• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. DEVOSI KEPADA BUNDA MARIA BAGI PARA ANGGOTA

C. Legio Maria

1. Pengertian Legio Maria

Legio Maria adalah suatu perkumpulan umat Katolik yang dengan restu Gereja dan bimbingan kuat Bunda Maria Tak Bernoda, Pengantara segala Rahmat, telah menggabungkan diri ke dalam suatu laskar untuk bertempur dalam

peperangan abadi Gereja melawan dunia dan kekuatan jahatnya. Anggota Legio Maria yang disebut juga sebagai Legioner (selanjutnya akan disebut legioner) terdiri dari orang dewasa, orang muda dan remaja. Para anggota legioner mempunyai kewajiban sebagai tentara Maria, selalu berkumpul bersama untuk mendarasakan doa-doa Legio Maria yakni doa Tessera yang merupakan lembaran yang berisikan doa-doa legio yang dilengkapi dengan sebuah gambar Legio Maria (Veksilium) dan doa katena (Rantai Doa Legio) yang merupakan doa rutin seorang legioner (Senatus Malang, 1999: 9).

2. Pendiri Legio Maria

Frank Duff adalah Pendiri Legio Maria lahir di Dunlin, Irlandia, pada tanggal 7 Juni 1889. Ia menjadi pegawai pemerintah pada usia 18 tahun. Pada usia 24 tahun ia bergabung dengan serikat Santo Vincentius di mana ia dibina menuju penghayatan iman Katolik yang lebih dalam, memperoleh kepekaan tinggi akan kebutuhan orang miskin dan orang serba kekurangan.

Bersama dengan sekelompok wanita Katolik dan pater Michael Toher, Uskup Agung Dublin, ia membentuk presidium Legio Maria yang pertama pada tanggal 7 September 1921. Sejak hari itu sampai akhir hayatnya, 7 November 1980, ia membimbing perluasan Legio Maria ke seluruh dunia dengan pengabdian gagah berani. Ia hadir dalam Konsili Vatikan II sebagai pengamat awam.

Pengertiannya yang mendalam tentang peran “Perawan yang Terberkati”

dalam rencana penyelamatan, seperti juga tentang peran orang awam yang setia dalam tugas misi Gerejawi (Senatus Malang, 1999: 5).

3. Tujuan Legio Maria

Tujuan Legio Maria adalah kemuliaan Allah melalui pengudusan anggotanya yang dikembangkan dengan doa dan kerjasama aktif, di bawah bimbingan Gereja dalam karya Maria dan Gereja untuk menghancurkan kepala ular dan meluaskan Kerajaan Kristus. Menjadi seorang legioner berarti harus patuh pada setiap peraturan yang ditetapkan dalam buku pegangan Legio Maria, bersedia untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh Uskup dan Pastor paroki setempat dalam karya pelayanan. Setiap karya pelayanan yang dilaksanakan di paroki harus melalui ijin Pastor paroki dan uskup setempat (Senatus Malang, 1999: 12).

4. Semangat Legio Maria

Menjadi anggota Legio Maria berarti berani meneladani semangat Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam karya pelayanan dan perjumpaan, sehingga kehadiran seorang legioner merupakan kehadiran Bunda Maria yang membawa sukacita bagi sesama. Legio Maria dimampukan untuk meneladan kerendahan hati, ketaatan, keindahan laksana malaikat, doanya yang tak kunjung henti, pengorbanan yang menyeluruh, serta imannya akan Allah yang sungguh luar biasa.

Konsili Vatikan II dalam Dekrit Apostolicam Actuositatem tentang kerasulan awam menegaskan keteladanan kerasulan Bunda Maria bagi kaum awam:

Suri teladan yang sempurna bagi hidup rohani dan hidup merasul itu ialah Santa Perawan Maria, Ratu para Rasul. Selama di dunia ia menjalani hidup kebanyakan orang, penuh kesibukan keluarga dan jerih payah, tetapi selalu mesra bersatu dengan Putera-nya, dan dengan cara yang sangat istimewa ia bekerja sama dengan karya Sang Penyelamat. Hendaknya semua saja penuh khidmat berbakti kepadanya, dan menyerahkan hidup serta kerasulan mereka kepada perhatiannya yang penuh rasa keibuan (AA. 4).

Legioner dengan semangat iman Bunda Maria yang mengalami kasih karunia Allah sanggup menjalankan tugas yang diberikan kepadanya dengan tidak mengeluh atau membantah, karena ia yakin bahwa semua tugas itu merupakan kehendak Tuhan dan dijalankan dengan baik (Senatus Malang, 1999: 13).

5. Motivasi Menjadi Legioner

Senatus Legio Maria (2011:5) menyampaikan bahwa dalam usaha untuk dapat memahami dan menghayati karya Legio Maria dengan baik, perlu terlebih dahulu membangun dan menumbuhkembangkan motivasinya. Motivasi yang diharapkan menjadi Legioner adalah:

a. Ingin menghayati Sakramen Baptis

Kita semua yang telah dibaptis telah mengenakan Kristus (Gal 3:27), artinya hidup kita harus berpola pada Kristus dengan hidup berlandaskan kasih, hidup dalam kebenaran, hidup dalam pelayana, hidup dalam kerukunan dan kedamaia.

Meskipun semua itu harus disertai pengorbanan (Senatus Legio Maria, 2011:5).

b. Memenuhi Himbauan Kristus dalam Sabda-Nya (Mat 28:18-20)

Yesus mendekati mereka dan berkata,”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di Surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh murid-Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu sampai akhir zaman.”

Sebagai Legioner selaku rasul awam sabda tersebut selalu mengiang-iang di telinga, selalu menggelitik hati, dan didorong untuk melaksanakannya. Inilah alasan kita masuk dalam Organisasi Kerasulan Awam Legio Maria. Mau membantu karya

Kristus untuk mewartakan ajaran-Nya dan menyebarluaskan kerajaan-Nya (Senatus Legio Maria, 2011:6).

c. Menjadikan Kerasulan Legio Maria sebagai Persembahan Hidup kepada Tuhan dan Gereja-Nya

Merasul melalui Legio Maria merupakan persembahan kepada Kristus dan Gereja-Nya. Sebagai Legioner kita persembahkan Kerasulan Legio Maria dengan sebaik-baiknya. Kalau rapat dan bertugas, jangan dirasakan sebagai beban tetapi sarana untuk memperoleh rahmat (Senatus Legio Maria, 2011:6).

6. Tugas-tugas Pelayanan para Legioner

Tugas utama para legioner adalah menjadi pejuang cinta kasih dengan belajar dari sosok Bunda Maria yang menjadi teladan para legioner. Tugas utama di atas diamalkan dalam tugas-tugas pokok seorang legioner yakni setia mengikuti rapat rutin Legio Maria, rela berjalan kaki seperti halnya Maria yang berkorban mengunjungi Elisabet, berani menyimpan rahasia kelompok, sesama dan pribadi, memiliki buku catatan kegiatan yang dilaksanakan, juga catatan umum kelompok, dan setia mendaraskan doa catena setiap hari. Seorang legioner juga wajib menghargai sesama anggota Legio Maria, umat beriman dan sesama yang dijumpai dan dikunjungi, dan punya kewajiban untuk mencari anggota baru (Senatus Malang, 1999: 210-221).

D. Kehidupan Menggereja para Anggota Legio Maria

Dokumen terkait