• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi dan Waktu Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI. Suci Rahmadani (Halaman 36-0)

BAB III METODE PENELITIAN

C. Lokasi dan Waktu Penelitian

Tempat dilaksanakannya penelitian ini pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jeneponto yang berlokasi Jl. Lanto Dg.

Pasewang No. 34 Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Waktu penelitian direncanakan dalam kurung waktu kurang lebih 2 (dua) bulan lamanya.

D. Sumber Data

Sumbert data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer Menurut Sanusi (2014: 104), information preliminary adalah information yang pertama kali dicatat dan dikumpulkan

oleh peneliti. Peneliti dapat mengontrol tentang kualitas information, mengatasi kesenjangan waktu antara saat dibituhkan information tersebut dengan yang tersedia, dan peneliti lebih leluasa dalam menghubungkan masalah penelitiannya dengan kemungkinan ketersediaan information di lapangan. Dalam penelitian ini information preliminary diperoleh dari wawancara langsung kepada pihak yang kompeten dalam Analisis Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari data yang dimiliki oleh Menurut Sanusi (2014: 104), information sekunder adalah information yang sudah tersedia dan dikumpulkan oleh pihak lain. Information sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen-dokumen Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jeneponto.

E. Informan

Informan dalam penelitian ini adalah informan yang relevan. Informan tersebut terdiri dari:

1. Nama : Andi Muhammad Fatwa, SE, M.Si.Ak Jabatan : Kepala Bidang Akuntansi

Tugas : Merumuskan kebijakan teknis dan menyelenggarakan program atau kegiatan akutansi dan pelaporan pendapatan dan belanja daerah

2. Nama : Basriadi, SE

Jabatan : Kepala Sub Bidang bina entitas akunntasi

Tugas : Pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas akutansi dan pelaporan pendapatan dan belanja daerah

21

F. Metode Pengumpulan Data

Menurut Faridah (2015), Dalam penelitian kualitatif menggunakan tiga teknik pengumpulan informati, yaitu:

1. Observasi

Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Menurut Sutopo (2010), teknik observasi digunakan untuk menggali information yang berupa peristiwa, tempat, lokasi, dan benda, serta rekaman gambar.

2. Wawancara

Dalam penelitian ini wawancara memegang peran penting karena di gunakan untuk mengumpulkan data dan memperoleh informasi. Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dan seseorang lainnya memberikan informasi (Noerdiawan, 2010: 180).

Pemilihan informan dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan teori yang dikaji dalam penelitian ini, serta telah berinteraksi secara langsung dengan aparat pemerintah yang bertugas mengelola keuangan. Sebelum dilangsungkan wawancara, Untuk menghindari kehilangan informasi, maka peneliti meminta ijin kepada informan untuk menggunakan alat perekam.

3. Dokumentasi

Dalam penelitian ini dokumentasi tertuju pada bagian keuangan sebagai tempat penelitian. Dalam penelitian ini dokumen yang digunakan adalah laporan dan catatan penting yang dimiliki Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jeneponto.

G. Metode Analisis Data

Analisis informasi adalah Komposisi mencari dan menyusun secara sistematis informasi yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sengan cara mengorganisasikan information sintetis, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan mana yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.

Menurut Faridah (2015), Pada penelitian ini tahap-tahap analisis information dilakukan sebagai berikut:

1. Mengorganisir Data

Peneliti mendapatkan informasi langsung dari subjek melalui wawancara tidak terstruktur, artinya informasi diperoleh dengan wawancara langsung tanpa memberikan draft pertanyaan pada objek wawancara. Setelah melakukan wawancara, analisis informasi dimulai dengan membuat transkrip hasil wawancara, dengan cara memutar kembali rekaman hasil wawancara, mendengarkan dengan seksama, kemudian menuliskan individualized organization customized structure yang didengar sesuai dengan apa yang ada direkaman tersebut Hal ini dilakukan agar peneliti mengerti benar informasi atau hasil yang telah didapatkan.

2. Penyederhanaan Data

Setelah informati diorganisir, kemudian informasi yang didapatkan disederhanakan dalam bentuk pengurangan informasi yaitu membuang atau mengurangi informasi yang tidak penting sehingga informasi yang terpilih dapat di compositions ke langkah selanjutnya.

23

3. Proses Analisis Data

Analisis informatsi dilakukan pada saat pengumpulan informasi berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan informasi dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban wawancara. Apabila jawaban tersebut belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahap tertentu sampai diperoleh informati yang dianggap kredibel.

4. Hasil Interprestasi

Hasil interprestasi diperoleh dari hasil pemahaman coding informasi pada penelitian ini kemudian dikaitkan dengan teori yang ada sehingga interprestasi tidak bersifat predisposition tetapi dapat dijelaskan oleh teori tersebut. Dalam melakukan interprestasi, penelitian ini juga tidak terlepas dari kejadian yang ada pada setting penelitian.

24

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Badan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Kabupaten Jeneponto

Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah dibentuk dan disahkan menjadi salah satu SKPD di Kabupaten Jeneponto pada Tanggal 03 Agustus 2009. BPKAD merupakan gabungan dari 2 ( dua ) organisasi yang sudah ada sebelumnya , yaitu Bagian Keuangan Sekretariat Daerah dan Dinas Pendapatan Daerah dengan nama DPPKAD ( Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah ), Kemudian pada pembentukan OPD baru yaitu pada Tahun Anggaran 2017. Bidang Pendapatan menjadi SKPD baru dengan nama Badan Pendapatan Daerah sehingga DPPKAD berubah menjadi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD ).

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jeneponto dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Jeneponto Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Jeneponto yang selanjutnya dalam Peraturan Bupati Jeneponto Nomor 45 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jeneponto.

25

2. Visi dan Misi Badan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Kabupaten Jeneponto

a) Visi

Visi adalah gambaran abstrak, merupakan impian, bayangan yang syarat akan cita-cita dan citra yang ingin diwujudkan dimasa depan yang merupakan pandangan jauh kedepan, kemana dan bagaimana suatu organisasi/unit kerja harus dibawa agar dapat eksis antipatif, inovatif dan produktif untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam artian bahwa visi sebagai suatu pernyataan yang merupakan ungkapan dari nilai, arah dan komitmen serta memiliki daya tarik yang dapat diyakini sebagai pengarah dalam pelaksanaan aktivitas dalam pencapaian tujuan organisasi.

Sebagai penguatan organisasi atau unit kerja dan mengoptimalkan kinerja organisasinya maka dirumuskan visi Dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah kabupaten jeneponto “mewujudkan peningkatan pendapatan dan pengelolaan keuangan dan aset daerah melalui peningkatan pelayanan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menyelenggarakan pemerintah daerah”

b) Misi

Organisasi yang dibentuk selalu mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu guna mempertahankan keberadaannya ditetapkan misi yang merupakan penyataan tujuan dan sasaran apa yang ingin dicapai organisasi yang bersangkutan. Miasi yang ditetapkan ini menjadi tuntunan bagi manajemen dalam menjalankan

organisasinya. Penetapan misi merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan guna mengarahkan operasional kegiatan menuju sasaran- sasaran yang telah ditentukan melalui strategi yang dipilih.

Mengacu pada visi yang telah ditetapkan, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Jeneponto menjabarkan kedalam misi yang harus dilaksanakan yang selanjutnya dijabarkan kedalam tujuan dan sasaran-sasaran organisasi yang harus dicapai oleh segenap jajaran manajemen. Berkaitan dengan hal tersebut Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Jeneponto telah merumuskan misi sebagai berikut:

1. Meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pengelolaan keuangan dan aset daerah.

2. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparat pengelola pendapatan pengelola keuangan dan aset daerah.

3. Meningkatkan sarana dan prasarana pengelola pendapatan, pengelola keuangan dan aset daerah.

3. Sumber Daya Badan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Kabupaten Jeneponto

Tabel 4. 1 Jumlah Pegawai No. Tingkat

Pendidikan

Jumlah Pegawai Jumlah Laki-laki Perempuan

27

Tabel diatas merupakan daftar nama-nama pegawai/staf BPKAD Kabupaten Jeneponto yang bekerja di bidang masing-masing yang dimana jumlah pegawai laki-laki 16 orang dan staf laki-laki 10 orang.

Begitu pula dengan pegawai perempuan 6 orang dan staf perempuan 7 orang, jadi total jumlah pegawai dan staf Badan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD kabupaten sebanyak 39 orang.

4. Struktur Organisasi

Tabel 4. 2. STRUKTUR ORGANISASI BPKAD

...

KEPALA BADAN

SEKERTARIS

KASUBAG UMUM & KEPEGAWAIAN

KASUBAK PERENCANAAN

5. Job Description

a. Kepala Badan

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah merupakan unsur penunjang urusan pemerintahan yang melaksanakan fungsi penunjang keuangan, oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah’

b. Sekretaris

Sekretariat secara umum memiliki tugas membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan dalam melaksanakan pengelolaan kesekretariatan Badan. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Sekretariat memiliki fungsi:

1) Pengkoordinasian penyusunan program, monitoring, evaluasi dan pelaporan Badan;

2) Pengelolaan rumah tangga, tata usaha dan kepegawaian Badan;

3) Pengoordinasian penyusunan rancangan produk hukum;

4) Penyusunan kebijakan penataan organisasi Badan;

5) Pengelolaan Keuangan Badan;

6) Pengelolaan situs web Badan; dan

7) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai bidang kegiatan.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Sekretariat yang dipimpin oleh Sekretaris dan dibantu oleh:

29

1) Sub Bagian Keuangan

Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas membantu Sekretaris dalam melaksanakan pengelolaan keuangan Badan.

Untuk menyelenggarakan tugas yang dimaksud, Sub Bagian Keuangan memiliki fungsi:

a) Penatausahaan keuangan Badan;

b) Penyusunan pelaporan keuangan Badan; dan

c) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai bidang tugas

2) Sub Bagian Perencanaan

Sub Bidang Perencanaan memiliki tugas membantu Kepala Bidang Aset Daerah dalam melaksanakan analisis perencanaan barang milik daerah. Untuk menyelenggarakan tugas dimaksud, Sub Bidang Perencanaan memiliki fungsi:

a) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis analisis perencanaan kebutuhan barang milik daerah;

b) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis standarisasi barang dan harga barang;

c) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan penghapusan barang milik daerah;

d) Penyusunan laporan dan evaluasi pelaksanaan Sub Bidang Perencanaan; dan

e) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai bidang tugas.

3) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian memiliki tugas membantu Sekretaris dalam melaksanakan pengelolaan rumah tangga, tata usaha dan kepegawaian Badan. Untuk menyelenggarakan sebagaimana dimaksud, Sub Bagian Umum dan Kepegawaian memiliki fungsi:

a) Pengelolaan rumah tangga dan tata usaha Badan;

b) Pengelolaan barang/jasa Badan;

c) Penyiapan bahan rancangan produk hukum;

d) Penyiapan bahan penyusunan kebijakan penataan organisasi Badan;

e) layanan pengelolaan administrasi kepegawaian Badan; dan f) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai

dengan bidang tugas.

c. Bidang Anggaran

Bidang Anggaran memiliki tugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan pengkoordinasian penyusunan rancangan anggaran daerah. Untuk menyelenggarakan, Bidang Anggaran memiliki fungsi:

1) Pelaksanaan pengkoordinasian penyusunan analisa kebijakan anggaran daerah;

2) pelaksanaan pengkoordinasian penyusunan rancangan anggaran PPKD dan pembiayaan;

3) pelaksanaan pengkoordinasian rancangan anggaran pendapatan daerah;

31

4) pelaksanaan pengkoordinasian rancangan rancangan anggaran belanja daerah;

5) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan Bidang Anggaran; dan

6) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bidang Anggaran yang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang dan dibantu oleh:

1) Sub Bidang Perencanaan Anggaran 2) Sub Bidang Pengendalian Anggaran d. Bidang Perbendaharaan

Bidang Perbendaharaan memiliki tugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan pengelolaaan perbendaharaan.

Untuk menyelenggarakan, Bidang Perbendaharaan memiliki fungsi:

1) Pengelolaan kas daerah;

2) Pengelolaan belanja tidak langsung belanja pegawai;

3) Pengelolaan anggaran PPKD;

4) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan Bidang Perbendaharaan; dan

5) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan pimpinan sesuai bidang tugas.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bidang Perbendaharaan yang dipimpin oleh Kepala Bidang dan dibantu oleh:

1) Sub Bidang Pengelolaan Kas 2) Sub Bidang Belanja

e. Bidang Akuntansi

Bidang Akuntansi dan Teknologi memiliki tugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan akuntansi dan teknologi pelaporan keuangan daerah. Untuk menyelenggarakan, Bidang Akuntansi dan Teknologi Informasi memiliki fungsi:

pengelolaan akuntansi keuangan daerah;

pengelolaan pelaporan keuangan daerah; dan

1) Pengelolaan sistem informasi akuntansi dan pelaporan keuangan daerah; Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan 2) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan Bidang

Akuntansi

3) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai bidang tugas.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bidang Akuntansi dan Teknologi Informasi yang dipimpin oleh Kepala Bidang dan dibantu oleh:

1. Sub Bidang Analisis Pencatatan Transaksi 2. Sub Bidang Bina Entitas Akuntansi

f. Bidang Aset Daerah

Bidang Aset Daerah memiliki tugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan pengelolaan barang daerah. Untuk menyelenggarakan, Bidang Aset Daerah memiliki fungsi:

33

1) Penyusunan bahan perumusan kebijakan analisis perencanaan barang milik daerah;

2) Penyusunan bahan perumusan kebijakan penatausahaan barang milik daerah;

3) Penyusunan bahan perumusan kebijakan pengamanan dan pemanfaatan barang milik daerah;

4) Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan penyusunan pelaporan Bidang Aset Daerah; dan

5) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai bidang tugas.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bidang Aset Daerah yang dipimpin oleh Kepala Bidang dan dibantu oleh:

1) Sub Bidang Inventarisasi Barang Daerah 2) Sub Bidang Pemanfaatan Barang Daerah

B. Hasil Penelitian

Badan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Kabupaten Jeneponto dalam pelaporan keuangan saat ini telah berpedoman pada Pemendagri No 77 tahun 2020 dengan melaksanakan tata usaha keuangan daerah dengan pedoman Sistem dan Prosedur Penatausahaan dan Akuntansi, Pelaporan dan Pertanggungjawaban keuangan daerah yang terdiri dari Laporan Arus kas, Laporan Realisasi/Perhitungan APBD, Neraca dan Perhitungan Anggaran

Sistem akuntansi keuangan daerah Kabupaten Jeneponto (SIMAKDA) dibangun dengan memanfaatkan sistem informasi termutakhir sehingga

mampu secara efektif membantu kerja aparatur sipil negara dan mempercepat proses penerapan kebijakan dalam pengelolaan keuangan daerah yang bermuara kepada peningkatan kinerja pemerintah daerah secara langsung.

“yang jelas SIMAKDA itu sebuah aplikasi komputer untuk mengolah transaksi keuangan daerah, SIMAKDA itu adalah sistem informasi yang dapat digunakan oleh satuan kerja perangkat keuangan daerah dalam mengelola keuangan sesuai dengan kewenangangannya.

Sistem ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.

77 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.”

Sesuai dengan pengertian SIMAKDA adalah Sistem informasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan, baik ditingkat provinsi, kabupaten, maupun kota dengan mengikuti kaidah undang-undang dan peraturan. Terutama standar akuntansi pemerintahan yang dikuatkan dengan Premendagri No. 64 Tahun 2013 Tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pada Pemerintahan Daerah yang lebih mengkhususkan kepada identifikasi, pencatatan, pengukuran, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi dan kejadian keuangan, penyajian laporan serta interpretasi atas hasil laporan keuangan tersebut.

“Tujuan diterapkannya SIMAKDA keuangan ini untuk membantu pengolahan data keuangan, mempercepat proses penyusunan laporan keuangan menjadi lebih mudah dengan adanya sistem ini, SIMAKDA keuangan ini juga mempermudah proses penyajian RKA, DPA, dan SPD, data tinggal diinput dan otomatis akan terolah sendiri”

Wawancara diatas menunjukkan bahwa staf BPKAD Kabupaten Jeneponto telah mengetahui secara umum tujan dari penerapan SIMAKDA keuangan.

Penerapan SIMAKDA Keuangan yang dilakukan oleh pemerintah

35

Kabupaten Jeneponto khususnya oleh BPKAD Kabupaten Jeneponto tentunya tidak lepas dari prakondisi yang menjadi faktor pendukungnya. Dari hasil penelitian, berbagai faktor pendukung yang dimiliki untuk menerapkan SIMAKDA keuangan pada BPKAD Jeneponto adalah sebagai berikut:

1. Komunikasi

Penerapan akan berjalan efektif apabila ukuran- ukuran dan tujuan-tujuan penerapan dipahami oleh individu yang bertanggung jawab dalam pencapaian tujuan kebijakan, dalam hal ini kebijakan penerapan SIMAKDA Keuangan. Kejelasan ukuran dan tujuan dengan demikian perlu dikomunikasikan secara tepat dengan para pelaksana. Hal ini dapat dilihat pada wawancara dengan pegawai BPKAD, berikut kutipannya :

“Kalau komunikasi antara operator simakda dan pemda sangat baik karena staff simakda berkantor di kantor bupati jadi semua bendahara opd dan pejabat instansi bisa konsultasi dan layanan simakda 24 jam lewat chat atau telepon via wa.”

Wawancara diatas menunjukkan bahwa komunikasi telah aktif dilaksanakan, hal tersebut tentunya tidak lepas dari keaktifan para pegawai untuk menggali sumber informasi yang memadai.

2. Sumber daya Manusia

Faktor penting lain yang menjadi penentu keberhasilan penerapan suatu kebijakan yaitu upaya pengembangan sumber daya manusia. Oleh Karena itu berbagai upaya telah ditempuh oleh BPKAD Kabupaten Jeneponto guna meningkatkan pemahaman dan pengetahuan SDM yang menjadi factor pendukung pelaksanaan SIMAKDA Keuangan. Hal ini tersirat dalam wawancara dengan pegawai SIMAKDA Kabupaten Jeneponto berikut:

“sebenarnya jika berbicara tentang kualitas tidak semua staf

yang memakainya contohnya diruangan ini hanya bendahara memakai SIMAKDA diruangan bawah hanya perencanaan yang memakai jadi kita tidak bisa ukur sebenarnya personilnya SIMAKDA ini hanya program pelaporan.”

Wawancara diatas menjelaskan bahwa pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jeneponto staf/pegawai tidak semua menggunakan SIMAKDA melainkan hanya staf-staf bagian tertentu saja yang menggunakannya.

3. Struktur Birokrasi Pengawasan

Unsur yang mungkin berpengaruh terhadap suatu organisasi dalam penerapan kebijakan salah satunya adalah tingkat pengawasan hierarkis terhadap keptusan- keputusan proses pelaksana.

Menurut kerangka konseptual Akuntansi Pemerintahan, pelaporan keuangan pemerintah daerah seharusnya menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik keputusan ekonomi, social, maupun politik dengan

1. Menyediakan informasi tentang sumber, alokasi dan penggunaan sumber daya keuangan

2. Menyediakan informasi mengenai kecukupan penerimaan periode berjalan untuk membiayai seluruh pengeluaran

3. Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan entitas pelaporan serta hasil- hasil yang telah di capai

4. Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas pelaporan mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kasnya

Secara spesifik. Tujuan laporan keuangan pemda adalah untk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk

37

menunjukkan akuntabilitas entitas pelaporan atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya, dengan:

a) Menyediakan informasi mengenai posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas pemda

b) Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas pemda

c) Menydiakan informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan dan sumber daya ekonomi

d) Menyediakan informasi mengenai potensi pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan kegiatan pemerintah

Salah satu informan pegawai staf Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jeneponto menyatakan bahwa:

“Pengelolaan keuangan di tempat ini memiliki tujuan utama yakni agar seluruh proses penyusunan keuangan daerah berjalan semaksimal mungkin dapat menunjukkan latar belakang pengambilan keputusan dalam penetapan arah kebijakan umum, skala prioritas dan penetapan alokasi”.

Adapula informan lain pegawai staf Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jeneponto pendapatnya yaitu:

“Menurut saya tujuan pengelolaan keuangan daerah di tempat ini yaitu untuk mempertajam esensi sistem penyelenggaraan”

Wawancara diatas menunjukkan bahwa Daerah Kabupaten Jeneponto dalam pengelolaan keuangan berjalan cukup baik sehingga penerapnnya dapat terlaksana dengan baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam pengelolaan keuangan daerah disusun sesuai kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan kemampuan pendapatan daerah.

C. Pembahasan

Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jeneponto melakukan penyusunan Neraca awal yang akan digunakan sebagai titik tolak pelaksanaan Sistem Keuangan daerah. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jeneponto dalam pelaporan keuangan saat ini telah berpedoman pada Pemendagri No 77 tahun 2020 dengan melaksanakan tata usaha keuangan daerah dengan pedoman Sistem dan Prosedur Penatausahaan dan Akuntansi, Pelaporan dan Pertanggungjawaban keuangan daerah yang terdiri dari Laporan Arus kas, Laporan Realisasi/Perhitungan APBD, Neraca dan Perhitungan Anggaran.

Berdasarkan hasil inventarisasi baik Aset atau Harta daerah, Hutang, Piutang, investasi bahkan kas dan persediaan ini Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jeneponto menyusun Neraca Awal. Setelah Neraca Awal tersusun Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Jeneponto menerapkan sistem akuntansi keuangan daerah dengan menggunakan komputerisasi. Sehingga setiap transaksi yang sudah terjadi dicatat sesuai dengan metode pencatatan yang digunakan dalam sistem akuntansi keuangan daerah. Semua tahap siklus telah dijalankan dengan baik. Begitu juga dengan kelengkapan item laporan keuangannya telah sesuai dengan ketentuan Laporan keuangan SKPD yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas laporan keuangan. Dibawah ini adalah Siklus Keuangan Daerah:

39

Gambar 4. 1 Flowcart Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Sumber: BKAD Kabupaten Jeneponto

Tabel 4. 1 Siklus Keuangan Daerah

Sumber: BKAD Kabupaten Jeneponto

PENUSUNAN ANGGARAN

PENELAAHAN OTORITAS KREDIT ANGGRAN PENERIMAAN

PENDAPATAN PELAKSANAAN BELANJA

OPRASIONALA DAN BELANJA MODAL PEMBUKUAN DAN

PERHITUNGAN PELAPORAN (PERHITUNGAN REALISASI ANGGARAN)

Siklus Keuangan Daerah

1.

Siklus keuangan daerah dimulai dengan penyusunan anggaran.

Penyusunan Anggaran dimulai dengan menganalisis Laporan Pertanggungjawaban tahun lalu yang menghasilkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). RAPBD akan dibahas dengan DPRD dan menjadi Perda APBD.

2.

Untuk merealisasi pelaksanaan APBD, maka dibuat Otorisasi Kredit Anggaran (OKA), Lembaran Kerja (LK) dan Petunjuk Operasional (PO) Penyusunan OKA ini dilakukan oleh Unit Anggaran dengan Saruan kerja berdasarkan usulan OKA, LK dan PO yang disampaikan oleh Satuan Kerja. OKA, LK, dan PO selanjutnya disahkan oleh Kepala Unit Anggaran.

3.

Satuan Kerja melakukan pemungutan pendapatan dan melakukan penyetoran dana ke kas daerah dengan STS dan melakukan realisasi pengeluaran dengan SPM, STS dan SPM tersebut akan menjadi dokumen sumber pembukuan pendapatan dan belanja.

4.

Unit Pembukuan akan menerima dokumen sumber pendapatan dan pengeluaran (APBD, OKA, STS, SPM) dan membukukannya secara periodik. Pada akhir tahun, Unit Pembukuan membuat Laporan

4.

Unit Pembukuan akan menerima dokumen sumber pendapatan dan pengeluaran (APBD, OKA, STS, SPM) dan membukukannya secara periodik. Pada akhir tahun, Unit Pembukuan membuat Laporan

Dalam dokumen SKRIPSI. Suci Rahmadani (Halaman 36-0)

Dokumen terkait