• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : GAMBARAN UMUM CV. SAMUDRA NET MEDAN

D. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan serta kas serta kebutuhan perusahaan dalam memanfaatkan dana tersebut, yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Idealnya perusahaan memiliki kas bersih yang positif dari kegiatan operasi sehingga perusahaan tidak harus terlalu tergantung pada kegiatan investasi dan kegiatan pendanaan.

Laporan arus kas menyajikan rangkaian transaksi-transaksi keuangan yang berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran kas. Laporan ini menggunakan accrual basis, karena laporan arus kas ini merupakan ringkasan transaksi keuangan yang berhubungan dengan kas tanpa memperhatikan hubungan dan tanpa penghasilan yang diperoleh maupun biaya yang terjadi.

Pengertian Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) adalah : - Menurut S. Munawir (2000:157) yaitu :

“Sebuah laporan yang disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama 1 periode tertentu dan memberikan alas an mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber dan penggunaannya dalam periode yang bersangkutan”.

- Menurut Farid (1999:128) yaitu :

“Laporan yang disusun guna menunjukkan perubahan kas bertambah atau berkurang selama periode tertentu dan memberikan gambar sebab-sebab dari perubahan tersebut”.

a. Pengertian Arus Kas

Menurut Sofyan (2000:90) Arus kas adalah jumlah antara laba bersih dan depresiasi, dikurangi penambahan dalam piutang usaha dan penambahan dalam persediaan, serta ditambah dengan penambahan dalam piutang usaha yang merupakan siklus atau proses bagi perusahaan untuk menambah jumlah dan menggunakan dana tunainya.

Panduan mengelola Arus Kas yang efektif dapat dinyatakan dalam rumus sebagai berikut :

Arus Kas = Laba Bersih + Depresiasi – Penambahan dalam Piutang Usaha – Penambahan dalam Persediaan + Penambahan dalam Utang

Informasi tentang arus kas suatu perusahaan sangat berguna bagi para pemakai laporan keuangan, yaitu sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memperoleh dana dan menilai kemampuan perusahaan dalam menggunakan kas tersebut secara efektif dan efisien. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi perlu dilakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan peolehannya. Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan.

Laporam arus kas merupakan laporan ke empat yang penting bagi perusahaan di samping Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Perubahan Modal.

Menurut Sofyan (2000:92) memberikan pengertian Arus Kas sebagai berikut :

“Arus Kas merupakan suatu pergerakan dana tertentu dalam system usaha yang diakibatkan oleh keputusan sehari-hari yang menyangkut investasi, operasi dan pembiayaan”.

“Laporan Arus Kas mengklasifikasikan Penerimaan Kas (Cash Receipts) dan Pengeluaran Kas (Cash Disbursements) berdasarkan aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Klasifikasi menurut aktivitas ini akan memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk menilai pengaruh aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan serta jumlah kas dan setara kas, baik arus kas masuk (Inflow of Cash) maupun arus kas keluar (Outflow of Cash)”.

Arus kas dari aktivitas-aktivas operasi biasanya disajikan pertama kali, kemudian diikuti oleh arus kas dari aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan, jumlah arus kas dari aktivitas-aktivitas ini adalah kenaikan bersih atau penurunan bersih kas dalam periode tertentu. Saldo kas pada awalnya periode ditambah kepada kenaikan atau penurunan bersih kas dan kemudian dilaporkan saldo kas pada akhir periode. Saldo akhir pada laporan arus kas sama dengan kas yang dilaporkan pada neraca.

b. Perkembangan Arus Kas

Menurut Chairul (2000:2) pada tahun 1961, American Institute of Certified Public Accuountants (AICPA) mensponsori riset dalam bidang yang menghasilkan suatu publikasi Accounting Research Study No. 2 yang berjudul “Analisa Arus Kas” dan laporang dana studi ini merekomendasi bahwa laporan dana dimanukkan di dalam laporan tahunan kepada pemegang saham.

Pada tahun 1963, APB opinion No. 3 diterbitkan untuk menstandari penyusunan dalam penyajian dana. Dewan merekomendasikan nama menjadi, “Laporan Sumber dan Penggunaan Dana” dan laporan tersebut disajikan sebagai tambahan dalam laporan keuangan. Masyarakat bisnis, bursa saham

dan SEC mendukung APB opinion No. 3 hal ini mengakibatkan jumlah perusahaaan yang menyajikan laporan banyak meningkat tajam.

Pada tahun 1971 APB opinion No. 19 mengajukan bahwa laporan perusahaan posisi keuangan disajikan sebagai bagian terpadu dari laporan keuangan.

