BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.5. Kerangka Konsep
Berdasarkan landasan teori, maka peneliti merumuskan kerangka konsep penelitian sebagai berikut :
Variabel Independen Variabel Dependen
Gambar 2.2. Kerangka Konsep
Banyak faktor yang mempengaruhi kecukupan energi dan protein, diantaranya adalah penyebab langsung (asupan gizi dan penyakit infeksi), penyebab tidak langsung (ketersediaan pangan tingkat rumah tangga, pola asuh anak, sanitasi dan pelayanan kesehatan), masalah utama (pendapatan, pendidikan, pengetahuan rendah, sikap dan kebiasaan makan) dan akar masalah (krisis politik, sosial dan ekonomi).
Berdasarkan landasan teori maka variabel yang akan diteliti adalah tingkat pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan kebiasaan makan keluarga terhadap kecukupan energi dan protein pada anak balita.
Kecukupan Energi dan Protein Anak Balita Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu
PendapatanKeluarga
Kebiasaan Makan Keluarga
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian survei yang bersifat analitik dengan desain penelitian secara cross sectional yaitu untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan kebiasaan makan keluarga terhadap kecukupan energi dan protein pada anak balita.
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, dengan pertimbangan : masalah gizi buruk dan gizi kurang mencapai 23,9% di wilayah tersebut, Persentasenya lebih tinggi dibandingkan dengan hasil Riskesdas (2010) di Kabupaten Pidie yang mencapai 23,6%. Pengambilan data penelitian dilakukan pada tanggal 6 – 30 Mei 2014.
3.3. Populasi dan Sampel
Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak balita umur 1 – 5 tahun yang ada di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie. Jumlah 698 orang ibu anak balita (laporan puskesmas Muara Tiga bulan Februari 2014). Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita umur 1 – 5 tahun di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie. Jumlah sampel di hitung menggunakan
30
rumus Lemeshow dengan tingkat kepercayaan 95% terhadap populasi. Berikut adalah rumus perhitungan sampel :
N . Z2 . P ( 1 – P ) n =
( N – 1 ) d2 + Z2 . P ( 1 – P )
698 ( 1,96 )2 . 0,239 ( 1 - 0,239 ) 489
n = = = 64 ( 698 – 1 ) (0,1)2 + ( 1,96 )2 0,239 ( 1 – 0,239) 7,67
Keterangan :
n = Besar sampel (64 orang) N = Jumlah populasi (698 orang) Z = Deviasi Relatif (95%) = 1,96
P = Proporsi gizi buruk dan kurang pada anak balita di Kecamatan Muara Tiga (23,9%)
d = Tingkat kesalahan (0,1)
Berdasarkan hasil perhitungan maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 64 orang. Untuk menentukan jumlah sampel di setiap desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie dilakukan secara proporsional dengan rincian sebagai berikut :
Jumlah Populasi Tiap Desa
n = x Jumlah Sampel
Jumlah Seluruh Populasi
Tabel 3.1. Distribusi Perhitungan Sampel
No Desa/Kelurahan Jumlah Populasi Jumlah Sampel
1 Suka Jaya 55 5
2 Keupula 52 5
3 Mesjid 58 5
4 Tgk Dilaweung 53 5
5 Cot 57 5
6 Pawod 46 4
7 Sp. Beutong 39 4
8 Ie Masen 34 3
9 Sagoe 53 5
10 Ujong Pie 52 5
11 Blang Raya 53 5
12 Batee 36 3
13 Ingin Jaya 40 4
14 Tuha Bihe 34 3
15 Papeun 36 3
Total Sampel 698 64
Sumber : Laporan Puskesmas Muara Tiga Bulan Februari 2014
Setelah diperoleh jumlah sampel dari masing-masing desa/kelurahan pada perhitungan di atas, maka selanjutnya dilakukan penentuan/pemilihan sampel di masing-masing desa/kelurahan yang dilakukan dengan cara simple random sampling sebanyak jumlah sampel yang telah ditentukan. Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita umur 1 – 5 tahun. Satu responden diambil satu anak balita. Jika dalam satu responden terdapat lebih dari satu anak balita maka diambil anak balita yang tertua dengan alasan rawan kekurangan asupan makanan.
