TINJAUAN PUSTAKA
1.1 Latar BelakangPenelitian
Perusahaan didirikan pada umumnya mempunyai tujuan yang hendak dicapai, sehingga guna mengoptimalkan tujuan tersebut maka dibutuhkan karyawan yang menjadi bagian aset penting bagi keberhasilan perusahaan agar dapat bertahan di tengah persaingan usaha semakin ketat dan kompetitif. Karyawan yang memiliki kinerja tinggi dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya menjadikan salah satu keuntungan dan keunggulan bagi perusahaan sehingga manajemen perusahaan perlu menjaga dan mempertahankan keberadaan karyawan yang berkinerja tinggi. Faktor yang sangat penting untuk pencapaian produktivitas yang tinggi adalah pelaksanaan kinerja dari para karyawannya, karena hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan dan kemajuan dalam pencapaian tujuan. Keberhasilan perusahaan tidak terlepas dari dukungan karyawan yang berkinerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di tengah persaingan usaha semakin ketat dan kompetitif.
Menurut Sutrisno (2011:170), Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Dengan kinerja karyawan yang tinggi maka kesempatan perusahaan untuk mencapai dan mengoptimalkan pencapaian tujuan dapat tercapai sehingga pimpinan
Penilaian kinerja juga perlu dilakukan secara periodik misalnya enam bulan atau tahunan dan berkesinambungan sehingga dapat diketahui informasi mengenai kinerja karyawan apakah mengalami kenaikan atau penurunan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari perusahaan, berikut ini disajikan data mengenai kinerja karyawan yang berlaku di JNE (Janur Nugroho Ekakurir) Medan sebagai berikut:
Berdasarkan Tabel 1.1. Dapat dilihat bahwa kinerja karyawan diukur dari 5 (lima) kriteria sebagai berikut:
1. Tingkat absensi, dimana jumlah karyawan yang tingkat absensi buruk sebanyak 16 orang (27,6%).
2. Ketepatan waktu dalam pengiriman barang, dimana jumlah karyawan yang tidak tepat waktu dalam mengirim barang kepada konsumen sebanyak 14 orang (24,1%).
3. Tingkat kesalahan dalam mengantar barang, dimana jumlah karyawan yang sering melakukan kesalahan dalam mengantar barang kepada konsumen ada sebanyak 15 orang (25,9%).
4. Tingkat kerusakan barang yang dikirim, dimana jumlah karyawan yang membuat rusak barang konsumen saat pengiriman dilakukan ada sbeanyak 13 orang (22,4%).
Jumlah
Karyawan Baik % Cukup % Buruk % 1Tingkat absensi 58 30 51.7 12 20.69 16 27.59 2Ketepatan waktu dalam pengiriman barang 58 28 48.3 16 27.59 14 24.14 3Tingkat kesalahan dalam mengantar barang 58 29 50 14 24.14 15 25.86 4Tingkat kerusakan barang yang dikirim 58 35 60.3 10 17.24 13 22.41 5Penguasaan atas jalan dan tujuan pengiriman 58 31 53.4 12 20.69 15 25.86 Sumber: JNE (Janur Nugroho Ekakurir), 2016
Keterangan Tabel 1.1
Data Kinerjs Karyawan Peruasahaan JNE Peride 2016
5. Penguasaan atas jalan dan tujuan pengiriman barang, dimana karyawan yang belum memahami dan menguasai kondisi jalan dan tujuan pengiriman barang ada sebanyak 15 orang (25,90%).
Tingkat toleransi yang ditetapkan oleh perusahaan atas kinerja karyawan dari kelima kriteria di atas rata-rata 5-10%. Sedangkan pada tabel di atas di ketahui bahwa rata-rata kinerja karyawan yang berada pada kriteria buruk sekitar 22,4 – 27,6%. Kondisi ini menunjukkan bahwa kinerja karyawan tahun 2015 buruk karena telah melebihi batas toleransi yang ditetapkan perusahaan sehingga perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pimpinan perusahaan agar dapat segera diperbaiki ke depannya dan tidak mengganggu kelangsungan perusahaan.
Budaya organisasi untuk tiap perusahaan berbeda, sehingga hal ini akan mempengaruhi karyawan dalam melakukan tugasnya untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai. Menurut Fahmi (2014:50), budaya organisasi adalah suatu kebiasaan yang telah berlangsung lama dan dipakai serta diterapkan dalam kehidupan aktivitas kerja sebagai salah satu pendorong untuk meningkatkan kualitas kerja para karyawan dan manajer perusahaan. Kegiatan di perusahaan tidak terlepas dari budaya organisasi yang terdapat di organisasi selama melakukan tugas dan tanggung jawab karyawan pada manajemen. Pada dasarnya tiap perusahaan mempunyai budaya organisasi yang berbeda-beda antara yang satu dengan lainya, hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor baik internal maupun eksternal.