Sepanjang decade 1960-an hingga 1970-an, laporan dana disajikan dengan memakai konsep modal kerja sebagai pendekatan memadai untuk arus kas. Sejalan dengan itu, pada tahun 1981 Financial Executive Institute, merekomendasikan perusahaan memakai dasar kas (kas dan setara kas) sebagai ganti dasar modal kerja dalam menyampaikan laporan keuangan juga banyak praktisi dan akademisi menghimbau untuk orientasi kas yang kuat pada laporan perubahan posisi keuangan. Pada tahun 1984, FASB dalam konsep statement No. 5 mendukung dengan kuat pemasukan laporan arus kas untuk satu kesatuan yang diklasifikasikan menurut sumber kas. Pada bulan November 1987, FASB menerbitkan standar No. 95 yaitu “Laporan Arus Kas” yang menjadi efektif untuk laporan keuangan tahunan untuk tahun fiscal yang berakhir pada tanggal 15 Juli 1988.

Sistem Akutansi di Indonesia telah diputuskan untuk mengikuti aliran Amerika. Maka pernyataan ini juga berpengaruh terhadap Akutansi Indonesia. Dengan melihat keadaan dan kebutuhan di negara Indonesia khususnya mengenai informasi keuangan dari suatu unit usaha, maka komite PAI-IAI dengan penelitian yang telah bertahun-tahun dilakukan mengambil suatu langkah yang matang untuk memasukkan laporan arus kas sebagai laporan utama sebagai pengganti laporan sumber dan penggunaan dana. Karena laporan ini dianggap lebih memberikan informasi keuangan yang sangat dibutuhkan oleh para pemakai laporan. Karena itu, PSAK tahun 1994 N0. 2 dinyatakan bahwa suatu perusahaan harus menyun atau diwajibkan menyusun laporan arus kasnya sebagai bagian yang tidak terpisahkan (Bagian Intergral)

dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Pernyataan ini mulai efektif berlaku mulai tanggal 1 Januari 1995.

Jadi, laporan arus kas ini merupakan perkembangan dari laporan perubahan posisi keuangan dan merupakan pengganti dari laporan sumber dan penggunaan dan yang disusuk atau disajikan untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan bagi pihak luar perusahaan.

c. Tujuan dan Manfaat Laporan Arus Kas

Tujuan utama dari Laporan Arus Kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode. Tujuan keduanya adalah memberikan informasi atas dasar kas mengenai aktivitas operasional, investasi dan pendanaan. (Sofyan (2001:243) Adapun tujuan Laporan Arus Kas adalah sebagai berikut :

 Menilai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas dimasa depan.

 Menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban, kemampuannya membayar deviden dan kebutuhannya dan pendanaan ekstern.

 Menilai alasan antara perbedaan laba bersih dan penerimaan serta pembayaran kas yang berkaitan.

 Menilai pengaruh pada posisi keuangan suatu perusahaan dari transaksi investasi dan pendanaan kas serta non kasnya selama satu periode.

Menurut Sofyan (2001:243) disamping tujuan yang disebut diatas, Laporan Arus Kas juga bermanfaat untuk :

 Menilai kemampuan perusahaan dalam hal menghasilkan, merencanakan, mengontrol arus kas masuk dengan arus kas keluar pada masa lalu.

 Menilai kemampuan keadaan arus kas masuk dan arus kas keluar, arus kas bersih perusahaan termasuk kemampuan membayar deviden di masa yang akan datang.

 Menyajikan informasi bagi investor, kreditur, memproyeksikan return dari sumber kekayaan perusahaan.

 Menilai kemampuan perusahaan untuk memasukkan kas ke perusahaan di masa yang akan dating.

 Menilai alasan perbedaan antara laba bersih dibandingkan dengan penerimaan dan pengeluaran kas.

 Menilai pengaruh investasi baik kas maupun bukan kas dan transaksi lainnya terhadap posisi keuangan perusahaan selama satu periode tertentu.

d. Klasifikasi Arus Kas

Menurut Ikatan Akuntasi Indonesia, Laporan Arus Kas harus melaporkan selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut 3 (tiga) jenis aktivitas, yaitu :

 Aktivitas Operasi (Operating)

 Aktivitas Investasi (Invesing)

 Aktivitas Pendanaan (Financial)

Berikuti ini dijelaskan mengenai aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan

a. Aktivitas Operasi (Operating)

Jumlah aliran arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indicator yang menentukan apakah dari operasi CV. SAMUDRA NET dapat menghasilkan aliran kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, pemeliharaan, kemampuannya tersebut membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan para sumber pendanaan dari luar. Arus kas masuk yang berasal dari aktivitas operasi misalnya :

 Kas yang diterima dari penagihan piutang dagang dan piutang lainnya.

 Kas yang diterima dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha.

Arus kas keluar yang berasal dari aktivitas operasional misalnya :

 Kas yang dikeluarkan untuk pajak dan biaya administrasi lainnya.

