• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V FASILITAS DAN SARANA PELAYANAN

C. Layanan Unggulan

Layanan yang tersedia di RSUD Provinsi Sulawesi Barat memiliki salah satu produk unggulan, yakni Layanan Jantung dan Pembuluh Darah. Layanan Jantung dan Pembuluh Darah

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 29 tersedia untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga RSUD Provinsi Sulawesi Barat menjadi kebanggaan rakyat Sulawesi Barat.

Layanan yang tersedia yakni :

1. Konsultasi di bidang Kardiologi Dewasa 2. Konsultasi di bidang Kardiologi Anak

3. Pelayanan Diagnostik Jantung yaitu Echocardiografi di Rawat Jalan

4. Elektrocardiografi di Rawat Jalan dan Rawat Inap

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 30

BAB VI

HASIL KEGIATAN PELAYANAN

A. PELAYANAN RAWAT JALAN

Pelayanan rawat jalan merupakan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang tidak memerlukan perawatan lebih lanjut/rawat inap. Pelayanan ini diberikan kepada semua pasien baik yang datang atas keinginan sendiri maupun yang datang dengan disertai surat rujukan dari puskesmas, dokter keluarga, maupun klinik swasta.

1. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan

Adapun jumlah kunjungan rawat jalan sebagai berikut:

Tabel 6.1

Jumlah Kunjungan Rawat Jalan Berdasarkan Jenis Pembayaran RSUD Prov. Sulbar Tahun 2020

No Klinik Jenis Pembayaran Jumlah

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 31

Kunjungan rawat jalan pada tahun 2020 di RSUD Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan sebesar 46% dari tahun 2019, dimana pada tahun 2019 terdapat 29.940 kunjungan. Hal ini dikerenakan pandemic Covid-19 yang membuat banyak masyarakat enggan untuk mengunjungi rumah sakit.

2. Sepuluh Besar Penyakit Rawat Jalan

Adapun pola penyakit pada pelayanan rawat jalan, dapat dilihat pada sepuluh penyakit terbanyak pasien rawat jalan tahun 2020.

Tabel 6.2

Sepuluh Penyakit Terbanyak Pasien Rawat Jalan RSUD Prov. Sulbar Tahun 2020

No Nama Penyakit

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 32 9 Penyakit Telinga dan

Mastoid 41 54 95 169

10 Penyakit Jantung dan

Sistemik lainnya 24 27 51 160

Sumber Rekam Medik RSUD Prov.Sulbar

Penyakit terbanyak yang ditangani pada pelayanan rawat jalan tahun 2020 masih seperti tahun sebelumnya yakni penyakit pulpa dan periapical dengan jumlah kunjungan sebesar 1.175 kunjungan, yang pada tahun 2019 berjumlah 4.457 kunjungan.

B. PELAYANAN RAWAT INAP

Selain pelayanan rawat jalan, RSUD Provinsi Sulawesi Barat juga menyelenggarakan pelayanan rawat inap. Pelayanan rawat inap ini diberikan kepada pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut

1. Jumlah Kunjungan Rawat Inap

Adapun jumlah kunjungan rawat inap sebagai berikut:

Tabel 6.3

Jumlah Kunjungan Rawat Inap Berdasarkan Jenis Pembayaran

RSUD Prov. Sulbar Tahun 2020

No Jenis Pelayanan Jenis Pembayaran Total BPJS PBI BPJS Non-PBI Umum

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 33

11 BAYI 24 52 3 79

TOTAL 955 1654 141 2750

Sumber Rekam Medik RSUD Prov.Sulbar

Total kunjungan rawat inap tahun 2020 adalah 2750 kunjungan. Kunjungan rawat inap tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 52,12% dari tahun 2019, yang total kunjungannya sebanyak 5448 kunjungan. Hal ini dikarenakan terjadinya pandemic covid-19 sehingga masyarakat menjadi enggan untuk berkunjung ke rumah sakit.

2. Sepuluh Besar Penyakit Rawat Inap

Adapun pola penyakit pada pelayanan rawat inap, dapat dilihat pada sepuluh penyakit terbanyak pasien rawat inap.

