LANDASAN TEORI
3. Lay Up Shoot Bola Basket
a. Pengertian Lay Up Shoot Bola Basket
Lay up shoot merupakan teknik dasar shooting yang pelaksanaannya
dilakukan sedekat mungkin dengan ring basket. Imam Sadikun (1992: 103) menyatakan, “Tembakan lay up adalah jenis tembakan yang efektif, sebab dilakukan pada jarak yang sedekat-dekatnya dengan ring basket”. Wissel (2000: 61) berpendapat, “Tembakan lay up dilakukan dekat dengan ring setelah menangkap bola atau menggiring bola”. Pendapat lain dikemukakan Agus Mukholid (2004: 44) bahwa, “Lay up atau melangkah melayang adalah melangkah yang dilakukan dengan melayang mendekati basket (keranjang), biasanya setelah lay up dilanjutkan dengan tembakan ke arah basket (kerangjang dengan tanaga yang sedikit, sehingga seolah-olah bola itu diletakkan ke dalam basket (keranjang)”.
Berdasarkan pengertian lay up yang dikemukakan tiga tiga pendapat tersebut dapat disimpulkan, tembakan lay up merupakan tembakan yang dilakukan dengan gerakan melayang untuk mencapai ring sedekat mungkin agar lebih mudah memasukkan bola ke dalam ring basket. Berdasarkan gerakan lay up, maka lau up shoot sering disebut dengan tembakan melayang. Untuk melakukan tekbakan lay up diawali dengan lari, langkah panjang dan melompat setinggi mungkin agar lebih dekat dengan ring basket. A. Sarumpaet, Zulfar Djazet & Imam Sadikun (1992: 233) bahwa, “Tembakan lay up gerakannya terdiri dari lari, langkah, lompat dan menembak”.
commit to user
Ditinjau dari efektifitas hasil tembakan, lay up shoot lebih efektif dibandingkan jenis tembakan bola basket lainnya. Ambler (2005: 36) menyatakan, "Lay up shoot adalah tembakan yang paling aman dan efektif kalau pemain yang memegang bola tidak dibayangi lawan". Sedangkan Oliver (2007: 13) berpendapat:
Meskipun banyak pemain banyak pemain bola basket terus mencoba melakukan tembakan tiga angka, statistik mengungkapkan bahwa para penembak tiga angka terbaik pun hanya 40 hingga 45 persen dari semua usaha lemparan tiga angka mereka. Persentase tembakan tertinggi adalah tembakan dalam, seperti lay up yang dilakukan oleh seorang pemain penyerang yang berada dalam jarak sekitar satu meter dari ring basket. Para pemain bola basket yang melakukan sebagian tembakan mereka dari posisi yang dekat dengan ring basket biasanya memiliki ketepatan tembakan paling tinggi (persentase bola masuk) 55 hingga 60 persen berhasil dari semua usaha tembakan mereka.
Pendapat tersebut menunjukkan, tembakan lay up memiliki peluang yang besar untuk masuk ke dalam ring basket lawan. Karena tembakan lay
up dilakukan sedekat mungkin dengan rung basket. Tembakan yang
dilakukan sedekat mungkin dengan ring basket, maka memiliki peluang yang besar bola dapat masuk ke dalam ring basket dengan baik.
b. Prinsip Dasar Lay Up Shoot Bola Basket
Lay up shoot bola basket merupakan cara melakukan tembakan yang
dilakukan dari perbaduan beberapa teknik dasar permainan bola basket. Biasanya lay up shoot diawali dari dribbling (menggiring bola) atau operan dari teman seregunya. Imam Sadikun (1992: 104) menyatakan, “Teknik tembakan lay up ada dua cara, yaitu (1) melalui operan dan (2) menggiring bola”. Hal senada dikemukakan Sarumpaet, Zulfar Djazet & Imam Sadikun .(1992:234) bahwa,“Tembakan lay up dapat dilakukan berkat kemahirannya dalam menggiring bola, menerobos pertahanan lawan, atau melalui bantuan teman seregunya memberi umpan sedemikian rupa sehingga dapat ditangkap sambil melayang, diteruskan gerakan lay up shoot”.