Penentuan sampel di tingkat desa/kelurahan tersebut dilakukan dengan mengambil rekapitulasi daftar anak balita yang pernah melakukan penimbangan di posyandu maupun kantor desa/kelurahan.
3.4. Metode Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini meliputi dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder.
3.4.1. Data Primer
Metode pengumpulan data meliputi data primer (tingkat pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan kebiasaan makan keluarga) yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden (ibu anak balita) oleh enumerator menggunakan kuesioner. Enumerator pada penelitian ini adalah alumni D3 Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh sebanyak 5 orang, yang sebelumnya telah di berikan penjelasan tentang teknik pengisian kuesioner. Data kecukupan energi dan protein diperoleh dengan menggunakan metode food recall selama 3 hari, dengan selisih waktu dua hari sekali, kemudian diambil rata-ratanya selanjutnya dibandingkan dengan kecukupan gizi yang dianjurkan (KGA).
3.4.2. Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang diambil meliputi gambaran umum lokasi penelitian dan data demografi (jumlah penduduk) yang didapat langsung dari kantor kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie.
3.4.3. Uji Validitas dan Reliabilitas 3.4.3.1. Uji Validitas
Kuesioner tingkat pengetahuan gizi ibu dan kebiasaan makan keluarga telah disusun terlebih dahulu, kemudian dilakukan uji coba sebelum dijadikan sebagai alat ukur penelitian, bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat ukur. Uji coba kuesioner dilakukan terhadap 20 responden di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.
Uji validitas (Arikunto, 2010) bertujuan untuk mengetahui sejauh mana suatu ukuran atau nilai menunjukkan tingkat kehandalan atau kesahihan suatu alat ukur dengan cara mengukur korelasi antar variabel atau item menggunakan rumus teknik korelasi Pearson Product Moment (r), dengan ketentuan jika nilai r-hitung > r-tabel, maka dinyatakan valid dan sebaliknya. Nilai r-tabel untuk 20 responden uji coba adalah sebesar 0,444. Ketentuan kuesioner dikatakan valid pada penelitian ini jika : 1. Nilai r-hitung variabel > 0,444 dikatakan valid.
2. Nilai r-hitung variabel < 0,444 dikatakan tidak valid
Berdasarkan hasil uji validitas kuesioner diperoleh hasil bahwa seluruh butir soal dinyatakan valid karena mempunyai nilai > 0,444 dan nilai signifikan < 0,05, dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.2 Hasil Uji Validitas Variabel Pengetahuan
Variabel Nilai Corrected Item-Total Keterangan Pengetahuan 1
Berdasarkan tabel 3.2 diatas dapat dilihat bahwa seluruh pertanyaan variabel pengetahuan sebanyak 15 soal mempunyai r-hitung > 0,444 pada pengujian α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan variabel pengetahuan adalah valid.
Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Variabel Kebiasaan Makan Variabel Nilai Corrected Item-Total Keterangan Kebiasaan makan 1
Berdasarkan tabel 3.3 diatas dapat dilihat bahwa seluruh pertanyaan variabel kebiasaan makan sebanyak 10 soal mempunyai r-hitung > 0,444 pada pengujian α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan variabel pengetahuan adalah valid.