Tabel 6.4

Sepuluh Penyakit Terbanyak Pasien Rawat Inap RSUD Prov. Sulbar

2 Bronkhitis Akut &

Bronkiolitis Akut 57 51 - - 108

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 34

10 Dispepsia 12 29 - - 41

Sumber : Rekam Medik RSUD Prov.Sulbar

Penyakit terbanyak yang ditangani pada pelayanan rawat inap tahun 2020 adalah penyakit Covid-19 dengan jumlah kunjungan sebesar 109, disusul oleh penyakit Bronkhitis Akut dan Bronkiolis Akut dengan 108 kunjungan.

C. PELAYANAN COVID-19

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Sulawesi Barat, RSUD Provinsi Sulawesi Barat wajib memberikan pelayanan yang maksimal bagi pasien yang Covid-19, baik yang sudah terkonfirmasi maupun yang masih dalam pemantauan. Berikut ini merupakan gambaran pelayanan Covid-19 tahun 2020.

Tabel 6.5 Pelayanan Covid-19

RSUD Prov Sulbar Tahun 2020

Bulan Isolasi Karantina Jumlah

Pasien Hari

Total 181 2653 217 3195 398 5848

HR 9,64727 HR 11,6182 HR 21,2655

T 16 T 26 T 42

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 35 BOR

ISO 60% BOR

KARA 45% BOR

TS CC 51%

Sumber : Rekam Medik RSUD Prov.Sulbar

Dari table diatas dapat diketahui jumlah total pasien Covid-19 yang dirawat selama tahun 2020 sebanyak 398 pasien dengan jumlah hari rawat selama 5848 hari. Nilai BOR 51%

menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan tempat tidur untuk perawatan Covid-19 cukup tinggi.

D. INDIKATOR PELAYANAN

Dalam rangka menunjang efisiensi dan efektifitas pelayanan maka, pengambilan keputusan dalam organisasi rumah sakit memerlukan informasi yang akurat, tepat waktu, dapat dipercaya, masuk akal dan mudah dimengerti guna berbagai keperluan pengelolahan rumah sakit. Oleh karena itu laporan yang dibuat haruslah informative (Depkes RI,2006).

Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan dimana salah satu aktivitas rutin yang dilakukan untuk statistik rumah sakit adalah menghitung tingkat efisiensi hunian tempat tidur (TT). Hal ini dilakukan untuk memantau aktivitas penggunaaan TT di unit rawat inap dan untuk merencanakan pengembangannya. Kriteria atau parameter yang digunakan untuk mengetahui kinerja Rumah Sakit adalah : BOR, ALOS, BTO,TOI, NDR dan GDR. Berikut adalah tabel capaian Indikator Rumah Sakit Prov. Sulawesi Barat.

Tabel 6.6

Capaian Indikator Pelayanan RSUD Prov. Sulbar Tahun 2018-2020

Sumber : Rekam medis RSUD Prov. Sulbar

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 36 1. BOR (Bed Occupancy Ratio = Angka penggunaan tempat

tidur)

BOR menurut Huffman (1994) adalah “the ratio of patient service days to inpatient bed count days in a period under consideration”. Sedangkan menurut Depkes RI (2005), BOR adalah prosentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit.

Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85%

(Depkes RI, 2005). Pada tahun 2019 terjadi peningkatan BOR menjadi 33% yang pada tahun 2018 sebesar 23%, namun pada tahun 2020 kembali turun menjadi 22%. Hal ini disebabkan oleh karena menurunnya pengunjung rumah sakit karena pandemi covid-19.

2. AV-LOS (Average Length of Stay = Rata-rata lamanya pasien dirawat)

AV-LOS menurut Huffman (1994) adalah “The average hospitalization stay of inpatient discharged during the period under consideration”. AV-LOS menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata lama rawat seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu pengamatan yang lebih lanjut. Secara umum nilai ALOS yang ideal antara 6-9 hari (Depkes, 2005). Pada 3 tahun terakhir (2018-2020) Capaian ALOS RSUD Provinsi Sulawesi Barat masih dibawah standar. Tahun 2020 nilai ALOS adalah sebesar 5 hari, seperti tahun sebelumnya.

3. BTO (Bed Turn Over = Angka perputaran tempat tidur) BTO menurut Huffman (1994) adalah “…the net effect of changed in occupancy rate and length of stay”. BTO menurut Depkes RI (2005) adalah frekuensi pemakaian tempat tidur

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 37 pada satu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu tertentu. Idealnya dalam satu tahun, satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali. Capaian BTO RSUD Provinsi Sulawesi Barat pada Tahun 2020 sebesar 11 kali.

