BAB IV SIFAT KELENGKAPAN BILANGAN REAL
D. Latihan 4
1. Misalkan π1 = { π₯ β π | π₯ β₯ 4}. Tunjukkan secara cermat bahwa π1 memiliki batas bawah dan tidak memiliki bats atas. Tunjukkan bahwa πππ π1 = 1.
2. Misalkan π2 = { π₯ β π | π₯ > 4}. Apakah π2 memiliki batas bawah?
Apakah π2 memiliki batas atas? Apakah π π’π π2 ada? Apakah πππ π2 ada? Buktikan pernyataan saudara.
3. Misalkan π3 = {
1n | π ο π }. Tunjukkan bahwa π π’π π3 = 1 dan πππ π3 β₯ 0.
4. Misalkan π4 = { n
)n
1 (
1β β | π ο π}. Tentukan π π’π π4 dan πππ π4. 5. Misalkan π subset yang tidak kosong dari π dan terbatas di
bawah. Buktikan bahwa πππ π = βπ π’π {βπ |π οπ }.
6. Jika π subset dari π yang memuat batas atasnya sendiri, maka tunjukkan batas atas tersebut merupakan π π’π π.
7. Misalkan π ο π dan π οΉο, tunjukkan π’ β π batas atas dari π merupakan π π’πππππ’π π jika dan hanya jika untuk setiap π‘ β π dan π‘ > π’ maka π‘ ο π.
8. Misalkan π ο π dan π οΉο. Tunjukkan bahwa jika π’ = π π’π π, maka untuk setiap π ο π, π’ β 1/π bukan batas atas S, tetapi π’ + 1/π batas atas dari π.
9. Jika π π’π π = πππ π. Apakah yang dapat dikatakan tentang π?
10. Tunjukkan jika π΄ dan π΅ subset π dan terbatas, maka π΄ ο π΅ terbatas. Tunjukkan bahwa π π’π (π΄ ο π΅) = π π’π {π π’π π΄, π π’π π΅ }
54 | Bab IV Sifat Kelengkapan Bilangan Real
11. π adalah terbatas di π , dan π0ο π dan π0οΉο. Tunjukkan bahwa πππ π β€ πππ π0 β€ π π’π π0 β€ π π’π π.
12. Misalkan π ο π dan π β = π π’π π termuat di π. Jika π’ ο π, tunjukkan bahwa π π’π (π ο {π’} ) = π π’π (π β, π’)
13. Tunjukkan himpunan π ο π yang finit dan tidak kosong memuat supremum dan infimumnya. [Petunjuk: ππ’πππππ ππππ’ππ π]
14. Misalkan π ο π dan π οΉο, tunjukkan π€ merupakan πππ π jika dan hanya jika π€ memenuhi:(π) π€ β€ π ,ο’π β π dan (ii) jika π€ < π§ maka ada π β β π sedemikian hingga π β < π§.
15. Misalkan π ο π dan π οΉο, tunjukkan bahwa π€ batas bawah dari π merupakan inf π jika dan hanya jika untuk setiap ο₯> 0 terdapat π π β π sedemikian hingga π π < π€ + ο₯.
BAB V
BEBERAPA KONSEKUENSI AKSIOMA KELENGKAPAN A. Definisi dan Terminologi
Pengembangan dari aksioma kelengkapan ini dimulai pada akhir abad XIX. Sehingga melahirkan beberapa konsekuensi dari aksioma kelengkapan ini diantaranya adalah supremum dan infimum suatu himpunan memenuhi sifat aljabar. Ketunggalan supremum dan infimum suatu himpunan. Ketidak terbatasan bilangan Asli akibat dari sifat Archimedes. Eksistensi ο2 dalam π . Kepadatan bilangan rasional dan irasional dalam π . Sifat kelengkapan equivalen dengan π ππππ‘ π·πππππππβπ .
Definisi A.5.1: Misalkan π ο π , π ο π dan π β π maka (i) β π = { βπ | π β π }
(ii) π + π = { π + π‘ | π ο π, π‘ β π } (iii) π + π = { π + π | π β π } (iv) π π = { ππ | π β π }
Definisi A.5.2: Misalkan π ο π , dan π fungsi yang bernilai real maka π(π) = { π(π₯) | π₯ β π }.
B. Beberapa Teorema
Teorema B.5.1: Misalkan π ο π dan π οΉ Γ, (i) jika π terbatas di atas maka π π’π π tunggal.
(ii) jika π terbatas di bawah maka πππ π tunggal.
Bukti:
56 | Bab V Beberapa Konsekuensi Aksioma Kelengkapan
(i) π terbatas di atas maka π memiliki supremum Akan dibuktikan π π’π π tunggal.
Katakan π’ dan π’β masing-masing π π’π π π’ = π π’π π maka π’ merupakan batas atas π π’β = π π’π π maka π’β merupakan batas atas π
π’ = π π’π π dan π’β batas atas π maka π’ ο£ π’β (5.1) π’β = π π’π π dan π’ batas atas π maka π’β ο£ π’ (5.2) dari (5.1) dan (5.2) diperoleh π’ = π’β
(ii) π terbatas di bawah maka π memiliki infimum Akan dibuktikan infimum π tunggal
Misalkan π€ dan π€β infimum dari π
π€ = πππ π maka π€ merupakan batas bawah π π€β = πππ π maka π€β merupakan batas bawah π
π€ = πππ π dan π€β batas bawah π maka π€β ο£ π€ (5.3) π€β = πππ π dan π€ batas bawah π maka π€ ο£ π€β (5.4) dari (5.3) dan (5.4) diperoleh π€ = π€β
Teorema B.5.2: Misalkan π ο π dan π οΉο, dan π terbatas maka:
(i) πππ π = β π π’π β π (ii) π π’π π = β πππ β π Bukti:
(i) π€ = πππ π maka π€ β€ π ,ο’π β π dari π€ β€ π maka βπ β€ βπ€,ο’ π β π
Akibatnya βw merupakan batas atas βπ (5.5) π€ = πππ π maka ο₯ > 0 ada π β β π sedemikian hingga π€ + ο₯> π β
π€ + ο₯ > π β maka β π β > βπ€ β ο₯
sehingga untuk ο₯ > 0 ada βπ β ο π sedemikian hingga
β π β > βπ€ β ο₯ (5.6)
dari (5.5)dan (5.6) diperoleh β π€ = π π’π β π atau π€ = β π π’π β π Jadi πππ π = βπ π’π β π
(ii) Bukti sebagai latihan
Teorema B.5.3: Misalkan π ο π , π ο π dan terbatas maka (i) π π’π (π + π) = π π’π π + π π’π π
(ii) πππ (π + π) = πππ π + πππ π Bukti:
(i) Misalkan π₯ = π π’π π dan π¦ = π π’π π π₯ = π π’π π maka π β€ π₯,ο’π β π π¦ = π π’π π maka π‘ β€ π¦,ο’π‘ ο π
(π + π‘ ) β€ (π₯ + π¦),ο’(π + π‘) β π + π
