonesia sebagai negara yang berbatasan langsung dengan KDLI

1

3 Menjaga keanekaragaman hayati Indonesia dari pencemaran akibat aktivitas di the Area

1

4 Menjaga daya saing produk mineral Indonesia di pasar Internasional dari akibat eksploitasi dan produksi mineral yang berasal dari KDLI

1

Total 4

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘–π‘›π‘–π‘ π‘–π‘Žπ‘‘π‘–π‘“ π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘œπ‘ π‘–π‘ π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Ž

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘–π‘›π‘–π‘ π‘–π‘Žπ‘‘π‘–π‘“ π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘œπ‘ π‘–π‘ π‘– π‘π‘’π‘šπ‘Ÿπ‘– π‘₯100%

= 4

4 π‘₯100% = 100%

Berdasarkan perhitungan yang telah dijabarkan di atas, perolehan nilai Indeks Kepemimpinan Maritim Indonesia (IKMI) adalah:

IKMI = Indeks Kedaulatan Maritim (60%) + Efektivitas Diplomasi Maritim (40%) = 73,94 (60%) + 75 (40%)

= 74,36 β‰ˆ 3

Selanjutnya, dilakukan konversi sehingga diperoleh nilai Indeks Kepemimpinan Maritim Indonesia sebesar 3.

Persentase Nilai Keterangan 0 < x ≀ 25 1 Kurang Efektif 25 < x ≀ 50 2 Cukup Efektif 50 < x ≀ 75 3 Efektif

Lampiran 5

Indeks Kedaulatan Maritim

Indeks kedaulatan maritim diwujudkan dengan adanya kepastian hukum wilayah Indonesia, terjaganya kepentingan Indonesia, terwujudnya keamanan, ketahanan, dan keselamatan maritim Indonesia.

β€’ Tingkat Kepastian Kewilayahan Indonesia

Keberhasilan Indonesia dalam menetapkan kepastian akan

kewilayahannya baik wilayah kedaulatan maupun wilayah berdaulat secara umum merujuk pada regulasi yang tercantum dalam UNCLOS. Untuk itu Kemenko Marves berusaha untuk mengoordinasikan Kementerian/Lembaga terkait untuk melakukan percepatan penetapan atas titik dasar dan garis pangkal Indonesia, kepastian batas maritim Indonesia, potensi perluasan wilayah melalui ekstensi landas kontinen, serta terbentuknya regulasi nasional terkait penetapan kewilayahan.

Secara kuantitatif, nilai Tingkat Kepastian Kewilayahan (TKK) diperoleh dari perhitungan sebagai berikut:

No Komponen Nilai Bobot TKK

1 Persentase Zona maritim dan regulasi yang telah ditetapkan

80 60% 83,52%

2 Persentase Posisi kepentingan Indonesia yang terakomodir di dalam regulasi perairan dan dasar laut internasional

88,8 40%

Adapun rincian perhitungannya sebagai berikut:

No Zona Maritim Identifikasi

(0,3)

Penyusunan (0,3)

Penetapan

(0,4) Jumlah

1 Updating Titik Dasar/Garis Pangkal

0,3 0,3 0,2 0,8

2 Penetapan Teluk Yuridis dan Perairan Pedalaman

0,3 0,15 0 0,45

3 Penetapan Segmen Batas Maritim

0,3 0,3 0,25 0,85

4 Submisi Ekstensi Landas Kontinen Barat Daya Sumatera

0,3 0,3 0,4 1

Persentase Zona maritim dan regulasi yang telah ditetapkan

1

No Zona Maritim Identifikasi (0,3) Penyusunan (0,3) Penetapan (0,4) Jumlah

5 Submisi Ekstensi Landas Kontinen Utara Papua

0,3 0,3 0,4 1

6 Penetapan Regulasi Landas Kontinen

0,3 0,3 0,2 0,8

7 Penetapan Regulasi Nasional terkait KDLI

0,3 0,3 0,1 0,7

Total 5,6

Formula Perhitungan: π‘π‘œπ‘›π‘Ž π‘€π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘š π‘‘π‘Žπ‘› π‘…π‘’π‘”π‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘– π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‡π‘’π‘™π‘Žβ„Ž π·π‘–π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘˜π‘Žπ‘›

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘π‘œπ‘›π‘Ž π‘€π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘š π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ƒπ‘’π‘Ÿπ‘™π‘’ π·π‘–π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘π‘˜π‘Žπ‘› π‘₯100%

