• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI Periode September 2005

Dalam dokumen BAB I KONSEP DASAR AKUNTANSI BIAYA (Halaman 63-69)

Departemen I I Jumlah produk masuk dalam proses 22.000 unit

LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI Periode September 2005

Data Produksi:

Produk masuk dalam proses tingkat penyelesaian

Bahan baku dan bahan penolong 100% dan biaya knversi 75% 300 unit Produk masuk dalam proses 1.000 unit Jumlah produksi bulan September 1.300 unit Produk jadi yang ditransfer ke gudang 1.100 unit

Produk dalam proses akhir dengan Tk penyelesaian

Bahan baku dan bahan penolong 100%, B. konversi 200 unit

1.300 unit 0 Perhitungan Biaya (Rp) selama bualan September 2005

Biaya yang dibebankan bulan September 2005 Biaya yang yang melekat pada BDP awal Biaya bahan baku

Biaya bahan penolong Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik

60.000,- 20.000,- 50.000,-

15.000,-Jumlah

33.065.000,-Biaya yang dikeluarkan bualan September 2005 Biaya bahan baku

Biaya bahan penolong Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik

395.000,- 266.000,- 406.000,- 353.750,- 350,- 220,- 365,-

295,-Jumlah biaya produksi 1.421.000,-

1.230,-Perhitungan biaya :

Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke Gudang

= 1.100 x Rp.1.230,- =

Rp.1.353.000,-Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir

Biaya bahan baku Rp.

70.000,-Biaya bahan penolong Rp.

44.000,-Biaya tenaga kerja Rp.

54.000,-Biaya overhead pabrik Rp.

Rp. 213.000,-Jumlah biaya produksi yang dibebankan

Rp.1.566.000,-Metode harga pokok proses, bila harga pokok produksi memakai metode rata-rata, produk diolah melalui lebih dari satu departemen dan terdapat persediaan awal produk dalam proses.

Contoh :

Perusahaan MEKEH-MEKEH meproduksi produknya melalui dua departemen produksi yaitu Departemen produksi A dan Departemen Produksi B. data biaya dan data produksi selama bulan Okrtober 2009 pada kedua departemen produksi tersebut adalah :

Data Produksi

Produk dalam proses awal pada tingkat penyelesaian BBB 100%, BK 40%

Produk dalam proses awal dengan tingkat penyelesaian BTK 30%, BTK 60%

Produk masuk proses

Produk ditransfer ke departemen B Produk yang diterima dari departemen A Produk jadi ditransfer ke Gudang

Produk dalam proses akhir dengan tingkat penyelesaian BBB 100%, BK 40%,

BTK 40%, BOP 75%

Harga pokok produk dalam proses awal Harga pokok produk dari departemen A Biaya bahan baku

Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik

Departemen A 2000 kg 20.000 kg 19.000 kg 3.000 kg Rp. 500.000,-Rp. 660.000,-Rp. 555.000,-Departemen B -3000 kg 19.000 kg 21.000 kg 1.000 kg Rp.3.025.000, - Rp.1.980.000,-

Rp.2.325.000,-Biaya produksi dalam bulan oktober 2009 Biaya bahan baku

Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik

Rp.5.000.000,- Rp.5.400.000,- Rp.5.000.000, - Rp.16.210.000,-

Rp.19.425.000,-Dari data diatas untuk bisa menghitung harga pokok produk jadi harus dibuat perhitungan biaya pada departemen A terlebih dahulu. Pada departemen A biaya produksi yang harus diperhitungkan adalah biaya yang melekat pada produk dalam proses awal dan biaya yang dikeluarkan oleh departemen A pada bulan Oktober 2009.