Budaya organisasi di perusahaan dapat dilihat dengan rendahnya tingkat penghargaan terhadap hasil kerja yang diberikan karyawan, tidak ada rasa menghargai dari pimpinan pada karyawan berprestasi serta kurangnya hubungan komunikasi yang baik antar divisi dapat memberikan dampak negatif bagi karyawan
persepsi karyawan sehingga timbul rasa malas dalam diri karyawan untuk bekerja lebih baik lagi karena tidak adanya rasa menghargai maupun penghargaan diberikan kepada karyawan yang telah memberikan kontribusi positif bagi kemajuan perusahaan dalam menghadapi persaingan usaha semakin ketat dalam bidang pengiriman barang atau kurir. Kondisi demikian dapat mempengaruhi kinerja karyawan secara signifikan, seperti karyawan sering datang terlambat, pulang cepat, menunda pekerjaan, absensi dan sebagainya.
Tabel 1.2
Hasil prapenelitian Mengenai Budaya Organisasi Karyawan Perusahaan JNE
(Janur Nugraha Ekakurir) Medan
No Dimensi Pertanyaan Frekuensi Jawaban (Orang)
Ya Tidak Tidak Menjawab
1 Adaptasi Ekternal Mampu untuk mengetahui tujuan dari organisasi 20 30 8 2 Integrasi Internal Mampu untuk mengetahui batasan dalam kelompok 15 38 5 3 Asumsi-asumsi dasar Mampu untuk mengetahui hubungan dengan lingkungan 24 31 3
Sumber: Survey Prapenelitian, 2016
Dari hasil survey pra penelitian terhadap 58 pegawai, dapat dilihat bahwa
dimensibudaya organisasi, adaptasi eksternal, integrasi internal dan asumsi-asumsidasar masih belum memenuhi harapan. Kondisi ini tentunya perlu dilakukan langkah-langkah agar budaya organisasi mampu meningkatkan kinerja pegawai.
Menurut Eko (2015:187), motivasi adalah kekuatan yang ada dalam seseorang, yang mendorong perilakunya untuk melakukan tindakan. Besarnya intensitas kekuatan dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tugas atau mencapai sasaran memperlihatkan sejauh mana tingkat motivasinya.Sementara itu, di sisi lain motivasi merupakan pendorong seseorang untuk melakukan aktivitas dan merupakankekuatan yang ada pada diri orang tersebut. Motivasi kerja pegawai dalam suatu organisasi dapatdianggap sederhana dan dapat pula menjadi masalah yang kompleks, karena pada dasarnyamanusia mudah untuk dimotivasi dengan memberikan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. Tiap individu mempunyai motivasi yang berbeda-beda dalam melakukan suatu tindakan untuk mencapai tujuannya, semakin besar motivasi dimiliki maka semakin kuat untuk melakukan dan menyelesaikan tindakan atau kegiatan. Untuk itu, bila individu mempunyai motivasi yang jelas dan nyata maka akan lebih mudah diarahkan dalam mematuhi aturan kerja yang berlaku diperusahaan.
Dengan adanya motivasi yang kuat dalam diri karyawan, maka akan timbul kesadaran dan keinginan untuk dapat menyelesaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya sehingga diharapkan dapat memberikan kinerja yang maksimal bagi kepentingan dan kemajuan perusahaan.
Pada dasarnya banyak indikator yang mempengaruhi kinerja karyawan suatu organisasi, misalnya efektifvitas, efisiensi, mutu dan lainnya. Karyawan yang berkinerja tinggi akan mengutamakan hasil kerja yang bermutu atau berkualitas sehingga pencapaian tujuan dapat dioptimalkan sedemikian rupa. Selain itu, dengan kinerja karyawan yang tinggi, maka karyawan dapat menyelesaikan tugas yang
penggunaan waktu yang tersedia sebaik mungkin karyawan akan berusaha untuk melakukan dan menyelesaikan tugas tersebut sebaik mungkin dan memberikan kinerja yang maksimal bagi kemajuan dan kelangsungan perusahaan.
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan JNE yang bergerak di bidang pengiriman barang kepada konsumen sesuai dengan alamat dan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan kegiatannya, karyawan melakukan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan yang diberikan. Akan tetapi pada pelaksanaan dilapangan, sering dijumpai bahwa kondisi budaya organisasi di perusahaan diketahui masih adanya sikap dari atasan yang tidak menghargai usaha dan kerja keras dari karyawan yang sudah melakukan tugasnya dengan sebaik mungkin. Selain itu, budaya organisasi yang ada di perusahaan diketahui adanya sikap saling melempar tanggung jawab antara atasan dengan karyawan maupun antar karyawan pada saat melakukan tugasnya, sehingga kondisi ini cenderung dapat menimbulkan perselisihan atau pertengkaran antara kedua pihak.