4. TOI (Turn Over Interval = Tenggang perputaran)

TOI menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari. TOI pada tahun 2020 adalah 20 hari, nilai TOI tinggi disebabkan kurangnya pasien / pengunjung Rumah Sakit.

5. NDR (Net Death Rate)

NDR menurut Depkes RI (2005) adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar, dengan nilai ideal <25. Indikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan di rumah sakit. Nilai NDR pada tahun 2020 adalah 16 pasien, hal ini menggambarkan bahwa dalam perseribu penduduk yang perawatannya lebih dari 48 jam di RSUD provinsi sulawesi barat terdapat 16 pasien meninggal.

6. GDR (Gross Death Rate)

GDR menurut Depkes RI (2005) adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar, dengan nilai ideal kurang dari 45. Nilai GDR pada tahun 2020 adalah 16 pasien, hal ini menggambarkan bahwa dalam perseribu penduduk sepanjang tahun 2020 jumlah pasien meninggal di RSUD provinsi sulawesi barat sebanyak 16 pasien.

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 38

BAB VII

PENDAPATAN, ANGGARAN DAN BELANJA

A. PENDAPATAN

Pendapatan RSUD Provinsi Sulawesi Barat bersumber dari pasien rawat jalan dan rawat inap. Pendapatan ini diperoleh baik dari pasien yang datang dengan menggunakan BPJS Kesehatan, atau Asuransi Kesehatan Lainnya, maupun dari pasien mandiri yang datang tanpa jaminan kesehatan (umum).

Uraian pendapatan RSUD Provinsi Sulawesi Barat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir dapat terlihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 7.1

Pendapatan RSUD Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018-2020

No Uraian Jumlah

1 Pendapatan Tahun 2018 Rp. 6.738.670.085,- 2 Pendapatan Tahun 2019 Rp. 23.273.026.588,- 3 Pendapatan Tahun 2020 Rp. 26.705.803.390,-

Sumber : Bagian Keuangan RSUD Prov. Sulbar

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada tahun 2020 ini terjadi peningkatan pendapatan sebesar 14,8%.

B. ANGGARAN DAN BELANJA

Adapun sumber anggaran RSUD Provinsi Sulawesi Barat tahun 2020 adalah sebagai berikut :

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 39 Tabel 7.2

Sumber Anggaran & Realisasi Belanja RSUD Provinsi Sulawesi Barat

Tahun 2020

No Sumber Anggaran Realisasi

1 APBD

• Belanja

Langsung Rp 45.931.508.457,77,- Rp 43.990.925.391,00,-

• Belanja Tidak Langsung

Rp 29.097.119.522,85,- Rp 28.848.585.882,00,- Total RP 75.028.627.980,62,- Rp 72.839.511.273,00,- 2 BLUD Rp 21.780.899.230,00,- Rp 20.307.699.974,00,-

Sumber : Bagian Perencanaan dan Subag Keuangan RSUD Prov. Sulbar

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahi bahwa realisasi anggaran pada tahun 2020, untuk dana APBD sebesar 97% dan untuk dana BLUD sebesar 93%.

R S U D P R O V I N S I S U L A W E S I B A R A T | 40

BAB VIII PENUTUP

Profil RSUD Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020 merupakan gambaran kondisi rumah sakit, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan sepanjang tahun 2020, untuk mengetahui kinerja pelayanan RSUD Provinsi Sulawesi Barat tahun 2020.

Dengan tersusunnya Profil RSUD Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2020 ini, diharapakan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi serta perencanaan di tahun berikutnya.

Demikian Profil RSUD Provinsi Sulawesi Barat dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya. Kami mengharapkan kritik dan saran sehingga dapat diberikan peayanan kesehatan yang lebih maksimal untuk masyarakat Sulawesi Barat Maju dan Malaqbi.

Mamuju, Januari 2021

Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat

dr.Hj. INDAHWATI NURSYAMSI, M.Kes NIP. 19680306 200212 2 002

Pangkat/Gol : Pembina TK.I/IVb

Dokumen terkait