Biaya yang melekat pada produk dalam proses awal adalah biaya yang berasal dari periode sebelumnya sehingga peritungan biaya tampak sebagai berikut :

Jenis Biaya

Biaya yang

melekat Biaya yang ditam Jumlah Biaya

Unit ekuivalen

Unit cost pada produk

dalam bahkan blnOkt.09 ( 2+3) (4:5)

proses awal 1 2 3 4 5 6 Bahan baku Rp 500,000 Rp 5,000,000 Rp 5,500,000 19000+100%x3000 = 22000 Rp 250 Biaya tenaga Kerja Rp 660,000 Rp 6,060,000 Rp 6,720,000 19000+40%x3000 = 20200 Rp 300 Biaya Overhead Rp 525,000 Rp 5,000,000 Rp 5,525,000 19000+40%x3000 = 20200 Rp 275 Total Rp 1,685,000 Rp 16,060,000 Rp 17,745,000 Rp 825

Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke Departemen B

= 19.000 x Rp.825.000 =

Rp.15.675.000,-Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir :

Biaya bahan baku 100% x 3.000 x Rp.250,- Rp.750.000,-Biaya tenaga kerja 40% x 3.000 x Rp.300,- Rp.360.000,-Biya overhead pabrik 40% x 3.000 x Rp.275,-

Rp.330.000,-Rp. 1.440.000,-Jumlah biaya porduksi yang dibebanklan ke Departen A

Rp.17.115.000,-Dari perhitungan tersebut bila disajikan dalam bentuk laporan harga pokok produksi tempak sebagai berikut :

PERUSAHAAN MEKEH-MEKEH Laporan Harga Pokok Produksi Departemen A

Periode Oktober 2009 Data produksi :

Produk dalam proses awal 2.000 kg

Jumlah produksi bulan oktober 2009 22.000 kg Produk ditransfer ke departemen B 19.000 kg Produk dalam proses akhir bulan oktober 3.000 kg Jumlah produk yang dihasilkan 22.000 kg Biaya yang dibebankan dalam departemen A

Jenis Biaya Total Biaya H. Pokok/Kg Biaya Bahan baku

Biaya Tenaga kerja Biaya Overhead Pabrik

Rp. 5.500.000,-Rp. 6.060.000,-Rp. 5.555.000,- Rp.250,- Rp.300,- Rp.275,-Jumlah biaya yang dibebankan Dep.A Rp.17.115.000,- Rp.825,-Perhitungan biaya :

Harga pokok produk jadi Departemen B

Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke Departemen B

19.000 x Rp.825,-

Rp.15.675.000,-Harga pokok produk dalam proses akhir

Bahan baku

Rp.750.000,-Biaya tenaga kerja

Rp.360.000,-Biaya overhead pabrik Rp.330.000,- Rp. 1.440.000,-Jumlah biaya yang dibebankan dalam departemen A Rp.17.115.000,-Perhitungan biaya produksi pada departemen B

19.000 x Rp.825,-

Rp.15.675.000,-Harga pokok produk dalam proses akhir

Biaya bahan baku

Rp.750.000,-Biaya tenaga kerja

Rp.360.000,-Biaya overhead pabrik Rp.330.000,- Rp. 1.440.000,-Jumlah biaya yang dibebankan dalam department A Rp.17.115.000,-Perhitungan biaya produksi di departemen B

Perlu diingat bahwa harga pokok produk yang dihasilkan oleh departemen B adalah harga pokok yang besifat komulatif yaitu merupakan penjumlahan harga pokok produk yang berasal dari departemen A ditambah harga pokok dari departemen B sendiri kemudian dihitung harga rata-rata untuk setiap satuan produk.

Perhitungan harga pokok per satuan produk yang berasal dari departemen sebelumnya. Hp.Produk dalam proses awal Hp.Produk yang di dari dept sebelumnya + transfer dept Sblm Hp. Produk dari Dept. sebelumnya =

Produk dalam proses awal + Produk yang ditrans Fer dept sblm

Perhitungan harga pokok per satuan yang ditambahkan dalam departemen setelah departemen pertama.