commit to user
Berdasarkan dua pendapat tersebut dapat disimpulkan bawa, prinsip dasar tembakan lay up ada dua cara yaitu, melalui operan dan diawali dengan menggiring bola. Tembakan lay up melalui operan yaitu, operan dilakukan oleh teman seregunya secara tepat (bola setinggi dada), pemain berusaha menjemput bola sambil melompat dan pada saat melayang inilah bola ditangkap. Setelah itu menumpu dengan kaki yang lain untuk melompat sambil membawa bola untuk ditembakkan ke dalam ring basket. Berikut ini disajikan ilustrasi gerakan lay up shoot diawali dari operan sebagai berikut:
Gambar 2.1. Gerakan Lay Up Shoot Diawali dari Operan (Sumber: http://www.glossysports.com/lay-up-shot.html 23 Mei 2012)
Tembakan lay up yang diawali dengan menggiring bola yaitu, pemain menggiring bola sendiri menuju ke ring basket. Setelah dekat dengan basket, kemudian melakukan tembakan lay up tergantung pada perkiraan dan keterampilan masing-masing pemain. Menangkap bola dari menggiring bola tersebut dilakukan dari pantulan bola sambil melayang (melompat), melangkah, melompat untuk menembak seperti pada gerakan
lay up yang dilakukan dengan operan dari teman seregunya. Perbedaannya
hanyalah pada saat menerima bola dari diri sendiri saat menggiring bola. Berikut ini disajikan ilustrasi gambar rangkaian gerakan lay up shoot diawali dari dribbling sebagai berikut:
commit to user
Gambar 2.2. Rangkaian Gerakan Lay Up Shoot dari Dribbling (Sumber: http://www.glossysports.com/lay-up-shot.html 23 Mei 2012)
c. Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Lay Up Shoot Bola Basket
Lay up merupakan keterampilan yang sulit dan memiliki unsur
gerakan yang kompleks. Bagi pemain pemula sering melakukan kesalahan saat melakukan lay up shoot bola basket. Wissel (2000: 62-63) menyatakan:
Kesalahan yang sering terjadi dalam lay up shoot yaitu:
1) Pada saat mengambil ancang-ancang menggunakan lompatan jauh (imbang ke depan atau ke samping) ketimbang melompat tinggi.
2) Sebelum melakukan tembakan memutar bola ke arah dalam dan sehingga gampang dihalangi atau dicuri lawan.
3) Kehilangan perlindungan dan kontrol pada bola karena terlalu cepat menarik tangan penyeimbang pada bola.
4) Tembakan berputar dari samping menghasilkan gerakan bola yang memutar menjauhi ring.
5) Bola memantul rendah pada papan dan keluar. Dengan sedikit sentuhan dengan tangan, tembakan jatuh rendah.
6) Setelah melakukan lay up tidak siap merebutnya kembali atau gagal melakukan rebound.
Kesalahan yang sering dilakukan oleh pemain pemula saat melakukan lay up shoot bola basket antara lain: melakukan lompatan jauh saat melakukan ancang-ancang, melakukan putaran sebelum melakukan tembakan, kurang dapat melindungi dan mengontrol bola, tembakannya berputar, bola memantul rendah pada papan pantul dan tidak diikuti
rebound. Kesalahan-kesalahan saat melakukan lay up shoot harus dihindari.
commit to user
menjadi hak lawan. Usaha untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran dalam gerakan lay up shoot Wissel (2000: 63) menyarankan hal-hal sebagai berikut:
1) Jaga posisi kepala tegak dan fokuskan pada target. Jalan beberapa langkah sebelum memulai (take off) sehingga dapat cepat menekuk lutut take off dan memeperoleh momentum gaya angkat. Sewaktu take off angkat lutut yang satu lagi lurus bersamaan dengan melompat bola ke dalam keranjang. Kombinasi dari mengangkat lutut ke atas dan gerakkan tangan akan mendorong tubuh melompat lebih tinggi.
2) Angkat bola lurus ke atas ketika menembak.
3) Jaga tangan penyeimbang pada bola sampai melepasnya.