Dengan kondisi budaya organisasi di perusahaan yang kurang baik dapat menimbulkan dampak buruk bagi karyawan sehingga hal ini dapat mempengaruhi kemalasan atau tidak semangat dalam diri karyawan untuk kedepannya dalam melakukan tugasnya dan hal ini dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kinerja karyawan.
Tabel 1.3 Hasil prapenelitian
Mengenai Motivasi Karyawan Perusahaan JNE (Janur Nugraha Ekakurir) Medan
No Dimensi Pertanyaan Frekuensi Jawaban (Orang) ya tidak Tidak menjawab 1 Existence
Needs
Merasa kehidupannya terjamin
20 32 6
2 Related Needs Memiliki hubungan komunikasi yang baik
dengan rekan kerja
16 34 8
3 Growth Needs Merasa pekerjaan yang dilakukan dihargai oleh
atasannya
12 35 11
Sumber: Prapenelitian, 2016
Dari hasil survey pra penelitian terhadap 58 pegawai, dapat dilihat bahwa dimensi motivasi, Existence Needs, Related Needs dan Growth Needsmasih belum memenuhi harapan. Kondisi ini tentunya perlu dilakukan langkah-langkah
agar motivasi mampu meningkatkan kinerja pegawai.
Karyawan mempunyai motivasi yang berbeda-beda dalam melakukan tugas di perusahaan baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. Ada sebagian karyawan yang bekerja diperusahaan karena didasarkan motivasi intrinsik seperti kebutuhan, harapan dan minat untuk bekerja. Guna mencapai tujuan tersebut, maka karyawan berupaya bekerja dengan sebaik-baiknya agar dapat memenuhi kebutuhan hidup baik untuk kepentingan keluarga maupun pribadi. Sedangkan, motivasi ekstrinsik dapat berupa dorongan dari kebutuhan keluarga, penghasilan tambahan, lingkungan di sekitarnya dan imbalan gaji yang akan diterima dari perusahaan. Motivasi ekstrinsik di atas juga dapat berkaitan dengan keinginan untuk mendapatkan pengalamanan, pengetahuan dan aktualisasi diri di lingkungan kerja sehingga untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan tersebut maka karyawan akan melakukan tugas yang menjadi
tanggung jawabnya sesuai dengan dekripsi pekerjaan yang telah ditetapkan oleh perusahaan untuk hasil yang optimal.
Karyawan yang memiliki motivasi kerja yang kuat dalam dirinya, maka akan berupa untuk melakukan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin. Hal ini disebabkan karena ada motivasi yang kuat yang menjadi pendorong semangat karyawan untuk melakukan tiap tugasnya bagi kepentingan dan kemajuan perusahaan. Sebaliknya, karyawan yang kurang memiliki motivasi kuat dalam dirinya, menjadi tidak bersemangat dalam melakukan tugasnya sehingga kondisi ini berpengaruh pada penurunan kinerja karyawan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Adanya perbedaan motivasi bagi tiap karyawan bekerja di perusahaan, maka kondisi ini akan mempengaruhi kinerja karyawan. Karyawan yang berkeluarga dan memiliki tanggungan lebih rajin bekerja dan hadir tepat waktu di perusahaan sehingga dapat terhindar dari sanksi yang dapat berdampak pada pengurangan penghasilan (seperti potongan uang makan, transport atau uang kerajinan). Sedangkan sebagian karyawan yang belum berkeluarga terkadang memiliki persepsi bahwa keterlambatan jam kerja atau tidak masuk kerja bukan merupakan hal besar karena karyawan tersebut belum memiliki tanggungan sehingga potongan yang dilakukan baik pada uang makan atau uang transport tidak berpengaruh besar pada diri karyawan tersebut.
Fenomena motivasi terhadap kinerja karyawan adalah kurangnya kesadaran karyawan itu sendiri untuk lebih memotivasi dirinya agar bekerja sesuai dengan target yang diinginkan perusahaan.Hal tersebut bisa menyebabkan menurunnya pelayanan kepadastakeholder, tertundanya penyelesaian pekerjaan dan bisa
mengurangi penghasilan karena adanyapotongan absen yang pada akhirnya akan menurunkan kinerjanya.
Berdasarkan penjelasan pada latar belakang penelitian tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan pada Perusahaan JNE (Janur Nugroho Ekakurir) Medan”.