3.4.3.2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas dapat merupakan indeks sejauh mana suatu alat pengukur dapat menunjukkan ketepatan dan dapat dipercaya dengan menggunakan metode Cronbach’s Alpha, yaitu menganalisis reliabilitas alat ukur dari satu kali pengukuran,
dengan ketentuan jika nilai r-alpha > r-tabel (0,600), maka dinyatakan reliabel. Nilai r-alpha untuk penentuan reliabilitas adalah :
1. Nilai r-alpha > r-tabel (0,600) dikatakan reliabel 2. Nilai r-alpha < r-tabel (0,600) dikatakan tidak reliabel
Dari hasil uji reliabilitas data menunjukkan seluruh variabel yang diteliti dinyatakan reliabel karena mempunyai nilai > 0,600. Hasil uji reliabilitas kuesioner dapat dilihat pada tabel 3.4 yaitu :
Tabel 3.4 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Hitung Keterangan Pengetahuan
Kebiasaan makan
0,927 0,935
Reliabel Reliabel
3.5. Variabel dan Definisi Operasional
1. Kecukupan energi adalah rata-rata kecukupan tingkat konsumsi energi yang disesuaikan dengan pengeluaran energi pada anak balita.
2. Kecukupan protein adalah rata-rata kecukupan tingkat konsumsi protein yang disesuaikan dengan pengeluaran protein pada anak balita.
3. Tingkat pengetahuan gizi ibu adalah segala sesuatu yang diketahui responden tentang gizi.
4. Tingkat pendapatan keluarga adalah jumlah penghasilan dari seluruh anggota keluarga dalam satu bulan, baik dari penghasilan tetap maupun penghasilan tambahan.
5. Kebiasaan makan keluarga adalah perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk memenuhi kebutuhan makan dalam keluarga.
5.6. Metode Pengukuran
Pengukuran variabel independen yang meliputi tingkat pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan kebiasaan makan keluarga adalah sebagai berikut :
1. Pengukuran tingkat pengetahuan gizi ibu menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara, sebanyak 15 pertanyaan. Setiap jawaban mempunyai nilai skor tertinggi adalah 3 dan terendah adalah 0 dari total skor yaitu 45, didasarkan pada skala ordinal dengan kategori :
Baik : ≥ 50 % (jika responden mendapat nilai skor ≥ 23) Kurang : < 50 % (jika responden mendapat nilai skor < 23)
2. Pengukuran variabel tingkat pendapatan keluarga didasarkan pada skala ordinal dengan kategori : (UMP Aceh tahun 2014 menurut Peraturan Gubernur Aceh No.
78 tahun 2013 tanggal 31 Oktober 2013)
Tinggi : ≥ Rp. 1.750.000,-/bulan Rendah : < Rp. 1.750.000,-/bulan
3. Pengukuran kebiasaan makan keluarga menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara sebanyak 10 pertanyaan. Setiap jawaban mempunyai nilai skor tertinggi adalah 3 dan nilai skor terendah adalah 1 dari total skor yaitu 30, didasarkan pada skala ordinal dengan kategori:
Baik : ≥ 50 % (jika responden mendapat nilai skor ≥ 15) Kurang : < 50 % (jika responden mendapat nilai skor < 15)
Pengukuran variabel dependen yang meliputi kecukupan energi dan protein anak balita adalah sebagai berikut :
1. Pengukuran kecukupan energi menggunakan metode food recall selama 3 hari kemudian diambil rata-ratanya lalu dibandingkan dengan angka kecukupan energi yang dianjurkan, didasarkan pada skala ordinal dengan kategori (Depkes RI, 1996).
Cukup : ≥ 80 % AKG Kurang : < 80 % AKG
2. Pengukuran kecukupan protein menggunakan metode food recall selama 3 hari kemudian diambil rata-ratanya lalu dibandingkan dengan angka kecukupan protein yang dianjurkan, didasarkan pada skala ordinal dengan kategori (Depkes RI, 1996).
Cukup : ≥ 80 % AKG Kurang : < 80 % AKG
5.7. Metode Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini adalah univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari hasil penelitian tingkat pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, kebiasaan makan keluarga, kecukupan energi dan protein, kemudian dilakukan analisis data bivariat untuk mengetahui pengaruh variabel independen (tingkat pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan kebiasaan makan keluarga) terhadap variabel dependen (kecukupan energi dan protein) dengan menggunakan uji Chi-Square, selanjutnya dilakukan analisis data multivariat untuk mengetahui variabel independen manakah yang paling dominan pengaruhnya terhadap variabel dependen dengan menggunakan uji Regresi Logistik Berganda metode Enter.