 Pembayaran hutang-hutang jangka pendek, yang meliputi hutang dagang, gaji, bunga dan sebagainya.

 Pembayaran untuk pembelian barang dan jasa.

 Pengeluaran kas untuk kegiatan operasi termasuk juga untuk pembayaran biaya gaji, upah, sewa dan biaya operasi lainnya.

b. Aktivitas Investasi

Transaksi kas yang berhubungan dengan perolehan fasilitas investasi dan non kas lainnya yang digunakan oleh perusahaan. Arus kas masuk terjadi jika diterima dari hasil atau pengembalian investasi yang dilakukan sebelumnya misalnya dari hasil atau penjualan.

Arus kas masuk yang berasal dari aktivitas investasi misalnya :

 Penjualan aktiva tetap

 Penjualan surat berharga yang berupa investasi

 Penagihan pinjaman jangka panjang (tidak termasuk bunga jika ini merupakan kegiatan investasi)

Arus kas keluar yang berasal dari aktivitas investasi misalnya :

 Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap

 Pembelian investasi jangka panjang

 Pemberian pinjaman kepada pihak lain c. Aktivitas Pendanaan

Kegiatan mendapatkan sumber dana dari pemilik dengan memberikan prospek penghasilan dari sumber dana tersebut, meminjam dan membayar hutang kembali, atau melakukan pinjaman jangka panjang untuk membayar hutang tertentu.

Arus kas masuk yang berasal dari aktivitas pendanaan misalnya :

 Penerimaan kas dan surat berharga dalam bentuk equity (sewajarnya)

 Penerimaan dari penerbitan hutang obligasi dari hutang jangka panjang lainnya

Arus kas keluar yang berasal dari aktivitas pendanaan misalnya :

 Pembayaran kas kepada pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan.

 Pembayarakn deviden dan penyewa guna usaha (lease) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna pembiayaan.

e. Metode Penyusunan Laporan Arus Kas

Salah satu analisis keuangan yang sangat penting bagi manajer keuangan, disamping alat keuangan lainnya adalah laporan arus kas.

Yang dimaksud dari analisis ini adalah untuk mengetahui bagaimana akan digunakan dan bagaimana kebutuhan dana tersebut akan dibelanjakan. Analisis arus kas tersebut dapat diketahui darimana diperoleh dan untuk apa kas tersebut digunakan, seiring disebut sebagai Laporan Arus Kas.

Laporan Arus Kas secara langsung atau tidak langsung mencerminkan penerimaan kas entitas yang diklasifikasikan menurut sumber-sumber utama dan pembayaran kas yang diklasifikasikan menurut pengguna utama selama satu periode. Laporan ini memberikan informasi yang berguna mengenai aktivitas entitas dalam menghasilkan kas, mengenai aktivitas keuangannya dan mengenai investasi atau pengeluaran kasnya.

Dalam menyusun Laporan Arus Kas terdapat 2 (dua) metode yang dapat digunakan yaitu : Metode Langsung (direct method) dan metode tidak langsung (indirect method). Kedua metode ini mendatangkan jumlah subtotal yang sama untuk kegiatan operasi, kegiatan investasi, kegiatan pendanaan dan arus kas bersih selama satu periode tertentu. Kedua metode ini hanya berbeda dalam cara menunjukkan arus kas dari kegiatan operasi.

Menurut Keown (2004:46) terdapat tiga langkah yang harus dilakukan untuk menyusun laporan arus kas, yaitu sebagai berikut :

 Menentukan jumlah kas bersih yang disediakan atau digunakan oleh aktivitas operasi.

 Menentukan jumlah kas bersih yang disediakan atau digunakan oleh aktivitas investasi.

 Menentukan jumlah kas bersih yang disediakan atau digunakan oleh aktivitas pendanaan.

Jika dilihat dari neraca, ketiga aktivitas dalam laporan arus kas terlihat sebagai berikut :

CV. ABC Neraca

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 200A

Harta lancar (aktivitas operasi) Utang lancar (aktivitas operasi) Investasi (aktivitas investasi) Utang jangka panjang (aktivitas

pendanaan)

Aktiva tetap (aktivitas investasi) Modal Pemilik (aktivitas pendanaan) Aktiva tak berwujud (aktivitas investasi)

Sumber : Soemarso (2004:132)

1. Metode Langsung (Direct Method)

Metode langsung mengungkapkan kelompok utama dari penerimaan kas kotor dan pengeluaran kas kotor. Contoh laporan arus kas dengan menggunakan metode langsung dapat dilihat sbb.