Biaya BB yang melekat pada Biaya BB yang ditambah Produk dalam proses awal + dalam periode berjalan 1. Biaya B Baku per unit =

Unit ekuivalen biaya bahan baku

Biaya TK yang melekat Biaya TK yang ditambah Produk dalm proses awal + kan pada periode berjalan 2. biaya tenaga kerja per unit =

Unit ekuivalen biaya Biaya tenaga kerja

Biaya BB yang melekat pada Biaya BB yang ditambah Produk dalam proses awal + dalam periode berjalan 3. B O P per unit =

Unit ekuivalen biaya Biaya tenaga kerja

Dari contoh diatas bila dihitung biaya produksi per unit dalam departemen B adalah sebagai berikut :

Jenis Biaya

Biaya yang melekat Biaya yang ditam Jumlah Biaya

Unit ekuivalen

Unit cost pada produk dalam bahkan bln Okt.09 ( 2+3) (4:5)

proses awal

1 2 3 4 5 6

HPP dari Dep.A Rp 3,025,000 Rp 15,675,000 Rp 18,700,000 19000+100%x3000 = 22.000 Rp 850

Biaya tenaga Kerja Rp 1,980,000 Rp 16,210,000 Rp 18,190,000 21000+40%x1000 = 21.400 Rp 850

Biaya Overhead Rp 2,325,000 Rp 19,425,000 Rp 21,750,000 21000+75%x1000 = 21.750 Rp 1,000

Total Rp 58,640,000 Rp 2,700

Perhitungan biaya

Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang

21.000 x Rp.2.700,- Rp.

56.700.000,-Harga pokok produk dalam proses

Harga pokok yang berasal dari Dept. A = 1000x Rp.850,- = Rp.850.000,-Tambahan biaya Departemen B

Rp.340.000,-Biaya overhead pabrik = 75% x 1000 x Rp.1.000,- Rp.750.000,-

Rp. 1.940.000,-Jumlah biaya yang dibebankan di Departemen B

Rp.58.640.000,-PERUSAHAAN MEKEH-MEKEH Laporan Harga Pokok Produksi Departemen B

Periode Oktober 2009 Data produksi :

Produk dalam proses awal 3.000 kg Produk diterima dari Depatermaen A 19.000 kg

Jumlah produk dalam proses 22.000 kg

Produk ditransfer ke Gudang 21.000 kg Produk dalam proses akhir 1.000 kg

Jumlah produk yang dihasilkan 22.000 kg 0 Biaya yang dibebankan dalam departemen B

Jenis Biaya Total Biaya H. Pokok/Kg

Biaya produk dari departemen A

Biaya yang ditambahkan di Depratemen B Biaya Tenaga kerja

Biaya Overhead Pabrik

Rp. 18.700.000,-Rp. 18.190.000,-Rp. 21.750.000,-Rp. Rp. 850,- Rp.1.000,-Jumlah biaya yang dibebankan Dep.B Rp.58.640.000,-

Rp.2.700,-Perhitungan biaya :

Harga pokok produk jadi Departemen B

Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke Departemen B

19.000 x Rp.825,-

Rp.15.675.000,-Harga pokok produk dalam proses akhir

Bahan baku

Rp.750.000,-Biaya tenaga kerja

Rp.360.000,-Biaya overhead pabrik Rp.330.000,- Rp. 1.440.000,-Jumlah biaya yang dibebankan dalam departemen A Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke Gudang

21.000 x Rp.2.700,-

Rp.15.675.000,-Harga pokok produk dalam proses akhir

HP.Produk dari Dept A =1000xRp.850,- Rp.750.000,-Biaya yang ditambahkan di Departemn B

Biaya tenaga kerja

Rp.340.000,-Biaya overhead pabrik Rp.750.000,- Rp. 1.440.000,-Jumlah biaya yang dibebankan dalam department B

Rp.58.640.000,-BAB V

HARGA POKOK BERSAMA DAN HARGA POKOK

Dalam dokumen BAB I KONSEP DASAR AKUNTANSI BIAYA (Halaman 63-69)

Dokumen terkait