sehingga π₯ + π¦ batas atas π + π (5.7) Ambil sebarang ο₯ > 0 maka π2> 0
Karena π₯ = π π’π π maka ada π β β π sedemikian hingga π β > π₯ β
2
ο₯
Karena π¦ = π π’π π maka ada π‘β β π sedemikian hingga π‘β > π¦ β
ο₯ 2 sehingga π β + π‘β > π₯ + π¦ β ο₯ (5.8)
dari (5.7) dan (5.8) diperoleh π₯ + π¦ = π π’π (π + π) jadi sup (π + π) = π π’π π + π π’π π
(ii) Bukti sebagai latihan
58 | Bab V Beberapa Konsekuensi Aksioma Kelengkapan
Teorema B.5.4: Misalkan π ο π terbatas dan π ο π maka (i) π π’π (π + π) = π + π π’π π
(ii) πππ (π + π) = π + πππ π Bukti :
(i) π’ = π π’π π maka π β€ π’,ο’π β π
Sehingga π β π maka π + π β€ π + π’,ο’π β π
Berarti π + π’ batas atas dari π + π (5.9) Akibatnya π π’π (π + π) β€ π + π’
Misalkan v batas atas lain dari π + π maka π + π β€ π£,ο’ π β π Sehingga π β€ π£ β π,ο’π β π
Karena π’ = π π’π π maka π’ β€ π£ β π atau π + π’ β€ π£ Berarti π + π’ β€ π£ dan π£ batas atas π + π (5.10)
Dari (5.9)dan (5.10) diperoleh π π’π (π + π) = π + π’ = π + π π’π π (ii) Bukti (ii) analog (i), sebagai latihan
Teorema B.5.5: Misalkan π ο π terbatas dan π β₯ 0 maka (i) π π’π (ππ) = π π π’π π
(ii) πππ (ππ) = π πππ π Bukti:
(i) Jika π = 0 maka π π’π ππ = π π’π {0} = 0 = 0 π π’π π Jika π > 0, misalkan π’ = π π’π π maka π β€ π’,ο’π β π Sehingga ππ β€ ππ’, ο’π β π atau π π β€ π π’, ο’ ππ β ππ Berarti ππ’ batas atas dari ππ (5.11) Ambil sebarang ο₯ > 0 maka ο₯
π > 0
Karena π’ = π π’π π maka ada π β β π sedemikian hingga π β > π’ β
π
Sehingga ππ β > π π’ β ο₯
Akibatnya untuk sebarang ο₯οΎ 0 terdapat ππ β β π sedemikian hingga ππ β > ππ’ β ο₯ (5.12)
Dari (5.11) πππ (5.12) diperoleh ππ’ = π π’π ππ Jadi π π’π ππ = π π π’π π
(ii) Bukti sebagai latihan
Teorema B.5.6: Misalkan π ο π terbatas dan π β€ 0 maka (i) π π’π (ππ) = π πππ π
(ii) πππ (ππ) = π π π’π π Bukti:
(i) Jika π = 0 maka sup ππ = π π’π {0} = 0 = 0 πππ π Jika π < 0, misalkan π€ = πππ π maka π€ β€ π , ο’π β π dan ππ β€ ππ€, ο’ππ β ππ
berarti ππ€ batas atas dari ππ (5.13) Ambil sebarang ο₯> 0 maka ο₯
π > 0
Karena π€ = πππ π maka ada π β β π sedemikian hingga π β < π’ + ο₯
π
Sehingga ππ β > ππ€ β ο₯
Akibatnya untuk sebarang ο₯ > 0 terdapat ππ β β π sedemikian hingga ππ β > ππ€ β ο₯ (5.14)
Dari (5.13) πππ (5.14) diperoleh ππ€ = π π’π ππ Jadi π π’π ππ = π πππ π
(ii) Bukti sebagai latihan
60 | Bab V Beberapa Konsekuensi Aksioma Kelengkapan
Teorema B.5.7: (sifat Archimedes) jika π₯ β π , maka terdapat ππ₯ β π sedemikian hingga π₯ < ππ₯.
Bukti:
Akan dibuktikan dengan kontradiksi.
Andaikan konklusinya salah, maka π₯ adalah batas atas dari π.
Menurut aksioma kelengkapan π harus mempunyai supremum di π .
Misalkan π’ = π π’π π dan π’ β π ,
Karena π’ β 1 < π’ berarti ada π ο π sedemikian hingga π’ β 1 < π.
Tetapi π’ < π + 1 dan karena π + 1 β π.
Ini kontradiksi dengan π’ πππ‘ππ ππ‘ππ π.
Jadi jika π₯ β π , maka terdapat nx β π sedemikian hingga π₯ < ππ₯. Corollary B.5.8: π tak terbatas di atas
Bukti:
Andaikan π terbatas di atas.
Maka ada π₯ β π yang merupakan batas atas, yaitu π β€ π₯ , βπ β π.
Kontradiksi dengan sifat Archimedes.
Jadi π tak terbatas di atas.
Corollary B.5.9: Jika π¦, π§ β π +, maka:
(i) terdapat π β π sedemikian hingga π§ < ππ¦ (ii) terdapat π β π sedemikian hingga 0 <1
π< π¦ (iii) terdapat π β π sedemikian hingga π β 1 β€ π§ < π Bukti:
(i) Karena π¦ dan π§ bilangan real positif maka π₯ = π¦π§ > 0. Berarti ada π β π sedemikian hingga π₯ = π§
π¦< π.
Sehingga π§ < ππ¦
jelas bahwa π οΉ ο, karena π§ bilangan real positif.
Misalkan π elemen terkecil dari π.
Maka π β 1 ο π, sehingga π β 1 β€ π§ < π
Teorema B.5.10: Terdapat bilangan real positif π₯ sedemikian hingga π₯2 = 2
Bukti:
π = { π ο π |π β₯ 0, π 2 < 2 }, jelas π οΉο, sebab 12 = 1 < 2, jadi 1 β π 22 = 4 > 2, sehingga 2 batas atas dari π.
Akibatnya π terbatas di atas.
Menurut aksioma kelengkapan π harus mempunyai π π’πππππ’π.
Untuk membuktikan bahwa Terdapat bilangan real positif π₯ sedemikian hingga π₯2 = 2, cukup dibuktikan bahwa π π’π π di π .
62 | Bab V Beberapa Konsekuensi Aksioma Kelengkapan dan π¦ bilangan real dengan π₯ < π¦ maka terdapat bilangan rasional π sedemikian hingga π₯ < π < π¦.
Bukti:
Dengan tanpa mengurangi keumuman ambil sebarang π₯ > 0.
Karena π₯ < π¦ maka π¦ β π₯ > 0, sehingga 1
π¦βπ₯> 0
Dengan sifat Archimedes ada π β π sedemikian hingga 1
π¦βπ₯ < π Sehingga 1 < ππ¦ β ππ₯ atau 1 + ππ₯ < ππ¦ (5.19)
π₯ > 0 maka ππ₯ > 0
menurut πππππππππ¦ π΅. 5.9(πππ) ada π β π sedemikian hingga
π β 1 β€ ππ₯ < π
sehingga π β€ ππ₯ + 1 < π + 1 (5.20)
dari (5.19) dan (5.20) diperoleh π β€ ππ₯ + 1 < ππ¦ atau π < ππ¦ dari ππ₯ < π dan π < ππ¦ maka ππ₯ < π < ππ¦
sehingga π₯ < ππ < π¦
dengan mengambil π = ππ jelas π bilangan rasional dan memenuhi π₯ < π < π¦.
