TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori
B. Laporan keuangan
1. Pengertian laporan keuangan
Menurut PSAK Nomor. 1 tahun 2014 menjelsakan kalau laporan keuangan merupakan sesuatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan serta kinerja keuangan suatu entitas. Menurut (Kasmir2010: 66), Laporan keuangan ialah kewajiban tiap perusahaan membuat serta melaporkannya
pada suatu periode tertentu. Menurut (IAI, 2009), Laporan keuangan memiliki tujuan buat membagikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, serta arus kas perusahaan yang berguna untuk sebagian besar golongan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan ekonomi dan menampilkan pertanggungjawaban manajemen atas pemakaian sumber energi yang dipercayakan pada mereka.
Menurut (Hery, 2016) mengemukakan bahwa laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi dan dapat digunakan sebagi alat untuk mengkomunikasikan data keuangan dan aktivitas perusahaan kepada pemangku kepentingan.
Menurut (Darmawan, 2020) laporan keuangan merupakan catatan yang ditulis untuk memberikan informasi tentang kegiatan dan keadaan keuangan perusahaan yang dibagi menjadi empat komponen utama.
Maksud dari laporan keuangan yaitu dapat memberikan informasi keuangan perusahaan yang jelas dan seringkas mungkin untuk perusahaan dan bagi pihak diluar perusahaan.
Laporan keuangan harus disajikan secara akurat, rinci, akuntabel, dan transparan. Dalam kegiatan tersebut, semua transaksi dicatat dalam pembukuan dan dibuat laporan keuangan yang dapat dikenali oleh direksi.
Kemudian Anda perlu menganalisis laporan sehingga Anda dapat mengidentifikasi situasi, pertumbuhan, dan kinerja keuangan setiap tahun.
Analisis ini memberi Anda gambaran tentang pertumbuhan bisnis Anda sekarang maupun dari waktu ke waktu.
Laporan keuangan juga menampilkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas pemakaian sumber energi yang dipercayakan kepada
mereka. Laporan keuangan umumnya siap disajikan 7 hari sehabis tutup bulan serta 30 hari sehabis tutup tahun. Laporan keuangan yang sudah diaudit umumnya tersaji 3 bulan sehabis tutup tahun. Laporan keuangan disusun dengan anggapan kalau, ialah:
1) perusahaan masih hidup serta terus hidup( going concern), kalau perusahaan menjalankan usahanya buat jangka waktu terus menerus serta tidak niat untuk buat menghentikan usaha
2) perusahaan selaku unit ekonomi yang terpisah dari owner, industri merupakan sesuatu unit yang terpisah dari pemiliknya.
3) Stabilitas nilai uang, kalau nilai uang normal dari waktu ke waktu sehingga nilai yang tertera dalam laporan keuangan ialah representasi yang benar atas kekayaan perusahaan.
4) Dasar akrual, laporan keuangan disusun dengan dasar pengaruh transaksi yang diakui pada dikala peristiwa (dimana hak serta kewajiban mencuat), bukan pada dikala kas diterima.
5) Kegiatan perusahaa bisa dipecah bersumber pada waktu, misalnya bulanan, tahunan walaupun perusahaan hidup terus tanpa henti.
2. Tujuan laporan keuangan
Menurut (Dwi Martani, 2018) Penggunaan laporan keuangan mencakup investor, calon investor, pemberi pinjaman, karyawan, pemasok kreditur lain, pelanggan, pemerintah, lembaga, dan masyarakat umum. Para pengguna ini menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi berbagai kebutuhan informasi, antara lain:
1) Investor harus mengevaluasi entitas dan kemampuan entitas untuk membayar dividen di masa depan dan investor dapat memutuskan untuk membeli atau menjual entitas.
2) Karyawan harus menentukan kemampuannya dalam memberikan bonus, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.
3) Penanggung harus mengetahui kesanggupan untuk membayar kembali utang dan bunga yang akan mempengaruhi keputusan untuk memberikan pinjaman.