4) Tembak dengan tangan yang berada di belakang bola agar diperoleh spin dan selanjutnya masukkan bola ke dalam keranjang.
5) Tembakan bola lebih tinggi dari papan sehingga bola terpantul masuk ke dalam keranjang. Walaupun tidak tepat tetapi ada kemungkinan bola akan masuk
6) Mendarat di tempat yang sama–posisi kaki dengan lutut dibengkokkan dan siap melakukan rebound.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam gerakan lay
up shoot harus segera dibetulkan dan diberi contoh gerakan lay up yang
benar. Kesalahan yang dibiarkan akan membentuk pola gerak yang salah, sehingga kualitas lay up shoot yang dihasilkan tidak sesuai yang diharapkan.
4. Latihan
Latihan merupakan faktor penting dalam pelatihan olahraga. Melalui latihan yang dilakukan secara sistematis dan kontinyu akan mampu mencapai prestasi yang tinggi. Untuk mencapai prestasi yang tinggi, maka aspek-aspek yang mendukungnya harus dilatih dan ditingkatkan secara maksimal. Yusuf Adisasmita & Aip Syarifuddin (1996: 104) menyatakan:
Tujuan dari optimalisasi potensi olahraga adalah untuk meningkatkan kekuatan atau kemampuan dalam olahraga ke arah yang lebih tinggi melalui pembinaan yang intensif antara lain mengenai:
1) Pembinaan Fisik:
a) Spesifik latihan fisik
commit to user 2) Pembinaan teknik
3) Pembinaan taktik 4) Pembinaan mental 5) Kematangan bertanding
Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, aspk-aspek yang harus dilatih dan ditingkatkan untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam pelatihan olahraga meliputi: fisik, teknik, taktik, mental dan kematangan bertanding. Kelima aspek tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh, sehingga dalam latihan masing-masing aspek harus ditingkatkan.
Latihan pada prinsipnya merupakan suatu proses berlatih yang berencana, menurut jadwal, menurut pola dan sistem tertentu, metodis, yang dilakukan secara berulang-ulang dan yang kian hari jumlah beban latihannya kian bertambah. Berkaitan dengan latihan Yusuf Adisasmita & Aip Syarifuddin (1996:145) bahwa, “Latihan adalah proses yang sistematis dari berlatih yang dilakukan secara berulang-ulang, dengan kian hari kian menambah jumlah beban latihan serta intensitas latihannya”. Andi Suhendro (2007: 3.6) berpendapat, “Latihan (training) merupakan proses kerja yang sistematis dan dilakukan secara berulang-ulang dengan beban latihan yang makin meningkat”. Menurut Clenaghan & Rotella (1993: 317) bahwa, “Latihan dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas fungsional fisik dan daya tahan latihan”. Pendapat senada dikemukakan oleh Bompa (1990; 2) bahwa “Latihan … merupakan aktivitas olahraga yang sistematik dalam waktu yang lama, ditingkatkan secara progresif dan individual, yang mengarah kepada ciri-ciri fungsi fisiologis dan psikologis manusia untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan”.
Berdasarkan pengertian latihan yang dikemukakan empat ahli tersebut memiliki banyak kesamaan yaitu: latihan merupakan suatu proses, dilakukan secara sistematis, dilakukan secara berulang-ulang, dilaksanakan secara kontinyu dan berkelanjutan, beban latihan ditingkatkan secara bertahap dan dilaksanakan dalam jangka waktu yang lama atau panjang.
commit to user
a. Metode Latihan
Metode latihan pada prinsipnya merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini tujuan prestasi yang tinggi dapat dicapai melalui metode latihan yang tepat. Berkaitan dengan metode latihan Berkaitan dengan metode latihan Noseck (1982: 15) menyatakan, “Metode latihan merupakan prosedur dan cara-cara pemilihan jenis-jenis latihan dan penataannya menurut kadar kesulitan, kompleksitas dan beratnya beban”. Yusuf Adisasmita & Aip Syarifuddin (1996: 142) berpendapat “Metode mengajar atau melatih adalah suatu cara tertentu, sistem kerja seorang pelatih, atau olahragawan, sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup”. Hal senada dikemukakan Andi Suhendro (2007: 3.53) bahwa, “Metode latihan adalah suatu cara sistematis dan terencana, yang berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan fungsi fisiologis, psikologis dan keterampilan gerak, agar memiliki keterampilan yang lebih baik pada suatu penampilan khusus”.