Teorema ini menunjukkan bahwa bilangan rasional padat di π (ππππ π ππ£πππ¦ π€βπππ) artinya diantara dua bilangan real berbeda ada tak hingga banyaknya bilangan rasional.
Corollary B.5.10(π ππππ‘ πππππππ‘ππ ππππππππ ππππ πππππ ππ π ): Jika π₯ dan π¦ bilangan real dengan π₯ < π¦ maka terdapat bilangan irasional π§ sedemikian hingga π₯ < π§ < π¦.
Bukti:
π₯ < π¦ maka π₯
β2< π¦
β2
Akibat dari teorema kepadatan dari dua bilangan real π₯
β2 dan π¦
β2 dan π οΉ 0.
Diperoleh π₯
β2< π < π¦
β2 sehingga π₯ < πβ2 < π¦
Dengan mengambil π§ = πο2 yang merupakan bilangan irasional maka π₯ < π§ < π¦
Teorema ini juga menunjukkan bahwa bilangan irasional padat dimana-mana.
64 | Bab V Beberapa Konsekuensi Aksioma Kelengkapan
C. Contoh-contoh
Contoh C.5.1: Misalkan π ο π , dan π dan π fungsi yang bernilai real, π(π) dan π(π) terbatas di π .
(i) Jika π(π₯) β€ π(π₯) untuk setiap π₯ β π maka π π’π π(π) β€ π π’π π(π) Misalkan π’ = π π’π π(π) maka π(π₯) β€ π’ untuk setiap π₯ β π Karena π(π₯) β€ π(π₯) maka π(π₯) β€ π(π₯) β€ π’ untuk setiap π₯ β π Sehingga π’ merupakan batas atas dari π(π)
Jadi π π’π π(π) β€ π’ = π π’π π(π)
(ii) Jika π(π₯) β€ π(π¦) untuk setiap π₯, π¦ β π maka π π’π π(π) β€ πππ π(π) Ambil π¦ β π karena π(π₯) β€ π(π¦) untuk semua π₯ β π maka π(π¦) merupakan batas atas π(π)
sehingga π π’π π(π) β€ π(π¦)
karena π π’π π(π) β€ π(π¦) untuk semua π¦ β π maka π π’π π(π) merupakan batas bawah dari π(π)
Jadi π π’π π(π) β€ πππ π(π)
Contoh C.5.2: π = { π₯ β π | 0 < π₯ < 1} dan π(π₯) = π₯2 dan π(π₯) = π₯.
Jelas bahwa π(π₯) β€ π(π₯) untuk setiap π₯ β π.
π(π) = { π(π₯) βΆ π₯ β π } = { π₯ β π | 0 < π₯ < 1}
π(π) = { π(π₯) βΆ π₯ β π } = { π₯ β π | 0 < π₯ < 1}
sehingga π π’π π(π) = 1; π π’π π(π) = 1; πππ π(π) = 0 dan πππ π(π) = 0 dapat dilihat bahwa π π’π π(π) β€ π π’π π(π) (contoh πΆ. 5.1(π) berlaku) sedangkan contoh πΆ. 5.1(ππ) tidak berlaku (mengapa?)
D. Latihan 5
1. Gunakan π ππππ‘ π΄ππβππππππ dan πππππππππ¦ π΅. 5.9(ππ) untuk membuktikan bahwa πππ {1n βΆ π β π } = 0
2. Misalkan π = { 1n β 1m| π, π β π }. Tentukan π π’π π dan πππ π.
3. Misalkan π subset yang tidak kosong dari π . Buktikan bahwa jika π’ β π memenuhi sifat:
(a) untuk setiap π β π, π’ β 1n bukan batas atas π, dan
(b) untuk setiap π β π, π’ + 1n batas atas π, maka π’ π π’π π (konvers dari latihan IV no 8)
4. Misalkan π subset yang tidak kosong dari π dan π: π β π memiliki range terbatas di π . Tunjukkan bahwa jika π β π teorema π΅. 5.4 mengimplikasikan:
(a) π π’π {π + π(π₯) | π₯ ο π } = π + π π’π {π(π₯) | π₯ β π } (b) πππ {π + π(π₯) | π₯ ο π ) = π + πππ { π(π₯) | π₯ β π }
5. Misalkan π ο π dan π οΉο, dan π dan π didefinisikan pada π dan memiliki range terbatas di π . Tunjukkan bahwa:
(a) π π’π {π(π₯) + π(π₯) | π₯ ο π } β€ π π’π { π(π₯) | π₯ ο π } + π π’π { π(π₯) | π₯ ο π }
(b) πππ { π(π₯) | π₯ ο π } + π π’π { π(π₯) | π₯ ο π } β€ πππ {π(π₯) + π(π₯) | π₯ ο π }
berikan contoh bahwa setiap ketidaksamaan dapat sama atau ketidaksamaan kuat.
6. Misalkan π = π = { π₯ ο π | 0 < π₯ < 1}, didefinisikan β: ππ₯π β π dengan β(π₯, π¦) = 2π₯ + π¦.
66 | Bab V Beberapa Konsekuensi Aksioma Kelengkapan
(a) untuk setiap π₯ ο π tentukan π(π₯) = π π’π {β(π₯, π¦) | π¦ β π}
maka tentukan πππ {π(π₯) | π₯ β π}
(b) untuk setiap π¦ β π tentukan π(π₯) = πππ {β(π₯, π¦) |π₯ β π}
maka tentukan π π’π {π(π¦) | π¦ ο π}
bandingkan dengan hasil perhitungan (a)
7. Hitung seperti soal 6 dengan fungsi β: ππ₯π β π didefinisikan
12. Modifikasi argumen π‘ππππππ π΅. 5.10 untuk menunjukkan ada bilangan real positif π¦ sedemikian hingga π¦2 = 3
13. Modifikasi argumen π‘ππππππ π΅. 5.10 tunjukkan bahwa jika π > 0 ada bilangan real positif π§ sedemikian hingga π§2 = π
14. Modifikasi argumen π‘ππππππ π΅. 5.10 tunjukkan bahwa ada bilangan real positif π’ sedemikian hingga π’3 = 2
15. Lengkapi bukti π‘ππππππ πππππππ‘ππ dengan mengubah hipotesisnya π₯ > 0.
16. Jika π’ > 0 dan π₯ < π¦, tunjukkan ada bilangan rasional π sedemikian hingga π₯ < ππ’ < π¦. disini {ππ’ βΆ π ο π} padat di π .