BAB 4
HASIL PENELITIAN
4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 4.1.1. Letak Geografis
Kecamatan Muara Tiga adalah Kecamatan yang terletak dalam wilayah Kabupaten Pidie, dengan jarak tempuh ke ibukota Kabupaten + 33 km. Kecamatan Muara Tiga terhampar mulai dari pesisir pantai hingga ke pegunungan dengan luas 160 Km2.
Kecamatan Muara Tiga berada di wilayah pantai hingga pegunungan di Kabupaten Pidie, sehingga dari segi cuaca bervariasi antara daerah pantai dan gunung. Sebagian daerah Kecamatan Muara Tiga di daerah pegunungan merupakan hutan lindung. Adapun batas wilayah Kecamatan Muara Tiga adalah :
- Sebelah utara berbatasan dengan selat malaka - Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Batee
- Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Padang Tiji
- Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar.
4.1.2. Distribusi Penduduk Kecamatan Muara Tiga
Kecamatan Muara Tiga memiliki jumlah penduduk sebanyak 18.258 jiwa dengan rincian laki-laki sebanyak 9.091 jiwa dan perempuan sebanyak 9.167 jiwa.
40
Tabel 4.1. Distribusi Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie
No Desa/Kelurahan Jenis Kelamin
Jumlah
Sumber : BPS Kabupaten Pidie 2013
4.1.3. Sarana Penunjang Kesehatan di Kecamatan Muara Tiga
Sarana penunjang kesehatan yang terdapat di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie adalah sebagai berikut :
1. Puskesmas : 1 Unit
4.2. Distribusi Frekuensi Sampel dan Responden di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie
4.2.1. Distribusi Sampel di Kecamatan Muara Tiga Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa anak balita jenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu sebanyak 37 orang (57,8%) dan perempuan sebanyak 27 orang (42,2%), seperti pada tabel 4.2 dibawah ini :
Tabel 4.2. Distribusi Sampel di Kecamatan Muara Tiga Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin n %
1.
2.
Laki-laki Perempuan
37 27
57,8 42,2
Jumlah 64 100
4.2.2. Karakteristik Responden di Kecamatan Muara Tiga
Responden dalam penelitian ini berjumlah 64 orang, sesuai dengan rencana penelitian. Karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi umur ibu, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu dapat dilihat pada tabel 4.3 dibawah ini :
Tabel 4.3. Karakteristik Responden di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas berusia 20 – 35 tahun yaitu sebanyak 54 orang (84,4 %). Tingkat pendidikan responden mayoritas berpendidikan diploma/PT yaitu sebanyak 20 orang (31,2%) dan pekerjaan responden mayoritas sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 36 orang (56,3%).
4.2.3. Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu
Berdasarkan hasil penelitian pada setiap pertanyaan tingkat pengetahuan gizi ibu diperoleh bahwa responden yang menjawab paling banyak benar terdapat pada pertanyaan makanan apa yang ibu berikan pada anak umur di atas 3 tahun sebanyak 55 orang (85,9%). Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.4. Distribusi Jawaban Responden tentang Pengetahuan Gizi di
Makanan yang baik untuk dikonsumsi anak balita Sampai umur berapa anak diberikan ASI saja
Sampai usia berapakah ASI sebaiknya diberikan
Pada saat kapan saja ASI ibu berikan yang baik sebelum dimasak Apa yang terjadi jika anak balita kekurangan energi
Apa yang terjadi jika anak balita kekurangan protein Makanan apa yang ibu berikan pada anak umur 1–2 tahun
Makanan apa yang ibu berikan pada anak umur diatas 3 tahun
Makanan yang banyak mengandung serat
Ciri-ciri sayuran yang baik
25
Hasil pengukuran tingkat pengetahuan gizi ibu di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, diperoleh bahwa tingkat pengetahuan baik sebanyak 52 orang (81,2%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 12 orang (18,8%), seperti pada tabel 4.5 dibawah ini :
Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Gizi Ibu di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie
No Pengetahuan n %
1 Baik 52 81,2
2 Kurang 12 18,8
Jumlah 64 100
4.2.4. Kebiasaan Makan Keluarga
Berdasarkan hasil penelitian pada setiap pertanyaan kebiasaan makan keluarga diperoleh bahwa responden yang menjawab paling banyak benar terdapat pada pertanyaan Siapa yang berperan dalam menentukan hidangan keluarga, sebanyak 47 orang (73,4%). Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.6. Distribusi Jawaban Responden tentang Kebiasaan Makan Keluarga di Kecamatan Muara Tiga
Jawaban
No Pertanyaan 1 2 3
n % n % n %
1 Kapan keluarga mengkonsumsi makanan lengkap
Apakah ada makanan Pantangan untuk anak balita
Berapa kali frekuensi makan anak balita sehari
Dalam penyajian makanan, siapa yang paling diutamakan dalam keluarga
Siapa yang berperan dalam menentukan hidangan keluarga Apakah setiap waktu makan anak balita diberikan ikan, tempe/tahu dan sayuran Apakah anak selalu
mengkonsumsi buah-buahan Apakah ada menyediakan makanan selingan/snack
Apa yang ibu lakukan jika anak balita tidak mau makan
Apakah makanan yang ibu berikan bervariasi
Hasil pengukuran kebiasaan makan keluarga di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, diperoleh bahwa kebiasaan makan baik sebanyak 47 orang (73,4%) dan kebiasaan makan kurang baik sebanyak 17 orang (26,6%), seperti pada tabel 4.7 dibawah ini :
Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi Kebiasaan Makan Keluarga di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie
No Kebiasaan Makan n %
1 Baik 47 73,4
2 Kurang 17 26,6
Jumlah 64 100
4.2.5. Pendapatan Keluarga
Hasil pengukuran pendapatan keluarga di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, diperoleh bahwa pendapatan tinggi sebanyak 28 orang (43,8%) dan pendapatan rendah sebanyak 36 orang (56,2%), seperti pada tabel 4.8 dibawah ini :
Tabel 4.8. Distribusi Frekuensi Pendapatan Keluarga di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie
No Pendapatan n %
1 Tinggi 28 43,8
2 Rendah 36 56,2
Jumlah 64 100
4.2.6. Kecukupan Energi
Hasil pengukuran kecukupan energi pada anak balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, diperoleh bahwa kecukupan energi kategori cukup sebanyak 36 orang (56,2%) dan kecukupan energi kategori kurang sebanyak 28 orang (43,8%), seperti pada tabel 4.9 dibawah ini :
Tabel 4.9. Distribusi Frekuensi Kecukupan Energi Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie
No Kecukupan Energi n %
1 Cukup 36 56,2
2 Kurang 28 43,8
Jumlah 64 100
4.2.7. Kecukupan Protein
Hasil pengukuran kecukupan protein pada anak balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, diperoleh bahwa kecukupan protein kategori cukup sebanyak 46 orang (71,9%) dan kecukupan protein kategori kurang sebanyak 18 orang (28,1%), seperti pada tabel 4.10 dibawah ini :
Tabel 4.10. Distribusi Frekuensi Kecukupan Protein Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie
No Kecukupan Protein n %
1 Cukup 46 71,9
2 Kurang 18 28,1
Jumlah 64 100
4.3. Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pendapatan keluarga dan Kebiasaan Makan Keluarga terhadap Kecukupan Energi dan Protein Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie
4.3.1. Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu terhadap Kecukupan Energi Hasil analisis pengaruh tingkat pengetahuan gizi ibu terhadap kecukupan energi diperoleh bahwa dari 52 orang ibu yang memiliki pengetahuan baik, ada sebanyak 33 orang (63,5%) kecukupan energi anak balita cukup. Sedangkan dari 12 orang ibu yang memiliki pengetahuan gizi kurang, ada 3 orang (25,0%) anak balita kecukupan energinya cukup. Hasil uji statistic dengan menggunakan chi square diperoleh nilai p=0,036 < 0,05, artinya ada pengaruh tingkat pengetahuan gizi ibu terhadap kecukupan energi anak balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, seperti terlihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.11. Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu terhadap Kecukupan Energi Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga
Pengetahuan
4.3.2. Pengaruh Pendapatan Keluarga terhadap Kecukupan Energi
Hasil analisis pengaruh pendapatan keluarga terhadap kecukupan energi diperoleh bahwa dari 28 keluarga yang memiliki pendapatan tinggi, ada sebanyak 24 orang (85,7%) kecukupan energi anak balita cukup. Sedangkan dari 36 keluarga yang memiliki pendapatan rendah, ada 12 orang (33,3%) anak balita kecukupan energinya cukup. Hasil uji statistic dengan menggunakan chi square diperoleh nilai p=0,000 <
0,05, artinya ada pengaruh pendapatan keluarga terhadap kecukupan energi anak balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, seperti terlihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.12. Pengaruh Pendapatan terhadap Kecukupan Energi Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga
4.3.3. Pengaruh Kebiasaan Makan Keluarga terhadap Kecukupan Energi Hasil analisis pengaruh kebiasaan makan keluarga terhadap kecukupan energi diperoleh bahwa dari 47 keluarga yang memiliki kebiasaan makan baik, ada sebanyak 31 orang (66,0%) kecukupan energi anak balita cukup. Sedangkan dari 17 keluarga yang memiliki kebiasaan makan kurang baik, ada 5 orang (29,4%) anak balita kecukupan energinya cukup. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh nilai p=0,020 < 0,05, artinya ada pengaruh kebiasaan makan keluarga terhadap kecukupan energi anak balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, seperti terlihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.13. Pengaruh Kebiasaan Makan Keluarga terhadap Kecukupan Energi Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga
Kebiasaan Makan
Kecukupan Energi
Total
p Cukup Kurang
n % n % n %
Baik 31 66,0 16 34,0 47 100,0
0,020
Kurang 5 29,4 12 70,6 17 100,0
4.3.4. Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu terhadap Kecukupan Protein Hasil analisis pengaruh tingkat pengetahuan gizi ibu terhadap kecukupan protein diperoleh bahwa dari 52 orang ibu yang memiliki pengetahuan baik, ada sebanyak 41 orang (78,8%) kecukupan protein anak balita cukup. Sedangkan dari 12 orang ibu yang memiliki pengetahuan gizi kurang, ada 5 orang (41,7%) anak balita kecukupan proteinnya cukup. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh nilai p=0,016 < 0,05, artinya ada pengaruh tingkat pengetahuan gizi ibu
terhadap kecukupan protein anak balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, seperti terlihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.14. Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu terhadap Kecukupan Protein Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga
Pengetahuan
4.3.5. Pengaruh Pendapatan Keluarga terhadap Kecukupan Protein
Hasil analisis pengaruh pendapatan keluarga terhadap kecukupan protein diperoleh bahwa dari 28 keluarga yang memiliki pendapatan tinggi, ada sebanyak 25 orang (89,3%) kecukupan protein anak balita cukup. Sedangkan dari 36 keluarga yang memiliki pendapatan rendah, ada 21 orang (58,5%) anak balita kecukupan proteinnya cukup. Hasil uji statistic dengan menggunakan chi square diperoleh nilai p=0,014 < 0,05, artinya ada pengaruh pendapatan keluarga terhadap kecukupan