4) Pelanggan untuk bisnis yang dapat menikmati hidupnya.
5) Pemasok dan kreditur lainnya harus menentukan kemampuan fasilitas untuk membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo.
6) Pemerintah harus mengevaluasi bagaimana sumber daya dialokasikan.
7) Masyarakat mengevaluasi arah perkembangan kemakmuran entitas.
Menurut SAK No.1, Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi tentang kondisi keuangan, hasil operasi dan perubahan kondisi keuangan suatu perusahaan yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh banyak pemakai. Laporan keuangan yang dihasilkan oleh unit bisnis harus sesuai dengan aturan akuntansi dan pelaporan keuangan. Untuk tujuan ini, profesi akuntansi telah menjadi dasar akuntansi dan pelaporan keuangan.
Tujuan laporan keuangan menurut (Bahri, 2016) adalah penyediaan informasi tentang aset bersih perusahaan, posisi keuangan dan hasil operasi yang sebagian besar pengguna laporan keuangan akan berguna dalam membuat keputusan ekonomi dan menunjukkan tanggung
jawab manajemen untuk menangani sumber daya yang dipercayakan kepada manajemen.
Agar informasi akuntansi berguna untuk pengambilan keputusan, dua kualitas utama, yaitu relevansi dan keandalan harus dipenuhi.
Informasi yang relevan dapat membantu pengguna laporan keuangan untuk membuat prediksi tentang hasil akhir dari peristiwa masa lalu, sekarang dan masa depan.
Dalam hal ini berarti, informasi akuntansi memiliki nilai prediktif.
Informasi yang relevan harus memiliki nilai umpan balik yang membantu penggunaan laporan keuangan untuk mengkonfirmasi ekspektasi sebelumnya. Informasi dikatakan relevan jika informasi tersebut ada untuk pengambilan keputusan sebelum ia memiliki kemampuan untuk mempengaruhi keputusannya.
3. Bentuk Laporan Keuangan
Menurut Darmawan (2020), laporan keuangan dibagi menjadi empat jenis utama yaitu:
a. Laporan posisi keuangan (neraca)
Laporan posisi keuangan merupakan laporan yang menyajikan posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Adapun komponen dari laporan posisi keuangan (neraca) terdiri atas:
1) Aktiva (Assets) 2) Kewajiban (liabilities) 3) Ekuitas (equity)
b. Laporan laba rugi / laporan penghasilan
Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang dapat menyajikan kinerja keuangan perusahaan dalam periode waktu tertentu dalam bentuk laba rugi. Pada laporan laba rugi terdapat dua komponen yaitu komponen pemasukan dan komponen pengeluaran.
Adapun yang termasuk komponen pemasukan antara lain:
1) Pendapatan
2) Harga pokok penjualan 3) Penghasilan lain
4) Biaya distribusi 5) Biaya administrasi 6) Biaya lainya c. Laporan arus kas
Laporan arus kas yaitu laporan yang dapat menggambarkan pengeluaran dan penerimaan kas suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan arus kas dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
1) Aktivitas oprasional 2) Aktivitas investasi 3) Aktivitas pendanaan d. Laporan perubahan ekuitas
Laporan perubahan ekuitas yaitu laporan yang dapat merincikan pergerakan ekuitas pemilik selama satu periode. Adapun komponen dari laporan perubahan ekuitas yatu:
1) Saldo awal (Opening Balance)
2) Dampak perubahan kebijakan akuntansi
3) Pengaruh koreksi kesalahan sebelumnya
4) Saldo yang disajikan kembali (Restated Balance) 5) Perubahan modal saham (Changes in Share Capital) 6) Deviden
7) Pendapatan / kerugian selama periode tersebut 8) Perubahan cadangan revaluasi
9) Keuntungan dan kerugian lainnya (Other Gains and Losses) 10) Saldo akhir (Close Balance)