68 | Bab V Beberapa Konsekuensi Aksioma Kelengkapan
< πππππ >
BAB VI
INTERVAL DAN DESIMAL A. Definisi dan Terminologi
Suatu himpunan disebut terbatas jika himpunan tersebut mempunyai batas bawah dan batas atas, jika tidak demikian, maka himpunan itu disebut himpunan tak terbatas. Ide interval ini secara alami dihasilkan dari adanya relasi urutan di R. Suatu interval dapat dipandang sebagai himpunan titik-titik di garis real (π ).
Definisi A.6.1: Jika π, π β π dan π β€ π, maka:
(i) (π, π) = {x β R: π < x < b} disebut interval buka.
(ii) [π, π] = {x ο R: π ο£ x ο£ b} disebut interval tutup.
(iii) [π, π) = {π₯ ο π : π ο£ π₯ οΌ π} dan
(iv) (π, π] = {π₯ β π : π < π₯ β€ π} disebut interval setengah buka (setengah tutup)
(v) (π, π) = β (interval yang merupakan himpunan kosong) dan [π, π] = {π} merupakan singleton.
Untuk interval (π), (ππ), (πππ) dan (iv), π dan π masing-masing disebut titik ujung interval dan keempat interval mempunyai panjang π β π.
Untuk interval (π), (ππ), (πππ), (ππ£) dan (π£) disebut interval terbatas.
Definisi di atas dapat di ilustrasikan secara geometris sebagai berikut:
π π
Interval buka (π, π)
70 | Bab VI Interval dan Desimal
π π
Interval tutup [π, π]
π π
Interval setengah buka [π, π)
π π
Interval setengah buka (π, π]
Gambar 6.1: interval terbatas Definisi A.6.2: Jika π β π , maka:
(i) (π, β) = {π₯ β π : π₯ > π} dan
(ii) (ββ, π) = {π₯ β π : π₯ < π} disebut sinar buka (interval buka tak hingga)
(iii) [π, β) β {π₯ β π : π₯ > π} dan
(iv) (ββ, π] = {π₯ β π : π₯ < π} disebut sinar tutup (interval tutup tak hingga)
Untuk (i), (ii), (iii) dan (iv) π disebut titik ujung interval. Jika himpunan π disajikan dalam bentuk interval maka dapat ditulis π = (ββ, β). Dalam hal ini tidak ada titik ujungnya. Untuk interval tak terbatas digunakan lambang -ο₯ dan ο₯ yang disepakati hanya sebagai notasi dan keduanya bukan anggota π . Interval satuan adalah πΌ = [0, 1] = {π₯ β π : 0 β€ π₯ β€ 1}.
Dari definisi π΄. 6.2. dapat diilustrasikan sebagai berikut:
π
Interval buka tak hingga (π,ο₯)
π
Interval buka tak hingga (βο₯, π)
π
Interval tutup tak hingga [π,ο₯)
π
Interval tutup tak hingga (βο₯, π) Gambar 6.2: interval tak terbatas
Definisi A.6.3: Suatu barisan interval πΌπ untuk setiap n β N disebut bersarang (nested) jika memenuhi syarat:
πΌ1ο πΌ2 ο πΌ3ο β¦ ο πΌπ ο πΌπ+1 ο β¦
Definisi di atas dapat diillustrasikan sebagai berikut:
I1
I3
I5
[ [ [ [ [ ] ] ] ] ]
I4
I2
Gambar 6.3: interval bersarang
72 | Bab VI Interval dan Desimal
Bentuk Biner
Misalkan π₯ β [0, 1], akan dinyatakan x dalam barisan β0 dan 1β sebagai berikut:
Pertama, interval [0, 1] dibagi menjadi [0,1
2] dan [1
Kedua, Sub interval kiri dibagi dua menjadi [0,1
4] dan [1 sub interval kanan dibagi dua menjadi [1
2,3
Proses tersebut diteruskan hingga ke-π, dan jika π₯ termuat dalam sub interval kiri maka ππ = 0 dan jika π₯ termuat dalam sub interval kanan maka ππ = 1. Melalui cara ini didapatkan suatu barisan π1, π2,β¦ , ππ, β¦ yang terdiri dari β0 πππ 1β yang berkorespondensi satu-satu dengan barisan tersarang dengan elemen sekutu π₯. Untuk setiap π diperoleh ketidaksamaan:
Jika π₯ adalah βtitik bagi duaβ pada proses ke-n maka π₯ = mn
2 dengan π ganjil. Pada kasus ini dapat dipilih sub interval kiri atau kanan, sehingga ππ = 0 atau ππ = 1, namun jika sub intervalnya telah dipilih maka sub interval berikutnya pada proses selanjutnya dapat ditentukan.
Misalkan dipilih subinterval kiri sehingga ππ = 0.
π₯ adalah titik ujung kanan dari sub interval berikutnya, sehingga ππ = 1 untuk π β₯ π + 1. Sebaliknya jika dipilih sub interval kanan sehingga ππ = 1 maka ππ = 0 untuk π β₯ π + 1.
Untuk π₯ = Β½ maka barisan yang mungkin untuk π₯ adalah 0, 1, 1, 1, β¦ atau 1, 0, 0, 0, β¦, sehingga representasi biner dari π₯ adalah (0, π1π2 β¦ ππβ1 0111 β¦ )2 ππ‘ππ’ (0, π1π2β¦ ππβ1 1000 β¦ )2.
Bentuk Desimal
Secara geometris bentuk desimal serupa dengan bentuk biner, hanya interval yang ada dibagi menjadi 10 subinterval. Jika π₯ β [0, 1] maka π₯ akan termuat dalam interval [π1
10, π1+ 1
10] dengan π1 ο {0, 1, 2, β¦ , 9}.
Jika π₯ adalah salah satu titik batas, maka π1 akan mempunyai dua nilai dan dipilih hanya satu, sehingga
Jika proses dilanjutkan dengan membagi subinterval yang dipilih menjadi 10 subinterval sehingga didapat, π1 π2, β¦ , ππ, β¦ dengan 0 ο£ bπ ο£ 9 untuk setiap π ο π.
74 | Bab VI Interval dan Desimal batas pada setiap subinterval pada suatu proses.
Misalkan π₯ = mn pengulangan 90 mulai dari digit keβ4.
Bilangan real positif merupakan bilangan rasional jika dan hanya jika desimalnya periodik.
B. Beberapa Teorema
Teorema B.6.1: Jika πΌπ = [ππ, ππ], π β π, adalah barisan interval tutup terbatas tersarang maka ada bilangan οΈ β R sedemikian hingga οΈ β πΌπ untuk setiap π β π.
Bukti:
Karena πΌπ barisan interval tutup terbatas tersarang maka πΌπ ο πΌ1 untuk semua π β π.
Sehingga an ο£ b untuk setiap π β π.
Berarti { ππ | n β N } terbatas diatas.
Karena { ππ | n β N } οΉ ο dan terbatas di atas maka mempunyai supremum.
Misalkan οΈ = π π’π { ππ | π β π }.
Jelas ππο£οΈ π’ππ‘π’π π ππ‘πππ π β π
Sekarang di klaim bahwa οΈ β€ ππ π’ππ‘π’π π ππ‘πππ π β π.
Ini di penuhi jika untuk suatu π, ππ adalah batas atas dari { ππ| π β π }.
Ditinjau dua kasus, yaitu (i) π ο£ π dan (ii) π οΎ π (i) Untuk π ο£ π
jika π ο£ π maka πΌπ ο πΌπ
karena πΌπο πΌπ maka ππ ο£ ππ ο£ ππ (ii) untuk π οΎ π
jika π οΎ π maka πΌπ ο πΌπ
karena πΌπο πΌπ maka ππ ο£ ππο£ ππ
Dari dua kasus di atas maka ππ ο£ ππ untuk setiap π.
76 | Bab VI Interval dan Desimal
Sehingga ππ adalah batas atas dari himpunan {ππ| π ο π }
Karena ππ adalah batas atas { ππ| π β π } maka οΈ ο£ ππ untuk setiap π ο π
Berarti ππ β€οΈ dan οΈβ€ ππ sehingga οΈ ο πΌπ untuk setiap π ο π.
Jadi jika πΌπ = [ππ, ππ], π ο π, adalah barisan interval tutup terbatas tersarang maka ada bilangan οΈο π sedemikian hingga οΈ ο πΌπ untuk setiap π ο π.
Teorema B.6.2: Jika πΌπ = [ππ, ππ], π ο π, adalah barisan interval tutup terbatas tersarang, sedemikian hingga panjang πΌπ = ππ β ππberlaku πΌππ { ππ β ππ| π ο π} = 0
maka terdapat bilangan οΈ ππππ’ππ‘ πΌπ yang tunggal.
Bukti:
Karena πΌπ = [ππ, ππ], π ο π, adalah barisan interval tutup terbatas tersarang maka πΌπ ο πΌ1 untuk setiap π ο π.
Karena πΌπο πΌ1 maka ππο³ π1untuk setiap π ο π maka { ππ | π ο π } terbatas di bawah.
Sehingga { ππ | π ο π } memiliki infimum.
Misalkan ο¨ = πππ { ππ | π ο π }
Jelas bahwa ο¨ β€ ππ untuk setiap π ο π. Di klaim bahwa ππ β€ο¨ untuk setiap π ο π.
Hal ini dapat ditunjukkan sebagai berikut:
Untuk suatu n, ππ adalah batas bawah dari { ππ | π β π }.
Ditinjau dua kasus, yaitu (i) π β€ π dan (ii) π > π:
(i) Untuk π β€ π
jika π β€ π maka πΌπο πΌπ
karena πΌπο πΌπ maka ππ β€ ππ β€ ππ (ii) untuk π > π
jika π > π maka πΌπ ο πΌπ
karena πΌπο πΌπ maka ππ β€ ππ β€ ππ
Dari dua kasus di atas maka ππ β€ ππ untuk setiap π.
Sehingga ππ adalah batas bawah dari { ππ | π ο π }
Karena ππ adalah batas bawah dari { ππ | π ο π } maka ππ β€ο¨ untuk setiap π β π.
Berarti ππ β€ ο¨ dan ο¨ ο£ bn atau ππ β€ο¨β€ ππ , sehingga ο¨ο πΌπ untuk setiap π ο π.
Dari teorema π΅. 6.1 telah ditunjukkan bahwa οΈ = π π’π { ππ | π ο π } sedangkan ο¨ = πππ { ππ | π ο π } sehingga οΈ ο£ ο¨ untuk setiap πο π Sekarang akan di tunjukkan bahwa :
x ο In untuk setiap π ο π jika dan hanya jika οΈ ο£ x ο£ ο¨ (i) x ο Inuntuk setiap π ο π maka an ο£ x ο£ bn
karena οΈ = sup { an | n ο N } maka οΈ ο£ x karena ο¨ = inf { bn | n ο N } maka π₯ β€ο¨ sehingga οΈ ο£ x ο£ ο¨ atau x ο [οΈ, ο¨]
(ii) x ο [οΈ, ο¨] maka οΈ ο£ x ο£ ο¨
karena οΈ ο£ x ο£ ο¨ dan ππ ο£ οΈ ο£ ππ serta an ο£ ο¨ ο£ bn
sehingga ππ ο£ οΈ ο£ x ο£ ο¨ ο£ bn untuk setiap π β π jadi ππ β€ π₯ β€ ππ atau π₯ β πΌπ
78 | Bab VI Interval dan Desimal Selanjutnya dapat ditunjukkan bahwa
ο
ο₯=1
karena x ο Inuntuk setiap π ο π maka 0 β€ π₯ β€ 1 πβ
1. Interprestasikan secara geometris himpunan-himpunan titik berikut:
(a) { π₯ ο π | π₯2ο£ 1 }
80 | Bab VI Interval dan Desimal adalah interval tutup terbatas pada R sedemikian hingga π ο π½, tunjukkan bahwa πΌπ ο π½.
9. Komplemen dari suatu interval adalah interval jika dan hanya jika interval tersebut tak terbatas. Apakah pernyataan tersebut benar? Jika ya, buktikan dan jika tidak berikan contoh penyangkalnya.
10. Jika π΄ dan π΅ dua interval dan π΄ ο π΅ memuat paling sedikit sebuah elemen maka π΄ ο π΅ dan π΄ ο π΅ merupakan interval.
Apakah pernyataan tersebut benar? Jika ya, buktikan dan jika tidak berikan contoh penyangkalnya.
11. Jika π΄ dan π΅ dua interval dan π΄ ο π΅ = ο maka A ο B dan A ο B bukan merupakan interval. Apakah pernyataan tersebut benar?
Jika ya, buktikan dan jika tidak berikan contoh penyangkalnya.
12. Tunjukkan bahwa jika
a1 10+ a2
102+ β― + an
10n =b1
10+ b2
102+ β― + bm
10m β 0
dengan ak dan bk anggota {0, 1, β¦ ,9} maka π = π dan ππ = ππ untuk π = 1, 2, β¦ , π
13. Ekspresikan 17 dan 192 sebagai bilangan desimal yang periodik 14. Tentukan bilangan rasional yang dinyatakan sebagai bilangan
desimal yang periodik 1,25137 β¦ 137β¦ dan 37,14653 β¦ 653 β¦
82 | Bab VI Interval dan Desimal
< πππππ >
BAB VII
BEBERAPA KONSEPSI TOPOLOGI DI πΉ A. Definisi dan Terminologi
Definisi A.7.1: Neighborhood dari titik π₯ Ρ π adalah suatu himpunan π yang memuat π β ππππβπππβπππ dari π₯,
ππ(π₯) = (π₯ β π, π₯ + π) untuk suatu πΛ0.
Definisi A.7.2: Suatu himpunan πΊ dan πΉ subset π .
(i) πΊ adalah buka pada π jika untuk setiap π₯ β πΊ terdapat neighborhood π dari π₯ sedemikian hingga π ο πΊ.
(ii) πΉ adalah tutup pada π jika πΉπ = π / πΉ adalah buka pada π Secara simbolik dapat ditulis:
πΊ, πΉ ο π . (i) πΊ buka pada π β (ο’π₯οπΊ)(ο€π) π ο πΊ, (ii) πΉ tutup pada π β πΉπ = π \πΉ buka pada π .
Untuk menunjukkan bahwa πΊ ο π himpunan buka pada π , cukup ditunjukkan untuk setiap titik di πΊ mempunyai suatu ο₯β
ππππβπππβπππ yang termuat di πΊ. Secara simbolik dapat ditulis πΊ ππ’ππ pada π β (ο’π₯οπΊ)(ο€ο₯οΎ 0) (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) ο πΊ
Untuk menunjukkan πΉ ο π himpunan tutup pada π , cukup ditunjukkan untuk setiap titik π¦ ο πΉ ada suatu ο₯β ππππβπππβπππ yang saling lepas (disjoin) terhadap πΉ. Secara simbolik dapat ditulis:
πΉ π‘π’π‘π’π pada π β (ο’π₯οπΉ)(ο€ο₯ > 0). πΉ ο (π¦ βο₯ , π¦ +ο₯ ) = ο
Definisi A.7.3: Suatu himpunan π subset π . Suatu titik π ο π adalah titik πππ’π π‘ππ dari π jika setiap ο₯β ππππβπππβπππ dari π,
84 | Bab VII Beberapa konsepsi topologi di R
ππ(π) = (π βο₯, π +ο₯) memuat paling sedikit satu titik π yang berbeda dengan π.
Secara simbolik dapat ditulis:
π ο π titik πππ’π π‘ππ π β (ο’ππ(π))ππ(π) β© π β {π}οΉ ο
dari definisi di atas jelas dikatakan π ο π , sehingga titik πππ’π π‘ππ dari π dapat anggota π atau bukan anggota π.
Definisi A.7.4: Suatu himpunan π π π’ππ ππ‘ π . Suatu titik π₯ ο π adalah titik interior dari π jika ada ο₯β ππππβπππβπππ dari π₯, ππ(π₯) = (π₯ βο₯, π₯ +ο₯) sedemikian hingga ππ(π₯) ο π.
Definisi A.7.5: Suatu himpunan π subset π . π0 adalah πππ‘πππππ dari π jika π0 merupakan gabungan semua himpunan buka yang termuat di π.
Definisi A.7.6: Suatu himpunan π π π’ππ ππ‘ π . Suatu titik π₯ ο π adalah titik πππ’πππππ¦ dari π jika setiap ο₯β ππππβπππβπππ dari π₯, ππ(π₯) = (π₯ βο₯, π₯ +ο₯) memuat titik π dan Sc.
Definisi A.7.7: Suatu himpunan S subset R. S adalah ππππ π’ππ dari π jika S merupakan irisan semua himpunan tutup yang memuat π.
Definisi A.7.8: Himpunan Cantor π adalah irisan himpunan πΉπ , π ο π, πΉπ diperoleh dengan menghapus sepertiga himpunan buka bagian tengah yang dimulai dari πΌ = [0, 1].
Dari definisi di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut.
0 1
F1
F2
F3
F4
Gambar 7.1: Konstruksi himpunan Cantor πΌ = [0, 1] setelah dihilangkan (1/3, 2/3) diperoleh : πΉ1 = [0, 1/3] ο [2/3, 1]
Dengan menghilangkan kedua bagian tengah dari πΉ1 diperoleh πΉ2 = [0, 1/9] ο [2/9, 1/3] ο [2/3, 7/9] ο [8/9, 1]
Jelas bahwa F2 diperoleh dari gabungan 22 interval tutup yang setiap intervalnya adalah [π
32,(π+1)
32 ]. Sehingga jika proses tersebut diteruskan maka akan diperoleh πΉπ. Dan πΉπ dapat dikontruksi dari gabungan 2π interval tertutup [πβ3π,(π + 1)
3π
β ].
Pernyataan terakhir dapat dibuktikan dengan menggunakan induksi matematika.
B. Beberapa Teorema
Teorema B.7.1: (Sifat Himpunan Buka)
(i) Gabungan sebarang koleksi himpunan-himpunan bagian buka dari π adalah buka.
(ii) Irisan sebarang koleksi berhingga himpunan-himpunan buka adalah buka.
Bukti:
86 | Bab VII Beberapa konsepsi topologi di R
(i) Misalkan {πΊο¬ | ο¬οο} keluarga himpunan buka pada π dan πΊ =
ο
ο
ο¬ο Gο¬
Ambil sebarang π₯ ο πΊ, maka π₯ ο πΊο¬ untuk suatu ο¬οο.
Selanjutnya karena πΊ himpunan buka, maka terdapat ππππβπππβπππ π sehingga π ο πΊο¬ .
π ο πΊο¬ dan πΊο¬ ο πΊ, maka π ο πΊ. Karena π₯ ο πΊ sebarang, maka πΊ ππ’ππ ππ π .
(ii) Misalkan πΊ1 , πΊ2 , . . . , πΊπ adalah himpunan-himpunan buka dari π dan πΊ =
ο
nk
Gk
=1
.
Ambil sebarang π₯ ο πΊ, berarti π₯ ο πΊπ , untuk setiap k dengan π = 1, 2, . . . , π,
Karena πΊπ buka untuk setiap k maka ada ο₯π sedemikian (π₯ βο₯π , π₯ +ο₯π ) ο πΊπ.
Ambil ο₯ = πππ {ο₯π | π = 1, 2, β¦ , π } maka (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) ο πΊπ untuk setiap π.
Sehingga (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) ο πΊπο πΊ.
Karena π₯ diambil sebarang elemen di πΊ maka πΊ ππ’ππ.
Teorema B.7.2: (πππππ‘ βππππ’πππ π‘π’π‘π’π)
(i) Irisan dari sebarang koleksi himpunan tutup pada π adalah tutup.
(ii) Gabungan dari sebarang koleksi berhingga himpunan- himpunan tutup pada π adalah tutup.
Bukti :
(i) Jika {πΉο¬ | ο¬οο} adalah keluarga himpunan tutup pada π dan adalah buka jika dan hanya jika himpunan itu merupakan gabungan sebanyak countable interval-interval buka yang disjoin pada π .
Bukti: (ο)
88 | Bab VII Beberapa konsepsi topologi di R
Jika π΅π₯ tak terbatas di atas, maka ππ₯ = β (ππ₯ ο πΊ pada kedua kemungkinan di atas).
Definisikan πΌπ₯ = (ππ₯, ππ₯ ), sehingga πΌπ₯ suatu interval buka yang memuat π₯.
Akan dibuktikan bahwa πΌπ₯ο πΊ.
Ambil π¦ β πΌπ₯ sebarang.
Karena π₯ ο πΊ maka kemungkinannya adalah : π¦ = π₯ atau π¦ < π₯ atau π¦ > π₯
Jika π₯ = π¦, dan π₯ ο πΊ maka π¦ ο πΊ.
Jika π¦ < π₯, maka dari definisi ππ₯ , ada πβ²ο π΄π₯ , πβ² < π¦ sedemikian hingga π¦ ο (πβ², π₯] ο πΊ.
Jika π¦ > π₯, maka dari definisi ππ₯ , ada πβ²ο π΅π₯ , π¦ < πβ² sedemikian hingga π¦ ο [π₯, πβ²) ο πΊ
Karena π¦ ο πΌπ₯ sebarang, maka πΌ ο πΊ.
Karena x ο G sebarang, maka βπ₯βπΊπΌπ₯ ο πΊ.
Selanjutnya karena π₯ ο πΊ sebarang, ada πΌπ₯ sedemikian hingga x ο πΌπ₯ο πΊ, maka πΊ οβπ₯βπΊπΌπ₯, dengan demikian πΊ = βπ₯βπΊπΌπ₯
Selanjutnya akan ditunjukkan bahwa jika x, y di G dan x οΉ y maka salah satu dipenuhi πΌπ₯ = πΌπ¦ atau πΌπ₯ο πΌπ¦ =ο.
Misalkan : πΌπ₯ο πΌπ¦οΉο, akan ditunjukkan berlaku πΌπ₯ = πΌπ¦. jika π§ ο πΌπ₯ο πΌπ¦ , maka π§ ο πΌπ₯ dan π§ ο πΌπ¦.
Karena π§ ο πΌπ₯ akibatnya ππ₯ < π§ < ππ₯ (7.1) Karena π§ ο πΌπ¦ akibatnya ππ¦ < π§ < ππ¦ (7.2) Dari (7.1) dan (7.2) diperoleh ππ₯ < π§ < ππ₯ dan ππ¦ < π§ < ππ¦.
Akan ditunjukkan bahwa ππ₯ = ππ¦ dan ππ₯ = ππ¦.
Andaikan ππ₯ β ππ¦ berdasarkan sifat trikotomi terjadi kasus berikut:
(i) Jika ππ₯ < ππ¦, maka ππ¦ β (ππ₯, ππ₯) = πΌπ₯ ο πΊ, hal ini bertentangan dengan ππ¦ο πΊ.
(ii) Jika ππ₯ > ππ¦, maka ππ₯ β (ππ¦, ππ¦) = πΌπ¦ ο πΊ, hal ini bertentangan dengan ππ₯ο πΊ.
Karena (i) dan (ii) tidak dipenuhi, akibatnya satu-satunya yang dipenuhi adalah ππ₯ = ππ¦ .
Dengan cara yang sama diperoleh ππ₯ = ππ¦ . Dengan demikian jika πΌπ₯ο πΌπ¦οΉο maka πΌπ₯ = πΌπ¦
Selanjutnya karena kerapatan bilangan rasional pada π , Akibatnya setiap interval pasti memuat bilangan rasional. Untuk setiap interval πΌ , jika diambil sebuah bilangan rasional, maka setiap interval mempunyai pasangan tunggal bilangan rasional, sedangkan bilangan rasional itu countable, dengan demikian πΊ merupakan gabungan sebanyak countable dari interval-interval buka yang disjoin.
(ο)
Misalkan himpunan πΊ merupakan gabungan sebanyak countable interval-interval buka yang disjoin pada π .
Menurut π‘ππππππ π΅. 7.1(π) maka πΊ buka.
90 | Bab VII Beberapa konsepsi topologi di R
Teorema B.7.4:(πΆπππ π»ππππ’πππ π΅π’ππ) Suatu himpunan bagian π adalah tutup jika dan hanya jika himpunan itu memuat semua titik πππ’π π‘ππ β ππ¦π.
Secara simbolik :
πΉ ο π adalah tutup β (ο’ π π‘ππ‘ππ πππ’π π‘ππ) π ο πΉ.
Bukti (ο):
Misalkan πΉ himpunan tutup pada π dan π₯ titik cluster dari πΉ. Akan ditunjukkan bahwa π₯ ο πΉ.
Andaikan π₯ ο πΉ, berarti π₯ ο πΉπ , dengan πΉπ adalah himpunan buka, maka ada ππ(π₯) sedemikian hingga ππ(π₯) ο πΉπ .
Akibatnya ππ(π₯) ο πΉ = ο.
Karena ππ(π₯) ο πΉ = ο, maka ππ(π₯) ο πΉ β {π₯} = ο. Hal ini bertentangan dengan π₯ π‘ππ‘ππ πππ’π π‘ππ.
Jadi haruslah π₯ ο πΉ. Bukti (ο):
Misalkan πΉ ο π yang memuat semua titik clusternya.
Akan ditunjukkan bahwa πΉπ buka.
Ambil π¦ ο πΉπ sebarang, π¦ bukan titik cluster dari πΉ.
Oleh karena itu ada neighborhood ππ(π¦),
untuk suatu ο₯ > 0 sedemikian hingga ππ(π¦) ο πΉ β {π¦} = ο Tetapi π¦ ο πΉπ , πππ ππ(π¦) ο πΉπ.
Karena π¦ ο πΉπ sebarang, akibatnya πΉπ buka pada π .
Dengan demikian πΉ tutup pada π
Teorema B.7.5: Total panjang interval yang dihapus adalah 1.
Bukti:
Panjang interval yang dihapus pada πΉ1 = 1/3 Panjang interval yang dihapus pada πΉ2 = 2(1/32)
β¦β¦β¦..
Misalkan total panjang yang dihapus adalah π maka
π =
Dengan menggunakan rumus deret geometri tak hingga diperoleh
π = 1
Teorema B.7.6: Himpunan Cantor πΉ tidak memuat himpunan buka yang tak kosong.
Bukti :
Andaikan πΉ memuat himpunan buka yang tak kosong.
Misalkan πΌ = (π, π) dan πΌ ο πΉπ, untuk setiap π ο π. Berarti 0 οΌ π β π ο£ (2/3π)
Sehingga π β π = 0, yang merupakan panjang himpunan kosong.
Sehingga πΌ = ο, kontradiksi dengan pengandaian.
Jadi F tidak memuat himpunan buka yang tak kosong.
Teorema B.7.6: Himpunan Cantor πΉ memiliki titik sebanyak takhingga.
92 | Bab VII Beberapa konsepsi topologi di R
Bukti:(sebagai latihan) C. Contoh-Contoh
Contoh C.7.1: π = (β ο₯ , + ο₯ ) adalah himpunan buka.
Untuk menunjukkan π adalah buka, ambil sebarang π₯ ο π dan misalkan pilih ο₯ = 1, sehingga (π₯ β 1, π₯ + 1) ο π . Jadi π adalah himpunan buka.
Contoh C.7.2: πΊ = {π₯ ο π | 0 οΌ π₯ οΌ 2 } adalah himpunan buka.
Untuk sebarang π₯ ο πΊ dan pilih ο₯ = πππ {π₯, 2 β π₯}.
Akan ditunjukkan : (π₯ βο₯, π₯ +ο₯ ) ο πΊ. Ambil π’ β (π₯ βο₯, π₯ +ο₯) maka |π’ β π₯|οΌο₯.
|π’ β π₯|οΌο₯ο π₯ βο₯οΌ π’ οΌ π₯ +ο₯ Misalkan: ο₯ = π₯
Jika π = π₯ dan π₯ βο₯οΌ π’ οΌ π₯ +ο₯ maka π₯ β π₯ οΌ π’ οΌ π₯ + π₯. π₯ β π₯ οΌ π’ οΌ π₯ + π₯ ο 0 οΌ π’ οΌ 2π₯. (7.3)
ο₯ = πππ {π₯, 2 β π₯} berarti π₯ οΌ 2 β π₯.
π₯ οΌ 2 β π₯ ο 2π₯ οΌ 2 (7.4) Dari (7.3) πππ (7.4) didapat:
0 οΌ π’ οΌ 2π₯ dan 2π₯ οΌ 2 ο 0 οΌ π’ οΌ 2 (7.5) Misalkan ο₯ = 2 β π₯
Jika ο₯ = 2 β π₯ dan π₯ βο₯οΌ π’ οΌ π₯ +ο₯ maka
π₯ β (2 β π₯) οΌ π’ οΌ π₯ + (2 β π₯) ο 2π₯ β 2 οΌ π’ οΌ 2 (7.6)
ο₯ = πππ{π₯, 2 β π₯} berarti 2 β π₯ οΌ π₯.
2 β π₯ οΌ π₯ ο 0 οΌ 2π₯ β 2 (7.7)
dari (7.6) πππ (7.7) didapat :
0 οΌ 2π₯ β 2 dan 2π₯ β 2 οΌ π’ οΌ 2 ο 0 οΌ π’ οΌ 2 (7.8) Dari (7.5) πππ (7.8) didapat bahwa: π’ ο πΊ.
Karena sebarang π’ ο (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) berakibat π’ ο πΊ, hal ini menunjukkan bahwa (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) ο πΊ.
Jadi πΊ adalah himpunan buka.
Contoh C.7.3: Sebarang interval buka πΌ = (π, π) adalah himpunan buka. Dengan cara yang sama contoh diatas untuk sebarang π₯οπΌ, pilih
ο₯ = πππ {π₯ β π , π β π₯}.
Sehingga dapat ditunjukkan bahwa (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) ο πΌ. Ambil sebarang π’ ο (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ )
Akan dibuktikan bahwa π’ ο πΌ.
π’ ο (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) ο π₯ β π < π’ < π₯ + π Misalkan ο₯ = π₯ β π,
π₯ βο₯< π’ < π₯ +ο₯ dan ο₯ = π₯ β π maka π₯ β (π₯ β π) < π’ < π₯ + (π₯ β π) π₯ β (π₯ β π) < π’ < π₯ + (π₯ β π) ο π < π’ < 2π₯ β π (7.9)
ο₯ = πππ {π₯ β π , π β π₯} berarti π₯ β π < π β π₯.
π₯ β π < π β π₯ ο 2π₯ β π < π (7.10) Dari (7.9) πππ (7.10) didapat:
π < π’ < 2π₯ β π, dan 2π₯ β π < π ο π < π’ < π. (7.11) Misalkan ο₯ = π β π₯,
π₯ βο₯< π’ < π₯ +ο₯ dan ο₯ = π β π₯ maka π₯ β (π β π₯) < π’ < π₯ + π β π₯.
π₯ β (π β π₯) < π’ < π₯ + π β π₯ ο 2π₯ β π < π’ < π (7.12)
ο₯ = πππ {π₯ β π , π β π₯} berarti π β π₯ < π₯ β π.
94 | Bab VII Beberapa konsepsi topologi di R
π β π₯ < π₯ β π ο π < 2π₯ β π (7.13) Dari (7.12) πππ (7.13) didapat:
2π₯ β π < π’ < π dan π < 2π₯ β π ο π < π’ < π (7.14) Dari (7.11) πππ (7.14), diperoleh π < π’ < π, sehingga π’ β πΌ.
Karena sebarang π’ ο (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) berakibat π’ ο πΌ, hal ini menunjukkan bahwa (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) ο πΌ.
Jadi πΌ = (π , π) adalah himpunan buka pada π .
Contoh C.7.4: π΄ = {π₯ ο π | 0 < π₯ < 1 β¨ π₯ = 2} adalah bukan himpunan buka.
Ambil 2 ο π΄ dan ο₯ = Β½ maka ο₯β ππππβπππβπππ ππ(2) = (2 βο₯, 2 +ο₯)
ο π΄, sehingga terdapat Β½ β ππππβπππβπππ 2 tidak termuat pada π΄.
Jadi π΄ bukan himpunan buka.
Contoh C.7.5: π΅ = { 1/π | π ο π } bukan himpunan buka. Untuk π = 1 maka 1/1 = 1 ο π΅. Tetapi ada ΒΌ β ππππβπππβπππ 1 yaitu πΒΌ(1) dan πΒΌ(1) ο π΅.
Contoh C.7.6: πΌ = [0,1] adalah bukan himpunan buka. Untuk menunjukkan cukup dicari suatu π₯ ο πΌ sedemikian hingga ο₯β ππππβπππβπππ nya tidak termuat di πΌ.
Pilih π₯ = 0 ο πΌ, sehingga dapat ditemukan π’ ο (βο₯ ,ο₯ ), untuk suatu
ο₯> 0 yaitu βο₯< π’ < 0, tetapi π’ ο πΌ, karena ο₯β ππππβπππβπππ 0 tidak termuat di πΌ.
Dengan demikian tidak memenuhi definisi himpunan buka. Jadi πΌ adalah bukan himpunan buka.
Contoh C.7.7: πΌ βΆ= [0,1] adalah himpunan tutup. Sesuai definisi, berarti cukup ditunjukkan bahwa Ic adalah himpunan buka. Ambil sebarang π¦ ο πΌc, berarti π¦ ο πΌ.
Misalkan π¦ < 0, pilih ο₯ = |π¦|.
(π¦ βο₯ , π¦ +ο₯ ) = (π¦ β |π¦| , π¦ + |π¦|) = (2π¦, 0) ο πΌc (7.15) Misalkan π¦ > 1, pilih ο₯ = π¦ β 1.
(π¦ βο₯ , π¦ +ο₯ ) = (1 , 2π¦ β 1) ο πΌc (7.16)
Dari (7.15) πππ (7.16), ternyata bahwa πΌ adalah himpunan buka atau πΌ ο (π¦ βο₯, π¦ +ο₯) = ο, sehingga menurut definisi πΌ adalah himpunan tutup.
Contoh C.7.8: Himpunan π» = {π₯ ο π | 0 β€ π₯ < 1} adalah tidak buka dan tidak tutup.
Akan ditunjukkan π» tidak memenuhi definisi π΄. 7.2(π)
Pilih π₯ = 0ο π», dan ο₯ = Β½ maka ada (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) = (β Β½, Β½ ) ο π». Dengan demikian π» tidak buka. (7.17)
Pilih π¦ = 1 ο π»c, dan ο₯ = Β½ maka ada (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) = (β Β½, Β½ )
Pilih π¦ = 1 ο π»c, dan ο₯ = Β½ maka ada (π₯ βο₯ , π₯ +ο₯ ) = (β Β½, Β½ )