CV. ABC Neraca

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 200A

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Penerimaan Kas

Penerimaan kas dari pelanggan xxx

Penerimaan kas lainnya (sewa, deviden, komisi) xxx

Total Penerimaan Kas xxx

Pengeluaran Kas

Pembayaran untuk pemasok xxx

Pembayaran untuk karyawan (gaji/upah) xxx

Pembayaran untuk beban operasi xxx

Pembayaran untuk pajak xxx

Pembayaran untuk bunga xxx

Total Pengeluaran Kas xxx

Arus kas bersih yang disediakan (digunakan) dari aktivitas operasi xxx

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Arus Kas Masuk

Penjualan investasi xxx

Penjualan aktiva tetap xxx

Penerimaan hasil penagihan pinjaman xxx

Total Arus Kas Masuk xxx

Arus Kas Keluar

Pembelian Aktiva tetap xxx

Pembelian Aktiva tetap tak berwujud xxx

Pembelian investasi xxx

Pemberian pinjaman kepada perusahaan lain xxx

Total Arus Kas Keluar xxx

Arus kas yang disediakan (digunakan) dari aktivitas investasi xxx

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas masuk

Penerbitan surat berharga (saham preferen, saham biasa) xxx Penerbitan surat utang (obligasi, wesel bayar) xxx

Total arus kas masuk xxx

Arus kas keluar

Pembelian saham treasuri xxx

Penarikan (pelunasan) surat utang (obligasi, wesel bayar) xxx

Pembayaran deviden xxx

Total arus kas keluar xxx

Arus kas bersih disediakan dari aktivitas pendanaan xxx

Kenaikan (Penurunan) kas bersih xxx

Saldo Kas awal tahun xxx

Beberapa cara perhitungan yang diperlukan untuk metode langsung adalah sbb :

Penerimaan kas dari pelanggan :

Penjualan bersih xxx

Dikurangi/ditambah : Kenaikan/penurunan piutang usaha xxx

Penerimaan kas dari pelanggan xxx

Pengeluaran kas untuk pemasok :

Harga pokok penjualan xxx

Ditambah/dikurangi : kenaikan/penurunan persediaan xxx

xxx Dikurangi/ditambah : kenaikan/penurunan utang usaha xxx

Pengeluaran kas untuk pemasok xxx

Pengeluaran kas untuk beban operasi :

Beban operasi selain penyusutan dan amortisasi xxx Ditambah/dikurangi : Kenaikan/penurunan beban dibayar dimuka xxx

xxx

Dikurangi/ditambah : Kenaikan/penurunan beban yang harus dibayar xxx

Pengeluaran kas untuk beban operasi xxx

Pengeluaran Kas untuk beban pajak :

Beban pajak xxx

Ditambah/dikurangi : penuruan /kenaikan utang pajak xxx

Pengeluaran kas untuk beban pajak xxx

Sumber : Sofyan (2005:263)

2. Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

Metode tidak langsung diawali dengan laba (rugi bersih) kemudian disesuaikan dengan unsur-unsur sebagai berikut :

a. Beban-benan yang bersifat non kas.

c. Perubahan dalam harta lancar atau utang lancar

Contoh laporan arus kas dengan menggunakan metode tidak langsung dapat dilihat dibawah ini :

CV. ABC Laporan Arus Kas

Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 200A

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Laba (Rugi bersih) xxx

Penyesuaian

Biaya penyusutan/deplesi xxx

Amortisasi aktiva tak berwujud xxx

Amortisasi diskon obligasi xxx

Amortisasi premium obligasi (xxx)

Kenaikan harta lancar (xxx)

Penurunan harta lancar xxx

Kenaikan utang lancar xxx

Penurunan utang lancar (xxx)

Keuntungan pelepasan aktiva tetap dan penebusan

Surat utang (xxx)

Arus kas bersih disediakan aktivits operasi xxx

Arus kas dari aktivitas investasi

Arus kas masuk

Penjualan investasi xxx

Penjualan aktiva tetap, aktiva tak berwujud xxx

Penerimaan hasil penagihan pinjaman xxx

Total arus kas masuk xxx

Pembelian aktiva tetap, aktiva tak berwujud xxx

Pembelian investasi xxx

Pembelian pinjaman kepada perusahaan lain xxx

Total arus kas keluar xxx

Arus kas bersih digunakan oleh aktivitas investasi xxx

Arus kas dari aktivitas pendanaan

Arus kas masuk

Penerbitan surat berharga (saham preferen, saham biasas) xxx Penerbitan surat utang (obligasi, wesel bayar) xxx

Total arus kas masuk xxx

Arus kas keluar

Pembelian saham perbendaharaan xxx

Penarikan (pelunasan) utang obligasi xxx

Pembayaran deviden xxx

Total arus kas keluar xxx

Arus kas bersih yang disediakan aktivitas pendanaan xxx

Kenaikan (penurunan) kas bersih xxx

Saldo awal tahun xxx

Saldo akhir tahun xxx

Sumber : Sofyan (2005:265)

Dokumen terkait