Berdasarkan pengertian metode latihan yang dikemukakan tiga ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa, metode latihan merupakan cara yang digunakan seorang pembina atau pelatih yang berfungsi sebagai alat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan bagi atlet yang dilatih. Untuk itu, seorang pelatih harus menguasai macam-macam metode latihan dan mampu menerapkan metode latihan yang tepat dan efektif agar tujuan latihan dapat tercapai secara maksimal. Sugiyanto (1998: 247) menyatakan, ”Cara-cara atau metode yang sering digunakan dalam pengajaran gerak di antaranya: (1) metode praktek keseluruhan, (2) metode praktek bagian, (3) metode drill, (4) metode pemecahan masalah, (5) metode ketepatan dan (6) metode kecepatan”. Menurut Suharno HP. (1993: 35) bahwa, “Metode-metode melatih teknik olahraga antara lain: metode keseluruhan, metode bagian, metode gabungan yaitu bagian keseluruhan, metode drill, metode pemecahan masalah, metode kecepatan, metode pertandingan, metode interval dan metode ulangan”.
commit to user
Berdasarkan dua pendapat tersebut menunjukkan bahwa, metode untuk melatihan teknik suatu cabang olahraga terdiri sepuluh macam. Seorang pelatih harus memahami dan menguasai macam-macam metode latihan teknik, sehingga dapat menerapkan metode latihan yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Seorang pelatih dapat memilih salah satu atau beberapa metode latihan menurut kebutuhan dalam latihan.
b. Prinsip-Prinsip Latihan
Latihan yang baik dan berhasil dilakukan secara teratur, seksama, sistematis, serta berkesinambungan atau kontinyu, dilakukan sepanjang tahun dengan pembebanan latihan (training load) yang selalu meningkat secara bertahap.
Latihan pada prinsipnya merupakan suatu proses yang sistematis yang harus menganut prinsip-prinisp latihan tertentu, sehingga organisasi dan mekanisme neuro physiologis atlit akan bertambah baik. Nosseck (1982:14) menyatakan, “Prinsip latihan pada dasarnya merupakan garis pedoman yang hendaknya dipergunakan dalam latihan yang terorganisir dengan baik”. Sedangkan Sudjarwo (1995: 21) menyatakan, “Prinsip-prinsip latihan digunakan agar pemberian dosis latihan dapat dilaksanakan secara tepat dan tidak merusak atlet”.
Berdasarkan dua pendapat mengerai prinsip latihan dapat disimpulkan bahwa, prinsip latihan pada dasarnya merupakan pedoman yang harus dignakan dalam latihan, sehingga dalam memberikan dosis atau beban latihan tepat dan tidak merusak atlet yang dilatih. Sudjarwo (1995: 21-23) menyatakan, “Prinsip-prinsip latihan di antaranya: (1) prinsip individu, (2) prinsip penambahan beban, (3) prinsip interval, (4) prinsip penekanan beban (stress), (5) prinsip makanan baik dan, (6) prinsip latihan sepanjang tahun”. Menurut LANKOR (2007: 46-48) bahwa, “Prinsip latihan yang harus diperhatikan yaitu (1) prinsip pedagogik, (2) prinsip individual, (3) prinsip keterlibatan aktif dan (4) prinsip variasi”.
commit to user
Berdasarkan dua pendapat tersebut menunjukkan bahwa, dalam pelatihan olahraga prestasi seorang pelatih berhak untuk menganut prinsip latihan apa pun disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai. Yang perlu ditekankan dalam penerapan prinsip latihan yaitu, prinsip latihan digunakan sebagai pedoman dalam latihan. Penerapan prinsip latihan yang tepat dalam latihan, maka tujuan latihan dapat dicapai lebih maksimal. Untuk lebih jelasnya berikut ini diuraikan prinsip-prinsip latihan sebagai berikut: