• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.2 Latar Belakang Informan

Informan I adalah seorang mahasiswi tingkat akhir di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Informan I adalah seorang perempuan yang memiliki bentuk wajah bulat, hidaung yang tidak terlalu mancung dan berukuran sedang, mata besar dan bulat, alisnya tegas dan memiliki ketebalan bibir sedang. Kesehariannya memakai jilbab dan kacamata yang tidak pernah lepas saat berada di luar rumah atau kosan. Ia biasa memakai kemeja atau kaos lengan panjang disertai celana jeans panjang dan sesekali memakai rok. Informan I memiliki postur badan yang tinggi sekitar 163 cm dengan berat badan 55 kg membuat tubuhnya lebih kelihatan berisi, tinggi dan proposional untuk ukuran perempuan seusianya.

Perempuan kelahiran kota Metro yang terletak di Provinsi Lampung, pada tanggal 10 September 1992. Ia merupakan gadis keturunan suku batak toba dan mandailing, dengan ayah bermarga Tampubolon, sedangkan ibu Siregar. Anak pertama dari empat bersaudara, dengan satu orang adik perempuan dan dua orang adik laki-laki. Ia menghabiskan masa sekolahnya dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) si kota Sibolga, Sumatera Utara.

Informan I merupakan siswa yang pintar dan rajin di sekolahnya saat SMA, hingga di akhir masa kelulusan SMA ia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kuliah melalui jalur PMP. Jalur tersebut mengantarnya lulus dan diterima di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU pada tahun 2010. Setelah masuk dan bergabung menjadi mahasiswi Ilmu Komunikasi USU, dengan kemauannya sendiri ia masuk dan magang menjadi salah satu anggota di UKM USU yaitu Pers Mahasiswa Suara USU. Di sana ia banyak belajar hal seputar jurnalistik dan segala aspeknya hingga ia diangkat menjadi Sekertaris Umum Pers Mahasiswa Suara USU periode 2012 hingga 2013. Selain itu, ia juga aktif sebagai anggota seni tari di Lembaga Kesenian USU dan pernah menjabat sebagai Sekertaris Inisiasi tahun 2012. Segala kesibukan itu tetap dapat ia atasi tanpa terlalu mengganggu aktivitas perkuliahannya.

Kesehariannya di kampus cukup banyak dikenal oleh junior atau senior maupun mahasiswa atau mahasiswi dari departemen lain. Pribadi yang ceria, rajin, tekun dan sederhana membuatnya cepat menyesuaikan diri dengan

Universitas Sumatera Utara

lingkungan sekitar. Namun, ia lebih banyak menghabiskan waktu di Persma Suara USU tempat ia menimba ilmu selain di kelas saat jam mata kuliah berlangsung. Ia juga memiliki beberapa teman akrab yang saling mendukung satu sama lain.

Sejak memasuki masa perkuliahan, ia tinggal dan menyewa satu kamar di Jalan Prof. A. Sofyan No. 24 yang berdekatan dengan gedung perkuliaan FISIP tempat ia menimba ilmu. Hal ini sengaja ia pilih agar tidak jauh dari kampus dan mengirit biaya transportasi serta waktu. Informan I mengisi waktu kosongnya dengan menonton televisi, ia merupakan salah satu penggemar FTV (Film Televisi) yang setiap hari ditayangkan oleh SCTV. Hampir seluruh judul FTV pernah ia tonton apabila tidak ada kegiatan di luar. Informan I pertama kali menonton Kuis Kebangsaan saat berada di kosan di sela-sela waktunya saat menonton televisi, sewaktu tidak ada jam perkuliahan atau saat hari libur. Ia tidak sengaja menonton kuis tersebut saat mau mengganti ke siaran lain, tetapi karena rasa penasaran akan kuis tersebut, ia kemudian menyaksikannya hingga selesai.

Informan II adalah seorang staf pengajar sekaligus alumni dari Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. Informan II adalah seorang wanita yang memiliki bentuk wajah lonjong, hidung yang tidak terlalu mancung, mata bulat, serta bibir yang tipis. Ia memiliki tinggi badan sekitar 160 cm dan berat badan sekitar 42 kg.

Ia selalu menggunakan jilbab yang lebar dipadukan dengan baju terusan panjang setiap hari jika ada kegiatan di luar rumah, termasuk saat berada di kampus. Ia sering tampil dengan busana berwarna lembut, walau terkadang ia juga memberanikan diri menggunakan warna yang cerah.

Informan II lahir di Medan, 24 September 1987. Ayahnya berdarah Banjar, sedangkan sang ibu berdarah campuran Aceh dan Jawa. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Walaupun memiliki adik perempuan, namun ia mengaku tidak memiliki hubungan yang terlalu dekat. Hal tersebut dikarenakan perbedaan sifat yang begitu kentara.

Kedua orangtua informan II mendidik anak-anaknya dalam lingkungan agama yang kuat serta demokratis. Baik urusan pendidikan, pekerjaan, ataupun pasangan hidup, dipercayakan sepenuhnya kepada anak-anaknya. Walaupun ketiga saudaranya sudah menikah dan usia Informan II sudah cukup memasuki

jenjang pernikahan, ia mengaku tidak mendapat paksaan dari pihak keluarga. Saat ini Informan II masih tinggal dengan kedua orangtua dan seorang saudara laki-lakinya.

Informan II memiliki sifat yang ramah, periang namun sangat tegas. Ia sering melibatkan diri dalam diskusi panjang mengenai banyak hal. Mulai dari politik, ekonomi, budaya, hingga film dan musik. Tidak jarang ia pulang larut malam karena terlalu asyik mengobrol dengan dosen ataupun teman-temannya.

Dengan wawasannya yang luas serta sifatnya yang ramah, ia tidak sulit mengakrabkan diri dengan orang lain. Namun jika ada seseorang atau sesuatu hal yang ia anggap berlaku salah, ia tidak segan menunjukkan ketegasannya melalui ucapannya yang blak-blakan dan bernada ketus.

Informan II memiliki hobi menonton film dan membaca. Film favoritnya adalah “Confucius”, sedangkan buku favoritnya adalah “Budaya Konsumerisme”

yang ditulis oleh Jean Baudillard. Setelah menonton film atau membaca buku yang dianggapnya bagus, ia selalu merekomendasikannya pada teman bahkan mahasiswanya di kelas.

Saat masih berstatus mahasiswa, informan II pernah menjadi kakak mentor agama Islam bagi mahasiswi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara. Walau tidak lagi aktif sebagai mentor, ia masih menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan adik-adik bimbingannya ataupun dengan kawan-kawan sesama mentor. Ia juga sering menghabiskan waktunya untuk sekedar berdiskusi atau berkumpul dengan teman-temannya di Kede Keupie Ulee Kareng, Mie Sop Kampung dan Warung Steak and Shake.

Informan II juga aktif dalam kegiatan di luar kampus, seperti menjadi guru bagi anak-anak jalanan, menyelenggarakan bakti sosial serta melakukan penelitian sosial ke daerah di luar kota Medan. Kesibukan membuat ia jarang berada di rumah, namun saat di rumah ia masih menyempatkan diri menyaksikan acara di televisi disela ia mengerjakan pekerjaan rumahnya. Pertama kali menyaksikan Kuis Kebangsaan, informan II juga secara tidak sengaja. Saat itu ia menyaksikan Kuis Kebangssan yang tayang pada sore hari,

Informan III juga merupakan seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Medan.

Universitas Sumatera Utara

Informan III lahir di Medan, 17 Maret 1992 merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Selain kuliah, kini ia bekerja sebagai honorer pada kantor pemerintahan di Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Medan (Dinas Perkim).

Ia memiliki keahlian dibidang desain rumah, gambar dan merancang bangunan sekolah, mesjid, perkantoran dan tempat umum seperti taman, mall, tempat rekreasi dan lain-lain. Tak hanya menggambar dan mendesain, ia juga mampu dibidang merencanakan anggaran biaya. Hal ini didukung sebab ia merupakan lulusan salah satu SMK Negeri di Kota Medan pada bidang bangunan dan pernah menjuarai lomba siswa SMK tingkat nasional. Selain tugas kantor dan tugas kuliah, ia juga menerima pesanan rancangan bangunan dari luar, jika ada kantor, perusahaan atau orang yang mau menggunakan jasanya untuk mendesain atau merancang kantor dan rumah mereka. Biaya yang ia tawarkan masih standard dan tidak tinggi, sebab ia sadar ia masih pemula yang masih harus banyak belajar.

Laki-laki yang lahir dan besar di kota Medan tinggal bersama orang tua di daerah Simalingkar. Ia berperawakan cukup tinggi untuk ukuran laki-laki seusianya, putih, mata hampir cipit, hidung mancung, serta dengan sedikit jerawat di pipi. Kesehariannya berpenampilan sederhana, suka memakai kaos dan jaket, hanya memakai kemeja saat bekerja dan kuliah, ditambah celana jeans dan sepatu.

Mahasiswa berdarah minang ini, selain bekerja dan kuliah, biasanya juga membantu ibunya berjualan nasi dan menjaga warung internet (warnet) yang merupakan usaha keluarganya. Lahir dari keluarga sederhana tidak membuat ia memiliki sedikit teman, justru ia memiliki cukup banyak teman di Medan karena ia orang yang ramah.

Informan III merupakan salah satu pecinta klub kenamaan Inggris Liverpool. Segala macam pernak-pernik klub bola itu satu persatu ia kumpulkan, mulai dari baju, syal, poster-poster pemain dan logo Liverpool, bantal, jam tangan, tas, dan lain sebagainya. Hingga setiap ada pertandingan Liverpool dan nonton bareng (nobar), ia pasti ikut dan tergabung dalam salah satu komunitas pecinta Liverpool di kota Medan yaitu MLC (Medan Liverpool Club). Ia hampir tidak pernah melewatkan pertandingan Liverpool baik disiarkan secara langsung maupun streaming. Pukul berapa pun pertandingan tayang, ia tidak peduli walaupun besok harus kembali bekerja dan kuliah. Walau kelihatannya ia sangat

sibuk, ia masih ada waktu untuk menyaksikan televisi saat berada di rumah atau saat menjaga warung ibunya. Informan III menyaksikan Kuis Kebangsaan disela-sela waktu kosong yang dimilikinya tersebut.

Informan terakhir yaitu Informan IV adalah seorang ibu rumah tangga.Ia bertempat tinggal di Jalan Flamboyan No. 61 B, ia tinggal bersama suami serta kedua anak perempuannya. Wanita ini memiliki tiga orang anak, 1 orang laki-laki dan dua orang perempuan. Anak sulung laki-lakinya sudah menikah dan kini tinggal di kota Aceh bersama istrinya. Anak keduanya seorang mahasiswi yang sedang menyusun tugas akhir dan anak bungsu perempuannya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Informan IV memiliki suami yang bekerja sebagai seorang pegawai swasta pada salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Ibu rumah tangga yang satu ini hidupnya sudah berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, bahkan antar provinsi. Wanita yang lahir pada tanggal 8 September 1964 dan berzodiak Virgo merupakan keturunan suku Lampung dan lahir di Lampung. Sebelum menikah hingga sudah memiliki tiga orang anak, ia sudah pernah tinggal di beberapa kota, seperti Lampung, Jakarta, Bandung, Sibolga, Rantau Prapat hingga kini berdomisili di Medan.

Anak bungsu dari 8 bersaudara ini memiliki 5 orang abang laki-laki dan 2 orang kakak perempuan. Memiliki tiga orang anak membuat tubuhnya menjadi gemuk dengan berat sekitar 80 kg dengan tinggi hanya 160 cm tidak membuat ia berdiam diri saja di rumah. Selain jago masak, ia juga menjual beberapa barang seperti seprei, sarung bantal dan guling, baju anak dan dewasa, dan barang lain yang ia letakkan saja di depan rumah dan menjualnya kepada ibu komplek perumahan di sekitar tempat tinggalnya.

Informan IV merupakan salah satu ibu yang gemar juga menonton TV, karena TV merupakan salah satu hiburan untuknya di rumah saat di tinggal sendiri, sebab suaminya bekerja dan anaknya sekolah atau kuliah. Informan IV menyaksikan Kuis Kebangsaan saat berada di rumah ditengah waktu senggangnya saat mengerjakan pekerjaan rumah.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.1

Kategori Latar Belakang Informan

No Informan