Komponen Jumlah Nilai

Zona Maritim dan Regulasi yang Telah Ditetapkan 5,6

80% Jumlah Zona Maritim yang Perlu Ditetapkan 7

No Kepentingan Indonesia Terakomodir Proses

1 Interest of land based producer 1

2 The interest of developing state 1

3 Environmental protection 1

4 Area based management tool/

Regional Environmental Management Planning

1

5 Adjacency 1

6 Access and Benefit Sharing 1

7 The interest of developing state 1

8 Fish as MGR 0,5

9 Archipelagic state 0,5

Formula Perhitungan: π‘ƒπ‘œπ‘ π‘–π‘ π‘– πΎπ‘’π‘π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘›π‘”π‘Žπ‘› πΌπ‘›π‘‘π‘œπ‘›π‘’π‘ π‘–π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘˜π‘œπ‘šπ‘œπ‘‘π‘–π‘Ÿ

π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ƒπ‘œπ‘ π‘–π‘ π‘– π·π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿ πΌπ‘›π‘‘π‘œπ‘›π‘’π‘ π‘–π‘Ž π‘₯100%

Komponen Jumlah Nilai

Posisi Kepentingan Indonesia yang Terakomodir 8 88,8%

Jumlah Posisi Dasar Indonesia 9

Persentase Posisi kepentingan Indonesia yang terakomodir di dalam regulasi perairan dan dasar laut internasional

β€’ Tingkat Keamanan dan Ketahanan Maritim

Tingkat Keamanan dan Ketahanan Maritim terbentuk dari persentase indikator yang mendukung antara lain peningkatan penyelesaian kasus pelanggaran kedaulatan maritim, peningkatan sumber daya kelautan dan perikanan dan peningkatan antusias pada pekerjaan di sektor maritim.

Formula Perhitungan: π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘…π‘’π‘˜π‘œπ‘šπ‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘ π‘– π‘ƒπ‘’π‘›π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘Žπ‘› πΎπ‘Žπ‘ π‘’π‘  π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π·π‘–π‘‘π‘–π‘›π‘‘π‘Žπ‘˜π‘™π‘Žπ‘›π‘—π‘’π‘‘π‘– π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž πΎπ‘Žπ‘ π‘’π‘  π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π·π‘–π‘˜π‘œπ‘œπ‘Ÿπ‘‘π‘–π‘›π‘Žπ‘ π‘–π‘˜π‘Žπ‘›

Tingkat Penyelesaian Kasus terkait Pelanggaran Kedaulatan = 5

5π‘₯100% = 100% β‰ˆ 30% (konversi pembobotan sesuai tabel)

Persentase Nilai

< 80% 10%

80% < x < 90% 20%

> 90% 30%

Selanjutnya pada indikator peningkatan sumber daya kelautan dan

perikanan digunakan data tingkat produksi perikanan dengan

membandingkan produksi perikanan pada 2019 dan 2020. Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:

Produksi Perikanan Jumlah (Ton) % Kenaikan

2019 7.813.550 -80% β‰ˆ 0%

2020 1.549.963

Konversi berdasarkan pembobotan:

Persentase Nilai

< 0% 0%

0% < x < 20% 20%

> 30% 30%

Pada indikator peningkatan antusias pada pekerjaan di sektor maritim menggunakan data tingkat kenaikan jumlah pelaut Indonesia yang mempunyai sertifikat keahlian yang diakui Internasional. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan diperoleh perhitungan sebagai berikut:

Jumlah Pelaut Yang Memperoleh Sertifikat Keahlian Jumlah % Kenaikan

2019 1.062.193 12% β‰ˆ 20%

Konversi berdasarkan pembobotan:

Persentase Nilai

< 0% 0%

0% < x < 20% 20%

> 30% 40%

Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai Tingkat Keamanan dan Ketahanan Maritim (TKKM):