protein anak balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, seperti terlihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.15. Pengaruh Pendapatan Keluarga terhadap Kecukupan Protein Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga
Pendapatan
4.3.6. Pengaruh Kebiasaan Makan Keluarga terhadap Kecukupan Protein Hasil analisis pengaruh kebiasaan makan keluarga terhadap kecukupan protein diperoleh bahwa dari 47 keluarga yang memiliki kebiasaan makan baik, ada sebanyak 38 orang (80,9%) kecukupan protein anak balita cukup. Sedangkan dari 17 keluarga yang memiliki kebiasaan makan kurang, ada 8 orang (47,1%) anak balita kecukupan proteinnya cukup. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh nilai p=0,011 < 0,05, artinya ada pengaruh kebiasaan makan keluarga terhadap kecukupan protein anak balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, seperti terlihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.16. Pengaruh Kebiasaan Makan Keluarga terhadap Kecukupan Protein Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga
Kebiasaan makan
Kecukupan Protein
Total
p Cukup Kurang
n % n % n %
Baik 38 80,9 9 19,1 47 100,0
0,011
Kurang 8 47,1 9 52,9 17 100,0
4.4. Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pendapatan Keluarga dan Kebiasaan Makan Keluarga terhadap Kecukupan Energi Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie
Berdasarkan hasil uji bivariat diketahui bahwa tingkat pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan kebiasaan makan keluarga memiliki nilai p<0,05 sehingga bisa dilanjutkan untuk melihat variabel yang paling berpengaruh terhadap kecukupan energi anak balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie menggunakan analisis regresi logistik ganda. Hasil analisis multivariat dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.17. Hasil Analisis Regresi Logistik Ganda Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pendapatan Keluarga dan Kebiasaan Makan Keluarga terhadap
Kecukupan Energi Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga
Variabel Nilai β Nilai p Exp (B)
Pendapatan Keluarga 2,789 0,000 16,266
Tingkat Pengetahuan Gizi 1,685 0,094 5,391
Kabiasaan Makan Keluarga 1,607 0,055 4,986
Constant -8,744 0,000 0,000
Dari hasil uji multivariat diatas diketahui bahwa hanya variabel pendapatan keluarga yang ada pengaruhnya terhadap kecukupan energi anak balita. Besarnya pengaruh pendapatan keluarga tersebut dapat dilihat dari nilai Exp(B) sebesar 16,266 dengan nilai p=0,000, yang berarti keluarga yang berpendapatan tinggi berkemungkinan 16,266 kali kecukupan energi anak balitanya cukup dibandingkan keluarga yang berpendapatan rendah.
4.5. Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pendapatan Keluarga dan Kebiasaan Makan Keluarga terhadap Kecukupan Protein Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie
Berdasarkan hasil uji bivariat diketahui bahwa tingkat pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan kebiasaan makan keluarga memiliki nilai p<0,05 sehingga bisa dilanjutkan untuk melihat variabel yang paling berpengaruh terhadap kecukupan protein anak balita di Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie menggunakan analisis regresi logistic ganda. Hasil analisis multivariat dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.18. Hasil Analisis Regresi Logistik Ganda Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pendapatan Keluarga dan Kebiasaan Makan Keluarga terhadap
Kecukupan Protein Anak Balita di Kecamatan Muara Tiga
Variabel Nilai β Nilai p Exp (B)
Pendapatan Keluarga 1,760 0,017 5,814
Tingkat Pengetahuan Gizi 1,257 0,121 3,514
Kabiasaan Makan Keluarga 1,228 0,086 3,414
Constant -7,004 0,000 0,001
Dari hasil uji multivariat diatas diketahui bahwa hanya variabel pendapatan keluarga yang ada pengaruhnya terhadap kecukupan protein anak balita. Besarnya
Dari hasil uji multivariat diatas diketahui bahwa hanya variabel pendapatan keluarga yang ada pengaruhnya terhadap kecukupan protein anak balita. Besarnya