No Komponen Nilai TKKM

1 Tingkat Penyelesaian Kasus terkait Pelanggaran Kedaulatan

30% 50%

2 Tingkat Produksi Perikanan 0

3 Tingkat Kenaikan Jumlah Pelaut Indonesia yang Mempunyai Sertifikat Keahlian

20%

β€’ Tingkat Keselamatan Maritim

Perwujudan keselamatan maritim diukur dengan indikator Tingkat Keselamatan Maritim. Indikator tersebut adalah indeks komposit yang menggambarkan agregasi dari tiga nilai indikator keselamatan maritim, yaitu: keandalan sarana bantu navigasi pelayaran, keselamatan aktivitas pelayaran, dan penanganan kecelakaan maritim. Pada akhir Desember 2020, diperoleh angka Tingkat Keandalan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran sebesar 96,92 persen, angka Tingkat Keselamatan Maritim sebesar 99,98 persen, dan angka Tingkat Penanganan Kecelakaan Maritim sebesar 72 persen. Dengan demikian angka Tingkat Keselamatan Maritim dihitung sebesar:

𝑇𝐾𝑀 = %𝐡1 + %𝐡2 + %𝐡3 3 𝑇𝐾𝑀 = 96,92 + 99,98 + 72 3 𝑇𝐾𝑀 = 89,63%

Berdasarkan data-data di atas, perolehan nilai Indeks Kedaulatan Maritim (IKM) sebagai berikut:

IKM = 30%TKW + 35%TKKM + 35%TKM = 30%.83,56 + 35%.50 + 35%.89,62 = 73,94% β‰ˆ 3 (Berdaulat)

Selanjutnya, dilakukan konversi sehingga diperoleh nilai Indeks Kedaulatan Maritim sebesar 3.

Persentase Nilai Keterangan 0 < x ≀ 25 1 Kurang Berdaulat 25 < x ≀ 50 2 Cukup Berdaulat 50 < x ≀ 75 3 Berdaulat

Lampiran 6

Lampiran 7

Lampiran 8

PENASEHAT

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

PENGARAH

Sekretaris Kementerian Koordinator Agung Kuswandono

PENANGGUNG JAWAB KONTRIBUTOR:

Kepala Biro Perencanaan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Dan Energi Arif Rahman Tri Widodo

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim PENYUSUN Safri Burhanuddin

Kepala Bagian Akuntabilitas Kinerja Plt. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dan Transportasi Yetri Fermila Ayodhia G.L. Kalake

Kepala Bagian Program Dan Anggaran Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan Dan Kehutanan Achmad Murman Nani Hendiarti

Kepala Bagian Persidangan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Laode Aulia Rahman Hakim Odo R.M Manuhutu

Kepala Bagian Kebijakan Strategis Deputi Bidang Koordinasi Investasi Dan Pertambangan Muhammad Ghazali Unus Septian Hario Seto

Kepala Subbagian Pengelolaan Dan Pengukuran Kinerja Inspektur

Nuzulia Yuaniva Kepala Biro Hukum Kepala Subbagian Dukungan Akuntabilitas Kinerja Kepala Biro Komunikasi

Happy Budi Baswara Kepala Biro Umum

Kepala Subbagian Pelaporan Kinerja Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Indra Nugraha Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi

Kepala Subbagian Penyusunan Program Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Semuel Rahallus Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepala Subbagian Penyusunan Anggaran Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan

Teno Sulistyanto Asisten Deputi Navigasi dan Keselamatan Maritim Pelaksana Bagian Akuntabilitas Kinerja Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing

Sari Dewi Maharani Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim Andi Juhandi Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap Sigit Nugroho Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Deby Purnama Asisten Deputi Pengelolaan Ruang Laut dan Pesisir

Asisten Deputi Industri Pendukung Infrastruktur EDITOR Asisten Deputi Industri Maritim dan Transportasi Kasubbag Pelaporan Kinerja Asisten Deputi Infrastruktur Pengembangan Wilayah

Indra Nugraha Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas

Pelaksana Subbagian Pelaporan Kinerja Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air Andini Mey Larasati Asisten Deputi Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan Anisa Nurhadaya Pramitha Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah

Asisten Deputi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi SDA Foto Dokumentasi Asisten Deputi Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan

Tim Humas Biro Komunikasi Asisten Deputi Pengelolaan Produk Kehutanan dan Jasa Lingkungan Asisten Deputi Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Produksi Asisten Deputi Akses Permodalan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Biro Perencanaan, Gd. Kemenko Marves Lt.5 Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif

Jl. M.H. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10340 Asisten Deputi Kerja Sama Investasi Pemerintah dan Badan Usaha Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Asisten Deputi Investasi Bidang Jasa

Asisten Deputi Pertambangan

Asisten Deputi Strategi dan Kebijakan Percepatan Investasi Asisten Deputi Investasi Strategis

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA TAHUN 2020 (Halaman 124-148)

Dokumen terkait